BEHIND YOU
.
Lee Sungmin
Cho Kyuhyun
Other Cast
.
Rated : T+
.
Warning : GS| Abal | Typo(s) |OOC| Membosankan | Ide cerita yang pasaran | Tidak sesuai EYD
Semua cast milik diri mereka masing masing, orang tua dan Tuhang YME. Dan saya hanya meminjam nama mereka saja. ^^
.
Don't Like Don't Read
.
^^ Happy Reading^^
.
"Aish… ini bukan acara kelulusan, mengapa kalian semua ikut ". Ucapan ketus terdengar dari mulut namja yang mendudukan dirinya dibangku ruang tunggu. Disampingnya kanannya terduduk dua orang yang tak lain adalah kedua orang tuanya, sementara dihadapannya menampakan dua orang yeoja yang sesekali mengumpat kecil padanya.
"Tidak bisakah kau diam? Mulutmu itu cerewet sekali". Ejek salah satu yeoja disana. Secepat kilat yeoja itu dihadiahi deathglare oleh korbannya. "Apa?". Tantang yeoja itu lagi.
"Sudah sudah, kalian ini rebut sekali". Suara wibawa itu menghentikan aksi saling menatap-tajam mereka. "Kau juga Hyukie, seperti tak tahu Kyuhyun saja". Namja yang diketahui bernama Kyuhyun itu tersenyum puas mendengar belaan dari sang appa. "Bocah evil ini memang cerewet sejak dulu". Lanjutnya.
"Ya! Appa!". Bentak Kyuhyun. Semua terbahak melihat ekspresi kesalnya. Bahkan Hyukjae harus memegangi perutnya karena tak sanggup menahan geli.
"Sudahlah, tawa kalian itu bisa mengganggu orang lain". Ucap nyonya Cho menasehati. Ia sendiri masih terlihat menahan tawanya.
"Aish… kalian sudah menghancurkan mood ku". Kyuhyun mengacak frustasi rambut coklat terangnya. "Harusnya kalian semua tak usah ikut, cukup aku dan-". Kyuhyun terdiam, beberapa pasang mata menatapnya penasaran. "cukup aku saja". Lanjut Kyuhyun cepat.
Nyonya Cho tersenyum. "Ini kali pertamanya kau melakukan terapi, tentu saja kami juga antusias menemanimu".
"Ne, eommamu benar Kyu". Sambung tuan Cho. "Kami juga khawatir kau melarikan diri". Hyukjae ikut menyerukan suaranya.
Kyuhyun berdecih keras, matanya beralih menatap yeoja yang sedari tadi hanya duduk terdiam mengulas senyum manisnya. Dan tanpa sadar membuatnya juga ikut tersenyum.
Tak ada percakapan lagi diantara mereka, hanya terdengar suara suara perawat berseragam rumah sakit yang berlalu lalang disana. Ya, mereka kini sedang berada diruang tunggu tempat Kyuhyun akan melakukan terapi.
Berterimakasihlah pada Sungmin yang menyetujui permintaan konyol Kyuhyun, karena itulah persyaratan yang di ajukan namja kelahiran februari itu. Walau Kyuhyun sendiri tak serius untuk itu.
Sepertinya orang orang yang menemani Kyuhyun jauh lebih semangat darinya, terlihat jelas raut antusias dan senyuman yang terlukis diwajah mereka. Membuat Kyuhyun tertunduk pasrah. Mungkin berbeda jika Sungmin saja yang menemaninya, iya kan?
"Noona, mana Donghae hyung?". Tanya Kyuhyun setelah beberapa saat mereka terdiam.
Hyukjae mengerutkan alisnya. "Kau menyalahkan kami semua ikut menemanimu, kenapa kau menanyakan dimana Dongahe?". Cibir Hyukjae.
"Aku hanya bertanya saja noona". Ketus Kyuhyun. "Minnie, kau tunggu aku sampai selesai, kau harus pulang bersamaku. Arra!". Kyuhyun berganti menatap Sungmin.
"Eh?". Sungmin sedikit tersentak kaget. "N-ne Kyunie". Jawab Sungmin sekenanya.
Minnie? Kyunie? Sudah mulai dekat eoh?
.
.
Sepuluh menit yang lalu Kyuhyun beranjak kedalam ruangan terapinya ditemani nyonya dan tuan Cho. Hyukjae dan Sungmin lebih memilih tetap menunggu di luar, walau sebenarnya mereka di perbolehkan untuk masuk.
"Hyukie, kau tahu terapi apa yang dilakukan Kyuhyun?". Tanya Sungmin penasaran.
"Yang ku dengar dari Cho ahjumma, Kyuhyun melakukan Cognitive behavioral therapy, itu sejenis memperlihatkan rekamannya atau rekaman orang lain yang sedang mencuri, mungkin memberi pengertian bahwa itu adalah perbuatan yang salah. Ya, walau tindakan ingin mencuri itu diluar kesadaran mereka". Jelas Hyukjae panjang lebar.
Sungmin mengangguk paham. "Tapi apa ini akan berhasil?". Tanya Sungmin lagi.
"Kita berdoa saja semoga ini akan berhasil, kudengar terapi ini bertahap, jadi efeknya akan terlihat setelah melakuakan beberapa tahap". Sungmin kembali mengangguk. "Gomawo sudah membujuknya Min". Hyukjae tersenyum. Yeoja itu tak tau menau tentang perjanjian antara dua orang itu.
"Cheonmaneyo Hyuk". Ucap Sungmin membalas senyuman Hyukjae.
.
.
.
.
-Kyuhyun POV-
Aku kembali mengingat wajahnya yang bosan kerena terlalu lama menungguku. Ya, Sungmin memang menepati janjinya menungguku sampai selesai melakukan terapi, dan kami pulang bersama.
Awalnya aku sempat berdebat dengan Hyukie noona, karena dia merengek untuk ikut bersama kami, tak peduli dengan Sungmin yang juga ikut membujukku, Kyuhyun tetaplah Kyuhyun, jika aku bilang tidak, tentu saja tidak.
Tak masalah aku harus mendapat cubitan panas dari Hyukie noona, yang penting yeoja penyuka pisang itu tak ikut bersama ku dan Sungmin.
Noona ku yang satu itu sangat merasa kesepian tanpa Donghae hyung. Tak bisa lama lama berjauhan. Sungguh kekanakan!. Salahkan saja calon mertuamu itu noona, yang meminta pangeran ikanmu menghadiri peresmian cabang perusahaan barunya di gangnam. Membuatmu tak bisa bergelayut manja padanya.
Sekarang, aku dan Sungmin berada di kedai yang cukup besar dan cukup ramai, dengan beberapa porsi makanan yang dihidangkan di meja kami. Dan salah satunya adalah makanan favorit ku. Jjajangmyon.
Ku duakan jjajangmyon ku dengan menatap aneh Sungmin. Sedari tadi dia senyum senyum sendiri, seperti orang gila saja. "Wae? Kenapa kau senyum senyum seperti itu? Apa kau sudah gila?".
"Uh? Ani". Hanya itu? Biasanya dia akan meledak ledak jika aku mengatainya.
Drrrtt… drrrt…
Benda itu kembali bergetar. Aku yakin Sungmin akan senyum senyum sendiri seperti tadi. Dan see? Aku rasa dia memang gila. Memangnya pesan dari siapa?dari kekasih bodohnya itu?
"Pesan dari siapa? Jungmo?".
Kepalanya mengangguk. Hahh~ dia lagi, tak bisakah Sungmin melupakannya jika sedang bersamaku?
Oke. Kalian boleh bilang aku cemburu, dan sepertinya aku memang cemburu.
-Kyuhyun POV end-
"Pesan dari siapa? Jungmo?". Kepala Sungmin mengangguk. "Jika sedang bersamaku, bisakah kau melupakan selingkuhan bodohmu itu?". Sungmin sweatdrop mendengar ucapan Kyuhyun. Siapa yang pacar? Siapa yang selingkuhan sebenarnya?.
"Jangan membuatku jengkel Kyunie". Sungmin meniup jjajangmyon yang terapi sumpit ditangannya. "Kau merusak suasana saja". Ucapnya sebelum menyuap jjajangmyon itu.
"Aku tak peduli, kau harus dihukum Minnie".
"Memangnya aku melakuakn apa? Kenapa aku harus dihukum?".
"Karena kau selingkuh saat bersamaku". Sungmin kembali sweatdrop mendengar ucapan kekanakan Kyuhyun. Ia memasang wajah cengonya menatap Kyuhyun dalam dalam.
Apa dia harus melakuakn terapi otak juga?
.
.
Kepala Kyuhyun menggeleng heran. "Apa kau memang seperti itu? Selalu mengotori bibirmu saat makan?". Sindirnya.
"uh?".
"Biar aku yang bersihkan". Kyuhyun mulai mencondongkan badannya kearah Sungmin.
"Andwe!". Sungmin berteriak tertahan. "Biar aku saja". Secepat kilat yeoja itu menyambar selembar tishu, mengelap noda di bibirnya.
Kyuhyun menyeringai, kembali membenarkan posisi duduknya. "Kau fikir aku akan membersihkannya dengan mulutku". Ucap Kyuhyun menunjukan sapu tangan ditangan kirinya.
"Diamlah, dan cepat habiskan makananmu"
Kena kau Lee Sungmin.
.
.
"Kau harus membayar semua ini Minnie". Kyuhyun berujar seraya menunjuk semua makanan yang mereka pesan. "Ini hukuman yang aku maksud".
"Mwo? Shireo, kau bahkan memesan dua porsi". Tolak Sungmin.
Kyuhyun mengedikan bahunya tanda namja itu tak peduli. Helaan nafas terdengar dari Sungmin. "Aku tak punya uang sebanyak itu, kalau membayar pesananku saja aku tak keberatan". Sungmin memberi jeda. "bagaimana jika gantinya aku mentraktirmu jjajangmyon yang lebih enak dari ini?".
"Benarkah? Dimana itu?". Tanya Kyuhyun semangat. Sungmin sekarang percaya apa yang dikatakan Donghae dan Hyukjae, Kyuhyun sangatlah kekanakan dan manja, sifat angkuh nya menguap entah kemana. Namun Sungmin malah merasa nyaman dibuatnya.
"Dikedai orang tua ku".
"Mwo? Orang tua mu pemilik kedai jjajangmyon?".
"Ne, walaupun tak sebesar kedai ini, tapi kau tak usah meragukan rasanya, weekend nanti kita kesana. Bagaimana?".
"Tak buruk". Ujar Kyuhyun mengiyakan tawaran Sungmin.
"Kyunie, bagaimana jika kita ke taman bermain sebentar". Sungmin mengutarakan idenya.
"Ayolah~". Bujuk Sungmin lagi.
.
.
.
.
Sungmin berjalan kecil ditengah suasana ramai taman bermain. Sebelah pipinya menggembung mengemut permen lollipop yang di belinya tadi. Tak jauh berbeda dengan Sungmin. Kyuhyun berjalan disisi nya seraya mengemut permen lollipop dengan rasa yang sama seperti milik yeoja itu.
Awalnya Kyuhyun menolak. Seperti anak kecil saja. Itulah alasan yang dilontarkannya. Tak menyerah begitu saja, yeoja bermata kelinci itu mengeluarkan jurus aegyo 1000 watt andalannya. Dan see? Permen berperisa stroberi itu bermain bebas dimulut Kyuhyun.
Langkah Kyuhyun terhenti saat menyadari Sungmin tertinggal dibelakangnya. Ia pun berbalik mendekati Sungmin yang tengah menatap nanar kedepan, tepatnya pada namja dan yeoja yang sedang berciuman disana. Oh ayolah Lee Sungmin. Di negeri gingseng ini berciuman ditempat umum sudahlah biasa.
"Jungmo~". Gumam Sungmin yang sama sekali tak terdengar oleh Kyuhyun.
"Wae? Ini bukan pertama kali kau melihat orang berciuman ditempat umum kan? Kenapa terkejut?". Ujar Kyuhyun yang ikut memperhatikan kissing scene objek didepannya.
"Kau kenapa Min?". Tanya Kyuhyun lagi.
"Ani". Jawab Sungmin. Ia berjalan menjauh dari sana, sementara Kyuhyun, hanya menatapnya bingung.
.
.
.
.
"Oppa, mengapa oppa mengajakku kemari?". Tanya yeoja manis berambut coklat pekat. Wajahnya sedikit khawatir kala dirinya tengah berdiri di depan pintu masuk arena ice skiting.
"Wae? Kau tak suka?". Jawab namja disebelahnya dengan sebuah pertanyaan.
"bukan seperti itu oppa". Yeoja itu sedikit meremas rok hitam pendeknya menghilangkan rasa gugup.
"Aku tidak bisa bermain ice skiting".
Namja itu terkikik geli . "hahaha, aku pikir kau tak suka. Kau jangan khawatir Taeminie, oppa akan mengajarimu. Oke?".
Taemin – yeoja itu menggeleng pelan. "Aku takut jatuh Minho oppa". Ujarnya penuh penekanan.
Anak bungsu keluarga Choi itu tersenyum. "Jika kau takut jatuh, genggam tangan oppa". Minho menautkan jari jari kanannya pada jari jari kiri Taemin. "Seperti ini. Arraseo!".
Taemin hanya mengangguk pelan. Di perlakukan seperti itu ia yakin wajahnya kini sudah semerah tomat matang.
"Kajja".
.
.
Ini bukanlah akhir pekan, namun arena ice skiting ini sangatlah jauh dari kata sepi. Anak anak, remaja, bahkan orang tuapun juga ada disana. Memang tak semua dari mereka datang untuk bermain ice skiting, ada pula yang datang hanya untuk berbincang bincang bersandar di pagar pembatas itu.
"Oppa, pelan pelan, aku takut". Teriak Taemin saat Minho menarik tanganya agak cepat.
"Haha, mian". Ucap Minho setengah tertawa. Taemin mendengus kesal dan lebih menyeimbangkan posisi tubuhnya.
"Ya!Ya! jangan dilepas, nanti aku bisa ja-". Belum sempat Taemin berkata, pantatnya sudah mendarat bebas dibawah sana. "Aw!". Ringisnya seraya mengusap bagian yang dirasa sakit.
"Omo~ gwenchana?". Tanya Minho setelah menjongkokan tubuhnya di dekat Taemin.
"Aku sudah bilang, aku takut jatuh, oppa malah melepas tanganku".
"Hehe, mianhe". Uacap Minho dengan cengiran kudanya.
"Oppa sendiri yang bilang akan menggenggam tanganku, kenapa oppa malah melepasnya".
Minho membantu Taemin berdiri. "Jika tidak seperti itu, kau tidak akan cepat bisa Taeminie". Ujar Minho sambil merapikan poni Taemin yang sedikit berantakan.
"Tapi kau membuatku jatuh". Lagi lagi Minho menampakan cengiran kudanya. Dan Taemin kembali mendengus kesal.
"Noona". Taemin dan Minho menoleh saat suara panggilan itu terdengar sangat dekat dengan mereka. Namja pemilik suara itu mendekat menghampiri Taemin dan Minho. "Noona ingin bermain ice skiting bersama ku?".
"Eh?". Taemin sedikit ia memperhatikan namja kecil itu seksama. Jika dilihat dari tinggi dan wajahnya, mungkin anak itu berumur 8 tahun.
"Aku akan mengajarkan noona ". Taemin dan Minho saling berpandangan. "Untuk pemula memang sering terjatuh, tapi lama lama kita pasti bisa. Itulah yang eomma katakan padaku dulu". Lanjutnya.
Taemin tampak berfikir. Sekali lagi ia memperhatikan anak kecil yang berbalut jaket biru dan celana jeans panjang. Sekilas ia melirik Minho yang juga memperhatikan anak itu. Sepersekian detik seriangaian tipis tampak dibibirnya.
"Baiklah, lalu siapa namamu hm?". Tanya Taemin setelah mensejajarkan wajahnya.
"Yoogeun, Jung Yoogeun".
"Kajja, ajarkan noona bermain ice skiting". Titah Taemin, tangannya menggenggam tangan Yoogeun. Minho mengerjapkan matanya tak percaya. Kedua matanya menatap Taemin yang tersenyum meledek.
"Yeayy, kajja noona". Jawab Yoogeun semangat.
"Ya!ya!ya! apa apaan ini? Hey bocah, kau tidak tau, kami ini sedang berkencan seharusnya kau jangan mengganggu kami, sebaiknya kau bermain dengan bocah seumuran dengan mu". Dengan nada mengusir Minho menasehati Yoogeun.
"Noona, apa dia namja chingu mu?".
"Iya, dia namja chingu noona, tampan bukan?". Minho berujar penuh bangga dalam hatinya, berharap jika itulah yang akan Taemin katakan pada Yoogeun.
"Bukan. Kita tinggalkan saja dia disini, dan kau ajarkan noona. Arrachi?".
Minho tertunduk lesu, karismanya benar benar jatuh di depan anak kecil yang jauh dibawah umurnya.
"Ya! Taeminie, aku akan mengajarimu, kenapa kau malah lebih memilih diajari bocah ini".
"Aku 8 tahun hyung, namaku Yoogeun". Sanggah Yoogeun menatap sinis Minho.
"Tetap saja kau masih bocah". Balas Minho. "Ayolah~". Bujuk Minho dengan puppy eyes gagalnya.
"Sepertinya aku lebih tertarik dengan ajakan Yoogeun, oppa". Yoogeun tersenyum puas. Kaki kecilnya mulai melangkah menuntun Taemin perlahan.
"Ya! Taeminie, mana bisa sep-".
Brughh~
"Aw". Pekik Minho saat pantat sexy nya mencium lantai licin itu. Taemin dan Yoogeun terbahak melihatnya, mereka kembali melangkah tanpa ingin menolong namja yang dijuluki kodok tampan oleh author(?).
"Aish.. bocah itu sudah merebut Taeminku". Minho mendirikan tubuhnya, mengusap bagian belakang yang sedikit pegal.
.
.
.
.
From : Jungmo
Chagi, kau sedang apa? Bogoshipo.
To : Jungmo
Aku sedang makan. Kau sudah makan? Nado bogoshipo.
From : Jungmo
Ne, aku sudah makan. Disini membosankan, appa mengajakku bertemu dengan teman bisnisnya lagi.
To : Jungmo
Haha, jangan seperti itu Jungmo-ah.
From : Jungmo
Mungkin sedikit berbeda jika kau menciumku. Give me kiss baby?
.
-Sungmin POV-
Kenapa aku kembali teringat pesan itu, kenapa bayangan jungmo yang sedang berciuman semakin jelas saja. Hey! Siapapun tolong aku, ada yang bisa membuatku amnesia saat ini juga?
Ku hirup aroma air sungai khas di malam hari, kubiarkan angin malam menyentuh tubuhku yang hanya dilapisi kaos panjang dan celana jeans saja. Aku hanya mengikuti beberapa orang yang memilih menenangkan diri mereka disini. Sedikit percaya, jika masalah akan terbawa oleh arus sungai itu.
"Minnie". Kyuhyun memanggilku. Sebegitu kacaukah aku sampai hampir melupakan orang yang mengajaku kemari?
"Minumlah". Aku mengambil minuman kaleng yang disodorkannya. Merasa aneh, bergantian aku menatapnya dan menatap minuman kaleng berwarna merah ditanganku.
"Dari mana kau mendapatkan minuman ini?"
"Tentu saja membelinya".
"Benarkah?". Aku masih kurang percaya, aku mendengar ia berdecak. "Kau saja yang tak memperhatikanku". Ia meneguk sodanya kembali. Ya, perhatianku memang tersita oleh pesan pesan bodoh dan ~ arghhhh. Damn it.
"Aku membelinya". Ia menunjukan struk belanjaannya padaku.
Aku menghela nafas lega, jujur saja aku khawatir jika ia bukanlah membeli, tapi mencuri. Ya~ kalian pasti tau maksudku kan? Dan jika itu terjadi, aku benar benar mengutuk kebodohanku yang lalai menjaganya lagi. Hey! Jam tujuh malam masih jam kerjaku, sudah semestinya aku bersikap professional walau pikiran ku kacau.
"Kau suka soda?"
"Ya, aku suka". Aku meneguk soda itu dan kembali menatap lurus kedepan.
"Berceritalah". Aku menoleh. Apa yang dia katakan? Bercerita?
"Aku tau pikiranmu sedang kacau". Ya, semua orang tau jika melihat keadaan ku sekarang. Mengenaskan. "Aku akan mendengarnya jika kau ingin bercerita".
Aku terdiam, menunduk memperhatikan jari jariku yang bergerak di permukaan kaleng itu. Tau kah kau Cho Kyuhyun, ingin sekali aku bercerita tentang pesan yang dikirim Jungmo padaku, ingin sekali aku bercerita tentang namja yang kau lihat tadi, dan bercerita bagaimana kecewanya aku melihatnya berciuman dengan yeoja lain.
"Kyu".
"Hm?"
"Apa boleh aku meminjam pundakmu?".
"Jangankan pundak, dada juga bol~'.
Greeppp~
Terimakasih sudah meminjamkan dadamu Kyunie, aku memang sangat membutuhkan sandaran saat aku sudah tak mampu menahan air mataku yang mendesak keluar. Tak peduli jika besok aku dipecat karena tiba tiba memelukmu erat, bahkan kau belum menyelesaikan kalimatmu.
Tak peduli jika besok aku dipecat karena membasahi bajumu dengan air mataku, tak peduli. Aku hanya ingin menangis sekarang. Ku mohon biarkan seperti ini sebentar.
-Sungmi POV end-
"Kyu".
"Hm?"
"Apa boleh aku meminjam pundakmu?.
"Jangankan pundak, dada juga bol~'.
Greeppp~
Belum selesai Kyuhyun berkata, Sungmin sudah memeluknya erat, dan terisak kecil didada bidang milik Kyuhyun. Ia sudah tak mampu membendung air mata yang di tahannya sedari tadi. Dan di pelukan Kyuhyunlah dia menumpahkan semua emosinya dengan menangis.
Kyuhyun tak ingin langsung menanyakan mengapa Sungmin menangis. Ia membiarkan yeoja itu terisak disana, tak peduli dengan baju depannya yang basah karena air mata Sungmin. Yang ia pedulikan dengan menangis mungkin beban Sungmin sedikit berkurang.
Ini kali pertamanya Kyuhyun melihat yeoja aktif sekaligus menyebalkan itu menangis, jika harus memilih, lebih baik melihatnya terus mengomel dari pada harus menangis.
.
.
.
.
Sungmin sudah tak menangis, hanya menyisakan air mata yang sembab dan hidung merahnya saja. Mereka kini tengah terbaring di bagian depan mobil Kyuhyun, bersandar di kaca depan mobilnya. Perlu diketahui, setelah Donghae dan Hyukjae, baru Sungminlah yang diperbolehkan Kyuhyun duduk bahkan berbaring di body mobil kesayangannya.
"Namja itu Jungmo". Sungmin berujar lirih namun masih terdengar jelas ditelinga Kyuhyun.
Namja itu tak bergeming sedikitpun, namun hatinya terkejut mendengar penuturan Sungmin. Bukan berpura pura tak tahu, tapi memang tak tahu jika namja tadi adalah Jungmo.
"Dia membohongi ku, apa dia memang mempunyai yeoja lain?". Lanjut Sungmin. Dengan cepat cairan bening mengalir dari matanya, secepat itu juga Sungmin menghapusnya.
"Baguslah". Ujar Kyuhyun.
Sungmin mendudukan tubuhnya, menoleh kearah Kyuhyun dan menatapnya penuh tanya. "Bagus karena kau mengetahuinya sekarang, akan lebih sakit jika kau mengetahuinya nanti". Lanjut Kyuhyun ikut mendudukan tubuhnya.
"Jadi menurut mu Jungmo memang mempunyai yeoja lain?". Kyuhyun mengedikan bahunya, dan Sungmin makin dibuat frustasi seraya menunduk lesu.
Entah dorongan dari mana, tangan Kyuhyun dengan lancang merengkuh kepala Sungmin, membawanya menyandar di bahu itu. "Selingkuhanmu itu bodoh Min!". ejek Kyuhyun.
Sungmin tersenyum remeh, kepalanya masih setia menyandar dibahu Kyuhyun, sedikit menemukan rasa nyaman disana. "Dia pacarku, kau yang selingkuhanku bodoh!, aku sangat bodoh sudah menerima permintaanmu". Umpat Sungmin.
"Setelah kau melihat dia berciuman dengan yeoja lain, kau masih menganggap dia pacarmu?". Tanya Kyuhyun.
"Mungkin ini balasan untukku". Jawab Sungmin. "Aku tak menceritakan padanya, jika aku menerima permintaan mu agar kau melakukan terapi".
Kyuhyun membuang muka kebelakang dan tertawa keras. "Jadi kau menganggap bahwa kau selingkuh darinya?".
"Molla, mungkin saja ini memang balasan untukku". Sungmin menegakan kepalanya. "Aishhh… ini semua karena mu, karena ide konyolmu".
Tawa Kyuhyun semakin mengeras mendengar erangan frustasi Sungmin. "Sudahlah, jangan kau pikirkan lagi, pikirkan aku saja?".
Ck, apa yang dia katakan barusan?
"Berteriklah". Usul Kyuhyun.
"Untuk?".
"LEE SUNGMIN BODOH, BENAR BENAR BODOH!". Teriak Kyuhyun mengacuhkan pertanyaan Sungmin. Satu jitakan berhasil membuat kepalanya berdenyut sakit.
"Ya! Kenapa kau mengataiku bodoh?". Protes Sungmin. "Aku tak bodoh, kau yang BODOH! CHO KYUHYUN BODOH! KIM JUNGMO BODOH! AKU BENCI KALIAN… CHO KYUHYUN, KIM JUNGMO, MATI SAJA KAU!". Sungmin ikut berteriak membuang rasa sesak didadanya. Dan yeah~ sedikit berhasil.
"Minnie". Panggil Kyuhyun setelah dirasa nafas Sungmin sudah teratur.
"Wae? Kau ingin menyuruhku melakukan apa lagi? Kau senang sekali menyuruh orang".
"Ani". Jawab Kyuhyun singkat.
.
.
"Kyunie/ Minnie".
Deg~
Memanggil dan menoleh bersamaan membuat wajah mereka sangatlah dekat, bahkan mereka bisa merasakan hangat nafas satu sama lain. Saling menatap manik mata itu dalam dalam.
Detak jantung yang tak karuan terdengar jelas, namun tak diketahui itu milik siapa, atau mungkin milik keduanya.
Kyuhyun menelan salivanya saat tak sengaja menatap bibir pink Sungmin. Bibir pink itu seolah memintanya untuk mengecup dan menyesapnya lembut.
Tidak tidak, jangan lakukan itu bodoh!
Ya! Apa yang dia lakukan? Kenapa wajahnya semakin mendekat?
Kyuhyun mendekatkan wajahnya, ah bukan. Mendekatkan bibirnya pada bibir Sungmin. Matanya terpejam perlahan, dan cepat atau lambat, bibir mereka sudah bersentuhan.
Sungmin membelalakan matanya, terkejut? Oh tidak. Amat sangat terkejut tepatnya. Sampai ia ta menyadari bibir tebal Kyuhyun yang semakin intens mengecup bibirnya. Tak menolak, juga tak merespon. Itulah yang Sungmin lakukan.
Kyuhyun tau Sungmin tak membalasnya, namja itu berinisiatif mengalungkan kedua tangan Sungmin dilehernya, memeluk posesiv pinggang Sungmin agar tubuh mereka semakin merapat.
Demi apapun Sungmin mengutuk keras matanya yang mulai terpejam, menikmati kecupan lembut dari Kyuhyun, Sungmin sempat tak percaya bahwa ciuman Kyuhyun mampu membuatnya lupa akan sosok Jungmo.
Sial! Kenapa aku malah menyukai'nya'?
Kyuhyun tersenyum saat Sungmin mulai membalas lumatanya, walau ia tak memberi kesempatan agar yeoja itu yang mendominasinya. Sungmin mengernyit sakit saat bibir bawahnya digigit pelan Kyuhyun. Terpaksa ia membuka mulutnya, mempersilahkan masuk lidah basah itu bermain di rongga mulutnya.
Apa dia mencuri kesempatan saat pikiranku sedang kacau? Oh tuhan… aku tak labih baik dari Jungmo. Lee Sungmin bodoh!
Deru nafas Sungmin terdengar memendek, paru parunya sudah meronta sesak, Kyuhyun yang sadar akibat pukulan kecil didadanya pun perlahan melepas tautan bibir mereka. Ditatapnya wajah Sungmin yang terengah engah, jarinya terulur mengusap lembut pipi Sungmin, beralih mengecup kedua kelopak mata Sungmin yang masih terpejam.
Saranghae
Kyuhyun mendekatkan kembali bibirnya, namun urung saat sebuah teriakan memanggil namanya.
"KYUHYUN…!". Teriak author membahana. *author ditimpuk ramerame*.
.
.
T.B.C
*Ngumpet dikamar Heechul*
heh? itu yang teriak siapa? siapa ? siapa? *ditimpukpanci
Kalau ada yang Tanya kapan Jungmo muncul, Jungmo muncul di chapter depan ne…
Doakan semoga Sungmin dan Jungmo Cuma salah paham, dan ngga sampe putus. Kkk~ *ditendang Kyuhyun*
Kalo ada yang Tanya masa lalu Kyuhyun sama Sehun, di chapter depan juga ne…
Kurang ngefly? Kurang hot? Kurang seru? Kurang ajar?
Maafkan author yang ngga pandai bikin kata kata. Jadi terciptalah (?) ff apa adanya ini.
Gomawo chingudeul… review lagi ne… anyeong…
Q & A
Q : FF nya kok main pairnya Kyumin semua?
A : Maafin eonni yang terlalu cinta sama pair ini. Jadi ff yang eonni buat pairnya Kyumin semua. *bow
Q : update kilat ya?
A : saya usahain update kilat terus kalo emang ngga ada halangan. Mudah mudahan chapter depan lebih kilat. Hehehe
Q : karakter Jungmo di bikin beda ya?
A : saya emang ngga buat Jungmo jadi jahat atau playboy kok eonni. Seperti yang eonni usulin, Jungmo emang terjepit sama situasi aja. Next chap ya eon…
Q : Kyumin momennya kurang, banyakin lagi ya?
A : Yes! Saya juga ngerasa gitu. Hah~ salah saya yang ngga pandai bikin chingudeul ngefly. Mian *bow. Apa chapter ini masih kurang? *terjun kejurang*
Q : coba kasih POV ?
A : haha, gomawo. Sebelumnya ngga pernah kepikiran buat pake POV. Tapi mulai chap ini aku nyoba pake, sedikit memang, dan pasti aneh. takut bahasanya rancu, saya ngga pandai buat kata kata. Sekali lagi gomawo sarannya. Tanda terimakasihnya saya kasih tiket ss5 Seoul ya ? (ss5 Seoul udahan kaleee).
Q : Minho bukan adik kandung Sungmin ya?
A: Bukan. Kalo adik kandung Sungmin jadinya Lee Minho dong, mantan eonni. Kkk~. *dijejelin pertamax*
