5862-senbonzakura: Yooo~ sudah lama saya gak update…

Ayano: Kemana aja lo?

5862-senbonzakura: Habis mudik, jadinya lupa mau update…

Ayano: Wah, mudik gak ngajak-ngajak! Curang!

5862-senbonzakura: Ane ngajak kok, ente aja yang kagak mudeng… =="

Ayano: Kok jadi logat betawi?

5862-senbonzakura: Gak apa-apa… iseng doang kok…

Ayano: O gitu *langsung ngacir*

5862-senbonzakura: Woi, mau kemane? Bacain dulu disclaimernya!

Ayano: Gue lagi… gue lagi! Elo kek yang ngebaca!

5862-senbonzakura: Ane kan udah ngetik, sekarang ente bacain disclaimernya!

Ayano: *pasrah* Hadeeeh… iya aja deh…

Disclaimer: Kalau Beach dan Satu Atap itu jadi milikku, Hitsu bakalan aku jadiin adikku dan Rangga udah tinggal di kuburan *author dihajar sama Tite Kubo dan Azisa Noor*

WARNING: Pawai typo, abal, gaje, OOC, gak nyambung, pendek, garing, de el el


Bandung Yang Keren

Chapter 4: Hollow Alert!

By: 5862-senbonzakura


Sudah tiga hari sejak Hitsugaya masuk ke sekolah tempat para anak kos belajar, tampaknya belum ada masalah. Yah, selain masalah antara Hitsugaya dan Rangga sih…

"Geser dikit dong!" rintah Hitsugaya.

"Enak aja! Ini meja gue!" tolak Rangga yang tetap kekeuh mempertahankan posisi duduknya.

"Kata siapa? Geser kek! Gue dah mau jatoh nih!" omel Hitsugaya, orang yang diomeli cuma cuek sambil siul-siul gaje, kemudian terdengar suara guru berdehem kepada Hitsugaya dan Rangga.

"Hitsugaya, Rangga, kalau mau ribut keluar dari kelas saya!" tegur guru matematika yang terkenal galak itu, Hitsugaya dan Rangga cuma tegang ditempat.

"Sialan loe, awas aja kalo pulang…" bisik Hitsugaya, Rangga yang ngedenger langsung bergidik ngeri.

Setelah melewati satu jam pelajaran matematika, kini saatnya jam pelajaran yang sangat disukai para anak cowok yaitu pelajaran olahraga. Hitsugaya dan anak-anak cowok lainnya langsung berhamburan keluar kelas dan pergi ke toilet cowok (ya iyalah!) untuk berganti baju, selesai berganti baju mereka langsung berkumpul di lapangan sekolah.

"Anak-anak! Berbariis!" perintah Pak Pram, guru sekolah itu.(Ayano: kok make nama temen elo? Author: gak ada ide…) para muridpun segera berbaris dengan rapi.

"Anak-anak, karena hari ini saya harus menghadiri rapat guru maka kalian boleh bebas melakukan apa saja asalkan berhubungan dengan olahraga!" ucap Pak Pram, para muridpun langsung bersorak-sorai kegirangan-minus Hitsugaya-, bahkan sampai ada yang menari jaipong(?) gara-gara saking senengnya.

"Ya, silahkan bersenang-senang!" ucap Pak Pram dan pergi menuju ruang rapat, para murid langsung sibuk sendiri. Para cowok langsung ngambil bola sepak, sedangkan para anak cewek ada yang main basket dan ada juga yang main badminton.

"Wuiih, Hitsugaya ternyata jago juga ya main bola…" puji Erik, orang yang dipuji Cuma senyum.

"Ah, gak juga kok…" ucap Hitsugaya dan melanjutkan permainan sepak bola mereka, tiba-tiba Hitsugaya merasakan sesuatu.

'A-apa? Reiatsu ini?' batin Hitsugaya dan langsung mengambil Hyourinmaru nya yang entah datang dari mana. Ternyata dugaan Hitsugaya benar, seekor(?) hollow melompat keluar dari semak-semak dan membuat kericuhan.

"Huwaaa! Apaan tuh?" ucap Rangga panik dan langsung lari-lari tanpa arah, begitu juga murid lainnya.

"Erik! Adit! Tolong ungsikan para murid ke tempat aman!" perintah Hitsugaya, Erik dan Adit hanya mengangguk dan langsung mengungsikan para murid, Putri dan Maya juga ikut membantu, sedangkan Rangga lagi sibuk lari dari kejaran hollow tersebut.

"HUWEEE! TOLONG GUEEEE!" jerit Rangga yang lagi diuber-uber ama ntu hollow.

"Aduh baang, jangan lari doong~ eike kan Cuma pengen makan jiwanya abaaang~!" goda hollow yang ternyata adalah hollow banci(?), Hitsugaya yang ngeliat langsung jawdrop dan sweatdrop.

'Gila! Gue musti ngadepin hollow banci? Jangan-jangan ni hollow salah satu anak buahnya si Aizen lagi!' batin Hitsugaya eneg, ngebayangin sosok Aizen yang banci itu. (author dibunuh Aizen)

"HITSUGAYA, TOLONG GUEEEE!" jerit Rangga semakin menjadi-jadi.

'Gimana nih, gue gak bisa asal serang! Salah-salah bisa kena Rangga!' batin Hitsugaya sambil berkonsentrasi mencari saat yang tepat untuk menyerang hollow banci tersebut.

'Yak! Sekarang!' batin Hitsugaya dan menyerang si hollow banci tersebut.

"SOTEN NI ZASE HYOURINMARU!" dalam sekejap si hollow banci itu terbelah dua dan juga membeku. Rangga yang merasa dirinya terselamatkan langsung nari-nari gaje.

"Huaaa! Hitsugaya you are my hero!" ucap Rangga sambil muter-muterin Hitsugaya dengan kegaje-an dan ke-OOC an tingkat dewa.

'Gila apa nih anak? Atau malah ketularan kebancian hollow tadi?' batin Hitsugaya yang kesel ama Rangga.

"Monster tadi itu apa?" tanya Erik yang sudah kembali.

"Tadi itu hollow…" ucap Hitsugaya dan menyarungkan kembali Hyourinmarunya.

"Hollow? Apa itu?" tanya Rangga, Hitsugaya hanya menghela nafas dan kemudian mulai menjelaskan.

"Hollow itu…" Hitsugaya menarik nafas, "Hollow itu makhluk yang terlahir dari jiwa manusia yang tidak menyebrang ke Soul Society setelah mereka mati dan tinggal di dunia manusia terlalu lama…" jelas Hitsugaya tanpa jeda, "Ah, kalian tidak akan mengerti…" ucap Hitsugaya sambil melihat 5 sekawan yang tampaknya sudah mengeluarkan asap dari kepala mereka masing-masing.

"Tapi kok yang dikejar Rangga doang sih?" tanya Putri.

"Mungkin karena reiatsunya…" ucap Hitsugaya dan berjalan ke kelas.

"Reiatsu? Apaan lagi tuh?" tanya Rangga, Hitsugaya hanya menghela nafas dan tidak menjawab.

"Kok diem?" tanya Rangga.

"Gak papa…" ucap Hitsugaya.

"Eh Hitsugaya, pedang yang tadi lo pake kemana?" tanya Maya.

"Udah pergi…" ucap Hitsugaya sambil ngeloyor ke kelas, sedangkan Maya Cuma cengo gak ngerti. Mereka pun ke kelas dan kembali belajar.


-Sekiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiip-


"Assalamu'alaikum!" ucap Rangga dan memasuki rumah kos-kosannya diikuti dengan Hitsugaya, Adit, Erik, Putri, dan Maya.

"Waalaikum salam…" jawab Aria dari ruang tamu.

"Huaa… pengen tidur!" ucap Putri sambil berlalri ke arah kamarnya.

"O iya Hitsugaya, kamarmu sudah siap jadi kamu tidak perlu lagi sekamar dengan Rangga…" ucap Aria, Rangga yang lagi sibuk nyari makanan di dapur langsung nari-nari gaje saking senengnya.

'YES! GAK ADA YANG BISA NGEBEKUIN GUE LAGI! HAHAHAHAHAHAHA!' tawa Rangga dengan nistanya dalem ati.

'Wah, sayang sekali… padahal hari ini gue pengen banget ngebonyokin muka ntu anak setan…' batin Hitsugaya dalem ati dan langsung pergi ke kamarnya. Sampai di kamarnya, Hitsugaya langsung menghempaskan badannya ke atas ranjang.

"Hhhh… capek banget gue… baru dateng langsung diserang ama hollow… hollownya banci lagi!" gumam Hitsugaya sambil menenggelamkan kepalanya ke bantal. Beberapa menit kemudan dia pun tertidur.

Sekarang, ayo kita lihat kegiatan para 5 sekawan tersebut…

Di dapur, terlihat Rangga lagi ngorek-ngorek kulkas dengan beringasnya(digampar Rangga) terlihat juga Adit yang sedang membaca buku dengan tenangnya sambil sesekali sweatdrop ngeliat kelakuan Rangga yang bar-bar tersebut(sekali lagi author digampar Rangga) Di halaman depan, terlihat Maya yang sedang menyirami tanaman sambil nyanyi-nyanyi gaje. Aria sedang sibuk dengan naga-naga kecil yang ada di kamarnya. Erik gak diketahui lagi ngapain. Putri lagi tidur-tiduran di kamarnya sambil baca komik.

"Masak makan malam dulu…" ucap Aria sambil berjalan ke arah dapur. Sampai di dapur Aria langsung sweatrop ngeliat Rangga yang lagi ngorek-ngorek isi kulkas.

"Elo ngapain Rangga?" tanya Aria yang masih sweatdrop ngeliat kelakuan Rangga, otomatis Rangga langsung berhenti dari kegiatannya tersebut.

"Eh, mbak Aria!" ucap Rangga yang gelagapandan langsung menutup pintu kulkas, Aria dan Adit Cuma bisa geleng-geleng ngeliat kelakuan Rangga.

"Haduuh pasti elo ngorek-ngorek kulkas lagi ya?" tebak Aria dan membuka pintu kulkas, Rangga yang berdiri cuma nelen ludah.

"Hadeeh, gara-gara elo persediaan makanan kita abis… apa boleh buat, hari ini kita makan mi instan aja!" ucap Aria sambil menutup pintu kulkas.

"Mbak… malem ini makan apa? Laper nih…" tanya Putri sambil berjalan memasuki dapur.

"Makan mi instan…" ucap Aria sambil mengaluarkan 7 bungkus mi instan dari dalam lemari.

"Eh? Kok mi instan?" tanya Putri kecewa.

"Semua bahan makanan kita abis gara-gara dimakan ama Rangga…" ucap Adit tanpa berpaling dari bukunya.

"Rangga! Elo tuh bener-bener gentong ya! Padahalkan hari ini gue lagi pengen makan ayam goreng!" omel Putri.

"Apaan sih, lu kayak ipin aja! Makannya ayam goreng mulu…" ucap Rangga yang mengelak dari omelan Putri.

"Tau ah!" ucap Putri yang udah emosi langsung ngeloyor pergi entah kemana.

"Walah, Putri lagi ngambek toh…" ucap Maya yang tau-tau ada di dapur.

"May, panggilin Putri, Erik, ama Hitsugaya dong… mi nya dah jadi nih…" perintah Aria dan membagi mi nya dengan rata.

"Siaaap!" ucap Maya dan langsung ngeloyor pergi nyari Putri.

Maya dengan semangat 45(?) berjalan ke arah kamar Putri, ketika pintu kamar Putri dibuka terlihat Putri yang dengan betenya guling-guling di tempat tidurnya.

"Put, elo ngapain sih?" tanya Maya sambil geleng-geleng ngeliat kelakuan Putri.

"Gue bete maaayaaa… beteee!" ucap Putri sambil terus guling-guling gaje.

"iya, gue tau kalo elo itu bete! Makanya ayo makan malem dulu!" ucap Maya dan langsung ngeloyor lagi.

"Eh, elo mo kemana?" tanya Putri sambil membuntuti Maya.

"Manggil Erik…" ucap Maya dengan singkat.

"Eh, ikut dong!" pinta Putri, Maya hanya mengangguk. Mereka pun berjalan ke arah kamar Erik.

"Erik, makan maleeem!" teriak Maya dan langsung ngeloyor ke kamar Hitsugaya.

"Eh, Cuma gitu doang?" tanya Putri.

"Erik kan anaknya penurut, bentar lagi juga pasti turun…" ucap Maya, Putri yang dibelakang Maya Cuma manggut-manggut. Sampai di depan kamar Hitsugaya, Maya dan Putri langsung membuka pintu kamar.

"Hitsugaya, makan ma—" ucapan Maya langsung terputus begitu ngeliat Hitsugaya yang lagi tidur.

"Lah? Tidur toh…" ucap Putri sambil ngeliatin Hitsugaya yang lagi tidur.

"Uwaaah… mukanya cute bangeeet! Gue jadi gemeees!" ucap Maya sambil loncat-loncat gaje.

"Jangan berisik… ntar kalo dia bangun gimana?" tanya Putri.

"Yeh, tugas kita kan ngebangunin dia buat makan malem… jadi gak apa-apa kan kalo kita berisik?" ucap Maya, Putri cuma menghela nafas.

"Aduuh… coba gue bawa hape ke sini! Pasti udah gue potret muka Hitsugaya!" jerit Maya dengan OOCnya.

"Kayaknya si Hitsugaya capek banget…" ucap Putri.

"Iya… mungkin gara-gara ngelawan monster tadi ya? Apa tadi namanya?" ucap Maya sambil mengingat-ngingat.

"Gak tau… gak inget… yang pasti di tubuh monsternya ada bolongan… iyakan?" ucap Putri, Maya hanya mengangguk-ngangguk.

"Eh, sampai kapan kita mau berdiri di sini?" tanya Putri.

"O iya, kita musti ngebangunin Hitsugaya! Tapi gimana caranya ya?"tanya Maya, Putri pun juga mikir-mikir.

"Di guyur pake air?" tanya Putri.

"Jangan! Kasian ntar dia masuk angin!" tolak Maya.

"Dicubitin?" usul Putri, Maya langsung menggeleng.

"Jangan! Kasian ntar dia kesakitan!" tolak Maya. Putri hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal.

"Putri, Maya, ngapain aja elo berdua? Lama amat!" ucap Rangga yang dateng tiba-tiba.

"Uwaah Rangga! Kita lagi bingung niih…" ucap Maya, Rangga menaikkan sebelah alisnya.

"Bingung kenape?" tanya Rangga dengan logat betawi. Kayaknya Rangga udah ketularan sang author.

"Ini… Kita bingung gimana caranya ngebangunin Hitsugaya…" ucap Maya.

"Dia tidur?" tanya Rangga dan mendekatkan wajahnya ke wajah Hitsugaya.

"Iya…" ucap Maya.

"Hem…" ucap Rangga.

BUAK!

Tiba-tiba Hitsugaya nabok wajah Rangga, alhasil Rangga terlontar dan terjerembab di lantai.

"Berisik Kurosaki!" igau Hitsugaya, Maya dan Putri langsung jawdrop ngeliatnya.

"Aduuh! KENAPA GUE DITABOK?" teriak Rangga frustasi, Putri langsung ngakak ngeliat wajah Rangga yang bonyok.

"GYAHAHAHAHAHA! KUALAT LOE!" ledek Putri, yang diledek cuma mengumpat-umpat dalem ati.

"Hmm?" ucap Hitsugaya yang mulai bangun, diperjapkan matanya dan mengubah posisinya yang semula berbaring menjadi duduk.

"Lho? Putri? Maya? Ngapain elo di kamar gue?" tanya Hitsugaya yang masih setengah bangun.

'Uwaaaa! Baru bangun aja mukanya masih cuuuute!' jerit Maya dalem ati.

"Weh dah bangun toh? Ayo kita ke bawah! Kita makan malaaam!" ucap Putri dan langsung ngeloyor keluar tanpa meduliin Rangga.

"WOI! KENAPA GUE DICUEKIN?" teriak Rangga sambil mengelus pipinya yang tadi ditabok Hitsugaya, spontan semuanya langsung menengok ke arah Rangga.

"Eh, ada Rangga… Kok muka elo bonyok?" tanya Hitsugaya yang terheran-heran ngeliat muka Rangga yang udah bonyok.

"INI SEMUA GARA-GARA ELO!" teriak Rangga.

"Hah? Emang gue ngapain?" tanya Hitsugaya dengan wajah innocent.

"Tadi elo ngigau… Trus ngigaunya sambil nonjok mukanya si Rangga…" jelas Putri sambil cekikikan.

"O gitu…" ucap Hitsugaya singkat, dalem ati Rangga udah mulai mengumpat-umpat lagi.


-Di dapur-


"Akhirnya kalian datang juga…" ucap Aria.

"Kok lama?" tanya Adit dan Erik berbarengan.

"Ngebangunin Hitsugaya susah banget!" ucap Putri diikuti dengan anggukan Maya.

"Ya udah, hayuk kita makan!" ajak Aria. Tiba-tiba seekor(?) hollow datang entah darimana.

"Huaaa!" teriak Rangga dan Putri berbarengan sambil berlari menyelamatkan diri.

"Apa ini?" tanya Aria dan sambil melarikan diri juga. Hitsugaya langsung mengambil Hyourinmarunya dan bersiap untuk menyerang hollow tersebut.

"Tu… tunggu dulu!" ucap hollow tersebut, Hitsugaya yang ingin menyerang hollow tersebutpun berhenti.

"Gini… saya mau nanya! Taman lawang dimana ya? Saya janjian ama temen saya mau mati bareng-bareng di sana!" ucap hollow tersebut yang anehnya berbicara dengan logat Tegal, Hitsugaya dan para penhuni kos Cuma cengo ngeliat cara bicara hollow tersebut.

"Kau… gak mau makan kita?" tanya Adit pada hollow tersebut.

"Ikh, hari gini makan jiwa orang? Gak lepel men! Sekarang tuh makan nya semur jengkol ama rendang pete! Jiwa orang mah udah gak jaman di Indonesia!" ucap hollow tersebut dengan logat gaul. "Gak ada yang tau Taman Lawang yak? Ya udah dech eike nanya ama orang lain ajah…" ucap hollow tersebut kayak banci, kemudian hollow itu pergi entah kemana.

"Kenapa tuh?" tanya Rangga yang masih cengo ngeliat ntu hollow.

"Gak tau, gue mau tidur lagi aja lah… udah capek gue ngadepin hollow yang gak beres kayak tadi…" ucap Hitsugaya dan langsung ngeloyor ke kamarnya, sedangkan para penghuni kos masih cengo di tempat.

Jadilah malam ini para penghuni kos mengadakan acara cengo bersama.

To be continue…


OWARI


5862-senbonzakura: Yaaaay! Chapter kali ini panjaaang! *nari-nari gaje*

Ayano: Bravo! Bravo! *nari-nari gaje juga*

5862-senbonzakura: Haaah… capek habis ngetik…

Ayano: hahaha…. Eh, ngomong-ngomong kok hollownya jadi banci sih?

5862-senbonzakura: Gak papa… kan keren kalau hollownya jadi OOC! Muahahahahaha! *tertawa nista*

Ayano: Adegan bertarung ama hollownya aneh…

5862-senbonzakura: Eh, masa sih?

Ayano: Iya, aneh buat gue!

5862-senbonzakura: Biarin lah… Oke minna! PLEASE REVIEW!

Ayano: Sampai ketemu di chapter limaaa! *melambaikan tangan*