SWAN

.

By. Zahra Amelia

.

Rate : M

.

Length : Chaptered

.

Cast : Cho Kyuhyun x Lee Sungmin

Other Cast : Kim Ryeowook, Kim Jongwoon, Park Jungsoo, Hangeng, Kim Heechul

.

Genre : Romance/Hurt/Comfort

.

Disclaimer : KyuMin is Destiny

.

Warning : Boys Love, Yaoi, Absurd, Monotone story, Failed Romance, OOC,

OC, miss typo(s) etc

.

Chapter 3

.

Don't Like Don't Read

Happy Reading n enJOY!

.

.

.

Sebagai anak sulung yang terlahir dari keluarga yang terbilang sederhana, Kim Jongwoon terbiasa berusaha keras untuk meraih keinginannya. Takdir memang kurang bersahabat dan jarang berada di pihaknya, kehidupannya keras dan tidak seberuntung sepupunya Cho Kyuhyun yang hampir tidak pernah merasakan hidup dalam kekurangan. Dia adalah satu dari sekian juta manusia di dunia yang harus terjebak dalam pahitnya lika-liku pusaran takdir, meskipun dengan tertatih-tatih, dia bisa membuktikan bahwa tidak ada yang mustahil selama seseorang mau berjuang dan berusaha.

Usahanya tidak sia-sia dan berbuah manis, di usianya yang ketigapuluhsatu Yesung bisa dikatakan telah mencapai puncak, sebagai salah satu psikiater handal dan terkemuka di Seoul. Dia tidak perlu bersusah payah mencari penghasilan, bisa dikatakan Yesung hanya tinggal duduk dengan nyaman di kursinya lalu orang-orang itu sendiri yang berlomba-lomba datang untuk menggunakan jasanya kemudian setelahnya uang datang kepadanya. Dan semudah membalikan telapak tangan, apa yang dia inginkan kemudian datang kepadanya karena dia memiliki uang. Meski nyatanya uang tidak bisa membeli segalanya.

Yesung melajukan kendarannya membelah jalanan kota Seoul, selepas kepergian Sungmin yang diwarnai dengan sedikit adu argumen dan berakhir dengan penolakan dari pemuda manis itu. Penolakan dari pemuda manis itu bukanlah suatu hal yang baru baginya, empat tahun mengenal dan menyandang status sebagai psikiater Sungmin cukup membuatnya terbiasa menikmati hal tersebut. Anggap saja Yesung sudah kebal dengan berbagai macam penolakan yang dilakukan Sungmin untuknya atau anggap dirinya bodoh karena masih terus berusaha pantang menyerah menyadarkan pemuda manis itu akan eksistensinya, terlepas dari status yang mengikat dirinya sebagai kekasih dari pemuda mungil bersuara tenor, Kim Ryeowook.

Dia dan Ryeowook, dua garis sejajar yang harusnya tidak akan pernah bersinggungan.

Sejak awal hubungannya dengan Ryeowook memang hanya sebuah kompromi tanpa dilandasi perasaan sentimentil. Benaknya menggelap dalam kemuraman, rahangnya mengeras, kompromi itulah yang membuat dirinya kini terjebak. Sebuah kompromi yang tanpa sadar telah melukai banyak pihak termasuk dirinya.

Sebut saja dia pria berengsek dan bajingan, sekian tahun mengenal sosok Kim Ryeowook tak jua mampu mengubah isi hatinya kepada pemuda bersuara tenor itu. Namun, dia bukan pria tidak peka dan menutup mata terhadap perasaan pemuda pemilik suara tenor itu untuknya. Yah, dia harus bersyukur, setidaknya akal sehatnya masih berfungsi dengan sebagai mana mestinya, dan tidak membuatnya terlarut lebih dalam apalagi sampai melupakan tanggung jawabnya kepada sosok yang menyandang status sebagai kekasihnya itu. Meskipun tidak bisa dipungkiri jika Sungmin tetaplah salah satu pengecualian.

Yesung sendiri sesungguhnya tidak menyadari sejak kapan Dewi Afrodit ikut campur dan mengubah perasaannya kepada pemuda manis yang berstatus sebagai pasiennya itu. Dimulai dari rasa peduli dan berubah menjadi rasa yang begitu di agungkan-agungkan oleh kebanyakan manusia, klise memang. Dia sendiri sadar bahwa perbuatannya teramat salah karena mencampuradukan sikap profesionalnya sebagai seorang dokter dengan perasaan sentimentil tersebut. Namun, pesona Sungmin layaknya kantong semar yang menarik perhatian serangga kemudian memerangkapnya, sulit untuk melepaskan diri, dan sekuat apapun mencoba untuk melawan pada akhirnya menyerah adalah pilihan terbaik.

Sepertinya takdir akan memulai kembali permainannya, mempertemukan mereka dalam pusarannya yang tidak terelakan. Melucuti satu persatu topeng yang menjadi tameng dan memperlihatkan wujud aslinya.

.

.

.

Cho Kyuhyun menatap lekat pemuda manis yang berada di pangkuannya, setelah meminta supirnya melajukan kendaraannya meninggalkan area pemakaman itu. Wajah Sungmin terlihat pucat dengan pipi yang memerah akibat demam, namun sama sekali tidak mengurangi daya tariknya di mata Kyuhyun. Kyuhyun menarik nafas panjang, dia merasa seperti tidak mengenali dirinya jika menyangkut Sungmin, terlepas dari keinginannya memiliki pemuda manis yang saat ini terbaring tak sadarkan diri di pangkuannya, faktanya Lee Sungmin hanyalah orang asing, orang asing yang tiba-tiba hadir dan mengacaukan akal sehatnya, dia bahkan tidak mengetahui apapun tentang pemuda manis itu selain nama dan profesi yang digelutinya.

Sejujurnya bisa saja dia memilih untuk membawa Sungmin ke rumah sakit dan meninggalkannya di sana bahkan sebenarnya dia tidak perlu repot-repot melakukannya, cukup titipkan pemuda manis itu kepada supir taksi yang mengantarkannya tadi. Namun, logikanya tidak berfungsi dengan baik, dia justru memilih merepotkan dirinya sendiri dengan membawa pemuda manis itu pergi bersamanya, dia bahkan bertingkah konyol di hadapan supir taksi yang mengantarkan Sungmin. Supir taksi itu tidak begitu saja mempercayainya untuk membawa Sungmin, dengan sedikit adu argumen dan berakhir dengan dia yang menyerahkan kartu namanya kepada supir taksi tersebut, akhirnya supir taksi itu mengalah dan membiarkan dia pergi membawa Sungmin setelah membayar tagihan Sungmin tentunya.

Kyuhyun bukanlah maniak seks, baginya bercinta adalah kebutuhan nomor dua di hidupnya, dia bahkan lebih mementingkan pekerjaannya dibanding dengan mengurusi wanita-wanita yang begitu mudahnya melemparkan tubuhnya untuk ia jamah kapanpun ia mau. Namun, Sungmin berbeda, dia bukan hanya ingin meniduri Sungmin, tenggelam dalam panasnya tubuh pemuda manis itu, tanpa dia sadari keinginannya terus berkembang dan lebih dari sekedar itu, bahkan membayangkan tubuh Sungmin disentuh oleh supir taksi tadi atau laki-laki lain membuat darahnya mendidih. Karena mulai saat ini Sungmin hanya miliknya, dia tidak akan membiarkan seorangpun menyentuh miliknya dan mau tidak mau Sungmin harus menerimanya saat dia berada dalam teritorialnya.

Mereka berdua hanyalah dua anak manusia yang saling bertolak belakang. Namun, Tuhan memiliki skenario dan manusialah yang menjadi pelakonnya.

.

.

.

Yesung menepikan mobilnya tepat di depan pintu masuk Cho Corporation, begitu tergesa membuka pintu mobilnya sebelum bergegas melangkahkan kakinya, langkahnya begitu mulus dan tegas menuju seseorang yang semenjak tadi telah menunggu kedatangannya.

"Ryeowook-ah! Maaf aku terlambat menjemputmu," ucapnya sarat akan penyesalan begitu sampai di hadapan pemuda yang telah menunggu kedatangannya itu.

Mendengar namanya disebut oleh suara yang tidak asing baginya, Ryeowook mendongakan kepalanya, sepertinya pemuda bersuara tenor itu tidak sadar akan kedatangan sang kekasih. "Gwenchana, Yesung hyung." Ryeowook tersenyum lebar dengan manik mata berbinar-binar melihat sosok di hadapannya.

"Kajja kita pulang, hari sudah beranjak petang dan udara semakin dingin." Yesung mengangkat sudut bibirnya membalas senyum Ryeowook, mengenggam tangannya lembut dan membawanya masuk ke dalam mobil setelah membukakan pintu penumpang untuknya.

Yesung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, dia memilih diam dan memfokuskan pandangannya ke depan. Indra penglihatannya disuguhkan nyala lampu-lampu dari jalanan dan mobil-mobil yang bergerak lalu lalang nampak berkerlip bersaing dengan lampu-lampu dari pertokoan yang berjejer rapi di sepanjang jalan, juga kerumunan anak manusia yang sibuk dengan urusannya masing-masing. Pemandangan yang tidak menarik.

Sementara Ryeowook memilih melemparkan pandangannya ke luar jendela, sesekali mencuri pandang ke arah Yesung, wajahnya merona melihat paras tampan kekasihnya. "Bagaimana pekerjaanmu hari ini, Yesung hyung?" suara tenor miliknya memecah keheningan.

"Seperti bisa, melelahkan namun menyenangkan," balas Yesung tanpa merubah fokus pandangannya.

"Oh, begitu," terselip kekecewaan dalam nada suara Ryeowook, Yesung memang terbiasa memperlakukannya seperti ini, datar dan dingin. Meski terkadang bersikap lembut seperti beberapa saat yang lalu.

Yesung menarik nafas panjang, "Kau sendiri?"

"Huh?" respon Ryeowook terkejut.

"Bagaimana dengan pekerjaanmu hari ini?"

"Melelahkan, hyung tahu bukan sepupumu itu begitu profesional dan perfeksionis dalam pekerjaannya, dia benar-benar tidak menerima kesalahan sekecil apapun." Adu Ryeowook kesal.

"Kyuhyun memang seperti itu."

"Ya, dia memang seperti itu dan bertambah parah semenjak kejadian itu. Dia menjadi semakin gila kerja, seolah-olah dokumen-dokumen itu adalah kekasihnya yang akan marah jika dia tak memperhatikannya sekali saja. Dasar workaholic." Berbanding terbalik dengan ucapannya, sorot mata Ryeowook meredup.

"Sejujurnya untuk saat ini itulah yang terbaik untuknya, setidaknya dia bisa melupakannya perlahan." Raut muka Yesung melembut, dia bisa sedikit lega sepupunya bisa dikatakan baik-baik saja.

Sudut bibir Ryeowook terangkat membentuk seulas senyum tipis. "Ya, setidaknya dia baik-baik saja, meskipun sikap arogannya itu begitu menyebalkan."

Yesung hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan yang terlontar dari mulut Ryeowook.

Keadaan di dalam mobil kembali hening, hanya suara deru kendaraan lah yang tertangkap indra pendengaran dua insan itu. Yesung kembali memilih fokus pada jalanan dan menyetir dengan tenang, sementara Ryeowook kembali melemparkan pandangannya ke luar jendela, merenung.

Ryeowook terlonjak ketika pintu terbuka, ternyata Yesung sudah keluar dari mobil dan membuka pintu penumpang.

"Ayo turun," gumam Yesung kemudian meraih tangan Ryeowook dan membantunya keluar dari mobil.

Ryeowook mengerjapkan matanya. "Kita sudah sampai, ya?"

"Iya. Masuklah, udara semakin dingin."

"Kau tidak mau mampir, hyung?" tanya Ryeowook penuh harap.

"Maaf, pekerjaanku menumpuk, Ryeowook-ah," sesal Yesung.

Air muka Ryeowook berubah muram, "Gwenchana, hyung." Senyum yang terkesan dipaksakan terlukis dibibirnya.

"Mianhae, sampaikan salamku untuk ajhumma dan ajusshi. Masuklah," ucap Yesung lembut.

"Aku akan masuk ketika hyung pergi."

Yesung menarik nafas panjang, "Baiklah, selamat malam, Ryeowook-ah."

Senyum tulus terlukis di wajah Ryeowook. "Selamat malam juga, hyung. Hati-hati di jalan dan terima kasih sudah mengantarkanku pulang."

"Sama-sama, Ryeowook-ah," ucapnya sebelum melangkah dengan anggun dan masuk ke dalam mobil, melajukannya meninggalkan Ryeowook yang memandang sendu kepergiannya.

"Mianhae, hyung," ucap Ryeowook lirih.

.

.

.

Kyuhyun tiba di apartmentnya disaat sang raja siang telah pulang ke peraduannya dan digantikan oleh redupnya sinar sang dewi malam. Dia masuk ke dalam lift yang akan mengantarkannya menuju lantai di mana kamar apartementnya berada dengan Sungmin di dekapannya yang masih belum juga sadarkan diri. Kyuhyun melangkahkan kakinya tegas menuju pintu sebelum membukanya dan menyalakan lampu begitu berada di dalam apartmentnya.

Kyuhyun merebahkan tubuh Sungmin dengan lembut di atas ranjang begitu mereka tiba di dalam kamarnya, black diamondnya kembali menatap pahatan sempurna milik pemuda manis itu sebelum beranjak untuk mengambil baju tidur yang akan dia kenakan kepada Sungmin. Sejenak dia ragu dengan pengendalian diri yang dia miliki, namun dia bukan pria tidak bermoral yang akan menyerang pemuda manis itu dalam keadaan sakit. Lagipula, Sungmin harus dalam keadaan sadar dan sepenuhnya menyerahkan diri jika mereka bercinta nanti. Dia akan membuat pemuda manis itu mendesahkan namanya, memohon kepadanya, dan tenggelam dalam kenikmatan hingga membuat pemuda manis itu lupa diri. Dan membayangkannya saja sudah sanggup membuat darah Kyuhyun bergejolak.

Kyuhyun menarik nafas panjang sebelum melucuti satu persatu pakaian yang melekat di tubuh Sungmin, dia memejamkan matanya erat meski kelembutan kulit Sungmin nyaris membuatnya gila dan kehilangan kendali, terlebih ketika dia harus membawa tubuh telanjang Sungmin dalam dekapannya, basah keringat dan panas dari kulit Sungmin yang tengah dalam keadaan demam begitu telak menembus ke dalam kemeja tipis yang dikenakannya, mengalir ke setiap epidermis kulitnya dan berakhir di pusat tubuhnya, belum lagi aroma tubuh Sungmin yang begitu memabukan mengoda hasratnya terus bergejolak naik, darahnya mendidih, tubuhnya menegang dan nafasnya memburu karena menahan gairah.

"Sial!" desis Kyuhyun ketika akhirnya dia berhasil mengganti baju yang dikenakan Sungmin dengan baju tidur miliknya.

Sungmin benar-benar nyaris membunuh akal sehatnya. Berada di dalam kamar yang sama dengan Sungmin dan tidak bisa menyentuhnya membuatnya nyaris gila, dia bergegas menelepon dokter pribadinya untuk memeriksa keadaan Sungmin. Manik mata Kyuhyun berkabut menatap Sungmin, dia memutuskan beranjak menuju kamar mandi sebelum pertahanannya benar-benar runtuh. Dia harus memadamkan api yang terlanjur berkobar dalam tubuhnya.

.

.

.

Kyuhyun baru saja selesai mandi dan mengenakan kaos serta celana santainya saat bel apartementnya berbunyi. Dia mengusap kasar rambutnya yang masih sedikit basah dengan handuk dan menggantungnya kembali di kamar mandi sebelum membukakan pintu.

Begitu pintu terbuka, sosok pria tegap dan tampan dengan peralatan kerjanya berdiri di hadapannya dengan senyum ramah yang terlukis di bibirnya.

"Hai, Kyuhyun-ah, kau terlihat sehat untuk ukuran orang sakit." Hangeng mengernyitkan dahinya heran.

"Masuklah dulu, Hangeng hyung."

Hangeng melangkahkan kakinya memasuki apartement Kyuhyun kemudian mengikuti langkah pemuda tampan itu setelah diminta olehnya, "Jadi, kau kenapa, Kyuhyun-ah? Bagian mana yang terasa sakit?" tanya Hangeng penasaran.

"Bukan aku yang sakit, namun seseorang di dalam kamarku, hyung," ucap Kyuhyun sebelum membuka pintu kamarnya dan masuk ke dalamnya.

Kernyitan di dahi Hangeng semakin dalam, sekian lama mengenal Kyuhyun sudah cukup membuatnya paham bagaimana watak pria tampan itu. Kyuhyun paling tidak suka ketika apa yang menjadi miliknya disentuh oleh orang lain dan kini ada seseorang yang menempati kamar Kyuhyun. Siapa kira-kira orang itu? Jangankan untuk tidur di ranjangnya, Kyuhyun bahkan tidak pernah membawa teman kencannya masuk ke dalam apartemennya, dia terbiasa memilih hotel berbintang untuk menyalurkan hasratnya, orang ini pasti sangat istimewa.

"Aku memintamu ke sini bukan untuk melamun di depan pintu seperti orang bodoh, Hangeng hyung," ucap Kyuhyun sarkatis.

Tubuh Hangeng sedikit terlonjak kaget, "Ah! Mianhae, Kyuhyun," ucapanya sambil mengaruk tengkuknya salah tingkah.

Hangeng masuk ke dalam kamar Kyuhyun, "Jadi, dia yang harus aku periksa?" tatapan Hangeng tertuju kepada sosok yang tertidur di atas ranjang milik Kyuhyun.

"Ya," balas Kyuhyun singkat.

Kyuhyun menarik nafas panjang begitu melihat Hangeng memeriksa Sungmin, darahnya kembali mendidih karena amarah melihat tubuh Sungmin disentuh oleh orang selain dirinya. Gerak-gerik Hangeng tak satupun luput dari tatapan tajamnya. Dia harus mengendalikan diri. Tahan emosimu Cho! Ini semua demi Sungmin.

"Apakah dia baik-baik saja?" tanya Kyuhyun setelah Hangeng memeriksa Sungmin, terselip nada kekhawatiran dalam suara Kyuhyun.

"Dia demam, kelelahan dan kurang tidur, selain itu tekanan darahnya rendah sekali, namun tidak ada yang perlu di khawatirkan, aku sudah menyuntikan obat untuknya. Dia hanya perlu istirahat," ujar Hangeng tenang.

Raut wajah Kyuhyun berubah lebih tenang, dia menghela nafas lega mendengar jika Sungmin hanya demam karena kelelahan.

Hangeng tersenyum melihat perubahan raut wajah Kyuhyun, dia bukannya tidak sadar akan aura membunuh yang keluar dari tubuh Kyuhyun saat dia memeriksa sosok yang terbaring lemah itu, sesungguhnya dia penasaran akan sosok itu, tapi dia sadar jika semua itu bukanlah urusannya.

"Untung aku membawa obat penurun panas dan suplemen penambah darah, berikanlah jika keadaannya masih belum juga membaik atau hubungi saja aku jika terjadi sesuatu," ucapnya sebelum menyerahkan obat-obatan itu ke tangan Kyuhyun.

"Terima kasih, Hangeng hyung, sekarang kau boleh pulang dan kirimkan saja tagihannya padaku."

"Aigoo... kau mengusirku, kau bahkan belum menawarkan aku minum,"

Kyuhyun tersenyum tipis, "Kau bisa ambil di kulkas atau membuatnya sendiri, hyung."

"Sudahlah lebih baik aku pulang. Lagipula, aku sudah tidak dibutuhkan di sini," Hangeng melangkahkan kakinya ke luar kamar Kyuhyun.

"Kau ini sensitif sekali, hyung. Aku heran kau bisa bertahan dengan nenek sihir itu," ejek Kyuhyun yang berjalan di belakang Hangeng.

"Dia itu baik, dan Heechul seperti itu hanya kepada orang-orang sepertimu," tukas Hangeng sarkatis.

Kyuhyun mengangkat bahunya acuh dan memilih membuka pintu apartementnya, "Hati-hati di jalan, hyung," ucapnya sebelum menutup pintu apartementnya dan berjalan menuju kamarnya.

Kyuhyun melangkahkan kakinya menuju ranjang, merebahkan dirinya di samping Sungmin dan memeluk pemuda manis itu dari belakang, melekatkan punggung Sungmin dengan dada bidangnya. Deru nafas Sungmin terdengar teratur, belum pernah dia melakukan hal seintim ini dengan seseorang meski itu teman kencannya sekalipun. Pengaruh Sungmin benar-benar kuat terhadap dirinya.

.

.

.

Sungmin terbangun dengan rasa mual dan sakit di sekujur tubuhnya terutama di bagian kepala. Dia membuka matanya perlahan. Namun, dia merasakan ada suatu hal yang janggal, mengernyitkan dahi heran lalu mengedarkan pandangannya dan terkejut ketika mendapati dirinya berada di dalam kamar yang tidak dia kenal, dia yakin kamar yang di dominasi warna putih dan hitam ini bukan kamarnya. Lalu ada di mana dia sekarang? Seingatnya dia berada di pemakaman saat itu. Belum sadar dari keterkejutannya, tubuh Sungmin semakin menegang begitu menyadari ada lengan yang memeluk pinggangnya erat, belum lagi deru nafas yang mengelitik tengkuknya. Ya Tuhan! Apa yang sebenarnya terjadi? Semua ini benar-benar tidak masuk akal.

Kyuhyun terbangun begitu merasakan ada pergerakan kecil di ranjangnya. Dia membuka matanya perlahan, sepertinya Sungmin sudah bangun karena dia bisa merasakan tubuh dalam pelukannya itu mengeliat resah.

"Selamat pagi," ucap Kyuhyun, sedikit tak rela melepaskan pelukannya dari tubuh hangat Sungmin.

Sapaan itu begitu mengejutkan Sungmin, menembus kesadaraannya hingga badannya terlonjak duduk, dia mengerang sakit dan memegang kepalanya akibat gerak reflek itu.

Raut wajah Kyuhyun berubah panik, kecemasaan yang luar biasa mendera dirinya, tangannya reflek menyentuh tangan Sungmin, "Gwenchana, mana yang sakit? Apa kau membutuhkan sesuatu?"

Sungmin menepis tangan itu dengan kasar. "Jangan menyentuhku! Siapa kau? Dan mengapa aku bisa berada di sini?" ucapnya mendesis menahan sakit.

'Pertanyaan klise, sepertinya sedikit mengodanya tidak masalah,' bathin Kyuhyun.

"Kau tidak ingat apa yang kita lakukan semalam, chagiya?" suara beratnya terdengar parau dan merayu.

Sungmin menatap Kyuhyun geram. "Apa maksudmu? Kau pasti berbohong padaku! Dasar kau berengsek! Apa yang sudah kau lakukan padaku, hah? Shhhh." Sungmin kembali memegang kepalanya yang terasa sakit. Emosi justru semakin memperburuk kondisinya.

"Aku Cho Kyuhyun. Tenanglah, aku tidak melakukan apapun padamu, kau pingsan di pemakaman dan aku berbaik hati menolong dan membawamu ke sini," ucap Kyuhyun lembut.

"Aku tidak peduli siapa namamu! Aku mau pulang!" Sungmin bangkit dari ranjangnya, namun baru beberapa langkah tubuhnya kembali limbung, beruntung Kyuhyun segera turun dari ranjang dan begitu sigap memeluknya sebelum tubuh itu beradu dengan kerasnya lantai.

"Tidak! Kau tidak ku izinkan pulang sebelum kondisimu membaik!" manik matanya menghujam foxy eyes Sungmin tajam. Cho Kyuhyun tidak menerima penolakan.

"Berengsek! Lepaskan aku! Aku mau pergi dari sini! Kau tidak berhak melarangku!" tubuhnya meronta, nafasnya semakin memburu, matanya tak kalah tajam menghunus mata Kyuhyun, mengabaikan rasa nyeri di sekujur tubuhnya.

Nafas hangat Sungmin terasa menerpa wajahnya. "Diamlah! Turuti perintahku atau kau akan menyesal!" desis Kyuhyun mengancam, wajahnya menggelap.

"Aku tidak peduli! Aku mau pulang! Dasar berengsek!" Sungmin semakin meronta dalam pelukan Kyuhyun.

Kyuhyun kehilangan kendali. Dia menjatuhkan tubuh Sungmin ke atas ranjang, tubuhnya menghimpit tubuh Sungmin, tangannya mencekal kedua pergelangan tangan Sungmin erat di atas kepala Sungmin, sebelum bibirnya membungkam bibir Sungmin telak, mereka sedikit bergelut beberapa saat sebelum akhirnya dia memagut bibir Sungmin sedikit kasar.

Bibir Kyuhyun terus bergerak sensual di atas bibir Sungmin, benda lunak dan basah itu begitu lihai melumat bibir Sungmin, bibirnya bergerak begitu liar dan lapar mengecap rasa manis yang ditawarkan bibir Sungmin. Tak hentinya mengulum, melumat dan menikmati bibir Sungmin seolah-olah tiada lagi hari esok.

Sungmin menyerah dalam ciuman intim yang diberikan Kyuhyun, percuma melawan ketika kondisinya dalam keadaan seperti ini. Mungkin jika dalam keadaan sehat tidak sulit baginya melawan Kyuhyun, bagaimanapun dia menguasai martial arts. Hal itu justru dimanfaatkan oleh Kyuhyun untuk semakin memperdalam ciumannya, tubuhnya semakin menempel erat dengan tubuh Sungmin, merasakan gairah panas yang mengalir ke seluruh sel di tubuhnya, setelah puas menjelajahi lembutnya bibir Sungmin, Kyuhyun menginginkan lebih, lidahnya kemudian bergerak lembut dan mencoba membelai masuk ke dalam hangatnya mulut Sungmin.

Sungmin mencoba menolak namun tubuhnya justru berkhianat dan terlarut dalam ciuman lembut nan panas yang Kyuhyun berikan, dan begitu lidah Kyuhyun berhasil masuk, Sungmin melenguh. Ciuman Kyuhyun berubah semakin panas, semakin bergairah, semakin menuntut. Lidah Kyuhyun begitu handal menjelajahi mulutnya, menikmati dan mengeksplorasi apa yang bisa Kyuhyun jangkau di dalam sana. Kyuhyun melepaskan cekalanya, jari-jari nakalnya kemudian menyelinap di antara sela jari-jari Sungmin hingga kini jari-jari mereka bertautan erat.

Kyuhyun semakin bergairah, mulut Sungmin bagai mengandung zat adiktif, membuatnya candu. Tanpa sadar dia melenguh dalam ciumannya, sungguh mulut Sungmin terasa begitu manis dan lembut layaknya madu, rasanya benar-benar nikmat, begitu manis dan sensual membuat hasratnya semakin melambung tinggi untuk berbuat lebih jauh. Tubuh Kyuhyun terbakar oleh gairah, dia menginginkan Sungmin, setiap sel dalam tubuhnya berteriak menginginkannya.

.

.

.
TBC

#HappyKyuDay. #HappyBirthdayChoKyuhyun.

Saengil chukkae hamnida buat Cho Kyuhyun, magnae SUJU yang paling kece. Wish You All The Best ^^

Untuk readers baru selamat membaca, semoga bisa dinikmati. Tidak usah meminta ijin kerena FF ini bebas di baca ko asal jangan di CoPas. Terima kasih karena berkenan mereview. ^^

Q : Kenapa KyuMin ketemu di kuburan?

A : Kerena tempat lain udah terlalu biasa, salah-salah mirip sama ff lain di bilang jiplak dan plagiat lagi. Saya langsung down loh. Bercanda ko, karena alurnya emang udah saya buat begitu, chinggu.

Q : Yesung suka Sungmin, kan dia pacaran ma Ryeowook? Terus hubungan Yesung sama Sungmin apa yah?

A : Yesung memang memiliki perasaan lebih ke Sungmin. Udah sedikit di jelaskan kenapa YeWook pacaran, semuanya karena kompromi dan komprominya seperti apa, nanti insya allah saya buka pelan-pelan. Hubungan YeMin sementara hanya sebatas dokter dan pasiennya, terlepas dari itu mereka dekat karena Yesung adalah psikiater Ming selama 4 tahun.

Q : Apa yang direncanakan Kyuhyun?

A : Yang jelas rencana buat jadiin Ming miliknya kekekeke

Q : Siapa itu suster Park?

A : Cluenya ada di chap sebelumnya, tentang artikel yg membahas tentang anak panti. Anak panti itu Ming dan suster Park itu salah satu pengasuh di sana. Kekeke saya bongkar deh.

Q : NC nya kapan?

A : Semua ada waktunya, chinggu. Sabar yah ^^

Q : Kenapa Ming sampai trauma?

A : Sebenernya di chap 2 ada clue dikit, Sungmin itu anak yang lahir dari seorang pelacur dan dia tidak diinginkan, hal-hal kompleks lainnya insya allah saya buka pelan-pelan nanti.

Q : Sungmin mengenal Kyu?

A: Melihat reaksi Sungmin di atas, sudah pasti jawabannya tidak.

Q : Yesung bakal jadi orang ke3?

A : Bisa iya, bisa tidak ^^

Q : Masih belum ngerti jalan ceritanya.

A : Saya mohon maaf untuk keamburadulan ff saya, coba baca pelan-pelan, kalo belum mengerti tanyakan saja ke PM, saya pasti menjawab, karena terlalu panjang jika saya jelaskan di sini, maaf ya ^^

Q : Bakalan ada Seo ga?

A : Empat karakter sudah cukup membuat otak saya kusut, jadi saya akan fokus ke sana. Tenang saja Seo tidak ambil bagian dalam ff ini.

Q : Nasib supir taksinya gimana?

A : Supir taksinya sehat dan selamat sampai rumah bahkan Kyu udah bayarin ongkosnya ko ^^

Q : Kurang panjang!

A : Itu sudah saya panjangin, sepanjang punya Kyu #plakkk.

Untuk :

dirakyu, Chella-KMS, Mirukia, melsparkyu, snow . drop . 1272, Adelia Santi, Lilin Sarang Kyumin, Kyumin joyer, Clouds3424, bebek, Cho MeiHwa, strawberry rae, winecoup137, Kim Yong Neul, Ria, Yhana 137, kyunnie . mmida, amyjoy kyuminie, KikyWP16, Cho Na Na, 5351, puspita lee, gorjazsimba, rearelf, Another Girl in Another Place, cintakyumin137, Kyuminsimple, UnyKMHH, Maximumelf, Chikyumin, leefairy, Ovie Ovi, GaemGyu137, imKM1004, inthan viitha, ayyu . annisa . 1, KYUMINTS, minmi, AWDJoy13, ShinJiWoo920202, shflynie, sary nayolla, sitara1083, vherakim, Miyoori 29, Phia89, Guest, Reva KyuMinElf II, sissy, Chisana Yuri, Yc K . S . H, nw . kim . 37, rizkaendahagustin, hanna, endah . kyumin137, Princess Kyumin137, Najika bunny, kazha KazuhaJOY, zee konstantin, bLuELF713clan, cho hyo woon, liu13769

Terima kasih untuk reviewnya ^^

Review kalian semua penyemangat bagi saya ^^

RnR?