Mine

Kim Jong In – Do Kyung Soo

Other Cast

Romance, Hurt

Gs

Chapter

Typos

Gaje

Cast milik Tuhan, Ceritanya punya saya.

"Eunggghhhhh" Lenguh seorang gadis sambil menggeliat kecil.

Deg…deg…deg… "Ini di mana?" Ucapnya dalam hati saat sudah membuka matanya.

~~MINE~~

Cklek

"Nona sudah bangun?" Tanya seorang wanita yang sudah berumur saat membuka pintu dan mendapati orang yang ada dalam kamar itu sudah membuka matanya.

"….."

"Ahh, saya pelayan di rumah ini. Nona boleh memanggil saya bibi Jung"

"….."

"Ada yang nona butuhkan?" Tanya bibi Jung lagi, walaupun pertanyaan sebelumnya belum dijawab.

"….." Kyung Soo menanggapinya dengan kebisuan karena ia sedang berpikir saat ini.

"Baiklah, jika tidak ada yang nona butuhkan. Ini sarapan anda dan panggil saja saya jika anda membutuhkan sesuatu. Saya ada di lantai bawah, permisi nona" Ucap bibi Jung setelah meninggalkan sarapan Kyung Soo di meja yang berada di tengah ruangan"

"Ini di mana?" Ucap Kyung Soo dalam hati.

Tok tok tok

"Masuk"

"Permisi tuan, nona Kyung Soo sudah bangun dan saya sudah membawakan sarapannya"

"Apakah dia bertanya sesuatu kepadamu?"

"Tidak tuan, saya sudah mencoba berbicara dengan nona tapi dia tak berbicara sama sekali"

"Baiklah, mungkin dia masih terkejut. Apakah dia sudah memakan makanannya?"

"Saya hanya meninggalkan makanannya di meja tuan. Nona Kyung Soo terlihat sedang berpikir tadi, maka dari itu saya meninggalkannya sendirian di kamar"

"Baiklah, bibi boleh keluar"

"Baiklah, panggil saya jika membutuhkan bantuan. Permisi tuan"

"Hmmm"

Deg deg deg "Bukankah kemarin bibi mengurungku? Kenapa aku bisa ada di kamar asing ini?"

Cklek

"Kau sudah bangun?" Tanya Jong In saat memasuki kamar Kyung Soo.

"….."

Tak mendapati jawaban dari Kyung Soo, Jong In hanya melihat-lihat sekitar dan matanya menatap sesuatu di atas meja. "Kenapa kau tidak memakan sarapanmu?" Tanya Jong In dengan dingin.

Deg deg deg "Siapa dia? Kenapa aku merasa seperti pernah melihatnya?" Ucap Kyung Soo dalam hati.

"Bibi ! Cepat kemari" Teriak Jong In agak diredam.

"Ada apa tuan?" Tanya bibi Jung saat sampai di depan kamar Kyung SOo yang pintunya sudah terbuka.

"Ambil makanan ini! Buang dan buat makanan lain. Kyung Soo tidak memakannya, buatkan makanan yang enak"

"Baik tuan"

"B-buang? Kenapa makanannya mau dibuang? Aku kan hanya belum sempat memakannya" Ucap Kyung Soo lagi-lagi dalam hati. Sebenarnya Kyung Soo ingin menahan tangan bibi Jung saat akan mengambil makanan yag ada di meja, namun entah mengapa tubuhnya serasa tak bisa digerakkan dan lidahnya juga terasa kaku.

"Makanan apa yang kau suka" Tanya Jong In kemudian?

"….."

"Hahh, baiklah. Lihat saja makanan apa yang akan datang nanti, dan jika kau tak menyukainya, buang saja. Bibi akan membuatkan makanan lain untukmu"

"Apa-apaan dia? Buang? Mana bisa aku membung makanan?" Masih dalam hati

Beberapa saat kemudian..

Cklek

"Ini tuan makanannya" Samil memberikan nampan yang berisi makanan dan segelas air putih.

"Baiklah, sekarang bibi boleh keluar"

"Permisi tuan"

"Kyung Soo, apa kau menyukai makanan ini?" Sambil memperlihatkan isi piring di nampan pada Kyung Soo.

"….." Kyung Soo sebenarnya ingin bericara, namun sama seperti tadi, ia tak bisa menggerakkan lidahnya

"Hahhh.. Baiklah, aku akan menyuruh bibi membuat makanan baru. Bibi !"

"Iya tuan"

"Buatkan makan baru, Kyung Soo tidak ingin memakan ini" Katanya sambil berjalan ke arah bibi Jung berada..

Sret

Jong In mengalihkan pandangannya pada kaki bajunya dimana terdapat tangan seorang di situ " Ada apa?" Tanyanya sambil mengalihkan perhatiannya ke Kyung Soo.

Kyung Soo kemudian mencoba untuk bangun, namun ia terilhat sangat kesulitan. Bibi Jung kemudian sedikit berlari ke dalam kamar dan mengambil nampan yang ada di tangan Jong In. Jong In kemudian membantu Kyung Soo untuk duduk.

"Ada apa?" Tanyanya lagi

"….." Kyung Soo sudah mencoba berbicara, namun sangat kemudian menunjuk ke nampan yang ada di tanga bibi Jung.

"Hmmm? Bukannya kau tidak suka makanannya?" Bingung Joong In.

"Ahkk,, Ahhkuhh mhauh mhakkanhh ihktuhh" Ucapnya dengan suara dipaksakan.

"Kau akan memakannya?" Tanya Jong In memastikan.

Kyung Soo hanya mengangguk menanggapinya.

"Bibi, berikan makanan itu"

"Ini tuan"

"Ini, makanlah" Ucap Jong In menyerahkan nampan pada Kyung Soo.

"Ahhhkkkk"

Namun dasar Jong In, ia tidak berpikir bahwa Kyung Soo masih lemah. Akibatnya makanan itu tumpah dan mengenai tangan Kyung Soo sehingga dapat dilihat bahwa tangan Kyung Soo melepuh.

"Bodoh" Rutuk Jong In kemudian mengambil nampan dan piring yang ada di atas selimut Kyung Soo. Beruntung dia masih memakai selimut, karena kalau tidak mungkin saja kakinya juga melepuh sekaranng.

Jong In kemudian menggendong Kyung Soo ke dalam kamar mandi dan meletakannya di bath tub. Kemudian mengambil shower dan mengarahkannya pada tangan Kyung Soo yang melepuh.

"Sshhhhh" Rintih Kyung Soo karena merasakan tangannya seperti akan lepas.

"Apakah sangat sakit?" Jong In terlihat berbeda sekarang, ia menunjukkan emosinya saat bersama Kyung Soo.

Kyung Soo hanya menggeleng karena melihat Jong In yang mukanya sudah aneh.

"Baiklah, karena sekarang kau sudah di sini. Sekalian mandi saja"

Kyung Soo yang mendengarnya merasakan wajahnya memanas tanpa sebab. Setelah menenangkan pikirannya, Kyung Soo memberikan tatapan yang menyuruh Jong In untuk keluar dari kamar mandi.

"Wae?" Tanya Jong In

Kyung Soo kemudian membuat isyarat untuk keluar kamar mandi dengan mengarahkan pandangannya pada pintu. Tanpa disadarinya ia mengibaskan tangannya, isyarat keluar namun…

"Ahkkkk" Kyung Soo mencengkram lengan langannya karena sedikit perih.

"Kau meyuruhku keluar? Lalu siapa yang akan memandikanmu? Lihat, baru dikibaskan seperti itu saja tanganmu sudah sakit, apalagi jika dipakai untuk mandi" Ucap Jong in yang lagi-lagi membuat wajah Kyung Soo merah..

"Ahhh,, kau takut aku melihatnya?" Tanya Jong In sambil terkikik.

Kyung Soo yang mukanya sudah memerah hanya melotot kepada Jong In.

"Ahh, geurae geurae, aku akan keluar dan akan memanggil bibi Jung unuk membantumu" Ucap Jong In lalu keluar kamar mandi dan .. "Bibi Jung ! " memanggil bibi Jung.

"Ya tuan, ada apa?" Tanya bibi Jung saat datang sambil tergopoh-gopoh.

"Bantu Kyung Soo untuk membersihkan badannya. Ingat, tangannya masih sakit."

"Baik tuan. Apakah saya harus mengambilkan obat?

"Tidak usah, biar aku saja yang mengambilnya"

"Baik tuan"

"Sudah selesai?" Tanya Jong In saat masuk ke dalam kamar Kyung Soo sambil membawa sekotak peralatan mengobati kepada Kyung Soo yang duduk di pinggir ranjang.

"Hmmmm" jawab Kyung Soo yang sudah bisa mengeluarkan suaranya.

"Sekarang kemarikan tanganmu, aku akan mengobatinya" katanya mendekati sambil berjalan mendekati Kyung Soo.

"….."Kyung Soo hanya menggelengkan kepalanya sambil sedikit menjauh dari Jong In.

"Wae?" Tanya Jong In ragu saat melihat tindakan Kyung Soo.

"Jangan mendekat !" kata Kyung Soo memperingati Jong In sambil mengangkat tangannya membuat isyarat berhenti pada Jong In.

"Wae?"

"Kau siapa?" Tanya Kyung Soo dengan ragu "Apakah kau mengenalku? Atau apakah kita saling mengenal? Kenapa aku bisa ada di sini? Mana bibiku?" runtutan pertanyaan Kyung Soo kepada Jong In dengan menyertakan wajah bertanya-tanya.

"Tanya satu-satu, bagaimana aku akan menjawab pertanyaan sebanyak itu?"

"Baiklah, kau siapa?"

"Aku Kim Jong In"
"Apakah kau mengenalku?"

"Iya"

"Kita saling mengenal?"

"Tidak"

"Dari mana kau mengenalku?"

"Sekolah"

"Kita bersekolah di sekolah yang sama?"

"Iya"

"Kita pernah bertemu di sekolah?"

"Iya"

"Di mana kita bertemu?"

"Kau tak mengingatnya?"

"Tidak. Kapan kita bertemu?"

"Beberapa hari yang lalu"

Kyung Soo berusaha mengingat-ingat kejadian di sekolah beberpa hari lalu. "Aku tak mengingatnya, jelaskan keadaku"

"Kau benar-benar mengingatnya? Baiklah, kita bertemu beberaa hari lalu. Saat itu, kau sedang berjalan di lorong sambil membawa setumpuk buku. Karena buku itu ~"

"Tunggu dulu! Kau orang yang kutabrak waktu itu?" ucap Kyung Soo memotong perkataan Jong In.

"Binggo. Ternyata kau sudah mengingatnya. Sekarang, masih ada pertanyaan?"

"Kenapa aku bisa ada di sini?"

"Aku membawamu ke sini"

"Kenapa kau membawaku ke sini?"

"Aku menemukanmu tertidur di halte bus" Jawab Jong In berbohong.

"Hmm? Halte bus? Seingatku, kemarin aku berada di gudang" Pikir Kyung Soo.

"Aku ingin mengantarmu pulang. Tapi biibmu mengatakan dia tidak mengenalmu, makanya aku membawamu ke sini"

"Benarkah? Ahaha, mungkin kau salah alamat"

"Tidak mungkin. Kami mengunjungimu kemarin dan dia bilang kau sudah beberapa hari tidak pulang. Aku juga heran, jelas-jelas kemarin dia bilang kau sudah beberapa hari tidak pulang tapi saat aku mengantarmu dia bilang dia tak mengenalmu. Maka dari itu aku membawamu ke sini" Ucap Jong In berusaha meyakinkan.

"Tak mungkin, bibi tak mungkin berbicara seperti itu. Minggir, aku mau pulang" Katanya berusaha menyingkirkan Jong In dari pintu.

"Percuma kau pergi ke sana ! Dia tak akan menerimamu kemali di rumah itu" Ucap Jong In dengan nada sedikit membentak.

"Mwo? Apa maksudmu? Memangnya kau siapa berani berkata seperti itu? Jangan bersikap seperti kau tau segalanya tentangku ! Miinggir ! Aku mau pulang" Kata Kyung Soo lagi berusaha enyingkirkan Jong In dari pintu.

"Tidak akan ! Kau tak akan bisa keluar dari rumah ini !" Kata Jong In membentak Kyung Soo dan membantingnya ke atas tempat tidur dan menutup pintu kamar Kyung Soo lalu menguncinya.

"Ahkkk" Rintih Kyung Soo. Brak brak brak . "Hei Kim Jong In ! Keluarkan aku dari sini!" Cklek cklek cklek brak brak. Kyung Soo masih berusaha membuka pintu, naun karena tak mendengar suara aapun dari luar, dia akhirnya menyerah dan kembali ke tempat tidur sambil memikirkan cara bagaimana keluar dari tempat ini.

10 menit berlalu

Cklek

Kyung Soo yang awalnya duduk di tepi ranjang langsung saja berdiri saat mendengar suara pintu terbuka.

"Permisi nona, Saya membawa sarapan anda. Silahkan dinikmati dan panggil saya jika anda membutuhkan bantuan" Ucap bibi Jung sambil meletakkan makanan Kyung Soo di atas meja.

"Bibi, tolong bantu aku" Ucap Kyung SOo dengan muka memelas sambil menggengggam erat tangan bibi Jung.

"Apa yang anda butuhkan nona"

"Aku tak membutuhkan apapun, tapi tolong bawa aku keluar dari rumah ini bibi. Aku ingin kembali ke rumahku dan bertemu dengan keluargaku kumohon bi" Ucap Kyung Soo bersungguh-sungguh dengan muka memelas.

Bibi Jung yang melihatnya merasa ia, tapi mau bagaimana lagi? Dia hanya seorang pembantu di ruah ini yang tidak berhak melakukan apapun kepada tau tuannya "Maaf nona, saya tidak berani melakukannya jika itu bukan perintah dari tuan" ucapnya dengan oenuh penyesalan.

"Hahh, baiklah jika bibi tidak mau membantu, aku akan memikirkan caranya sendiri" Ucap Kyung Soo beejalan kembli ke tempat tidur.

"Bukannya begitu nona! Saya ingin membantu anda, tapi untuk keluar dari rumah ini sepertinya mustahil jika tanpa perintah tuan Jong In. Di rumah ini ada sangat banyak pelayan dan CCTV yang selalu mengamati keadaan rumah. Maafkan saya nona" Ucap bibi Jung penuh penyesalan.

"Baiklah, aku mengerti. Maaf karena sudah menekanmu bi" Ucap Kyung So menyesal karena sudah menekan bibi Jung.

"Tidak masalah nona. Sekaraang saya akan keluar dan mohon habiskan makanan anda, permisi nona"

"….." Kyung SOo tidak menjawab perkataan bibi Jung dan langsung berbaring menutupi semua tubuhnya dengan selimut.

"Apakah dia sudah memakan sarapannya bi?" Tanya Jong In kepada bibi Jung saat wanita itu mengantarkan kopi ke ruangannya.

"Saya juga tidak tahu tuan. Saya hanya mengantarkan makanan nona Kyung Soo ke kamarnya karena dia terlihat sedang tertidur tadi"

"Baiklah, sekarang keluarlah"

"Permisi tuan"

Cklek

"Do Kyung Soo…"

"Eunghhh" erang Kyung Soo saat membuka matanya. "auwhhh" rintihnya sambil memegang kepalanya yang sedikit sakit "Jam berapa ini?" tanyanya pada angin saat kepalanya mulai membeiasakan pada keadaan. Dia kemudian melihat sekitar ruangan dan mendapati jam berada di samping sebuah lemari besar. "Oh, sudah jam 2? Pantas saja kepalaku sakit, aku sudah terlalu banyak tidur. Ssshhh, perutku sakit"

Cklek

"Nona sudah bangun?" bibi Jung memasuki kamar sambil lagi-lagi membaw nampan berisi makanan.

Kyung Soo hanya mengangguk sekilas karena terlalu malas berbicara.

"Oh, kenapa nona belum memakan sarapan nona? Nona belum makan sejak datang kemarin, dan sekarang sarapan anda masih utuh. Apakah anda tidak suka dengan makanannya?"

Kyung Soo hanya terdiam. Jujur saja, ia tidak mau memakan makanan ada karena curiga dan karena ia sedang marah.

"Huhh, baiklah. Saya akan meninggalkan makan siang anda di sini, semoga anda menikmatinya. Permisi nona"

Kung Soo hanya menatap sekilas bibi Jung yang keluar dari kamarnya. "Aku ingin pulang, ibu, ayah, aku merindukan rumah kita" monolognya.

Cklek

Kyung Soo yang tadinya melamun pun menghentikan lamunannya dan pandangannya terarah kepada pintu yang dibuka seseorang. "Ada apa?" Tanyanya dengan nada yang aneh saat engetahui bahwa yang membuka pintu adalah Jong In.

"Kenapa kau tidak memakan sarapanmu?"

"Memangnya apa urusanmu kalau aku tidak makan? Tunggu, kenapa kau khawatir karena aku tidak memkan makanan itu? Apa kau mencampur sesuatu di dalamnya?" Tanya Kyung Soo menyelidiki.

"Mencampur sesuatu? Untuk apa juga aku membawamu kemari jika pada akhirnya aku akan membunuhmu dengan mencampurkan sesuatu dalam makananmu?" Ucap Jong In karena tidak percaya dengan ucapan Kyung Soo barusan.

Kyung Soo berpikir, benar juga katanya. Namun, bisa saja Jong In memang memiliki niat buruk dengannya." Bisa sajakan, kau menolongku untuk menjualku kepada orang lain. Atau mungkin kau juga ingin mengambil organ tubuhku untuk dijual" Ucapnya tidak mau kalah.

"Menjualmu? Mengambil organmu untuk dijual? Katakan alasannya kau bisa berkata seperti itu"

"Bisa sajakan kau sedang membutuhkan uang, atau bisa saja kau memiliki maksud lain" Masih tidak ingin kalah.

"Demi Neptunus Kyung Soo, aku tak pernah memiliki niat jahat kepadamu" Ucap Jong In sedikit putus asa.

Kyung Soo yang merasa perkataan Jong In ada benarnya pun hanya terdiam. Tidak mungkin Jong In memiliki niat jahat kepadanya sedangkan mereka bertemu baru beberapa hari lalu.

"Nah, sekarang kau sudah mengerti? Sekarag makan makan siangmu" Ucapnya sambil mengambil makanan Kyung Soo yang ada si meja dan berjalan ke as=rah Kyung Soo. "Aaaaa , buka mulutmu. Aku kan menyuapimu"

"Tidak ! kemarikan makanannya. Aku bisa makan sendiri" Kyung Soo menolak disuapi.

"Tidak, sekarang buka mulutmu, aaa"

"Aku bukan anak kecil Jong In, aku bisa makan sendiri"

"Kau memang bisa makan sendiri, ytapi aku tidk yakin kau akan menghabiskan makanmu Jika aku membiarkanmu memakannya sendiri. Sekarang buka mulutmu, aaa"

Dengan muka cemberut, Kyung Soo akhirnya membuka mulutnya dan suapan pertama Jong In pun masuk ke mulutnya."hmmm" gumamnya.

"Bagaimana? Apa rasanya enak?" Tanya Jong In penasaran dengan pendapat Kyung Soo

Gluk

"Wahhh, rasanya benar-benar enak. Sekarang suapi aku lagi, aaa"

Dan Kyung Soo pun terlihat berbeda sekarang. Jong In yang melihatnya hanya bisa terkikik geli dengan kelakuan Kyung Soo.

Hari itu[un dilalui dengan Kyung Soo yang sudah mulai melunak kepada Jong In.

Setelah berbagai kejadian, hari sekolah pun kembali tiba bagi Jong In dan Kyung Soo. Pagi ini Jong In sudah terlihat bersiap di meja makan sedankan Kyung Soo sedang bersiap di kamarnya. Karena terlalu lama menunggu, Jong In akhitnya memutuskan untuk pergi ke kamar Kyung Soo dan memanggilnya untuk sarapan bersama.

Cklek

Kyung Soo yang saat itu sedang menyisir rambutnya pun menoleh ke pintu.

"Aa kau sudah siap?" Tanya Jong In.

"Hmmm" gumam Kyung Soo menjawab.

"Baiklah. Ayo turun dan kita sarapan" KAtanya mengambil tas Kyung Soo yang kelihatan sudah siap di atas kursi.

"Kemarikan tasku, aku bisa membawanya sendiri" Ucap Kyung Soo yang telah selesai menyiri rambutnya kepada Jong In.

"Tidak akan! Aku yang membawanya, aku akan memberikannya kepadamu di sekolah". Ucapnya mulai melangkah meninggalkan kamar Kyung Soo.

Saat sampai di sekolah, beluum terlalu banya siswa yang datang sehingga tidak banyak yang melihat bahwa pagi ini seorang Kim Jong In datang ke sekolah mengendarai mobilnya bersama dengan Do Kyung Soo.

Lama-kelamaan satu persatu murid mulai mask ke sekolah dan memasuki kelas masing-masing. Kelas Kyung Soo juga sudah mulai ramai.

"Hei Kyung Soo, kemana saja kau? Kemarin kami kerumahmu dan bibimu berkata au sudah beberapa hari tidak pulang" Ucap Yong Guk saat memasuki kelas dan mendapati Kyung Soo di dalam kelas mereka.

"Oh. Kalian ke rumahku? Mungkin saja kalian salah rumah, aku selalu di ruahku dan kemarin aku tidak datang karena sakit" Ucapnya berbohong.

"Ohh, tapi alamatmu kami dapat dari ayahnya Han Byeol, tidak mungkinkan ia member alamat yang salah"

"O-ohh, mungkin itu alamat lamaku. Aku sekarang emang sudha pindah rumah"

"Oh, mungkin saja memang seperti itu, sekarang berikan alamatmu yang baru agar kami bisa berkunjung ke rumahmu"

"T-tapi ~"

Teng teng teng

Kyung Soo dislamatkan oleh bel. Sema siswa duduk ditempatya masing-masing menunggu guru datang namun ada dua siswa yang tidak menunggu kehadiran guru pagi itu. Salah satunya adalaj Jong In yang sibuk mengamati kegiatan Kyung Soo di tempatnya sampai guru pagi itu masuk ke kelas mereka.

"Pagi anak-anak"

"Pagi bu"

"Oke. Hmmm, hari ini kalian mendapat murid baru" Ucapnya kepada anak-anak yang langsung bersorak. "Masuklah" Ucapnya lagi pada orang yang ada di depan pintu. Saat murid baru itu sudah ada di sampingnya ia melanjutkan "Sekarang, perkenalkan dirimu" kepada murd baru.

"Nde. Annyeonghaseyo, Krystal imnida. Bangapseumnida" Ucapny dengan senyum merekah.

Kyung Soo yang saat itu sedang memikirkan keadaannya pun langsung mengangkat kepalanya saat mendengar suara murid baru itu. Saat melihat bahwa itu adalah sepupunya, ada sedikit rasa bahagia dalam hatinya dan tanpa sadar bibirnya menggumamkan "Krys" dengan nada penuh harap.

Tanpa disadarinya, ternyata Jong In uang memerhatikannya setibanya di sekolah menjadi tegang melihat apa yang ada di depannya.

TBC

Annyeong!

Ah, mian baru lanjut. Kemarin sibuk banget.

Mungkin udah gak ada yah yang berminat sama ff ini?

Mian..

Yang masih berminat, RnR yh..

Yeon Yeon tunggu…