Pandora Hearts ©Jun Mochizuki

This fic© Aoife the Shadow

.

Warning: AU, OOC, typos, death charas, contain OCs

Note: PSC=Pandora Street Child DS=Dark Sabrie

Enjoy!

.

.

Chapter 4: Decision

Gil duduk termanggu di samping Vincent, yang sedang tertidur lelap. Dia memandang sekelilingnya, menelaah ruangan tempat dia dan beberapa anak lain berada. Karena kejadian-kejadian sebelumnya, dia baru sempat memperhatikan sekelilingnya sekarang.

Ruangan itu cukup besar, di dua sudut berbeda, terhampar beberapa kantung tidur. Di sudut yang lain, terdapat beberapa alat masak. Di sudut yang tersisa, terdapat beberapa buah kardus yang tampaknya penuh. Ruangan ini memiliki beberapa jendela, yang menyebabkan ruangan itu menjadi terang.

Bangunan ini hanya terdiri dari dua ruangan. Satu ruangan tempat Gil berada dan kamar mandi. Secara keseluruhan, tempat itu terasa aman, hangat, dan nyaman.

"Tempat yang bagus, eh, kak?", Gil menoleh, dan ternyata Elliot sudah duduk di sampingnya.

"Hei, Elliot.", gumam Gil.

"Jangan muram begitu,Gil. Kau harus bersyukur kau bisa selamat dari Lotti hanya dengan satu luka! Well, Vincent tidak dihitung..." kata Elliot ceria.

Gil mendesah, dia mengalihkan perhatiannya ke arah lain. Memperhatikan anggota-anggota Pandora yang lain.

Break tampak sedang berargumen dengan Sharon, Ada, dan Jack. Sepertinya mereka sedang berusaha memutuskan apa mereka harus mencari Oz, karena anak laki-laki itu belum juga kembali. Echo, Alice, dan Alyss sedang asyik bermain poker di tengah ruangan. Sementara itu, Reo duduk santai sambil membaca buku.

"Break, kita harus mencari kakak sekarang! Sudah satu jam berlalu sejak kalian kembali!" bentak Ada yang sudah kehabisan kesabarannya. Sementara Break yang menjadi korban kemarahan Ada malah asyik mengulum sebuah permen.

"Biarkan sajalah~ Kau tahu Oz tidak semudah itu dikalahkan, kan? Lagipula, siapa sih laki-laki yang mau dibantu ketika sedang bertempur?" jawab Break santai.

"Tapi kalau dia terluka, kau yang mau tanggung jawab?"

"Apakah suasana di sini selalu seperti ini, Elliot?", tanya Gil.

"Sepertinya iya, kami sudah seperti keluarga saja.", Gil tampak merenungi perkataan Elliot. Sementara itu Elliot mengasah sesuatu. Gil baru sadar kalau Elliot sedang memegang sebuah pedang.

"Elliot, sejak kapan kau punya pedang?" tanya Gil heran.

"Eh? Sejak aku bergabung disini, lah!" jawabnya santai.

"Memangnya kau bisa memakainya?" tanya Gil ragu. Dia tidak bisa membayangkan Elliot memainkan pedang.

"Mau dicoba?" tantang Elliot sambil tersenyum sadis.

"Enggg, tidak usah..." Gil tidak ingin buru-buru mempertaruhkan nyawanya setelah bertemu Lotti tadi pagi.

Mereka terdiam selama beberapa saat. Elliot tampaknya sudah puas dengan ketajaman pedangnya dan memasukkannya ke dalam sarungnya kembali. "Ada yang mau kau tanyakan, kak? Aku tahu banyak yang ingin kau tanyakan."

"Makhluk yang ditunggangi gadis yang kalian sebut Lotti, dan yang dimiliki Oz. Apa namanya?" akhirnya Gil menanyakan hal yang menganggunya sejak tadi.

"Itu chain! Makhluk-makhluk dari dimensi lain yang bernama Abyss. Chain bisa kaupanggil pada saat-saat tertentu, seperti saat bertempur. Untuk memiliki chain, kau harus mengikat kontrak dengan chain itu. Tapi ini cukup sulit, karena chain tidak asal memilih tuannya. Kau harus mau dan harus memenuhi kriteria chain tersebut.", jelas Elliot.

"Apakah semua orang disini memiliki chain?", tanya Gil sambil merinding. Entah mengapa, bayangan semua orang di sini bisa memanggil makhluk-makhluk mengerikan dari dimensi lain terasa menakutkan bagi Gil.

"Reo, Ada, Jack, dan Echo tidak memiliki chain. Zwei punya Doldam. Oz memiliki B-Rabbit, Alyss dan Alice berbagi Cheshire. Sharon punya Eques. Mad Hatter milik Break. Dan chainku sendiri adalah Humpty Dumpty."

Gil menarik nafas lega. Setidaknya, masih ada orang normal disini. "Jadi Ada, Reo, Jack, dan Echo masih normal?"

"Apa yang kau maksud dengan normal Gil? Walaupun tak memiliki chain, mereka tak bisa diremehkan, bahkan kadang-kadang mereka lebih menyeramkan! Jangan pernah ganggu Ada kalau kau tak mau terkena kutukan. Ada menguasai sihir hitam dengan amat sangat baik. Jangan pernah mengusik Echo, atau dia akan menusuk lehermu dengan pisaunya.! Dan, jangan pernah menantang Jack dan Reo adu pedang, karena pada akhirnya kau akan menjadi daging cincang!"

Gil menelan ludah, dia menarik kembali pikirannya tadi.

Pada saat itulah Vincent memilih bangun.

"Gil? Kita dimana? Apa yang terjadi? Eh, Elliot?", Vincent baru menyadari keberadaan sosok berambut cokelat dan bermata biru safir yang berada di samping Gil, karena dia segera tertidur ketika Elliot datang.

Mereka pun menceritakan secara ringkas kepada Vincent apa yang terjadi sejak dia pingsan plus kisah Elliot. Kisah itu meliputi penculikan Elliot, dijadikan pelayan oleh penculiknya tersebut, bertemu dengan Reo yang juga pelayan, kabur berdua, ertemu dengan Oz dan akhirnya bergabung dengan Pandora.

Tiba-tiba terdengar teriakan Sharon

"Xarxs-nii! Ini sudah satu jam! Kita harus mencari Oz!", teriaknya yang langsung didukung oleh oleh Ada dan Jack

"Ada yang mencariku?", terdengar suara yang familier. Semua orang menoleh kearah suara tersebut.

Suara itu berasal dari sosok berambut emas dan beriris hijau yang sedang duduk santai di atas balok penahan atap.

"Kakaak!", teriak Ada. Karena tidak salah lagi. Sosok itu adalah kakak Ada dan adik Jack, Oz.

"Kau baik-baik saja Oz?", tanya Jack cemas. Sebelum Oz sempat menjawab, sebuah batu berukuran sedang yang tidak jelas dari mana asalnya melayang dan mengenai pelipis Oz. "Ouch!", pekik Oz.

Ternyata batu itu berasal dari Sharon, Sharon menatap Oz dengan murka sementara Oz mengaduh kesakitan dan memegangi pelipisnya.

"Apa yang kau pikirkan, eh, Oz? Bertarung melawan Lotti sendirian? Kau membuat kami begitu khawatir !" bentak Sharon marah.

"Maaf, Sharon. Aku janji tidak akan bertempur semaunya lagi", Oz mengelus-ngelus tempat batu Sharon mengenainya. Sebuah bukit kecil telah terbentuk disitu."Dan, Jack. Tenang saja. Aku masih utuh, kok!"

"Bagaiman nasib Lotti, Oz?", tanya Alyss. Gadis itu sudah meletakkan kartunya di atas lantai, begitu pula Alice dan Echo. Alice juga memunculkan chainnya, Cheshire. Cheshire bersosok setengah kucing setengah manusia.

Wajah Gil langsung pucat pasi begitu dia melihat Cheshire. Elliot dan Vincent sibuk member isyarat kepada Alice. Reo, yang sekarang duduk di sebelah Elliot, ikut membantu mereka, meskipun dia tidak paham mengapa mereka melakukan itu. Alice mengerjap-ngerjapkan matanya tidak mengerti, tapi Alyss paham. Dengan sekali sentakan tangan, Cheshire menghilang.

"Aku hampir saja menang kalau saja Zai tidak datang. Aku gak mau cari mati dengan melawan Griffon. Jadi, aku kabur saja. Aku harus ambil jalan memutar supaya mereka tidak menemukan tempat ini.", Oz menghempaskan diri keatas sebuah kantung tidur.

"Sekarang, bisa kita makan malam?"

Sharon, Ada, dan Echo memasakkan makan malam yang cukup enak untuk mereka semua. Setelah makan malam, semua orang sibuk dengan acaranya masing-masing.

Reo dan Elliot sibuk berlatih musik. Elliot memainkan biolanya sedangkan Reo meniup seruling. Musik yang mereka mainkan menyatu dengan harmonis dan bernada ceria. Musik itu seakan-akan mengisi hati setiap orang yang ada di sana dengan kegembiraan.

Alice, Alyss, dan Sharon tampak sedang membongkar beberapa kardus. Sepertinya kardus – kardus itu berisi barang-barang mereka.

Ada sedang memasak atau menggodok sesuatu di atas kompor. Cairan yang berada di dalam panci meletup-letup mengerikan. Semua orang menjauh dari area itu kecuali Zwei, yang rupanya sudah bergantian dengan Echo. Zwei duduk di sebelah Ada dan tampak sedang sibuk mendiskusikan sesuatu dengannya.

Sementara itu, Gil dan Vincent tengah terjebak ditengah – tengah pembicaran menggelisahkan antara mereka, Oz, Break, dan Jack.

"Bagaimana pendapat kalian tentang Pandora?", tanya Oz santai. Dia sedang mengamati Gil dan Vincent sambil bersender di dinding.

"Cukup asyik", kata Gil. Vincent mengangguk saja. Dia setuju-setuju saja dengan jawaban Gil.

"Ada dua pilihan bagi kalian sekarang. Dark Sabrie sudah mengetahui keterlibatan kalian dengan kami, sehingga dunia luar sudah tidak aman lagi bagi pertama adalah kalian bisa kembali ke kehidupan kalian yang dulu", papar Jack.

"Tapi ada konsekuensinya", tambah Break.

Gil dan Vincent bergerak-gerak gelisah. Sepertinya hidup mereka menjadi jungkir balik sejak mereka bertemu dengan orang - orang ini. "Apa konsekuensinya?", tanya Vincent.

Kali ini Oz yang menjawab, "Semua ingatan kalian tentang kami akan dihapus. Kalian bahkan tidak akan ingat bahwa kalian telah bertemu kami"

Gil tertegun,"Bahkan termasuk ingatan kalau kami bertemu Elliot disini?"

Break memainkan permen yang berada di tangannya, "Semuanya, yang sayangnya, termasuk itu."

"Langkah ini harus kami lakukan demi keamanan kalian sendiri. Kalau tidak, Dark Sabrie akan memburu kalian demi mendapatkan informasi tentang kami", tambah Jack.

"Walaupun langkah ini sudah kami ambil, masih ada kemungkinan cukup besar kalau Dark Sabrie akan tetap memburu kalian", tambahnya lagi.

"Tunggu, kenapa mereka tetap memburu kami?", tanya Vincent.

"Karena kalian berpotensi memiliki chain yang kuat. Aku yakin Elliot telah sudah memberitahu kalian tentang chain", jawab Oz.

"Pilihan kedua, kalian bisa bergabung dengan kami!"

"Bergabung dengan Pandora?" kata Gil terkejut.

Break nyengir, "Pandora Street Child, sih, resminya. Kami menyingkatnya menjadi Pandora supaya mudah"

"Tapi, apa sebenarnya yang kalian lakukan?", tanya Gil penasaran. Mungkin bergabung dengan mereka bukan ide buruk.

"Bertahan hidup, bertempur melawan Dark Sabrie, dan yang paling penting, menjaga rahasia Pandora", kata Oz.

"Ookee! Jadi, bila kita kembali, kita akan dikejar oleh Dark Sabrie. Dan bila kemi bergabung dengan kalian, kami akan tetap dikejar oleh Dark Sabrie!", kata Vincent dengan nada sarkatis. "Dan, apa itu rahasia Pandora?"

"Itu merangkum sebagian, Vince", kata Oz. "Bedanya, kalian disini memiliki teman. Keluarga kalau boleh dikatakan begitu. Kami menghadapi semuanya bersama. Saling melindungi dan melengkapi."

"Dan tentang rahasia Pandora,", Jack memainkan kepangnya. "kalian akan mengetahuinya kalau kalian memutuskan bergabung. Sekarang, pilihlah!"

Gil dan Vincent saling menatap, bertukar pikiran melalui kontak mata mereka. Kesepakatan terbentuk dari tatapan mereka.

Gil menarik napas, "Baiklah, kami bergabung! Sekarang, apa yang harus kami lakukan?"

Oz, Jack dan Break tersenyum puas begitu mereka mendengar jawaban Gil. Oz menepukkan kedua tangannya dengan antusias, "Sekarang saatnya kalian melihat Kotak Pandora!"

TBC

A/N:

Ada yang inget Aoife pernah masukin OzEcho di chapter ini sama chapter 3? Oke, sekarang Aoife hapus dan ganti pairingnya. Kenapa? Ya, lagi pengen bikin Echo patah hati aja xD *disambit

Ok, RnR guys?