"ULANG TAHUN ALA SIJ"

part 4: "3. 2. 1. SHOWTIME!"

.

Warning: Gaje dan gak lucu.

.

Ditimpuk batu enggak kena
Dihajar sama temen-temennya
Kalo jelek jangan dihina
Kalo bagus minta commentnya.

.


.

15 menit sebelum surprise.

Seluruh tim SIJ kecuali Ibuki dan Tenma (yang sedang mengecek keadaan dan memanggil Ibuki untuk ke aula) sudah berada di aula. Mereka semua melakukan persiapan terakhir dan memantapkan, terutama untuk acara dejavu-nya.

Shindou: "Oke. Kita sudah melihat pertandingan tim lawan sebelumnya. Ada yang mau komentar?"

Sakura: "Mereka hebat, ya?"

Konoha: "Iya."

Tsurugi (menggantikan Tenma): "Manabe, analisis."

Manabe: "Oke. Dengan kekuatan kita sekarang, peluang kita menang pertandingan adalah 42%. Dengan mempertibangkan kelemahan Ibuki, peluang akan bertambah menjadi 46,1% dan-"

Shindou: "Cut, cut, 'mempertimbangkan kelemahan kiper lawan', Be."

Manabe: "Oh iya, maaf, maaf."

.

...

.

2 menit sebelum surprise.

Terdengar suara dari HT yang dipegang Shindou. "Target menuju lokasi". Suara Tenma.

WAIT. DARI MANA MEREKA PUNYA HT? PINJEM SATPAM?

Oke kembali ke topik.

"Oke siap ya, teman-teman. Ini demi Ibuki." Shindou menyemangati.

HT kembali berbunyi. "Target mendekat. 3. 2. 1. SHOWTIME!"

.


.

Shindou buru-buru menyembunyikan HT-nya. Seketika itu Ibuki masuk ke ruang aula dengan tampang lesu.

Tenma masuk menyusul ke ruangan setelah ia juga menyembunyikan HT-nya.

Tenma: "Oke teman-teman, kita mulai saja."

SIJ: "Iya."

Lalu diputarlah video pertandingan yang kemarin sudah ditayangkan.

Ibuki masih belum sadar.

Shindou: "Oke. Kita sudah melihat pertandingan tim lawan sebelumnya. Ada yang mau komentar?"

Sakura: "Mereka hebat, ya?"

Konoha: "Iya."

Tenma: "Manabe, analisis."

Manabe: "Oke. Dengan kekuatan kita sekarang, peluang kita menang pertandingan adalah 42%. Dengan mempertibangkan kelemahan kiper lawan, peluang akan bertambah menjadi 46,1% ..."

Ibuki mulai dejavu.

Manabe melanjutkan, "... jika kita bisa mencetak gol melalui titik lemah kiper yaitu cosec 76,33° dari jarak 2π x(3/82)Δl x (Στ)⁵ panjang lapangan. Ini sudah mempertimbangkan pergantian kiper dari Ibuki-san ke Shinsuke-kun."

Tsurugi: "Kalo kipernya masih Ibuki?"

Manabe: "Peluang menang..."

Seluruh aula terdiam.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Sett.

Tiba-tiba pandangan Ibuki menjadi gelap. Ada kain hitam yang menutupi matanya, dan tangannya dilakban, seperti orang mau diculik. Kusaka yang diam-diam melakukannya.

"WOI APA-APAAN NIH?" Ibuki teriak.

Setelah dirasa aman, Kusaka memberi kode untuk Manabe agar melanjutkan kata-katanya.

"PELUANG MENANG BERTAMBAH 23 % SETELAH IBUKI ULANG TAHUN! YEEEEEEAAAYYYY~!"

Seluruh aula bersorak gembira dan menyanyikan lagu "Happy Birthday to You"

Ibuki yang masih cengo dengan mata tertutup mulai tersenyum gembira.

.


.

Lalu Ibuki dibawa ke lapangan dan didudukkan di atas kursi plastik yang disiapkan Matatagi. Buki dilakban lagi kakinya jadi gak bisa kabur. Bener-bener serasa penculikan.

Ibuki masih dengan mata tertutup.

Tenma: "Yaa~ Ibuki selamat ulang tahun ya!"

Ibuki: "Iya."

Tenma: "Kita semua mau pengakuan dosa dulu nih, kita minta maaf dari kemarin sampe tadi sore kita ngerjain kamu. Ya, kita minta maaf aja kalo memangnya becandanya keterlaluan. Kamu sebenernya gak dikeluarin, dan kamu tetap kiper kami untuk pertandingan selanjutnya."

SIJ: "Maaf ya~!" *sambil bungkuk ala orang Jepang*

Ibuki: "Iya, iya, dimaafin. Tapi lain kali jangan kayak begini eh, bete gue!"

"GUE DULU LEBIH PARAH EH! SAMA ELU MASIH LEBIH BETE GUE!" Minaho sewot.

"Hehe iya iya, maaf juga ya, Minaho." Ibuki juga pengakuan dosa.

Tenma: "Oke sekarang kita sampai di puncak acara. 'Siraman Kesayangan'!"

Shindou: *megangin ibuki* "Jangan gerak lu ya! Pokoknya kalo gerak lu abis aja."

Ibuki: "I-iye selow"

Lalu semua member SIJ bersiap dengan senjata masing masing.

Tenma: "Yang pertama, nih dari gue, gula cair. Maknanya adalah, Lu sangat 'manis' bagi kita, dan kehadiran lu bermakna banget di sini."

Lalu sebotol gula cair ditumpahkan ke kepala Ibuki.

Ibuki sewot. "EH GILE LO! AWA-!"

Shindou keburu menginjak kaki Ibuki, mengingatkan janjinya tadi yang akan diam tak bergerak.

Lalu Shindou dan Tsurugi pun ikut menuangkan 2 botol gula cair lainnya ke tubuh yang tinggi besar itu.

Kusaka: "Yang kedua, ini ada Jus nih. Maknanya, Jus itu banyak vitamin, jadi kita ingin lu bermanfaat bagi orang banyak."

Sejak kapan anak SIJ jadi bijak begini?

Sekotak jus 1 liter membasahi tubuh Buki tanpa ampun.

Minaho: "Yang ketiga nih, Telur."

Manabe: "Maknanya, didalam telur itu ada dua, kuning di tengah, dan putih di pinggir."

Konoha: "Maksudnya, kita pengen kamu menjadi kuning telur yang berbeda dari lingkungan sekitarnya."

Minaho dan Manabe kompak melempar telur ke arah badan dan kepala Ibuki. Konoha, yang bertubuh pendek, alhasil hanya nyeplokin telur di kakinya buki

Sakura yang sok genit, mecahin telur dengan cara yang sama seperti bikin telur mata sapi.

Sampai saat ini tubuh Ibuki mulai berbau aneh akibat 'siraman kesayangan'. Perlahan Buki mulai menikmati acara ini.

Matatagi: "Yang keempat. Belum beres nih buk, masih ada satu lagi. Ini ada tepung. Maknanya adalah, tepung bisa dibuat berbagai kue. Jadi kamu harus serba bisa, Buk."

Satu bungkus tepung menghujam tubuh dan wajah Ibuki. Secara bergantian, dari Konoha sampai Zanakurou dan Shinsuke, semuanya bermain 'ayo-adu-ketangkasan-melempar-tepung-ke-sasaran-yaitu-muka-dan-tubuh-Ibuki-Munemasa-kiper-SIJ'.

Sebentar lagi Ibuki bisa dibuat adonan kue.

Shinsuke (yang digendong sama Kusaka): "Oke ini terakhir, ada Mentegaaa~~! Mentega biasanya untuk menyatukan 2 potong roti yang terbelah. Maknanya adalah kamu harus menjadi pendamai dan menghangatkan."

Lalu sebungkus mentega dicolekkan ke muka Ibuki bagaikan masker muka oleh seluruh anggota SIJ.


Before: Ibuki Munemasa. 16 y.o. Rambut putih, muka pucat, headband item, baju putih, celana hitam.

After: Ibuki Muneasem. 16 y.o. Rambut putih dengan bekas kuning telur, muka kuning mentega, headband basah kena putih telur dan gula cair, baju ungu kena jus terong, Celana putih kena tepung.


Setelah itu, Shindou membuka lakban yang mengikat tangan dan kaki Ibuki dan melepas penutup matanya. Kemudian, Tsurugi dan Tenma mengambil kue ulang tahun dengan gambar bola basket dengan tulisan "Happy Birthday kiper kami tercinta Ibuki Munemasa. 16 y.o." dengan lilin angka 16 tertancap di atasnya, tapi kebalik, jadi 61.

Cocok sih ya, rambut udah putih.

Semua kemudian menyanyikan "Tiup Lilinnya", lalu "Potong kuenya", dan tentunya, "Bagi kuenya".

Ibuki: "Saya berharap, SIJ bisa menang, dan kita semua diberikan kesehatan." Lalu ia meniup lilin angka '61' itu dengan penuh semangat.

Kejutan datang lagi.

"Ini ada hadiah dari kami, langsung dibuka aja. Semoga sesuai dengan keinginannya" kata Shindou sambil menyerahkan 2 kotak. Yang satu besar, yang satu kecil.

Ibuki pertama membuka kotak yang berukuran besar. Dan, isinya adalah, bola basket.

"Weh, bola basket! Waah keren, keren."

Lalu ia membuka kotak yang lainnya. Isinya zonk.

Bukan. Bukan zonk. Tapi sarung tangan kiper model terbaru yang sangat Buki inginkan.

"WAAAAAHHHH TERIMA KASIH TEMAN-TEMAN..."

"Iya sama-sama" jawab semua SIJ.

"Tapi kok bisa tau sih?"

"H-hehe i-iya, gini ceritanya, j-jadi kemaren k-kita masuk k-ke—" Shinsuke yang belum sempat menyelesaikan bicaranya mulutnya ditutup oleh Tenma.

"A-ah enggak kok... Tebakan yang beruntung..." Tenma ngeles.

Dan suasana di lapangan itu menjadi sangat haru dan bahagia tatkala semua orang bergantian memeluk dan menyalami serta menyelamati Ibuki atas setahun lagi usianya. Tak peduli tubuh dan pakaian mereka ketularan kotor gara-gara jejak 'siraman kesayangan' barusan.

Dan, selamat yang paling berkesan buat Ibuki adalah, Shindou.

Acara masih belum selesai. Ibuki kemudian diarak keliling komplek camp SIJ dan kemudian 'dibuang' di rawa dekat kompleks camp itu. Semuanya akhirnya bermandi lumpur rawa. Di malam hari.

Yah, sungguh suasana dan kebersamaan yang indah dan tak akan bisa dilupakan oleh semua member SIJ, terutama Ibuki.

.


.

EPILOG:

"Ibuki?"

"Sakit."

"Konoha?"

"Sakit."

"Minaho?"

"Sakit."

"Manabe?"

"Sakit."

"Kenapa semua sakit sih!?" Kuroiwa-kantoku mulai penasaran kenapa anak didiknya pada gak masuk.

"Oh, emm, anu, kemarin mereka mainan lumpur di rawa sebelah malem-malem, jadi pada masuk angin" jawab manager SIJ.

"..."

.


FINE.


.

HAI SEMUA, Ini adalah story pertama gue yang idenya gue ambil dari mimpi gue semalem /what/. Oke, sebelumnya, saya mohon maaf kalau ada yang kurang berkenan atau gimana dengan tulisan saya. Maklum, newbie.

Oke, selesailah sudah story saya. Story selanjutnya, kalau ada ide lagi ya. Daaah~!

Oh iya, semua karakter milik Level-5 ya!

Komen bos?