©byuncrackers
Warning! Typo(s), plot pasaran, gajelas, aneh, berantakan, gembel, blablabla.
Berani baca, berani review!
ㅡo00oㅡ
Kai menanggung semua biaya makan tadi, yaa karena Kai memang dari keluarga berkecukupan. Sebenarnya Chanyeol bisa saja bayar sendiri, tapi Kai tetap mengelak akan membayar semuanya.
Saat ini, Sehun dan Kai berjalan beriringan sedangkan Chanyeol dibelakang mereka dengan jarak yang cukup jauh.
Sehun dan Ki tak berbicara banyak, hanya mengobrol sedikit lalu diam. Hanya hening yang mereka rasakan saat ini. Chanyeol tak ingin ikut campur dengan mereka. Chanyeol ingin tau seberapa romantisnya Kai pada seorang namja yang notabenenya adalah mantanny.
Chanyeol bisa melihat Kai menarik tangan namja imut disebelahnya kearah wahana rumah hantu. Chanyeol tersenyum kecil melihat perkembangan Luhan.
Namja imut yang tadi ditarik malah memukul-mukul tangan Kai lalu mengomel tak jelas. Kai hanya tertawa melihat reaksi pria ituㅡSehun-. Chanyeol perlu menarik kata-katanya tadi.
"Kau kan tahu aku takut dengan setan apapun bentuknya!" Omel Sehun. Kai mengeluarkan seringaian manisnya yang dapat membuat semua gadis ataupun pria melting.
"Iyakah? Bukannya kau suka menyebutku dengan sebutan setan, hm? Kenapa kau tak takut denganku?" Ucap Kai seakan mengejek.
"Kan hanya sebutan bodoh, aish yasudahlah ayo kewahana itu."
Kai menggenggam tangan Sehun lalu menariknya kearah loket karcis masuk. Setelah itu mereka masuk ke wahana rumah hantu yang menurut Sehun adalah wahana ternista setelah perahu ayun.
Entah Kai lupa atau disuruh Chanyeol untuk berpura-pura menganggap bahwa Chanyeol tidak ada, yang jelas Kai hanya membeli dua karcis dan tak menoleh kebelakang untuk mencari sesosok Chanyeol.
Kai dapat merasakan tangan Sehun gemetaran dan mempererat pegangannya pada tangan Kai. Wajah pria kelas dua smp itu terlihat sangat ketakutan. Kai tersenyum licik lalu melepaskan pegangan tangannya pada Sehun.
Sehun menoleh kearah Kai yang asik melihat hantu-hantu yang berdiri berjejer dipinggir-pinggir dinding. Sehun meremas kemeja sekolahnya, berjalan sambil menunduk.
Kai masih berjalan santai disebelah Sehun yang terlihat sangat ketakutan. Walaupun Kai hanya melihat rambutnya yang berwarna pelangi.
Kai tersenyum senang melihat bagian dari ruangan ini sudah mendekat, akan ada hantu yang diparodykan oleh orang sungguhan, lalu ada beberapa properti seperti sadako yang melayang-layang diudara.
"Sehun! Lihatlah kedepan. Kau ini penakut sekali, ini kan hanya bohongan." Kata Kai lembut namun penuh arti sambil mengelus rambut Sehun.
Sehun perlahan membuka matanya danㅡ
"ARGHHH!"
Sehun berteriak keras dan reflek memeluk Kai dengan erat. Kai yang awalnya tertawa terbahak-bahak langsung diam saat merasakan ada yang memeluknya.
Sehun mengumpatkan wajahnya didada Kai. "Bawa aku keluar, Jongin, kumohon." Pinta Sehun dengan nada memohon. Kai dapat merasakan badan Sehun mendingin.
Tanpa menjawab, Kai segera membawa Sehun keluar dari wahana.
.
.
Sehun tetap menunduk walau sudah dari setengah jam yang lalu keluar dari wahana. Semua pertanyaan Chanyeol dihiraukannya. Kai hanya diam, memandang rambut pelangi pria itu yang agak basah dan berantakan.
"Kau sih. Sana tanggung jawab." Kesal Chanyeol pada Kai. "Aku kan hanya-"
"Tetap saja kau yang membuat Sehun seperti ini. Kau tau? Barusan Jongdae sms aku dan dia bilang dia ke taman bermain sama Suho. Hhh. Kalau dia liat ini gimana aishh."
Kai merengut. "Kan yang tersangkut dalam dare ini aku dan Sehun. Kenapa kau yang repot?"
"Aku hanya membantumu dan dia. Coba kalo gak ada aku, apa kau akan membawanya ke restoran dan taman bermain? Menyebalkan sekali kau ini." Cerocos Chanyeol.
"Iya iya. Aish."
Kai mendekati Sehun yang baru saja mengusap wajahnya dengan sapu tangan yang ia bawa. "Hun?"
Hening, tidak ada jawaban.
"Oh ayolah Oh Sehun. Hari sudah mulai malam. Maafkan aku tadi, aku hanya berniat mengerjaimu. Aku tak tahu kalau akhirnya akan kayak gini." Ucap Kai sambil menyentuh bahu Sehun. Sehun mengangkat wajahnya sedikit.
"Ne." Jawabnya singkat lalu beranjak pergi dari tempat yang ia duduki tadi. Chanyeol yang tadi menunggu Kai-Sehun dengan jarak yang cukup jauh agak kaget saat melihat Sehun yang berjalan menjauhi mereka.
"Anak itu mau kemana, Jong?"
"Mana kutau."
"Bodoh!"
Chanyeol mengambil tasnya lalu menyusul Sehun. Sedangkan Kai? Ia masih bingung, sebenarnya yang ada di dare ini dia atau Chanyeol? Kenapa Chanyeol protektif sekali pada Sehun? Atau Chanyeol memiliki sesuatu pada Sehun?
Berpuluh-puluh pertanyaan mengenai Chanyeol dan Sehun mulai menjalar pada otaknya. "Aish lupakan saja." Desahnya lalu menyusul Chanyeol yang mulai menghilang dari pandangannya.
.
.
"Sehunna! Tunggu!" Teriakan Chanyeol terdengar jelas ditelingaku. Aish, apa mereka tak ngeh jika aku sudah lelah?
Aku menghentikan langkahku.
"Kenapa kau pergi begitu saja?"
"Aku lelah dan ingin pulang."
"Kenapa tak bareng kami?"
"Aku lelah berdebat dengannya."
"Baiklah, maafkan Kai kalau begitu."
"Aku lelah memaafkan Jongin."
Chanyeol diam. Aku menghela nafas dan menunduk.
"Aku lelah, hyung. Aku lelah dengan apapun yang telah terjadi ataupun belum terjadi selama seminggu ini. Aku lelah selalu diejeknya, ditindas, didiemin. Lelah sekali."
Chanyeol diam. Entahlah apa yang ia pikirkan.
Tiba-tiba, mataku melihat sesosok Kai yang berlari mendekat kearah aku dan Chanyeol. Aku mendesah pelan lalu memutar-balikkan tubuhku.
"SEHUUUN!"
Glek.
Aku menelan ludahku kasar saat mendengar teriakan Suho yang benar-benar jelas.
"Sehun! Wah! Kalian sedang kencan?" Tanya Suho sambil memakan bibimbap yang dipegangnya.
Aku menggaruk kepalaku yang tidak gatal sambil sesekali mengusap wajahku. Bingung harus menjawab apa pada Suho. Apalagi, aku yakin, mataku saat ini sembab. Uh, matilah aku.
"Tentu saja!" Jawab Kai tiba-tiba dengan nada penuh keyakinan. Aku menengok kearah Kai dengan tatapan shock, kaget, dan tidak percaya.
"Wah! Terus, Sehunnie, kenapa mata kau sembab?"
"Eh, itu tadi masuk rumah hantu hehe." Jawabku garing. Aku masih dalam mood yang hancur luar biasa karena seorang Kim Jongin.
"Ohh... Okay! Lanjutkan saja kencan kalian ne. Aku sama Jongdae mau main dulu. Dadah!"
"Dadah!" Jawab Kai bersamaan denganku.
Dan setelah itu juga, aku segera menghapus wajah-sumringahku. Aku kembali menunjukan bahwa aku sedang benar-benar bete dan unmood.
"Aku permisi dulu, dan untuk Kai, terimakasih untuk traktiran dan mengajakku kesini. Annyeong"
Aku melangkahkan kakiku untuk pulang. Tiba-tiba ada tangan yang menahan tangan kiriku.
"Biarkan sore ini menjadi lebih berwarna, Oh Sehun. Maafkan aku."
Aku menatap mata namja yang tengah menahanku itu dengan tatapan tak yakin. Aku takut, takut moodku akan semakin buruk. Aku takut semuanya akan menjadi buruk. Aku lelah. Aku lelah dengan Kai.
"Percaya padaku Oh Sehun."
Aku kembali menunduk, menghela nafasku berat.
"Maafkan aku, Jongin. Aku tidak bisa. Aku sudah terlalu lelah denganmu. Maaf, tapi tidak bisa. Sudah ya. Aku ingin pulang. Annyeong."
Chanyeol menatap sendu wajahku yang memerah. Uh, kalau boleh jujur, sebetulnya aku ingin menangis.
Aku melangkahkan kakiku pergi. Pergi dari taman bermain ini. Oh God, please help me to completed this dare.
.
.
.
TBC
Gabanyak cingcong di chapt ini. Maaf updatenya kelamaan. Review ya!
