Bakako Say...
Desclaimer:Vocaloid and all chara in Vocaloid is not mine!But... The STORY is mine understand everybody?
p.s:Okay karna udah dikasih tau di chapter satu silakan baca ulang karena Bakako udah males ngetik okay?thank you!
Happy Reading Everyone It's chapter six, Enjoy Reading and LFR (Like in your heart,follow/fav,review) okay?
.
.
RIN POV
.
.
Saat ini sedang jam istirahat disekolahku, seperti biasa aku hanya membaca buku didalam di kelas hanya ada aku, Miku, Kaito dan akhir-akhir ini aku merasa penasaran, karena biasanya saat jam istirahat Len itu meladeni fansnya didepan kelas tapi akhir-akhir ini dia lebih memilih untuk berdiam diri dikelas berkumpul dengan aku, Miku dan Kaito.
Sebenarnya senang juga sih... bukankah itu berarti Len sedikit demi sedikit kembali jadi Len yang dulu? Kalau dia kembali jadi yang dulu, aku bisa bersamanya seperti saat kami masih kecil, aku khawatir kalau Len begini gara-gara aku yang mengancamnya.
"Hah..." Aku menghela napas tanpa sebab, tiba-tiba Miku memelukku dari belakang
"Rin... kenapa menghela nafas terus? Apa Len tidak bisa menjadi asisten yang baik untukmu? kalau dia tidak bisa... bocorkan saja aibnya kesemua orang yang ada disekolah ini..." Kata Miku kepadaku yang menghela nafas kembali, Len hanya bisa khawatir dengan perkataan Miku.
"Bukan... aku hanya memikirkan ide untuk komikku yang kelihatannya tidak ada peristiwa menarik" Kataku pada Miku
"Oh iya Rin... kau akan ikut pesta dansa sekolah malam nanti kan?" Tanya Miku dari belakangku
"T-i-d-a-k Tidak!" Kataku tegas, Kulihat Miku menggembungkan pipinya
"Kenapa kau tidak mau ikut sih?" Tanya Miku dengan nada sebal
"M-a-l-a-s dan gak ada manfaatnya! kau tahukan aku ini paling males ikut acara yang gak berguna seperti itu" Kataku
"Hei Rin, Mungkin saja ada hal yang menarik yang bisa kau masukkan kedalam komikmu itu" Ujar Kaito yang sedang memakan eskrimnya
"Hmm... Kau kadang-kadang bisa jadi pintar juga ya... BaKaito" Kataku pada Kaito
"Siapa sih yang pertama kali memberiku panggilan bodoh seperti itu" Ujar Kaito kesal
"Kalau aku bagaimana? Kau mau kita putus?" Kata Miku ke Kaito yang disekelilingnya sudah muncul dark aura
"T-tentu saja tidak! lebih baik aku kehilangan semua aisu yang selama ini kusimpan dari pada harus putus dengan Miku hime~" Kata Kaito dengan nada yang agak err... takut mungkin(?)
"Miku, caramu mengancam BaKaito kejam sekali..." Kataku melihat Miku dengan tatapan agak takut
"Kau ini! Aku belajar mengancam itu darimu lho..." Kata Miku dengan senyumnya kepadaku
"Eh? Aku? Sejak kapan aku hobi ngancem orang?" Tanyaku,Miku, Kaito sama Len langsung sweatdrop,'Emang aku salah nanya ya?' pikirku
"Kau itu gak sadar ya? Kau itu kan ngancem aku setiap hari..." Kata Len dengan nada memelas
"Gak suka? kalau Gak mau jadi asis-"
"Ya! Ya! Iya! aku melakukannya dengan senang hati kok!" Kata Len yang memegang tanganku sambil membungkuk
"Hmm... bagus kalau kau mengerti.." Kataku sambil menyeringai, sementara Kaito dan Miku hanya menatap Len dengan tatapan kasihan
"Jadi ikut kan Rin?" Tanya Miku
"Demi pekerjaan apapun akan kulakukan" Kataku yang kembali membaca buku
"Hei... bisakah kau sesekali memikirkan hal lain selain buku dan pekerjaanmu itu?" Tanya Len yang lalu duduk didepan menghadapku
" Hal lain? misalnya?" Tanyaku menatapnya
"... Seperti pasangan ng... Cinta maksudku" Katanya sambil menunduk menutupi ronaan merah tipis diwajahnya
"Aku... masih menunggu orang itu... mengingatku..." Kataku sambil tersenyum kecut
"mengingatmu?" Tanya Len menatapku sedih
"Dia berubah total sejak saat itu..." Kataku sedih
"Rin... kau baik-baik saja?" Tanyanya
"Kalau saja aku mencegah orang tuaku pergi keluar negeri pasti mereka tidak akan meninggal, aku pasti tidak disuruh kesini dan masih bisa bersama dia..." Tanpa kusadari aku menangis
"Rin kau menyesal?" Tanya Len sambil mengusap air mataku dengan tangannya
"Tidak... toh kalau tidak ada kejadian itu aku tidak bisa jadi seorang komikus... kalau aku tidak pindah aku tidak bisa bertemu Kaito dan Miku... Kalau aku tidak pindah aku tidak bisa bertemu dengan dia lagi... atau lebih tepatnya..." Kataku berhenti ditengah-tengah
"Kau... Len... kau berubah..." Kataku tanpa kusadari
"!? Aku !?" Katanya kaget... Aku langsung menutup mulutku
"J-jangan-jangan... gadis kecil yang sempat aku lupakan itu..." Katanya berhenti ditengah-tengah
"Ah lupakan saja tadi! Aku tanpa sadar sedang membayangkan kau orang itu tadi!" Kataku panik
"Ooh... begitu ya... kukira aku sudah menemukannya..." Katanya sedih
"Menemukan gadis kecil itu?" Tanyaku
"Ya... aku ingin tahu bagaimana dia sekarang... asal kau tahu saja, kau itu mengingatkanku padanya" Kata Len menatapku
"Mungin itu perasaanmu saja Len... itu karena kau terlalu memikirkan anak itu" Kataku
"Iya ya... mungkin..." Katanya yang lalu menatap langit"
"Cieeee~ Len Rin kalian cocok ya~" Kata Kaito dan Miku bebarengan
"U- URUSAI!" Kataku dan Len sambil blushing
KRIIINGGGG (Bel istirahat)
Aku, Len, Miku, Kaito dan murid-murid lain yang baru masuk kelas langsung duduk di kursi kami, aku sangat senang Len masih mengingat dan mencari aku... Len apa dia akan membenciku jika dia tahu aku adalah orang yang selama ini dia cari? Aku ingin terus bersamamu...
.
.
KAITO POV
.
.
(Bakaito:Akhirnya dapet pov juga... Bakako: diem aje lu) Abaikan yang satu Kaito Shion 16 tahun aku ini pacar Miku, aku ini cowok keren berambut biru tua dan selalu memakai syal rajutan dari Miku ini aku sedang memasukkan buku-buku kedalam tasku, Miku dan Rin masih mengobrol tentang sesuatu yang sepertinya sangat menarik, Len melakukan pekerjaan yang sama denganku tiba-tiba Miku menghampiriku.
"Kai-kun sini deh telingamu " Kata Miku sementara aku hanya menurut
"Ng... ada apa?" Kataku mendekatkan telingaku ke wajahnya
"Ng... dengar baik-baik" Kata Miku yang lalu berbisik di telingaku dan aku mendengarkan dengan baik
"Bagus juga idemu" Kataku yang lalu lalu menghampiri Len
"Len ikut aku" Kataku menarik tangan Len dan menyeretnya keluar
"EHHH!? JANGAN MENYERETKU BAKAITO!" Kata Len berteriak
"Sudahlah ikut aku saja" Kataku menyeret Len
Setelah beberapa lama kami berjalan dan membiarkan Len berjalan mengikutiku tentunya, sampailah kami didepan sebuah menarik Len masuk melihat-lihat kedalam, tiba-tiba seorang pegawai datang menghampiriku.
"Selamat siang apa ada baju yang kau inginkan? silahkan melihat-lihat" Kata orang itu
'Tunggu rasanya aku mengenal orang ini... berambut hitam sepunggung mata yang hitam pekat... AH!' Pikirku yang lalu menyadari bahwa orang itu adalah orang yang selama ini ingin aku omelin
"BAKAKO!? Kenapa bisa masuk kesini!?" Kataku setengah berteriak karena kaget
"Gw yang nulis suka-suka gw lah! Udah pilihin baju aja buat tuh anak shota satu!" Katanya sambil nunjuk-nunjuk Len
"GW GAK SHOTA! DASAR BAKAKO!" Kata Len setengah berteriak menekankan kata Baka
"Udah pergi aja jangan ribut ditoko orang..." Kata Bakako
"Terserah gw dong! lagian ini bukan toko lo kan!" Kataku sinis
"Kalo gw bilang ini toko gw gimana?" Katanya yang membuat aku terbelalak kaget
"Eh toko lu !?" Tanya Len kaget
"Gw yang nulis berarti ini toko gw" Katanya santai, sementara aku dan Len bergubrak ria
"Ini bajunya sudah kupilihkan, kalian gak usah susah-susah pilih lagi" Katanya menyerahkan paperbag berisi baju
Aku melihat didalamnya ada dua baju, yang satu baju ala pangeran berwarna putih dan satunya mirip baju jendral berwarna biru muda.
"Seleramu bagus juga, ini uangnya" Kataku menyerahkan uang
"Tidak usah!" Katanya menolak dengan tegas
"Eh!? Gratis!? Apa kau yakin!? Kau baik sekali!" Kata Len berbinar-binar
"Kalau kau menyerahkan uang itu, toh gak akan berguna di dunia nyata" Katanya, aku dan Len lalu bergubrak ria kembali.
"Tapi kalau kalian masih ingin membayar kebaikanku tunggu saja yang akan terjadi nanti Len Kaito" Katanya menyeringai membuat aku dan Len merasakan firasat buruk
"AH! ARIGATOU! JAA NEE BAKAKO!" Teriakku yang lalu keluar dari toko itu dan berlari sejauh mungkin bersama Len.
.
.
LEN POV
.
.
Aku dan Kaito sedang minum dibangku taman ditengah kota setelah berlari sekencang-kencangnya dari si Bakako tiba-tiba saja Kaito memberiku paperbag yang dia pegang tadi kepadaku.
"Len baju yang putih itu untukmu dan aku baju yang biru ini" Kata Kaito sambil memasukkan baju itu kedalam tasnya
"Ya... suka-sukamu saja deh... tapi untuk apa kita beli baju?" Tanyaku, sementara Kaito langsung sweatdrop
"Len! tentu saja untuk pesta itu! Aku akan berdansa dengan Miku sementara kau dengan Rin!" Kata Kaito sementara aku blushing
"..." Tiba-tiba saja aku memikirkan perkataan Rin tadi
"Hei Kaito... kurasa Rin adalah orang yang selama ini aku cari..." Kataku menatap langit
"Kau ini sebenarnya sudah tau tapi, tidak berani mengatakan bukan?" Tanya Kaito yang membuatku terbelalak
"Kau Tahu!?" Kataku
"Kau juga sudah tau bahwa kau yang dicari oleh Rin adalah kau bukan selama ini?" Tanyanya yang membuatku terdiam sejenak
"Ya... tapi aku takut dia membenciku" Kataku
"Len... dia masih menunggumu bukan? Katakan... dia menunggumu..." Kata Kaito
"Mungkin sebentar lagi..." Kataku menatap kaleng minuman yang kupegang
"Jangan bilang ke Rin aku yang memberitahumu ya.. aku bisa dibunuh Rin nanti" Kata Kaito memohon, aku terkikik kecil
"Iya... baiklah" Kataku
.
.
RIN POV
.
.
Aku sedang berjalan menuju aula sekolah setelah tadi mencoba-coba baju di sebuah toko dan membeli baju dengan Miku. Penampilanku sekarang? Rambutku yang sepunggung itu digerai dan bergelombang, aku memakai gaun berwarna biru muda berlengan pendek, panjang gaunnya tiga senti diatas mata kaki, aku memakai kalung hati perakku, anting mutiara dan sarung tangan putih, Aku menjepit poniku dan ada bunga berwarna biru kecil dijepit rambutku, aku memakai higheels kaca yang membuatku terlihat tinggi.
Miku memakai gaun berwarna pink soft berlengan pendek, panjang gaunnya sama sepertiku, rambut toscanya itu digerai sampai selutut dia memakai sarung tangan putih, dia meletakkan bunga warna pink diatas telinganya, memakai anting mutiara serta highheels kaca yang membuatnya agak tinggi juga.
Saat kami masuk semua orang menatap kami, Aku menjadi gugup sedangkan Miku tidak dia merasa biasa saja karena sering ditatap seperti itu, sementara aku gugup karena biasanya akukan hanya dilihat karena jenius.
"Hei Rin lihat itu Kaito dan Len sudah datang" Kata Miku menunjuk kearah Kaito dan Len yang sedang diserbu untuk diajak berdansa dengan para murid perempuan
"Eh!?" Kataku melihat mereka yang lalu menuju kearah kami
'Len kelihatan tampan dengan pakaian itu, benar-benar seperti pangeran' Pikirku sambil blushing melihat Len. Tapi kelihatannya Len juga sama sepertiku, Miku dan Kaito sedang berdansa mengikuti alunan musik, tiba -tiba Len bertanya.
"Err... Rin mau berdansa?" Tanyanya dengan ronaan merah tipis diwajahnya, aku hanya mengangguk pelan.
Kamipun mulai berdansa sementara semua orang menatap kami. Kuakui Len jago berdansa, buktinya dia bisa membuatku yang tidak jago dalam hal seperti ini semakin mahir dalam berdansa, Setelah selesai kami kembali berkumpul dengan Miku dan Kaito, kami lalu duduk dibangku yang sudah disediakan dan mendengarkan ocehan otou-san ya Kiyoteru-sensei ayahku. Setelah itu pesta selesai, aku mengganti baju dengan segera dan pulang bersama Miku.
Kaito dan Len pulang bersama karena ada omongan yang harus mereka dan Miku pulang bersama karena Miku disuruh Kaito untuk tidak mencampuri urusan lelaki.
"Huh! Bakaito menyebalkan!" Kata Miku menggembungkan pipi
"Sudahlah..." Kataku menghela napas
"Rin bagaimana dengan Len?" Tanya Miku
"Tidak ada apapun... setelah dia memujiku cantik dan aku memujinya juga, kami hanya berbincang sedikit tentang komik... dia menyuruhku untuk segera menggambar kejadian itu dikomik sebelum aku lupa, setelah itu aku tertawa kecil" Kataku sambil tertawa kecil mengingat kejadian tadi
"Rin itu berarti Len mencintaimu... kata Kaito kalau Len peduli dengan sesuatu yang kecil tentangmu misalnya pekerjaanmu itu berarti dia peduli dan sudah jatuh cinta denganmu hanya tinggal mengatakannya saja Rin" Kata Miku
"Ehhh!? ta... tapi.." Kataku sambil blushing
"Ah! sudah sampai! jaa nee Rin! sebaiknya cepat kau katakan atau dia keburu jatuh cinta dengan orang lain!" Kata Miku lalu berlari pergi
Aku masuk keruangan atau bisa disebut kamarku, aku mengganti baju lalu menggambar kejadian tadi setelah itu aku mengeprint hasilnya lalu mulai menebalkan garis-garisnya agar terlihat lebih selesai aku langsung menyambar selimut dan pergi berharap memimpikan Len menyatakan perasaannya padaku...
.
.
TBC
Bakako: Sudah selesai! dan mulai...
Rin: Mulai?
Bakako: TIDUR! RnR YA MINNA-SAN! *tidur*
Len: Hei apa-apaan itu!? kau muncul didalam cerita dasar aneh! *ngomel*
Bakako: ...*dark aura dari dalem selimut*
Rin: Len sudahlah! Oh iya RnR ya minna! *langsung keluar dari kamar*
Len: Eh iya deh... RnR ya minna! *ngikutin Rin sambil bergetar*
Kaito: RnR ya minna! *numpang lewat*
Miku: RnR ya minna! *Ngikutin Kaito dari belakang*
