Kami benar-benar terharu karna fic ini ternyata banyak yang me-review TAT, kami akan lebih berusaha lagi~!
Baiklah ini chapter ketiganya~ silakan~
.
.
Disclaimer: bukan punya Uzu dan Yui
Warning: OOC, OC typos, EYD diragukan, dan lain sebagainya
.
.
Chapter 3: Kisaragi Attention
.
Seorang gadis bersurai jingga pendek dikuncir samping berlari menghindari orang-orang yang mengejarnya. "Huaaaaaa!", teriak gadis itu –Momo-, dengan cepat dia berbelok kearah gang kecil dan sialnya gang itu dibatasi dengan pagar kayu yang lumayan tinggi, "G-gawat!"
Derap langkah orang-orang yang mengejar Momo terdengar makin dekat diselingi teriakan-teriakan, "Dimana Momo-chan?!", "Larinya cepat sekali", atau semacamnya. Momo melihat keujung gang tempatnya bersembunyi, "Hahh...se-setidaknya aku bisa aman disini..."
"Aman? Kau pikir kau bisa aman?", kata seseorang dengan nada yang dapat membuat Momo bergidik, Momo terjingkat lalu mendongakkan kepalanya, "Si-siapa kau?"
Diatas pagar kayu itu, seorang gadis yang memakai hoodie berjongkok diatas pagar itu dan membelakanginya. Momo tidak bisa melihat wajahnya tapi entah kenapa Momo yakin kalau gadis itu sedang memasang senyum meremehkan, "Ikuti aku!", perintah gadis itu sebelum melompat turun kebalik pagar, sebenarnya Momo tidak ingin mengikuti gadis tak dikenal itu tapi...
"MOMO-CHAN ADA DISANA~!", teriak salah satu dari orang-orang yang tadi mengejar Momo.
"Hyiiiii~!", Momo terlihat ketakutan, satu-satunya jalan adalah mengikuti gadis tadi. Momo melompat dan meraih ujung pagar dan menaikkan kakinya satu persatu, "Yatta~!", Momo berhasil melompat kebalik pagar kayu itu, dia mencari gadis barusan yang entah kenapa tiba-tiba menghilang, "Mou! Katanya mau membantuku!", teriak Momo.
Dibalik gang kecil itu ada sebuah gang lagi. Momo mengikuti arah gang itu dengan malas, ujung gang mulai terlihat ternyata ujung gang itu terhubung dengan sebuah atap bangunan, sontak saja Momo terlihat panik karna kumpulan fans-nya sudah berkumpul dibawah bangunan itu, "A-apa maksudnya ini?!"
"Apa maksudnya? Aku hanya ingin melihat bonekaku "bermain" dengan boneka yang lain~", kata gadis itu lagi, Momo menoleh kearah kanannya dan menemukan gadis itu berdiri dipagar pembatas, "KAU!", teriak Momo marah.
"Heh!", gadis itu menyunggingkan senyuman aneh kemudian melompat turun dari pagar pembatas itu, meninggalkan Momo.
~~XX~~XX~~XX~~XX~~XX~~XX~~
"Hari ini aku benar-benar sial! Setelah dikejar fans-fans bejibun, kena perangkap gadis aneh, telat kesekolah, dan dimarahi sensei!", gumam Momo sambil menghitung 'kesialan' yang dia dapat dalam sehari ini. Momo menarik nafas dalam-dalam kemudian berteriak, "HUAAAAAAAAAA!", setelah itu kembali duduk ditaman dan meminum minuman kalengnya.
Momo berdiri dari kursi taman, membenahi hoodie merah jambunya kemudian berjalan kepintu taman. Sebelum sepenuhnya keluar, Momo menoleh kekanan dan kirinya memastikan tidak ada sisa-sisa fans yang masih mencoba mengejarnya. Hidup seorang idol memang berat...
"Yosh! Aku siap!", kata Momo kemudian keluar dari persembunyiannya, secara tidak sengaja Momo menabrak seorang anak laki-laki, "Ow! Hey, liha-lihat dong kalau jalan! Oba-san!", kata anak laki-laki itu dengan kesal. Momo buru-buru membungkuk, "Ma-maafkan aku!", kata Momo kemudian tersadar dengan panggilan anak laki-laki itu, Momo mengerutkan keningnya, "Hey! Aku masih kelas satu SMA tahu!", ucap Momo tidak terima dipanggil 'oba-san'
Anak laki-laki itu –Hibiya- mendengus kesal, "Aku sedang buru-buru, jangan halangi aku. Oba-san.", Momo melihat brosur yang dipegang Hibiya kemudian menunjuk brosur itu, "Kau juga ingin pergi ketoko itu?", tanya Momo, Hibiya melihat Momo dengan tatapan malas, "Sepertinya. Aku diminta membeli beberapa barang disana. Tapi karna aku tidak pernah kemari, jadi aku...", katanya dengan enggan.
Momo menepukkan kedua tangannya dan ber'oh' dengan pelan kemudian menggantinya dengan tawa kecil, "Haha...jadi kau tersesat? Ya kan?", Momo kembali tertawa kecil, "Melihat penampilanmu dan caramu melihat apapun dengan tatapan heran itu, tidak salah lagi! Kau pasti baru menginjakkan kaki dikota sebesar ini.", terka Momo.
Hibiya lagi-lagi mendengus kesal, "Ke-kenapa kau bisa seyakin itu?", ucapnya dengan sedikit melirik kearah Momo. "Ternyata benar~ aku bisa dengan mudah mengenali orang semacam dirimu.", kata Momo sambil melipat tangannya didepan dada. Hibiya mengalihkan pandangannya kearah lain, "Memangnya kenapa? Kalau hanya itu yang ingin kau katakan. Aku ingin cepat-cepat pergi.", tanyanya dengan ketus. "Heehhh...bukannya kau tersesat?", balas Momo.
"Ya..umm...", Hibiya menggaruk pipinya, memang benar dia sedang tersesat. Ini juga pertama kalinya Hibiya pergi kekota besar seperti ini.
Momo mencondongkan badannya sedikit kearah Hibiya dan (berusaha) tersenyum manis, "Baiklah, nee-san akan mengantarmu ketoko itu. Kebetulan aku juga ingin kesana.", ucap gadis bersurai jingga itu dengan ceria, "Lupakan saja! Memangnya siapa yang mau pergi dengan bibi-bibi sepertimu!"
Dengan cepat dia memukul perut Hibiya, tanpa Momo sadari matanya mulai berubah menjadi merah. "Sudah kubilang! Aku bukan bibi-bibi!", hoodie yang dipakai Momo terlepas, tentu saja tanpa butuh waktu lama orang-orang mulai melirik dan menghampiri Momo dan Hibiya, lebih tepatnya mereka menghampiri Momo.
"Sakit! Apa yang kau lakukan oba—", ucapan Hibiya terhenti melihat segerombolan orang mendekati mereka berdua, Momo melihat orang-orang itu dengan khawatir, "Hey, ini hanya perasaanku atau memang orang-orang ini bersikap aneh?", tanya Hibiya. Momo tidak menjawabnya, malah menarik lengan Hibiya dan membawanya kembali masuk ke gang persembunyiannya tadi, gang itu terhubung dengan sebuah jalan besar dekat sungai.
~~XX~~XX~~XX~~XX~~XX~~
Momo masuk kedalam sebuah gedung yang masih dalam perbaikan, tadi tanpa sengaja dia melepaskan tangan Hibiya dan membuat bocah itu tertinggal. Tapi Momo tidak peduli yang penting sekarang dia sudah selamat dari kejaran orang-orang. "Lagi-lagi aku berakhir seperti ini...aku ingin jadi 'normal'.", Momo menjatuhkan dirinya disana dan menangis.
"Kenapa menangis?", Momo yang kaget dengan suara yang muncul tiba-tiba itu langsung menengok mencari arah suara itu. Seorang gadis yang memakai hoodie hitam sedang duduk di atas pagar memerhatikannya dengan ekspresi khawatir.
"Ah…. Kau Momo Kisaragi, ya? Sepertinya kau sedang dikejar-kejar fansmu lagi~", kata gadis itu sambil melomapt ke arah Momo. "I-iya… Maaf, kalau ada yang bisa ku-", kata-kata Momo dipotong dengan senyuman menenangkan dari gadis bermata kucing tersebut. "Tidak apa-apa. Mereka sudah aku "usir". Tenang saja. Kalau kau mau, aku bisa mengantarmu dan memastikan kau tidak akan dikejar-kejar lagi.", kata gadis itu, entah kenapa kata-katanya sangat menenangkan Momo.
"Terima kasih, tapi tidak perlu. Tidak apa-apa.", kata Momo sambil tersenyum. Gadis itu kembali terlihat cemas. "Kau yakin kau tidak apa-apa?", Momo mengangguk. "Baiklah. Jaa, aku pergi dulu, Momo-san~" "Tunggu dulu! Namamu sia-"
Sebelum kalimatnya selesai, gadis itu sudah menghilang dan meninggalkan Momo yang sedang bengong dan sangat bingung.
Sementara itu...
Dari atas bangunan yang belum jadi itu, seorang gadis berhoodie ungu –Kido- memperhatikan Momo sambil menggenggam hpnya, bukan! Dia bukan sedang memotret Momo secara diam-diam, lebih tepatnya dia sedang menelpon seseorang.
"Ya, aku menemukannya. Dia pasti gadis yang pernah kau beritahukan padaku. Tunggu dulu. Sepertinya tadi aku melihat ada yang aneh. Ya...aku mengerti.", kata Kido membalas seseorang diseberang teleponnya, lalu dia mematikan hpnya dan perlahan matanya berubah menjadi merah.
Keberadaan Kido tiba-tiba menghilang bersama dengan gagak-gagak yang semula hinggap ditempatnya.
~~XX~~XX~~XX~~XX~~XX~~XX~~
"Ara? Kau pasti Hibiya-kun, ne?", Hibiya menatap gadis berhoodie dark-blue didepannya dengan acuh, 'Lagi-lagi aku bertemu orang yang tak dikenal.', runtuknya dalam hati. Gadis itu –Riku- menurunkan sudut bibirnya, "Kenapa wajahmu seperti tidak senang dengan kehadiranku?", tanyannya, Hibiya menghela nafas lalu berjalan melewati Riku tanpa berkata apapun.
Riku menujukkan raut bosan diwajahnya, perlahan Riku menaikkan eyepacth-nya dan menatap Hibiya dengan mata kirinya yang berwarna merah, "Tidak sopan langsung meninggalkan orang yang mengajakmu berbicara, Hibiya-kun. Baiklah~ aku juga tidak berniat 'main-main' denganmu, sebagai gantinya aku akan mengantarmu.", Riku berjalan mendekati Hibiya yang tiba-tiba terpaku ditengah jalan, 'Ke-kenapa aku tidak bisa menggerakkan badanku?!', batin Hibiya panik.
Riku menarik brosur dari saku celana Hibiya lalu menatap brosur itu dengan tatapan bosan, sambil melepas eyepatchnya, "Ke tempat ini kan?", Hibiya tidak tahu harus bagaimana, dia hanya mengangguk sebagai jawaban. Beberapa detik kemudian, Hibiya dapat menggerakkan tubuhnya kembali, ah...lebih tepatnya tubuhnya sedang digerakkan.
'Kenapa...tubuhku bergerak sendiri?'
"Ahh~ kuharap aku bisa menemukan mainan yang asyik dikota ini. Bagaimana kalau aku mengantarmu pulang sekalian, mumpung aku sedang bosan nih~", kata Riku dengan nada ceria sambil merenggangkan otot-ototnya.
'Si-siapa dia sebenarnya? A-apa maksudnya dengan 'mainan' dan 'bermain-main' itu?'
"Sebagai balasannya, kau dan dua orang yang ada dirumah temanmu bisa menemaniku bermain~ bagaimana?", kata Riku lagi.
Hibiya menganggukkan, ah! Salah, maksudnya kepala Hibiya tiba-tiba mengangguk dengan sendirinya, disusul teriakan senang dari Riku.
'Gawat! Aku bertemu orang yang berbahaya! Si-siapa saja, tolong aku!'
.
.
.
A/N:
Berlanjut ke chapter 4 XD
Uzu: kenapa Riku bisa tahu tentang Hibiya akan dijelaskan kapan-kapan *digeplak*
Yuu: dan alasan kenapa Riku dan Yuuki punya dua eye-ability akan kami jelaskan kapan-kapan juga XD *ikut kena geplak*
Uzu&Yuu: ok~ ini balasan reviewnya~
Yuu: dari Akai Sora13: iya benar! Oc-oc memang bikin kita makin berimajinasi XD apalagi bayangin penampilan sama aksinya dengan chara-chara didalam ceritanya XD
Uzu: makasih udah mau review dan mampir XD
Yuu: berikutnya dari anon: iya, Yuu bikin dia punya dua eye-ability, akan kami jelaskan kapan-kapan ya~tunggu saja ya~ *eh?*
Uzu: Riku juga punya dua eye-ability lho... *pundung*
Yuu: gak apa-apa Uzu, ayo semangat! Oh, makasih sudah mau review senpai XD
Uzu: hiks...iya deh. Berikutnya dari noname: ehehehehee...makasih...ekkk! etto...etto..etto... Akachan to Boku-nya masih uzu lanjutin kok! Tapi Uzu lagi gak ada ide TTATT tapi Uzu masih lanjutin kok~
Yuu: Uzu suka menelantarkan fic ya...ck ck ck *geleng-geleng*
Uzu: U-Uzu masih lanjutin kok! Etto...makasih udah mau review dan mampir senpai
Yuu: review kalian membuat kami tambah semangat XD
All: ok~ see you next chapter~ XD
