Serenade project presents

From The Darkest Side

(remake)

Rate M

Pair : Kyumin/Jungmin

Main Cast :

Lee Sungmin

Cho Kyuhyun

Victoria Song

Kim Jungmo

Shindong Hee

Kim Jongwoon

Summarry : Hidup Sungmin semula biasa-biasa saja. Dia adalah anak yang tidak diakui ibunya sendiri, seorang artis ternama yang memilih merahasiakan keberadaannya di depan umum dan membiarkannya dibesarkan oleh kakek dan neneknya sampai kemudian Victoria, ibunya memintanya berkenalan dengan calon ayah tirinya, seorang lelaki muda yang begitu berkuasa. Cho Jungmo, milyader kaya yang tampaknya menyimpan rahasia kelam yang berhubungan dengan masa lalu Sungmin. Bagaimana Sungmin bisa mengungkapkan rahasia sosok ayah tirinya itu?

A/N : karena banyak yang minta update cepet, yasudahlah saya update,dan chap ini akan dijelaskan siapa kyuhyun tersebut, langsung aja deh tak usah banyak kata hehe

Warning : genderswitch! Many typo dan masih banyak lagi -_-

Happy Reading! ~

enJoy !

Chapter 4 : ' Cho Kyuhyun'

.

.

.

.

Pagi itu diawali dengan teriakan histeris seorang pelayan, dan kemudian semuanya berjalan dengan begitu membingungkan bagi Sungmin.

Dia terbangun karena teriakan itu, dan langsung keluar kamar, mencoba mencari tahu apa yang terjadi. Di pintu, dia berpapasan dengan Jungmo yang sepertinya terbangun juga oleh jeritan itu, bersama-sama dengan beberapa pelayan lain mereka melangkah ke arah jeritan dan keributan yang mulai terdengar,

"Apa-apaan ini?", Jungmo melangkah di depan Sungmin, jelas sekali jengkel dengan keributan yang mengganggu tidurnya. Lalu di ujung tangga langkahnya mendadak terhenti hingga Sungmin menabrak punggungnya,

"Oh Tuhan! Andwae…", Jungmo berusaha mencegah Sungmin menengok, "Jangan lihat "

Tapi Sungmin sudah terlanjur melihat, di bawah sana, di ujung paling bawah tangga, eommanya terlentang dengan posisi aneh. Tangan dan kakinya patah, mencuat ke arah yang berlawanan, darah menggenang di belakang kepalanya, di mulutnya, di wajahnya, di dagunya hingga membasahi gaun tidur putihnya….. dan matanya melotot…. Penuh dengan ketakutan…

BRUKK

Tubuh Sungmin langsung lunglai, hingga Jungmo harus menopangnya.

"Telepon polisi!", Sungmin lamat-lamat mendengar suara Jungmom memberi perintah kepada beberapa pelayan yang mulai berkerumun, "Panggil dokter!", perintah Jungmo lagi. Lalu kemudian kesadaran Sungmin menghilang.

Serenade Project Presents

Sungmin terbangun di kamarnya, dengan dokter membungkuk di atasnya, memeriksanya, tampak lega ketika melihat dia sadar,

"Dia sudah sadar Tuan Jungmo".

Lalu Jungmo mendekat, tampak pucat dan cemas,

"Kau tidak apa-apa?", kecemasan tampak jelas di matanya, emosi pertama yang dilihat Sungmin dari Jungmo sejak perkenalan pertama mereka.

"Victoria….", suara Sungmin menghilang.

Jungmo menggenggam kedua tangan Sungmin, tampak sedih,

"Aku menyesal Sungmin-ah, aku sangat sangat menyesal….. Aku tidak tahu kenapa semua ini bisa terjadi, polisi ada di bawah… dan menurut mereka Victoria terpeleset di tangga, mungkin dia mengantuk... aku…", suara Jungmo tampak tertelan, "Aku…. menyesal Ming"

Sharin mengamati kesedihan di mata Jungmo dan air mata mengalir di matanya.

Eommanya telah tiada. Seberapapun buruknya hubungan mereka berdua, Victoria tetap eommanya, dan Sungmin masih selalu menyimpan harapan kalau suatu saat nanti eommanya akan mencintainya. Sekarang Victoria telah tiada, dan harapan Sungmin seolah-olah dipadamkan dengan kejam.

Tangis Sungmin muncul, semula hanya isakan pelan, tapi makin lama makin keras tak tertahankan, dan Jungmo langsung memeluknya menenangkannya. Mereka berdua berpelukan dalam kesedihan

Serenade Project Presents

Jungmo melangkah memasuki kamarnya, lelah. Sungmin sudah tidur, dokter terpaksa memberikan obat penenang karena Sungmin tidak henti-hentinya menangis.

Polisi sudah membawa jenazah Victoria ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. Para pelayan langsung bergerak cepat dengan instruksi Shindong, karpet yang penuh darah langsung diganti dan disimpan bersama barang-barang lain yang diminta, untuk diserahkan kepada pihak kepolisian. Selain itu semuanya di bersihkan, barang-barang Victoria yang masih tersimpan di kamarnya dibereskan dan dikemas dalam satu kotak. Dalam sekejap rumah itu sudah tampak seperti semula, seolah-olah tidak ada yang mati beberapa saat lalu di sana.

Sedikit masalah dengan wartawan, Jungmo mengernyit. Mereka langsung berbondong-bondong mencoba mencari berita, seperti semut merubungi gula. Tapi pengamanan rumahnya yang ketat menyebabkan wartawan-wartawan itu hanya tertahan sampai pintu gerbang. Jungmo hanya mengizinkan wartawan yang memperoleh kualifikasi dari kepolisian untuk meliput tempat kejadian tersebut.

Sekarang Jungmo berdiri di depan cermin mengamati wajahnya dengan tajam.

Sosok di cermin itu tersenyum kejam, sedikit mengejek, sosok Kyuhyun,

"Daebak…. Akting yang sangat hebat Jungmo", gumamnya lambat-lambat penuh tawa.

"Brengsek!", Jungmo memaki, tidak bisa menahan kemarahannya.

Kyuhyun terkekeh, tidak mau repot-repot menyembunyikan kepuasannya, "Jangan marah padaku, bukankah aku menolongmu? Kau kan tahu sendiri, kemarin Victoria melihat album foto yang penuh berisi foto-foto Sungmin sejak dia berusia sembilan tahun sampai sekarang"

"Kau tidak perlu membunuhnya! ", desis Jungmo geram.

Kyuhyun mengangkat bahu, "Lalu apa yang harus kita lakukan untuk membungkam mulutnya? Kalau dia mencari tahu sedikit lebih dalam lagi, dia akan menemukan semuanya, maksudku, semuanya Jungmo… Termasuk apa yang kita lakukan pada harbeoji dan halmeoni Sungmin, dan kau pikir apa yang akan terjadi kalau Sungmin sampai tahu? Aku melepaskanmu dari kesulitan dengan mengambil jalan termudah, kau harusnya berterimakasih padaku", gumam Kyuhyun sombong.

Jungmo menatap geram pada bayangan di depannya,

"Ralat kata-katamu! Kau bilang 'Apa yang kita lakukan pada harbeoji dan halmeoni Sungmin'? , Kau yang melakukannya! Kau dengan kegilaanmu yang tak berperikemanusiaan, dan jangan bertingkah seolah-olah kau menyelamatkanku! Kau hanya mencoba menyelamatkan dirimu sendiri!",

Seringaian Kyuhyun tak pudar juga meski dibentak seperti itu, malah semakin lebar,

"Menyelamatkan kita berdua, ingat itu Jungmo-ah, kita berdua", gumamnya puas, membuat Jungmo kehabisan kata-kata. "Aku tidak berniat melakukan itu kepada harbeoji Sungmin, tetapi dia mulai menyadari tentang kita dan hendak membawa Sungmin menjauh. Jadi aku harus menyingkirkannya.. mengenai halmeoni Sungmin.. dia terlalu ingin tahu, seperti Victoria, mengorek-ngorek informasi mengenai kematian suaminya. Aku harus bertindak. Memangnya kau punya cara lain?"

Jungmo terdiam mendengar pertanyaan Kyuhyun, membuat tawa Kyuhyun makin keras. "Lihat kan? kau tidak bisa membantah… seharusnya kau berterimakasih padaku", Kyuhyun terdiam menunggu.

Tapi Jungmo tak bergeming sehingga Kyuhyun terkekeh lagi, "Ah, percuma mengharapkan terimakasih darimu", tatapan Kyuhyun berubah tajam ketika dia mulai berpikir, "Sekarang tanpa adanya Victoria, segalanya akan lebih mudah untuk mendapatkan yeojaku"

"Dia bukan yeojamu!", potong Jungmo marah.

Kyuhyun menatap Jungmo penuh perhitungan, lalu tersenyum, "Cemburu Jungmo-ah? Kau juga menginginkannya kan? Aku tahu itu, tak ada yang bisa kau sembunyikan dariku, aku bisa merasakannya, perasaan ingin memiliki ketika kau menatap Sungmin dari kejauhan… ", tawa Kyuhyun membahana di ruangan itu. "Kita lihat saja nanti, akan jatuh cinta kepada siapa Sungmin, kepadamu dengan kekakuanmu yang membosankan itu, atau kepadaku dengan segala pesonaku".

Ucapan itu bagai sebuah janji, menggema dari sudut yang gelap, janji yang menakutkan...

Serenade Project Presents

Ketika Sungmin terbangun, rasanya masih seperti mimpi, dia mandi, berpakaian dan berjalan seperti robot, mengernyit ketika menyadari bahwa tasnya memang benar-benar tidak ada. Dia harus pergi dari rumah ini.. Segera. Selain karena dia sudah tidak sepantasnya berada di rumah ini lagi, kenangan itu…. Kenangan akan tubuh Victoria yang tergeletak di bawah tangga dengan mata menyiratkan ketakutan yang amat sangat itu…..

Sungmin menggeleng-gelengkan kepalanya, mencoba menghilangkan pikirannya yang mulai melantur jauh. Suara gaduh di luar membuatnya tertarik, dia melangkah ke pintu dan mengintip, para pelayan tampak sibuk kesana kemari.

"Kau sudah bisa bangun rupanya"

Suara itu membuat Sungmin terlonjak kaget, dia menoleh, dan di sana, sambil bersandar di dinding lorong, dengan pakaiannya yang hitam-hitam, Jungmo berdiri dengan menatapnya geli.

Sungmin menghembuskan nafas panjang, ah astaga, sepertinya laki-laki ini memang sangat suka membuatnya terkejut.

"Ah.. Ne, aku..."

"Hari ini pemakaman Vicky, karena wartawan ada banyak sekali di sana, aku sarankan kau tidak usah hadir, semua sudah diurus", sela Jungmo seolah tak tertarik dengan kata-kata Sungmin.

Sungmin menelan ludah, kenapa lelaki ini tampak begitu dingin? Bukankah Victoria adalah calon istrinya? Setidaknya bukankah seharusnya ada setitik perasaan sedih yang tersirat di sana?

"Aku ah… sedang berpikir untuk segera pergi dari rumah ini", guman Sungmin lemah, entah kenapa kehadiran Jungmo yang hanya berdiri di sana terasa begitu mengintimidasi.

"Wae?", alis Jungmo tampak mengernyit.

"Karena aku sudah tidak sepantasnya tinggal disini, lagipula, aku memang tidak berencana pergi terlalu lama–

–Shireo". Suara Jungmo berubah, kelam dan gelap. Ekspresi wajahnya pun berubah, seolah-olah orang lain yang berdiri di situ.

"Mwo?", Sungmin mengamati wajah Jungmo, tiba-tiba merasa takut entah kenapa.

"Kau tidak boleh pergi dari rumah ini." Namja itu melangkah maju dengan pandangan mengancam.

Sungmin melangkah mundur dengan gerakan refleks, "Waeyo?"

"Karena..." Namja itu mengerutkan keningnya, tampak berpikir, "Para wartawan masih berkeliaran mengawasi rumah ini, mereka akan memangsamu seperti piranha mengerubuti mangsanya kalau mereka tahu tentangmu."

"Tetapi.. mereka tidak tahu tentangku Jungmo-ssi, aku akan menyelinap diam-diam di malam hari, mereka mungkin akan mengira aku salah satu pelayan di rumah ini."

"Jangan merendahkan dirimu Minnie." Jungmo mengerutkan keningnya, tak suka ketika Sungmin menyamakan dirinya sebagai pelayan, "Eommamu sudah tidak ada, jadi tidak akan ada yang bisa merendahkan dirimu lagi. Aku sudah memastikannya."

Sungmin menatap Jungmo, dan mengerutkan keningnya lagi. Namja itu tampak berbeda, dia tampak menakutkan. Dan dia mirip dengan namja dalam mimpinya... namja yang mengatakan bahwa namanya adalah Kyuhyun...

Tiba-tiba perasaan takut menyelimuti Sungmin, dan Jungmo tampaknya mengetahuinya, entah kenapa namja itu tampaknya bisa mengendus ketakutan dalam diri Sungmin.

"Wae Minnie?" ada senyum di situ, senyum yang lembut, tetapi tampak menakutkan, "Kenapa wajahmu pucat? Kau teringat sesuatu?" namja itu melangkah maju, mulai mendekat

"Ani, Aniyo. Aku hanya sedikit pusing." Itu memang benar. Semua hal ini membuat kepalanya pusing.

"Karena itulah kau tidak boleh pergi dari rumah ini dulu. Aku tidak akan mengizinkanmu." Jungmo berhenti mendekati Sungmin, untuk kemudian melangkah mundur, "Istirahatlah."

Dan dengan tenang, namja itu melangkah pergi. Meninggalkan aura ketakutan memancar di belakangnya.

Serenade Project Presents

"Kau harus menyebarkan kabar itu kepada para wartawan." Jungmo berbicara dengan dingin kepada seseorang di seberang telepon. "Hembuskan kabar bahwa Victoria memiliki anak gelap."

"Apakah anda ingin semua wartawan berbondong-bondong datang ke rumah ini?". Itu suara Jongwoon, salah satu anak buah kepercayaan Jungmo yang sangat setia.

"Ya. Buatlah kekacauan. Aku akan memastikan Sungmin tahu tentang itu semua."

"Saya akan menyebarkannya. Para wartawan akan berpesta pora."

"Bagus." Jungmo tersenyum. "Lakukan dengan baik."

Telepon ditutup, dan Jungmo menghela napas. Dia harus mempertahankan Sungmin dulu di rumah ini. Setidaknya sampai dia bisa mengambil hati Sungmin. Sampai Sungmin tertarik kepadanya dan tidak mau pergi dengan kemauannya sendiri.

Tetapi hal itu tampaknya tidak mudah. Ketika Kyuhyun muncul dan menguasainya, Sungmin tampak ketakutan, Jungmo memperhatikan ketika Sungmin melangkah mundur dengan refleks untuk melindungi dirinya dari aura mengancam Kyuhyun.

Dia menatap ke arah cermin dan melihat bayangannya. Bayangannya yang dalam benaknya kini tampak menyeringai dan jahat, Kyuhyun.

"Dia tidak menyukaimu. Kalau kau tidak mau membuatnya kabur dan lari ketakutan, kau harus menyingkir."

Kyuhyun tersenyum sinis, "Dan kau pikir dia lebih menyukaimu?"

"Dia lebih tenang kalau aku yang ada di depannya." Jungmo menatap Kyuhyun tajam, "Aku sedang berusaha membuatnya bertahan di tempat ini. Jangan mengacaukannya!"

Kyuhyun terkekeh mendengar perkataan Jungmo, "Aku tidak janji." Lalu bayangan namja itu menghilang dalam kegelapan, dan Jungmo menatap kembali wajahnya sendiri di cermin. Menghembuskan napasnya dengan kesal.

Serenade Project presents

Jungmo tidak memiliki Kyuhyun di dalam dirinya sejak lahir. Dulu dia anak yang normal dan biasa-biasa saja. Kemudian ketika usianya enam tahun, di saat kedua orang tua kandungnya masih hidup, Jungmo mulai merasakannya. Ada sesuatu yang gelap dan menakutkan tumbuh di dalam dirinya. Sesuatu yang kejam dan mengerikan.

Dia pernah tersadar ketika memegang seekor kelinci yang telah dimutilasi dengan kejam. Kelinci itu masih utuh, tetapi tangan dan kakinya dipotong, dan mata serta organ dalam tubuhnya dikeluarkan, berceceran di tanah. Jungmo yang masih berumur tujuh tahun tersentak dan membuang kelinci itu ke tanah, berlari ketakutan.

Rupanya itulah saat pertama Kyuhyun bisa muncul dan menguasai tubuhnya.

Kejadian-kejadian lain tak kalah mengerikannya. Kyuhyun selalu membawa aura kemarahan dan kebencian. Dan selalu muncul di saat-saat yang tidak terduga.

Di masa sekolah dasarnya, Jungmo selalu di skors di sekolah untuk hal-hal kejam yang dia tidak tahu, memukul teman sekelasnya dengan penggaris logam, menggores pipi teman perempuannya dengan pisau cutter, membunuh anjing peliharaan penjaga sekolah yang selalu mengonggonginya... dan semua hal itu, bahkan Jungmo tidak merasa pernah melakukannya.

Jungmo kebingungan, merasa difitnah dan diperlakukan kejam oleh orang-orang di sekelilingnya, semua orang takut kepadanya. Bahkan eomma kandungnya sendiri mulai takut kepadanya dan menjauhinya, bersikap gugup kalau Jungmo ada di dekatnya. Begitu juga appanya, yang memang sejak semula bersikap dingin dan menjauh. Meskipun ada perubahan besar dalam diri appanya, appanya sangat kejam dan tegas, dan tidak segan-segan memukul Jungmo kalau Jungmo melakukan sesuatu yang menurutnya salah dan tidak sesuai dengan standarnya, tetapi sepertinya appanya sudah berhenti memukulinya.

Pertama kali Kyuhyun berkomunikasi padanya adalah suatu malam di usianya yang ke sepuluh. Jungmo melihat bayangan di depannya bisa membalas perkataannya. Dan memperkenalkan diri.

"Aku Kyuhyun, Cho Kyuhyun." Katanya waktu itu. "Bisa dikatakan kita berbagi rumah yang sama, Cho Jungmo."

Lalu semuanya jelas bagi Jungmo, Kyuhyunlah yang melakukan semua kekejaman itu. Kyuhyun adalah sisi lain dirinya, alter egonya yang sangat kejam dan tidak berperikemanusiaan. Namja itulah yang dirasakannya menyelinap bagai bayangan gelap dan menakutkan bertahun lalu, seakan menunggu saat untuk meledak dan menguasainya.

Jungmo tidak mau Kyuhyun lepas dan tak terkendali, lalu merusak hidupnya. Jungmo lalu dengan sekuat tenaga berusaha menekan Kyuhyun dalam-dalam, mengendalikannya, membuatnya tertidur jauh di dalam dirinya. Sampai kemudian kedua orang tuanya tewas dalam kecelakaan pesawat itu dan Jungmo diambil oleh keluarga angkatnya, sebagai wali Jungmo. Sampai dia berusia 17 tahun dan boleh menerima warisan keluarga secara hukum, yang ditunjuk oleh ayah Jungmo, mereka adalah sahabat Appa Jungmo. Dan mereka memberikan suasana keluarga yang hangat dan menyenangkan bagi Jungmo, jauh dari suasana dingin dan kaku yang ada di rumah Jungmo sebelumnya.

Bahkan Kyuhyunpun sepertinya menyadari kebaikan keluarga angkat itu, karena dia jarang memberontak muncul dan mengganggu. Semua tampak berjalan lancar, sampai entah kenapa Jungmo lengah dan Kyuhyun berhasil menguasai tubuhnya. Lalu menciptakan sebuah kejadian yang membuat mereka sama-sama terobsesi kepada Sungmin.

Obsesi itu yang membuat Kyuhyun semakin lama semakin kuat dan bisa muncul kapanpun sesuai kemauannya sendiri. Keinginan Kyuhyun memiliki Sungmin begitu kuat sehingga Jungmo sendiri tidak mampu membuatnya tertidur lama-lama

Serenade Project presents

Kyuhyun memasuki kamar Sungmin, dengan langkah tenang dan tidak terlihat, seperti yang biasanya dilakukannya kalau dia menyelinap ke kamar yeoja itu.

Sungmin tertidur dengan lelap, mungkin obat penenang dari dokter itu membuatnya tenggelam dalam mimpi yang dalam. Bagus. Itu berarti Kyuhyun bisa leluasa.

Namja itu duduk di pinggiran ranjang dan menyentuhkan jemarinya menelusuri pipi Sungmin. Benarkah yeoja ini takut kepadanya? Kenapa Sungmin takut kepadanya? Dalam benak Kyuhyun, Sungmin adalah yeoja satu-satunya yang melihatnya apa adanya. Mata polos itu dulu pernah menatapnya, menatapnya dengan perhatian ketika dia telah membunuh orang dengan mengerikan.

Bahkan Sungmin waktu itu menawarkan plester untuk lukanya. Kyuhyun saat itu sudah siap membunuh Sungmin. Baginya tidak masalah membunuh anak kecil, apalagi anak kecil yang merupakan saksi mata. Tetapi dia mengurungkan niatnya karena anak kecil itu menawarkannya plester untuk menyembuhkan lukanya. Sebuah tindakan yang konyol, tetapi menyentuh hati Kyuhyun yang gelap. Dan di hari itu, Kyuhyun menyadari bahwa dia harus bisa memiliki Sungmin. Apapun akan dilakukannya untuk memiliki Sungmin. Yeoja itu memberikannya kekuatan. Semakin lama semakin kuat. Hingga mungkin dia bisa menyingkirkan Jungmo dari tubuh ini, dan menguasainya sepenuhnya.

Kyuhyun menunduk dan mengecup bibir Sungmin yang sedang tertidur pulas. Bersyukur atas obat penenang yang diberikan oleh dokter itu sehingga Sungmin tidak akan sadar kalau dia bertindak sedikit lebih jauh. Jemarinya membuka kancing kemeja Sungmin, menyentuh buah dadanya, dan meremasnya lembut. Gairahnya naik, seperti biasanya. Kalau berhubungan dengan perempuan, Kyuhyun hanya mengetahui satu hal : nafsu. Dia tidak pernah tahu cara lain untuk menggambarkan perasaannya kepada yeoja.

Bibirnya turun ke leher Sungmin, meresapi harumnya yeoja itu yang menggoda seluruh saraf tubuhnya. Dan Kyuhyun mengecupnya, mencecap setiap rasanya. Ketika bibirnya sampai ke bagian paling atas payudara Sungmin yang ranum dan menggoda, Kyuhyun mengecup lebih dalam, melumat dan perlahan-lahan mengigit kulit halus itu, sehingga meninggalkan tanda kemerahan di sana, membuat Sungmin sedikit menggeliat dan mengerutkan kening dalam tidur pulasnya. Dia menegakkan tubuh dan tersenyum puas melihat hasilnya. Ini sama seperti seorang pejantan yang memberi tanda kepada betinanya.

Dengan tenang dia mengancingkan kembali piyama Sungmin, dan merapikan kembali selimutnya. Dalam senyuman dia mengecup bibir Sungmin untuk terakhir kalinya, sebelum meninggalkan yeoja itu terbaring lelap di ranjang.

Sekarang belum saatnya memiliki Sungmin. Nanti, kalau waktunya sudah tepat. Kyuhyun akan mengambil Sungmin, menundukkannya, menguasainya dan mempermainkannya sesukanya, sampai dia bosan.

Serenade Project presents

Ketika Sungmin terbangun keesokan harinya, hujan turun dengan derasnya di pagi hari yang muram itu. Menghantamkan air ke jendela kaca kamarnya, membuat suasana makin gelap dan murung. Sungmin melangkah turun dari ranjang. Pelayan biasanya sudah datang dan menyiapkan peralatan mandinya, tetapi kali ini tidak ada yang datang. Sungmin berpikir mungkin Jungmo memerintahkan mereka untuk tidak mengganggu tidurnya.

Dengan gontai, masih setengah mengantuk Sungmin melangkah ke dalam kamar mandinya. Dia melepaskan piyamanya dan berdiri telanjang di bawah pancuran air hangat. Dia sedang tidak ingin berlama-lama di kamar mandi, karena itu dia sama sekali tidak melirik ke arah bathtub. Selesai mandi dan merasa segar akibat siraman air hangat ke tubuhnya, Sungmin berdiri di depan cermin dan mengambil sikat gigi dari tepi wastafel. Dia mulai menyikat giginya dan tertegun.

Sungmin tertegun melihat bayangan yang terpantul di kaca kamar mandinya. Di bagian atas payudaranya, ada tanda merah yang sekarang sudah sedikit membiru. Dengan bingung digosoknya tanda itu, tidak sakit. Apakah bekas gigitan serangga? Kenapa tidak terasa gatal dan sakit?

Lama Sungmin mengerutkan keningnya sambil memandang tanda itu. Tetapi kemudian dia menarik napas dan melanjutkan menggosok giginya. Mungkin memang hanya ruam di kulitnya yang sekarang sudah sembuh. Pikirnya dalam hati.

Serenade Project presents

Jungmo memintanya datang ke ruang keluarga setelah sarapan, jadi Sungmin menurutinya meski sedikit enggan, berduaan dengan lelaki itu terasa sedikit mengintimidasinya. Tetapi tentu saja Sungmin tidak bisa menolaknya.

"Kemarilah Ming." Namja itu duduk di sofa dan menepuk tempat di sebelahnya dengan ramah, membuat Sungmin mau tak mau mengambil tempat duduk di sebelah Jungmo.

Di depan mereka ada sebuah televisi besar yang dinyalakan. Menayangkan berita gosip.

"Lihatlah berita itu." gumam Jungmo datar.

Sungmin melihat berita itu dan mengernyit. Para wartawan sedang berdiri di depan tempat yang dia kenal. Tempat itu... tempat itu adalah rumahnya! Rumah tempat tinggalnya dengan harbeoji dan halemoninya. Kenapa para wartawan berdiri di depan rumahnya?

"Mereka entah darimana mendapatkan kabar bahwa Vicky mempunyai seorang putri yang dirahasiakan." Jungmo bergumam sambil mengamati berita di televisi itu, "Dan sekarang mereka menyerbu ke rumahmu, mencari tahu. Untung saja rumah itu kosong karena kau ada di sini, kalau tidak mereka akan menyerbumu."

Sungmin masih tertegun. Tiba-tiba merasa takut, para wartawan itu sama persis seperti yang dikatakan Jungmo, mereka seperti piranha yang kelaparan, berusaha mengerubuti dan mengejar mangsa mereka. Hidupnya dulu tenang, dan Sungmin nyaman berada di dalamnya, kenapa hidupnya bisa berubah seperti ini?

Jungmo menoleh menatap Sungmin yang masih terdiam, "Mereka juga berusaha mengejarku, tetapi mereka tidak bisa menembus pagar rumahku. Kalau kau mengintip jauh ke luar sana, kau pasti bisa melihat beberapa mobil parkir di sana, mengintip dan berusaha mendapatkan informasi sekecil apapun." Jungmo menarik napas panjang, "Mereka tidak tahu kau ada di rumah ini, jadi kau bisa berlindung di rumah ini. Untuk sementara, sampai para wartawan itu tenang."

Sungmin menghela napas panjang. Dia sungguh-sungguh ingin pergi. Perasaannya tidak enak dan dia merasa tidak pantas berada di rumah ini. Jungmo bukan siapa-siapanya, dan tinggal di sini terasa mengganggu pikirannya. Tetapi kalau situasinya berubah seperti ini, dia tidak bisa bisa menolak bantuan Jungmo bukan?

Sungmin menghela napas panjang lagi, berusaha mencari cara untuk menghindar, ditatapnya Jungmo dengan ragu,

"Mungkin aku bisa mencari teman yang bersedia menampungku untuk sementara waktu"

Darren terkekeh, "Aku yakin teman-temanmu tidak mempunyai pagar yang kokoh dan tak tertembus seperti pagarku. Apakah kau ingin mengganggu kehidupan mereka dengan serbuan wartawan itu? Wartawan itu tak akan berhenti Sungmin, kau adalah berita panas yang mereka kejar, dan mereka tidak akan berhenti sampai mereka mendapatkanmu."

Sungmin mengernyitkan dahinya, "Tetapi .. aku merasa tidak pantas tinggal di rumah ini. Aku bukan siapa-siapamu dan–

–Anggaplah aku temanmu, oke? Rumah ini besar dan bisa menampungmu. Kau akan aman di sini. Tidak ada yang tahu kau di sini. Aku tidak merasa direpotkan olehmu, dan kau bebas pergi setelah keadaan aman." Potong Jungmo tersenyum lembut, "Aku akan menjagamu Ming."

Dan entah kenapa Sungmin menyadari ada kejujuran yang tulus di balik kata-kata Jungmo itu.

"Hei, kau memanggilku dengan sebutan Ming.." kata Sungmin.

"Tidak apa-apakan? Aku hanya ingin hubungan kita ini tambah akrab" perkataan Jungmo yang lembut membuat Sungmin tersenyum.

Serenade Projest presents

Tetapi Jungmo yang sekarang makan malam dengan Sungmin sangat berbeda. Namja itu berubah, menyebarkan aura ketakutan yang sama seperti yang dirasakan Sungmin beberapa waktu yang lalu. Namja itu diam sepanjang makan malam yang hening. Hanya melirik Sungmin dengan tatapan tajam yang sedikit menakutkan beberapa kali. Membuat Sungmin merasa tidak nyaman.

Jungmo tidak berusaha memulai percakapan, karena itu Sungmin juga diam saja. Membiarkan para pelayan melayani mereka dari sajian pembuka, sajian utama dan kemudian sajian penutup. Ketika sajian penutup sudah selesai dihidangkan, Sungmin menatap Jungmo yang mulai menuangkan wine ke gelasnya dengan gugup,

"Aku rasa... aku akan kembali ke kamar dan beristirahat."

Namja itu diam saja, menyesap wine anggurnya dan menatap Sungmin dari atas gelasnya. Semakin lama aura namja itu terasa semakin menyesakkan dadanya.

Sungmin meletakkan serbetnya dengan hati-hati, lalu menganggukkan kepalanya kepada Jungmo dan dengan langkah cepat melangkah keluar dari ruang makan itu, berusaha secepat mungkin keluar dari sana, membebaskan diri dari suasana yang menyesakkan dadanya.

Dia sudah membuka pintu ruang makan itu sedikit, ketika tangan Jungmo yang ramping dan kuat terulur begitu saja di belakangnya. Telapak tangannya mendorong pintu itu supaya menutup lagi.

CKLEKK – DUKK

Jungmo sudah berdiri di belakang Sungmin, begitu dekat hingga napasnya berembus hangat di puncak kepala Sungmin dan dadanya hampir menyentuh punggung Sungmin. Sungmin berdiri dengan gugup menghadap pintu, masih membelakangi Jungmo, jantungnya berdebar entah kenapa.

Lalu lelaki itu menundukkan kepalanya, berbisik dengan hembusan lembut di telinga Sungmin, membuat bulu kuduk Sungmin berdiri.

"Kenapa kau begitu buru-buru berpamitan Minnie? Apakah kau takut kepadaku?" dan seketika itu juga, Sungmin yakin namja yang di belakangnya ini bukan Jungmo.

TBC (TuBerColosis)

NAAH! Chap ini udah menjelaskan siapa sosok kyu sebenernya -_- tapi mian chap soal appanya sungmin di chap depan nanti bakal dijelasin. Okey, sebelumnya disini kyu adalah alter ego persis seperti tebakan author lhyn hatake (dirimu benar eon ^^b) juga beberapa readers yang lain menebaknya dan tebakan kalian bener kok. Alter ego ato bisa dibilang kepribadian ganda,

Tapi bagaimana dengan Ncnya? Nc nanti 2 chap lagi. Jadi sabar yak , oya tapi kalo ncnya harus bener2 dirombak, karena nc depan ada bagian jungminnya -_- jadi karena disini pairnya kyumin, harus kyumin dong *otak yadong mulai on* dan kalo ncnyapun jelek, silahkan protes di review karena saya hanya penulis amatiran ._. Maklum kekurangan masih banyak dan perlu banyak belajar juga.

Cuplikan chap depan :

"A- Aniya.. aku hanya sedikit lelah.."

.

"Saya harap anda melakukannya terus."

"Melakukan apa?"

"Mengunci pintu kamar anda setiap malam."

.

"Ne Ming-ah... aegyanya itu adalah dirimu."

"Jeongmalyo?"

.

"Dia memang ada."

"Aku menyelidiki ke sekolahnya dan berhasil mendapatkan fotonya waktu masih muda. Usianya pas. Sepertinya gosip itu benar, Victoria melahirkan anaknya ketika usianya enam belas tahun."

"Tetapi dari rumor yang aku dengar, Cho Jungmo selalu membawa kematian di sekelilingnya."
"Apa maksudmu?"

Naaaah itu dia cuplikan chap depan, dan thanks to for ngereview :

Liaa kyuminelf, diamond, xunqmin, hanna, Kyurin Minnie, choco95, ZaAra eviLKyu, lia, Lhyn Hatake, Misskey, EvilBunny, nova137,maria8, elfkyulover,maximumelf,Lee Sanghyun,I Was Dreamer, JiYoo861015,motochika28,tripler lee,Liu Hee hee,18thOfMay, , para guest, dan masih banyak lagi yang gak bisa disebutin -_- tapi terimakasih sekali lagi buat ngereview jeongmal gamsahamniddaaa :D

Sebenernya aku gak 'haus' akan review, cuman untuk sekedar meninggalkan jejak karena sudah membaca karya ff ini tak masalahlah hanya sepatah 2 kata saja buat ngelanjutin nih ff #pundung dan aku lebih suka dipanggil jueta ato tania ato chingu saja, aku bukan author sejati kok :)

REVIEW PLEASE! :)

Sign,

Jueta.