GHOST!
Summary : Hei, aku ingin menanyakan satu hal pada kalian. Apa kalian percaya HANTU? Well –ada yang menjawab iya ataupun tidak sama sekali. Tapi aku ingin mengatakan satu hal yang penting –menurutku, hal itu adalah AKU BISA MELIHAT HANTU! –Taehyung. /BTS fic. VJin/JinV inside. RnR please! :)
Cast : BTS member.
Genre : Horor, Romance. Slight! Humor.
Warning : Typho(s), Sho-ai, Other.
-000-
.
/
.
Di dalam sebuah ruangan –tepatnya kamar, terlihat tujuh orang namja yang sedang duduk melingkar. Keadaan di dalam remang-remang -karena hanya ada sebuah lilin kecil di tengah-tengah mereka. Yah, malam ini sedang mati listrik. Mereka semua adalah member Bangtan. Semuanya terlihat menunjukkan tatapan bertanya –atau lebih tepatnya penasaran pada salah satu member yang juga ikut duduk melingkar disana. Itu V. Yang ditatap hanya memasang raut wajah yang sulit diartikan. Mereka semua tetap terdiam untuk beberapa saat –sampai sebuah suara hinggap di telinga mereka semua.
"Khikhikhi~"
Semua member terlihat menegang –kaku. Terdiam untuk beberapa saat kemudian –sampai sebuah suara terdengar kembali.
"Taehyung~"
Merasa namanya disebut, V langsung menutup kedua telinganya rapat-rapat menggunakan telapak tangannya.
"Taehyung~"
V terlihat kesal –karna suara tadi terus terngiang-ngiang di kepalanya. "Yaa! Enyahlah, kau hantu sialan!" Teriak V –masih menutup kedua telinganya.
Member yang lainnya mulai takut –karna melihat V seperti itu dan juga berteriak sendiri. Benar-benar ada yang tidak beres.
"Hei, Taehyung-ah! Jangan berteriak begitu! Kau membuat kami semua takut!" Seru Jimin dengan sedikit –atau mungkin sudah ketakutan.
"Bisakah kau tidak terus-terusan menggangguku?! Dan kenapa kau malah membawa teman-temanmu, hah?!" Member yang lain mulai mendekat karna hawa dingin mulai menyapa tubuh mereka –juga jangan lupakan V yang masih berbicara sendiri. Karna mereka tidak tahu kalau V sedang berusaha untuk mengusir hantu-hantu yang ada disekitar mereka.
"Kembalikann~"
Semua member mendengar suara itu lagi, yah hanya suara saja. Itupun samar-samar, terkecuali V yang memang bisa melihat'nya'.
"Se-sebenarnya si-siapa yang berbicara?" J-Hope bertanya-tanya dengan sedikit gugup –atau mungkin ia memang sudah ketakutan. Coba bayangkan oleh kalian kalau di dalam kamar hanya ada sebuah lilin kecil yang berada di tengah-tengah mereka, lalu jendela yang dibiarkan terbuka –menyebabkan angin dingin terus menyapa kulit mereka. Ini sangat… bisa dibilang keadaan yang 'menegangkan'.
"Apa masalahmu, hah?! Pergilah dari hidupku!" V kembali berteriak –kali ini terdengar nada membentak. Jung Kook terus memperhatikan Hyung-nya yang satu itu. Ia menyipitkan matanya agar bisa lebih jelas apa yang sedang dilakukan oleh V. Ck, salahkan listrik yang padam.
"Khikhikhikhi~"
Semua member menegang –kecuali V yang masih berbicara 'sendiri'. Suara ini… suara yang familiar di telinga mereka. Suga meneguk ludahnya kasar lalu berkata pelan, "Ini… suara hantu yang ada di ru-rumah hantu, 'kan?"
DEG DEG
Rap Monster pun iku menimpali, "A-apa jangan-jangan… ha-hantu yang ada disana me-mengikuti kita?"
DEG DEG
"Pergi! Pergi! Jin Hyung! Tolong aku!" Dengan cepat, semua member menoleh ke arah V yang kini menjauh dari sang cahaya –lilin. Mendengar teriakan V, Jin yang duduk di sebelah Jimin kini berpindah ke sebelah V. Ia bisa melihat V yang banyak mengeluarkan keringat, apa ia habis lari –cukup! Ia selalu berpikiran yang aneh-aneh.
"Temani kami bermain~"
Member yang tersisa di area lilin kembali menegang. Suara ini… benar-benar suara yang mereka dengar di rumah hantu tadi. Dan mereka pun mulai menyetujui ucapan ketua mereka –Para hantu disana mengikuti kita.
Jimin yang sudah ketakutan setengah mati, memeluk tangan seseorang disebelahnya -itu tangan Suga. "Hei! Apa-apaan kau peluk-peluk begini!? Lepaskan!"
Jimin yang mendengar penolakan Suga malah makin memperat pelukannya –sampai ke seluruh tubuh Suga yang mungil itu terperangkap. "D-diamlah Yoongi Hyung, a-aku ketakutan…"
Melihat aksi Jimin, Jung Kook juga tak kalah ekstrim. Ia sedang duduk di pangkuan J-Hope lalu memeluknya erat. J-Hope sih terima-terima saja-modus-. Tubuh Jung Kook menggigil –entah karena kedinginan atau memang ia juga ketakutan.
WHUSSHH
Seketika sang cahaya –yaitu lilin yang satu-satunya menerangi malam mereka telah lenyap. Ditiup angin malam. Dan keadaan pun lebih mencekam –juga jangan lupakan 'suara-suara' yang masih berkeliaran di indra pendengaran mereka. Rap Monster yang melihat semua membernya ketakutan –termasuk dirinya, segera berinisiatif untuk menghubungi manajer mereka. Setelah membuka ponselnya dan –Aish! Kenapa tidak ada sinyal?!
Rap Monster mengutuk tukang listrik sekaligus tukang sinyal juga. Tapi tidak untuk tukang Handphone/?
Kita kembali pada Jin dan V. Terlihat Jin yang masih memeluk V –mencoba untuk menenangkannya. Namun yang ada V malah terlihat lebih frustasi –dan jangan lupakan kedua tangannya yang masih maenutup telinganya. 'Suara-suara' itu terus melintas masuk ke dalam indra pendengarannya. Dan yang lebih sialnya lagi, hanya V-lah yang bisa semua 'makhluk-makhluk' itu.
"Aish! Seok Jin Hyung! Bagaimana caranya supaya'mereka' semua pergi?!" Jin yang mendengar perkataan V mulai bingung. Tentu saja, –karena ia tidak tahu kata 'mereka' yang dimaksud V itu siapa. "Maksudmu semua yang ada disini?"
Mendengar jawaban Jin, V menghela nafas lelah. "Bukan mereka Hyung, tapi para hantu itu!" Oke, kali ini Jin semakin bingung. Apa katanya tadi? Hantu? Dimana?
V melihat Jin yang mengerutkan dahinya –bingung. Hahh… haruskah ia menceritakan'nya' sekarang? Disaat seperti ini? Tapi, mau bagaimana lagi. Ia sudah lelah dengan 'penglihatannya' yang sebenarnya ia 'tidak inginkan'. Juga memendam 'satu hal' yang tak kunjung ia temui solusinya. Ia butuh bantuan. Ya, bantuan agar ia bisa terhindar dari 'hal-hal' yang seperti ini.
BRAK! Tiba-tiba pintu kamar mereka –yang awalnya tertutup kini terbuka lebar. Hordeng yang ada di jendela pun kini melayang-layang karena ditiup angin yang semakin kencang.
"Y-ya! Si-siapa saja tutup jendelanya!" Panik J-Hope. Rap Monster yang sedari tadi memikirkan sesuatu bangkit dari duduknya. Ia berjalan menuju ke arah jendela. Setelah sampai, ia terpaku sejenak lalu berucap, "Te-teman-teman…"
"A-apa Hyung? Apa yang t-terjadi?" Balas Jung Kook yang masih dipangkuan J-Hope.
Jung Kook yang penasaran bangkit dari pangkuan J-Hope lalu menyusul Rap Monster yang ada di depan jendela –dengan angin yang kencang menyapa mereka. Mereka berdua terpaku kemudian berpandangan satu sama lain, dan tiba-tiba "HUWWAAAAA!"
J-Hope kaget mendengar mereka berdua berteriak bersamaan begitu langsung melesat ke arah mereka. Lalu ia melihat pemandangan di depannya –gelap. Namanya juga sedang mati listrik. Suga pun ikut penasaran ingin berlari kesana –tapi salahkan seorang Park Jimin yang masih memeluknya. J-Hope menengok ke kanan dan kiri –tapi ia tidak melihat apapun selain malam yang gelap.
"Yahh! Sebenarnya apa yang kalian berdua lihat?" J-Hope berteriak kesal –karena tidak menemukan apa-apa, dan juga penasaran –karena Rap Monster juga Jung Kook yang seperti melihat sesuatu yang mengerikan kemudian berteriak secara bersamaan.
"Kau tidak melihatnya Hoseok Hyung?" J-Hope menggeleng dengan cepat. Rap Monster kemudian menjawab, "Coba lihat baik-baik! Di depan halaman kita! –". J-Hope masih meenunggu kalimat yang akan di keluarkan oleh ketua-nya itu. "- JEMURAN PARA TETANGGA BERSERAKAN!"
1 detik.
2 detik.
3 detik.
15 detik. J-Hope mengusap wajahnya kasar. Ku kira ada sesuatu yang mengerikan, tapi ternyata? Hanya JEMURAN? PAKAIAN SAJA BEGITU?! Pikirnya.
"Ish! Ku kira ada apa! Ternyata hanya pakaian tetangga!?"
"Teman-teman!" Mereka bertiga pun menoleh pada Jin yang berteriak pada mereka –lalu mengisyaratkan agar kembali duduk di dekat sang cahaya –karna telah dihidupkan kembali. Akhirnya mereka pun kembali berkumpul –termasuk V yang sekarang sudah terlihat tenang. Apa yang tadi dilakukan Jin sampai V sudah tidak berteriak seperti orang gila seperti tadi? Batin member yang lain. Itu hanya Jin, V, juga Tuhan yang tahu/? (saya juga tidak tahu-menahu).
"Taehyung ingin berbicara sesuatu. Ayo, Taehyung-ah.. ceritakanlah pada kami." Taehyung menatap semua member terlebih dahulu –lalu ia mengambil nafas kemudian mengeluarkannya secara perlahan.
"Jadi… s-selama ini, aku bisa melihat 'Jin'." Semua member mengerutkan dahinya bingung. Melihat Jin? Maksudnya Seok Jin? (hadeuh -_-)
"Bu-bukan Jin Hyung yang kumaksud tapi –" Member yang lain mengangguk mengerti lalu kembali menunggu V bercerita.
"A-aku bisa melihat h-hantu."
1 detik. Masih tidak ada repon.
10 detik. Semuanya sedang berpikir keras.
1- "MWOOO?!" menit kemudian.
"Se-sejak kapan, Ta-taehyung-ah?" V melihat ke arah Rap Monster lalu menjawab, "Sejak tiga hari yang lalu, tepatnya saat aku dan Jin Hyung berada di dapur. Aku melihat siluet seseoarang lewat di belakan Jin Hyung yang pada saat itu sedang membuatkanku susu." Taehyung mengambil nafas terlebih dahulu lalu melanjutkan kembali ceritanya.
"Aku kira itu hanya bayangan saja, tapi setelah ku lihat dengan teliti ternyata itu adalah seorang –lebih tepatnya wanita bergaun putih dan berambut panjang –"
Member yang lain meneguk ludahnya cepat, tapi tetap mendegarkan cerita V yang menyeramkan. " –lalu melayang."
DEG DEG
"Dan yang membuatku terkaget adalah saat wanita itu memanggil namaku dan bisa memutarkan kepalanya 180 derajat penuh."
DEG DEG
"Hari berikutnya, aku melihatnya lagi. Wanita itu berada di belakang –tepat di tengah-tengah Jimin juga Hoseok Hyung yang saat itu sedang duduk melingkar –bersamaku."
DEG DEG
"Aku juga mengira bahwa wanita itu adalah 'penunggu dorm' ini. Tapi, saat kita jalan-jalan tadi, ternyata ia mengikuti kita sampai sana –lalu membawa 'kawan-kawannya' yang berasal dari rumah hantu yang kita kunjungi juga –entah dari mana lagi ia membawa mereka."
DEG DEG
"Pasti kalian bertanya-tanya bukan, kenapa aku berteriak sendiri seperti orang gila? Padahal, aku sedang mencoba mengusir hantu itu yang sampai sekarang masih ada di sekitar dorm ini."
DEG DEG
"Nah, itulah ceritaku. Mana ceritamu?" Ehm. Maaf dialog ini di naskah yang lain. Tolong abaikan saja.
Hening.
1 menit berlalu mereka masih belum ada yang membuka suara.
Keadaan disini sudah tidak terlalu mencekam. Angin kencang pun sudah berhenti. Tapi listrik belum juga menyala. Sampai sebuah suara menginterupsi keheninga mereka.
"Taehyung~ Kenapa kau memberitahukannya pada mereka~"
.
/
.
-000-
To Be Continued
Haii~ Saya kembali. Ini sebenernya udah jadi beberapa hari yan lalu, tapi baru sekarang ada waktu untuk publish (padahal sekarang saya lagi UN -_-")
Semoga kalian tetep suka juga memberi review :)
BIG THANS TO :
Jisaid; 48; RapByun; suyanq; KimmyDJHS; SweetyYeollie; thisismyself1999; Guest; qyraaa; Jung Sara and All Reader yg udah membaca!
maaf tidak bisa membalas Review kalian saat ini, karena saya sedang UN. Jeongmal Mianhamnida~
Doakan semoga saya LULUSyak! ^_^
Makasih banyak dan sampai ketemu di Chapter depan :)
-Kay-
