Author: MingkiHa

Cast: Sungmin, Kyuhyun, other cast

Disclaimer : Super Junior belong to SM Entertinment –and author

Summary: Sungmin yang harus menikah dengan Kyuhyun karena 'terpaksa' menuruti permintaan orangtua mereka. Apakah mereka akan saling mencintai?

Review

"MWOYA? ANDWAE... Eomma dia ini menyebalkan, aku tidak mau" Ucap Sungmin sambil menatap Kyuhyun tajam.

"Siapa juga yang mau dengan kau? Dasar yeoja tomboi" Kata Kyuhyun kesal, 'PSP gag dapet kok malah dapet dia sih?' Batin Kyuhyun.

"YA, aku bukan yeo-"

"Aish.. Bisakah kau diam? Dasar yeoja cerewet" Kyuhyun mengacak rambutnya frustasi membayangkan masa depannya kelak.

"Issshhh... Kau juga banyak omong. Dasar anak kecil"

"Ch, kau bahkan lebih kekanakan daripada anak SD" Ejek Kyuhyun.

"YA"

Chapter 3

Di sebuah ruangan rapi bercat putih terlihat dua makhluk yang sedang mengeluarkan kabut asap di sekitar mereka. Kedua makhluk yang saling mengeluarkan aura hitam ini dapat diidentifikasikan sebagai Cho Kyuhyun dan Lee Sungmin. Mereka berdua duduk di atas kerpet tebal nan lembut di kamar seorang Kyuhyun, hanya di batasi oleh sebuah meja duduk. Mengapa Sungmin bisa berada di dalam kamar Kyuhyun? Tanyakan saja pada dua orang namja cantik kurang kerjaan yang mereka panggil 'eomma'.

PLETAKK….

"Apoo…." Sungmin meringis karena kepalanya baru saja mendapat 'ciuman' dari sebuah gulungan buku setebal 5cm milik seorang Cho Kyuhyun.

"Kau salah memasukkan rumusnya. Ulang!" Ucap Kyuhyun mutlak.

"Tiadk mau. Dari tadi ka uterus menyuruhku mengulang di di nomor yang sama. Kau kira kepalaku tak sakit apa kau pukuli terus tiap menyuruhku mengulang?" Protes Sungmin

"Ch, babo… Siapa suruh kau babo,eoh? Rumus Trigonometri yang mudah ini saja kau tidah bisa" Cibir Kyuhyun.

"Ini memang susah sekali. Lagian aku bisa makin bodoh kalau kepalaku kau pukuli terus" Ucap Sungmin kesal sambil mulai mengerjakan soal-soal matematika yang disuruh Kyuhyun.

PLETAKKK…

"YAAA… Kenapa kau memukulku? Mengerjakan soal ini saja belum"

"Siapa suruh kau menyebalkan" Ejek Kyuhyun sambil menjulurkan lidahnya mengejek Sungmin. Sungmin mendengus kesal.

"Kau kira kau tak menyebalkan? Aish, kenapa eomma tega sekali membuangku ke sarang evil?" Ucap Sungmin 'sok' tersiksa karena harus bersama Kyuhyun.

"Kau kira aku tak lebih sial? Gara-gara otakmu yang tak banyak isinya itu sekarang semua game portable milikku ditahan eomma dan aku harus mnjadi tutormu. Kalau aku disuruh jadi tutor untuk anak bodoh saja tidak apa-apa, tapi kau…"

"Kau kira kau tak lebih bodoh? Kau saja tak bisa membedakan yang mana namja dan yang mana yeoja" Kyuhyun tertohok, Sungmin menyeringai senang melihatnya.

"Di otakmu itu hanya ada game saja, pantas saja kau tak laku. Dan sekarang aku sama saja dengan dijadikan tumbal karena dijodohkan denganmu"

"Salahkan wajahmu yang mirip yeoja itu. Lagian aku itu jenius bahkan aku lompat kelas dua kali" Kyuhyun menyeringai karena bisa menyombongkan dirinya di depan Sungmin.

"Cih, tukang pamer"

"Siapa yang pamer?" Ucap Kyuhyun kesal. Yah, walaupun dia mengakui kalau dia sedang pamer tapi dia tetap tak suka bila dikatai seperti itu.

"KAU" Kata Sungmin penuh penekana. Cukup sudah, Kyuhyun sudah sangat kesal sekarang. Ia mengangkat tangannya yang memegang gulungan buku, siap memukul kepala Sungmin. Lagi. Melihat Kyuhyun mengayunkan tangannya, Sungmin reflex menutup kedua matanya dan melindungi kepalanya dengan tangan.

PLETAKKK…

"Aww…"

'Eh? Kok tidak sakit?' Karena bingung Kyuhyun tak kunjung memukulnya, akhirnya Sungmin membuka sebelah matany melihat apa yang terjadi. Perlahan tapi pasti Sungmin membuka kedua matanya. Awalnya hanya terlihat sepesang kaki jenjang nan halus di depannya.

'kaki?' Batin Sungmin. Akhirnya ia menyadari apa yang sedang terjadi setelah menyadari apa yang sedang terjadi di depannya. Kini terlihat Heechul,eommanya Kyuhyun yang sedang memegang gulungan buku yang digunakan Kyuhyun untuk memukul Sungmin tadi. Lalu Kyuhyun? Oh, sungguh mengenaskan. Dia meringis kesakitan sambil memegangi kepala dan bisepnya yang baru saja dipukul sang eomma.

"Eomma, appo.." Ringis Kyuhyun.

"Kau! Bukankah eomma menyuruhmu mengajari Sungmin? Kenapa malah memukulnya?" Tanya Heechul.

"Siapa yang memukulnya? Tanya saja orangnya, aku tak memukulnya kok" Ucap Kyuhyun sembari mengedipkan matanya pada Sungmin. Kode. Sungmin yang menyadari kode yang diberikan Kyuhyun hanya memberikan ejekan pada Kyuhyun.

"Minie chagi, benarkah yang dikatakan Kyuhyun?" Tanya Heechul. Namu tak ada jawaban dari Sungmin, merasa tak kunjun dijawab akhirnya Heechul mengalihkan pandangannya yang tadinya memandang Kyuhyun kini memandang Sungmin. Heechul merasa kesal pada Kyuhyun setelah melihat Sungmin. Lihat saja mata sang kelinci yang berkaca-kaca siap dan wajah yang amat sangat memelas memandang Heechul.

"Heechul eomma, appoyo…" Ucap Sungmin sambil mempoutkan bibirnya imut. Melihat kelakuan Sungmin, Kyuhyun hanya menatapnya sebal . 'apa-apaan dia itu? Bagus sekali acting menangis di depan eomma. Huh, dasar yeoja cengeng' Batin Kyuhyun.

"Aigoo… nae aegya appo?"

"Eumm…" Gumam Sungmin menganggukkan kepalanya lucu.

"Ne eomma, appo…"

"Eomma jangan tertipa, dia hanya acting" Ucap Kyuhyun.

PLETAKKK…

Sekali lagi, gulungan buku itu mendarat di kepala jenius Cho Kyuhyun.

"YAKK..APPOO.." Protes Kyuhyun.

"Kau pantas mendapatkannya anak nakal. Ayo minie, kita mai game saja pakai PS3 milik Kyuhyun" Ajak Heechul.

"Kalau kalian mau main PS3 kembalikan dulu PSPku baru boleh main" Ujar Kyuhyun sembari menjulurkan tangannya seperti meminta sesuatu.

"Kyu, dengarkan eomma bai-baik ne chagi?"

'Perasaanku kok gak enak ya?' Bati Kyuhyun.

"Pertama. Semua game portable eomma tahan karena kau harus mengajar Sungmin" Kata Heechul.

"Ne eomma, suah kulakukan. MAna PSPku?" Tanya Kyuhyun.

Tanpa menghiraukan keluhan Kyuhyun, Heechul melanjutkan 'deklarasinya'

"Kedua. Eomma memintamu mengajari Sungmin hingga dia bisa"

"Dia sudah bisa mengerjakan beberapa soal. Ayolah eomma aku mau main"

"Ketiga. Eomma memintamu mengajari Sungmin dengan lemah lembut dan penuh kesabara, tanpa adanya kekerasan bagaimanapun bentuknya"

GLEKK..

Kyuhyun susah payah menelan salivanya. 'Sial aku melupakan hal itu, aish.. Dasar tukang ngadu' Batin Kyuhyun kesal.

"Dan karena kau tak bisa memenuhi semua persyaratan dari eomma. Maka dengan senang hati semua game portablemu tetap eomma sita hingga waktu yang ditentukan" Ucap Kyhyun penuh kuasa, lalu tertawa setan tanpa mempedulikan nasip Kyuhyun.

"Eomma, apa tidak apa-apa? Kan kasihan Kyuhyun.." Ucap Sungmin.

"Eomma tau kau calon istrinya Kyunie, tapi syarat tetaplah syarat. Kalau melanggar harus siap menerima semua konsekuensinya" Ucap Heechul.

"Ah sudahlah, kajja kita main. Kau mau main apa?" Ajak Heechul sambil menyeret tangan Sungmin keluar. Kyuhyun terus melihat eommanya dan Sungmin yang berjalan keluar kamarnya, sesaat bisa Kyuhyun lihat Sungmin yang menyeringai ke arah Kyuhyun sebelum akhirnya keluar dari ruangan itu.

"Sial, kukira dia benar-benar simpati padaku. Ternyata hanya cari muka saja. Dasar" Umpat Kyuhyun kesal.

"Ahh… Lebih baik aku kerumah Minho saja numpang main game, daripada di sani terus" Ucap Kyuhyun pada diri sendiri.

At Living Room

"Ja… Minie mau main apa?" Tanya Heechul.

"Minie mau main Harvest Moon eomma… Tapi sepertinya tidak mungkin Kyuhyun punya dan mau main game seperti itu" Ucap Sungmin lemah.

"Harvest Moon? Ah, eomma punya. Chankanman…" Heechul beranjak menuju lemari cd dan mengambil salah satu cd Harvest Moon miliknya.

"Nah, ini…" Sungmin menerima pemberian Heechul lalu bersiap untuk bermain. Heechul hanya duduk di sofa melihat Sungmin bermain.

Kyuhyun yang akan ke rumah Minho dengan terpaksa harus melewati ruang tengah dan melihat Sungmin yang sedang memainkan Harvest Moon.

"Mau ke mana Kyu?" Tanya Heechul heran melihat anaknya sda rapi.

"Mau cari selingkuhan yang bisa dimainkan"

"Eoh? Memang kau punya pacar?" Tanya Sungmin polos.

"Bukankah kau calon istriku? Berarti kau pacarku" Jawa Kyuhyun asal.

BLUSH

Sungmin menunduk menyembunyikan wajahnya sedikit memerah setelah mendegar jawaban Kyuhyun.

"Aih, kalian memang cocok sekali" Ucap Heechul senang.

"Yasudah, sana pergi. Sampaikan salam eomma untuk eomanya Minho ya" Ucap Heechul yang sudah dapat menebak ke mana anaknya akan pergi.

"Eomma mengusirku? Baiklah, aku pergi dulu" Pamit Kyuhyun

"Eomma, Minho nugu ?" Tanya Sungmin setelah Kyuhyun pergi.

"Partner in Crime-nya Kyuhyun. Sudahlah ayo lanjutkan mainnya"

"Ne eomma.."

Kyuhyun POV

Huh, dasar eomma jahat sekali sama anaknya sendiri. Kemarin aku 'dipaksa' menerima perjodohan dengan Sungmin, tadi pagi aku harus 'terpaksa' berbagi kamar dengan Sungmin yang akan tinggal di rumah, beberapa jam yang lalu aku 'terpaksa' menjadi tutor Sungmin yang yah...begitulah.

FLASHBACK

"Anii... Kalian sudah dijodohkan dan tak bisa diganggu gugat" Ucap Jungsoo mutlak.

"MWOYA? ANDWAE... Eomma dia ini menyebalkan, aku tidak mau" Ucap Sungmin sambil menatap Kyuhyun tajam.

"Siapa juga yang mau dengan kau? Dasar yeoja tomboi" Kata Kyuhyun kesal, 'PSP gag dapet kok malah dapet dia sih?' Batin Kyuhyun.

"YA, aku bukan yeo-"

"Aish.. Bisakah kau diam? Dasar yeoja cerewet" Kyuhyun mengacak rambutnya frustasi membayangkan masa depannya kelak.

"Issshhh... Kau juga banyak omong. Dasar anak kecil"

"Ch, kau bahkan lebih kekanakan daripada anak SD" Ejek Kyuhyun.

"YA"

Mendengar Kyuhyun yang mengatai Sungmin seorang yeoja membuat kedua eomma itu sweatdrop. Tapi mereka memaklumi hal itu, Sungmin memang mirip yeoja dengan wajahnya yang manis itu.

"Kyu, Sungmin itu namja chagiya" Jungsoo yang menyadari Sungmin kesal karena dikira yeoja oleh Kyuhyun akhirnya angkat yang masih menatap Sungmin dengan tajam mengalihkan pandangannya ke arah Jungsoo.

'Namja? Sungmin yeoja tomboi, namja? Mwo?' Batin Kyuhyun.

"MWO? NAMJA?" Kaget Kyuhyun memandang horor ke arah Sungmin.

"Iya, NAMJA" Sungmin mengiyakan dengan menekankan kata namja agar Kyuhyun mendengarnya dengan jelas. Mendengar pengakuan dari Sungmin membuat Kyuhyun sedikit tidak percaya dan refleks mengecek kalau Sungmin benar-benar namja.

GREBB...

Kyuhyun memegang bagian dada Sungmin untuk memastikan Sungmin benar-benar namja. Tindakan Kyuhyun itu membuat tiga orang lainnya yang berada di meja itu membulatkan matanya sempurna.

GLEKK...

'Rata' Batin Kyuhyun

"KYAAA... apa yang kau lakukan?" Ucap Sungmin sambil menyilangkan tangannya di bagian dada.

" .."

PLETAKK...

"Aww..." Ringis Kyuhyun yang baru saja mendapat jitakan gratis dari eommanya.

"Yakk... kenapa kau melakukan hal seperti itu?" Marah Heechul melihat tingkah anaknya.

"Aku kan hanya memastikan.." Ucap Kyuhyun sepelan mungkin.

"Tapi itu namanya pelecehan, babo" Sungmin yang kesal akhirnya angkat bicara.

"Dasar, kan kau namja. Jadi tidak apa-apa dong kalau ada yang menyentuh dadamu. Atau kau memang benar-benar yeoja?" Goda Kyuhyun.

Sungmin yang malas menaggapi Kyuhyun memilih untuk diam. Setelah itu mereka kembali berbincang dan makan siang dengan gembira dan penuh kehangatan, sebenarnya hanya para eomma yang bergembira. Tentu saja tidak dengan pasangan baru kita yang sama-sama berwajah masam.

Malamnya ketika Sungmin sedang asyik-asyiknya bermain i-pad kesayangannya yang baru terbebas dari jeratan Jungsoo,eommanya, tiba-tiba sang eomma dan appa memanggil Sungmin dan mengajaknya bicara.

"Ada apa eomma-appa?" Tanya Sungmin.

"Ini, apa maksudnya ini?" Tanya Kangin, appa Sungmin yang melemparkan berlembar-lembar kertas ke atas meja. Melihat apa yang dilempar sang appa membuat Sungmin gugup.

"I..itu..itu..." Jawab Sungmin terbata. Sungmin terlihat gugup melihat lembaran-lembaran test matematika yang sudah di sembunyikannya di tempat yang paling tersembunyi kini ada di genggaman appanya. Memang tidak ada yang salah dengan lembaran test itu, tapi yang bermasalah adalah tanda silang yang hampir menandai semua nomor dilembaran itu, menandai kalau jawaban Sungmin salah.

"Kau benar-benar keterlaluan Min" Ucap Kangin menyesali nilai-nilai anaknya yang jauh dari kata layak itu.

"Mian appa..." Ucap Sungmin menyesali kesalahannya. Melihat anaknya Jungsoo jadi tidak tega.

"Sudahlah appa, kan Sungmin hanya kurang pandai di pelajaran matematika. Sungmin kan pintar di semua pelajaran yang lain" Bela Jungsoo.

"Kau tak usah membelanya teukie. Sekarang jelaskan pada appa kenapa nilaimu yang lain bagus sedangkan hanya matematika yang sangat jelek?" Titah Kangin.

"Habis, aku memang tidak mengerti dengan rumus-rumus aneh itu. Selain itu gurunya juga sangat membosankan dan mengesalkan, aku jadi malas memperhatikan Lee songsaengnim menjelaskan. Songsaengnim juga sangat pilih kasih, dia hanya perhatian pada murid yang pintar matematika saja. Huh..." Gerutu Sungmin karena kesal dengan gurunya, tidak tau kalau penjelasaanya itu membuat Kangin menjadi murka.

"Jadi hanya karena songsaengnim yang membosanka kau jadi tak mau memperhatikan pelajarannya?" Tanya Kangin menahan amarah.

'Mati aku' batin Sungmin menyadari ia dalam bahaya.

"Lee Sungmin mulai hari ini kau appa hukum. Semua fasilitas yamg kamu punya akan appa cabut, dan kamu harus mau mengikuti les privat dengan songsaengnimmu" Sungmin memandang horor Kangin yang sedang menatapnya juga.

"Hwee..appa jebal...jangan cabut fasilitasku... Aku jugs tidak mau diajar songsaengnim. Jebal... Aku mau dihukum apapun asal jangan yang tadi.. jebal.." Jungsoo menyeringai mendegar perkataan anaknya.

"Begitukah? Benar kau mau dihukum apapun?" Sungmin menganggukkan kepalanya cepat.

"Baiklah mulai sekarang kau tidak usah tinggal di rumah" Ucap Kangin.

"MWO? Appa mengusirku?"

"Dengar dulu chagi" Ucap Jungsoo.

"Mulai sekarang kau harus tinggal di tempat Heechul ahjumma. Kau harus mau belajar matematika dengan Kyuhyun, dia yang akan menjadi tutormu dan hukumanmu akan berjalan selama tiga bulan" Kangin mendeklarasikan hukuman yang akan diterima Sungmin. Sedangkan Sungmin hanya mematung mendengar perkataan appanya.

'Aku akan dikirim ke neraka' Batin Sungmin. Poor uri bunny.

Dan di sinilah sekarang Sungmin berada. Di rumah Heechul yang terlihat sangat senang karena Sungmin yang akan tinggal di rumahnya.

'Hal ini seperti telah direncanakan...' Batin Sungmin

'Akhirnya rencanaku dengan Teukie berhasil' Batin Heechul.

"Jadi mulai sekarang kau akan tinggal di sini?" Tanya Heechul memastikan.

"Ne ahjumma, aku akan tinggal di sini. Maaf kalau merepotkan" Sungmin menundukkan kepalanya merasa menyesal karena akan merepotkan Heechul nantinya.

"Aigoo... Eomma malah akan senang sekali kalau kau tinggal di sini" Kata Heechul riang.

"Eom...eomma?" Sungmin bingung karena Heechul menyebut dirinya eomma. Bukankah eommanya Sungmin itu Jungsoo eomma?

"Ne... Sekarang panggil ahjumma dengan Heechul eomma, arasseo?"

"Ne, eom..eomma.." Ucap Sungmin canggung.

Tiba-tiba...

"Aku pulang..." Terdengar suara namja yang kita kenal sebagai Kyuhyun yang baru saja memasuki rumahnya.

"Kyu? Kau sudah pulang? Kau ke mana saja dari tadi pagi? Kenapa baru pulang? Kenapa tak membawa ponselmu?" Heechul membrondong Kyuhyun dengan banyak pertanyaan, membuat Kyuhyun bingung mau menjawab apa.

"Eomma kalau bertanya satu-satu, aku bingung" Kyuhyun melenggang memasuki ruang tengah tanpa menjawab pertanyaan Heechul tadi.

"Yakk... Kyu jawab dulu kau habis dari mana?" Paksa Heechul.

"Dari game center eomma, kenapa eomma merepotkannya sih? Biasanya aku mau pergi ke neraka saja eomma tak akan ambil pusing"

PLETAKK...

"Aww... Eomma kenapa suka sekali sih menjitakku?" Protes Kyuhyun memegangi kepalanya yang baru saja mendapati jitakan manis dari tangan lentik Heechul, eommanya.

"Memang kau pantas mendapatkannya, dasar anak tidak sopan" Heechul memberikan tatapan tajam yang hanya dianggap angin lalu oleh Kyuhyun.

"Aku ke kamar dulu eomma" Kyuhyun yang malas menanggapi eommanya memilih pergi ke kamar. Dasar evil - -"

"Ck, dasar tidak sopan" Gerutu Heechul ketika Kyuhyun mulai beranjak ke kamarnya. Sesaat setelah Kyuhyun melewatinya Heechul mengeluarkan senyum bahagianya, oh seringaian tepatnya.

Kyuhyun berjalan gontai menuju kamarnya. Enam jam main game bukanlah waktu yang sebentar. Kyuhyun bermain game mulai dari jam sembilan pagi tadi. Tidak heran kalau dia menjadi sangat lelah dan malas menanggapi eommanya. Sekarang yang dia butuhkan hanyalah tidur.

Ceklek..Kriett..

Dua makhluk tuhan itu terpaku melihat siapa yang di depan mereka. Kyuhyun membelalakkan matanya melihat Sungmin yang sedang duduk dengan tenang di atas kasurnya, begitupula dengan Sungmin. Sungmin terkejut karena yang datang bukanlah Heechul melainkan anaknya yang evil itu.

"KAUUU..." Teriak mereka berdua hampir bersamaan.

"Mau apa kau kemari? Kenapa tidak ketuk pintu? Bukankah kau tau kalau masuk kamar orang itu tidak sopan?" Marah Sungmin.

"Yaa, harusnya aku yang bertanya seperti itu. Kenapa kau bisa ada di sini? Dan apa-apaan itu, mengetuk pintu? Haruskah aku mengetuk pintu kamarku sendiri? Bukankah kau yang tidak sopan masuk ke kamarku tanpa permisi?" Kyuhyun emosi karena pertanyaan Sungmin yang membuatnya merasaseperti tersangka pencurian.

"Kamarmu? Ma..maksudmu kamar ini...kamarmu?" Tanya Sungmin merasa malu pada Kyuhyun karena ucapannya barusan.

"Ne, ini kamarku" Jawab Kyuhyun bangga.

"Jadi sekarang silanhkan angkat kaki dari kamarku" Titah Kyuhyun.

"Ne..." Ucap Sungmin tertunduk malu. 'Awas kau evil, akan kubalas perbuatanmu ini' Batin Sungmin.

Sungmin keluar dari kamar Kyuhyun dengan menyeret dua koper pink besarnya, Heechul yang baru datang bingung melihatnya.

"Minie, waeyo?" Tanya Heechul.

"Eomma, kenapa eomma tidak bilang itu kamar Kyuhyun? Kalau tau begitu aku kan bisa istiraat di ruang tamu danaku pasti tidak akan diusir..." Ucap Sungmin menundukkan kepalanya 'sedih'

"Kamar itu memang untukmu Minie. Ayo biar eomma hajar anak nakal itu!" Ajak Heechul.

Heechul menyeret Sungmin menuju kamar Kyuhyun. Heechul dan Sungmin memasuki kamar Kyuhyun yang tentu saja tengah dihuni oleh si evil magnae.

"Eomma... Apa-apaan ini? Kenapa baju-bajuku dikeluarkan?" Tanya Kyuhyun pada Heechul yang tiba-tiba masuk kamarnya dan mengacak-acak isi lemarinya.

"Yaah, eomma..." Kyuhyun terus memprotes Heechul yang mengeluarkan isi lemarinya dan memasukkan baju-baju yang ada di koper pink itu ke dalam lemarinya.

"Kyunie, mulai sekarang kau harus berbagi kamar dengan Sugmin" Kata Heechul.

"Sekamar? Dengan makhluk yeoja jadi-jadian ini? Andwae..."

"Yaa, aku namja. Lagian siapa juga yang mau sekamar denganmu? Kalau bukan terpaksa aku juga tak mau" Sungut Sungmin.

"Sudah-sudah, Kyunie kau pokoknya kau harus mau. Oh ya dan satu lagi, kau harus mau jadi tutornya Sungmin dalam matematika" Perkataan Heechul ini lebih mirip perintah di telinga Kyuhyun.

"Kalau aku tidak mau?" Tantang Kyuhyun.

"Kalau kau tidak mau...? Ah, silahkan ucapkan selamat tinggal pada SEMUA game portable milikmu" Ucap Heechul senang.

"EOMMA..." Protes Kyuhyun.

"Eits, tak ada protes. Minie kau istirahat saja dulu, nanti sore kalian baru mulai belajar"

"Ne eomma..." Respon Sungmin.

FLASHBACK END

Sekarang aku harus terdampar di rumah sepupuku yang bernama Choi Minho ini. Untung saja dia seorang gamer sama seperti aku dan Changmin, sepupuku yang sedang sekolah di Amerika. Kalau tidak, hah...entahlah aku tak bisa membayangkan hidupku tanpa game-game milikku dan milik sepupu-sepupuku. Ini semua gara-gara Sungmin, mood main gameku jadi rusak kalau mengingatnya.

"Kyu? Kyuhyun?"Sepertinya ada yang memanggilku...

"Kyu? Kyuhyun? KYUHYUN?" Ternyata Minho yang memanggilku, kenapa pakai acara teriak-teriak sih? Apa dia kira aku tidak dengar?

"Aish, bisakah kau tidak berteriak?" Kesalku.

"Neo wae? Aku panggil berkali-kali tapi kaun tak meresponku. Yasudah, aku teriak saja" Ucap Minho santai.

"Mian.." Maafku singkat. Sungguh aku benar-benar sedang malas untuk meladeni orang.

"Kau kenapa eoh?" Tanya Minho.

"Nan gwenchana, aku mau pulang dulu Minho, ini sudah malam" Pamitku.

"Pulang? Yah, kau saja belum sampai satu jam di sini masa mau pulang? Bukankah kau ingin main game?" Tanya Minho lagi. Aish.. anak ini suka sekali bertanya.

"Aku sedang malas, sudah dulu ya. Annyeong..." Pamitku dan segera keluar dari rumahnya. Kedua orangtua Minho sedang tak ada di rumah, jadi aku tak perlu berpamitan dengan mereka.

"Hati-hati di jalan" Aku masih bisa mendengar Minho berteriak dari dalam rumahnya agar aku aku mulai berjalan ke rumah.

KYUHYUN POV END

Setelah itu Kyuhyun langsung pulang ke rumahnya. Sesampainya di rumah dia langsung menuju kamarnya karena ingin istirahat dan sedang malas meladeni eommanya yang penuh dengan kejutan itu.

Krieeettt...

Kyuhyun masuk ke dalam kamarnya dengan hati-hati karena ingin tau Sungmin ada di dalam kamarnya atau tidak. Kyuhyun menghela napas melihat sebuah gundukan besar di atas sofa kamarnya.

"Babo, kenapa dia tidak tidur di kasur saja sih..." Kyuhyun bermonolog dengan terus melihat gundukan selimut di depannya. Kyuhyun mendudukkan badannya agar sejajar dengan gundukan yang dapat dipastikan adalah Sungmin yang sedang tertidur.

"Min... Ireona..." Kyuhyun berusaha membangunkan Sungmin dan menyuruhnya tidur di kasur, hei Kyuhyun tak sejahat itu untuk membiarkan Sungmin tidur di sofa. Pasti besok Sungmin bisa pegal-pegal kalau tidur di tempat yang kecil. Namun melihat Sungmin yang begitu pulas, Kyuhyun jadi tidak tega.

Kyuhyun menyelipkan kedua tangannya di tengkuk dan belakang lutut Sungmin. Hup. Dalam satu hentakan, Kyuhyun menggendong Sungmin ala Bridal Style.

"Ugh, kau berat sekali" Gerutu Kyuhyun. Kyuhyun membaringkan Sungmin di sebelah kiri ranjang king size nya, setelah itu Kyuhyun memposisikan tubuhnya di sebelah kanan Sungmin dan mulain memejamkan matanya. Tidur.

...(^o^)...(^o^)...

Pagi yang dingin melanda kota Seoul, membuat kedua pasangan romantis itu makin mengeratkan pelukan masing-masing untuk tetap merasa hangat. Dua namja itu makin mengeratkan pelukannya kala dinginnya AC menerpa kulit putih mereka.

"Hmmm... Hangat..." Gumam Sungmin yang masih setengah sadar dan masih malas membuka matanya.

"Ne...Hangat.." Gumam Kyuhyun yang masih terlelap, sama dengan Sungmin.

'Eoh? Hangat? Kenapa seperti ada yang bicara padaku?' Batin Sungmin yang merasa aneh dengan situasinya saat ini. Perlahan Sungmin mulai membuka matanya melihat apa keanehan itu. Sungmin membulatkan matanya sebulat-bulatnya melihat sosok putih pucat dengan surai brown brunette kini ada di depan wajahnya. Kyuhyun yang masih terlelap mengeratkan pelukannya di pinggang Sungmi agar merasa lebih hangat. Sungmin tersentak melihat keadaannya sekarang. Mereka berpelukan? Tidur berdua? Di atas ranjang ?

"AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA..."

Mendengar teriakan yang maha dahsyat itu tidak membuat Kyuhyun bergeming, di amasih dalam posisinya, memeluk Sungmin.

"Yakk,yakk... Bangun... Yaa cepat bangun.. Kyuhyun ireona" Sungmin mengguncangkan bahu Kyuhyun dengan keras agar dia terbangun, tapi nyatanya Kyuhyun tetap tenang menikmati mimpinya. Tiba-tiba...

"Minie, ada apa? Kenapa teriak-teriak?" Tanya Heechul yang tiba-tiba memasuki kamar Kyuhyun karena panik mendengar Sungmin yang berteriak. Namun melihat keadaan kedua namja di depannya yang sedang berpelukan erat membuat dia tersenyum aneh, rasa khawatirnya menguap entah kemana.

"Eomma, tolong Minie..." Ucap Sungmin memelas.

"Aigoo eomma lupa kalau sedang memasak. Minie bangunkan Kyuhyun sekalian ne?" Ucap Heechul jahil, dia sengaja tidak mau membantu Sungmin melepas pelukan Kyuhyun.

"Eom..eomma...tung-"

BLAMM...

"-gu" Ucapan Sungmin terpotong karena Heechul yang sudah keluar dari kamar itu.

"Yakkk... Bangunn..." Sungmin kembali membangunkan Kyuhyun.

"Mmmhhh... Sebentar lagi, biarkan seperti ini sebentar" Gumam Kyuhyun mengeratkan pelukannya. Sungmin hanya diam menunduk, menyembunyikan wajahnya yang sedikit bersemu.

AT SCHOOL

Setelah sebelumnya sarapan dan sedikit berdebat dengan Kyuhyun, akhirnya Sungmin dan Kyuhyun berangkat menuju sekolah Sungmin sekaligus sekolah baru Kyuhyun. Kyuhyun memang baru pindah dari Jepang seminggu yang lalu, sebelumnya dia harus mendaftar sekolah dulu.

'Eomma kau memang niat sekali' Batin Kyuhyun merutuki Heechul, eommanya yang sangat niat mendekatkannya dengan Sungmin sampai-sampai dia juga didaftarkan di sekolah yang sama.

Di sinilah mereka sekarang, Sapphire High School, sekolah Sungmin sekaligus sekolah baru Kyuhyun. Mereka keluar dari mobil Kyuhyun dan berjalan menuju ruang kepala sekolah.

TOK TOK TOK

Setelah dipersilahkan masuk, Kyuhyun dan Sungmin memasuki ruang kepala sekolah.

"Selamat pagi bu, saya mengantarkan siswa baru" Kata Sungmin pada Kangta songsaengnim

"Bawa dia masuk Sungmin-ssi" Kata Kangta. Sungmin kembali datang bersama Kyuhyun ke dalam ruang kepala sekolah.

"Annyeong haseyo. Kyuhyun imnida" Kyuhyun memperkenalkan dirinya.

"Silahkan duduk Kyuhyun-ssi Sungmin-ssi" Kangta songsaengnim menyuruh mereka berdua duduk. Sungmin dan Kyuhyun mengucapkan terima kasih sebelum duduk di kursi depan meja kepala sekolah.

"Jadi kau pindahan dari Jepang Kyuhyun-ssi?"

"Ne" Kata Kyuhyun.

"Kau pernah lompat kelas dua kali saat sekolah di Jepang dan prestasimu sungguh hebat Kyuhyun-ssi, kau meraih banyak penghargaan. Sayang orangtuamu menginginkan kau masuk kelas 2-B yang juga kelas Sungmin-ssi. Kalau kau kupindahkan ke kelas 2-A apa kau bersedia?" Kata Kangta songsaengnim yang ingin memasukkan Kyuhyun kekelas 2A, kelas unggulan di Sapphire High School.

"Maaf mungkin saya tidak bisa" Kata Kyuhyun sambil sesekali melirik Sungmin yang kelihatan tak begitu tertarik dengan pembicaraan itu.

'Kalau aku menyetujuinya pasti eomma akan memutilasiku' Batin Kyuhyun.

"Baiklah, Sungmin-ssi tolong kau antar Kyuhyun-ssi. Kebetulan kalian juga satu kelas"

"Ne, saya pamit dulu Songsaengnim" Pamit Sungmin, lalu Kyuhyun dan Sungmin mulai berjalan melewati koridor sekolah yang sepi karena jam pelajaran memang sudah dimulai beberapa menit yang lalu. Suasana canggung kembali terasa menyelimuti duo sejoli itu, mereka memang menjadi canggung satu sama lain setelah kejadian tadi pagi.

FLASHBACK

Merasa tidurnya teganggu dengan sinar matahari yang masuk melewati celah-celah jendela kamarnya, Kyuhyun terpaksa membuka matanya. Kyuhyun ingat ia harus mulai sekolah lagi hari ini. Namun beberap saat kemudian Kyuhyun merasa terkejut melihat kenyataan yang ada di depannya. Kyuhyun lebih terkejut lagi menyadari tangannya yang melingkar indah di pinggang Sungmin.

"Kau sudah bangun eoh?" Tanya Sungmin ketus. Kyuhyun mengernyitkan dahinya heran.

"Kk...kau.." Kata Kyuhyun terbata melihat wajah Sungmin yang hanya lima sentimeter dari wajahnya.

"Bisa kau lepaskan tanganmu?" Kata Sungmin, refleks Kyuhyun melepas pelukannya.

"Ak...aku mandi dulu" Kyuhyun beranjak ke kamar mandi karena merasa canggung pada Sungmin.

FLASHBACK END

Kyuhyun dan Sungmin berjalan menuju lantai dua, ruang kelas 2 memang ada di lantai dua. Merasa kecanggungan semakin menyelimuti mereka, Kyuhyun membuka suaranya.

"Apa masih jauh?" Kyuhyun mulai berbasa-basi.

"Tidak, kita sampai setelah melewati tangga ini" Kata Sungmin singkat.

"Oh..."

T.B.C

Hehehe...

Mian for typo dan ketidak jelasan tulisan...

Ming berterimakasih banget buat readerdeul yang memberikan respon dan kritikannya...

Cheongmal Gomawo^^

Mian ming baru update soalnya ming harus fokus ke UAS kemarin... Perjuangan yang pannjang readerdeul*curhat

Mian kalau ming gak bisa bales review readerdeul semua (m_ _m) *bow

Sekali lagi Gomawo...

Annyeong...