NARUTO © MASASHI KISHIMOTO
Chapter 4
Sasuke terdiam bergelut dengan pikiranya sendiri saat ini, disebuah tempat medan perang, bukan karena perang yang sedang berlangsung yang membuat Sasuke terdiam. Dihadapanya sekarang terdapat beberapa anak kecil menenteng laras panjang berlindung dibalik reruntuhan bangunan, ada juga manusia renta, bayi beserta ibunya, wanita hamil besar yang juga sedang berlindung dibalik sana. Tak jauh dari sana terdapat laki-laki dewasa yang juga sedang mengoprasikan segala macam senjata. Di kubu lain terdapat manusia dewasa berpakaian tentara yang terus melancarkan berbagai macam peluru. Teriakan beserta tangisan menggema bercampur dengan bisingnya suara tembakan atau bahkan bom disana.
Sasuke tau benar ini adalah medan peperangan, walaupun dirinya tak pernah melihat atau bahkan berperang, Sasuke tau karena belajar, mempelajari bagaimana kehidupan di planet berwarna biru ini.
"Sasuke, kau harus terbiasa, ini hanya peperangan." Itachi menepuk pundak Sasuke yang mengerti jika Sasuke sangat terkejut, karena dulu Itachi melakukan hal yang sama mungkin juga akan berfikiran sama dengan yang dipikirkan Itachi sekarang.
Sasuke mencoba tak menggubris yang terjadi di sekelilingnya dan tetap melaksanakan tugas. Lagipula Sasuke jua tak bisa berbuat apa-apa walaupun dirinya merasakan banyak hal, dan ingin sekali melakukan banyak hal saat ini daripada memeriksa jiwa manusia.
"Khh!" Sasuke memejamkan matanya sebentar, mendapati seorang wanita sedang hamil besar, tergeletak dengan kepala hancur tak bersisa. Itachi yang memang sudah terbiasa sesekali menujukan matanya pada Sasuke, dikawatirkan Sasuke akan berbuat konyol tanpa sepengetahuanya.
Sasuke berpindah kedaerah reruntuhan, terlihatlah saat Sasuke mengedarkan pandanganya, gadis kecil sedang menangis karena kedua kakinya tertimpa batu besar, Sasuke hanya menatapnya datar, sangat datar, lalu Sasuke membuat pusaran dari element angin yang tak cukup besar, berniat menyingkirkan batu besar dari kaki si gadis kecil.
"Ce ce ce." Sasuke menghilangkan pusaran anginya, mendapati seorang Iblis berdiri di depanya, berambut blonde dengan sedikit kemerahan yang panjangnya hampir menyentuh pinggang menggelengkan kepalanya pelan.
"Kau tak boleh melakukan itu Uchiha-san." Sasuke mengacungkan Sabitnya berjaga-jaga iblis di depanya mengajak perang juga seperti keadaan saat ini.
Kurama membalikan tubuhnya kearah gadis kecil yang masih menangis kesakitan, berjongkok di depanya, lalu menarik jiwa dari kepala gadis kecil dan dimasukan kedalam mulutnya perlahan.
"Anak-anak memang enak." Kurama mengusap mulutnya, tak mempedulikan Sasuke yang sudah geram di dekat sana.
"Kurama…" Panggil Itachi yang segera berada di samping Sasuke.
"I miss yuuuuuuuuuuuuuuu." Itachi merentangkan kedua tanganya lebar sabil terbang kea rah Kurama.
"Jangan mendekat kau kakek tua!" Kurama berusaha mendorong wajah Itachi yang sudah sangat dekat dengan wajahnya, Itachi juga bersikeras memeluk iblis kesayanganya. Keduanya saling berusaha, tanpa mempedulikan Sasuke yang sedang cengo tak jauh dari mereka.
Kurama yang sudah terpojok jadi terdiam menundukan kepalanya, Itachi juga menyudahi usahanya karena sang lawan sepertinya tak bertenaga lagi.
"Hey.." Kini suara Itachi terdengar lebih serius dan lembut sambil ikut berjongkok di hadapan Kurama, menetes beberapa air dari balik wajah yang sedang disembunyikan, lalu disusul sedikit suara isakan.
"Aku baik-baik saja.." Itachi memeluk tubuh Kurama, membiarkan wajah yang sedang mengalirkan deras air mata membasahi dadanya.
"Bodoh kau kakek bodoh yang bodohnya melebihi bodoh..!" Kurama meracau masih tetap dengan isakanya.
"Ya." Itachi hanya tersenyum
"Ya? Kau sangat bodoh, bahkan melebihi Naruto yang bodohnya melebihi kebodohan kakekku yang sangat bodoh itu."
"Ya…"
"Ya! Kau memang sangat bodoh bodoh bodoh!"
"Yaa…"
"Ya! Dasar shinigami bodoh!"
"Ya.."
"Ya! Tua Bangka bodoh!"
"Kau mencintaiku?"
"Ya! Tentu saja Bodoh! Eh?"
Itachi terlihat gemetaran menahan tawa, sedangkan Kurama yang tiga detik lalu masih terisak kini terdiam.
Bug! Satu pukulan pelan melayang ke perut Itachi yang sukses membuatnya meringis kesakitan.
"Bweeee..!" Kurama meletin lidah lalu melesat pergi ntah kemana. Sasuke masih tercekat atas kejadian barusan, ada apa sebenarnya?
Itachi kembali berdiri sambil mengelus-elus perutnya yang tadi mendapat hadiah sayang dari sang kekasih.
"Besok kujelaskan, sekarang bekerja." Itachi Cuma tersenyum dan meninggalkan Sasuke yang masih punya banyak pertanyaan dan harus disaimpan besok.
….
Naruto sedang duduk dibawah pohon tengah kota, memainkan gitar dengan beberapa manusia mengerumuninya, tentu Naruto sedang dalam bentuk manusia juga.
Heart beats fast
Colors and promises
How to be brave
How can I love when I'm afraid
To fall
Naruto mengedarkan pandanganya, tersenyum menyambut manusia di sekitarnya.
But watching you stand alone
All of my doubt
Suddenly goes away somehow
Makin banyak yang mengerumuni, bahkan ada yang terbawa suasana lalu menangis.
Ditengah kerumanan manusia disekitar Naruto terdapat Kurama yang baru saja muncul dan juga menikati nyanyian Naruto, sesekali bergumam mengikuti apa yang dinyanyikan Naruto.
Hingga lagu selesai dinyanyikan, barulah kerumunan manusia mulai berpergian.
Naruto berjalan kesebuah gang gelap dan sepi, lalu mengubah dirinya kembali menjadi sosok iblis, dan pulanglah Kurama maupun Naruto kerumah bersama.
…
Itachi maupun Sasuke sedang duduk di atas sebuah gedung menikmati istirahat mereka disana.
"Jadi?" Itachi menunjukan wajah penuh Tanya pada pertanyaan Sasuke, namun hanya beberapa saat dan berubah menjadi senyuman.
"Kau masih ingat saat aku tak bertugas?" Sasuke memandangi langit sembari mengingat kembali tentang kakaknya yang memang beberapa saat nganggur di surga.
"Karena kau diminta melatih—" Sasuke tak melanjutkan kalimatnya, malah memfokuskan pandanganya pada Itachi dengan ekspresi terkejut.
"Kau berhubungan dengan iblis!" Sasuke menelan ludah hampir tak percaya, dan semoga ucapanya salah.
"Ya, jika Malaikat itu ataupun Naruto tak datang saat itu, mungkin…"
Flash back
Bibir Itachi yang awalnya mencium bibir Kurama dengan lembut berubah menjadi menggairahkan, bahkan Itachi melanjutkanya dengan mencumbu tubuh bagian atas Kurama. Keduanya seperti melupakan segalanya, hanya memfokuskan diri pada saat ini, menyalurkan seluruh kasih sayang satu sama lain.
"Ahh ah.. ngghhhh tung.. Ita.. Itachi.." Kurama berusaha mendorong kepala Itachi yang sedang mengulum atau sekedar memainkan lidahnya pada junior Kurama. Itachi melepaskan mulutnya dari junior Kurama yang sudah berkedut ingin mengeluarkan benihnya, Itachi menjilati jari telunjuk dan tengah tangan kananya, lalu kembali menjajarkan wajahnya ke wajah Kurama, menikmati kembali bibir merah dengan kulit porselen Kurama, "Mhh!" Kurama terkejut saat dirasakan sesuatu memasuki lubang anusnya, Itachi tetap membekap bibir Kurama dengan bibirnya, dengan terus mempersiapkan lubang yang nantinya dimasuki junior miliknya.
"Haahhh hahh hhhh hhh…" Kurama mengatur nafasnya yang beberapa saat lalu seperti menghilang, Itachi membuka kancing celana beserta resletingnya, kembali mendekatkan wajahnya pada Kurama, diciumnya kening Kurama, menjalar ke telinga, menjalar ke telinga, hampir seluruh wajah Kurama mendapat ciuman dari Itachi. Setelah puas dengan wajah Kurama, Itachi menarik kembali tubuhnya, memandangi sejenak kekasih yang biasanya menakutkan bin sangat jail ini berwajah merah padam dan sangat manis terdiam seperti akan menangis dibawah sana.
"Kurama!"
"Itachi!"
Teriakan sukses membuyarkan lamunan Itachi yang beberapa detik menikmati keindahan dari sang kekasih. Dengan spontan Itachi ataupun Kurama menoleh ke arah sumber suara, terlihatlah Naurto beserta Malaikat dengan sayap putih berambut blonde panjang menunjukan ekspresi terkejut di sana. Naruto segera membalut tubuh Kurama dengan sayap-sayap hitam yang disulapnya menjadi selimut, Itachi membenahi kembali celananya.
KLANG KLANG
Tanpa diketahui kedua sayap biru gelap Itachi dirantai dan tersambung dengan kaki tanganya yang terborgol dari sebuah sayap putih.
"Kau ditangkap Itachi Uchiha." Malaikat dengan nama Deidara mendeklarasikan bahwa Itachi telah ditangkap, Kurama terbelalak seperti baru saja kembali ke alam sadar setelah mendengar Itachi ditangkap.
"Tung.. tunggu dulu Itachi akan diapakan?!" Kurama sedikit bergemetar di pelukan Naruto.
"Tidak tau, mungkin menjadi manusia,hm." Deidara menjawab dengan datar, Kurama tersenyum lega mendengar jawaban dari si malaikat, tapi tidak dengan Itachi yang malah menjadi gusar bercampur takut.
":Ku.. Kurama, jangan berbuat bodoh! Berjanjilah padaku!" Itachi sedikit meninggikan nada bicaranya memperingatkan Kurama, tapi Kurama hanya terdiam.
"Tch! Berjanji padaku Kurama!" Kurama masih terdiam tak menjawab pertanyaan Itachi, hanya memandang Itachi sambil menggigit bibir bawahnya menahan tangis. Keduanya terdiam, Naruto maupun Deidara juga terdiam, terbesit sekilas kejadian beberapa saat lalu dipikiran Itachi.
"Baiklah, aku berjanji akan kembali masih menjadi shinigami, jadi jangan berbuat bodoh dan mencoba mencari-cari atau mencintai yang namanya manusia." Itachi kembali normal dan mulai tenang, Kurama menatap Itachi dalam lalu mengangguk pelan.
Kemudian Deidara membawa Itachi pergi.
Flash back end
Sasuke tersenyum ngeri sambil memijat keningnya yang mulai terasa sakit, mendengar cerita Itachi baru saja seperti mendengar kisah tentang Lucifer di usir dari surga, tak habis pikir kenapa hal seperti itu bisa terjadi, seperti halnya kenapa bisa Lucifer menghianati tuhan, hal diluar jangkauan nalarnya, bahkan untuk Shinigami dengan prestasi tinggi sepertinya, cerita Itachi ataupun kisah Lucifer sama-sama tak masuk akal untuknya.
"Aku bahkan tak mengerti kenapa kau bisa seperti itu, atau sekedar mencintai mkhluk bernama iblis sudah cukup membuatku tak mengerti, tapi kau… aku benar-benar tak mengerti." Sasuke terbang pergi meningalkan Itachi.
Darlin' don't be afraid
I have loved you
for aThousand years
I'll love you for aThousand more
Itachi bergumam pelan seperti bernyanyi, sambil menggoyang-goyangkan badanya pelan, memandangi langit gelap dihiasi bintang dan bulan diatas sana.
"Yaahhh kau memang belum pernah jatuh cinta Sasuke."
