"LEETEUK HYUNG!"

"pangeran!?"

Siwon yang sedari tadi berdiri di dekat jendela terkaget karena teriakan pangeran Kangin yang menembus kesunyian singgasana.

"hhhh…. Siwonnie….." keringat bercucuran dari wajah Kangin. Mendengar sang pangeran menyebut namanya dengan bahasa yg 'tidak formal', Siwon pun menjawab, "Kangin hyung, kau tidak apa-apa?"

"mimpi itu lagi… sial, akhir-akhir ini mimpi itu menghantuiku….."

"mimpi yang pernah kau ceritakan dulu?"

"..yah, semacam itulah.. tapi lama kelamaan mimpi itu semakin memburuk. Pertanda apa ini Siwonnie..?"

"….."

Siwon tidak menjawab pertanyaan sang pangeran. Dia hanya bisa terdiam. "diluar sepengetahuanku, hyung…"

"aish…" kangin memegang kepalanya. "sudah cukup istirahatnya.. Yesung hyung sudah balik?"

"belum, hyung" jawab siwon sambil memandangi jam.

"Dia belum balik juga? Sudah berapa lama ini..?!" kangin mulai geram dan beranjak mengambil jas 'pangeran'nya. "ayo kita susul dia,"

"tunggu dulu, hyung—" hambat siwon.

"tunggu apa lagi, siwon-ah?!"

"…kau baru tertidur selama 15 menit…."

"…" Kangin menaikkan alis matanya dan beralih memandangi jam. "….kenapa tidak bilang daritadi…" kesalnya.

.

.

.

"ada perlu apa, Yesung-ah?" Pangeran Berjubah merah pekat itu melepas pangkuan tangannya dari dagunya. Tampak segelintir perasaan bingung terlihat di wajahnya.
"Dracula prince. Bukan.. pangeran Leeteuk. Ada sebuah kasus yang terjadi lagi di wilayah kita. ingin menanyakan beberapa hal kepada anda" . Yesung pun memulai pembicaaannya.

"teruskan"

"Kemarin, ada sebuah pesawat yang meledak di sekitar perbatasan. kali ini kajediannya terjadi lagi lagi di 'Guide Island' sebelah Guardian, ada dua orang yang selamat. Tapi kami hanya menemukan satu orang." Lanjut Yesung.

Pernyataan yesung membuat Leeteuk tambah bingung. Tampak Heechul, Pengawal pribadi Pangeran Leeteuk memasang wajah 'curiga' dan menatap namja satu lagi Yang tengah berdidi disampingnya. Namja itu juga memasang wajah yang lebih 'smirk' disbanding Heechul.

"lalu? Apa hubungannya dengan kemi?" Heechul membuang wajah 'smirk' nya dan menggantinya dengan wajah kesal yang terkesan 'akting'.

"karena kejadian ini terjadi didekat pulau 'Dracula', aku hanya ingin menanyai kalian. Bukan mencurigai kalian." Jawab Yesung dengan tenang.

"aku tak peduli kau curiga atau tidak. Selama ada kasus ini, kalian selalu saja mendatangi kami seakan-akan kami pelakunya!" Heechul mulai meninggikan volume suaranya daan berjalan menghampiri Yesung.

Langsung saja, sang Pangeran yang daritadi diam dengan secepat kilat menghentikan Heechul.

"Heechul-ah. Sudahlah. Tidak ada salahnya mereka menanyakan beberapa informasi. Kita ini sekutu." Leeteuk menatap Heechul dengan tajam.

Sang pengawal hanya diam dan melepaskan tangannya yang digenggam sang pangeran.

"nah, Yesung-ah. Aku akan memberitahumu apa yang kutahu. Selama ini, yang menangani manusia adalah para petinggi vempire, kan?" Leeteuk melanjutkan pembicaraan dengan senyum 'angelic' nya.

"Benar, pangeran. Namun akhir-akhir ini keadaan semakin memburuk. Setiap ada manusia yang masuk ke sini, tak lagi melewati portal….. hampir semua tidak selamat. Ini tak pernah terjadi sebelumnya. Ini diluar pikiran kami" Jelas Yesung.

Leeteuk hanya diam. Dia memegang dagunya, berpikir keras.

"pokoknya Pangeran Leeteuk sudah memberitahukan informasinya. Itu sudah cukup!" Heechul kembali masuk dalam percakapan.

"…..mungkin" Yesung, tak bereaksi atas bentakan Heechul. Seperti biasa, dia hanya tenang, tak bergeming.

"Terima kasih atas waktunya, Pangeran Leeteuk." Diapun membungkuk dan berbalik menjauhi Sang pangeran dan pengawalnya. "…yah, itulah hanya itulah yang selalu kalian jawab." Bisiknya yang hampir tak terdengar. Bahkan para Dracula yang pendengarannya sangat tajam, tak mendengar apa yang baru saja ia katakan.

"aku akan kembali ke istana. Terima kasih banyak. Ini juga mewakili perkataan Pangeran Vempire, Kangin,"

"annyeong." Yesung langsung saja ia tiba-tiba menghilang.

"…" Leeteuk hanya terdiam. "apa yang sebenarnya terjadi…? Heechul-ah, apa ada yang kau rahasiakan dariku?" Leeetuk menatap Heechul dengan matanya yang lembut.

"tentu saja tidak, pangeran." Heechul menjawab sambil membungkuk hormat didepan pangerannya. Para pengawal lainpun ikut membungkuk menghadap Leeteuk.

"…."

.

.

.

Kangin, yang daritadi bolak-balik mengelilingi ruangan, mulai muak menunggu Yesung yang tak kunjung kembali. Sang pengawal hanya berdiri menatap pangeran yang emosinya sudah memuncak itu.

"AAGHH! Kemana saja kau Joungwoon-ah!?" Kangin mengepalkan tangannya dan meluapkan emosinya yang sudah dartadi ia pendam.

"apakah aku tampak begitu muda sehingga kau tak memanggilku 'Hyung', Kangin-ah?" Tiba-tiba saja Yesung berada di belakannga dengan tampang kesal.

"balik juga kau, hyung!" Jawab Kangin tanpa mencerna pertanyaan Yesung.

Siwon hanya menggeleng-geleng kepalanya dengan tampang 'dasar-pangeranku-ini'.

"Lalu? Ada informasi baru?" Lanjut Kangin.

Yesung yang daritadi berjalan menjauhu Kangin, tak menjawab apa-apa.

"hyung..?"

Siwon dan Kangin saling bertatapan satu sama lain. "apa ada sesuatu, hyung?" Tanya Kangin lagi.

Yesung tidak merespon, dia hanya berdiri, dan kemudian berbalik dengan wajah yang….. Mengerikan.

"…..!?" Tampak Sang pangeran dan Sang pengawal mulai gelisah. Sepertinya ada sesuatu. Itulah yang ada di benak mereka. merekapun mulai bercucuran keringat. "tak apa, hyung. Beri tahu saja kami."

"APA KALIAN SUDAH MEMBERI MAKAN DDANGKOMA-KU, HAH?"

"….."

"….."

"YAAMPUN HYUNG KAU MENAKUTI KAMI"

"Lihat ini! Dia terlihat lemas!" Yesung mengeluarkan Kura-kura kesayangannya sambil mengelus-elus tempurungnya.

"S-Sejak kapan dia berada disitu…!?" teriak Kangin kaget.

"keberadaannya tak menentu, kadang aku menemukannya didepan toilet wanita. Entah apa yang dia lakukan.." Ujar Siwon yang disambut tampang 'are-you-kidding-me' Kangin.

"awas kalau lain kali kalian tidak memberinya makan lagi!" Yesung menjentikkan jarinya, dan seperti sulap, Sekantung makanan kura-kura tiba tiba muncul. "nah, Ddangkoma, makan yang banyak ya. Biar jadi Vampire yang hebat."

"…Sejak kapan Kura-kura jadi Vempire.." ucap Kangin diikuti sweat drop-nya.

"oko, hyung. Kami serius. Apa kau mendapat informasi baru?" Tegas Siwon.

"sama seperti sebelumnya." Jawab Yesung singkat. "tak ada informasi baru." Lanjutnya sambil member makan Ddangkoma.

"…dari dulu seperti itu. Apa yang mereka pikirkan?" ujar Kangin sambil berpikir.

"Kangin-ah. Aku ingin pergi ke rumah sakit." Yesung, setelah selesai memberi makan kura-kuranya berdiri tegap dan menatap Kangin serius.

"untuk apa?"

"aku akan menemui orang itu."

"manusia itu?" Jelas siwon.

"Ya"

"…" Kangin Hanya diam. Dia mengerti apa yang akan Yesung lakukan. Dari matanya, dia bisa mengerti.

Ada segelintir 'ketertarikan' di matanya.

"baiklah, hyung. Lakukan apa yang ingin kau lakukan."

.

.

.

Namja tinggi yang daritadi menatapi pemandangan luar jendela, tak henti-hentinya menyebut nama yang taka sing baginya. Henry.

"dimana kau..?" bisiknya.

Tiba-tiba. Pintu yang terletak tak jauh dari tempat ia duduk terbuka. Diapun menoleh, mencoba melihat siapa yang masuk ke ruangannya. Apa pria aneh itu lagi? Pikirnya.

Namun, Perkiraannya salah. Orang yang kali ini masuk tak lain adalah Yesung.

"…Siapa kau?" Tanya Zhoumi was-was.

"maaf mengganggumu." Jawab Yesung seperti biasa, tenang.

"mau apa kau….?" Zhoumi mulai curiga terhadap namja yang berada didepannya ini.

"aku hanya ingin mengajakmu berbicara"

"Bicara apa…?

Yesung, tampak mulai tersenyum. Menganggap namja tinggi yang berada didepannya ini menerima 'ajakan'nya.

"I will tell you the truth, Truth that the Prince once said to you."

MAAF YAH SAYA AUTHOR YANG GA DISIPLIN, UDATENYA KELAMAAN (_ _)

Bukan Cuma kelamaan, tapi TERLALU kelamaan. Klw diinget-inget, trakhir saya upload ff ini pas… akhir tahun….

*KABUR BRO*

Jeogmal mianhanda chingudeul TT_TT

Oh iya, gomawo yah yang udah review mnurut chingudeul sebaiknya ff abal ini dilanjut ga…? ._. Updatenya kelamaan soalnya- -_-""""

dan mian agak kependekan .-.

=GAMSAHAMNIDA, FOR THOSE WHO READ MY FF=

MIND TO REVIEW (AGAIN) FOLKS?