"ANNOYING CHANYEOL"
YAOI AREA
BXB
GENRE : ROMANCE, FLUFFY
PAIRING : CHANBAEK
CAST : CHANYEOL , BAEKHYUN AND THE OTHERS
DESCLAIMER : INI CERITA ASLI KARYA SAYA DARI OTAK YANG TIDAK SEBERAPA INI JIKA ADA NAMA TOKOH TEMPAT ATAU KEJADIAN ITU HANYA KEBETULAN SEMATA.
.
.
.
.
ANNOYING CHANYEOL
.
Chanyeol tak menyangka jika Seulgi berani menanyai tentang kebenaran hubungannya dengan Baekhyun. Jujur saja, Chanyeol sedikit terusik karena hal itu.
"Kami hanya bersahabat," Jawab Chanyeol mengklarifikasi dan Seulgi tampak masih ingin menguji kesabaran Chanyeol.
"Kau yakin? Karena dari penglihatan ku kalian lebih dekat dari itu." Seulgi berujar dengan gaya membosankan. Chanyeol terkekeh pelan.
"Tentu saja, kami hanya berteman tidak lebih." Ujar Chanyeol meyakinkan. Seulgi menyeringai.
"Jadi kau belum punya pacar, begitu?" Chanyeol hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Berarti aku memiliki peluang untuk menjadi kekasih mu?" Sontak saja pertanyaan Seulgi tersebut membuat Chanyeol tergugu.
Melihat keterdiaman Chanyeol, Seulgi lantas tertawa, "Haha, aku bercanda! Tapi jika kau memiliki waktu luang tolong difikirkan lagi." Ujarnya seraya berlalu begitu saja meninggalkan Chanyeol.
Seulgi melangkahkan kakinya keluar kelas seraya memutar-mutar ponselnya, ia sedari tadi merekam pembicaraannya dengan Chanyeol.
"Kenapa tidak kau kejar dia?" Kai tiba-tiba bersuara setelah berdiam diri menyaksikan pembicaraan antara Chanyeol dan Seulgi.
"Kenapa harus?" Tanya Chanyeol balik, tak mengerti.
"Si bodoh ini, dia itu sedang menawarkan diri seharusnya kau terima tawaran itu sebelum lenyap, kapan lagi bisa berkencan dengan wanita secantik dan sepopuler itu." Kai mencetus dengan segala asumsinya.
"Lalu bagaimana dengan Baekhyun?" Chanyeol kembali bertanya kala si mungil terlintas di fikirannya. Chanyeol harus memikirkan perasaan Baekhyun, bukan? Ia dan Baekhyun memiliki perjanjian dan peraturan yang harus ditaati, tak mungkin Chanyeol melupakan perjanjian mereka.
"Kau pacaran dengan Baekhyun?" Tanya Kai ingin tahu.
Chanyeol menggeleng, "Tidak, hanya saja..."
"Kalau begitu apa yang kau takutkan?" Kai menantang dan Chanyeol merasa tertantang. Benar, apa yang harus Chanyeol takutkan sementara ia dan Baekhyun tak dalam ikatan apapun, mereka hanya memiliki perjanjian konyol yang bisa dibatalkan dengan mudah, itu bukanlah perkara sulit.
Chanyeol menatap Kai sekali lagi dalam ragu, tapi pria tan itu memberi anggukan meyakinkan. Chanyeol berakhir dengan melangkahkan kakinya mengejar Seulgi, untung saja wanita itu belum jauh, fikirnya.
"Seulgi, tunggu!!" Chanyeol memanggil dalam teriakan, Seulgi berhenti lalu berbalik.
"Ya, ada apa?" wanita itu menyahutnya disertai senyuman.
"Minggu ini jika kau kosong, bagaimana jika kita menonton?" Tawar Chanyeol harap-harap cemas.
"Baiklah, ayo kita menonton."
.
ANNOYING CHANYEOL
.
Sekolah telah berakhir, seperti biasa Chanyeol dan Baekhyun pulang bersama menggunakan bus untuk menuju rumah mereka.
"Minggu nanti aku dan Kris akan mengerjakan tugas kami yang belum selesai." Ujar Baekhyun memberitahu, Chanyeol hanya mengangguk menanggapi membuat Baekhyun berjengit heran.
"Kau tidak mau ikut? Kali ini aku memperbolehkan mu ikut." Tutur si mungil dengan senyuman sombongnya, berfikir bahwa Chanyeol akan kegirangan karena telah di perbolehkan untuk mengikutinya, namun Chanyeol malah memberinya gelengan kecil.
"Sebenarnya minggu ini Ibu ku meminta aku untuk menemaninya belanja mingguan." Chanyeol berujar takut-takut, jantungnya berdegup kencang bukan main. Pasalnya, baru kali ini Chanyeol membohongi Baekhyun.
"Tumben sekali." Baekhyun makin heran, tak biasanya ibu minta ditemani kemana-mana, ibu Chanyeol itu biasanya lebih suka berpergian sendirian atau bersama sang suami tercinta.
"Aku pun heran, tapi aku juga tidak bisa menolak'kan?" Baekhyun mengangguk setuju, tak mungkin Chanyeol menolak ajak'kan ibunya yang sangat jarang meminta tolong padanya. Chanyeol tanpa sadar bernafas lega karena Baekhyun tak menaruh curiga sama sekali.
Meanwhile...
Kai baru saja meletak'kan saat Seulgi tiba-tiba datang menerjang tubuhnya dalam sebuah pelukan.
"Kau memang sepupu terbaik yang pernah ada~" Ucap wanita itu penuh kesenangan. Kai berdecak malas menanggapinya.
"Karena memang hanya aku sepupu yang kau punya." Celetuk Kai tanpa minat.
"Aku jadi merasa bersalah dengan Baekhyun." Desah Kai. Seulgi sontak melepaskan pelukannya.
"Aku tahu, tapi perlu kau ingat jika tanpa aku mungkin kau tak akan bisa mendapatkan Kyungsoo." Seulgi berujar seraya bersidekap dada.
Seulgi memang pernah menolong Kai saat pria tan itu membutuhkan bantuan nya untuk mendapatkan Kyungsoo.
"Ya kau benar, Kau menolong aku satu kali dan aku menolong mu satu kali, kita impas. Jadi jangan berharap ada lain kali lagi." Ujar Kai memperingatkan. Jadi yang Kai lakukan adalah membalas perbuatan Seulgi, semacam give and take.
"Iya, tenang saja!" Seru Seulgi sedikit kesal. Jika bukan karena Seulgi butuh, Seulgi tak akan sudi diberi wejangan seperti ini.
Seulgi sudah lama menaruh hati dengan Chanyeol, tapi Chanyeol terlalu dekat dengan Baekhyun hingga membuat wanita bermarga Kim itu kesulitan untuk mendapatkan perhatian Chanyeol, sampai-sampai Seulgi harus meminta tolong pada Kai untuk mempengaruhi Chanyeol.
.
ANNOYING CHANYEOL
.
Hari minggu tiba dan mood Baekhyun benar-benar bagus kali ini, ia dengan sigap menyelesaikan beberapa bagian penting untuk tugasnya, hingga mereka memutuskan untuk pulang sore hari saja. Sebab pekerjaan mereka 70% hampir rampung, jadi mereka bisa melanjutkan 30% sisanya dipertemuan berikutnya.
Kris seperti biasa selalu mengantar Baekhyun sampai ke rumah si mungil dengan selamat. Baekhyun benar terkesan akan hal itu, menurutnya Kris adalah pria yang gentle, jika tidak, tak mungkin'kan Kris rela mengantarnya sampai ke rumah.
"Aku pulang~" Teriak Baekhyun, namun tak mendapat jawaban. Si mungil itu merengut sebentar sebelum mencium bau menggiurkan dari dapur, ia pun melangkahkan kakinya menuju dapur dan mendapati sang ibu yang sibuk didepan oven.
Hidung bangir Baekhyun langsung saja mengendus-endus aroma yang menguar ke seisi dapur.
"Strawberry cheesecake," Gumamnya seraya mendekati meja dapur yang tersedia Strawberry Cheesecake di atasnya, tanpa permisi lagi Baekhyun langsung menduduk'kan dirinya di meja dan melahap tanpa ragu kue yang menjadi kesukaannya itu.
Yoona hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat itu, entah sadar atau tidak Baekhyun selalu terlihat menggemaskan saat makan.
Bunyi dentingan dari oven menandakan kue yang lainnya juga sudah masak, Yoona mengambilnya dan meletak'kan diatas meja.
Baekhyun merengut membaui Kue yang baru keluar dari oven itu, "BananaCake, untuk siapa ibu? Aku tidak suka pisang jika ibu lupa." Si mungil mengujar protes, Yoona tersenyum maklum.
"Ibu tahu dan ibu tidak lupa, ini untuk Chanyeol, setelah kau selesai makan nanti berikan padanya." Ujar Yoona seraya memasuk'kan kue tadi kedalam kotak kue. Baekhyun mengangguk mengerti, kebetulan sekali, fikirnya. Ia juga ingin bertemu Chanyeol, Baekhyun rasa ia sedikit rindu dengan pria bertelinga Yoda itu.
Setelah kue miliknya habis tak bersisa, Baekhyun pun mengantarkan kue buatan ibunya ke kediaman Park yang hanya beda beberapa blok dengan rumahnya.
Baekhyun melangkahkan kakinya dengan gembira seraya memikirkan Chanyeol yang akan menyambutnya dengan senyuman lima jari pria itu, terlebih Baekhyun saat ini juga membawakan kue kesukaan Chanyeol, bayangkan betapa bahagianya Chanyeol nanti.
Terlalu sibuk dengan fikirannya hingga tak sadar bahwa ia sudah berada didepan rumah Chanyeol. Langkah kakinya menapaki pekarangan rumah Chanyeol dan membuka pintu rumah tanpa mengetuk terlebih dahulu, itu adalah kebiasaan buruk Baekhyun setiap kali berkunjung.
"Baekhyun, kau datang?" Itu ibunya Chanyeol yang bertanya seraya keluar dari dalam dapur, rupanya telinga wanita paruh baya itu cukup peka untuk mendengar deritan pintu.
"Aku membawakan kue buatan ibu." Ucap Baekhyun seraya menyerahkan kotak kue kepada Nyonya Park. Wanita paruh baya itu dengan senang hati menerimanya.
"Eomma, apa Chanyeol ada?" Tanya si mungil penasaran, sebab biasanya pria jangkung itu jika mendengar suaranya langsung keluar untuk menemuinya.
"Chanyeol belum pulang, ia pergi dari tadi siang, Eomma pikir kau sudah tahu."
"Iya, Chanyeol memang mengatakan pada ku bahwa dia menemani eomma belanja mingguan, tidak'kah?" si mungil menggigit bibirnya penuh harap.
"Tidak, kau tahu sendiri kalau Chanyeol itu paling susah untuk diajak belanja, Eomma pergi dengan Appa mu tadi." Baekhyun benar terkejut akan hal itu, ia tak bodoh untuk memahami jika Chanyeol tengah membohongi dirinya.
"Eomma bolehkah aku menunggu Chanyeol pulang, dikamarnya?" Si mungil meminta izin.
"Jangan berperilaku seperti orang asing, buatlah seperti dirumah mu sendiri." Ucap wanita paruh baya itu disertai senyuman keibuannya yang menulari Baekhyun dalam senyum pula.
Baekhyun pun segera memasuki kamar Chanyeol dan menduduk'kan dirinya diatas tempat tidur, namun belum sampai lima menit rasa bosan sudah menyerang dirinya. Baekhyun pun berinisiatif untuk menjelajahi isi kamar yang sudah hampir tiap hari ia masuki itu, tidak ada yang berubah. Photo dirinya dan Chanyeol masih mendominasi isi kamar itu.
Salah satu kebiasaan imut Chanyeol adalah membuat reminder di kertas note yang ia tempelkan disepanjang pinggiran meja. Baekhyun pun berakhir dengan membaca semua isi dari kertas-kertas yang menempel itu. Sungguh, tidak ada yang istimewa karena isinya adalah jadwal-jadwal kegiatan sekolah yang harus Chanyeol lakukan.
Chanyeol memang rajin belajar, tapi ia tak pernah bisa merapikan meja belajarnya, jadi Baekhyun berinisiatif untuk membersihkan meja belajar Chanyeol untuk membuang rasa bosan, namun matanya malah tertarik dengan note berwarna orange yang tertumpuk dibawah tumpukan buku yang ia angkat tadi. Dan isinya mampu membuat Baerkhyun meradang.
Hari minggu
Menonton bersama Seulgi
at XXX
Huh? Apalagi ini? Fikir Baekhyun, ternyata Chanyeol membohongi dirinya karena pria itu pergi bersama Seulgi. Hebat!
Wahh Yeol, kau sepertinya menggali lubang kuburanmu sendiri.
.
.
.
Tak masalah berbohong untuk menutupi sesuatu, yang menjadi masalah adalah saat kebohongan mu terbongkar dengan mudah.
.
.
.
.
.
Next??
Cangkem :
astaga virus WB itu bener-bener mengerikan hiks :'((
IG : PychanbaekNgobrol kuy siapa tau kalian bisa ngilangin virus itu dan memunculkan ide;))
