NORMAL POV

Himuro pun mengambil posisi, dan dia bersiap untuk menyanyikannya. Dalam waktu cepat, dia sudah ngerape di panggung. Kalau mau tau gayanya Himuro waktu nyanyi liat aja di yutub official video nya GRANRODEO - Can Do :v /dasarauthorresek

(Dan karena di FF tidak diperbolehkan menulis lirik lagu jadi ya sudahlah)

"Muro-chin, keren ya..." celetuk Murasakibara. "Dia mempunyai seiyuu yang luar biasa. Wajar sekali kalau Himuro-san bisa seperti itu, Murasakibara-kun." Jelas Kuroko. "Kurokocchi, kita akan berduet lagu itu kan? Aku takut, Kurokocchi... lagu itu harus pake banyak feels -ssu..." Kise mengatakannya dengan nada gemetaran. Mungkin dia benar-benar tegang. Diciptakan didunia nyata memang tekanannya besar, dia rasa.

"Tenang saja, Kise-kun. Kita bisa melakukannya seperti di latihan kemarin-kemarin." Kata Kuroko.

"Aku tidak menyangka, akan di buat seperti ini, nanodayo. Maksudku, ini luar biasa. Lihatlah, nanodayo." Kata Midorima sambil mengamat-amati tubuhnya, yang menurutnya sangat luar biasa. Mulai dari lipatan baju, tekstur kulit, rambut, gerak tubuh, indera perasa, dan lain-lain.

"Sebenarnya aku juga merasa takjub, Midorima. Mendengar penjelasan Shou waktu itu, rasanya sulit percaya." Celetuk Akashi.

nah, apa yang terjadi... kita lihat saja kejadian ketika Shou berhasil membuat semuanya, dan mengaktifkan mereka.

Flashback : on

yosh, aku berhasil! Tinggal mengaktifkan remote ini sesuai dengan petunjuk yang ada di buku yang mama buat, dan muncullah... Kiseki no Sedai...

ctik

SHRIIIIING!

"WAAH, SILAU!"

ketika Shou mengaktifkan remote itu, cahaya silau misterius muncul, dan... satu per satu dari Kiseki no sedai dan Kagami, muncul.

Tetapi...

tidak, mereka tidak memakai baju. Shou ingin membuat serealistis mungkin, tetapi...

ah, dia melupakan bajunya.

sehingga ada pemangangan yang tidak layak didepan matanya, yaitu tujuh pemuda dengan kepala pelangi yang t-telanjang.

"eh, kalian- KYAAAAAAAHHHH!"

"WUAAAAAAAAAAAHHH!"

Dan terjadi sedikit... chaos. Para Kiseki no sedai mencari (menggerebek) sesuatu disekitar laboratorium Shou untuk menutupi 'anu'nya...

"Waaah! Apa-apaan ini!" -Aomine, sedang bersembunyi di balik korden panjang warna hijau, yang terlihat agak- enn, ew banget. Yaaa, kalian tahulah... dengan badan butek seperti itu, bersembunyi di korden berwarna hijau cerah itu... kordennya jadi terlihat kusam~

"K-kita dimana ini, nanodayo?! Kenapa aku tidak berbusana?!" -Midorima, sedang bersembunyi di balik meja bersama Kise.

"WUAAA, KENAPA KITA TELANJANG-SSU! dan mengapa terasa berbeda -ssu?! Bajuuuu!" -Kise, sedang dibalik meja bersama Midorima, dan menangis-nangis.

"Aku tidak mengerti apa yang terjadi... i-ini dimana?" -Akashi, sedang bersembunyi dibalik selimut yang dia ambil (curi) dari ranjang- oke, di laboratorium Shou ada ranjangnya kok.

"Kenapa aku telanjang... akan kuhancurkan orang yang menyebabkan hal ini terjadi!" Seru Murasakibara, sedang bersembunyi dibalik lemari dengan kepala mencungul (?) keluar.

"Waaaargh?! Teme, siapa yang membuatku seperti ini!" Teriak Kagami dengan membahana, sedang bersembunyi di balik kursi- oh, dan kursinya sangat besar.

wajah Aomine kesal, wajah Midorima menahan malu, wajah Kise- err, seperti mengatakan... 'tolong jangan perkosa aku!', muka Akashi terlihat tenang tetapi alisnya mengkerut malu, wajah Murasakibara terlihat seperti ini... :'w (yaampun author...), dan wajah Kagami terlihat sangat amat merah, dengan alis cabangnya yang mengkerut turun, dan mulutnya yang terbuka melontarkan protes.

satu hal yang pasti.

muka mereka saat ini.

MERAH

KERINGETAN

LUCU

GEMESIN

MINTA DI GREPE

TERUTAMA AKASHI SAMA KISE

DAN K-

oke cukup. Shou tak kuasa menahan mimisannya.

"Waaaaaa, kalian bugil!" Teriak Shou sambil menyumpal hidungnya dengan tisu sebanyak mungkin. Tapi yah percuma.

"Kami sendiri tidak tau apa yang terjadi!" Teriak Kisedai + Kagami kompak, dan kesel.

"Baju, mana baju... ah, masak hologram pake baju dari dunia nyata, ah... oh iya aku lupa..."

Shou menjentikkan jarinya, dan memakaikan mereka baju.

di otak Shou ada chip untuk mengendalikan mereka, ingat?

Masalahnya ada pada bajunya... kenapa, mereka semua pake baju disni prinses dan berbi?! Dan apa-apaan dress Belle dari biuti en de bist yang dipakai Kise, dress sinderela yang dipake Aomine, dress Aulola yang dipake Akashi, dress Sopia de prinses yang dipake Murasakibara, dress Mulan yang dipake-pfft, Kagami, sama dress Prinses en de frog yang dipake Midorima?! Pffft, silahkan bayangin sendiri~

"HUWAAAAAAAAA!"

Dan sekali lagi, terjadilah Chaos didalam lab Shou.

Ketauan deh, Shou suka disni prinses dan berbi.

"Terkutuklah dirimu, Author resek." -Shou.

5 menit kemudian

"nah, beres juga..." kata Shou sambil mengusap keningnya yang berkeringat.

"A-ano, sumimasen..."

Shou dan kisedai+Kagami shock. Kok gak ada orangnya? Hantu?! Dan lagi suara itu-

GREP

"WAAAAARGHHHHHH!" teriak Kisedai+Kagami-Akashi+Shou. (Jadi ini matematika gitu?!) Ada satu tangan, meremas pundak Akashi.

"A-aku... b-belum dapat baju..." dan... terpampanglah sosok baby blue... bersembunyi di balik tubuh Akashi, memunculkan wajahnya dari belakang pundak Akashi hingga terlihat mata dan hidungnya saja, dan-

OH EM JI.

YA TUHAN, INIKAH COBAANMU?

KUROKOOOOO!

Kuroko sedang berwajah merah, mata sayu, dan terlihat sekali dia sedang sangat malu. Dan oh, dia masih telanjang.

semua cengok.

dan banjir mimisan dalam sepersekian detik.

3 menit kemudian

"A-arigatou..." -Kuroko.

"Yesh, sudah beres.." kata Shou.

"Tunggu! Kau siapa! Dan kenapa kita disini! Dan... mengapa... terasa berbeda?" Celetuk Aomine...

ah, baju mereka sudah normal. Setidaknya mereka sekarang memakai kaos oblong dan celana sependek lutut berwarna rambut mereka masing-masing.

"Iya benar, apa ini semua... kenapa semuanya terlihat... lain, nanodayo? Seperti...lebih..."

"Nyata? Tentu saja. Ini dunia nyata." Potong Shou.

dan semua kaget. Apa maksudnya dunia nyata?

"Ini dunia nyata. Kalian itu dari dunia anime. Aku menciptakan kalian dalam wujud ini supaya kalian bisa berinteraksi dengan fans-fans dari dunia nyata.

Nah, kalian ini hologram padat. Tempat kalian itu di remote kecil ini, aku bisa mengeluarkan kalian kapan saja aku mau dengan memencet tombol di sini. Di remote ini terdapat ruangan khusus untuk kalian ketika kalian ku 'simpan'.

Nah, di otakku ada chip khusus yang sudah aku pasangkan untuk mengendalikan hal-hal disekitar kalian seperti misalnya, baju, kacamata, syal, sepatu, makanan khusus hologram, dan lain-lain.

Nah... apa yang bisa kalian lakukan? Tidak terbatas. Kalian bisa melakukan apapun yang bisa dilakukan oleh manusia seperti kami. Makan, minum, berpikir, belajar, bermain, menyentuh barang dari dunia nyata, um maaf- BAB, ekskresi (keringatan, kencing, nafas), menangis, memasak, dan BASKET, tentunya. Masih banyak lagi yang bisa kalian lakukan." Jelas Shou panjang lebar.

"Jadi intinya, kami ini 'manusia yang tidak hidup', begitu?" Tanya Akashi.

"ah, ITU DIA! aku mencari kata-kata yang tepat untuk menggambarkan kalian, dan itulah, ya, itu! 'Manusia yang tidak hidup', benar!~~ sugoi Akashi!" Teriak Shou.

Yang lain, sweatdrop.

"Oh, dan aku, namaku Shou Shiromaki. Aku sebaya dengan kalian. Kalian panggil saja Shou. Aku anak profesor ternama dari dunia ini, yang sudah meninggal. Salam kenal, minna!~" sapa Shou hangat.

"Shou-kun, ini luar biasa..." sahut Kuroko sambil menjelajahi ruangan ini, dan tubuhnya.

"Ehe... eh, tunggu, -kun?"

"Ada yang menggangguku, kenapa, walau kau cowok, tetapi kau pendek sekali? Bahkan kau lebih pendek dari Tetsu..." kata Aomine sambil menjelajahi tubuh Shou.

"Tapi ak-"

"Benar, nodayo. Kau kurus sekali. Tinggimu hanya...160 cm?" Sahut Midorima, sambil melihatiku juga.

"Shoucchi, kau mungil untuk ukuran cowok -ssu!~" bahkan Kise juga.

"Tap-"

"Sho-chin, betul-betul pendek.." Murasakibara, menghina sekali...

"Hei, ak-"

"Shou... makan yang banyak!" Kata Kagami kasihan sambil menepuk pundak Shou.

"Kalia-"

"Kalian bicara apa." Kata Akashi.

"Eh?" Disambut dengan gumaman heran dari yang lainnya.

Seketika itu, Kuroko sedikit membelalakkan matanya, lalu berkata "ah, benar juga... maafkan aku, Shou-san."

"Kalian berdua, memang luar biasa..." gumam Shou, tetapi masih terdengar oleh yang lain.

"Maksud kalian bertiga apa?" Tanya Aomine heran.

"Kalian ini... Shou itu perempuan." Jelas Akashi.

APFFFAAAHHHHHH

"MASAKA!"

"ARIENAI!"

"HAAAAH HONTOU KA?!"

Berbagai ekspresi kekagetan, mereka lontarkan.

"Chee... kalian kurang jeli." Kata Shou dengan wajah... um... menutup kedua matanya, megerutkan alisnya yang sebelah ke atas, lalu menghela nafas sambil berkacak pinggang.

"M-maaf!" Kata yang lainnya bersamaan.

"Mou, daijobu... tetapi, Kuroko, aku akan lebih suka kalau kau memanggilku dengan sebutan -kun." Kata Shou. Ya, dia suka diperlakukan seperti lelaki, walau ada kalanya dia ingin hormat sebagai seorang wanita.

"Eh, tapi-"

"Tidak ada tapi-tapian, atau kau akan kupaksa keliling kompleks perumahan ini dengan baju ternorak berbi, gimana?~"

Satu hal yang mereka pelajari

Shou itu ABSOLUT.

"...un, baiklah, Shou-s-kun." Kuroko mengangguk.

amit amit, kalo sampe kita pake baju ternorak berbi...pikir mereka semua bersamaan, trauma sama kejadian tadi.

"Oh ya, aku lupa, kalian sebaiknya mengecek di internet atau yutub atau gugel, tentang nama-nama ini. Tuh laptop disana." Kata Shou sambil memberikan kertas berisi beberapa list nama kepada mereka.

Ono Kensho - Kuroko

Ono Yuki - Kagami

Ono Daisuke - Midorima

Hiroshi Kamiya - Akashi

Suwabe Junichi - Aomine

Kenichi Suzumura - Murasakibara

Kimura Ryouhei - Kise

GRANRODEO

OLDCODEX

apa nih.

"Apaan nih, Shou. Loh?" Kagami terheran, Shou sudah sampai ke pintu keluar lab itu.

"Selamat menikmati~"

Dan pintu ditutup.

"Apaan nih.." Kata Aomine sambil menatap kertasnya malas dan menggaruk kepalanya.

"Nggak tau -ssu, pokoknya kita cari aja dulu." Kata Kise.

dan mereka langsung menggerumbul di laptop.

pertama, cari dulu di yutub,

ONO KENSHO

dan setelah mereka mengsearch, mereka menemukan beberapa hasil.

mereka membuka salah satu hasil search mereka yang terpampang gambar Ono Kensho.

Mendengarkan... suara Ono Kensho.

"Bukankah, ini suaramu, Kuroko...?" Tanya Akashi.

"Sekarang, aku tau, mengapa di sebelah nama-nama ini diberikan nama kita, nanodayo." Kata Midorima.

dan, tatapan mereka pun berubah. Mereka menatap laptop dengan liar, dan-

"AKU DULUAN! AKU MAU CARI SEIYUU KU YANG SUARANYA SEKSI KAYAK AKU!"

"NGGAK, AKU-SSU! AKU MAU TAU SIAPA SEIYUU KU!"

"MINGGIRLAH, NODAYO. AKU MAU MEMAKAINYA!"

"KALIAN SEMUA, MINGGIR!"

"TUNGGU, SEIYUU KU DULU!"

"a-ano-"

"KALIAN."

semua langsung terdiam mendengar kata-kata penuh penekanan .

"Ano... kalian hom pim pah aja." Saran Kuroko.

GUBRAAAAAAKKKK!

"oi Tetsu! Tak adakah ide lain yang lebih-"

"Kau benar, Kuroko. Itu cara yang bagus."

"Akashicchi?!"

"Oi, ide ini terlalu kekanakan!"

"Mau gimana lagi nodayo. Kita hompimpah aja."

"Chee, mendokusai na..."

Dan, mereka semua kecuali Kuroko hompimpah.

dan...

"Aku pertama." Akashi.

"Aku kedua -ssu~" Kise.

"Chee, ketiga." Kagami.

"Aku keempat~" Murasakibara.

"Aku kelima, nanodayo." Midorima.

"Keenam... hiks..." Aomine.

payah.

jelas Akashi yang menang.

"Mari kita cari seiyuu ku dulu. Hi-ro-shi-Ka-mi-ya- ah, ini." Kata Akashi sambil mengetik nama seiyuu nya. Dan ketemulah... hasil search konser Hiroshi Kamiya. Akashi membukanya, mendengarkannya, dan sangking shocknya dia, dia membatu dengan posisi tangan diatas laptop membentuk pose mengetik. Begitu pula Kisedai dan Kagami.

"I-ini seiyuunya Akashicchi...?"

"A-susah dipercaya..."

"A...a...a..."

"Akashi, i-ini..."

"Aka-chin..."

"Suaranya bagus, Akashi-kun."

Akashi masih bengong. Tetapi, dia segera sadar karena tidak ingin terlihat blo'on didepan teman-temannya itu.

"B-bagus suaranya... ini luar biasa..." Akashi sampai susah berkata-kata.

"Wow, umur berapa nih? Kayak nya umur 20 atau 30an?" Tanya Aomine.

"Yah cari aja di web."

Mereka mencarinya, dan mereka membatu, ketika mengetahui umur seiyuu Akashi itu 40 TAHUN.

"Seiyuu Akashi-kun luar biasa..." bahkan Kuroko pun kagum.

"Kalau begitu sekarang giliran seiyuu ku -ssu!"

"Tunggu, Kise! Aku penasaran, seiyuu Tetsu umur berapa!"

Dan mereka lagi-lagi mencari di gugel,...

"Umur 25."

"Ah, wajar."

"Kalau begitu sekarang cari, Kimura Ryou-hei!~" Kise pun mengetik nama seiyuu nya di gugel imej.

"Ah, ini -ssu. Wah..."

"Mirip orang korea nggak sih?" Kata Kagami.

"Benar~" celetuk Murasakibara.

"Itu benar, Kise..." kata Akashi pula.

"Umurnya, umurnya?" Tanya Aomine.

"Unnn...30." Kata Kise.

"Umur yang cukup tua untuk suara cempreng sepertimu nanodayo, Kise." Komentar Midorima.

"Jujur saja aku juga kaget, seiyuu Kise-kun berumur segitu bisa menghasilkan suara macam Kise-kun."

Yang lain mengangguk setuju, Kise langsung nangis buaya dipojokan.

"Yak, giliranku." Kata Kagami. "Mmm... Ono Yuki. Kenapa yang bernama Ono banyak sekali sih?" Gerutu Kagami. Sudahlah, Kagami.

"Ah? Ini dia. Ehhh... umur 30an... wah."

"Wow, pakai kacamata..." gumam Aomine.

"Menurutku, ganteng." Kata Kagami sambil menyeringai.

"Chee, sekarang giliranku~" ucap Murasakibara. "Kenichi~ Suzumura~ unnn... ah, ini dia."

Dan, semua mengerjapkan matanya tak percaya. Seiyuu Murasakibara...

ternyata ganteng?! Terlalu... untuk wajah seperti itu, terlalu berbeda dengan suaranya waktu memainkan suara Murasakibara!

"M-muda! Terlihat muda -ssu!" Seru Kise tak percaya.

"Belum tentu, nanodayo. Ayo kita periksa umurnya." Kata Midorima. Murasakibara pun mengetikkan nama seiyuu nya di gugel biasa, dan...

"UMUR 40 TAHUN!?" Jerit Aomine.

"40!?" Jerit Kagami pula.

"Aku kagum, Murasakibara-kun."

Murasakibara tersenyum- "ehe~"

"Giliranku nanodayo." Kata Midorima. Dan Midorima mengetikkan nama seiyuu nya di gugel imej. "Ono- Dai-suke... ah, ini di-"

Sunyi.

"T... terlihat... lebih tua dari seiyuu lainnya, nodayo." Gumam Midorima.

"Periksa umurnya, Midorima." Kata Akashi.

"Mm... ?!"

Mereka semua heran melihat reaksi Midorima, dan ketika dilihatnya layar laptop...

36 TAHUN.

"APAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!?" seru mereka. Tentu saja ini cukup mengagetkan. Bagi mereka, Hiroshi Kamiya terlihat jauh lebih muda.

"S-s-s-susah dipercaya -ssu ..."

"Dan sekarang, giliranku!" Kata Aomine mengambil alih laptop. Diketiknya, "Suwa-be... Junichi... ketemu- ah."

Kesan mereka : normal.

"Padahal suaranya seksi sekali..." gumam Aomine kepedean. "Ah..."

"Ada apa, Aomine?" Tanya Akashi.

"Wah, fakta tentang seiyuu Akashicchi dan Midorimacchi!" Ah, rupanya mereka menemukan blog seiyuu's little forest.

mereka pun memasuki blog itu dan menemukan beberapa fakta menarik dari seiyuu-seiyuu mereka. Mulai dari Ono Kensho dan Ono Yuuki yang punya hubungan dekat, Suzumura Kenichi yang menikah sama seiyuu, Kimura Ryouhei yang selalu tersesat kalau ke studio perekaman (lol), Hiroshi Kamiya yang disuruh pake bando telinga kucing terus pergi beli makanan kucing sama Ono Daisuke, dan lain-lain.

"Ya ampun, menarik sekali -ssu!" -Kise

"Seiyuu ku akrab dengan seiyuu mu, Akashi.." -Midorima

"Aku juga tak menyangkanya, Midorima." -Akashi

"Wah, seiyuu ku tidak bisa main basket..." -Kuroko

"Wahaha! Seiyuu mu mirip denganmu, Kuroko!" -Kagami

"Wah... seiyuu ku sudah menikah~" -Murasakibara.

Aomine? Author kagak tau sodara-sodara.

Author gak pernah liat tentang Suwabe Junichi. Lol. /dilemparsepatu

"Sekarang, kita lihat.. GRANRODEO ini..." kata Akashi sambil mengetik di yutub. Dan ketemulah...

opening anime Kuroko no Basket.

"...unn, mari kita lihat." Kata Kagami.

dan mereka menonton official video GRANRODEO - Can Do.

"Ini... suara..." Kagami tidak percaya.

"Muro-chin..." sambung Murasakibara.

"Eeh, hontou ka? Keren ssu, seiyuu Himuro-san ngerap!~" kata Kise.

"Seiyuu Himuro-san ternyata punya band..." gumam Kuroko.

"Nah sekarang, kita cari OLDCODEX ini..." kata Aomine sambil mencari. Dan ketemu, mereka memainkan lagu official video OLDCODEX - The Misfit Go.

dan Midorima shock. Begitu pula Kagami dan Kuroko.

"I-ini, kalau tidak salah..." lagi-lagi Kagami berkata tidak percaya.

"TAKAO!" seru Midorima.

"Seiyuu Takao-kun menjiwai sekali..."

"Takao itu kalau tidak salah partnermu kan, Midorima?" Tanya Akashi.

"Iya... susah dipercaya, suaranya bagus juga nanodayo..." kata Midorima.

"Nah, kalau sudah..." kata Shou dari balik pintu.

KLAP

Shou membuka pintu.

"Nah, sekarang, aku ingin meminta tolong pada kalian." Ucap Shou. Yang lain bingung, minta tolong apaan?

"Menyanyilah, kumohon!" Shou membungkuk.

"Eh?"

Sunyi.

"EEEEEEEEEEEH?" seru mereka.

"Aku menciptakan kalian untuk itu! Tolonglah! Nanti akan ada Himuro dan Takao juga, tenang saja!" Kata Shou. "Mereka akan ku summon sekarang, akan aku urus mereka, kalian keluarlah dulu."

Dan mereka keluar dari lab sementara Shou meng summon Takao dan Himuro. Setelah beberapa menit, Kisedai + Kagami dipersilahkan masuk lagi.

"Bakao." -Midorima.

"SHIN-CHAAAN!" Seru Takao excited.

"Muro-chin~" -Murasakibara.

"Aah, Atsushi! Dan juga ada Taiga, ya~" -Himuro, melambai.

"Tatsuya! Sudah sejak winter cup ya!" Kata Kagami tak kalah excited nya.

oh ya, Author ambil mereka setelah winter cup. Jadi gak ada lagi istilah keabsolutan Akashi, motto Aomine, dan lain-lain.

dan beberapa hari kedepan, mereka dilatih Shou menyanyikan characther song mereka.

flashback : off