Disclaimer: SnK selamanya punya Hajime Isayama. Kalau saya punya SnK, uangnya saya belikan 1 gudang es krim XD Tidak ada keuntungan yg author dapat *Just for fun
Warning : Typoos, OOC, garing, bahasa gk baku, Penistaan Chara XD
The Dark Side
by Shine and SHA
Chapter 4 : Hanji's Dark Side
Teng...teng...teng... Jam berdentang 10 kali, menandakan hari sudah menunjukkan pukul 10 malam. Tampak sekumpulan remaja sedang duduk melingkar mengelilingi sebuah anak panah. Ya, mereka adalah para prajurit baru Scoting Legion yg tengah berkumpul menunggu pulangnya
prajurit senior Scouting Legion. Annie dan komandan Keith sudah pulang ke tempat masing-masing sejak tadi sore. Sambil menunggu mereka memainkan permainan Truth or Dare menggunakan anak panah.
" aku putar ya..." kata Connie.
Syuut! Panah berputar.
Semua orang serius menatap perputaran anak panah,
Jangan gue! Jangan gue! Jangan gue!
Anak panah berhenti berputar. Fiuh, semua menghembuskan nafas lega menyadari mata anak panah yg bukan menuju kemereka.
"Eren! Kau kena! ToD?!" Ah, kenapa gua yg kena?!
" Truth! " Eren menjawab dengan tegas.
Dalam permainan Truth or Dare kali ini ada suatu peraturan khusus yaitu jika ada yg memilih truth maka masing masing peserta boleh menanyakan 1 pertanyaan kepada peserta yg kena.
" Baiklah, aku yg duluan bertanya." kata Mikasa.
Hah, kalau Mikasa sih udah ketahuan apa pertanyaannya, paling-paling nanya kayak 'tipe orang yg disukai Eren' 'siapa yg sedang ditaksir oleh eren' ataupun pertanyaan-pertanyaan sejenisnya.
" Engg, ak...aku ingin bertanya...menurutmu..."
"...aku cantik gak?"
GUBRAK! Pertanyaan macam apa itu?!
"Biasa aja." jawab Eren yg langsung membuat kokoro mikasa hancur berkeping-keping. Tega nian kau eren!
"Sudahlah Mikasa, masih ada Bang Jean disini!"
Hoek! Jean langsung ditendang Mikasa.
"Sekarang giliranku, menurutmu siapa gadis tercantik discouting legion?" tanya Reiner dengan tampang mezhum.
Dasar bejad! Erenkan jadi bingung mau jawab apa!
Eren tampak berpikir, kalau dia jawab Mikasa nanti yg ada Mikasa langsung ngefly kelangit sampai atap kastil berlubang, Kalau jawab Sasha mana rela Eren! Sasha kan rakus banget!Kalau jawab Christa yang ada malah dia dihajar Ymir dan Reiner. Kalau jawab Ymir... gak deh, makasih, bukan sebuah pilihan! Jadi Eren harus pilih siapa?! Mamah, curhat dong mah! Eren galau nih!
Sementara eren berpikir, tampaknya Mikasa bersiap-siap menerkam gadis yg akan Eren bilang cantik. Akhirnya Eren menjawab sebuah nama yang terlintas dipikirannya,
"em... Mayor Hanji !"
Appaah?!
Eren kau kesambet apa nak? Tadikan reiner nanya 'siapa gadis...' Gadis! Apa kau sudah tak bisa membedakan yg mana gadis yg mana Amoeba?! Ah sudahlah lupakan yg tadi. Sekarang Jean yg bertanya
"Pertanyaanku...""...berapa frekuensi Boker (BAB) mu tiap hari?"
Ebusyeet!
Gak ada pernyataan yg sedikit normal apa?
"1x sehari! Puas kau?hah?!" jawab Eren kesal.
Sabar eren, orang sabar disayang author...(author dilempar panci). Sekarang giliran Connie,
" Berapa lama kau menghabiskan waktu untuk BAB dikamar mandi?"
Preet!
Wajah Eren memerah entah karena malu atau marah.
"50 menit."
"Eh?! lama banget!"
"iya, soalnya Eren biasanya BAB sambil baca novel Catching Water dulu ,makanya lama." kali ini Mikasa yang menjawab.
Catching Water?! Novel apa itu?! Lagipula darimana kau tau, Mikasa? Jangan-jangan kau mengintip Eren yg sedang BAB ya?!
Kali ini giliran Sasha yg bertanya,
"Berapa banyak..."
"...air yang kau gunakan untuk cebok saat BAB?"
Dapuk! Ini lagi ngapain nanyain soal begituan?!
"KENAPA DARI TADI PERTANYAANNYA TENTANG BAB MELULU?! JANGAN-JANGAN KALAU GUE MILIH DARE, LU SEMUA NYURUH GUE BAB DISINI! " Eren mengamuk frustasi.
Bruak!
Sepertinya gerbang kastil scouting berpulang untuk kesekian kalinya. Tunggu, siapa yg barusan nendang gerbang? Jangan-jangan...
"Yeeyy! Para senior sudah kembali!"
Semua prajurit baru scouting legion berlari menyambut kepulangan prajurit senior digerbang. Padahal sebenarnya mereka cuma ngeharapin oleh oleh -_-".
"hah aku mau istirahat, hidungku sakit mencium bau alkohol dari orang-orang mabuk itu!" Mayor Mike pergi menuju kamarnya.
Sementara itu tampak Irvin yang tengah susah payah membawa 4 gumpalan bungkusan kain besar yg isinya entah apa.
Yeay oleh-oleh!
"Kalian kemari! Tolong bantu aku membawa ini!"
Semua langsung berebutan mengambil bungkusan besar itu.
"wah banyak sekali! Tidak usah repot-repot Dancho! Anda baik sekali! Ini isinya apa?"
"ini isinya..."
Kue? Baju? Permata? Atau mungkin Komik?
"...surat cinta dari penggemarku di dinding Sina."
Kamfhret!
Semua langsung menjatuhkan bungkusan itu dan meninggalkan Irvin yg berteriak sambil memungut surat-suratnya.
Kini perhatian mereka tertuju pada Auruo, Erd, Gunther dan Petra ygmasing-masing membawa 2 gumpalan bungkusan kain layaknya komandan Irvin tadi,
" itu isinya apa senpai?" tanya mereka tapi tanpa nada berharap, soalnya mereka takut diphp-in lagi kayak tadi.
"ini surat dari penggemar heichou." jawab Erd.
"iya, tadi dipesta hari militer banyak banget wanita yang ngasih surat cinta keheichou. Ada yg dari Stationary, Millitary Police, Scouting Legion, bahkan dari para gadis bangsawan. heichou keren sih!" jelas Petra
"Semuanya ada 8 bungkus gumpalan kain!" tambah Gunther.
"dan kami disuruh membawa semuanya" Auruo mendengus kesal.
Malang sekali mereka! Batin anggota scouting legion.
"Erd,Petra,Auro,Gunther! Cepat bakar semua sampah tak berguna itu! Cih,merepotkan saja!" Heichou menunjuk gumpalan-gumpalan berisi surat-surat itu.
Heichou! Jangan dibakar! Disitu juga ada surat cinta dari author (author melayang karena di fabulous kick)
Ehem, kini author sudah kembali didepan laptop.
"Kau tidak boleh seperti itu Rivaille! Mereka itu penggemar yg harus kau sayangi." kata Irvin yg langsung disetujui author dan para readers penggemar heichou.
"Aku berbeda dengan om-om pedofil sepertimu!" jawab Rivaille.
Sementara itu Erd,Gunther, Auruo,dan Petra sedang membakar surat-surat cinta untuk rivaille, hingga tibalah 1 surat terakhir. Petra langsung mengambil surat terakhir itu dan membacanya. Surat terakhir itu memang cantik, amplopnya berwarna merah muda dihiasi pita yang disematkan bunga mawar merah kecil. Tiba-tiba petra menangis terharu membaca surat itu...
"Ada apa senpai Petra?" tanya Eren dkk Kepo.
"Heichou surat ini benar-benar romantis. Terimalah dia sebagai pacarmu!" kata Petra menyerahkan surat itu kepada Rivaille.
Rivaille membaca surat itu, tiba-tiba mucullah sebuah perempatan diwajah rivaille, wajar saja, soalnya isi suratnya:
Mawar itu merah...Tapi bibirmu lebih merah...
Gagak itu hitam... Tapi rambutmu lebih hitam...
Api itu panas... Tapi kau lebih HOT...
Toge itu pendek... Tapi kau lebih pendek...
Oh, heichou Rivaille!
Bagiku kau lah Mr. Lopy-Dopy-Sweety-Cexy-Cexy-Chibi ku...
Gadis cantik beudh yg selalu mencintaimu,
P.R
EBUZEETT!
Tu surat benar benar laknaat! Orang bejad mana yg nulis surat kayak gitu?!
Tunggu dulu! Inisialnya P.R?
Petra Raaaall ! Pantesan tadi dia muji pengirim suratnya, yaiyalah pengirim suratnya kan dia!
Syuuut!
Suratnya Petra dilempar Rivaille kedalam api.
"Suratku...!" Petra histeris ngelihat suratnya dibakar.
"Ngomog-ngomong, mayor Hanji dari tadi kemana ya?" tanya Armin.
Semua langsung celingak-celinguk menatap sekeliling.
"Nanaba Senpai melihat mayor Hanji gak?" tanya eren ke Nanaba yg kebaru memasuki gerbang.
" Tadi aku pulang bersamanya, tapi katanya dia mau singgah kedanau." jawab Nanaba.
Untuk apa mayor Hanji malam-malam kedanau?
"Ah paling-paling mau nangkap ikan untuk eksperimen" kata sasha.
Semua cuma mengangguk menyetujui spekulasi sasha, kemudian kembali berbincang dan tertawa bersama-sama.
.
.
.
.
Padahal tanpa mereka ketahui sebenarnya di danau...
Tik! Tik! Tik!
Bunyi air mata menetes.
Tampak sesosok wanita duduk memeluk lututnya di pinggir danau sambil menangis menatap rembulan.
Mayor Hanji!
Apa yang terjadi sebenarnya? Mengapa Mayor Hanji menangis?
Penasaran apa sebenarnya Hanji's Dark Side?
Saksikan selanjutnya... Di Hanji's Dark Side part 2!
TBC
A/N : Hai semuanya! Maaf ya kali ini chapternya bersambung, soalnya author lagi banyak tugas disekolah... jadi sibuk (alah sok sibuk luo thor padahal kerjanya tidur sama nonton tv melulu)
Oh iya, author terharuuu banget melihat ada yang mau baca,review,favorite,dan follow ff ini. maaf, author belum sempat balas reviewnya, insyaallah kalau ada waktu author balas. Makasih banyak buat Readers, Silent Readers, Reviewers,Followers, dan yg udah nge favorite ff ini... Author sayang kalian TuT (lebai mode on)
Gimana ff kali ini? semoga menghibur...
berkenan Review? Favorite?*ditabok
