Chapter 4

-The Baddest Female-

.

.

.

Sehun side

Aku membuka mataku perlahan, ah mengapa ada yang menindih tubuhku. Tapi hangat.

"Engghh ..."

Tunggu? Tindih? Hangat?

Aku menatap rambut ikal didepan dadaku. Perlahan aku merasakan sesuatu menempeli tubuhku.

DEG

DEG

DEG

"Hmmh .. Ada musik disko didalam tubuhmu" gumam suara seraknya. Astaga!

GREP!

Ia semakin mengeratkan pelukannya.

"Luuhaaaaan! Mama berangkat dulu! Yack! Cepat bangun rusa! Mama berangkat bye!"

"Luuuuuuu!"

"Aku sudah bangun! Pergilah!" Pekik suaranya masih dalam kelambu. Ia mendekap mulutku dengan tangannya.

DEG!

Dimana semua pakaiannya? Ah .. Sesuatu mengeras dibawahku? Oh tidak ...

"Hah .. Aku masih mengantuk" ia kembali memeluk tubuhku.

"N-nu-nunaa"

"Eoh? Kau sudah bangun? Bagaimana? Menyenangkan tidur denganku? Aah, ternyata bayi seperti kau lebih hangat ne. Bagaimana jika kau melepas baju mu?" Ia malah mengendus bau tubuhku. Astaga, aku lelaki normal nuuna.

...

Sehun menutup matanya takut. Takut-takut kalau wajah luhan mendekat dan menciumnya. Takut, jika ia menatap mata rusa itu ia akan kehilangan kendali dirinya.

"Sehun-ah? Lihat aku" ucap luhan masih menindih tubuh sehun.

Drrrt drrtt

Luhan menatap ponselnya yang terus bergetar dan duduk dipinggir tempat tidurnya menarik tali kelambunya keatas. Sehun dapat melihat punggung polos luhan yang pinggangnya ditutupi selimut.

'Araseo'

'Tentu saja aku ikut, katakan padanya aku ikut'

'Hmm, ada sesuatu yang ingin kulakukan.. Yaah begitulah. Dan! Katakan pada coach aku sendiri yang akan keruangannya. Aku terima okey?"

Pip

Luhan meletakan ponselnya sembarang dan memasang kaos putih bergambar kelincinya asal.

"Kau masih diam disitu? Kita harus sekolah bayi"

Setelah mengucapkan itu luhan keluar kamar untuk mandi.

Sehun masih terdiam dengan wajah memerah. Malu? Terpesona? Yaa, itu yang dirasakan oleh pemuda berkulit putih pucat itu.

'Apakah aku baru saja tidur dengan nuuna? Ah .. Tubuhnya sangat indah ... Luhan nuunaaa...'

"Yack bayi! Kau masih mau tidur! Kau ingin kita terlambat lagi hah!" Pekik suara luhan yang sudah dengan handuk selesai mandi.

"Aah, kau mau kumandikan?" Goda yeoja itu menggerling.

"Tidak! A-aku akan mandi! T-tunggu aku- jangan tinggalkan" sehun berlari kekamarnya.

...

Luhan sudah duduk dikursi kemudi menunggu sehun yang katanya mengambil roti. Ia sebenarnya malas makan roti buatan sehun yang isinya susu melulu. Ia sudah berniat untuk merampok bekal kyungsoo.

"Ini buat nuuna"

Luhan mendecak sebal juga memakan rotinya.

Sehun memandang lelehan susu dibibir luhan.

Cup

Ssp

Yeoja bermata rusa itu terdiam kaku. Ia baru saja dicium oleh seorang bayi besar!

Plak!

"Ah! Appo nuuna!" Sehun meringis pundaknya terkena pukulan manis dari pujaan hati.

"Thaengse"

Sehun memberenggut kesal hanya itu respon yang diberikan luhan, ia sudah berlatih lama dulu saat dijepang. Ia pernah melihat sepupu wanitanya si hyosun dengan pacarnya seperti itu diruang tamu.

"Nuuna, kancingmu terbuka. Bagaimana jika nanti para namja disekolah melihatnya" Protes sehun seperti biasa luhan hanya mengendikan bahunya malas melajukan mobil dengan santai sambil bersenandung ria mengikuti alunan musik Rye Rye - Sunshine.

Sesampai disekolah sehun masih dengan anteng mengikuti luhan.

BRUK!

"Ups! Bicth"

Byun Baekhyun. Yeoja itu menyeringai setelah menumpahkan juice dikemeja luhan dan melenggang pergi. Luhan menghela nafas malas.

"Nuuna? Kau baik-baik saja? Astagaa ..." Sehun mengeluarkan sapu tangan-nya dan memberikan pada luhan. Luhan terdiam sejenak membersihkan noda merah dan sari buah stroberi dibajunya. Ia kembali terdiam menatap Tao dan Kris berjalan bersama, yaah walaupun tao yang terus merangkul kris.

'Mereka balikan ya' Batinnya. 'Padahal aku ingin membuat yeoja itu lebih menderita' Iya kembali menghela nafas.

"Nuuna, kau punya baju ganti?"

Luhan memokuskan pandangannya pada sehun yang memang tepat didepan matahari.

"Tidak ada"

...

Sehun berjalan cepat menuju ruang ganti wanita. Ia mengetok pintunya sambil menenteng kemeja putri yang baru saja dibelinya dikoperasi sekolah. Untuk luhan.

Luhan menerimanya dan beberapa saat keluar dengan kemeja yang pas ditubuhnya tidak ketat. Ia sekarang nampak seperti murid biasa.

"Memangnya apa masalah sunbae tadi. Ia menyebalkan" omel sehun disepanjang korridor.

"Dia cemburu padaku"

"Mwo? Kenapa?"

"Hmm ..." Luhan menggantung kalimatnya. Ia menatap yeoja bermata bulat yang berjalan menunduk itu.

"Kyungsoo!" Panggilnya merangkul pundak yeoja bermata bulat yang sudah menatap luhan takut.

"Berhenti menatap seolah aku akan memakanmu"

"E-em .. Ada apa sunbae"

"Kau membawa kotak bekal yang besar, hmmmmh! Kau punya insting aku akan kekelasmu istirahat nanti? Baiklah tunggu aku ne! Nae saranganeun chingu!" Pekik luhan mengecup bibir kyungsoo kilat dan berlari meninggalkan yeoja yang sudah mematung sambil mengusap bibirnya dengan punggung tangan.

"Kau! Kau siapanya luhan nuuna!" Sehun menatap menyidik.

"A-aku .."

"Jangan berani-berani menggoda nuuna ku!" Desis sehun tajam meninggalkan kyungsoo yang menatap cengo pemuda albino itu.

"Menggoda?" Cibirnya tidak suka. Ia menatap kotak bekalnya.

"Padahal aku ingin memberikannya untuk jongin. Dia hari ini akan sibuk latihan bakset" gumam kyungsoo berjalan kekelas.

...

"Aku tidak bisa menunjukmu sebagai leader luhan. Yaa yaa yaa kuakui kau memang berbakat, tanpamu kami tidak bisa memenangkan kontes busana cheers terbaik. Sebelumnya kau tidak pernah menginginkan posisi leader kan?" Suara coach yoona lembut dikantor yang sepi.

"Coach, bisa kau pertimbangkan lagi. Aku merasa dengan adanya leader tim akan lebih terkendali. Apalagi kita akan mengadakan pemilihan untuk anggota baru"

"Tidak luhan, aku tidak mengerti kau tiba-tiba menginginkan posisi leader yang padahal dulu kau menolak mentah-mentah. Lagi pula tim sudah terkoordinir dengan adanya 2 tim white dan red. Lu, lagipula aku tidak bisa menjadikanmu leader. Hubunganmu dengan anggota tim sangat buruk"

Luhan terdiam.

"Mereka bahkan mengeluh ingin mengeluarkanmu"

Luhan mencibir dalam hati. Tetap diam.

"Tapi tentu saja aku menentang dengan keras! Tanpa mu tim kita tidak akan menang dan sehebat ini"

"Kau sedang melindungi sesuatu?" Selidik yoona coach. Luhan mendongak malas.

"Tidak coach"

"Baiklah, kuharap kau datang latihan sore ini" ucap yoona santai tanpa menatap luhan.

Luhan terdiam lagi, dulu yoona sangat menyukainya dan ramah. Yaa, sebelum kejadian menggemparkan itu pastinya.

"Coach, aku ingin ... Akuu ingin ke-" keluar dari tim

"Hentikan pemikiran bodohmu itu luhan. Kau ingin aku mengecewakanku dua kali?"

"Coach..."

"Sudahlah, kau kembali kekelas saja. Aku akan mengajar sebentar lagi"

Disinilah luhan sekarang, diatap sekolah sambil menghisap rokoknya. Ia kembali mendesah pelan.

Kejadian itu

Kejadian yang membutakan hatinya dan jiwanya.

Kejadian yang membuatnya menjadi gadis penuh kebencian.

Dan kejadian yang membuatnya kehilangan dua orang sahabat baiknya dan satu pria yang dicintainya.

Luhan kembali menghela nafas sebelum suara barang jatuh digudang mengalihkan perhatiannya. Ia merenyit mendengar desahan wanita dari dalam sana. Ia mengenal suara itu.

"Henghhhhhh ahhhgghh! Chanyeol kau menyakitiku-ahhh ahhhghh! Appoo!"

Luhan merenyit medengar desahan yang tadinya nikmat menjadi erangan kesakitan. Ia terdiam dibalik pintu mendengarkan dengan seksama. "Mereka sudah klimaks" gumamnya setelah mendengar desahan panjang.

"Ahh .. Chanyeollie, kumohon berhenti marah padaku. Perbuatanmu barusan sudah cukup melukaiku dan memberi hukuman padaku ne" luhan mendengar suara halus baekhyun.

"Kau murahan nuuna"

Luhan menutup mulutnya kaget. Merapatkan tubuhnya didekat meja-meja didekat gudang itu.

"Chan- tadi malam itu salah paham..."

BRUK!

Luhan mendengar suara kursi berjatuhan.

"Kau wanita murahan yang menyerahkan tubuhku kesemua pria yang kau sukai! Kau membohongiku byun baekhyun!"

"Malam itu tidak disengaja park bodoh! Aku mabuk dan DJ itu membawaku!"

"Kau mengenal namja itu!"

"Ya! Memang benar aku mengenalnya! Cih! Kau munafik park chanyeol! Kau juga sudah bercinta dengan banyak wanita diluar sana! Aku tau itu! Kau bahkan meniduri seulgi kan! Dasar pria bodoh! Wanita itu sudah tidak berbentuk sejak sore kemarin! Ku pastikan kau tidak akan melihat batang hidungnya disekolah ini!" Teriak baekhyun.

"Ooh! Kau bahkan lebih jalang dari pada Kim Luhan nona Byun! Caramu lebih mengerikan"

"Itu karena aku benar-benar mencintaimu!"

"Itu bukan cinta! Itu paksaan! Kau egois jalang"

"Bajingan kau park! Kau mengataiku jalang?! Mulutmu benar-benar sampah!"

Plak

"Ku peringatkan kau park chanyeol! Jika aku melihatmu bersama wanita lain lagi, akan kupastikan aku akan melakukan tindakan lebih jauh!"

"Aku tidak peduli!"

Luhan bersembunyi kembali saat dua orang didalam gudang itu keluar. Ia melihat chanyeol yang sudah keluar dari atap. Baekhyun sudah menyalakan rokoknya. Ia menatap iba kearah baekhyun yang sambil mengurut daerah selangkangannya. Ia tidak tau chanyeol akan bermain sekasar itu, saat ia bercinta dengan chanyeol laki-laki itu baik-baik saja dan terkesan polos. Walaupun matanya yang kata orang imut saat bercinta dengannya menjadi tajam dan menyembunyikan kerakusan diri sendiri. Luhan tidak habis pikir baekhyun mengatakan cinta pada chanyeol.

Apakan baekhyun sungguh mencintai chanyeol? Kalau benar, walaupun hubungan mereka seperti itu luhan iri. Baekhyun sudah menemukan cintanya, dan ia? Ia masih belum merasakan cinta.

Luhan memilih diam duduk dimeja dekat gudang. Memelih memejamkan matanya mendongak kearah sinar matahari hangat pagi itu.

Tap

Tap

Luhan membuka matanya menatap wajah baekhyun.

"Apa yang kau lakukan disini" ucapnya dingin.

Luhan tidak gentar, ia mencibir dan balas menatap baekhyun.

"Menonton pertunjukan yang menarik? Haha"

Baekhyun mendengus melipat tangannya kedada. Masih berdiri dihadapan luhan.

"Kau iblis mengerikan baeki-ya"

Baekhyun terdiam 'baeki-ya?' Ya, nama itu. Nama yang sudah ia lupakan. Itu bukan namanya! Mengapa luhan memanggilnya seperti itu lagi?

"Setidaknya aku mencintainya dengan tulus" jawab baekhyun enteng.

"Kau kejam."

"Tidak lebih kejam daripada kau"

Luhan kembali mencibir dan tersenyum kecut.

"Kau selalu memasang muka sepolos malaikat tanpa pernah memikirkan perasaan orang lain" ucap baekhyun lagi.

Luhan menatap baekhyun tajam, baekhyun membalas dengan sinis.

"Pada dasarnya kita sama saja" luhan beranjak dari meja dan berdiri.

"Cih, sama? Paling tidak aku tidak pernah menuntun sahabatku yang buta kejurang kematian Xi"

Yeoja bermata rusa itu mengatup mulutnya menggenggam tangannya erat. Ia benci ada yang memanggilnya dengann sebuatan 'xi'

"Kau masih belum dewasa baekhyun" luhan tersenyum tipis meninggalkan baekhyun.

Baekhyun terdiam, itulah respon luhan? Yeoja itu tidak marah. Selalu berekspresi sama setiap ia mengungkit kejadian itu. Ia menghela nafas berat. Kejadian bersama chanyeol sudah membuat bahunya tertimpa beban berat, belum lagi keadaan dirumah. Dan ditambah. Teka-teki yang dibuat luhan semakin rumit. Ia kembali membuang nafas dalam dan meninggalkan atap.

...

"Kau tampak berbunga-bunga hari ini?" Tao cekikikan melihat sehun yang tidak biasanya tersenyum hari ini tersenyum dan banyak menjawab pertanyaannya.

"Tidak juga, kau lebih berbunga-bunga hari ini" balas sehun cuek. Tao memberengut kesal. Sehun sedang membalas godaannya atau apa? Wajahnya datar sekali.

"Hai bro! Kau siap sore ini? Bagaimana pulang sekolah kita keapartment ku? Jadi bisa sekalian ngumpul?" Kai menghambur duduk dimeja tao.

Sehun terdiam mengambil smartphone-nya.

"Oh? Tao? Kau nampak berbunga-bunga hari ini" goda kai tersenyum mesum. Tao mengerutkan keningnya bingung.

Kai mendekatkan wajahnya didepan dada tao.

"Mawar? Merah? Hihii, pilihanmu tidak buruk"

"Kkamjong! Mesum! Sialan kau! Eh oh sehun! Kau juga melihatnya tadi! Sialan kalian berdua! Mama membelikan ini dan terpaksa aku memakainya sialan!"

...

"Kau menyukai namja itu?"

Yeoja berponi rata itu terkesiap menatap luhan yang menatap punggung jongin dibalik pintu. Kyungsoo mempoudkan bibirnya kesal.

"Whoa, kau tambah imut jika seperti itu kyungja-ya!"

"Sunbaenim, namaku kyungsoo bukan kyungja. Menyebalkan"

"Baiklah, kau menyukai kai ya?" Tanya luhan basa-basi sambil mengeluarkan kotak bekal milik kyungsoo. Ia sudah duduk disamping kyungsoo. Toh, seulgi tidak masuk sekolah hari ini atau mungkin seterusnya.

"Hmm" balas kyungsoo dengan gumaman lemah.

"Oh, betapa menyedihkannya temanku ini. Baiklah aku akan membantumu kyungsoo-ah. Hmm .. Kau ingin ikut tim cheers?" Tawar luhan. Kyungsoo menggeleng.

"Ah majja, kau tidak suka olah raga" luhan mengunyah telur gulungnya.

"Sunbae, akhir-akhir ini aku sering melihat kai kekelas 10-2. Kau tau sesuatu?"

Luhan mendengus, kyungsoo sekarang jadi tidak jaim lagi dengannya. Dan itu sangat aneh.

"Tidak, kau ingin aku mencari tau?"

"Ah, tidak perlu" kyungsoo merebahkan kepalanya dimeja. Luhan tertawa kecil memainkan sosis dengan garpunya.

"Aku tidak mengerti mengapa kau bisa menyukai namja abal-abal sepertinya, yaah. Walaupun kuakui permainannya diranjang tidak buruk"

Kyungsoo mendeathglares luhan gagal.

"Baiklah-baiklah. Bagaimana kau belajar dariku? Jaman sekarang cowok gak bakalan naksir sama cewek-cewek polos seperti kpop drama yang sering kau tonton. Malam ini aku akan menjemputmu, akan ada pesta besar-besaran tim basket diStarA Club. Dan, kuharap kau bisa beralasan dengan eomma super cerewet dan appa super posesif mu itu do kyungsoo"

Kyungsoo terdiam menatap luhan yang akan pergi.

"Kenapa sunbae selalu baik dan membantuku?!"

Luhan berbalik menatap kyungsoo intents.

"Hmm .. Karena aku menyukaimu. Mungkin?" 'Atau lebih tepatnya kau mirip dengannya?'

Kyungsoo menatap punggung luhan yang menghilang dibalik pintu itu bingung. Ia kembali menatap bekalnya yang setengah habis dan menyantapnya perlahan.

"Aku juga menyukai sunbae, sunbae mirip seseorang dulu"

...

Seperti biasa, sehun masih tidak suka tempat ramai. Ia selalu gelisah jika mendengar suara manusia. Sedari tadi ia sudah mengirimkan banyak text, line, kakao talk pada luhan tapi tidak ada balasan. Ia dikantin bersama jongin. Walaupun mereka duduk dikursi berdua tapi suara gaduh siswa-siswi yang asik bercengkrama itu mengganggunya. Oh Sehun.

"Apa yang terjadi" gumam jongin kesal. Ternyata tim bakset inti sudah kekantin dan mereka seenakknya duduk dikursi sehun-kai.

"Oh? Hai hyung!" Sapa jongin pada kris. Kris hanya tersenyum kecil. Seperti kebiasaan tim basket inti. Ada pesuruh mereka yang mau saja memesankan makanan.

"Kubilang juga apa, baekhyun pasti berbuat ulah" komentar Chen malas.

"Padahal aku baru satu kali mencicipi seulgi" kris mengeluh.

"Dia tidak seHOT luhan juga, malah kurasa tubuh seulgi itu seperti batu dan lembek seperti bubur bersamaan" Kai menimpali.

"Dia tidak lebih dari jalang yang memohon untuk ditiduri" sahut seorang gadis duduk diantara kai dan sehun. Satunya lagi duduk disebelah suho. Mereka Xiumin dan Lay.

"Kau tidak merasa bersalah pada yeoja itu chan? Semua itu juga karena mu"

Chanyeol memutar bola matanya malas melihat kris.

"Dia juga yang meminta, ya aku hanya menerima rezeki hyung. Lumayan"

"Konyol"

Chanyeol melempar kacang kearah xiumin.

"Siapa dia kai?" Tanya suho menatap sehun yang dari tadi asik dengan smartphone-nya.

"Aah, dia adiknya Luhan" jawab kai enteng ditatap tajam oleh sehun dan diberi teriakan berjamaah oleh manusia dimeja mereka.

"MWOO!"

"Aku bukan adiknya ataupun saudara. Aku calon pacar luhan nuuna" terang sehun datar. Yang lainnya masih menatap tidak percaya, aneh, bingung, iri, kagum.

Luhan? Punya pacar? Suatu hal yang mustahil bagi mereka.

"Ah aku tidak menyangka, selain memiliki kelainan hiperseks, yeoja itu juga menderita kelainan incest dan pedophil"

Semua menatap Lay sweetdrop, begitu pula namjachingu-nya.

Baru saja sehun ingin memprotes kai langsung merangkul pundaknya.

"Hyung! Kau ingat anak yang permainan basketnya memukau itu?! Dia orangnya" seru kai bangga. Kris-chanyeol-chen-suho memajukan wajah mereka kedepan sehun menyelidik.

Sehun mendengus kesal dengan respon tim bakset inti yang tidak lebih dari pelawak garing di tv yang sering ia tonton bersama heechul dirumah.

...

"Bersama kai?" Gumam luhan yang asik memainkan kuku bingung. Ia menghentikan langkahnya.

"Hmm, lagi pula kalau pulang kerumah akan memakan banyak waktu. Jadi .. Sambil menunggu sore. Ia mengajakku keapartement-nya disekitar sini" jelas sehun lagi seperti anak yang meminta izin pada ibunya untuk bermain kerumah teman. Luhan masih menimbang-nimbang keputusannya. Menyerahkan sehun pada kai sama saja menyerahkan anak itu kepada germo yang akan menjadikan anak sepolos sehun menjadi gigolo, luhan menggeleng cepat.

"Tidak, kau pulang denganku. Nanti kuantar lagi kesekolah. Lagi pula aku akan latihan sore ini bersamaan dengan tim basket" tolak luhan. Ia duduk kebangku taman sekolah mencari sesuatu dalam tas-nya.

"Jebaal ne nuuna, disana juga ada tao kok" bujuk sehun. Luhan kembali melotot, ia mulai membayangkan dua manusia mesum itu akan menggerayangi sehun nantinya.

"Ne! Nunnaa" bujuk sehun memeluk pinggang luhan. Ia sedang berlutut dibawah luhan.

Luhan terkesiap menerima perlakuan sehun. Sehun manja.

"Sehun, aku hanya tidak ingin kau terpengaruh oleh mereka berdua. Itu tidak baik" luhan memegang kepala sehun membujuk namja albino itu.

"Mereka baik kok, selama ini aku duduk dengan tao dan tiap istirahat kami bertiga kekantin. Yaa, walaupun kalau ada nuuna aku memilih bersama nuuna. Ne"

Sehun pintar ngeles.

"Huhh .. Baiklah. Jangan macam-macam disana. Aku hanya tidak ingin nanti diomeli mama karena tidak bisa menjagamu"

"Okee nuuna! Tenang saja! Aku pergi dulu ne!"

Cup

"Byeee!"

Luhan mendengus, sehun mencium pipinya lagi.

"Kau mencium pipiku, dan aku akan melumat bibirmu nanti malam"

.

.

.

TBC

Huhh panjang banget ya sampe 23k -_- gara-gara terlalu panjang. Adegan sehun tes basketnya aku cut dan juga ntar akan digabung dichapter depan pas Pesta diclub sama tim basket. Dan juga tentang tetangga baru belum diceritakan ... Mungkin ntar chapter depan akan lebih cepat ne :D hihii

Wahahahaha! Ciee ciee yang gak sabaran hunhan NC :p author php ya? Aah .. Soalnya ini waktunya belum tepat gimana -_- kan gak asik kalau NC pertama mereka dilakukan diwaktu yang gak .. Mian belum ngasih NC-nyaa

Sipp! Gimana pendapat kalian tentang chapter ini? Banyak yang membingungkan ya? Penasaran gak? Kekeuw! Baiklah. Aku tunggu komentar kalian di kolom Review nanti ne!

BIG THANKS buat yang review dichapter 3

deankharisma089|Oh Juna93|lisnana1|farfaridah16|Hun.K Salvatore|levy95|mellamolla|beng beng max|doremifaseul|Kuneko Shryunggie|ruixi1|Sanshaini Hikari|3678fans - EXO|niesha sha|Aiko Michishige|ChagiLu|she3nn0|younlaycious88|viiyoung|Istri Sehun yang Tertukar|N. |Re-Panda68|niasw3ty|princess jewel shiny|hea|luhannieka|rikha-chan|firza|park minra|Guest| |yumnada1|Rly. |RZHH 261220 II|ohmilu|rkh895| | 12|Taman Coklat| .1||bulubilu|noVi exo l|BekiCoy0411|Eclaire Oh|Guest

And buat pertanyaan:

1. Yang nanya kapan hunhan full nc? Mian belum bisa ngejawab soalnya belum bikin. Trus, ff-ini end-nya kapan? Author pun belum tau x_x BUT! Ada tapinya. Kekeuw. Seperti yang author bilang. Author udah bikin chapter 5 sama 6-nya. Dan di chapter 5, akan ada half NC hunhan ;;) ciee cieeee :p #plak

Nah, udah kejawabkan? Ntar chapter 5 akan ada sedikit NC hunhan ciee ciee sedikit nc itu gimana? Ya mereka nc-an tapii .. Tapi .. Gitudeh -_- ah molla.

2. Author minta maaf kalo banyak kebingungan dichapter sebelumnya dan belum dijelaskan dichapter ini. Mau gimana lagiiii ... Author sendiri bingung ternyata nulisnya udah banyak bangetttz.. Jadi, tunggu aja penjelasan ntar dichapter depan yang mungkin satu kejawab akan muncul hal membingungkan berikutnya -_-

(Satu lagi, buat reader yang nunggu kelanjutan from another galaxy atau find me atau yang lainnya. Author sungguh minta maaf belum bisa update. Hikss ... Author ga ada inspirasi buat ngelanjutin tuh ff, dan malam ngebuat ff baru bertemakan supernatural -_- tapi ff itu gak akan author post sebelum tuh semua ff author UP! Author akan berusaha ngelanjutin, dan ff FAG, itu udah setengah author buat :') makasih yang udah nunggu ff debut author itu ne :)) jeongmal kamsahamnida and jeongmal mianhaeyo .. KKaebSongg!)

Sekali lagi! Makasih banget udah pada mau review! Nge-Fav! Nge-Follow! Big Thanks ne! Saranghae!

XOXO