Kotor
.
.
.
Ini malam minggu dan sudah sepekan ini Eren Jeager selalu pulang agak malam, malah 2 hari terakhir ia tidak pulang. Levi gelisah menunggu pujaan hatinya untuk pulang, ia bukannya tidak tahu Eren dimana, hanya saja perasaan rindu yang memuncak dan rasa khawatir akan keselamatan uke tercintanya di kawasan kampus tidak dapat dibendung. Maklumlah Eren kan pemuda tampan namun juga secantik putri-putri di kisah dongeng yang kadang minta dimakan, oke yang barusan hanya di mata Levi saja.
Pukul 8 malam, Levi hanya memandangi layar handphonenya berharap sang kekasih mengabarinya.
Tangan Levi gatal, segera ia menekan nomer handphone Eren.
Tuuuut tuuuuut
"Halo," suara Eren terdengar dari seberang sana.
"Eren dimana?"
"Mooou, kan Levi-san tahu aku sedang di kampus membantu persiapan festival untuk besok. Jangan terus meneleponku aku tidak enak dengan yang lain."
"Ini sudah malam, biar ku jemput. Tunggu aku disana."
"Oh no Levi-san, jangan datang menjemputku! Kau ingat terakhir kali kau menjemputku disini?"
"..."
"Kau memarahi dan memukul Jean gara-gara dia tidak sengaja memegang tanganku waktu kami mengangkat dus bersama."
"Itu salahnya karena dia berani-beraninya menggoda kekasih orang."
"Oya,malam ini sepertinya aku juga tidak pulang lagi. Hmm Levi-san, aku sedang sibuk nanti kuhubungi lagi."
"Tunggu Er-"
Tuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuut
"Cih anak ini berani menutup telfon dariku, awas saja akan aku beri hukuman."
Levi berbaring di tempat tidurnya, tangan kanannya menutupi wajah, sedangkan tangan kirinya masih menggenggam handphone-nya.
"Eren.."
"Eren.."
Levi mencoba untuk tidur, tetapi tidak bisa. Ia kembali ke ruang depan untuk menonton TV.
Jam 10 malam pintu apartemennya terbuka.
"Tadaima," Eren muncul dari balik pintu, "Levi-san?"
"Eren?"
"Kau belum tidur? Ini sudah larut."
"Cuma bayi yang sudah tidur jam segini."
Eren hanya terkekeh kecil.
"Katanya kau tidak akan pulang lagi, kenapa ada disini?"
"Hmm tidak bolehkah? Aku hanya berfikir Levi-san pasti kesepian sendirian disini, makanya aku pulang saja hari ini heeee."
Jantung Levi berdetak lebih kuat menerima hantaman panah menusuk hatinya mendengar ucapan kekasihnya. Background berubah menjadi warna pink dan bertaburan bunga dan lambang hati imajiner.
"Eren, kau kotor."
"Eh?"
Levi menunjuk baju dan tangan-tangan Eren yang berwarna-warni.
"Oh ini, iya tadi kan habis menge-cat, aku tidak sempat membersihkan semuaya karena harus cepat pulang agar tidak ketinggalan kereta."
"Mandi."
"Iyaiya Levi-san."
"Sebentar Eren, kenapa kau tadi tiba-tiba menutup telfon dariku? Berani sekali."
"Err, karena aku tidak enak dengan yang lain Levi-san, mereka sedang bekerja sedangkan aku malah sibuk dengan telfon."
"Karena itu kau kuhukum!"
"Eh?" Levi menarik tangan Eren
"Kau kuhukum, akan kumandikan kau sampai bersih, sebersih bersihnya. Sampai tidak ada yang tersisa," Levi mengusap dahi, pelipis, pipi, dagu dan leher sampai dada Eren menggunakan telunjuk jarinya dengan sensual, mengikuti lekuk tubuh si brunette.
"Tu-tunggu Levi-san, aku bisa mandi sendiri."
"Tidak ada kata penolakan Eren. Ini hukumanmu. Bersiaplah," pria bersurai hitam ini mencium belakang telinga Eren.
Wajah Eren memanas, kini cengkraman berpindah pada pinggang.
"Aku sudah tidak sabar memberimu hukuman bocah!" Levi menjilat bibirnya sendiri, Eren tahu apa yang akan terjadi setelah ini, dia tidak bisa melawan hewan buas yang sudah ia tinggalkan selama 2 hari.
Sisanya delusi kalian masing-masing lah yah hahahah
.
.
.
Hahahaha garing? Maaf maaf
Author bikin ini kalo lagi kepikiran aja, ada yang bagus dan dijadiin modus apa enggak, jadi mungkin updatenya bisa cepet banget bisa lama banget. Jadi ya ini masih lanjut ko.
Terimakasih yah yang sudah membaca ini. Yang sudah memberikan fave dan follow. Yang review juga terimakasih sekali hehehe,
KamuiSuou, Rivaille Yuki Gasai, Miyucchi, Hayasaka Kairi, 46Neko-Kucing Ganteng, FayRin Setsuna D Fluorite. Author sayang kalian semua XD
