00.09am kst
Dongsook mengelus-elus rambut Mark yang sedang menindih tubuhnya, Mark mendusel di ceruk lehernya, mode manja Mark sedang ON dari tadi pagi
Sudah seminggu berlalu semenjak kejadian Mark yang menyentuh darah menstruasi Dongsook, awalnya Mark sempat ngambek tapi hanya berlangsung beberapa saat saja
Dongsook geli sekali kalau mengingat-ingat kejadian hari itu
Flashback
Kurang lebih dua jam sudah Mark mengurung diri di kamar mandi, Dongsook yang khawatir langsung saja mengetuk-ngetuk pintu itu, takut suaminya kenapa-napa
"Mark buka pintunya"
Tidak ada jawaban
"Mark aku dobrak ya pintunya, ingat aku ini pemegang sabuk hitam"
Masih tidak ada jawaban
"Baiklah akan aku dobrak, bersiaplah, SATUUU-" baru hitungan ke satu pintu itu sudah terbuka, ternyata Mark masih sayang dengan pintu kamar mandinya
"Kenapa?" tanya Mark dengan raut wajah malasnya
Bukannya menjawab, Dongsook malah mendorong tubuh Mark sampai Mark tersudut ke dinding kamar mandi, Mark tentu saja kaget diperlakukan seperti itu
Hening beberapa saat
"Ada apa? Kau mau buang air?" Mark mulai membuka percakapan
Dongsook menggelengkan kepalanya ditanya seperti itu, bisa dilihat oleh Mark mata bulat milik istrinya itu sudah berkaca-kaca
"Sayang, kau- Hei kenapa menangis?!" dengan sigap Mark menangkup kedua pipi Dongsook yang sudah basah oleh air mata, istrinya sedang menangis tanpa suara, "Uljima" Mark berkata dengan nada yang pelan dan lembut, ibu jarinya mengusap-usap pipi basah Dongsook
"Ayo berhubungan seks sekarang"
Mark membulatkan matanya setelah mendengar kalimat itu keluar dari bibir ranum milik istrinya
"Dongsook- kau sedang menstru-"
"Aku tidak perduli!" Dongsook kembali menangis, "Aku tidak mau membuatmu menunggu lama, aku tidak mau kau kecewa"
Mark tidak tahan melihat istrinya menangis tersedu-sedu, ia berdecak, "Dengar, kau tau kan aku sudah terbiasa menahan diri untuk tidak melakukan 'itu' selama 2tahun kita berpacaran?"
Dongsook mengangguk
"Jadi, kalau hanya menahannya selama 7hari sampai kau selesai menstruasi itu tidak ada apa-apanya, tidak masalah bagiku"
"Tapi kan kau ngambek!"
"Aku.. Tidak"
"Kau iya! Aku tidak tahan melihatmu cemberut padaku, aku tidak tahan kau diami, aku... takut kau berpaling dariku" Dongsook memelankan nada bicaranya diakhir kalimat
Mark tersenyum lebar ketika mendengar kalimat terakhir yang keluar dari bibir ranum istrinya itu, "Astaga kita baru 2 hari menikah, kau sudah khawatirkan yang macam-macam"
"Kau tidak tau rasanya jadi aku yang punya suami super tampan seperti dirimu" Dongsook berucap sambil memalingkan wajahnya
Mark tertawa, astaga istrinya ini kenapa lucu sekali sih? Menstruasi memang selalu membuat Dongsook menjadi sensitif dan jadi lebih jujur, padahal kalau sedang tidak Mens biasanya istrinya itu sangat naif dan pecicilan
"Baiklah, kalau begitu mulai besok aku akan menjadi jelek"
Dongsook kembali menatap Mark dengan pandangan bertanya-tanya, "Apa maksudmu?"
"Aku bisa ubah penampilanku supaya orang-orang tidak tertarik padaku. Itukan yang kau mau?"
"Tidak gitu juga, sudahlah lanjutkan saja mandinya"
Dongsook sudah membalikkan tubuhnya hendak keluar dari kamar mandi tapi Mark menahannya lalu menarik tubuh montok istrinya itu ke dalam pelukannya
"Tidak usah berpikiran macam-macam karna aku hanya satu macam. Banyak wanita cantik di luaran sana tapi tidak ada apa-apanya bila dibandingkan denganmu. Got it?" Dongsook tidak menemukan kebohongan di mata dan di perkataan Mark
"Ne.." hanya itu yang mampu keluar dari bibir Dongsook, ia sudah pusing dipeluk oleh biceps dan dada bidang Mark yang masih telanjang
"Good wifey" Mark menepuk-nepuk kepala Dongsook seperti anak kecil, "Persiapkan saja dirimu untuk ronde tiada akhir" bisik Mark dengan mesra sambil meremas bokong Dongsook
"Haish" Dongsook menghempaskan tangan nakal Mark sambil berjalan keluar dari kamar mandi
Flashback end
"Ngh.. Mark... Kenapa 'itu' mu bangun lagi..?"
Dongsook mengernyitkan dahinya saat dirasanya penis Mark yang masih tertancap di dalam vaginanya kembali mengeras
"Hangat" Mark berkata dengan nada beratnya
"Ahhh... Sakit! Nhh.." Dongsook melenguh ketika Mark mengemut puting susunya yang sudah bengkak dan memerah sempurna akibat kegiatan panas tiada henti yang mereka lakukan sejak 4jam yang lalu
Ya, akhirnya Mark berhasil menggagahi istri montoknya itu, meskipun dibumbui oleh tangisan dan jeritan Dongsook yang menahan sakit akibat selaput daranya berhasil dibobol oleh kejantanan Mark yang berukuran wow itu
Dongsook yang saat itu sedang sibuk merapihkan pakaian di lemari tidak sadar bahwa Mark sudah ada di belakangnya, entah bagaimana ceritanya Mark sudah berhasil melucuti piyama yang dipakainya, dan semuanya terjadi begitu saja
"Anghh!" Dongsook berjengit ketika Mark mengangkat tubuhnya dan kini tengah memangkunya, "Ahh! Lagih?" Dongsook membulatkan matanya ketika Mark mulai menahan pinggang Dongsook dan menaik turunkan tubuh telanjang istrinya itu dengan ritme pelan
"Shh.. Nikmat sekali" Mark merem melek ketika merasakan kenikmatan dari gesekan penisnya yang dijepit kuat oleh lubang ketat vagina Dongsook
Dongsook yang melihat Mark seperti itu jadi tambah horny, ia mengalungkan tangannya ke leher Mark dan langsung melahap bibir tipis suaminya itu dengan rakus
"Mhhh.. Nhhh.." sambil berciuman Dongsook menaik turunkan tubuhnya dengan ritme yang di percepat, membuat penis Mark semakin dalam menyodok dan mengoyak lubang vaginanya
Kamar itu sudah dipenuhi kabut nafsu dari keduanya, Mark tidak bisa mengendurkan hentakan kuat penisnya di dalam lubang Dongsook, satu tangan Mark bekerja meremas-remas payudara Dongsook, dan satunya lagi ia pakai untuk memeluk pinggang Dongsook, menyangga keseimbangan tubuh Dongsook agar tidak limbung ke belakang
"Hahh.. Ahh.." Dongsook melepas pagutan bibir itu guna menghirup oksigen sebanyak-banyaknya, sedangkan Mark mulai menyerang leher Dongsook, ia hisap leher itu dengan kuat, menambah bekas kemerahan di leher jenjang milik istrinya itu
"Oh.. Yesh babe, so tight" Mark menggigit pundak Dongsook, menyalurkan rasa nikmat yang didapatnya ketika Dongsook semakin menggila menaik turunkan tubuhnya
"Ah! Nghh ke..kenapa penismu besar sekalih.. Lubangkuh penuhhh! Ini enakhh.. Mphh" Mark menyambar kembali bibir Dongsook yang sudah membengkak itu, birahi Mark semakin menjadi ketika mendengar istrinya melakukan dirty talk
"Ahh! Ah! Markhh" Dongsook meremat rambut Mark dengan kuat
Tubuh Dongsook terhentak-hentak tak beraturan karna Mark semakin mempercepat sodokannya di lubang vaginanya
"Hhh.. I'm coming babe.." nafasnya semakin memburu, tubuh Mark bergetar hebat setelah ia mencapai orgasmenya
"Nghh.." Dongsook melenguh ketika merasakan rahimya menghangat dipenuhi oleh sperma Mark, "Ahh.." tubuh Dongsook ikut bergetar karna Mark masih menghentakan penisnya di dalam vagina Dongsook dengan gerakan pelan, ia masih menyelesaikan sisa orgasmenya
Mark memeluk erat tubuh telanjang Dongsook yang masih dipangkunya, ia membenamkan wajahnya di ceruk leher Dongsook, menghirup bau tubuh Dongsook yang menjadi candu baginya.
.
.
.
Malam itu menjadi malam yang panjang bagi keduanya, dengan iming-iming Mark yang menagih jatah 'ronde tiada akhir' yang sudah disepakati oleh Dongsook.
Dengan semangat maju mundur, Mark yang berhasil mendapatkan malam pertamanya itu menghajar istri montoknya habis-habisan tanpa ampun.
.
.
.
Extra
"Hey kemari!"
Dongsook mengalihkan pandangannya kepada dua gadis cantik yang tengah melambai-lambaikan tangan padanya, ia tersenyum dan menghampiri mereka
"Hey kenapa jalanmu tertatih-tatih seperti itu?" Seonso berkata dengan nada penasaran
Nana yang berada tepat disamping Seonso dengan segera menggeplak kepala sahabatnya itu
"Ya! Sakit tau" Seonso mengelus-elus kepala cantiknya yang baru saja digeplak Nana
"Kenapa kau bertanya? Sudah jelas dia pasti habis melakukan seks dengan suaminya! Bukan begitu, 'Sookie?" Nana menaik turunkan alisnya
Plak
Gantian kepala Nana yang digeplak oleh Dongsook
"Aw!" Nana mengaduh
"Rasakan itu!" Seonsoo senang sekali melihat Nana digeplak seperti itu oleh Dongsook, yang mana membuat Nana manyun sambil melempar pandangan nyinyir kepada keduanya
"Uh! Pinggangku sakit sekali" Dongsook mengeluh sambil duduk dibangku cafe itu
Salahkan Mark yang menghajarnya habis-habisan sampai jam 9pagi, dan itu membuat tubuhnya lelah bukan main, selangkangannya juga lecet, untung saja Mark dengan segera mengobatinya, meskipun siangnya sebelum berangkat ke kantor Mark menyerangnya lagi di dapur, dengan dalih menyantap 'lunch' nya
"Makannya tau waktu, kalau sudah lelah ya berhenti" Nana mulai bersungut-sungut
"Berkacalah, Na. Kau juga sering mengeluh sakit pinggang kalau habis kencan dengan Jeno."
Nana berdecih tapi tidak bisa membalas sindiran Seonso karna memang benar adanya, malahan dirinya lebih parah sampai tidak bisa berjalan, Jenonya memang hebat kalau urusan ranjang, Nana jadi tersenyum membayangkan kegiatan panas mereka seminggu yang lalu
"Tuh lihat saja, sekarang dia malah tersenyum mesum seperti itu, mengerikan" Seonso masih gencar menyindir Nana
"Ih sirik saja kau! Kasihan deh, yang sok suci seperti dirimu mana bisa merasakan nikmatnya surga dunia"
Seonso sudah bersiap memukul kepala Nana dengan sendok kalau saja Dongsook tidak melerai keduanya
"Berhenti disitu. Nana, kau tidak boleh bicara seperti itu karna Seonso dan aku sama-sama menjaga kesucian kami sebelum menikah, tidak seperti kau huh"
Seonso memeletkan lidahnya karna merasa Dongsook berada di pihaknya
"Wow kenapa jadi aku yang diserang seperti ini? Baik aku memang kotor" Nana berdecih sekali lagi sambil menyendok tiramisunya dengan kesal
Dongsook tersenyum melihat ekspresi lucu Nana, "Makannya cepat menikah!"
"Memangnya kau pikir aku tidak mau? Aku akan menikah kalau Jeno sudah menyelesaikan studi nya. Kalian enak punya pasangan setahun lebih tua dan sudah mapan, makannya bisa meledekku seperti itu." Nana semakin mencebikkan bibirnya
Seonso yang tidak tahan melihatnya langsung saja mencubit gemas pipi Nana, "Jeno juga mapan, walaupun studinya belum selesai tapi dia sudah memiliki segalanya, Na"
"Iya betul"
"Dasar kalian itu perayu ulung, tadi saja kompak sekali menghinaku" Nana masih sebal
"Doakan ya agar acara pernikahan ku berjalan dengan lancar, huft aku gugup sekali" tiba-tiba mimik wajah Seonso menjadi lemas mengingat tentang acara pernikahannya yang tinggal seminggu lagi
Dongsook menggenggam tangan Seonso dengan lembut, "Santai saja, apalagi calon suami mu itu Lucas, dia kan lawak sekali, pasti suasana tidak akan tegang"
Ucapan Dongsook ada benarnya, membuat Seonso agak tenang
"Iya santai saja saat pemberkatan sampai malam pertama, tapi aku yakin sih Seonso akan pingsan ketika melihat ukuran penis Lucas yang sudah pasti Ekstra Besar, penis seseorang itu bisa di ukur dari bentuk tubuhnya sih menurutku"
"NANA!" kedua wanita yang sedari tadi mendengarkan ocehan frontal yang keluar dari bibir seksi Nana berteriak bersama
Memiliki sifat dan perilaku yang hampir mirip, mereka bertiga akhirnya menjalin tali persahabatan sedari SMP sampai mereka beranjak dewasa seperti sekarang, jadi tidak usah heran kalau mereka bisa se frontal itu satu sama lain.
.
.
.
End.
Terimakasih ya semuanya yang sudah membaca fanfic aku huhuhu *bow. Maaf loh kalo endingnya terkesan maksa haha aku panas sendiri nulisnya. XD bye! Sampai ketemu di ff selanjutnya
Btw Seonso itu nama femnya Renjun dan Nana itu nama femnya Jaemin (versi aku) kalo ada yang belum tau hahaha xD
Ohiyaa aku mau nanya, kalian seneng gak baca ff Mark x Dongsook ini? Atau lebih prefer bxb Mark x Donghyuck? Tolong dijawab di review yaaa. Terimakasih sebelumnya!
