A/N : Yosh! Update lagi! Ayo kita semua berterima kasih kepada para reviewers yang sudah ngrelain waktu buat mereview cerita abal ini, sehingga menimbulkan semangat saya untuk segera melanjutkan cerita ini walaupun dalam keadaan sakit :*
Oh, btw, ini sekalian menjawab review / pertanyaan para reviewer:
1. Rasengan hitam punya Naruto itu sebenernya rasengan biasa, bukan bijuudama + rasengan or whatever. Ingat di chapter awal kan? Tubuh Naruto sekarang udah gak punya chakra normal (biru) lagi, tapi chakra hitam karena chakra reserve-nya udah diganti sama si Juubi.
2. Kemampuan Rinnegan yang lain bakal muncul lain kali, kalo konflik udah mulai ribet.
3. Update tiap hari apa? Gak pasti sih. Tergantung banyaknya review. Kalo udah banyak, pasti saya update (kalo gak ada halangan) XP
4. Ya, Hiashi jelas bakal muncul, tapi nanti, masih lama jatah mainnya. Kan dia salah satu Dark Lord + sang calon mertua, jadi masih lumayan lama tanggal mainnya. Dan buat Kakashi… well, liat aja terus XP
5. Tenang, Neji gak bakal mati kok ^^, Author gak sejahat itu kok XP
6. Disarankan membaca sekilas summary terlebih dahulu sebelum membaca chapter ini.
OK then, Happy Reading~!
.
.
.
.
Return Of The Legend
By : Natsu D. Luffy
Disclaimer : Naruto © Masashi Kishimoto
Rate : T+
Genre : Fantasy, Romance
Main Pair : Naruto x Hinata
Warning : (miss) Typos, OOC, GaJe, Abal, SKS (Sistem Kebut Sejam), OC
.
.
.
.
"…Rasengan!"
Mengontrol rasa shocknya saat melihat Naruto yang tiba-tiba saja muncul di depannya dengan bola hitam aneh di tangannya yang terlihat berbahaya, Neji tahu bahwa ia tidak akan mempunyai kesempatan untuk menghindari serangan ini.
'Tidak ada pilihan lain… aku harus melepas wujud asliku sekarang juga.' Batin Neji sembari menyeringai dalam hati.
Tepat sedetik sebelum Rasengan milik Naruto mengenai Neji, tiba-tiba saja tubuh Neji meledakkan youki merah dalam jumlah yang luar biasa, membuat Naruto terpental cukup jauh ke belakang dan menggagalkan hantaman Rasengan dari Naruto.
Meluncur beberapa meter ke belakang dengan kedua kakinya sebelum akhirnya berhanti, Naruto memandang dengan kagum saat youki merah milik Neji terus menjulang ke langit, menimbulkan semacam bentuk lubang di langit.
"Ap-apa itu?!"
"Aura negatif ini… dan tekanan kekuatan yang luar biasa ini…"
"Tidak salah lagi… monster elite di antara para monster kelas S!"
"Neji-san ternyata adalah vampire!"
Melihat kakak sepupunya yang telah mulai berbuat terlalu jauh, Hinata mulai khawatir dengan keselamatan Naruto. Bagaimanapun, Neji juga disebut-sebut sebagai salah satu dari vampire prodigy!
Setelah youki merah di sekitar mulai menghilang, kini tampaklah wujud Neji dengan sedikit perbedaan pada fisiknya. Kulitnya yang tadinya memang telah putih, kini berubah menjadi putih pucat, menimbulkan kesan tak bernyawa. Mata lavendernya kini berubah menjadi mata merah darah dengan pupil vertical di tengahnya, mengingatkan Hinata pada mata Naruto saat menggunakan kekuatan Kyuubi. Dan yang terakhir, tubuhnya yang tadinya memang telah ideal, kini terlihat lebih besar dan berotot, serta kuku-kuku tangannya yang kini berubah menjadi cakar tajam.
Memanfaatkan keadaan Naruto yang terlihat tengah terkejut akan perubahannya, Neji segera meluncur dengan kecepatan yang tidak bisa dipercaya tepat menuju Naruto. Yakin Naruto tidak akan mempunyai waktu untuk menghindar, Neji segera melemparkan pukulan terbaiknya ke arah Naruto saat…
"N-Nii-san! Hentikan!"
… terlambat. Neji yang akan memukul Naruto tidak mempunyai cukup waktu untuk merespon saat tiba-tiba saja Hinata muncul di depan Naruto dan merenggangkan kedua tangannya, berusaha melindungi Naruto.
Dengan telak, pukulan Neji mengenai bagian samping wajah Hinata, membuat Hinata terpental jauh dan jatuh tak sadarkan diri.
Melihat Hinata yang tiba-tiba muncul beberapa meter didepannya sebelum akhirnya terpental dan jatuh tak bergerak, Naruto segera dipenuhi rasa shock dan emosi.
"Tsk, anak manja sepertinya sesekali memang pantas mendapatkan pelajaran seperti itu…" gumam Neji pada dirinya sendiri. Tapi sayang, Naruto mendengar semua itu.
"Banshou Tenin."
Dan hal terakhir yang Neji tahu adalah ia tertarik oleh kekuatan misterius sebelum akhirnya lehernya berada dalam cengkraman Naruto.
Membawa kepala Neji hingga tepat berhadap-hadapan mata dengannya, mata Rinnegan Naruto tiba-tiba saja berubah kembali menjadi mata biru safirnya, sebelum kembali berubah menjadi mata merah darah dengan pola khas Eien Mangekyo Sharingan milik Madara.
Melihat mata aneh Naruto yang tiba-tiba berubah di depannya, Neji merasakan perasaan yang sejak dulu ia percayai telah hilang dari dalam dirinya ; rasa takut.
"Tsukiyomi."
.
.
.
Naruto's Tsukuyomi Realm…
Neji kembali membuka kembali matanya hanya untuk menemukan bahwa dirinya kini tengah terikat dengan kencang pada sebuah tiang berbentuk huruf 'T' dengan beribu-ribu Naruto di hadapannya.
Langit berwarna merah darah dan objek-objek lain yang hanya berwarna hitam atau putih hanya menambah kesan horror tempat ini.
Tanpa sepatah katapun, seluruh Naruto dihadapannya langsung mengeluarkan pedang mereka secara bersamaan.
Melihat aksi Naruto, Neji sekuat tenaga berusaha melepaskan diri dari ikatannya, tapi tanpa membuahkan hasil.
"Ini adalah dunia tsukiyomi milikku. Di sini akulah yang mengatur segalanya. Untuk 72 jam ke depan, kau akan disiksa di sini." Ujar salah satu Naruto di barisan terdepan sebelum akhirnya menancapkan pedangnya kedalam dada Neji.
"Sekarang masih tersisa 71 jam 59 menit 30 detik sebelum aku melepaskanmu."
.
.
.
Reality…
Seluruh murid Yokai Gakuen hanya dapat melihat dengan bingung, kagum dan takut saat melihat kejadian di depan mereka.
Detik pertama, anak baru berambut pirang itu mencengkram leher Neji dan memandang tajam tepat ke matanya, dan di detik berikutnya Neji menjerit penuh rasa sakit diiringi darah yang perlahan keluar dari mulutnya sebelum akhirnya dijatuhkan layaknya mainan yang telah rusak oleh anak baru itu.
"Itulah yang kau dapat saat kau berani menyakiti orang-orang berharga bagiku." Ujar Naruto tenang pada sosok histeris Neji yang masih terus meraung-raung kesakitan.
Berpaling dari Neji, Naruto berniat akan berjalan menuju sosok Hinata yang tengah tak sadarkan diri sebelum ia melihat sesuatu yang menarik perhatiannya melalui ujung matanya.
Di belakang Neji, berdiri beberapa siswa berseragam serba hitam yang tengah membuat jalan di tengah-tengah kerumunan murid-murid di sekitar halaman sekolah. Dilihat dari seragam khusus dan ekspresi sok berkuasa di wajah mereka, Naruto dapat menyimpulkan dengan mudah bahwa mereka adalah Student Police Committee.
Setelah berhasil membuat jalan yang relatif lebar di tengah kerumunan, sesosok murid berseragam khas SPC dan berambut merah marun terlihat berjalan di tengah jalan yang telah dibuat para anggota SPC menuju arah Naruto.
Menyempatkan diri berhenti di samping sosok Neji yang tengah menjerit kesakitan, murid berambut merah itu mengamati dengan serius kondisi temannya itu.
'Mengalami rasa sakit tanpa ada luka fisik dan tak sadar akan kondisi fisiknya sendiri… hanya ada satu kemungkinan yang menyebabkan kondisi Neji menjadi seperti ini. Hm, genjutsu, tidak salah lagi. Tapi… jika ini memang benar genjutsu berarti anak itu…' melihat sosok Naruto dengan pandangan meneliti, anak berambut merah yang kini kita ketahui sebagai Gaara hanya bisa menyeringai sinis.
'… hanya seorang ninja. Ninja hanyalah boundary being, hampir setingkat dengan penyihir, B-rank monster. Ya, ini akan mudah. Neji hanya kurang berhati-hati…' menyelesaikan monolognya, Gaara mengambil posisi berlutut di samping Neji dan menempatkan telapak tangannya pada dahi Neji.
Awalnya, Naruto hanya bisa memincingkan mata saat melihat aksi Gaara itu. Tapi saat mata sharingan miliknya melihat aliran youki yang mengalir dari tubuh Gaara ke tubuh Neji, baru ia menyadari sesuatu.
'Tsukuyomi tidak bisa dihilangkan hanya dengan cara primitive seperti itu.' Batin Naruto percaya diri.
'Jangan terlalu percaya diri, Naruto.'
'Huh? Juubi?'
'Ya, ini aku. Hati-hati Naruto, aku merasakan youki miliknya bukan youki biasa. Dia memiliki youki seperti Bijuu, tapi dia juga memiliki youki seperti succubus. Dan jika itu benar, maka ia bisa menghilangkan efek genjutsu dengan mudah.'
'Baiklah, terimakasih untuk informasimu, Juubi. Aku akan berhati-hati'
'Ya, ya, terserah. Yang terpenting, jangan mati.'
Tertawa kecil sejenak, Naruto kembali memfokuskan pandangannya hanya untuk melihat sosok Neji yang mulai sadarkan diri dan berusaha berdiri di samping sosok tanpa ekspresi Gaara.
"I-Ini belum berakhir Uzumaki…" ujar Neji terbata-bata sambil mendeathglare Naruto.
"Mundur Neji, sekarang ini adalah urusanku. Berani melakukan perlawanan pada Student Police Committee. Ini adalah penghinaan bagi Student Police Committee." Balas Gaara tenang sambil berjalan maju menuju Naruto.
"Uzumaki Naruto. Kemampuan akademik : di bawah rata-rata, kemampuan fisik : di atas rata-rata, kemampuan khusus : ninja art, klasifikasi : B-rank monster." Ujar Gaara yang saat ini telah berhenti beberapa meter di hadapan Naruto.
'B-rank?! Apa-apaan itu, dattebayo?! Terakhir aku cek di Bingo Book Iwa, aku termasik SS-rank shinobi, -ttebayo! Belum lagi setelah aku mendapat seluruh kekuatan baru ini.' batin Naruto emosi, tapi di luar ia hanya menampakkan wajah datarnya yang ia pelajari dari Sasuke-teme.
"Heh, aku kira ras ninja telah punah beberapa ribu tahun lalu, ternyata masih ada yang tersisa, huh? Ini menarik. Bagaimana jika kita membuat sebuah taruhan, Uzumaki-san?"
"Tapi Kaa-san berkata bahwa taruhan itu sama dengan judi, dan aku tidak suka ju-"
"Kita bertarung 1 lawan 1. Jika kau menang, akan kuserahkan Student Police Committee kepadamu. Tapi jika kau kalah, kau akan di eksekusi dengan tuduhan tindakan egresif terhadap wakil ketua SPC." Potong Gaara sebelum Naruto dapat menyelesaikan kalimatnya.
Memasang pose berpikir khasnya, Naruto mulai mempertimbangkan taruhan Gaara. Jika ia bisa mengalahkan Gaara, ia bisa mengambil alih organisasi entah-apa-itu yang tampaknya hanya menyebar terror di kalangan murid-murid, dan mengubahnya menjadi organisasi yang lebih bermanfaat. Tapi jika ia kalah… baiklah, ia tidak mendapat gelar 'Knucklehead Ninja' tanpa sebuah alasan. Berpikir bukanlah gayanya.
"Heh, kau yang bilang yah?" ujar Naruto sembari menunjukkan senyum rubah miliknya.
Baru saja Naruto akan memulai serangannya, tiba-tiba ia merasakan tekanan youki yang sangat berat, membuat seakan-akan gravitasi bertambah berkali-kali lipat.
'T-Tekanan ap-apa ini?!' melihat sekitar, Naruto menyadari bahwa bukan hanya ia yang merasakan tekanan luar biasa ini. Murid-murid yang ikut menontonpun kebanyakan saat ini tengah jatuh berlutut dan kesusahan mengambil napas. Udara di sekitarpun mulai dipenuhi dengan youki berwarna ungu yang tampak terus keluar dari tubuh Gaara.
Melihat sosok Gaara yang tetap tak bergerak dan tampak akan melepaskan wujud aslinya –seperti Neji-, Naruto membuat inisiatif untuk mengambil posisi meditasi dan mulai mengumpulkan energi alam untuk memasuki Sage Mode.
Setelah beberapa saat yang terasa seperti beberapa tahun, tekanan youki yang terdapat di udara mulai menghilang, menyebabkan para murid mulai kembali berdiri dengan bernapas lega.
Bayangkan rasa terkejut mereka saat mereka melihat kembali ke halaman sekolah dan mendapati bahwa sosok Gaara kini telah tergantikan dengan sosok monster rakun raksasa dengan sayap kelelawar di kedua sisinya. Ekor besarnya berayun di belakang tubuhnya dengan tenang, seolah mempunyai pikiran sendiri.
"Rrraaaaaaggghhhh…!"
Seluruh murid menutup telinga mereka saat monster itu mulai meraung ke arah langit yang menggelap.
.
.
.
Headmaster's Office Room…
Melihat ke arah luar dari balik jendela ruang kerjanya, Hashirama tidak bisa menahan seringai yang muncul di bibirnya.
"Hari pertama masuk sekolah, dan kau sudah tidak sabar untuk unjuk kebolehan hmm, Naruto?" tertawa sejenak, Hashirama lantas berdiri dan berjalan meninggalkan ruangannya.
"Lebih baik jangan sampai tertinggal pertunjukkan, khukhukhu…"
.
.
.
Naruto membuka mata berpupil horizontal khas sage mode miliknya tepat saat Gaara mengayunkan ekornya dari atas, berniat menghancurkan Naruto.
Dalam sekejap mata, ekor Gaara telah menghancurkan tempat dimana Naruto berada semula.
"Daya hancur yang luar biasa!"
"Inilah kekuatan S-class monster!"
"Apa anak baru itu sudah mati?!"
Belum sempat seluruh murid melanjutkan perbincangannya, mereka kembali dikejutkan saat melihat bukan satu, tapi dua sosok Naruto berada di area pertarungan tanpa ada tanda luka sedikitpun.
Sosok Naruto pertama terlihat tengah membawa sosok tak sadarkan diri Hinata keluar dari area pertarungan, sedangkan sosok Naruto yang kedua terlihat tengah berada tepat di bawah ekor Gaara, berusaha menahan ayunan ekor raksasa milik Gaara.
"A-Anak baru itu bisa menjadi dua?!"
"D-Dia bisa menahan ayunan ekor raksasa itu?!"
Tengah ramai-ramainya desas-desus beredar, salah satu murid tiba-tiba berteriak sembari mengacungkan jari telunjuknya menuju ke arah belakang kerumunan murid-murid lainnya.
"K-Kepala sekolah datang!"
Serempak, para murid di sekitarnya melihat ke arah belakang mereka, dan benar saja, di belakang mereka terlihat sosok misterius kepala sekolah mereka yang tengah berjalan menuju arah mereka.
Tanpa membuang waktu, para murid segera membuat jalan selebar mungkin untuk kepala sekolah mereka.
Naruto dan Gaara yang tengah 'panas'pun terpaksa behenti saat mereka melihat sosok kepala sekolah yang kini tengah berdiri di sisi halaman sekolah dengan ekspresi yang tak terbaca.
Untuk sejenak, Hashirama terlihat tengah membaca semacam spell sebelum akhirnya menyentuhkan telapak tangannya ke tanah. Dalam sekejap, sebuah lapisan pelindung muncul dari dalam tanah dan membentuk sebuah kubah yang menyelubungi seluruh halaman Yokai Gakuen yang sangat luas.
Naruto dan Gaara yang masih bingung dengan apa yang terjadi hanya bisa memandangi satu sama lain dengan ekspresi seperti orang idiot –yang sangat tidak cocok untuk Gaara.
Yakin kubah miliknya telah sempurna, Hashirama kembali berdiri dan melipat tangannya di depan dadanya dengan gaya santai.
"Baiklah, silahkan kembali dilanjutkan." Seru Hashirama terdengar santai dengan seringai mengerikan khasnya, membuat hampir seluruh murid terjatuh komikal secara bersamaan.
"Aku yakin Gaara-san pasti akan menang!" seru salah satu murid yang berhasil mengatasi rasa shocknya pertama kali, memacu reaksi berantai dari murid-murid lainnya yang mulai pulih dara rasa shock mereka.
"Ya, anak baru itu pasti hancur di bawah kekuatan Gaara-san!"
"Aku harap murid baru itu tidak mati. Dia terlalu tampan untuk mati~"
"Hum, hum, aku harap anak baru itu bisa menang dan terror mengakhiri SPC!"
"Ya, benar! Ayo semangat, Blonde-kun!"
"Jangan mau kalah, anak baru!"
Melihat reaksi murid-muridnya, Hashirama hanya kembali menyeringai dan memfokuskan pandangannya pada Naruto dan Gaara yang kini mulai sadar kembali dari proses 'loading' mereka.
Walaupun benci untuk mengakui ini, tapi sebenarnya para anggota SPC juga berharap Naaruto bisa mengakhiri masa kejayaan Gaara di SPC. Tapi jika data yang mereka dapat memang benar… apakah mungkin untuk seorang Ninja mengalahkah half-breed Bijuu dan Succubus?
"Tolong kalahkan Gaara, Naruto-san!"
Tidak ada yang salah dengan teriakan itu, tentu saja. Hanya saja, pelakunya. Murid yang berteriak itu adalah salah satu murid anggota SPC, yang tentu saja membuat anggota SPC yang lain memandanginya dengan pandangan 'apa-kau-sudah-gila'.
Tanpa mempedulikan temannya, salah satu anggota SPC yang lain tiba-tiba turut berteriak menyemangati Naruto. Dan dengan itulah, satu per satu anggota SPC mulai berpaling mendukung Naruto dan memilih mengabaikan tatapan tajam yang Gaara berikan pada mereka.
Di dalam kubah, Naruto hanya bisa menyeringai puas saat melihat wajah penuh emosi Gaara yang telah dihianati teman-teman organisasinya sendiri.
"Grrrr… Uzumaki…!" teriak Gaara sembari mengepakkan sayapnya dan kini melayang di udara. Merasa jaraknya telah cukup aman, Gaara mulai membuka mulutnya dan mulai memperiapkan Bijuudama miliknya.
'Oh yeah! Ini akan menjadi pemanasan yang hebat setelah 10.000 tahun, dattebayo!' batin Naruto menyeringai.
'Jangan terlalu yakin, Naruto. Sebaiknya kau gunakan sebagian yokai milikku untuk memastikan kemenanganmu.'
'Heh, terimakasih Juubi, tapi tidak. Aku akan membuktikan kepada dunia bahwa bahkan seorang Ninja yang mereka golongkan sebagai Boundary Being, bisa mengalahkan S-rank monster legendaris dengan kedua tangannya sendiri! Tidak ada yang tidak mungkin selama kita masih memiliki 'Will of Fire', -ttebayo!'
Dan saat itulah, gelar Naruto sebagai 'The Most Unpredictable Knucklehead Ninja' akan diuji.
.
.
.
.
To Be Continued
.
.
.
A/N : That's it. Maaf kalo Gaje, kepala lagi gak beres. Jangan lupa review ya, serelanya aja ~_~
Well then, see ya my beloved reader!
Next Chapter : Rise of the Red Dawn (Akatsuki)
