ANNYEOOOOONGGG,,,,, OPPPAA BALIK LAGI NEH.. *teriak-teriak gaje pake toak* #plak. Ditabok readers. :D
Baiklah, sekarang oppa mau kasih chapter 4 neh. di REVIEW ne. Ok? nanti oppa/hyung kasih balesan reviews nya di chapter 5, Sarangheo readers.. :)
CloudingWooKyu
Present
.
.
.
Starwai To Heaven
Don't Like, Don't Read
happy reading
Chapter 4
"kalau begitu, mari kita rayakan tidak adanya big head itu lagi pada hari ini, karena dia sedang sakit. Semoga saja sakitnya tak sembuh-sembuh, biar uri wookie bisa tenang" tutur siwon sambil tersenyum lebar memperlihatkan lesung pipinya
"siapa yang bilang aku sakit? Aku baik-baik aja kok, iya gak wookie chagi" suara baritone seseorang membuat donghae, ryeowook dan juga siwon terkejut dan sontak berbalik kebelakang
"KAU!"
"annyeong wookie chagi,,, bagaimana kabarmu" sapa suara baritone tersebut yang tak lain yesung sembari tesenyum memperlihatkan deretan gigi putihnya yang tertata rapi
"bukankah kau sedang berada di rumah sakit sekarang?" Tanya donghae bingung
"siapa bilang. Aku baik-baik saja, matamu buta ya?" sindir yesung sambal tersenyum meremehkan
"mwo! Jaga kata-katamu kim jong woon-sshi" ucap donghae sengit
"kau juga, seharusnya kau bisa bersikap lebih sopan terhadap sunbae mu lee donghae-sshi" ucap yesung tak kalah sengit
"yak! Bisakah klian tidak usah beramtem disini?" Tanya ryeowook setengah membentak
"mian wookie chagi" sesal yesung sambil meundukkan kepalanya. Siwon yang dari tadi hanya memperhatikan 2 orang yang sedang adu mulut itu pun tak mau ikut campur.
"hum,,, wookie chagi, bagaimana rambut baruku?" Tanya yesung selanjutnya
"aneh" satu kata menyayat hati yang dilontarkan oleh ryeowook, tidak membuat senyum tulus dibibir yesung memudar begitu saja
"jinjayo? Tapi menurutku ini terlihat keren" ucap yesung sambil merapikan rambutnya yang tadi sempat urak-urakkan diterpa angin
"terserahlah aku tidak perduli dengan rambut blonde mu itu. Kajja hae, won kita pergi" ucap ryeowook dan berlalu meninggalkan yesung. Yesung terus memandang punggung ryeowook sampai ryeowook menghilang dibalik tikungan tersebut. Dia tersenyum miris, meratapi nasibnya yang entah kenpa bisa jadi seperti ini. Yesung menghela nafas panjang, dan berjalan berlawanan arah dengan ryeowook c.s. oohh,, ternyata uri yesung mau keatap ya.
Yesung POV
Haaahhh,,
Ku hela nafasku berulang-ulang kali. Berharap rasa sesak didadaku ini menghilang. Tapi tetap saja tidak bisa. Sekarang aku sedang berada di atap, kenapa harus keatap? Karena disinilah aku bisa meluapkan segala masalahku. Kurasakan angin segar musim ini tengah menyapa wajahku. Ku tutup mataku perlahan, untuk semakin merasakan angin tersebut,,
Baby baby baby baby baby
uli jeoldae heeojiji malja
Oh my lady lady lady lady lady
naega jeongmal neoleul salanghanda ye,,
ku dengar ringtone hp ku berbunyi. Ku ambil hp android ku tersebut dan mendapati nama kyuhyun tertera disana.
"yeobseo. Waeyo kyu?" tanyaku setelah aku menjawab panggilannya
'hyung, kau dimana kelasmu sudah di mulai, tadi aku melihat kim seonsangim sedang mengajar dikelasmu?' Tanya-nya bingung
"aku sakit perut kyu. Sekarang aku sedang berada di atap bisa kau bantu aku memberitahukan kim seonsae?" pintaku padanya.
'ne hyung. Tapi kenapa kau bisa sakit perut seperti itu'
"aku akan memberitahukanmu nanti. Sudah dulu ya kyu, pai,," tanpa meminta persetujuannya akupun langsung mematikan sambungan telepon tersebut. Sungguh saat ini aku hanya membutuhkan ketenangan.
BRAK!
Aku menoleh ke belakang, tepatnya kea rah pintu masuk dan keluar atap. Kulihat kim junsu seonsangim sedang berjalan kearahku, dan ada satu orang yang diseretnya eerr,, mungkin secara paksa.
"wookie" ucapku kaget. Jadi yang diseret oleh kim seonsangim adalah wokie chagia-KU?. Kim seonsangim pun reflek menghentikan langkahnya dan menatapku
"yesung-sshi, apa yang kau lakukan disini? Bukankah kelas music mu sudah dimulai?" Tanya-nya sambil menatapku tajam
"aku sedang sakit perut seonsae. Aku juga sudah meminta izin pada kim yoochun seonsangim" ucapku santai sembari tersenyum tipis, kulihat kim seonsangim membalas senyumanku.
"seonsae, ada apa dengan ryeowook? Kenapa dia dibawa kesini?" tanyaku penasaran
"oh iya aku sampai lupa. Ryeowook-sshi, dia membuat kelas ku ribut dan tidak mau mendengarkan omonganku" jawab kim seonsangim menatap tajam pada ryeowook
"dan sekarang, ryeowook-sshi pakai ini. Dan jangan dilepas sampai jam istirahat. Jika kau melepasnya, kau akan mendapatkan hukuman yang lebih kejam daripada ini. Arraseo?"
"ne,, arraseo" jawab ryeowook dan mengambil benda yang di berikan oleh kim seonsangim
"yesung-sshi, tolong jaga ryeowook ne"
"ne seonsae" kim seonsangim pun berjalan keluar atap, ku alihkan pandanganku pada wookie. Kulihat dia sedang memasang alat yang di berikan oleh kim seonsangim, kalian mau tau itu benda apa? Itu adalah benda pengukur waktu yang diletakkan di ujung celana dan secara otomatis benda tersebut akan mulai menghitung sampai batas keluar main dan juga apabila orang yang memegang benda itu berhenti berdiri maka secara otomatis juga benda tersebut akan berhenti menghitung. Jadi, benda ini adalah benda yang paling jujur
"apa liat-liat?" tanyanya cuek saat aku menatapnya intens.
"anio" jawabku singkat. Wookie mulai berjalan ke tempat yang sudah di tentukan oleh kim seonsangim dan berdiri sambil mengangkat sebelah kakinya. Tapi, baru sekitar 5 menit wookie sudah mulai goyang, sepertinya dia pusing
"wookie-ah, gweanchana?" tanyaku. Namun dia tak membalas. Hanya menatapku sebentar lalu meneruskan pandangannya ke depan. aku berjalan kearahnya dan mengambil benda yang berada di ujung atas celananya tersebut
"Yak! Apa yang mau kau lakukan eoh" tanyanya seraya membentak. Aku memasang alat itu di ujung atas celanaku. Dan mulai berdiri sambil mengangkat 1 kaki.
"sudahlah. Kau duduk saja, kau pasti sedang pusing. Istirahatlah, biar aku yang menggantikanmu" tuturku lembut
"terserah" ucapnya cuek
"wookie-ah, untuk menghilangkan bosan kau mau mendengarku bernyanyi?" tanyaku yang masih lurus kedepan
"memangnya suaramu bagus?" tanyanya ragu
"makanya dengar dulu. Nanti kau akan tau. Bagaimana?" tawarku
"mmm,,, baiklah. Nyanyikn aku lagu kim jong kook one man" pintanya
"akan dilaksanakan tuan putri" kumulai mengambil nafas untuk memulai laguku
Yesung POV End
Ryeowook POV
Sekarang aku tak bisa berkata-kata padahal aku selalu jahat padanya tapi dia malah selalu baik padaku. Seperti sekarang dia sedang menggantikanku untuk menerima hukuman dari kim seonsangim
"wookie-ah, untuk menghilangkan bosan kau mau mendengarku bernyanyi?" tanyanya padaku
"memangnya suaramu bagus?" tanyaku ragu
"makanya dengar dulu. Nanti kau akan tau. Bagaimana?" tawarnya
"mmm,,, baiklah. Nyanyikn aku lagu kim jong kook one man" aku meminta lagu itu, karna lagu itulah yang aku suka dulu saat pertama masuk universitas
"akan dilaksanakan tuan putri" kulihat dia mulai mengambil nafas untuk mulai bernyanyi
"cham orae-dwan-nabwa.
i mal chocha mosaek hal mankum
ni nunbinman bwado nol hwonhi ta anun
ni chin-guchorom noye kurimja chorom"
sekarang aku benar-benar tak bisa berkata apa-apa. Suaranya benar-benar bagus. Oh god
"nul hamkke hae-nnabwa
niga himdul-ttaena sulpul ttae
werowo hal-ttaedo ddo ibyol alh-koso
apahal-ttaedo ni nunmul taggajul"
TBC
kyaaa! oppa update kilat ngetik sampe tangan keriting just for my lovely readers, okay sampai sini dulu chap 4
RnR
1 kata 1 review
don't be silent readers ne
khamsamida chingu :) 3
