Chapter 4
TIRED
Akhir nya aku melepaskan ciuman kami. Aku menatap wajah nya sebentar dan melihat wajah nya yang sedikit merona tapi akhir nya dia tersenyum dan membelai pelan pipi ku. Aku memejamkan mata ku. Merasakan lembut dan dingin nya tangan Siwon. Sebelum akhir nya aku mendudukan diri ku di samping Siwon hyung yang masih menidurkan diri nya. Aku menatap dengan pandangan tidak percaya sekarang. Aku baru saja mencium Siwon!
"Langit nya indah bukan?"
Aku sedikit kaget mendengar ucapan nya barusan. Mungkin aku masih gugup karena barusan mencium nya. Aku pun mendongakan kepala ku untuk menatap langit. Langit berwarna oranye campur kemerahan. Langit kali ini benar-benar indah. Tapi aku harus segera pulang sebelum malam. Aku masih mengkhawatirkan keadaan Leeteuk hyung yang baru saja menjadi vampire. Dan yang paling ku sesali, aku meninggalkan Leeteuk hyung dengan namja itu. Kangin.
"Hyung, bisa kita pulang?" tanya ku. Siwon menatap ku sebentar sebelum akhir nya berdiri.
"Bagaimana kalau sambil bermain lagi?" tanya nya balik dengan senyum yang dapat membuat dunia meleleh tapi aku malah memasang wajah sedih. Aku sedang tidak ingin bermain-main sekarang.
"Kumohon" jawab ku memelas dan ikut berdiri di samping nya. Dia hanya mengangguk dan mengambil beberapa tangkai bunga dan menyerahkan nya pada ku. Aku menatap bingung ke arah nya.
"Hadiah untuk Leeteuk hyung."
Ucap nya sambil berjalan kembali menuju mobil dengan aku mengikuti nya sambil... menggandeng tangan nya. Bukan bermaksud romantis di sini tapi aku tak mau tersesat di hutan ini apalagi jika di hutan ini banyak vampire. Tidak mau.
Selama perjalanan menuju rumah ku, aku dan Siwon hyung hanya diam. Mungkin keadaan kami masih canggung karena insiden ciuman tadi. Karena mengingat kejadian itu tiba-tiba tangan kanan ku menyentuh bibir ku. Aku masih bisa merasakan bekas ciuman Siwon hyung di bibir ku. Benar-benar hangat. Aku pun memejamkan mata ku sambil meraba-raba bunga yang ku pegang.
"Kau tak apa-apa?"
Aku memalingkan wajah ku. Dia masih sibuk menjalankan mobil nya tanpa melihat sedikit ke arah ku.
"Ya aku tak apa-apa" jawab ku kembali melihat ke luar jendela mobil "aku hanya memikirkan Leeteuk hyung". Langit sudah gelap sekarang.
"Dia tidak apa-apa hanya emosi yang tidak menentu sama seperti ku saat aku pertama kali di ubah menjadi vampire."
"Bagaimana rasa nya?" Akhir nya dia melihat ke arah ku sebentar dan kembali fokus ke jalanan.
"Rasanya... aneh. Entah lah aku tidak tau, sangat sulit di gambarkan dengan kata-kata."
Setelah beberapa jam di perjalanan akhir nya kami sampai di rumah ku. Aku berlari masuk ke dalam rumah dengan di ikuti Siwon hyung yang berjalan santai. Aku membuka pintu rumah ku dengan kasar dan melihat Leeteuk hyung yang sedang tertawa. Dan tentu saja yang membuat Leeteuk tertawa barusan adalah Kangin. Aku tersenyum kepada mereka dan menghampiri mereka.
"Dia sudah stabil sekarang."
Aku hanya melirik sekilas ke arah Kangin dan kembali tersenyum ke arah Leeteuk hyung. Aku membelai lambut nya pelan dan menyerahkan beberapa bunga yang tadi di ambil Siwon hyung di padang rumput.
"Hadiah dari dia" aku tersenyum sambil melihat ke arah Siwon hyung yang menyenderkan tubuh nya di tembok.
"Terima kasih Kyuhyuna maaf ya waktu itu aku jahat pada mu. Aku tidak bermaksud" tiba-tiba mata nya berubah menjadi warna merah dan mengeluarkan air mata. Emosi nya masih belum stabil menurut ku.
"Aku tidak apa-apa hyung" ucap ku dengan nada lembut dan kembali membelai rambut nya. "Oh iya hyung aku mulai besok mau bawa mobil sendiri ke sekolah, boleh ya?"
"Apa kau? Tidak boleh. Bagaimana jika sesuatu terjadi pada mu saat mengemudikan truk itu?"
Ya mobil kami bisa di bilang mirip seperti truk. Bukan truk yang besar hanya saja ini lebih kecil. Aku mengernyit sebentar. Aku memang tidak pandai mengemudikan mobil ataupun motor. Jadi bisa saja kan aku kecelekaan? Tapi aku tak mau itu terjadi.
"Dia baik-baik saja. Aku percaya itu" ucap Kangin. Aku hanya memaksakan senyum ku terhadap nya.
"Hah...baiklah kalau begitu. Kau boleh memakai nya."
Yes! Akhir nya aku bisa memakai truk rongsokan itu. Aku mencium kening Leeteuk sebentar sebagai tanda terima kasih ku.
"Kurasa aku tidak ada urusan lagi disini. Jadi saya pamit pulang. Permisi" ucap Siwon hyung sambil berlalu meninggalkan kami tapi aku segera berlari mengejar nya sebelum dia masuk mobil. Aku memegang tangan nya dan itu membuat langkah nya berhenti.
"Terima kasih" dia melihat ku sekarang. Lagi-lagi aku terhipnotis karena mata nya. "Terima kasih untuk hari ini."
"Tidak seharus nya aku yang berterima kasih Miss Cho" ucap nya sambil tersenyum dan mengacak rambut ku. "Terima kasih" ucap nya sambil mencium kening ku lalu masuk ke dalam mobil nya.
Aku menatap mobil nya yang mulai menghilang sekarang. Aku membenarkan rambut ku dan aku masih mendapati bunga yang Siwon pakaikan tadi. Aku melihat nya dengan tersenyum lebar sekarang dan memasukan nya ke dalam kantung celana ku. Aku berjalan masuk kembali ke dalam rumah dan jalan ku terhenti di tangga karena ucapan Leeteuk hyung.
"Kurasa ada yang habis berkencan."
Aku terkekeh sebentar sebelum melihat ke arah Leeteuk hyung yang sedang bermanja-manja kepada Kangin. Aku sedikit jiji melihat itu. Aku hanya menjulurkan lidah ku dan kembali ke kamar ku. Aku meloncat ke kasar ku dan mendarat dengan perasaan yang bahagia. Aku melihat ke langit-langit kamar ku dan tiba-tiba saja muncul wajah Siwon hyung yang sedang tersenyum kepada ku. Tangan ku pun mencoba menggapai Siwon tapi tidak bisa. Aku kembali tersenyum sambil menyaman kan posisi tidur ku.
"Selamat malam hyung."
OoO
Aku membuka mata ku. Pagi akhir nya datang. Aku sedikit tersenyum untuk hari ini. Aku tidak mau cemberut terus kan. Aku pun pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuh ku. Setelah itu aku memilih-milih baju apa yang akan aku kenakan sekarang dan aku memilih baju warna biru dengan motif kotak-kotak dan celana jeans.
Aku sedikit melirik ke arah kamar Leeteuk hyung yang terbuka. Dia masih tidur dengan damai nya disana. Jadi aku terpaksa harus membuat sarapan ku sendiri. Aku tak mau membangunkan nya mungkin aku bisa di terjang nya karena membangunkan vampire dari tidur nya. Saat aku sudah sampai di dapur aku tidak melihat Kangin dimana pun. Di ruang tamu pun bahkan tidak ada. Mungkin dia sudah pulang ke rumah nya.
Aku membuat sarapan yang sederhana saja. Roti panggang dengan selai coklat dan tentu nya saja susu. Hahaha... kekanak-kanakan sekali ya aku walaupun kurasa roti nya sedikit gosong. Setelah aku menghabiskan sarapan ku, aku mengambil kunci mobil yang tergeletak di atas meja di ruang tamu dan segera menuju ke mobil.
Aku langsung duduk di bagian pengemudi sambil melihat mobil ini sebentar. Mobil ini hanya ada satu tempat duduk yang panjang di bagian depan nya, bagian belakang terbuka tidak ada tempat duduk seperti mobil pengantar barang. Eung... truk pengantar barang spesifik nya. Cat merah nya sudah mulai memudar. Kurasa truk ini keluaran tahun 60an. Semoga saja mesin nya belum rusak. Aku pun menghidupkan mobil ini dan menunggu sebentar kemudian aku menjalankan mobil nya.
Selama perjalanan aku hanya fokus kejalanan tidak berniat untuk menghidupkan radio nya. Beberapa kali mesin nya sedikit berisik tapi untung nya tidak terjadi apa-apa. Akhir nya aku sampai di sekolah dan memarkirkan mobil ku. Lalu aku mematikan mesin mobil ku dan keluar dari mobil. Aku diam sebentar sambil melihat pantulan wajah ku di spion mobil ini. Aku belum mati kan?
"Wah liat yang sekarang sudah besar."
Dapat kulihat dari spion mobil ku kalau yang berbicara barusan adalah Donghae sambil tersenyum lebar di belakang ku.
"Aku memang sudah besar" jawab ku menghadap Donghae.
"Truk ini milik mu?" tanya Donghae sambil memegang truk ku.
"Ini punya kakek buyut ku" jawab ku bercanda sambil meninggalkan Donghae yang masih melihat truk ku. Ayolah hyung ... itu hanya rongsokan tapi walaupun rongsokan aku bersyukur truk itu masih bisa dipakai.
Saat aku sudah sampai di kelas aku melihat Siwon hyung yang sedang berbicara kepada Yoona. Seperti nya Yoona menyadari kehadiran ku dan melihat ke arah ku yang sedang terdiam dengan tatapan yang sangat sinis.
"Hai Miss Cho."
Sapa Siwon hyung sambil melambaikan tangan nya dan menghampiri ku. Aku melihat Yoona menggeram kesal karena di tinggalkan lawan bicara nya dan langsung pergi menuju ke kelas nya. Aku pasti akan mendapatkan masalah.
"Bagaimana truk mu, tidak hancur kan?"
Aku hanya menggeleng pelan dan kembali ke kursi ku. Pelajaran pun di mulai. Pelajaran hari ini adalah tentang sejarah kota Forks dan kami di berikan tayangan tentang kota ini. Aku melihat-lihat teman sekelas ku. Ada yang menyimak pelajaran ini, ada yang tertidur, ada yang sibuk memainkan handphone nya dan ada yang sibuk mengobrol dengan teman nya. Aku melihat sebentar ke arah Siwon hyung. Dia termasuk kategori yang sibuk memainkan handphone nya. Tapi lagipula untuk apa dia belajar sejarah tentang kota ini, dia kan sudah tinggal di kota ini selama bertahun-tahun jadi dia pasti sangat hafal tentang sejarah di kota ini.
"Cho Kyuhyun-ssi, kapan kota Forks ini secara resmi didirikan?" tanya pengajar itu dan seluruh kelas kemudian melihat ku. Aku bingung mau menjawab apa karena dari tadi aku tidak mendengarkan sama sekali.
"28 Agustus 1945."
Aku melihat ke arah Siwon hyung yang menjawab pertanyaan dari pengajar itu.
"Jika anda ingin menjawab Siwon-ssi lebih baik anda mengangkat tangan anda."
Siwon hyung mengangkat tangan nya dan membuat seluruh isi kelas tertawa. Aku melihat wajah pengajar itu sudah kesal dan akhir nya bel istirahat berbunyi. Pengajar itu pun keluar kelas dengan wajah yang kesal dan menahan amarah.
"Pahlawan ku."
Aku pun menjulurkan lidah ku kepada Siwon dan meninggalkan kelas. Aku ingin pergi ke kantin. Aku benar-benar haus sekarang. Tapi saat aku sudah sampai di kantin tiba-tiba saja segerombolan murid menghalangi jalan ku. Ya tidak segerombolan juga sih.
"Hai Kyuhyun-ah. Mau bergabung dengan kelompok pecinta lingkungan?" tanya salah seorang yeoja yang paras nya cantik di ikuti dengan yeoja dan namja di belakang nya.
Aku menggaruk kepala ku yang sebenar nya tidak gatal. Ikut? Jangan? Ikut? Jangan?
"Aku tidak tau. Bagaimana kalau sehabis istirahat kita bertemu lagi disini?"
"Tentu. Oh ya perkenalkan nama ku Victoria" ucap nya sambil mengulurkan tangan nya. Aku pun menjabat tangan nya yang... sangat dingin. Sebentar aku menatap curiga kepada nya tapi setelah melihat senyum nya, rasa kecurigaan ku tiba-tiba menghilang.
"Nama saya Jiyeon" ucap yeoja di belakang Victoria.
"Dan nama saya Heechul" ucap namja di samping Jiyeon. Aku tersenyum ke arah mereka bertiga dan berjalan pelan ke arah kantin.
"Senang berkenalan dengan kalian."
"Jangan lupa Kyuhyun-ah!" ucap Victoria dan aku hanya mengacungkan jempol ku sebagai jawaban nya.
Aku pun berjalan ke kantin dan memesan Bubble Tea. Aku sedang tidak nafsu makan sekarang. Aku pun duduk di salah satu meja kantin ini. Sendirian. Sampai akhirnya aku melihat Donghae dan Ryeowook menghampiri ku.
"Kyunnie apa kabar?" sapa Ryeowook sambil duduk di samping ku.
"Menurut mu?" ucap ku sambil meminum kembali minuman ku.
Tiba-tiba saja aku melihat mereka berdua menjadi salah tingkah. Aku melihat ke arah pandangan mereka berdua dan menemukan Yesung, Eunhyuk dan errr... Siwon sedang berjalan kemari. Entah kenapa aku juga menjadi salah tingkah. Apakah salah tingkah menular?
"Hai hai hai..." ucap Eunhyuk dan mulai menggoda Donghae. Donghae yang di goda hanya menundukan kepala nya malu. Dan tak sengaja aku dan Siwon hyung bertatapan.
"Hai..." sapa nya.
"H...hai..." sapa ku gugup.
"Wah wah kenapa ada yang gugup ya?" ucap Yesung bercanda. Aku menatap nya dengan tatapan sebal. Ayolah! Jangan menggoda kami seperti ini.
Siwon malah tertawa garing dan mengacak rambut ku pelan. Eunhyuk yang melihat itu malah bersiul. Uh... menyebalkan! Sekarang pipi ku semakin merona karena salah tingkah. Untuk menghilangkan salah tingkah ku, aku kembali fokus pada minuman ku. Aku meminum minuman ku dengan sangat cepat sampai minuman ku habis tak tersisa.
"Kenapa Kyu?" tanya Donghae dengan tatapan menggoda nya.
"Kenapa apa?" tanya ku bingung.
"Kenapa..." tangan Donghae menunjuk ke arah ku "kau gugup ya?"
Aku melihat dengan sebal ke arah Donghae yang sedang menyeringai ke padaku. Aku tidak suka di goda seperti ini! Aku melihat Siwon hyung yang malah menahan tawa nya. Bel tanda istirahat selesai pun berbunyi. Aku lega mendengar nya.
"Maaf ya aku harus pergi duluan aku ada janji" ucap ku sambil berdiri.
"Bukan karena gugup kan?" tanya Donghae usil lagi.
Aku menjulurkan lidah ku dan akhir nya meninggalkan kawanan vampire itu. Sebenar nya mereka itu orang nya asik di ajak bercanda maupun di ajak bicara tapi ada satu masalah. Mereka vampire dan aku hanya orang biasa. Aku berjalan lebih cepat saat melihat Victoria, Jiyeon dan Heechul sudah menunggu ku.
"Maaf membuat kalian menunggu" ucap ku sopan sambil membungkuk.
"Tidak apa-apa. Ayo" ucap Victoria sambil menarik tangan ku pelan. Aku sedikit kaget melihat Victoria yang menarik ku ke dalam hutan.
"Kenapa kita ke sini?"
"Ketua kita sedang mengamati salah satu pohon yang aneh di dalam hutan ini" ucap Jiyeon dan aku hanya mengangguk saja mendengar nya.
Aku melihat ke arah tangan ku yang dari tadi di pegang Victoria. Tangan nya benar-benar dingin. Aku melirik ke arah Jiyeon dan Heechul. Mereka semua berkulit pucat apa jangan-jangan... tapi aku tidak mau salah menuduh orang jadi aku diam saja.
Ku rasa kami sudah semakin jauh masuk ke dalam hutan sampai aku melihat seorang yeoja sedang memegangi pohon. Aku melihat sebentar ke arah pohon itu. Dari bawah sampai atas. Pohon itu terlihat biasa saja dan tidak ada aneh nya menurut ku. Akhir nya Victoria melepas pegangan tangan nya pada tangan ku.
"Ketua, kami ingin memperkenalkan mu dengan anggota baru" ucap Victoria sambil berjalan mundur. Aku menatap Victoria dengan bingung. Seperti nya dia sedang menjaga jarak dengan ketua nya... atau dengan ku?
"Kyuhyun-ssi..."
Aku sedikit mengernyit mendengar suara yeoja di depan ini yang membelakangi kami. Entah kenapa suara nya tidak terasa asing lagi bagi ku. Seperti nya kami sudah bertemu tapi aku tidak akan tau sampai dia menghadap kami. Dan...
"Selamat datang di kelompok kami."
Ucap yeoja itu dengan mata merah nya sambil menyeringai ke arah ku. Dan ternyata ketua kelompok ini adalah Yoona?! Aku berniat berlari ke belakang tapi ternyata aku sudah di halangi oleh Victoria, Jiyeon dan Heechul.
"Kalian menjebak ku!" teriak ku sambil menunjuk mereka bertiga.
Mereka bertiga hanya menyeringai mendengar ucapan ku barusan. Aku kembali melihat ke arah Yoona yang sedang tersenyum ke arah ku. Bukan senyum tulus pasti nya. Dengan perlahan dia berjalan ke arah ku. Tangan nya mengepal saat mulai dekat dengan ku. Wajah ku memucat. Aku menyesali hidup ku.
Aku berjalan mundur ke belakang sesuai dengan langkah Yoona yang mulai mendekati ku. Tapi tubuh ku di dorong ke depan oleh Heechul sampai-sampai aku berlutut di depan Yoona. Aku meringis karena itu. Aku melihat ke depan ke arah Yoona yang sedang menatap rendah ke arah ku.
"Tak bisa apa-apa, Kyuhyun-ssi?" ucap nya lalu memegang leherku.
"Akh..."
Tangan nya mencekik leher ku sampai-sampai aku tidak bisa bernafas. Yoona yang melihat itu mengendurkan cekikan nya dan kembali menatap ku dengan tatapan ingin membunuh. Tubuh ku lagi-lagi diangkat nya ke atas. Aku memegangi tangan Yoona yang mencekik leher ku. Aku berusaha melepaskan nya tapi tidak bisa. Dia terlalu kuat.
"Apa kau tidak mendengar ku waktu itu? Jangan dekati Siwon oppa lagi!"
Aku memaling kan wajah ku dari nya. Aku tidak ingin menatap nya sekarang. Aku mendengar dia menggeram kesal dan mendekatkan bibir nya di telinga kanan ku.
"Apa kau tidak mendengar ku?!" teriak nya tepat di telinga kanan ku. Aku meringis ke sakitan mendengar teriakan nya. Seperti gendang telinga ku akan pecah hanya karena mendengar teriakan nya.
Aku kembali menatap mata merah nya dengan tatapan kebencian dan aku menggigit tangan nya yang mencekik leher ku. Ku rasa sedikit berhasil. Sedikit. Karena kulihat dia sedikit meringis kesakitan. Aku kira dia akan menjatuhkan ku tapi nyatanya dia malah melempar ku ke depan. Dan lagi-lagi punggung ku harus merasakan sakit lagi.
Aku mengelus pelan pundak ku yang tertahan pohon dan berdiri. Aku berniat lari ke arah kanan. Tapi saat aku melihat ke kanan... wajah ku sangat dekat dengan wajah seorang namja. Aku terlonjak kaget sampai aku kembali jatuh. Aku melihat namja itu yang tidak asing lagi bagi ku. Taemin.
"Lama tak berjumpa manis."
Taemin pun menatap nyalang ke arah ku dan menarik tangan ku dengan kasar. Aku merasakan nafas Teamin yang hangat pada tengkuk ku. Dan...
"Akh! Jangan kumohon!"
Aku memohon kepada Taemin yang sedang menjilat tengkuk ku. Setelah selesai menjilat tengkuk ku, dia menatap sebentar ke mata ku yang mulai berair. Dia memperlihat kan senyum nya yang seharus nya manis jika saja kedua taring nya tidak muncul. Aku memejamkan mata ku. Inilah saat-saat terakhir ku. Saat dimana seorang vampire akan menghisap darah ku sampai habis.
Tapi aku tidak merasakan ada nya taring vampire yang menancap di leher ku. Aku pun membuka mata ku dan melihat ke arah Taemin yang seperti nya tidak senang. Lalu aku melihat wajah Taemin yang terkena lemparan batu. Aku melihat ke arah Yoona, Victoria, Jiyeon dan Heechul berada. Mereka sedang melihat ke atas salah satu pohon. Aku mengikuti arah pandangan mereka dan melihat Siwon hyung yang sedang memainkan batu di tangan nya.
"Jangan sentuh dia!" ucap Siwon hyung dan melempar batu itu ke arah Taemin. Batu itu tepat mengenai pipi kanan Taemin.
Siwon meloncat turun dari pohon itu dan mendarat tepat di depan ke empat vampire itu. Jiyeon, Victoria dan Heechul berjalan mundur ke belakang tapi berbeda dengan Yoona yang justru mendekati Siwon yang sedang menatap tidak senang.
"Oppa..." ucap Yoona lembut sambil memegang pipi Siwon tapi Siwon dengan kasar menepis tangan Yoona. Yoona menatap dengan tatapan tidak percaya kepada Siwon.
"Kenapa oppa lebih mementingkan dia?!" ucap Yoona sambil menunjuk ke arah ku yang masih di pegangi Taemin.
"Bukan urusan mu. Sekarang lepaskan dia!" bentak Siwon tepat di muka Yoona. Aku merasa senang karena Siwon peduli pada ku. Ku lihat Yoona mundur ke belakang dan menatap Taemin.
"Bunuh dia Taemin!" suruh Yoona dan Taemin lagi-lagi memperlihatkan kedua taring nya yang siap membunuhku.
Ku lirik sebentar ke arah Siwon hyung yang tangan dan kaki nya sedang di pegangi oleh Victoria, Jiyeon dan Heechul. Dia tidak bisa bergerak dan dia tidak akan bisa menyelamatkan ku. Aku tersenyum getir saat Siwon menatap ku. Dan tanpa terasa aku meneteskan air mata ku. Aku dapat merasakan nafas hangat Taemin di tengkuk ku.
"Selamat tinggal Siwon hyung" ucap ku pelan yang pasti nya tidak bisa didengar nya dan memejamkan mata ku.
BUKKKKK
Tiba-tiba saja seseorang menerjang Taemin dan membuat ku terjatuh. Lalu aku melihat, ternyata Yesung yang baru saja menerjang Taemin. Kulihat Eunhyuk meloncat dari salah satu pohon dan melepaskan pegangan Victoria, Jiyeon dan Heechul dari Siwon hyung. Aku merasakan ada seseorang menepuk pundak ku dan ternyata itu Donghae.
"Cepat sembunyi!" suruh Donghae dan dari belakang Donghae muncul Ryeowook yang langsung menerjang Yoona.
Aku mengangguk dan bersembunyi di semak-semak. Aku mengintip ke arah para vampire itu. Aku melihat ke arah Ryeowook yang masih sibuk dengan Yoona. Ryeowook benar-benar kuat dengan tubuh mungil nya itu padahal ku kira dia vampire yang tidak bisa apa-apa. Ryeowook akhirnya mundur ke belakang dan mensejajarkan diri nya dengan yang lain.
"Kalian..." ucap Siwon sambil menunjuk ke arah Yoona, Jiyeon, Victoria dan Heechul "kenapa kalian bergaul dengan klan Volturi?" tunjuk Siwon ke arah Taemin. Taemin menyeringai mendengar ucapan Siwon tadi.
"Memang nya kenapa? Bukankah salah satu dari kalian juga berasal dari klan Volturi?" akhirnya Heechul angkat bicara sambil menatap remeh ke arah Eunhyuk. Kulihat Eunhyuk menggeram kesal dan hampir menerjang Heechul jika tidak Donghae halangi.
"Dia berbeda sekarang" ucap Donghae membela Eunhyuk dan menatap sinis ke arah Heechul.
Tiba-tiba saja Taemin berlari ke arah Siwon dan memukul Siwon ke belakang. Satu percikan kecil. Dan yang lain juga mulai memanas. Kulihat Yoona kembali bertarung dengan Ryewook dan Donghae yang mencakar muka Jiyeon. Eunhyuk sepertinya masih sakit hati mendengar ucapan Heechul tadi dan Eunhyuk pun mengangkat salah satu pohon dan melemparkan nya ke arah Heechul tapi Heechul berhasil menghindar. Dan...
"Aaahhhhhhh!"
Aku menundukan kepala ku karena lemparan pohon dari Eunhyuk itu menuju ku. Dan pohon itu melewati ku dan membentur pohon lagi. Aku melihat ke arah pohon itu yang sekarang sudah hancur dan menatap ngeri ke arah Eunhyuk. Aku bisa saja terbunuh tadi.
Aku melihat ke atas pohon dan melihat Yesung yang sedang mengejar Jiyeon. Mereka berdua melompat dari satu pohon ke pohon lain dan tiba-tiba saja Jiyeon meloncat ke arah Yesung dan membuat Yesung terjatuh kebawah.
"Yesung!"
Teriak ku dan hampir saja menghampiri Yesung jika seseorang tidak membekap mulut ku dari belakang. Orang itu makin menarikku pergi menjauh dari pertarungan para vampire itu. Aku merasakan kalau suplai oksigen ku mulai menipis karena bekapan orang ini. Aku memukul-mukul tangan orang yang membekap ku ini tapi dia tetap tidak mau melepaskan nya. Setelah kugigit tangan nya barulah dia melepaskan bekapan nya.
"Haaaahh...haaahhhh..."
Aku jatuh terduduk dan menghirup oksigen sebanyak-banyak nya. Setelah kurasa sudah cukup aku melihat ke arah orang yang tadi membekap ku dengan tidak percaya. Aku pun berdiri dan menghampiri orang itu yang masih memegangi tangan nya yang baru saja ku gigit.
"Kenapa kau menjauhkan ku dari mereka?"
"Kau tidak mau terbunuh hanya karena melihat pertarungan para vampire kan?" Aku mengingat sebentar tadi kalau aku hampir saja terbunuh kalau aku tidak menghindar dari lemparan pohon Eunhyuk.
"Yah mungkin kau benar Changmin" ucap ku dan melipat kedua tangan ku di dada. Entah kenapa tiba-tiba jantung ku terasa sakit.
"Kau tidak apa-apa?" tanya Changmin panik dan merangkul ku.
"Antarkan saja aku ke parkiran."
Changmin hanya menurut dan mengantarkan ku ke parkiran masih dengan aku yang di rangkul nya dan tangan kanan ku yang memegangi pinggang Changmin. Aku merasakan kalau tubuh Changmin berotot. Aku melepaskan rangkulan Changmin setelah melihat truk ku yang dengan manis nya menungguku. Aku berjalan mendekati truk itu dan menyenderkan badan ku di truk itu.
"Apa perlu ku antar pulang dengan motorku?" saran nya sambil menunjuk motornya. Aku hanya melihat sebentar ke arah motor nya dan menggeleng pelan.
"Baiklah. Aku masuk dulu ya" ucap nya meninggalkan ku.
"Changmin."
Ucapan ku barusan memberhentikan langkah nya dan dia kembali menghadap ku. Mata nya menatap ke arah mata ku. Mata nya indah.
"Bisakah kau ambilkan tas ku di kelas A?" mohon ku kepada Changmin.
"Tentu. Mungkin sekalian aku bisa meminta izin ke pada wali kelas mu kalau kau izin pulang untuk hari ini."
Setelah ucapan itu dia kembali berlari masuk ke sekolah. Aku menghela nafas dan melihat pantulan wajah ku di spion truk itu. Aku menatap wajah ku. Aku memikirkan apa yang membuat para vampire tertarik dengan orang seperti ku. Apa yang salah? Aku tidak memiliki keistimewaan sama sekali. Dan tiba-tiba saja satu tetes air mata jatuh tanpa aba-aba.
"Ini tas mu."
Ucap Changmin berlari ke arah ku. Dia berhenti sebentar saat dia melihat tetesan air mata ku. Aku mengambil tas ku dari Changmin dengan kasar dan mencari kunci truk ini.
"Kau tidak apa-apa?"
"Ya" ucap singkat setelah menemukan kunci truk ini. Aku pun masuk ke dalam truk dan menghidupkan mesin truk itu.
"Kau yakin?" tanya nya lagi dan membuat kepala ku berdenyut sakit.
"Bisa kah kau kembali saja ke sekolah" ucap ku dengan nada yang dingin. Aku melihat wajah Changmin langsung berubah. Seperti nya dia marah.
"Hei..." ucap ku saat dia mau meninggalkan ku "terima kasih."
Changmin tersenyum kepada ku dan kembali masuk ke sekolah. Aku menjalankan mobil ku dengan kecepatan yang paling cepat yang bisa dicapai truk ini. Selama perjalanan entah kenapa air mata ku tidak bisa berhenti. Aku menghapus air mata ku dan air mata itu kembali turun. Ada apa dengan ku sekarang?
Aku mulai memikirkan pertarungan para vampire tadi. Siwon melawan Taemin. Ryeowook melawan Yoona. Eunhyuk melawan Heechul. Yesung melawan Jiyeon. Dan Donghae melawan Victoria. Siapa yang menang?
TIN TIN TIN TIN
Aku melihat ke depan dan ternyata aku sudah salah jalan. Aku kembali menjalankan mobil ku ke jalan yang benar. Hampir saja aku menabrak mobil dari arah lain. Jantung ku berpacu terlalu cepat dan kepala ku terlalu banyak pikiran. Aku memijit kepala ku pelan. Akhir nya aku melihat rumah ku dan mempercepat laju truk ini. Aku pun turun dari truk ini dan melihat Leeteuk hyung yang berlari menghampiri ku.
"Kyunhyuna tumben kau pulang jam segini, apa kau sakit?" tanya nya sambil memegang kening ku dengan tangan vampire nya yang dingin itu.
"Hyung bisa belikan aku makanan tidak? Aku lapar?" ucap ku dan memberikan kunci truk itu kepada Leeteuk.
"Eung... baiklah. Aku ke kota dulu."
Ucap nya mengelus kepala ku pelan dan masuk ke dalam truk. Leeteuk pun menghidupkan mesin truk itu dan mengendarai truk itu menuju kota. Sebenarnya aku tidak lapar sama sekali. Aku hanya ingin menjauh sebentar dari Leeteuk. Setelah kulihat truk itu sudah jauh, aku berlari masuk ke dalam rumah dan mengunci diri ku di kamar ku.
Aku mendudukan diri ku di atas kasur dan memejamkan mata ku. Kenapa? Kenapa selalu aku yang di incar para vampire itu? Kenapa tidak orang lain! Aku meremas rambut ku karena depresi yang melanda ku sekarang. Lalu aku merasakan semilir angin mengenai ku dari jendela yang tadi nya tertutup.
"Mau apa kau di sini?" tanya ku sinis.
"Aku hanya ingin melihat keadaan mu Miss Cho."
Aku langsung menoleh ke arah Siwon dengan mata yang berkaca-kaca dan dapat ku lihat kalau dia sedikit panik karena itu. Sedikit. Aku melihat ke arah wajah nya yang tidak terlihat luka sama sekali. Apa mereka menang?
"Jadi bagaimana?" tanya ku sambil bangkit berdiri dan menuju cermin ku.
"Kami berdamai."
Aku melihat pantulan wajah Siwon hyung dari cermin ku. Wajah nya benar-benar santai dan datar. Apakah semudah itu berdamai antara sesama vampire? Aku merasakan lengan Siwon hyung memeluk ku dari belakang. Aku bisa merasakan nafas hangat nya. Tapi walaupun nafas nya hangat namun pelukan ini terasa sangat dingin.
"Hyung kumohon."
Ucap ku melepaskan pelukan Siwon hyung dan air mata ku kembali jatuh. Tapi aku tidak cengeng ya hanya saja air mata ini susah di tahan. Aku juga tidak tau kenapa. Aku menatap wajah Siwon hyung dengan wajah yang sendu. Aku menghapus air mata ku sebentar.
"Jangan pernah muncul lagi di hadapan ku."
Aku melihat Siwon hyung kaget karena ucapan ku barusan dan membulatkan mata nya.
"A...apa Miss Cho?"
"Jangan pernah muncul lagi di hadapan ku dan... jangan pernah panggil aku dengan sebutan itu lagi!" teriak ku.
"Tapi kenapa?" tanya nya lagi masi belum percaya dengan ucapan ku.
"Aku tidak tahan seperti ini! Tidak! Aku lelah!" teriak ku lagi mengeluarkan emosi ku selama ini. Aku memeluk tubuh ku sendiri. Tubuh ku bergetar. Aku tidak tahan. Tidak.
Lalu aku merasakan sebuah pelukan lagi dari Siwon hyung. Entah mengapa ada sesuatu yang aneh dengan pelukan yang satu ini. Pelan dan lembut, Siwon hyung mulai membelai lembut rambut ku dan menenggelamkan wajah nya di tengkuk ku. Aku merasa geli, hangat sekaligus dan juga sakit di hati ku.
"Baiklah jika itu keinginan mu Miss Cho."
Ucap Siwon hyung melepaskan pelukan nya dan mencium kening ku. Ciuman di kening ku ini membuat jantung ku kembali sakit. Entah mengapa sakit sekali. Siwon mencium kening ku lumayan lama dan membelai pipi ku pelan.
"Aku berjanji tidak akan muncul lagi di depan mu Miss Cho."
Dan kenapa saat aku mendengar ucapan Siwon barusan mata ku kembali mengeluarkan air mata dan tiba-tiba saja dia mencium ku. Tanpa ada lumatan. Ciuman ini membuat ku sakit. Lebih tepat nya perasaan ku. Dan tiba-tiba saja mata ku menjadi sangat berat.
Aku memejamkan mata ku masih dengan Siwon yang mencium ku. Tiba-tiba saja mata ku susah sekali untuk ku buka dan seluruh tubuh ku susah untuk di gerakan. Seperti mati rasa. Akhir nya Siwon pun melepaskan ciuman nya dan meletakan ku di kasur. Sebentar dia mengelus kepala ku dan dapat sedikit terlihat kalau dia keluar melalui jendela.
"Won..." ucap ku pelan dan kesadaran ku pun hilang.
OoO
"Kyuhyunaaaaa...!"
"Engh..."
Aku membuka mata ku dan melihat muka Leeteuk yang tinggal beberapa centi lagi dengan wajah ku. Karena kaget aku mendorong Leeteuk hyung tapi dia terdorong hanya 0,5 cm saja. Biasa vampire. Aku pun mundur ke belakang dan Leeteuk malah menyeringai.
"Cepat mandi, ganti baju dan makan. Padahal kemarin aku sudah membelikan mu makanan tapi kau malah tidur. Ayo cepat!"
Ucap nya sambil menarik tangan ku dan aku hampir saja terjungkal karena kekuatan nya. Aku pun mengunci pintu kamar mandi setelah aku masuk. Entah kenapa aku jadi sedikit takut karena kekuatan vampire Leeteuk hyung mungkin karena dia masih belum bisa mengendalikan nya.
Setelah aku mandi dan mengganti baju ku, aku melihat pantulan wajah ku di cermin. Entah mengapa aku punya perasaan buruk... SIWON! Dan aku pun segera mengambil tas sekolah ku. Lalu aku menyambar kunci truk yang dengan manis nya menunggu. Ku dengar Leeteuk hyung berteriak teriak menyuruh ku sarapan dulu tapi aku khawatir dengan Siwon. Ada yang aneh jika aku memikirkan Siwon.
Aku langsung menghidupkan mesin mobil ku dan melaju secepat mungkin menuju sekolah sampai-sampai aku hampir menabrak seseorang saat aku sudah sampai di parkiran sekolah. Aku hanya membungkukan badan ku sebagai tanda minta maaf dan dengan cepat aku berlari menuju ke kelas. Dan saat aku membuka pintu kelas ku, seluruh isi kelas menatap ku dengan tatapan aneh. Aku berusaha menstabilkan nafas ku dan melihat ke arah kursi Siwon. Kosong.
"Kyuhyun-ah ada apa?" tanya Sungmin sambil mendekati ku. Aku hanya menatap nya sebentar dan berjalan menuju tempat duduk ku. Sungmin hanya menatap heran ke arah ku.
Bel tanda masuk sekolah pun berbunyi. Aku terus melihat ke kursi Siwon mungkin saja seperti magic Siwon tiba-tiba muncul di kursi itu. Tapi menurut ku itu menyeramkan. Aku menatap kosong ke arah Hangeng Seonsaengnim yang sedang memberikan pelajaran. Setelah bel istirahat berbunyi aku langsung berlari menuju kantin untuk bertemu Donghae, Ryeowook, Yesung dan Eunhyuk mungkin mereka tau kemana Siwon.
"Hei kalian!" ucap ku dari jauh saat melihat kawanan vampire itu dan Ryeowook melambai ke arah ku sambil tersenyum. Aku tidak melihat Siwon dengan mereka.
"Kyu, soal yang kemarin kau tak apa-apa kan?" tanya Yesung kepada ku dan aku hanya mengangguk saja karena bukan itu yang ingin kubicarakan.
"Apa kalian lihat Siwon?"
Mereka saling berpandangan sejenak dan akhirnya dengan sangat kompak mereka menggelengkan kepala. Aku menundukan wajah ku sekarang.
"Terakhir kami bertemu kemarin setelah selesai berdamai dan dia tiba-tiba menghilang begitu saja" ucap Yesung datar.
"Apakah sesama vampire tidak memiliki sesuatu yang dapat membuat mereka berkomunikasi?" pekik ku. Entah mengapa aku memekik. Yesung menggaruk kepala nya pelan sebelum menjawab.
"Ya sebenar nya kami bisa merasakan keberadaan sesama vampire."
"Lalu kalian bisa merasakan keberadaan Siwon ada dimana kan!"
"Tapi Kyu ada yang aneh..." Yesung menundukan kepala nya dan kulihat raut wajah yang lain langsung berubah. Apa yang aneh?
"Kenapa?" tanya ku penasaran.
"Kami tak bisa merasakan nya seperti dia tidak ada di kota ini lagi. Siwon di luar jangkauan kami."
DEG. Dia tidak ada di kota ini lagi. Lalu kemana dia?
"Kyu, kau tak apa-apa?" tanya Yesung sambil memegang pundak ku.
Aku tak kuat mendengar ku terasa sakit dan aku serasa ingin jatuh. Ku lihat Yesung ingin memegang pundak ku dan dengan kasar aku langsung menepis tangan nya dan berlari dari kantin. Aku berlari ke seleruh penjuru sekolah sambil meneriaki nama Siwon.
"Siwon! Siwon hyung! Kau diamana?"
Aku berteriak-teriak selama mencari Siwon di seluruh penjuru sekolah. Bahkan ada beberapa murid yang kutabrak dengan kasar sampai terjatuh tapi aku hanya mendiamkan nya kembali berlari menyusuri sekolah untuk mencari Siwon. Mungkin seluruh sekolah ini akan mencap ku sebagai orang gila karena kegaiataan ku ini tapi bagaimana lagi. Aku punya feeling yang tidak enak tentang Siwon. Dan selama pencarian ku ini tidak habis-habis nya aku mendapat tatapan yang menyeramkan dari para vampire di sekolah tapi sekali lagi aku tidak peduli. Yang kucari hanyalah dia.
"Siwon hyung! Siwon...!"
Bersambung...
Hai readers lama tak berjumpa. Minal aidzin ya walau udh telat hehehe...
Maaf klo update nya lama biasa... mudik *org kaya elah=.=
Makasih ya readers udh mau review lagi saya senang ya walaupun saya agak sedih dengan yang nama nya SILENT READERS :'(
Hanya bocoran! Kaya nya chap 5 saya bakal buat Kyuhyun menderita muahahaha *evil smile* dan kaya nya Siwon bakal di ilangin sebentar dan di ganti dengan seseroang ya itu... nanti aja liat :p
Pokok nya keep reading and keep waiting for chap 5.
Ah I forgot! And keep write review :D
Saranghae Readers~
