Pertama2 aku mau minta maaf karena sempet lupa sama ff ini :'v Writer's block bruh :'v. Sekarang mau aku lanjutin tapi ada beberapa yang diubah gapapa ya? DISINI BUKAN KAIHUN ATAU HANSOO LAGI TAPI KAILU DAN HUNSOO. Maaf kalo dulu pas bikin cerita gak mikir dulu tentang pairingnya. Sekali lagi, PERAN SEHUN SAMA LUHAN DITUKAR. Makasih~
SEQUEL OF GOODBYE, MY LOVE
AUTHOR : SONG SOO RI
Cast : Do Kyungsoo , Kim Jongin, Oh Sehun, Xi Luhan
Pairing : KAISOO , HUNSOO , KAILU
Genre : Hurt/Comfort,Romance, Friendship(?)
Warn : Aneh, Gaje, GS! All Uke, Typo bertebaran, Hurt/comfort,Romance,Friendship gagal , DLDR!, RnR?
~XOXO~
'J-jadi Kyungsoo menerimaku?' batin Sehun tak percaya, mulutnya terbuka lebar sedangkan kyungsoo sudah melarikan diri dari Cafe tersebut.
Sehun baru tersadar ketika Handphonenya bergetar.
From : Luhan
To : Sehun
'Sehun, aku membutuhkanmu'
Sehun mengerutkan dahinya binggung, tidak biasanya 'mantan'nya itu menghubunginya. Jika Luhan menghubunginya berarti ada sesuatu yang terjadi pada kekasihnya yang baru.
Tapi biarkan kali ini Sehun mengabaikannya, Biasanya ia selalu menjadi tempat bersandar Luhan ketika ada masalah. Mereka masih berhubungan karena persahabatan mereka yang kuat bahkan setelah mereka putus.
Sehun segera berdiri dan melangkah ke arah pintu keluar. Ia berniat keluar dari Cafe sebelum suara salah satu pelayan mengintrupsinya,
"Tuan, Anda belum membayar" dan berakhir dengan Sehun yang berjalan sambil menunduk malu, Ugh... Poor Sehunnie
~XOXO~
"Eomma? Ada apa ini? kenapa semua barang - barang di kemas? JANGAN - JANGAN KITA BANGKRUT DAN SEMUA BARANG - BARANG KITA DISITA OLEH BANK? ANDWAE!" tanya Kai ketika mendapati bahwa barang - barang dirumahnya sudah tersimpan rapih dalam kardus.
"YA! JANGAN BERTERIAK! AIGOO...KUPINGKU" Balas Nyonya Kim tak kalah Nyaring, Kai masih tercengang melihat seluruh barang - barangnya menghilang, bahkan TV dan Lemari Pendinginnya pun sudah menghilang.
"Eomma, aku tak ingin hidup melarat. Aigoo... Eotteohke eomma? Huaaaaa" jerit Kai merana. Sedangkan Nyonya Kim bersusah payah untuk bersabar agar tidak menampar anaknya yang sangat bodoh itu.
"Aigoo... dosa apa diriku hingga mempunyai anak bodoh sepertimu? Ya tuhan, ampuni aku" gumam Nyonya Kim sambil berdoa terus menerus, Kai yang mendengarnya langsung berkomentar
"Aigoo... dosa apa diriku hingga mempunyai Eomma cerewet sepertimu? Ya tuhan, ampuni aku" Ulang Kai dengan bodohnya lalu berlari ke dapur.
"DASAR ANAK SIALAN! KEMARI KAU!" Dan akhirnya mereka bermain kejar-kejaran yang terasa lebih lega karena barang - barang mereka sudah sebagian hilang.
"Huft... Sudah Eomma, aku lelah... jika kau ingin melanjutkannya, lanjutkan sendiri saja ya" Ucap Kai yang sudah tepar di Sofa.
"Dasar anak nakal, yasudah bereskan barang - barangmu. Kita akan pindah nanti Malam kepusat Kota" Ucapan Nyonya Kim membuat rasa penasaran Kai terjawab
"Hmm...APA?!" Teriak Kai baru tersadar akan ucapan eommanya. "Andwae Eomma! bagaimana dengan pendidikanku? Aku tak ingin pindah eomma! Eomma!" Rajuk Kai dan diakhiri dengan teriakan ketika Nyonya Kim dengan santainya meninggalkannya.
"Eomma tidak bisa begitu! eomma bahkan tidak bertanya pendapatku! Ya Tuhan, saat ini aku benar-benar meragukan bahwa ia adalah Eommaku!" Rancau Kai yang masih belum bisa terima kalau ia akan pindah ke pusat kota.
"UGH, NIGHTMARE" Dan akhirnya seluruh rumah dipenuhi oleh Teriakan kai yang super dasyat.
~XOXO~
"Huft, aku lelah sekali" Ucap Kyungsoo sambil merebahkan badannya pada sofa.
Ia langsung lari dari Cafe ketika menjawab pertanyaan sehun tanpa pikir panjang sehingga melewati halte, ketika sudah berada jauh dari halte ia baru ingat kalau itu satu - satunya halte di jalan tersebut. Alhasil kyungsoo harus berjalan kaki agar sampai ke halte berikutnya.
Karena merasa bosan ia mulai membuka Handphonenya dan melihat galeri, ia membuka folder yang berisikan 'dirinya' seseorang yang ia rindukan sedang tersenyum di foto itu, lalu foto selanjutnya ia dan lelaki itu saling merangkul sambil tertawa bahagia.
"Kurasa sudah saatnya aku melupakanmu" gumam kyungsoo lirih sambil tersenyum pedih, ia mulai menekan tombol delete dan menghapus album yang berisi tentang dia, Kim Jongin.
"Hhh... Assa! Sekarang apa yang harus kulakukan?" Monolog kyungsoo dengan nada yang cerah, ngomong - ngomong ia baru ingat jika tadi Sehun memintanya untuk menjadi kekasihnya.
Ugh... memikirkannya saja sudah membuat pipi tembam kyungsoo dipenuhi serambut merah.
Setelah puas menghayal akhirnya kyungsoo memutuskan untuk Minum cokelat hangat di balkon, memerhatikan kepadatan Kota Seoul pada Siang Hari. Tanpa sadar balkon sebelah terbuka dan menampilkan Namja yang sedang tersenyum sambil memerhatikan kyungsoo.
Kyungsoo yang merasa diperhatikan akhirnya menoleh, setelah melihat siapa yang berada dibalkon samping kamar apartemennya itu ia menumpahkan cokelat panasnya karena kaget.
"Auhh...panas" Kyungsoo meringis lirih ketika kakinya terkena cokelat panasnya yang baru saja terjatuh. Sehun yang melihat itu langsung saja melompati balkonnya agar sampai di balkon Kyungsoo.
Setelah sampai di balkon kyungsoo,Sehun langsung menggendong kyungsoo ke sofa dan mengambil kotak P3K lalu mengobati Kaki Kyungsoo.
Kyungsoo hanya bisa diam, bagaimana tidak? Tiba - tiba digendong Bridal style oleh kekasihmu dan dihadiahkan pemandangan Rahang tegas sehun sangat membuatnya terkejut. Ia bahkan hampir lupa caranya bernafas untuk sesaat karena ketampanan kekasihnya yang baru ia sadari.
"Aish, kenapa kau begitu ceroboh huh? apa aku begitu tampan sampai kau lengah dan menjatuhkan cokelat hangat mu itu? Lagi pula ini masih siang! kenapa kau meminum Cokelat hangat huh?" Cerocos Sehun panjang sambil mengobati kaki kyungsoo. Kyungsoo yang ditanya akhirnya tersentak kembali ke didunia nyata.
"Berisik! Lagipula siapa yang tampan huh? dirimu? Hahahaha, bahkan Oppa - Oppaku lebih tampan dari dirimu! Mereka yang terbaik, Ah aku mencintai mereka" Balas kyungsoo sewot lalu berfangirling ria melupakan Sehun berada di sampingnya, Sehun yang dibalas seperti itupun merasa jengkel dan menekan kaki kyungsoo.
"Akh! sialan! Ingin membunuhku huh? Ini sakit sekali! Akhh appo!" teriak Kyungsoo histeris padahal sehun hanya menekan lembut kaki kyungsoo
"Jangan lebay! Aku hanya menekannya lembut kau sudah menjerit - jerit seperti sedang kesurupan! Bagaimana jika aku menekannya kuat huh?" Ucap Sehun dengan smirk dan kedua alis yang diangkat - naikkan.
"Sialan! Menjauh dari kakiku yang indah ini!" kyungsoo menepis tangan sehun yang berada di kakinya lalu mundur secara perlahan
"Hmm? Apa? Kaki mu yang indah huh?" ucap sehun menggoda sambil merangkat menindih kyungsoo
"Y-ya! A-apa yang kau lakukan huh? Dasar sialan! Menyingkir dariku!" Kyungsoo yang gelagapan hanya bisa berteriak sambil memukul - mukul dada bidang sehun.
'O-omo! Apa yang dialakukan? Aku harus bagaimana Eomma? ah, Eotteohke?' Batin Kyungsoo dilema.
Sehun semakin mendekatkan kepalanya pada kepala kyungsoo sedangkan kyungsoo sudah menutup mata, menhindari hal yang akan terjadi.
CUP!
Sehun mengecup bibir kyungsoo pelan lalu melepasnya dan melihat muka merah kyungsoo. 'Cantiknya' batin sehun.
"Y-ya! M-mwoya! A-aish!" Kyungsoo menutup mukanya yang sudah seperti kepiting rebus sedangkan Sehun hanya bisa menebar smirk nya.
"Heiii kenapa kau menutup mukamu yang cantik hah? Kemarikan tanganmu! Biarkan aku melihat wajah bidadariku yang cantik ini" gombal sehun yang makin membuat kyungsoo semakin gila.
"Aakh! Menjauh!" Lalu Kyungsoo lari begitu saja kedalam kamar sebelum Oh Sehun yang menyebalkan itu mengganggunya lagi.
"Hahahahahaha" Sedangkan diluar kamar Kyungsoo Sehun sedang tertawa terbahak - bahak karena dapat menggoda kyungsoo plus mendapatkan kecupan manis sebagai bonusnya.
XOXO
Malamnya.
"Eomma...kau serius? Kita pindah? aigoo... aku bahkan belum memberitahu kekasihku!" Rengek Kai yang masih 'keukeuh' tidak ingin pindah sedangkan barang - barangnya sudah diangkut ke Rumahnya di pusat kota.
"Yasudah beritahu kekasihmu itu dan putuskan lalu pergi, apa susahnya?" Kejam sekali Eommanya ini! Tidak tahukan Kai tidak ingin pindah karena kenangannya saat bersama Kyungsoo? Ck! Kai berdecih pelan lalu tersenyum pahit mengingat alasan ia tak ingin pergi.
"Arrasseo" Balas Kai Lirih, mengingat hal tersebut membuatnya ingin mengubur diri sendiri ataupun menenggelamkan dirinya dilaut.
"Eh? Kenapa kau lesu seperti itu huh? plin plan sekali dirimu! Sebentar Tidak mau pindah sebentar Ingin Pindah, Ck!" Tidak tahukan Eommanya bahwa saat ini ia sedang sedih? Ck, orang tua macam apa itu.
"Aku ingin memberitahu kekasihku dulu, aku pergi" Kai segera mengambil jaket dan keluar dari rumah sambil menghiraukan Teriakan Eommanya yang dapat membuat telinganya pecah.
"Huftt..." Kai Merapatkan jaketnya saat merasakan hawa dingin menusuk kulitnya yang bahkan sudah terbalut Jaket super tebal.
"Na Eotteohke?" Kai mendonggak kan kepalanya melihat langit yang dipenuhi bintang - bintang yang terang. Ia mengangkat tangannya pada udara kosong seakan - akan ingin menggapai bintang yang berada pada langit.
"Hhh... lebih baik aku beritahu Luhan dulu saja." Kai membuka ponselnya dan melihat 25 pesan masuk dan 48 Miss call dari orang yang sama, Luhan.
Ia membuka satu persatu pesan yang dikirimkan Luhan namun tak membalasnya lalu membuka kontak Luhan Untuk menelfonnya.
"Luhan?"
'...'
"Tidak, aku hanya ingin memberitahu sesuatu. Datanglah ke Cafe biasa, aku tunggu" Lalu dengan tidak berperasaan kai menutup teleponnya tanpa menunggu balasan dari Luhan yang terdengar sangat bersemangat.
Disisi lain, Luhan sangat teramat senang karena ini pertama kalinya seorang Kim Jongin menghubunginya terlebih dahulu. Biasanya ia yang menghubungi Jongin yang hanya akan dijawab dengan 'hmm' 'iya' 'baiklah' dan semacamnya.
Luhan langsung bersiap - siap dengan senyum yang terus terpatri diwajahnya, ia harus tampil secantik mungkin agar Jongin lebih mencintainya -setidaknya itulah yang ia pikirkan- dan mereka menjadi lebih dekat. ia menganggap ini adalah suatu langkah baru untuk hubungannya dengan Jongin.
Setelah selesai berdandan ia buru-buru mengambil kunci mobil dan mengendarainya dengan kecepatan diatas rata-rata agar dapat sampai di Cafe, tempat Jongin menunggu.
Sesampainya Luhan di Cafe ia langsung mengedarkan pandangannya kepenjuru Cafe dan benar saja ia mendapati Jongin sedang duduk sambil menyeruput minumannya.
"Jongin!" pekik Luhan semangat lalu segera berlari kecil menuju tempat Jongin duduk. Jongin yang melihatnya hanya menampilkan raut dingin lalu meminum lagi minumannya.
"Jongin! Kenapa kau menghubungiku huh? Kau kangen ya padaku?" tanya Luhan dengan nada jenaka karena ingin menggoda Jongin namun Jongin merespon dengan wajah tembok datarnya.
"Luhan, kita berakhir. Aku akan pindah dan tak akan dapat bertemu lagi denganmu. So...Goodbye" Ucap Jongin lancar masih dengan poker facenya sedangkan Luhan sedang terdiam, terlalu shok akan hal yang baru saja Jongin ucapkan.
Ia kira ini awalan baru
ia kira Jongin sudah mulai membuka hatinya untuk Luhan
Ia kira Jongin mulai mencintainya
Dan pemikiran-pemikiran 'ia kira' lainnya sedang berterbangan dalam pikirannya, Jongin yang melihat Luhan melamun hanya berdecak lalu bangkit dari duduknya dan melangkah kearah pintu keluar. Luhan yang sadar langsung berteriak dan mengerjar Jongin
"JONGIN! TUNGGU!" Secepat kilat Luhan berlari mengejar Jongin dan usahanya tak sia-sia, ia berhasil mengejar Jongin
"Apa?" balas Jongin dingin, Luhan hanya menghela nafas panjang dan tersenyum pedih
"Baiklah, kita berakhir. Tapi sebelum itu bisakan aku meminta sesuatu? Aku ingin kita Double date dengan sahabatku, Kumohon... tururi yang ini..." Mata Luhan mulai berkaca-kaca
Jongin nampak berfikir sejenak sebelum menyetujuinya "baiklah, kapan dan dimana?" Luhan menghela nafas sekali lagi sebelum menjawab "Pukul 8 di Lotte World." Lalu Jongin pergi meninggalkan Luhan begitu saja.
Luhan dengan mata yang sudah berkaca - kaca pun membuka handphonenya dan menelfon seseorang, "Halo Sehun?"
"..."
"besok kau ada acara tidak? aku ingin mengajakmu dan ekhem kekasih barumu untuk Double Date bagaimana?"
"..."
"terima kasih sehunna, aku tutup dulu ya?"
"..."
"Baiklah, sampai jumpa besok hunna"
Tiit
Luhan menghela nafas berat lalu pergi kearah spa, tak ada salahnya merefreshing dirikan?
Sehun PoV
"Hmm, baiklah tapi aku harus berbicara dulu dengan Kyungsoo"
"..."
"Ya, Sampai jumpa besok Lu"
"..."
Tiit
Selalu seperti itu, Ia akan berbicara denganku jika ada masalah dengan Kekasihnya. Aku hanya menjadi pelampiasan, Aku tahu akan hal itu Terlebih ketika aku tahu ia sudah mencintai Kai bahkan sebelum menjadi diputuskan olehnya begitu saja ketika ia merasa Kai memiliki ketertarikan pula kepadanya, Ia meminta Kai menjadi kekasihnya dan Boom! Kai menyetujuinnya dan aku dibuang begitu saja.
Seharusnya sejak awal aku tahu bahwa Luhan hanya menganggapku sebagai dongsaengnya, Tidak lebih. Ia menerimaku sebagai kekasihnya karena merasa tidak enak padaku, Hhhh ini menyedihkan. Daripada memikirkan Luhan lebih baik aku melihat Kyungsooku saja. Ahhh~ Gadis mungil itu benar - benar lucu dan sangat menggemaskan, aku ingin menggigitnya ketika melihat pipi chubbynya itu merona.
Yatuhan aku sudah tidak kuat, kuambil handphoneku dari saku dan langsung menelfonnya.
"Halo Chagi~ kau merindukanku tidak?"
"..."
"Ahh...kau begitu kejam~ padahal aku mencintaimu loh,kkkk" Aku yakin 100% saat ini ia sedang merona parah, Ughhh imutnya kekasihku ini~
"..."
"Hahahaha iya iya, oh iya kau besok pagi tidak ada jadwal kan? Aku ingin berkencan denganmu~" ucapku manja, merusak image manly-ku hanya didepannya
"..."
"Ke Lotte World Pukul 8, nanti pagi aku jemput okay?"
"..."
"oh iya, aku lupa kamar kita bersebelahan. Itu karena setiap hari dipikiranku hanya ada dirimu chagi~"
"..."
Tiit
Yatuhan, menggemaskannya mahkluk ciptaanmu yang satu ini. Arghh, rasanya aku sangat tidak sabar menantikan hari esok. Lebih baik aku segera tidur agar besok menjadi sangat tampan, hahaha. Kyungie, Jaljayo~
TBC
Haloha~
Adakah yang kangen ff ini? (enggak) Maapkeun baru bisa Update Huee T.T, Sebenernya dari awalkan aku memang cuman Reader yang pengen mencoba sesuatu yang baru jadi sering banget kena Writer's Block. Maapkeun ya~
Btw, ada yang bilang ini ff kaisoo tapi kaisoo momentnya gak ada, Maafin aku tapi Jalur ceritanya memang aku buat kayak begitu dulu, Ntar ada saatnya kok kaisoo ketemuan dan... /no spoiler/ Dan makasih banget buat reader aku yang udh ngingetin kalo FF ini pernah ada dengan cara me Review, Sumpah aku seneng banget pas ada yang review walau cuman satu kata 'Next' aja aku hargain banget makasih buat Sider aku juga yang seenggaknya udh ngeluangin waktu buat baca ff abal – abal ini, udh kali ya curcolnya? Maaf gak bisa bales review kalian satu-satu... tapi aku seneng banget kalian Review..
Song Soo Ri
