Author : MinMi Polarise
Title : My Diary
Main Pair :
(HaeHyuk) Lee Donghae x Lee Hyukjae a.k.a Eunhyuk
Other Pair :
KyuMin, YeWook, dan Kim Kibum.
Genre : Romance & Mistery
Rated : T
Disclaimer : Pemain di FF ini milik Tuhan, Orang tua masing-masing, diri mereka sendiri, dan tentunya milik ELF. Tapi cerita ini sah milik author.
WARNING!
Shoneun–ai/Yaoi/Boys Love, Typo(s), Alur kecepatan, OOC, No Editing, Gaje, Nggak nyambung, bikin frustasi.
Summary :
Hyukjae menemukan sebuah buku harian di sebuah rumah tua saat ia melakukan penelitian, dan saat itu juga ia bertemu kembali dengan seorang namja bernama Lee Donghae.
A/N :
Readerdeul, sebenarnya Donghae itu tidak meninggal. Kepastiannya bakal terkuak di chapter ini. Untuk darah yang ada di buku itu, author jelasin disini aja deh. Donghae itu ditabrak, tangannya emang berdarah waktu nulis di buku itu. Makannya ada darahnya. Bukan meninggal lho, arra? ^_^b
Urutan dari umur yang lebih tua :
Kim Jongwoon
Lee Sungmin
Lee Donghae
Kim Kibum
Lee Hyukjae
Kim Ryeowook
Cho Kyuhyun
.
.
Happy Reading Chingudeul~!
.
.
Preview Chapter 2
.
.
.
.
Di dalam peti itu terdapat seorang namja dengan wajah pucat namun anehnya, jasad itu tidak berbau. Segera Kyuhyun dan Sungmin menutup kembali peti itu seperti semula. Perlahan Hyukjae mundur, satu langkah, dua langkah dan bergumam. "A–Aiden" Kyuhyun dan Sungmin yang mendengar gumaman Hyukjae segera membalikkan badannya menatap Hyukjae bingung.
"Aiden? Jadi, dia Aiden yang kau maksud, Hyukkie?" tanya Sungmin tak percaya. "Ne hyung, dia Aiden. Tunggu!" segera Hyukjae mengobrak–abrik tas ransel kecilnya dan mengeluarkan buku diary yang ia temukan.
Ia membuka halaman keenam buku itu. Namun ia baru tahu kalau halaman keenam buku itu tertempel dengan halaman ketujuh. Dengan perlahan–lahan, ia pisahkan kedua kertas itu. Tak lama, kedua kertas itu terlepas dan ada sebuah tulisan dengan sedikit bercak darah disampingnya.
'Saranghaeyo Monkey, Myeolchi, Anchovy, Hyukjae, Eunhyuk, Hyukkie chagi. Aku mencintaimu sampai kapan pun. Maafkan aku telah meninggalkanmu untuk selamanya.
Your Love,
Lee Donghae, Aiden Lee, Fishy, Ikan'
Hyukjae membaca itu dengan suara yang agak keras dan sedikit terisak. Kyuhyun dan Sungmin yang mendengar isi cerita yang Hyukjae baca seketika membulatkan mata mereka, termasuk Hyukjae.
"Jadi..."
.
.
Chapter 3
.: My Diary :.
.
.
"Jadi..." ucap Hyukjae lirih. Ia jatuh tersungkur dilantai dan bersandar pada dinding bercat cream itu. Sungmin yang melihat itu segera berlari dan memeluk Hyukjae yang tiba–tiba terlihat lemah. "Kyu, lebih baik kau hubungi tim Kibum" perintah Sungmin, Kyuhyun pun menangguk dan berjalan keluar gudang tersebut. Kyuhyun tak pergi, hanya keluar saja. Ia berhenti didepan pintu dan menghubungi Kibum.
Tutt.. Tutt.. Tu–
"Yeoboseyo hyung?" ucap Kyuhyun terlebih dulu.
"Yeoboseyo, Kyu. Waeyo?"
"Hyung, secepatnya kau, Yesung hyung dan Wookie hyung ke gudang, ne? Kami sudah menemukan 'sesuatu'. Arra?" suruh Kyuhyun. Disebrang sana, Kibum mengangguk serta memasang senyum tipis.
"Arra, aku dan yang lainnya akan segera kesana. Pipp" telepon itupun terputus. Baru saja Kyuhyun ingin masuk tetapi Sungmin sudah keluar dengan memapah Hyukjae. "Hyukkie hyung kenapa, hyung?" Kyuhyun bertanya dengan lirih. Terlihat dari nadanya jika ia khawatir.
Bukan khawatir karena ada apa–apanya. Ia khawatir karena ia adalah ketua dan Hyukjae adalah anggota. Sebagai ketua, jika ada yang terjadi dengan anggotanya harus bertanggung jawab kan? Itulah yang dikhawatirkan Kyuhyun.
"Gwaenchana. Hyukkie hanya kelelahan, mungkin kita memang harus istirahat dulu Kyu" Sungmin menatap Kyuhyun dan kembali menatap Hyukjae. Ia sedikit khawatir juga dengan keadaan Hyukjae. Lihat saja, mata bengkak sehabis menangis, wajah pucat, dan keringat yang mengalir deras dari dahinya tanda ia kelelahan.
"Baiklah hyung. Tapi akan lebih baik jika menunggu Yesung hyung dan Wookie hyung saja" saran Kyuhyun. Sungmin hanya mengangguk. Tak lama, datanglah Kibum, Yesung, dan Ryeowook.
Ryeowook yang awalnya santai, seketika terkejut karena melihat Hyukjae yang ada disamping Sungmin. "Aigo hyung! Hyukkie hyung kenapa?" tanya Ryeowook menggelegar. "Gwaenchana Wookie. Hyukkie hanya kelelahan saja" jawab Sungmin sambil tersenyum. Ryeowook menghela nafas lega dan menatap Kyuhyun intens.
Kyuhyun yang mengerti arti tatapan Ryeowook segera berkata "Baiklah, aku minta untuk Yesung hyung dan Wookie hyung menemani Minnie hyung dan Hyukkie hyung ke perpustakaan karena melihat kondisi Minnie dan Hyukkie hyung kurang memungkinkan. Sementara aku dan Kibum hyung akan meneliti tentang Donghae yang ada didalam"
Ryeowook pun berdiri "Ayay kapten!" teriaknya seperti peran di Spongebob Squarpants. Empat orang yang berada disana hanya bisa sweetdrop –Hyukkie nggak dihitung ya. Dia tidur kelelahan dipelukan Sungmin– namun Ryeowook dengan PD–nya tetap nyengir sumringah. Mungkin karena dia senang sudah mendapatkan bukti akhir dari penelitian ini dan selesai juga tugasnya dan teman–temannya.
Kyuhyun and Kibum Side...
"Hyung, apa Donghae ini benar–benar sudah meninggal? Aku sedikit ragu hyung" Kyuhyun bertanya pada Kibum saat mereka telah memasuki gudang itu lagi. "Molla Kyu. Hyung juga sedikit bingung. Sebentar" jawab Kibum yang juga tak mengerti dan berjalan kearah peti Donghae.
Ia ulurkan tangannya untuk memegang pergelangan tangan Donghae yang sedikit dingin itu. "Kyu! Dia masih hidup! Coba kau rasakan ini, urat nadinya masih terasa namun pergerakkannya sedikit lemah" tanpa ragu–ragu Kyuhyun ikut mengulurkan tangannya dan juga merasakan pergerakkan urat nadi Donghae.
"Ne hyung. Kita harus kabari Hyukkie hyung!" ucap Kyuhyun senang dan segera mengajak Kibum untuk menemui Hyukjae.
.
.
Paginya...
"Hyung, apa Hyukkie hyung bangunnya lama? Dia itu tidur atau pingsan sih?" tanya Kyuhyun sewot pada Yesung. "Molla Kyu. Tanya saja pada bunny–mu itu" jawab Yesung acuh dan berbalik menghadap Ryeowook disampingnya. "Aish! Dasar hyung pabbo itu!" gerutu Kyuhyun dan..
BUKK!
"Aww! Appo hyung. Kenapa hyung memukul kepalaku sih? Apa hyung mau, otak encer dan jeniusku ini jadi rusak seperti otak hyung?" tanya Kyuhyun sewot karena Yesung baru saja memukulnya. "What? Kau kira aku tak mendengar gerutuanmu, evil maknae? Kau bilang aku pabbo? Hey, aku ini hyungmu yang tertampan. Jangan menghina ya kau!" ancam dan narsis Yesung pada Kyuhyun.
"Aish, habis hyung ditanya seperti tak niat menjawab saja. Aku kan cuma nanya, apa Hyukkie hyung bangunnya masih lama? 1 jam lagi kan kita akan pulang. Lagipula aku ingin memberitahu sesuatu pada Hyukkie hyung dan kalian semua kalau Donghae itu tidak meninggal" jelas Kyuhyun panjang lebar dengan sewotnya karena kesal dengan Yesung.
Baru saja ia selesai menjelaskan tiba–tiba terdengar teriakan menggelegar dan membahana "MWO? Jadi Donghae tak meninggal? Yeyy~!" seketika anggota lainnya menatap Hyukjae intens. Dari tatapan mereka semua, dapat terlihat apa yang mereka katakan. Bagaimana–kau–bisa–mendengar–?
"Eh? Hehehe" Hyukjae nyengir watados dan mengangkat kedua jari tengah dan telunjuknya membentuk 'V' sign. "Jadi, benar Donghae tak meninggal?" tanya Ryeowook yang diberi anggukan oleh yang lainnya.
"Ne, benar. Kemarin aku dan Kibum hyung mengecek pergerakkan urat nadinya. Ternyata urat nadinya masih bergerak walaupun pergerakkannya sangat lemah" jelas Kyuhyun dan yang lainnya hanya ber–oh–ria.
.
.
Setelah semua anggota sudah bangun, Kyuhyun dan yang lainnya memutuskan untuk segera pulang karena memang jadwal mereka menginap di tempat itu hanya tiga hari. Selama diperjalanan, Hyukjae nampak murung dan hanya diam disamping Sungmin. Ia terus menatap jendela sembari mendengarkan lagu dari ponselnya menggunakan headset.
"Hyukkie, waeyo? Kau nampak murung. Biasanya kau yang paling bersemangat" tanya Sungmin bingung dan khawatir. "Molla hyung. Aku merasa gelisah dan... Kurang yakin dengan Donghae. Sungguh hyung, aku ingin dia sadar dan aku ingin melihat senyumnya itu" jawab Hyukjae setelah sebelumnya melepas headset dari kedua telinganya dan menghembuskan nafas berat.
Tiba–tiba, Kyuhyun –yang berada disamping Sungmin– langsung menyahut. "Oh iya hyung. Aku baru ingat kalau Donghae itu bisa sadar jika diberi ramuan herbal. Kurasa, aku pernah mengenal seseorang yang ahli dalam pengobatan herbal tetapi aku lupa namanya. Eumm, oh ya! Aku ingat tempat tinggalnya. Aku yakin kau pasti menginginkan Donghae sembuh kan hyung? Aku, Sungmin hyung dan yang lainnya bersedia kok menemanimu pergi kesana" tawar Kyuhyun. Hyukjae tersenyum lebar dan mengangguk. Sementara Sungmin tersenyum lembut.
'Baru kali ini Kyunnie baik sekali. Hihihi' batin Sungmin heran pada sikap Kyuhyun yang kelewat baik, dan pertanyaan batinnya pun terjawab. "Tumben Kyu kau baik dan bijaksana kali ini. Hahaha :D" heran Hyukjae sementara Kyuhyun langsung cemberut.
"Yak hyung! Baik–baik aku sudah membantumu!" rajuk Kyuhyun lalu melipat tangannya didepan dadanya. "Hahaha, aku bercanda Kyu. Gomawo ne?" Hyukjae kembali tersenyum cerah dan juga kembali menatap keluar jendela sambil bersenandung kecil.
.
.
Sepulang dari desa Itaewon, Kyuhyun dan para anggotanya bergegas ke universitas mereka –Seoul International University–. Sesampai disana, mereka disambut dengan tatapan–tatapan kagum dari mahasiswa mahasiswi di universitas tersebut.
Mereka semua hanya tersenyum senang dan bangga akan keberhasilan mereka. Terutama Kyuhyun selaku leader. Tak lama, mereka sampai di sebuah ruangan yang sangat terjaga kebersihannya, yaitu ruangan dosen yang memberi mereka tugas ini –Kim Songsaenim–
Tok tok tok..
"Siapa?" seru seseorang didalam ruangan tersebut, yang tak lain dan tak bukan adalah Kim songsaenim. "Saya Kyuhyun dan saya datang bersama anggota saya, songsaenim" ujar Kyuhyun. "Masuk" perintah Kim songsaenim singkat. Segera mereka berbondong–bonding masuk kedalam ruangan itu dan Kyuhyunlah yang duduk didepan dosen tersebut.
"Bagaimana penelitian kalian? Berhasil?" tanya dosen tersebut was–was. "Tentu songsae. Kami berhasil membuka rahasia rumah tua itu" jawab Kyuhyun bangga namun juga tak meninggalkan sopan santunnya.
"Apa ada buktinya?" dosen itu terus bertanya akan keberhasilan penelitian mereka. Kyuhyun segera memerintah Hyukjae agar memperlihatkan buku diary dan handycame–nya. Selang beberapa waktu, akhirnya dosen itu selesai juga meneliti kebenaran bukti yang mereka berikan. Dosen itu tersenyum –lebih tepatnya menyeringai–
Kim songsaenim berdiri dari tempat duduknya dengan wajah garang. Ia berjalan pelan ke arah Kyuhyun. Sementara Kyuhyun sudah dag dig dug. "Cho Kyuhyun–" ucapan dosen itu sengaja tak dilanjutkan. Sambil membawa buku diary dan handycame milik Hyukjae, Kim songsaenim berjalan pelan ke arah Hyukjae dan menepuk pundaknya pelan.
Dosen itu berkata lirih pada Hyukjae "Monkey? Yang ku tahu, itu ada julukanmu" jantung Hyukjae serasa ingin keluar. 'Kenapa Kim songsae tau jika ini berhubungan denganku?' batinnya gelisah. Namun anehnya, dosen itu kembali berjalan ke arah Kyuhyun –didepan Hyukjae– dan berkata yang membuat Kyuhyun dan mereka semua kaget dan juga senang.
Dosen itu menepuk pelan pundak Kyuhyun dan melanjutkan kata–katanya "–Kau sungguh jenius! Aku bangga padamu!" seketika Kyuhyun tersenyum dan mendongakkan wajahnya –yang sedari tadi ditundukkannya–.
"Gomawo, Kim songsaenim" Kyuhyun berterima kasih dan membungkukkan badannya hormat, diikuti anggota lainnya. "Kalau begitu, kami permisi" pamit Kyuhyun dan berbalik ke arah pintu setelah sebelumnya –kembali– membungkukkan badannya.
Sesampai diluar ruangan tersebut, mereka semua menghela nafas lega. "Hahh! Akhirnya selesai juga misi kita ini!" teriak Ryeowook. "Belum hyung, kita harus membantu Hyukkie hyung mencari obat herbal untuk Donghae" jelas Kyuhyun, anggota lainnya pun mengangguk sementara Hyukjae menatap temannya satu persatu. Tatapannya mengisyaratkan kata 'gomawo'.
"Kapan kita akan mencari obat itu?" tanya Kibum pada Kyuhyun. "Entahlah. Aku akan mencari tau dulu. Karena kurasa aku pernah mengenal seorang ahli pengobatan herbal. Kalau tidak salah namanya–" ucapan Kyuhyun terpotong sejenak karena ia berusaha memikirkan nama ahli pengobatan tersebut.
"–ah ya! Namanya Jisub haraboji. Ia tinggal didesa Itaewon juga. Namun perjalanan dari rumah tua ke rumah Jisub haraboji memakan waktu sekitar satu jam" akhirnya Kyuhyun pun mengingat nama haraboji tersebut. Jisub adalah seorang kakek–kakek namun masih kuat untuk meramu obat herbal. Obat herbal itu alami ia ambil dari sebuah bukit dan pegunungan yang udaranya masih sejuk dan segar.
.
.
Kini Kyuhyun dan teman–temannya telah sampai di sebuah rumah kecil yaitu, rumah Jisub haraboji. Kyuhyun berjalan pelan dan mengetuk pintu kayu tersebut.
Tok tok tok..
Cklek..
Pintu itupun terbuka dan keluarlah seorang kakek–kakek tua yang tak lain adalah Jisub sendiri. "Ada perlu apa?" tanya Jisub sambil mempersilahkan Kyuhyun dan teman–temannya untuk masuk. "Kami butuh obat herbal untuk teman kami. Ia sudah tertidur selama 5 tahun karena pengaruh obat tidur" jelas Kyuhyun. Jisub mengangguk dan berjalan kesebuah lemari –penyimpanan obat herbal– tak lama ia kembali dan duduk didepan Kyuhyun.
"Minumkan saja ramuan ini padanya. Dalam hitungan beberapa hari, ia akan tersadar. Namun, karena dia sudah tertidur lama ia bisa..." jelas Jisub dan Kyuhyun hanya mengangguk. Tak lama, Kyuhyun berpamitan karena ingin segera mengobati Donghae.
Seperti biasa, diperjalanan Hyukjae nampak riang. Berbeda dengan Kyuhyun. Kyuhyun takut Hyukjae akan kecewa karena Donghae bisa menjadi apa seperti yang dijelaskan Jisub.
Flashback
"Minumkan saja ramuan ini padanya. Dalam hitungan beberapa hari, ia akan tersadar. Namun, karena dia sudah tertidur lama ia bisa melupakan orang terdekatnya. Mungkin dia akan mengenal kalian semua. Tapi seperti yang kau ceritakan bahwa namja manis itu –Hyukjae– adalah teman dekat Donghae yang kau maksud, bisa saja Donghae itu lupa pada namja manis itu" sedetik kemudian Kyuhyun sedikit kecewa. Dia tak ingin Hyukjae yang sudah ia anggap hyungnya sendiri itu akan menangis kembali.
Ah ya, author lupa memberi tahu bahwa Sungmin, Hyukjae, dan Donghae adalah teman semasa kecil. Jadi Sungmin juga mengenal Donghae.
Tapi bukan Kyuhyun namanya jika belum berusaha dan putus asa. "Hahh, baiklah, kami permisi haraboji. Jeongmal kamsahamnida" ucap Kyuhyun dan membungkukkan badannya sedikit lalu berbalik menghampiri teman–temannya yang menunggu didepan pintu.
"Bagaimana Kyu? Ada?" Sungmin segera memberi pertanyaan Kyuhyun begitu juga yang lainnya. "Ada hyung" jawabnya seraya tersenyum tipis. "Yeyy!" seru Hyukjae membuat yang lainnya tersenyum senang kecuali Kyuhyun.
Flashback End
Kibum yang menyadari ketidak semangatan Kyuhyun segera menghampiri Kyuhyun yang duduk di kursi paling belakang. "Kyu, waeyo? Kau nampak murung dari tadi" tanya Kibum dan duduk disebelah Kyuhyun.
"Eumm, hyung jangan bilang siapa–siapa ne? Terutama Hyukkie hyung" Kyuhyun sedikit memiringkan badannya menghadap Kibum. "Arraseo. Wae?" Kyuhyun pun menceritakan apa yang dikatakan Jisub tadi. "Begini hyung. Kata Jisub haraboji, jika Donghae sadar ia bisa mengingat kita, tapi mungkin dia akan melupakan teman dekat atau orang yang ia sayangi. Kau tau kana pa yang aku maksud. Hyukkie hyung" di akhir kalimat suara Kyuhyun makin mengecil.
"Sudahlah Kyu. Optimis saja, siapa tau nanti Donghae tidak seperti itu" Kibum berusaha menenangkan Kyuhyun yang nampak khawatir. "Ne hyung. Biarkan saja dulu Hyukkie hyung senang" Kyuhyun kembali menghadap kedepan lalu mengeluarkan iPhone–nya. Memasangkan kedua headset dikedua telinganya. Mencoba untuk merilekskan dirinya sendiri.
.
.
Sudah diputuskan bahwa Donghae akan dibawa ke apartement Hyukjae saja karena memang Hyukjae yang paling mengenal Donghae. Sepulang dari desa Itaewon, Hyukjae meminumkan ramuan itu pada Donghae. Ia terus menjaga, dan menunggu Donghae untuk sadar. Hyukjae berusaha tegar padahal hatinya sungguh sakit melihat keadaan Donghae.
Keesokkan harinya Hyukjae tak kuliah karena dosennya tak bisa hadir. Akhirnya ia pun menemani Donghae, ia berbicara dengan Donghae. Walaupun Donghae tak akan bisa menjawab ataupun mendengar, tapi Hyukjae tetap terus berbicara.
"Kau tau Hae, dulu itu kau pernah menciumku. Haha, tapi sayangnya appa mengusirmu. Semalaman aku tak bisa tidur Hae memikirkanmu. Jadi kumohon, kau bangun ne?" seusai berbicara begitu, kantuk menyerang Hyukjae. Ia pun tertidur, bersandar pada kasur Donghae dan menggenggam erat tangan Donghae yang mulai menghangat.
Tak lama, tangan Donghae bergerak, berbalik menggenggam tangan Hyukjae. Perlahan kelopak matanya terbuka, memperlihatkan mata indahnya yang selama 5 tahun tak pernah terbuka. Hyukjae yang menyadari pergerakan tangan Donghae agak terusik dan bangun dari tidurnya. Ia mengucek–ngucek matanya dan masih merasa ngantuk.
Perlahan–lahan ia kumpulkan kesadaraannya dan memandang lekat Donghae. "HAEE!" seru Hyukjae dan memeluk Donghae yang masih cengo. Donghae yang bingung segera melepas pelukan Hyukjae dan bertanya pada Hyukjae. "K–kau si–siapa?"
.
.
.:ToBeContinue:.
Hyahh! Makin nggak jelas ya ceritanya.. Aduhh, mianhae, author lagi kekurangan ide u,u dan jeongmal gomawo for EviLisa2101 karena sudah memberi inspirasi kelanjutan ff ini ^^
Jeongmal Gomawo untuk reviewnya. Mian author hanya membalas review yang ada namanya saja.. Karena banyak yang menggunakan nama guest.
desroschan : Ne chingu. Mianhae updatenya lama. Gomawo..
riaadinata : eon, Donghae kagak mati. Dia masih hidup. Author tak tega membuat Donghae mati hiks. Eunhyuk? Bakal ada konflik abis ini eon. Review terus ne, gomawo..
Endah SpencerLeeHyukjae : Donghae nggak mati chingu. Author gak tega bikin Hae mati. Dia cuma dalam pengaruh obat tidur. Gomawo reviewnya..
futari chan : Hehe, jeongmal gomawo sudah review dan mem–fave ff saya yang nggak jelas ini *deepbow*
Flamints597 : Arraseo eon, mian lama update. Gomawo reviewnya..
EviLisa2101 : Eonnie! Akhirnya aku ngikutin saran eonnie aja. Mampet ide eon.. hehe ^^v Iya iya eon.. Ini udah dilanjut.. Mian ne updatenya lama.. Gomawo.. :)
Sekali lagi gomawo readerdeul #hug Auhtor minta tolong ne, kalau review di kasih keterangan nama juga. Jadi enak balas reviewnya.
Kalau ada yang ingin menanyakan tentang ff ini atau berkenalan dengan author *PD–nya* #pundung bisa follow author di twitter –at–_memell dan juga bisa add author di FB Melisa Arumsari (FoFril : pasir bertuliskan Lee Donghae)
Okay, segitu aja bacotan author :) Annyeong~
Sign,
Lee Minmi 'Polarise'
