Hetalia: Axis Powers © Hidekaz Himaruya.

saya tidak mengambil keuntungan materiil dalam bentuk apa pun dari pembuatan fanfiksi ini.


terlalu banyak

"Digantungnya Kapten Kidd."

"Kapten Kidd?"

"William Kidd. Aku ragu kamu tahu," ada kesinisan di sana, namun tak berlangsung lama—dan Francis toh tak tersinggung-tersinggung amat, "bajak laut abad keenam belas. Kamu barangkali sudah lupa, tapi dia menjarah kapal-kapal Prancis juga, selain Portugal dan Spanyol."

"Kamu melihatnya?"

Arthur mengerutkan kening dengan pertanyaan yang—Francis terlambat sadar—sedikit kurang ajar itu. Tentu saja ia melihatnya. Ia bahkan beberapa kali ikut berlayar bersamanya, sang perompak yang paling terkenal sepanjang sejarah; menyusuri Amerika Utara, Karibia, Samudera Hindia. Tapi Arthur memutuskan untuk menjawabnya saja, "Aku di sana."

"Tentu kamu di sana," Francis berusaha memulihkan situasi karena ia salah bicara. "Kenapa dia digantung kalau dia membajak kapal-kapal musuh Inggris?"

"Oh, kau belum pernah merasakan puncak kesenangan seorang bajak laut," Arthur menyahut dengan enteng, dan apabila kalimat itu sindiran maka Francis tidak tersinggung dengan itu, karena entah kenapa ada sisi dirinya yang merasa senang tiba-tiba melihat raut muka Arthur menjadi lebih rileks daripada sebelumnya, "yang disebut adil dari cara bermain para perompak adalah penjarahan kapal yang datang di laut terbuka. Pada akhirnya Kidd menyingkirkan rasa enggannya menyerang kapal Inggris."

Pandangan Francis jatuh pada kedua tangan Arthur yang terkepal; kontras dengan nada bicaranya, sehingga Francis memutuskan untuk menyesuaikan suasana. "Pada akhirnya ... dia digantung?"

"Dua kali."

Seketika Francis mendongak. "Hah?"

"Penggantungan yang pertama gagal. Talinya putus, tubuhnya jatuh ke tanah dan masih hidup," tangan Arthur terkepal semakin erat, begitu erat hingga Francis dapat melihat ujung jemarinya berubah putih dan rasanya kuku-kuku yang menancap di telapak tangan bisa sampai menyisakan bekas. "Tali baru disiapkan dan jadilah dia digantung dua kali."

Francis membayangkan kejadian itu. Baiklah apabila Kapten Kidd yang diceritakan Arthur memang pernah membajak kapal-kapal Prancis juga, tapi itu tak mengubah fakta bahwa dia lupa. Lagipula barangkali kapal yang dirompak tak begitu banyak juga. Abad keenam belas ia masih dalam status berperang dengan Arthur, dan ia tak segila itu mengirim kapal-kapalnya untuk cari mati dengan mengganggu jalur lintas pengiriman Inggris.

Pastilah Kapten Kidd sedikit-banyak mirip dengan Arthur, itu yang dipikirkan Francis.

Tabiatnya yang semena-mena, yang menganggap laut bagaikan sumber uang sekaligus rumahnya. Barangkali Arthur yang paling memahami bagaimana bajak laut itu bisa lupa diri dari mana ia berasal dan justru mengambil keuntungan dari kapal-kapal negaranya sendiri; Arthur tentu tak mungkin setuju dan secara bulat ada di pihaknya, namun tentu ia bisa mengerti perasaan itu. Bagaimana rasanya berkuasa atas segalanya.

"Kamu pasti mengaguminya."

Arthur mendelik, tapi ia membenarkan hal itu—dan jarang sekali bagi Francis untuk melihat Arthur mengakui pernyataan yang ia lontarkan, "Dia ditakuti oleh kapten-kapten lainnya sesampai di Samudera Hindia. Aku bangga padanya."

Francis tahu perasaan itu; pada Jeanne. Rasa bangga, rasa kagum, rasa ingin melindungi—semua campur-aduk jadi satu hingga itu menyakitkannya sangat, apabila mengingat akhir untuk Jeanne begitu tragis, sehingga Francis hati-hati memandang Arthur. "Bagaimana akhir untuknya?" tanyanya dengan nada yang memelan. Tahu bahwa pertanyaannya tepat sasaran.

Arthur memandangnya. Senyuman pahit yang tipis terulas. "Kautahu juga, ya, kalau ceritanya belum berakhir dengan sekadar digantung."

Sekadar digantung. Francis merinding, namun ia membalas dengan senyuman masam yang setimpal.

Apabila Arthur juga tak bisa melupakan Jeanne yang dibakar dan selalu terhantui oleh hari itu, kemudian selang tiga ratus tahun kemudian menyaksikan pembunuhan hidup-hidup yang sama kejamnya—digantung dan talinya putus dan digantung lagi; astaga—membuat Francis tak habis pikir bagaimana Arthur bisa tampak baik-baik saja melewati itu semua.

Di tanggal ini, ada dua orang yang pemuda itu saksikan matinya secara langsung—seketika Francis diam-diam bergidik memikirkan betapa mengerikannya apabila ia yang dipaksa menjalani posisi itu.

"Tubuhnya digantung selama tiga tahun," Arthur tetap melanjutkan sekalipun melihat Francis ternganga dan perlu untuk setidaknya menunjukkan reaksi terkejut, "sebagai ancaman untuk orang-orang yang terpikir buat mengikuti jejaknya."

"..."

Mungkin saat itu ia sedang sibuk memikirkan apa strategi untuk bisa memenangkan perang, tanpa sempat terlintas di pikirannya bahwa di Inggris sana sedang ada kejadian seperti itu. Bagaimana Arthur setiap pagi menyusuri jalan dan berhenti, memandangi mayat Kidd yang digantung berayun-ayun, dan tetap di sana barangkali berjam-jam kemudian. Dan itu dilakukannya tiga tahun.

"Oh, kapalnya lebih parah lagi," lanjut Arthur, "dibiarkan di pelabuhan Ile Sainte Marie sampai membusuk. Dilupakan sampai ratusan tahun, didiamkan sedemikian rupa sampai bisa terlihat oleh kapal-kapal yang lewat."

Francis kehilangan kata-kata.

Itu terlalu banyak, Arthur.


[1] William Kidd adalah tokoh bajak laut terkenal kelahiran Skotlandia; namun dihukum gantung pada 23 Mei 1701 di London karena pembunuhan dan pembajakan.

.

.

a/n

mmm pernahkah kalian terlalu suka sama satu karakter; saking sukanya kalian rela karakter itu dipasangin sama siapa pun? ;v; berlaku juga untuk saya dan arth ;v; berilah saya kisah sejarah di antara inggris dan apa pun; dan dijamin saya langsung ngeship :") (asal canon bakal saya lahap lol orz) (yang masih ubek-ubek buku sejarah biar bisa bikin uknes)