198
…
KrisTao/TaoRis Fanfiction
WARN!THIS IS YAOI FICT!
..
This fict was adapted from "Heartbreake Library" Movie.
IF YOU DON'T LIKE IT DON'T READ OR BASH
..
\(^0 ^)/
CHAPTER 3
Esoknya, Tao tidak masuk kerja. Jadi, ia membantu bibinya menjemur pakaian.
"Padahal hari ini hari libur, kenapa kau tidak pergi ke gereja atau berkencan ?" tanya bibinya
"Hahh .. Biasanya hari libur begini, diluar terlalu ramai" jawab Tao "Aku lebih suka hari kerja" lanjut Tao
"Oh begitu, tapi kenapa aku tidak pernah melihat pacarmu ?" tanya bibi. Tao mendadak berhenti menjemur pakaian "Wae ? Apakah kalian bertengkar ?" heran sang bibi melihat Tao terdiam
"Hmm" jawab Tao ambigu "Ahjumma, aku kembali kedalam yah" ujar Tao menuju kamarnya.
Tao duduk di depan cermin, lalu mencabut kertas note yang menutupi fotonya bersama orang lain. Lama ia menatap foto itu. "Kenapa kau tersenyum seperti itu ?" ujar Tao "Kau bajingan tampan !" lirih Tao seakan Sehun hidup dalam foto itu. Mungkin karena kesal karena tidak mendapat jawaban, Tao kembali menutup wajah Sehun dengan kertas notenya tadi.
Kemudian Tao mengambil susu kotak rasa strawberry kesukaannya di kulkas dan duduk di tempat tidurnya. Tao minum susunya terburu-buru sehingga kotak susunya tumpah ke lantai, dia lalu menatap susu kotaknya "Hiks .." satu tetes "Hiks… hiksss…" dua tetes air yang keluar dari mata pandanya "Hikkss .. hiksss .. uhuukk … hikssss" lama-kelaman tangis Tao semakin keras, Tao menepuk-nepuk dadanya, berusaha untuk menghilangkan rasa sesak yang selama ini dia pendam. Bukan .. dia bukan menangisi kotak susunya yang tumpah .. dia hanya menangisi seseorang, Oh Sehun.
…
Tao kembali bekerja, Xiumin mengagetinya dari belakang.
"Aishhh …." Kesal Tao
"Kudengar kau kemarin disini sampai malam ya ? Apakah kau bersama dengan pria itu ?" ujar Xiumin sambil menggerakan telunjuknya ke samping.
"Ahh ..ge~ mulutmu itu sungguh cerewet" ujar Tao kembali melihat ke komputernya
"Jadi kau melakukan apa disini ? apakah kau dan dia …." Jeda Xiumin sambil senyum aneh. Tao pun mencubit pipi Xiumin dengan lumayan keras "Ouch !" rintih Xiumin
"Ternyata pikiranmu ternyata mesum juga ge .. !" kesal Tao
"Lalu apa yang kau lakukan ?" tanya Xiumin kembali sambil mengelus bekas cubitan Tao di pipinya
"Gege pikirkan saja sendiri" ujar Tao malas. "Ehh .. Gege sudah merapikan rak buku disitu ?" tunjuk Tao.
"Hehehee… ini baru aku mau rapikan"jawab Xiumin sambil hendak pergi, Tao tiba-tiba memanggilnya kembali. "Xiumin ge .. orang itu tidak gila" ujar Tao sambil mempraktikan telunjuknya seperti Xiumin tadi.
…
..
.
Disaat yang sama, Kris pergi ke ahli saraf. Sebuah papan diatas mejatertulis "NEUROPSYCHIASTRIST*".
"Apakah kau merasa ada ketidanyamanan di kehidupanmu ?" tanya dokter
"Nde" Kris menganguk membenarkan ucapan sang dokter.
"Aku akan memberimu obat anti depresi, tapi kau harus tetap melanjutkan pengobatanmu. Tidak boleh tidak" perintah sang dokter.
"Nde, gomawo" ujar Kris lalu keluar dari rumah sakit.
Kris keluar dari rumah sakit, dengan berjalan kaki.
"Apakah itu Kris ?" ujar pria dalam mobil yang tak sengaja melihat Kris dari kaca mobilnya. "Cepat belikan mobil ini, kejar orang yang memakai jas hitam itu" seru Heechul "Baik, Tuan" ujar sang supir langsung memutar stirnya.
Kris yang sedang berjalan kaget saat sebuah mobil merem tiba-tiba dihadapannya. Heechul membuka kaca mobilnya. "Annyeong Kris" sapa Heechul dengan senyum cantiknya.
Kris pun menunduk dan menatap Heechul dengan penasaran, mencoba mengingat pria cantik dihadapannya ini.
"Gwaechanayo ? Kenapa aku tidak pernah melihatmu akhir-akhir ini ?" heran Heechul sambil mengulurkan tangannya, berniat untuk salaman dengan Kris. "Aku beberapa kali ketempatmu, karena aku merindukanmu" ujar Heechul mengeratkan tangannya pada tangan Kris.
Tiin~ Tiin~
Tanpa memedulikan suara klakson di belakang mobilnya, Heechul kembali bertanya pada Kris "Kau mau kemana ? Kenapa kau tidak menggunakan mobilmu ?"
"Aku mau kesana" jawab Kris sambil menunjuk ke arah Perpustakaan.
"Ohh …. Aku sudah sangat senang karena akhirnya menemukanmu" ujar Heechul senang
Tiiin~ Tiin~~ Tiinn~~~
"Tolong pindahkan mobilmu" teriak Vicoria dengan mengeluarkan kepalanya dari jendela mobilnya.
Tiba-tiba 3 orang bodyguard yang berbadan besar keluar dari masing-masing pintu mobil Heechul terbuka (kecuali pintu disamping Heechul). Melihat bodyguard dihadapannya melihatnya tajam, Victoria pun segera memakai kacamata hitamnya lalu menutup kembali kaca pintu mobilnya.
…
..
Saat hendak merapikan buku, Xiumin mendengarkan Direktur Perpustakaan yang tengah membaca semua ide dari karyawannya di ruangan rapat yang kaca nya tembus pandang.
"Sayang sekali perpustakaan ini telah kehilangan arti yang sebenarnya. Aku ingin perpustakaan ini lebih menguntungkan untuk umum. Itulah tujuanku meminta kalian untuk memberi ide yang ada di pikiran kalian., tapi tak ada satupun yang aku suka diantara ide kalian ini" ujar direktur sambil membaca ide-ide karyawannya.
"Mengundang seorang penulis untuk kelas menulis kreatif.." Ujar Direktur membaca ide yang ditulis oleh Jessica. "Ide itu sudah sering dilakukan" tanggap Direktur.
"Tapi yang membuatku terkejut adalah …." Jeda Direktur mencari kertas ide di tumpukkan terakhir.
"Apabila salah satu lantai yang dipanaskan, dimana kau bisa membaca sambil berbaring ? Ruangan sauna lebih baik." Baca Direktur yang membuat hampir karyawannya tertawa.
" Huang Zitao, kau pikir ini sebuah candaan ?" kesal Direktur
"Aku tidak bercanda, pak" jawab Tao
"Jadi kau ingin membantahku ?" marah Direktur
"A…Aniyo" tunduk Tao.
….
"Tulisan tangan seperti cermin dari hatimu" tanya Victoria pada Tao yang sedang menulis Seoye* di kain putih.
Tao menatap polos pada Victoria yang menjadi instruktur Seoye nya.
"Disini kau menulis seperti kau memberitahu bahwa hatimu sedang bengkok" jelas Victoria sambil menunjuk tulisan Tao yang sangat bengkok dibandingkan dengan tulisan contohnya.
"Dimana ? Ini semua terlihat cantik bagiku" ujar Tao sambil melihat tulisan Seoye nya.
Victoria pun mendekatkan wajahnya kearah Tao "Hmm…Bagaimana jika aku membuat matamu bengkok ?" ujar Victoria dengan nada mengancam sambil menggoyangkan kuas nya seakan sedang melukis mata Tao.
"Aishhh …." Ucap Tao sesudah Victoria meninggalkannya untuk melihat hasil kerja Seoye orang lain.
…
"Kenapa mereka tak pernah memberiku tiket makan khusus staff ?" kesal Victoria menaruh makanannya di meja Tao-Jessica.
"Jangan complain sama kita Nyonya" ujar Tao malas
Victoria menatap Tao tajam "Jangan memanggilku Nyonya, aku tidak suka itu. Padahal aku masih Nona" kesal Victoria.
"Terus kau ingin kita memanggilmu Nona Victoria ?" goda Jessica.
"Prof. Vict lebih bagus" tawar Victoria. "Aku juga sudah mengajar sudah 2 tahun" lanjut Victria dengan nada mengancam.
"Baiklah, PROFFESOR VICT .. !" ujar Tao dengan meninggikan suaranya di dua kata terakhir yang membuat Victoria tersenyum senang.
"Hey .. heyy .. pria jas hitam itu disini lagi" seru Jessica
Tao dan Victoria pun berbalik melihat pria yang ditunjuk Jessica yang ternyata orang itu Kris yang sedang membayar makanannya.
"Habiskanlah makan siangmu noona" ujar Jessica
…
..
"Annyeong Haseyo" sapa Kris pada ahjussi yang pernah dia selamatkan karena penyakit epilepsy yang dideritanya.
"Kamu siapa ?" heran Ahjussi
Kris pun duduk dikursi taman perpustakaan, disebelah Ahjussi itu. "Hmm .. yang terakhir membantu ahjussi ?" tanya Kris.
"Ahh .. aku ingat" ujar Ahjussi menganguk-anguk
"Apakah kau baikkan sekarang ?" tanya Kris
"Aku merasa setengah sembuh, setengah sehat" ujar Ahjussi "Pada waktu itu, aku ingin menceritakan tentang Neptunus. Sejak saat itu, saya sudah menderita pilek, lalu itu berubah menjadi masalah" lanjutnya tanpa menyadari raut bingung di wajah pria disampingnya.
"Nde" jawab Kris pura-pura mengerti
"Apakah kau ingin bertemu dengannya?" tanya ahjussi
"Siapa yang kau maksud ?" tanya Kris balik
"Aku kira karena ini membutuhkan 160.000 tahun cahaya ke Magellan Nebula, kau harus menunggu sedikit lebih lama. Sebenarnya, Gorby Perestroika ini terlalu dini." Ujar Ahjussi yang membuat orang lama-lama menjadi stress jika berbicara dengannya.
"Nde" ujar Kris pendek yang sebenarnya tidak memperhatikan Ahjussi, malah membaca buku yang dipinjamnya tadi di perpustakaan.
"Kenapa kau sangat memaksakan dirimu sendiri ? Itu semua sudah menjadi masa lalu" ujar Ahjussi seakan tau isi hati Kris. Kris hanya membolak-balikan bukunya tanpa menjawab pertanyaan Ahjussi, bukan dia tidak bisa menjawabnya, tapi dia tidak mau.
…
..
"Wahh .. kau benar panda .. !" seru Xiumin yang mendapatkan sebuah buku diatas rak.
"Sekalian bersihkan debunya ge .." ujar Tao yang mengatur buku yang bukan pada tempatnya
"Kenapa ada orang yang menyembunyikan buku seperti ini ?" heran Xiumin, lalu memberikan buku itu kepada Tao
"Untuk memonopoli buku untuk mereka sendiri" jawab Tao membaca judulnya saja tanpa tertarik membaca isinya, di halaman 198 mungkin ? "Kejadian ini, sering terjadi selama ujian .." jeda Tao yang menaruh buku itu pada raknya."Sehingga orang yang baru datang ke perpustakaan tidak bisa menemukannya." Lanjut Tao
"Seperti ini, bukunya terbalik tanpa memperlihatkan sampul bagian sampingnya dan selalu di tempatkan di rak yang salah" ujar Tao melihat sampul buku itu. "Lihat, ini seharusnya ada di bagian Ilmu Pengetahuan Alam." Lanjutnya memperlihatkan judul buku itu pada Xiumin.
"Itu lebih baik daripda menyembunyikannya di atas rak" pendapat Xiumin
"Memang apa bedanya ? Mereka semua egois" ujar Tao meninggalkan Xiumin, ia menuju ke rak Ilmu Pengetahuan Alam yang lumayah jauh untuk mengembalikan buku yang tadi ia temukan.
Setelah mengembalikan buku itu pada raknya, Tao kembali ke mejanya. Dia melihat Xiumin di duduk di kursinya sambil mengotak-atik komputer kerjanya dengan Kris di hadapannya.
"Panda .. jika ingin mendaftar orang yang ingin meminjam buku bagaimana ?" tanya Xiumin masih betah menggantikan Tao di kursi itu.
"Tekan F10 lalu tekan menu kedua dari atas" jawab Tao membiarkan Xiumin belajar mengerjakan tugasnya.
"Ge .. pindahlah. Biar aku yang mencatatnya" ujar Tao yang melihat Xiumin yang kurang cepat dalam hal computer. Buktinya, dia masih mencari tombol F10 yang mana, ckckckk ..
"Hanya tiga buku yang bisa dipinjam per hari" ujar Tao pada Kris. "Kau mau meminjam buku yang mana ?" lanjutnya
"Buku ini .. halaman 198 …" kata Kris semangat sambil membuka halaman 198, lalu memperlhatkannya pada Tao. "Coba lihat baris ke enam dari bawah dan dua puluh dua baris dari atas" ujar Kris.
"Jika kita bertemu pada pendaratan perahu …."
" 198 artinya pukul 19:08, pada jam itu matahari mulai terbenam, dan tepatnya besok adalah hari jadian pertamaku bersama Yixing" ujar Kris sambil tersenyum.
Tao tanpa sadar mendenguskan nafasnya setelah mendengar penjelasan panjang Kris, lalu menutup buku itu dan mencatat datanya pada komputernya
"Gomawo" kata Kris dengan senyum yang daritadi belum hilang.
"Hahh .. tidak tidak. Jangan berterima kasih padaku, kaulah yang mendapatkan buku ini" ujar Tao sambil tersenyum kecut. "Tangal jatuh temponya hanya dalam dua minggu" lanjut Tao sambil memberikan buku itu kepada Kris.
"Nde" jawab Kris lalu pergi meninggalkan perpustakaan.
TBC
Keep Or Delete ?
RCL please … ?
Gomawo udah baca ^^
Maaf kalau masih ada typo yang bersebaran …..
Keterangan : *Neuropsychiatry adalah cabang kedokteran yang berhubungan dengan gangguan mental disebabkan penyakit pada sistem saraf.
*Seoye adalah Seni Kaligrafi Korea yang meliputi Seni Menulis Indah atau Seni Melukis
Balasan review :
: Iya, gpp .. daripada gak review sama sekali .. ^^
EganimEXO : Rating M ? Gak bisa bikin kayaknya, taunya cumin baca doang .. hehehe
AulChan12 : Maling ayam ? Maling panda kalii … ehh
Lulufika : iya, aku juga ngerasa alurnya kecepatan, gomawo
URuRuBaek & RapByun : iya, ini udah dilanjut
LadySsi : *Tebar Banner KT*
AulChan12 : Yixing kan kutu buku .. ehh
Prince Changsa : Hiks
Artea : Mikir kalem juga
TaoZik : Iya, mian kalau lama
Krispandataozi : yakin penasaran ? *goyang2in alis*
: Conan ? O_o
Wuyinmei1 : nnti jawabannya bakalan ada kok, yang sabar yah
Xyln : iya .. ini udah dilanjut. Makasih review nya
Juniel Is A Vampire Hybrid : Mian … kekekekee
Maple fujoshi2309 : Bingung dimana ? Mungkin karena alurnya kecepatan kali yah ?
Cmgmaleslogin : Jujur aku lebih suka kalo ada yang ngeritik, itu jadi bahan pembelajaran … Makasih kritikannya. Ini juga udah dibaca ulang, kalo ada yang bikin kurang nyaman lagi, boleh kok ngeritik lagi. Makasih yahh … ^^
Ivyluppin : project apa ? mungkin aku bisa ikut tpi aku gak dapat penname kamu …
