Di suatu hari yang panas Belanda menyuruh Indonesia membersihkan rumah. Seperti biasa Indonesia menolaknya dan terjadilah pertengkaran mulut. Yang akan segera jadi ajang pukul-memukul. Belanda biasanya menghentikannya dengan senapan, tapi Indo dan adik-adik Indo semakin susah diatur. Padahal semakin banyak urusan yang harus dia lakukan.

"Hei, cepat jalankan tugasmu. Kau pembantu rendahan."

"Jangan bicara kayak gitu sama aku dasar, pemadat lolicon sialan. Aku malas? Aku tak mau diperintah-perintah oleh Monster Putih macam kamu?"

"Monster Putih? Apa katamu, berani melawan." Belanda mengeluarkan pistolnya.

"Siapa takut. Aku ladeni kau." Indonesia mengeluarkan bambunya.

Indonesia terus melawan, tapi segera saja dia terpojok oleh senjata belanda. Tiba-tiba datang dari arah kebun seorang pria dengan baju putih. Pria pendek itu mengeluarkan pedang samurai. Melihat itu belanda langsung ketakutan.

"Kau tidak boleh memperlakukan seorang gadis dengan kasar." kata Jepang.

"Jepang.. Hiii... Sekutu.. Ambil nih cewek repot." Dia langsung melarikan diri hanya untuk ditangkap oleh seorang pria lain yang bertubuh besar. Pria ini adalah Jerman. Itali ada di belakangnya.

Sekali hajar Belanda sudah segera melayang ke alam mimpi. Jerman menggendongnya di bahunya. Italia bersorak atas kemenangan belanda itu. Jepang yang baik hati menolong sang gadis. Sang gadis menatap mata Jepang. Jepang menatap mata sang gadis.

Ada suatu kemistri diantara mereka. Seakan-akan mereka sudah diciptakan untuk bersama. Seakan-akan mereka sudah lama saling mengenal.

"Kau. Kau menolongku. Kau pasti Oni-sama. Oni-sama yang telah hilang."

Indo memegang tangan Jepang. Wajah Jepang merah padam. Ada pengertian diantara mereka. Jepang terus memandangi wajah Indonesia seakan ada yang aneh pada wajahnya. "Kau mirip seseorang yang aku kenal... Akan sangat bagus kalau Ah.. Tidak.."

Jepang kemudian memandang Indonesia cukup lama. Ini membuat Indonesia terheran-heran. Apa ada sesuatu yang aneh di wajahnya.

"Awal dari cinta? Indahnya..." kata Italia.

Jerman hanya menggeleng "Segala sesuatunya tidak tampak seperti kelihatannya, segala sesuatunya tidak tampak seperti kelihatannya."

Beberapa hari kemudian Jerman dan Italia kembali jalan-jalan ke sekitar daerah ini. Dia ingin mengetahui bagaimana keadaan Jepang dan Indonesia. Sebelum mereka menemui jepang, mereka menemui Indonesia sedang bersembunyi. Ketika melihat mereka, Indonesia langsung ketakutan dan kabur.

"Indooo chan.. Indo chan.. pakailah ini dan kau akan semakin Moe."

"Chan? Moe?" Jerman dan Italia merasa heran. Tiba-tiba Jepang muncul. Dia membawa sebuah bando kuping kucing dan bando kuping kelinci. Kamera digital tergantung di lehernya. Jepang kemudian menyadari keberadaan Italia dan Jerman. dia hanya menunduk mengucapkan salam. Kemudian dia kembali mengejar Indonesia.

Italia bertanya "Itu tadi apa ya..?"

Jerman yang nampak depresi "Mungkin itu namanya Nekomimi.. Tapi sebaiknya kita tak perlu tahu.. Sebaiknya kita tak perlu tahu.."

BONUS: Salah paham yang besar.

Indonesia sedang berjalan dan bertemu Jepang yang sedang berlatih pedang.

"Itu apa.."

karena bingung karena belum memahami bahasa Indonesia jepang hanya menjawab "Watashi wa Samurai des"

Indonesia kemudian berfikir, Oh jadi namanya pedang samurai.

Salah!