Tittle
From The Darkness Side
cast
Kim Kibum x Cho Kyuhyun x Bryan Trevor Kim
Genre
Drama, Romance, Crime
Warning
GS, typos, tulisan yang tidak BAKU dan sebagainya, bahasa tidak sesuai EYD, cerita abal.
Disclaymer
Ini adalah REMAKE novel karya mbak SANTHY AGATHA dengan judul sama. ingat ini bukan plagiat tapi Remake. Ada beberapa bagian yang Lizz rubah demi kepentingan cerita.
Don't like Don't read, that SIMPLE.
Okay
.
.
.
Happy reading
.
.
.
.
[~Lizz_L_L~]
BaB 4
Pagi itu diawali dengan teriakan histeris seorang pelayan, dan kemudian semuanya berjalan dengan begitu membingungkan bagi Kyuhyun.
Dia terbangun karena teriakan itu, dan langsung keluar kamar, mencoba mencari tahu apa yang terjadi. Di pintu, dia berpapasan dengan Kibum yang sepertinya terbangun juga oleh jeritan itu, bersama-sama dengan beberapa pelayan lain mereka melangkah ke arah jeritan dan keributan yang mulai terdengar,
"Apa-apaan ini?" Kibum melangkah di depan Kyuhyun, jelas sekali jengkel dengan keributan yang mengganggu tidurnya. Lalu di ujung tangga langkahnya mendadak terhenti hingga Kyuhyun menabrak punggungnya, "Oh Tuhan! Tidak…" Kibum berusaha mencegah Kyuhyun menengok, "Jangan lihat." Tapi Kyuhyun sudah terlanjur melihat, …..di bawah sana, di ujung paling bawah tangga, ibunya terlentang dengan posisi aneh. Tangan dan kakinya patah, mencuat ke arah yang berlawanan, darah menggenang di belakang kepalanya, di mulutnya, di wajahnya, di dagunya hingga membasahi gaun tidur putihnya….. dan matanya melotot…. Penuh dengan
ketakutan…
Tubuh Kyuhyun langsung lunglai, hingga Kibum harus menopangnya.
"Telepon polisi." Kyuhyun lamat-lamat mendengar suara Kibum memberi perintah kepada beberapa pelayan yang mulai berkerumun, "Panggil dokter!", perintah Kibum lagi… lalu kemudian kesadaran Kyuhyun menghilang.
[~Lizz_L_L~]
Kyuhyun terbangun di kamarnya, dengan dokter membungkuk di atasnya, memeriksanya, tampak lega ketika melihat dia sadar,
"Dia sudah sadar Tuan Kibum". Lalu Kibum mendekat, tampak pucat dan cemas, "Kau tidak apa-apa?" kecemasan tampak jelas di matanya, emosi pertama yang dilihat Kyuhyun dari Kibum sejak perkenalan pertama mereka.
"Luhan…." suara Kyuhyun menghilang.
Kibum menggenggam kedua tangan Kyuhyun, tampak sedih, "Aku menyesal Kyuhyun, aku sangat sangat menyesal….. Aku tidak tahu kenapa semua ini bisa terjadi, polisi ada di bawah… dan menurut mereka Luhan terpeleset di tangga, mungkin dia mengantuk…..aku…..", suara Kibum tampak tertelan, "Aku…. menyesal Kyuhyun," Kyuhyun mengamati kesedihan di mata Kibum dan air mata mengalir di matanya. Ibunya telah tiada. Seberapapun buruknya hubungan mereka berdua, Luhan tetap ibunya, dan Kyuhyun masih selalu menyimpan harapan kalau suatu saat nanti ibunya akan mencintainya. Sekarang Luhan telah tiada, dan harapan Kyuhyun seolah-olah dipadamkan dengan kejam.
Tangis Kyuhyun muncul, semula hanya isakan pelan, tapi makin lama makin keras tak tertahankan, dan Kyuhyun langsung memeluknya menenangkannya. Mereka berdua berpelukan dalam kesedihan
[~Lizz_L_L~]
Kibum melangkah memasuki kamarnya, letih. Kyuhyun sudah tidur, dokter terpaksa memberikan obat penenang karena Kyuhyun tidak henti-hentinya menangis.
Polisi sudah membawa jenazah Luhan ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. Para pelayan langsung bergerak cepat dengan instruksi Yunho, karpet yang penuh darah langsung diganti dan disimpan bersama barang-barang lain yang diminta, untuk diserahkan kepada pihak kepolisian. Selain itu semuanya di bersihkan, barang-barang Luhan yang masih tersimpan di kamarnya dibereskan dan dikemas dalam satu kotak. Dalam sekejap rumah itu sudah tampak seperti semula, seolah-olah tidak ada yang mati beberapa saat lalu di sana.
Sedikit masalah dengan wartawan, Kibum mengernyit. Mereka langsung berbondong bondong mencoba mencari berita, seperti semut merubungi gula. Tapi pengamanan rumahnya yang ketat menyebabkan wartawan-wartawan itu hanya tertahan sampai pintu gerbang. Kibum hanya mengizinkan wartawan yang memperoleh kualifikasi dari kepolisian untuk meliput TKP.
Sekarang Kibum berdiri di depan cermin mengamati wajahnya dengan tajam. Sosok di cermin itu tersenyum kejam, sedikit mengejek, sosok Bryan.
"Bravo…. Akting yang sangat hebat Kibum." gumamnya lambat-lambat penuh tawa.
"Brengsek!" Kibum memaki, tidak bisa menahan kemarahannya.
Bryan terkekeh, tidak mau repot-repot menyembunyikan kepuasannya, "Jangan marah padaku, bukankah aku menolongmu? Kau kan tahu sendiri, kemarin Luhan melihat album foto yang penuh berisi foto-foto Kyuhyun sejak dia berusia delapan tahun sampai sekarang"
"Kau tidak perlu membunuhnya! " desis Kibum geram.
Bryan mengangkat bahu, "Lalu apa yang harus kita lakukan untuk membungkam mulutnya? Kalau dia mencari tahu sedikit lebih dalam lagi, dia akan menemukan semuanya…..maksudku, semuanya Kibum… Termasuk apa yang kita lakukan pada kakek dan nenek Kyuhyun, dan kau pikir apa yang akan terjadi kalau Kyuhyun sampai tahu? Aku melepaskanmu dari kesulitan dengan mengambil jalan termudah, kau harusnya berterimakasih padaku." gumam Bryan sombong.
Kibum menatap geram pada bayangan di depannya, "Ralat kata-katamu! Kau bilang 'Apa yang kita lakukan pada kakek dan nenek Kyuhyun? , Kau yang melakukannya! Kau dengan kegilaanmu yang tak berperikemanusiaan, dan jangan bertingkah seolah-olah kau menyelamatkanku! Kau hanya mencoba menyelamatkan dirimu sendiri!" Senyum Bryan tak pudar juga meski dibentak seperti itu, malah semakin lebar, "Menyelamatkan kita berdua, ingat itu Kibum, kita berdua", gumamnya puas, membuat Kibum kehabisan kata-kata. "Aku tidak berniat melakukan itu kepada kakek Kyuhyun, tetapi dia mulai menyadari tentang kita dan hendak membawa Kyuhyun menjauh. Jadi aku harus menyingkirkannya.. mengenai nenek Kyuhyun... dia terlalu ingin tahu, seperti Luhan, mengorek ngorek informasi mengenai kematian suaminya. Aku harus bertindak. Memangnya kau punya cara lain?"
Kibum terdiam mendengar pertanyaan Bryan, membuat tawa Bryan makin keras. "Lihat kan? kau tidak bisa membantah… seharusnya kau berterimakasih padaku," Bryan terdiam menunggu. Tapi Kibum tak bergeming sehingga Bryan terkekeh lagi, "Ah, percuma mengharapkan terimakasih darimu," tatapan Bryan berubah tajam ketika dia mulai berpikir, "Sekarang tanpa adanya Luhan, segalanya akan lebih mudah untuk mendapatkan gadisku."
"Dia bukan gadismu!", potong Kibum marah.
Bryan menatap Kibum penuh perhitungan, lalu tersenyum, "Cemburu Kibum? Kau juga menginginkannya kan? Aku tahu itu, tak ada yang bisa kau sembunyikan dariku, aku bisa merasakannya, perasaan ingin memiliki ketika kau menatap Kyuhyun dari kejauhan….. " tawa Bryan membahana di ruangan itu. "Kita lihat saja nanti, akan jatuh cinta kepada siapa Kyuhyun, kepadamu dengan kekakuanmu yang membosankan itu, atau kepadaku dengan segala pesonaku." Ucapan itu bagai sebuah janji, menggema dari sudut yang gelap, janji yang menakutkan…..
[~Lizz_L_L~]
Ketika Kyuhyun terbangun, rasanya masih seperti mimpi, dia mandi, berpakaian dan berjalan seperti robot, mengernyit ketika menyadari bahwa tasnya memang benar-benar tidak ada.
Dia harus pergi dari rumah ini.. segera. Selain karena dia sudah tidak sepantasnya berada di rumah ini lagi, kenangan itu…. Kenangan akan tubuh Luhan yang tergeletak di bawah tangga dengan mata menyiratkan ketakutan yang amat sangat itu…..
Kyuhyun menggeleng-gelengkan kepalanya, mencoba menghilangkan pikirannya yang mulai melantur jauh. Suara gaduh di luar membuatnya tertarik, dia melangkah ke pintu dan mengintip, para pelayan tampak sibuk kesana kemari.
"Kau sudah bisa bangun rupanya." Suara itu membuat Kyuhyun terlonjak kaget, dia menoleh, dan di sana, sambil bersandar di dinding lorong, dengan pakaiannya yang hitam-hitam, Kibum berdiri dengan menatapnya geli.
Kyuhyun menghembuskan nafas panjang, ah astaga, sepertinya laki-laki ini memang sangat suka membuatnya terkejut.
"Oh… iya… saya…"
"Hari ini pemakaman Luhan, karena wartawan ada banyak sekali di sana, aku sarankan kau tidak usah hadir, semua sudah diurus," sela Kibum seolah tak tertarik dengan kata-kata Kyuhyun.
Kyuhyun menelan ludah, kenapa lelaki ini tampak begitu dingin? Bukankah Luhan adalah calon isterinya? Setidaknya bukankah seharusnya ada setitik perasaan sedih yang tersirat di sana?
"Saya eh… sedang berpikir untuk segera pergi dari rumah ini." guman Kyuhyun lemah, entah kenapa kehadiran Kibum yang hanya berdiri di sana terasa begitu mengintimidasi.5
"Kenapa?" alis Kibum tampak mengernyit.
"Karena saya sudah tidak sepantasnya tinggal disini, lagipula, saya memang tidak berencana pergi terlalu lama…."
"Tidak." Suara Kibum berubah, kelam dan gelap. Ekspresi wajahnya pun berubah, seolah olah orang lain yang berdiri di situ.
"Apa?" Kyuhyun mengamati wajah Kibum, tiba-tiba merasa takut entah kenapa.
"Kau tidak boleh pergi dari rumah ini." Lelaki itu melangkah maju dengan pandangan mengancam.
Kyuhyun melangkah mundur dengan gerakan refleks, "Kenapa?"
"Karena..." Lelaki itu mengerutkan keningnya, tampak berpikir, "Para wartawan masih berkeliaran mengawasi rumah ini, mereka akan memangsamu seperti piranha mengerubuti mangsanya kalau mereka tahu tentangmu."
"Tetapi... mereka tidak tahu tentang saya, saya akan menyelinap diam-diam di malam hari, mereka mungkin akan mengira saya salah satu pelayan di rumah ini."
"Jangan merendahkan dirimu." Kyuhyun mengerutkan keningnya, tak suka ketika Kyuhyun menyamakan dirinya sebagai pelayan, "Ibumu sudah tidak ada, jadi tidak akan ada yang bisa merendahkan dirimu lagi. Aku sudah memastikannya." Kyuhyun menatap Kibum, dan mengerutkan keningnya lagi. Lelaki itu tampak berbeda, dia tampak menakutkan. Dan dia mirip dengan laki-laki dalam mimpinya... laki-laki yang mengatakan bahwa namanya adalah Bryan...
Tiba-tiba perasaan takut menyelimuti Kyuhyun, dan Kibum tampaknya mengetahuinya, entah kenapa lelaki itu tampaknya bisa mengendus ketakutan dalam diri Kyuhyun.
"Kenapa Kyuhyun?" ada senyum di situ, senyum yang lembut, tetapi tampak menakutkan, "Kenapa wajahmu pucat? Kau teringat sesuatu?" Lelaki itu melangkah maju, mulai mendekat
"Tidak... tidak. Saya hanya sedikit pusing." Itu memang benar. Semua hal ini membuat kepalanya pusing.
"Karena itulah kau tidak boleh pergi dari rumah ini dulu. Aku tidak akan mengizinkanmu." Kibum berhenti mendekati Kibum, untuk kemudian melangkah mundur, "Istirahatlah." Dan dengan tenang, lelaki itu melangkah pergi. Meninggalkan aura ketakutan memancar di belakangnya.
[~Lizz_L_L~]
"Kau harus menyebarkan kabar itu kepada para wartawan." Kibum berbicara dengan dingin kepada seseorang di seberang telepon. "Hembuskan kabar bahwa Luhan memiliki anak gelap."
"Apakah anda ingin semua wartawan berbondong-bondong datang ke rumah ini?". Itu suara Chanyeol, salah satu anak buah kepercayaan Kibum yang sangat setia.
"Ya. Buatlah kekacauan. Aku akan memastikan Kyuhyun tahu tentang itu semua."
"Saya akan menyebarkannya. Para wartawan akan berpesta pora."
"Bagus." Kibum tersenyum. "Lakukan dengan baik." Telepon ditutup, dan Kibum menghela napas. Dia harus mempertahankan Kyuhyun dulu di rumah ini. Setidaknya sampai dia bisa mengambil hati Kyuhyun. Sampai Kyuhyun tertarik kepadanya dan tidak mau pergi dengan kemauannya sendiri.
Tetapi hal itu tampaknya tidak mudah. Ketika Bryan muncul dan menguasainya, Kyuhyun tampak ketakutan, Kibum memperhatikan ketika Kyuhyun melangkah mundur dengan refleks untuk melindungi dirinya dari aura mengancam Bryan. Dia menatap ke arah cermin dan melihat bayangannya. Bayangannya yang dalam benaknya kini tampak tersenyum mengejek dan jahat, senyuman Bryan.
"Dia tidak menyukaimu. Kalau kau tidak mau membuatnya kabur dan lari ketakutan, kau harus menyingkir."
Bryan tersenyum sinis, "Dan kau pikir dia lebih menyukaimu?"
"Dia lebih tenang kalau aku yang ada di depannya." Kibum menatap Bryan tajam, "Aku sedang berusaha membuatnya bertahan di tempat ini. Jangan mengacaukannya!" Bryan terkekeh mendengar perkataan Kibum, "Aku tidak janji." Lalu bayangan lelaki itu menghilang dalam kegelapan, dan Kibum menatap kembali wajahnya sendiri di cermin Menghembuskan napasnya dengan kesal.
[~Lizz_L_L~]
Kibum tidak memiliki Bryan di dalam dirinya sejak lahir. Dulu dia anak yang normal dan biasa-biasa saja. Kemudian ketika usianya enam tahun, di saat kedua orang tua kandungnya masih hidup, Kibum mulai merasakannya. Ada sesuatu yang gelap dan menakutkan tumbuh di dalam dirinya. Sesuatu yang kejam dan mengerikan. Dia pernah tersadar ketika memegang seekor kelinci yang telah dimutilasi dengan kejam. Kelinci itu masih utuh, tetapi tangan dan kakinya dipotong, dan mata serta organ dalam tubuhnya dikeluarkan, berceceran di tanah. Kibum yang masih berumur tujuh tahun tersentak dan membuang kelinci itu ke tanah, berlari ketakutan.
Rupanya itulah saat pertama Bryan bisa muncul dan menguasai tubuhnya. Kejadian-kejadian lain tak kalah mengerikannya. Bryan selalu membawa aura kemarahan dan kebencian. Dan selalu muncul di saat-saat yang tidak terduga.
Di masa sekolah dasarnya, Kibum selalu di skors di sekolah untuk hal-hal kejam yang dia tidak tahu, memukul teman sekelasnya dengan penggaris logam, menggores pipi teman perempuannya dengan pisau cutter, membunuh anjing peliharaan penjaga sekolah yang selalu mengonggonginya... dan semua hal itu, bahkan Kibum tidak merasa pernah melakukannya.
Kibum kebingungan, merasa difitnah dan diperlakukan kejam oleh orang-orang di sekelilingnya, semua orang takut kepadanya. Bahkan mama kandungnya sendiri mulai takut kepadanya dan menjauhinya, bersikap gugup kalau Kibum ada di dekatnya. Begitu juga ayahnya, yang memang sejak semula bersikap dingin dan menjauh. Meskipun ada perubahan besar dalam diri ayahnya, ayahnya sangat kejam dan tegas, dan tidak segan segan memukul Kibum kalau Kibum melakukan sesuatu yang menurutnya salah dan tidak sesuai dengan standarnya, tetapi sepertinya ayahnya sudah berhenti memukulinya. Pertama kali Bryan berkomunikasi padanya adalah suatu malam di usianya yang ke sepuluh. Kibum melihat bayangan di depannya bisa membalas perkataannya. Dan memperkenalkan diri.
"Aku Bryan," Katanya waktu itu. "Bisa dikatakan kita berbagi rumah yang sama." Lalu semuanya jelas bagi Kibum, Bryanlah yang melakukan semua kekejaman itu. Bryan adalah sisi lain dirinya, alter egonya yang sangat kejam dan tidak berperikemanusiaan7
Lelaki itulah yang dirasakannya menyelinap bagai bayangan gelap dan menakutkan bertahun lalu, seakan menunggu saat untuk meledak dan menguasainya.
Kibum tidak mau Bryan lepas dan tak terkendali, lalu merusak hidupnya. Kibum lalu dengan sekuat tenaga berusaha menekan Bryan dalam-dalam, mengendalikannya, membuatnya tertidur jauh di dalam dirinya. Sampai kemudian kedua orang tuanya tewas dalam kecelakaan pesawat itu dan Kibum diambil oleh keluarga angkatnya, sebagai wali Kibum, Sampai dia berusia 21 tahun dan boleh menerima warisan keluarga secara hukum, yang ditunjuk oleh ayah Kibum, mereka adalah sahabat Ayah Kibum. Dan mereka memberikan suasana keluarga yang hangat dan menyenangkan bagi Kibum, jauh dari suasana dingin dan kaku yang ada di rumah Kibum sebelumnya.
Bahkan Bryanpun sepertinya menyadari kebaikan keluarga angkat itu, karena dia jarang memberontak muncul dan mengganggu. Semua tampak berjalan lancar, sampai entah kenapa Kibum lengah dan Bryan berhasil menguasai tubuhnya. Lalu menciptakan sebuah kejadian yang membuat mereka sama-sama terobsesi kepada Kyuhyun.
Obsesi itu yang membuat Bryan semakin lama semakin kuat dan bisa muncul kapanpun sesuai kemauannya sendiri. Keinginan Bryan memiliki Kyuhyun begitu kuat sehingga Kibum sendiri tidak mampu membuatnya tertidur lama-lama.
[~Lizz_L_L~]
Bryan memasuki kamar Kyuhyun, dengan langkah tenang dan tidak terlihat, seperti yang biasanya dilakukannya kalau dia menyelinap ke kamar perempuan itu.
Kyuhyun tertidur dengan lelap, mungkin obat penenang dari dokter itu membuatnya tenggelam dalam mimpi yang dalam. Bagus. Itu berarti Bryan bisa leluasa.
Lelaki itu duduk di pinggiran ranjang dan menyentuhkan jemarinya menelusuri pipi Kyuhyun Benarkah perempuan ini takut kepadanya? Kenapa Kyuhyun takut kepadanya? Dalam benak Bryan. Kyuhyun adalah perempuan satu-satunya yang melihatnya apa adanya. Mata polos itu dulu pernah menatapnya, menatapnya dengan perhatian ketika dia telah membunuh orang dengan mengerikan.
Bahkan Kyuhyun waktu itu menawarkan plester untuk lukanya. Bryan saat itu sudah siap membunuh Kyuhyun. Baginya tidak masalah membunuh anak kecil, apalagi anak kecil yang merupakan saksi mata. Tetapi dia mengurungkan niatnya karena anak kecil itu menawarkannya plester untuk menyembuhkan lukanya. Sebuah tindakan yang konyol...tetapi menyentuh hati Bryan yang gelap. Dan di hari itu, Bryan menyadari bahwa dia harus bisa memiliki Kyuhyun. Apapun akan dilakukannya untuk memiliki Kyuhyun. Gadis itu memberikannya kekuatan. Semakin lama semakin kuat. Hingga mungkin dia bisa menyingkirkan Kibum dari tubuh ini, dan menguasainya sepenuhnya. Bryan menunduk dan mengecup bibir Kyuhyun yang sedang tertidur pulas. Bersyukur atas obat penenang yang diberikan oleh dokter itu sehingga Kyuhyun tidak akan sadar kalau dia bertindak sedikit lebih jauh. Jemarinya membuka kancing kemeja Kyuhyun, menyentuh buah dadanya, dan meremasnya lembut. Gairahnya naik, seperti biasanya. Kalau berhubungan dengan perempuan, Bryan hanya mengetahui satu hal : nafsu. Dia tidak pernah tahu cara lain untuk menggambarkan perasaannya kepada perempuan.
Bibirnya turun ke leher Kyuhyun, meresapi harumnya perempuan itu yang menggoda seluruh saraf tubuhnya. Dan Bryan mengecupnya, mencecap setiap rasanya. Ketika bibirnya sampai ke bagian paling atas payudara Kyuhyun yang ranum dan menggoda, Bryan mengecup lebih dalam, melumat kulit halus itu, sehingga meninggalkan tanda kemerahan di sana, membuat Kyuhyun sedikit menggeliat dan mengerutkan kening dalam tidur pulasnya. Dia menegakkan tubuh dan tersenyum puas melihat hasilnya. Ini sama seperti seorang pejantan yang memberi tanda kepada betinanya.
Dengan tenang dia mengancingkan kembali piyama Kyuhyun, dan merapikan kembali selimutnya. Dalam senyuman dia mengecup bibir Kyuhyun untuk terakhir kalinya, sebelum meninggalkan gadis itu terbaring lelap di ranjang.
Sekarang belum saatnya memiliki Kyuhyun. Nanti, kalau waktunya sudah tepat. Bryan akan mengambil Kyuhyun, menundukkannya, menguasainya dan mempermainkannya sesukanya, sampai dia bosan.
[~Lizz_L_L~]
Ketika Kyuhyun terbangun keesokan harinya, hujan turun dengan derasnya di pagi hari yang muram itu. Menghantamkan air ke jendela kaca kamarnya, membuat suasana makin gelap dan murung. Kyuhyun melangkah turun dari ranjang. Pelayan biasanya sudah datang dan menyiapkan peralatan mandinya, tetapi kali ini tidak ada yang datang. Kyuhyun berpikir mungkin Kibum memerintahkan mereka untuk tidak mengganggu tidurnya.
Dengan gontai, masih setengah mengantuk Kyuhyun melangkah ke dalam kamar mandinya. Dia melepaskan piyamanya dan berdiri telanjang di bawah pancuran air hangat. Dia sedang tidak ingin berlama-lama di kamar mandi, karena itu dia sama sekali tidak melirik ke arah bathtub. Selesai mandi dan merasa segar akibat siraman air hangat ke tubuhnya, Kyuhyun berdiri di depan cermin dan mengambil sikat gigi dari tepi wastafel. Dia mulai menyikat giginya dan tertegun.
Kyuhyun tertegun melihat bayangan yang terpantul di kaca kamar mandinya. Di bagian atas payudaranya, ada tanda merah yang sekarang sudah sedikit membiru. Dengan bingung9digosoknya tanda itu, tidak sakit. Apakah bekas gigitan serangga? Kenapa tidak terasa gatal dan sakit?
Lama Kyuhyun mengerutkan keningnya sambil memandang tanda itu. Tetapi kemudian dia menarik napas dan melanjutkan menggosok giginya. Mungkin memang hanya ruam di kulitnya yang sekarang sudah sembuh. Pikirnya dalam hati.
[~Lizz_L_L~]
Kibum memintanya datang ke ruang keluarga setelah sarapan, jadi Kyuhyun menurutinya meski sedikit enggan, berduaan dengan lelaki itu terasa sedikit mengintimidasinya. Tetapi tentu saja Kyuhyun tidak bisa menolaknya.
"Kemarilah." Lelaki itu duduk di sofa dan menepuk tempat di sebelahnya dengan ramah, membuat Kyuhyun mau tak mau mengambil tempat duduk di sebelah Kibum. Di depan mereka ada sebuah televisi besar yang dinyalakan. Menayangkan berita gosip.
"Lihatlah berita itu." gumam Kibum datar. Kyuhyun melihat berita itu dan mengernyit. Para wartawan sedang berdiri di depan tempat yang dia kenal. Tempat itu... tempat itu adalah rumahnya! Rumah tempat tinggalnya dengan kakek dan neneknya. Kenapa para wartawan berdiri di depan rumahnya?
"Mereka entah darimana mendapatkan kabar bahwa Luhan mempunyai seorang putri yang dirahasiakan." Kibum bergumam sambil mengamati berita di televisi itu, "Dan sekarang mereka menyerbu ke rumahmu, mencari tahu. Untung saja rumah itu kosong karena kau ada di sini, kalau tidak mereka akan menyerbumu." Kyuhyun masih tertegun. Tiba-tiba merasa takut, para wartawan itu sama persis seperti yang dikatakan Kibum, mereka seperti piranha yang kelaparan, berusaha mengerubuti dan mengejar mangsa mereka. Hidupnya dulu tenang, dan Kyuhyun nyaman berada di dalamnya, kenapa hidupnya bisa berubah seperti ini?
Kibum menoleh menatap Kyuhyun yang masih terdiam, "Mereka juga berusaha mengejarku, tetapi mereka tidak bisa menembus pagar rumahku. Kalau kau mengintip jauh ke luar sana, kau pasti bisa melihat beberapa mobil parkir di sana, mengintip dan berusaha mendapatkan informasi sekecil apapun." Kibum menarik napas panjang, "Mereka tidak tahu kau ada di rumah ini, jadi kau bisa berlindung di rumah ini. Untuk sementara, sampai para wartawan itu tenang." Kyuhyun menghela napas panjang. Dia sungguh-sungguh ingin pergi. Perasaannya tidak enak dan dia merasa tidak pantas berada di rumah ini. Kibum bukan siapa-siapanya, dan tinggal di sini terasa mengganggu pikirannya. Tetapi kalau situasinya berubah seperti ini, dia tidak bisa bisa menolak bantuan Kibum bukan?
Kyuhyun menghela napas panjang lagi, berusaha mencari cara untuk menghindar, ditatapnya Kibum dengan ragu, "Mungkin saya bisa mencari teman yang bersedia menampung saya untuk sementara waktu?"
Kibum terkekeh, "Aku yakin teman-temanmu tidak mempunyai pagar yang kokoh dan tak tertembus seperti pagarku. Apakah kau ingin mengganggu kehidupan mereka dengan serbuan wartawan itu? Wartawan itu tak akan berhenti Kyuhyun, kau adalah berita panas yang mereka kejar, dan mereka tidak akan berhenti sampai mereka mendapatkanmu." Kyuhyun mengernyitkan dahinya, "Tetapi .. saya merasa tidak pantas tinggal di rumah ini. Saya bukan siapa-siapa anda dan..."
"Anggaplah aku temanmu, oke? Rumah ini besar dan bisa menampungmu. Kau akan aman di sini. Tidak ada yang tahu kau di sini. Aku tidak merasa direpotkan olehmu, dan kau bebas pergi setelah keadaan aman." Kibum tersenyum lembut, "Aku akan menjagamu Kyuhyun." Dan entah kenapa Kyuhyun menyadari ada kejujuran yang tulus di balik kata-kata Kibum itu.
[~Lizz_L_L~]
Tetapi Kibum yang sekarang makan malam dengan Kyuhyun sangat berbeda. Lelaki itu berubah, menyebarkan aura ketakutan yang sama seperti yang dirasakan Kyuhyun beberapa waktu yang lalu. Lelaki itu diam sepanjang makan malam yang hening. Hanya melirik Kyuhyun dengan tatapan tajam yang sedikit menakutkan beberapa kali. Membuat Kyuhyun merasa tidak nyaman.
Kibum tidak berusaha memulai percakapan, karena itu Kyuhyun juga diam saja. Membiarkan para pelayan melayani mereka dari sajian pembuka, sajian utama dan kemudian sajian penutup. Ketika sajian penutup sudah selesai dihidangkan, Kyuhyun menatap Kibum yang mulai menuangkan anggur ke gelasnya dengan gugup,
"Saya rasa... saya akan kembali ke kamar dan beristirahat." Lelaki itu diam saja, menyesap anggurnya dan menatap Kyuhyun dari atas gelasnya. Semakin lama aura lelaki itu terasa semakin menyesakkan dadanya.
Kyuhyun meletakkan serbetnya dengan hati-hati, lalu menganggukkan kepalanya kepada Kibum dan dengan langkah cepat melangkah keluar dari ruang makan itu, berusaha secepat mungkin keluar dari sana, membebaskan diri dari suasana yang menyesakkan dadanya.
Dia sudah membuka pintu ruang makan itu sedikit, ketika tangan Kibum yang ramping dan kuat terulur begitu saja di belakangnya. Telapak tangannya mendorong pintu itu supaya menutup lagi.
Kibum sudah berdiri di belakang Kyuhyun, begitu dekat hingga napasnya berembus hangat di puncak kepala Kyuhyun dan dadanya hampir menyentuh punggung Kyuhyun. Kyuhyun berdiri dengan gugup menghadap pintu, masih membelakangi Kibum, jantungnya berdebar entah kenapa.
Lalu lelaki itu menundukkan kepalanya, berbisik dengan hembusan lembut di telinga Kyuhyun, membuat bulu kuduk Kyuhyun berdiri.
"Kenapa kau begitu buru-buru berpamitan, Kyuhyun? Apakah kau takut kepadaku?"
TBC
11Anyeong haseyo yorobune~Lizz mau buat pengumuman buat tgl 8 nanti Lizz mau duel bikin FF "KIHYUN" dengan genre yang gg di kuasai, Lizz udah ngajakin duel "Emon L" buat duel dan Lizz harap kalian mau membaca dan bersedia untuk jadi juri dalam FF Lizz maupun FF Emon L. Lizz nantangin Emon L buat FF yang bergenre "Fantasy" & Emon L nantangin Lizz bikin FF bergenre "Scify" Lizz mau buat Event KIHYUN duel soalnya. Bagi Author sekalian yang berminat bisa ikutan juga, pengen nantang siapa dan tentukan genre FFnya, jika gg berminat gg masalah sih hehehe lizz cuma pengen membuat author KIHYUN yang langkah semakin banyak dan jika ingin baca FF KIHYUN yang baru gg perlu nunggu pas bulan Desember, karena Event ini bebas, jika ada yang berminat dan ingin bertanya-tanya silahkan PM lizz untuk keterangan lebih lanjut.
Oke itu aja sih sebenarnya, jangan di ketawain ya jika Lizz bikin ide konyol soalnya kan emang otak Lizz lagi korslet dan butuh di reparasi secepatnya.
See U next chap.
12
12
