MONARCH OF DESPAIR
Rate: M
Disclaimer: Naruto [Masashi Kishimoto], Highschool DxD [Ichie Ishibumi], Grancrest Senki [Ryo Mizuno], Musaigaen no Phantom World [Soichiro Hatano], Tensei Shittara Slime Datta Ken [Fuse], Overlord
Ditulis tanpa mengharapkan keuntungan materil sedikit pun
Genre: Fantasy, Hurt/Comfort, Action, Adventure, Family, Romance
Warning: Typo, gaje mungkin, masih jauh dari kata sempurna, OOC
Pairing: ?
Summary: Lahir karena pernikahan politik tanpa dilandasi cinta yang berujung sebuah perpisahan dan penghapusan keberadaannya… anak dari keluarga Earl Namikaze dan keluarga Marquess Lucifuge ini tak hanya dihapus keberadaannya tapi juga dibuang dan ditelantarkan oleh kedua orang tuanya. Namanya adalah Naruto, seorang bocah berusia 5 tahun yang nantinya akan tumbuh sebagai budak sekaligus orang yang terpilih untuk mewarisi gelar Monarch of Despair.
Jangan lupa review, favorite follow!
.
.
.
.
.
Chapter 4 : Membunuh Paus Iblis
Tahun X615, Kalender Kerajaan Lamia
Siang ini cuaca cukup bagus, terik matahari tidak begitu menyengat di kulit. Seseorang memanfaatkan cuaca ini untuk melakukan inspeksi di pantai kota [Mandra] yang sekarang jalur menuju ke tempat itu sedang di blokir oleh prajurit [Artuk]. Berbeda dengan orang lain, kedua orang dengan jabatan tinggi ini tentu mampu memasuki wilayah pantai ini dengan atau tidak ditemani oleh prajurit.
Mereka adalah Ear Villar Constance yang merupakan Tuan Tanah dari seluruh wilayah [Artuk] ditemani oleh wanita penyihir nya bernama [Margaret Odius]. Meskipun mereka sudah menyembunyikan identitas mereka dengan jubah, nampaknya prajurit langsung menyadari siapa mereka. Dengan aura dan kharisma besar dari Villar Constance, itu adalah hal yang wajar. Posisi nya mungkin memang hanya seorang Earl namun pengaruhnya di Kerajaan begitu besar. Dikatakan pengaruhnya bahkan setara dengan seorang Marquess dan bahkan mampu membuat para Duke menghormatinya.
Dia memegang wilayah Artuk yang terdiri dari belasan kota. Bahkan wilayah itu sendiri lebih besar daripada wilayah beberapa Marquess, alasannya adalah karena dia mengembangkan wilayahnya dengan sangat baik sehingga Raja memberikannya lebih banyak wilayah untuk digenggam. Bisa dikatakan bahwa keluarganya lah bangsawan Earl terkuat saat ini melebihi Earl dari Namikaze dan bahkan mampu membuat beberapa keluarga Marquess gentar. Tak hanya itu, sebenarnya dia juga dalam proses pengangkatan menjadi bangsawan Marquess. Hanya tinggal menunggu pemanggilan nya saja ke Istana.
Dia memiliki figur seorang pemimpin yang mampu menaklukkan sebuah negara. Ya, dia adalah salah satu dari sedikit orang yang memiliki potensi kekuasaan Raja.
"Kondisi disini benar benar kacau…" kata Villar saat dirinya sampai di bibir pantai [Mandra].
Dia bicara kepada wanita penyihir, Margaret Odius. Seorang penyihir tingkat tinggi yang setara dengan petualang kelas [Adamantite] dan juga salah satu master sihir elemen api di Kerajaan Lamia. Rambut merah dan kulit eksotis nya menunjukkan kesan tersendiri yang bahkan mampu membuat Villar terpesona.
"Villar-sama… Apa yang akan anda lakukan setelah ini,"
"Hmm? Aku tidak akan berbuat apa apa…"
"Jadi, anda akan membiarkan Gazelle-dono yang mengatasi semuanya?"
"Ya… Begitulah, aku ingin lihat bagaimana Gazelle-dono menyelesaikannya,"
Meski begitu, Villar sudah menyiapkan rencana cadangan seandainya Gazelle gagal dalam misi penaklukkan ini. Gazelle adalah mantan petualang kelas [Adamantite] yang sudah cukup lama memberikan kesetiaannya kepada Villar Constance. Sebenarnya pria tua itu mengabdikan hidupnya untuk keluarga Constance sejak jaman ayah Villar masih menjabat akan tetapi Kerajaan melihat kemampuannya dan mengangkatnya sebagai salah satu Komandan Kerajaan meski akhirnya dia kembali lagi bertugas di keluarga Constance.
Dengan kemampuannya, dalam waktu yang singkat dia meraup banyak sekali prestasi sesuai yang diharapkan dari mantan petualang kelas [Adamantite]. Bakatnya dalam pertarungan jarak dekat atau menggunakan pedang benar benar bagus untuk rata rata manusia kebanyakan.
"Sekarang… harus kemana kita? Hmm…" kata Villar sambil melihat pemandangan laut.
"Laporan terakhir mengatakan bahwa Gazelle-dono sekarang ada di guild petualang, Villar-sama…" lapor Margaret setelah ia mendengarkan informasi tentang pergerakan Gazelle tadi dari salah satu penjaga.
"Guild ya…? Jadi dia memulai pergerakan dengan mencoba membangun semangat para petualang yang sudah gagal, hmm…"
Villar mengenal Gazelle sejak umurnya masih beberapa tahun. Dia sering mendengar rumor kehebatan Gazelle sebagai petualang di kala itu. Jadi sebenarnya, keputusannya membiarkan Gazelle yang menangani ini adalah keinginan pribadinya. Dia ingin melihat kemampuan Gazelle, orang yang selama ini cukup ia kagumi.
.
.
.
.
.
xxx0xxx
Suasana di guild masih sama seperti sebelumnya, satu satunya suara yang berlaku hanya milik Naruto seorang. Tentu saja yang lainnya mengenalnya dengan nama Toruna atau biasa dipanggil dengan Toru. Sejak Naruto membahas mengenai cara dia untuk memancing keluar paus iblis tersebut, hingga sekarang belum ada sanggahan mengenai rencananya.
Saking sibuknya mereka, bahkan tak satu pun dari mereka yang menyadari bahwa ada satu orang wanita penyihir yang baru saja memasuki guild.
"Ini adalah rangkaian sihir yang harus kita siapkan di pantai setelah ini… Kira kira untuk menggambar semua ini dengan aliran sihi membutuhkan waktu sekitar satu jam. Selama kisaran waktu itu, kita juga membuat taruhan… jika paus itu datang, kita gagal menyiapkan rencana, tapi jika berhasil… kita bisa menaklukkan nya kapan saja setelah itu,"
Wanita penyihir itu mendengarkan rencana yang dibicarakan Naruto tanpa tahu terlebih dahulu apa yang sebenarnya mereka bahas. Lalu entah kenapa fokusnya terpusat kepada sebuah gambar berisikan rangkaian sihir serta keterangan keterangannya.
"Hmm… ini benar benar rangkaian sihir yang rumit! Tidak kusangka di usia mu yang semuda ini, mampu memikirkan sihir semacam ini,"
Wanita berusia sekitar dua puluhan itu menatap Naruto dengan kagum. Naruto sendiri terkejut karena sebelumnya dia tidak melihat ada wanita secantik ini di guild. Penampilannya mungkin terlihat seperti wanita penyihir kebanyakan tapi yang mencolok darinya adalah wajah cantik dan rambut putih indahnya itu.
"Aku hanya sering membaca buku,… etto…?"
Setelah menjawabnya, para petualang yang sedari tadi juga sibuk mendengarkan Naruto, jadi menyadari keberadaan wanita itu. Respon mereka berbagai macam meski kebanyakan… khususnya petualang laki laki yang menatapnya dengan wajah memerah.
"Eh, siapa anda?" tanya salah satu resepsionis wanita.
"Ah, maaf… tiba tiba masuk dalam diskusi kalian. Perkenalkan namaku Rossweisse, seorang penyihir pengelana… Apakah kalian sedang mediskusikan tentang penaklukkan paus iblis?"
"Ya, begitulah…" jawab mereka.
Wanita bernama Rossweisse ini merasa bahwa dirinya datang disaat yang tepat.
"Kebetulan sekali, aku datang kesini untuk membuat party dan membunuh paus iblis itu. Adakah yang bersedia?"
Naruto memberikan sebuah tatapan serius kepada wanita yang berani menyela rencana nya ini. Wajahnya cantik tapi dari aura nya Naruto sudah bisa menebak bahwa wanita ini ada di usia awal dua puluhan. Nampaknya wanita ini juga cukup percaya diri dengan kemampuannya.
"Nona, kami disini sedang merencanakan penaklukkan paus iblis itu…" jawab Gazelle.
"Eh, kalian semua? Bukankah ini terlalu banyak untuk disebut party?"
Naruto mengalihkan pandangannya seolah bosan menemukan wanita bodoh semacam ini. Kemungkinan besar wanita ini datang dan mengajak membuat party tanpa tahu kondisinya terlebih dahulu. Itulah yang ada di pikiran Naruto ketika mendengar ajakan wanita ini.
"Nona, apakah kau belum mendengar bahwa ada korban meninggal ketika penaklukkan terakhir kali?"
"Eh!? Ada korban meninggal?"
"Ya… dan kumohon untukmu agar tidak mengganggu diskusi kami," kata Naruto dengan nada sedikit sinis.
"M-Maaf,"
Setelah menegur Rossweisse, Naruto menghela nafas bosan kemudian melanjutkan penjelasannya mengenai sihir yang akan dia gunakan untuk mengekang paus iblis itu selama kurang lebih 2 menit. Yang jelas dalam waktu 2 menit itu mereka harus bisa membunuh paus itu.
"Lalu… masalah berat lainnya muncul lagi…"
Satu satunya masalah mereka sekarang hanyalah bagaimana cara menghadapi paus iblis itu jika ada sesuatu atau kejadian diluar dugaan mereka. Sampai sekarang yang dijelaskan oleh Naruto adalah persiapan mekanisme apa saja yang harus mereka lakukan untuk menahan paus iblis itu selama beberapa saat dan memberikannya serangan yang mampu menembus kulit kerasnya.
"Aku cukup yakin ilmu pedang ditambah dengan sihir elemen dan sihir penguatan fisikku serta serangan Gazelle-san mampu menembus kulit paus itu tetapi aku juga tidak menutup kemungkinan bahwa kita akan gagal menembusnya,"
"Jadi ini taruhannya ya?"
"Akan lebih bagus jika ada yang bisa membantu kita mempertahankan sihir pengekang pada paus iblis itu untuk memberi kita lebih banyak waktu tapi kurasa tak satu pun dari penyihir yang ada disini bisa langsung paham dengan rangkaian yang kubuat,"
Ketika mengucapkan hal itu, wanita bernama Rossweisse ini kembali menyela pembicaraan.
"Ano… Sebenarnya aku cukup paham dengan apa yang dituliskan disini, kurasa aku bisa membantu dengan mempertahankannya hingga 1 menit lebih,"
Naruto cukup terkejut mendengarnya, wanita yang tiba tiba saja bergabung dengan pembicaraan ini dan sempat mengganggu, ternyata paham dengan apa yang dituliskannya pada kertas sihir itu. Meski begitu, Naruto tidak begitu saja percaya dengan kata katanya. Ada beberapa hal yang menurutnya bisa dia tes pada wanita ini.
"Kau bisa membayangkan sihir macam apa itu?" tanya Naruto.
"…Kurasa ini semacam rantai cahaya yang mengekang lawan dengan membentuk 4 buah lingkaran sihir dari 4 sudut berbeda,"
"Hooh, ternyata kau mampu membayangkannya… ini cukup sederhana tapi membutuhkan konsentrasi yang baik," balas Naruto yang sekali lagi terkejut mendengar jawaban Rossweisse.
Kemudian Naruto mengangguk setelah semua petualang memberikan tatapan kepadanya seolah menunggu keputusan. Akhirnya Naruto mengangguk dengan senyuman yakin.
Semua petualang yang ada disana nampak tersenyum lega mendengar bahwa Rossweisse bisa membantu mereka, begitu pula dengan Gazelle dan Haruhiko yang sejak tadi hanya diam saja.
"Tunggu saja kawanku! Aku akan membalaskan dendammu pada paus itu!"
"Uwoooo! Kurasa kita bisa kali ini!"
Teriakan semangat para petualang yang bangkit mulai terdengar disana. Naruto benar benar datang sebagai pembawa harapan bagi mereka semua, terutama bagi para petualang yang kehilangan temannya di penaklukkan terakhir kali.
"Apakah kau masih membutuhkan bantuanku, nak?"
"Gazelle-san, kau menanyakan sesuatu yang bodoh… aku jelas membutuhkan bantuanmu dalam misi ini untuk menciptakan peluang keberhasilan yang lebih tinggi,"
Gazelle Stronoff menyadari apa yang dimaksudkan Naruto barusan. Apa yang tersirat disana adalah sebenarnya tanpa bantuan Gazelle pun, Naruto menganggap rencananya tetap akan berhasil, hanya saja jika mendapat bantuan darinya… kemenangan itu akan lebih terjamin.
'Menarik… Sangat menarik,' batin Gazelle.
"Kalau begitu setelah ini kita akan membagi tim menjadi dua bagian, yang pertama adalah tim yang akan pergi ke pantai bersamaku untuk mempersiapkan sihir dan jebakan disana. Lalu tim kedua adalah tim yang akan membantu Gazelle-san untuk mempersiapkan kapal,"
Rossweisse sebenarnya terkejut mendengar nama 'Gazelle' barusan. Kalau dia tidak salah, nama itu adalah nama dari mantan petualang kelas [Adamantite] yang kini menjadi salah satu Komandan pasukan di Kerajaan dan wilayah Artuk. Lalu kenapa orang seterkenal itu bisa menuruti kata kata laki laki berambut pirang ini?
"Rossweisse-san… Perkenalkan namaku Toruna… kau bisa memanggilku Toru. Maukah kau membantuku menyiapkan rangkaian sihir dan jebakan untuk misi penaklukkan di pantai?"
"A-Ah… Tentu saja. Mohon kerja samanya, Toru-san…" jawab Rossweisse membungkukkan tubuhnya.
"Tidak usah terlalu formal padaku… aku lebih muda darimu,"
Rossweisse sendiri sudah menebak kalau laki laki di hadapannya ini lebih muda darinya tetapi… benarkah? Dia sebenarnya masih tidak begitu percaya kalau Naruto inilah yang membuat semua rencana dalam misi penaklukkan paus iblis.
"Haruhiko, kau ikut bersama Gazelle-san…"
"Aku mengerti,"
Setelah memerintahkan Haruhiko untuk membantu Gazelle, rombongan petualang ini terpisah menjadi dua kelompok sesuai bagian mereka masing masing. Tim pertama berangkat dengan prajurit yang datang bersama dengan Gazelle sebagai wakilnya untuk mendapat izin memasuki pantai sedangkan tim kedua akan kembali bersama Gazelle menyiapkan dua kapal.
.
.
.
.
.
xxx0xxx
Sesampainya Naruto dan tim pertama yang bertugas menyiapkan segala mekanisme penaklukkannya, mereka segera bekerja membuat itu semua. Kebanyakan yang berada disini adalah para petualang yang bisa menggunakan sihir dan akan membantu Naruto menyiapkan mantra mantra dasar yang nantinya akan diubah Naruto menjadi lingkaran lingkaran sihir tingkat lanjut. Selama proses pengerjaan ini, para petualang yang ada disana terpukau dengan cara bekerja Naruto.
Dia benar benar menunjukkan kepemimpinannya di usia nya yang masih muda itu. Alasan kenapa tak ada satu pun yang protes mengenai Naruto menjadi pemimpin adalah karena mereka sudah melihat bagaimana Naruto menjelaskan rencananya serta bagaimana caranya membuktikan kepada mereka bahwa dirinya pantas.
Semua berjalan sesuai dengan rencana Naruto, setidaknya hingga saat ini. Dia sekarang sedang mempersiapkan rangkaian sihir yang nantinya akan membentuk lingkaran sihir dan mengeluarkan suara frekuensi rendah yang sesuai dan dapat diterima oleh paus iblis itu.
Tak jauh darinya, Rossweisse berdiri terdiam, tak bisa berkata kata ketika menonton Naruto mempersiapkan sihirnya.
"S-Sihir ini? Apakah kau mencoba memanggil paus iblis itu sama dengan cara paus biru memanggil paus biru lainnya?"
"Ohh, aku terkejut kau mengetahuinya, Rossweisse-san…"
"A-Ah, sebelumnya aku sempat memikirkan cara itu untuk party yang akan kubentuk tapi… merealisasikan sihir suara dengan frekuensi rendah yang bahkan tidak bisa didengar manusia itu… aku… mungkin tidak bisa…"
Naruto sudah dikejutkan beberapa kali oleh wanita ini meski dia baru mengenalnya sejam yang lalu. Nampaknya wanita ini cukup berpengetahuan daripada yang ia kira meski dia terlihat ceroboh.
"Aku hanya mempelajari dari berbagai buku mengenai sihir yang kubaca dan menciptakannya dari bayangan di kepalaku,"
"S-Semudah itu?"
"Begitulah…"
Jujur, Rossweisse dibuat terdiam dan seterkejut saat ini. Baru kali ini dia menemukan ada orang yang memiliki bakat sihir hingga sebesar ini. Jarang sekali dia menemukan penyihir yang lebih berbakat darinya dengan usia yang lebih muda. Meski tak satupun orang yang mengetahui identitasnya, tapi Rossweisse sendiri merupakan penyihir kelas 6 dari 10 level penyihir. Itu merupakan tingkat yang tinggi karena pimpinan penyihir di suatu Kerajaan itu sendiri biasanya berada di kelas 7-8.
Margaret Odius yang merupakan penyihir Villar Constance juga salah seorang penyihir kelas 6. Jumlah penyihir kelas 6 di Kerajaan Lamia itu tidak banyak, mungkin hanya sekitar belasan hingga dua puluhan saja. Oleh karena itu, bisa dikatakan Rossweisse merupakan salah satu penyihir elit di Kerajaan ini apalagi tanpa mereka ketahui, dia juga seorang petualang tingkat [Orichalcum].
'Orang ini… jauh lebih berbakat dariku,' gumam Rossweisse melihat Naruto.
"Akhirnya selesai juga,"
Setelah hampir satu jam berlalu, akhirnya tim pertama menyelesaikan persiapannya. Naruto juga akhirnya mampu bernafas lega sedangkan Rossweisse sejak tadi hingga sekarang masih menatapnya dengan ekspresi serius. Naruto menyadari hal itu tapi dia sengaja pura pura tidak menyadari hal itu.
"Toru-san, ini salinan laporan data statistik yang kau minta,"
Sebelumnya Naruto sempat meminta laporan data kemunculan paus iblis itu selama sebulan terakhir. Yang menyerahkan data itu kepadanya adalah resepsioner guild petualang dan Naruto menerimanya dengan senang hati.
"Ah, terima kasih…"
Dia sekarang lebih terfokus pada laporan data statistik yang harus ia periksa. Dia membolak balikkan kertas data tersebut dan memikirkan waktu yang tepat untuk penaklukkan hari ini. Waktu penaklukkan mereka hari ini bisa dilaksanakan sore hari nanti atau malam hari. Naruto ingin mengambil peluang terbaik yang tersedia di hari ini dan dia menemukan kalau malam nanti adalah peluang terbaik untuk memancing paus itu. Sebenarnya dia bisa melakukannya besok tetapi, dia rasa… lebih cepat lebih baik.
"Toru-san… Kalau boleh aku tahu, apa tujuanmu setelah menaklukkan paus iblis itu?"
"Hmm?"
Naruto mengubah ekspresinya jadi serius namun itu tak berselang lama. Sebuah senyuman tipis menghiasi wajahnya kemudian. Rossweisse masih sibuk menatapnya dengan serius. Nampaknya wanita ini sudah menebak nebak apa yang diinginkan Naruto dari prestasinya jika ia berhasil menaklukkan paus iblis.
"…Aku menginginkan sebuah posisi di antara para bangsawan,"
"Hmm… jadi kau menginginkan posisi seperti itu ya? Boleh kutahu alasannya?"
Tak Naruto sangka kalau wanita ini ternyata cukup lancang menanyakan hal itu kepada dirinya. Sudah jelas Naruto tidak akan menjawab jujur tapi dia tidak keberatan jika harus memberikan jawaban dengan sedikit banyak kebohongan di dalamnya.
"Dulu aku adalah seorang budak… seseorang menyelamatkanku dan memberikanku tujuan baru yang harus kugapai dengan posisi bangsawan. Aku ingin memiliki pengaruh untuk merubah Kerajaan ini menjadi lebih baik,"
Jawaban itu diterima dengan baik oleh Rossweisse. Wanita itu tak berkomentar, dia hanya menunjukkan ekspresi yang tak Naruto duga sebelumnya. Dengan tingkahnya sebelumnya yang terlihat ceroboh, jujur Naruto terkejut dia bisa menunjukkan ekspresi semacam itu.
"Sudah kuputuskan!"
Naruto hanya terdiam mendengar ucapan Rossweisse.
"Ijinkan aku memberikan kesetiaanku kepadamu dan menjadi penyihir yang akan selalu mendampingimu sebagai Tuanku!"
Ketika Naruto mendengarnya, dia terkejut dengan penawaran Rossweisse yang berniat menjadi penyihirnya. Jujur Naruto sendiri tidak keberatan jika dilihat dari kemampuan Rossweisse. Dia juga tidak mempedulikan usianya yang lebih tua dari Naruto, itu adalah hal biasa… tapi dengan kepribadian nya?
"Rossweisse-san… Kalau boleh tahu, anda sekarang penyihir di level atau kelas berapa?"
"Aku adalah seorang penyihir level 6…"
Naruto kembali dibuat terkejut oleh pernyataan wanita ini yang mengatakan bahwa dirinya adalah seorang penyihir level 6. Naruto tentu tau seberapa langka nya penyihir dengan level setinggi itu di Kerajaan Lamia. Dia bahkan sampai heran kenapa penyihir dengan level setinggi Rossweisse mau melayani dirinya yang bahkan belum memiliki gelar?
"Level 6!? Apa alasan Rossweisse-san melihatku sebagai orang yang pantas menerima kesetiaanmu?"
"Hanya mendengar dari alasan anda lalu cara kepemimpinan anda dan bakat anda yang luar biasa saja… sudah menjadi alasan saya,"
Tiba tiba saja dia bicara dengan Naruto menggunakan bahasa yang formal, dan jujur Naruto tidak begitu terganggu, hanya saja dia merasa beruntung saat ini. Dia sudah mendapatkan Haruhiko dan tak ia duga dalam sebulan pertama perjalanannya, dia akan mendapatkan dua pelayan bahkan sebelum dia memiliki status kebangsawanannya sendiri.
"Kalau begitu… Aku merasa terhormat bisa berada di posisi sebagai Tuan yang kau layani, Rossweisse,"
Setelah itu Rossweisse memberikan hormat seperti layaknya seorang penyihir yang akan memberikan sumpah setianya kepada Tuan yang akan dilayani nya.
"Sebagai awal dari tujuanku, kuperintahkan kau untuk membantuku menaklukkan paus iblis,"
"Baik!"
Beginilah saat saat Naruto mendapatkan penyihir yang akan selalu setia kepadanya meski ke depannya nanti penyihir tersebut akan tahu tujuan Naruto lainnya dari mendapatkan posisi kebangsawanan tersebut.
.
.
.
.
.
xxx0xxx
"Hmm… Siapa pemuda itu?"
Saat ini, Earl Villar Constance dan Margaret Odius yang merupakan penyihirnya sedang mengamati situasi di pantai dari kejauhan. Yang mereka perhatikan sejak tadi menggunakan teropong adalah Naruto, orang yang memimpin para petualang disana. Mereka tampak menyiapkan beberapa rangkaian sihir yang rumit untuk dijelaskan.
"Rangkaian sihir yang mereka buat kebanyakan tak biasa untuk digunakan saat bertarung. Terutama rangkaian yang disiapkan sendirian oleh pemuda berambut pirang itu, Villar-sama,"
Bahkan seorang penyihir sekelas Margaret saja tidak mengetahui model rangkaian sihir tersebut.
"Hmm… Apa dia bawahan Gazelle-dono?" tanya Villar dengan sebuah senyuman tipis di wajahnya.
"Saya tidak yakin, Villar-sama… Nampaknya dia hanya seorang penyihir petualang biasa dengan kemampuan sihir yang aneh?"
Jawaban Margaret entah kenapa tidak bisa memuaskan rasa penasaran Villar. Ada satu hal yang dia perhatikan saat Margaret menyimpulkan bahwa orang itu adalah penyihir. Yang dia perhatikan adalah pedang yang dibawa oleh Naruto.
"Entahlah, aku sendiri tidak yakin kalau dia adalah seorang penyihir," jawab Villar.
"Eh!?"
"Coba kau lihat apa saja yang dia bawa di tubuhnya?"
Margaret baru sadar ketika dia memperhatikan sebuah pedang dengan satu mata pedang atau biasa disebut katana, kini tersarang di sarung pedang yang terikat di punggung Naruto.
"Dia seorang pendekar pedang yang bisa menggunakan sihir serumit itu?"
Kali ini ekspresi Margaret benar benar menarik untuk disimak oleh Villar karena sangat jarang wanita di sebelahnya itu bisa menunjukkan ekspresi terkejut semacam itu.
"Yah… Lebih baik kita perhatikan apa yang akan mereka lakukan…"
.
.
.
.
.
xxx0xxx
"Semua persiapan sudah selesai, nak…" kata Gazelle kepada Naruto saat mereka berkumpul di tenda besar yang ada di bagian pos penjaga pantai.
"Sekarang kita hanya tinggal tunggu malam tiba untuk memulai misi penaklukkan ini.
Segala kondisi yang diperlukan untuk menghadapi paus tersebut sudah terpenuhi. Bahkan Naruto sudah mempersiapkan semua lingkaran sihir yang akan diaktifkan oleh penyihir petualang yang nantinya akan diletakkan di kapal. Sekarang mereka semua hanya tinggal menunggu waktu saja sebelum mereka memulai penaklukkan yang akan diikuti oleh 10 orang prajurit Artuk dan 10 orang petualang. Jumlah ini lebih banyak dari yang Naruto harapkan.
Para prajurit yang mengetahui kehadiran Villar nampaknya dipaksa bungkam oleh Villar. Dia tidak ingin Gazelle mengetahui keberadaannya di kota ini. Dia ingin mengamati Gazelle dari kejauhan tapi entah kenapa Villar merasa pengambilan keputusan, rencana dan orang yang memimpin semua ini bukanlah Gazelle Stronoff melainkan Naruto. Sejak tadi, Villar dari tempat yang jauh namun sangat strategis untuk mengamati, dapat melihat Naruto lah yang mengatur semuanya.
Dia semakin dibuat penasaran dengan siapa pemuda itu?
Malam pun akhirnya tiba, semua pasukan yang tergabung dalam misi penaklukkan ini segera bersiap di posisi mereka masing masing termasuk Naruto di bibir pantai yang ditemani Rossweisse dan dua penyihir di belakangnya bersama Haruhiko juga.
"Gazelle-san… Aku ingin kau ada di salah satu kapal…"
"Aku mengerti…"
Semuanya benar benar sudah siap untuk memulai rangkaian tindakan awal mereka dalam misi ini.
"[Magic Circle's Activated]"
Dengan satu kali gumaman dalam hati, Naruto mengaktifkan sihir yang membuat sebuah gelombang suara berfrekuensi rendah untuk diterima oleh alat penangkap sinyal dari tubuh paus iblis tersebut. Frekuensi yang dihasilkan benar benar tidak bisa didengar oleh orang orang bahkan mereka tidak tahu apakah sihir tersebut sudah aktif atau belum. Yang tahu hanya Naruto, sebagai orang yang mengaktifkannya.
Sudah tiga puluh detik sejak sihir diaktifkan dan belum ada tanda tanda kemunculan paus tersebut.
"Apa kita gagal…?" tanya Haruhiko.
"Tidak… Aku bisa merasakan kekuatannya," jawab Rossweisse.
Semenit kemudian, lautan yang tenang tiba tiba menjadi kacau karena sebuah kemunculan makhluk raksasa disana. Ombak menyapu kapal tapi dengan sihir yang diaktifkan oleh 6 penyihir dari dua kapal membuat kondisi kedua kapal lebih seimbang.
"Sihir ini berfungsi untuk menjaga keseimbangan kapal dari ombak yang datang…" kata salah seorang penyihir di kapal. Mereka tampak cukup terkejut dengan rangkaian sihir yang dipersiapkan Naruto.
Mereka hanya tinggal mengaktifkannya dengan cara menyalurkan aliran sihir mereka kesana. Ini benar benar sebuah penemuan sihir yang hebat. Tak pernah terpikirkan bahwa mereka bisa mengaktifkan rangkaian sihir orang lain dengan hanya mengalirkan aliran sihir mereka. Mereka sadar bahwa Naruto menerapkan konsep penggunaan alat alat sihir ke dalam rangkaian sihir di kapal ini.
"Dia mengubah kapal ini menjadi alat sihir…"
Kata salah seorang penyihir yang menyadarinya.
"B-Bagaimana mungkin…?"
Tapi ini bukan saatnya mereka kagum dengan kemampuan Naruto karena musuh mereka akhirnya datang. Dengan tubuh besar bertanduk, penuh lambang aneh di sekujur tubuh, aura kegelapan, dan panjang mencapai 30 meter, dia mampu membuat suara teriakan yang menggema dan menimbulkan gelombang ombak menuju ke arah Naruto.
"Aktifkan!"
"[Magic Shield]"
Mereka menahan ombak itu hanya dengan sebuah tameng sihir biasa dari tiga penyihir tidak termasuk Naruto.
"Kurama… Bantu aku!"
Dari pundak Naruto, Kurama segera turun merubah wujudnya menjadi rubah berukuran besar. Dia mengeluarkan kemampuannya berupa hawa intimidasi kepada binatang iblis lainnya. Nampaknya kekuatan itu tidak berpengaruh besar kepada binatang iblis seperti paus iblis yang selevel dengan Kurama.
"Itu cukup, Kurama…"
Dengan bantuan Rossweisse, Naruto mengaktifkan sihir rantai pengekang yang akan membuat paus iblis itu tak bisa bergerak bebas selama 2 menit dengan tambahan 1 menit lagi jika Rossweisse mampu menahannya selama itu. Tak hanya berasal dari mereka, tapi sebuah [Magic Shield] diaktifkan oleh para penyihir di kedua kapal untuk semakin menghalangi pergerakan paus iblis itu.
"Sisanya kuserahkan padamu, Rossweisse!"
"Aku mengerti, Toruna-sama!"
Setelah itu, Naruto melesat dengan cepat menggunakan semacam sihir yang membuatnya mampu berlari di udara. Dia tidak terbang melainkan membuat sebuah [Magic Shield] di setiap langkah nya menuju ke arah paus iblis tersebut.
"Sangat pintar… dia menggunakan [Magic Shield] untuk melangkah di udara. Mungkin terlihat mudah, tapi untuk membentuk konsep nya sendiri dalam pikiran itu cukup sulit," komentar Rossweisse.
"Gazelle-san! Bantu aku!"
"Aku mengerti!"
Dengan aba aba Naruto, Gazelle menghunuskan pedangnya dan bersiap menggunakan tebasan terkuatnya. Dia melompat ke udara setinggi mungkin hingga posisinya tepat berada di atas paus iblis itu sendiri. Paus iblis itu tidak tinggal diam merasakan aura hebat yang dikeluarkan oleh Gazelle. Dia menembakkan sebuah meriam air yang dahsyat kepada Gazelle dalam kondisi nya yang terkekang.
Dalam posisinya, Gazelle tentu tidak mengira bahwa ini akan terjadi, akan tetapi Naruto sudah memperkirakan hal ini sebelumnya.
"Jangan khawatirkan itu! Lakukan saja tebasanmu!"
Naruto menciptakan dua lingkaran sihir besar yang mampu mengendalikan meriam air dahsyat milik paus iblis itu. Nampak dia sedikit kesulitan mengendalikannya karena tekanan yang begitu dahsyat tapi hasilnya dia mampu menyelamatkan Gazelle dari serangan tersebut.
"Sekarang, Gazelle-san!"
"Heyyaaaaaa!"
SLASSSSHHH
Sebuah suara tebasan yang dahsyat dihasilkan dari pedang Gazelle barusan. Sayatan mengerikan itu nyatanya hanya mampu menembus lapisan luar dari kulit paus iblis tersebut. Dan hal itu membuat seisi pasukan terkejut karenanya kecuali Naruto yang menunjukkan senyumannya seolah dia sudah memprediksi bahwa tebasan Gazelle hanya akan menembus lapirsan luar kulitnya.
Naruto menciptakan sebuah [Magic Shield] lagi sebagai tempat Gazelle berdiri.
"Tebasan Gazelle-sama tidak mampu menembusnya! Kita gagal!"
"Tidak! Kita belum gagal!" kata Gazelle kepada pasukan penaklukkan ini.
Naruto menciptakan banyak sekali [Magic Shield] untuk ia tapaki satu persatu semakin ke atas hingga akhirnya dia membalikkan tubuhnya seolah akan menjatuhkan dirinya ke paus itu. Itulah saat terakhir kali dia menciptakan [Magic Shield] sebagai pijakannya yang akan ia gunakan sebagai pantulan menuju ke bawah dan tepat ke arah paus iblis tersebut.
"Dengan ini selesai!"
Naruto melemparkan pedangnya sekuat tenaga dengan dialiri elemen petir di sekujur bagian pedangnya. Pedang itu menancap tepat di bekas luka yang diberikan oleh Gazelle. Tentu saja pedangnya masih belum mencapai bagian terdalam tubuh paus iblis tersebut… akan tetapi dengan seluruh tubuhnya, Naruto melesat dengan posisi kaki yang akan menginjak gagang pedang tersebut.
"Mati kau!"
JLEBBBB
Pedang itu tertusuk semakin ke dalam dengan aliran petir setelah Naruto menginjak pedangnya sendiri dan memaksa pedangnya terdorong masuk ke dalam tubuh paus iblis tersebut. Suara teriakan paus iblis tersebut tak dapat dihindari namun teriakan itu tak berselang lama, sebelum akhirnya paus tersebut takluk karena seluruh syarafnya mati akibat aliran listrik yang masuk ke dalam tubuh paus tersebut.
Seluruh anggota pasukan baik dari pasukan Artuk maupun petualang hanya terdiam tak percaya melihat pemandangan itu. Seorang bocah berusia 15 tahun yang bahkan baru mereka kenal sehari itu mampu mewujudkan ekspektasi mereka terhadapnya dalam waktu singkat. Yaitu membunuh paus iblis yang selama sebulan ini tidak mampu mereka taklukkan.
"Hmphh… Bocah yang benar benar menarik.." kata Gazelle dengan senyuman yang terukir di wajahnya.
"Anda berhasil, Toruna-sama…" kata Rossweisse dengan senyumannya yang terlihat begitu bahagia.
"M-Menakjubkan… Hanya dengan serangan yang efektif seperti yang dia bilang.." kini Haruhiko yang dibuat tidak percaya.
Sedangkan itu, menyaksikan dari kejauhan… Villar dan Margaret dibuat tidak percaya dengan aksi gila dari Naruto. Sebuah senyuman kemudian juga turut terukir di wajah Earl dari Artuk ini.
"Segera pertemukan aku dengan pemuda itu besok…!"
"B-Baik, Villar-sama…"
Disana… Berdiri di atas pedangnya, adalah Naruto yang sedikit menerima dampak dari sihir elemen petir miliknya sendiri. Dia hanya menunjukkan sebuah ekspresi datar seolah menduga hal ini pasti terjadi. Dia sama sekali tidak terkejut dengan keberhasilan yang sudah diduganya ini. Jauh jauh hari dia sudah mempersiapkan ini semua demi awal dari tujuannya… Tujuan yang dilambangkan dengan sorot mata tajam di wajahnya sekarang.
TBC
.
.
.
Tes Tes… Shiba desu. Sesuai janji, aku update hari Selasa. Maaf kalau pendek dan hanya 4000 word. Tadinya aku berniat memanjangkannya lagi tapi aku ya begitulah... kurang semangat entah kenapa. Ah iya ada pertanyaan kemarin… mengenai Apa tidak apa apa Naruto usia 15 tahun dibuat pemikirannya semengerikan itu?
Tidak apa apa… ini hanya fiksi… jika kalian suka menonton anime atau membaca manga dan novel. Coba lihat anime Monster… karakter antagonis mereka bernama Johan itu lebih mengerikan.. dia cuma manusia biasa. Anime itu tidak ada sihir atau hal supranatural… hanya anime dengan manusia biasa dengan latar tahun 70-90 an. Dan antagonis nya Johan sudah punya pemikiran yang benar benar… terlalu… mengerikan sejak usia nya bahkan belum 10 tahun. Bahkan di anime itu dia disebut sebut The Next Adolf Hitler.
Ya itu adalah salah satu anime favoritku… anime lama sih tapi bagus sekali bahkan sering disebut Masterpiece. Ya itu saja, chapter selanjutnya bakal ada hmm ya kalian tebaklah sendiri bagaimana. Tapi yang jelas setelah ini aku mau update Fate of My Adolescence dulu… update ini terus terusan bikin otakku lelah. Jadi untuk chapter 5 fic ini… hmm… hari… ya… seminggu lagi lah, tapi bisa saja lebih cepat kalau aku bersemangat. Karena kalau aku sedang semangat, jujur satu chap sehari dengan jumlah word sekitar 4000-5000 pun aku sanggup.
See you in next chapter
