Bitch Boy

By Fan_dio

Cast : Do Kyungsoo, Kim Jongin, Byun Baekhyun, Park Chanyeol, Exo Member, BTS Member, Infinite Member, SNSD Member, Jo Insung, etc

Pairing Main Cast : KaiSoo and ChanBaek

Genre : Romance and Friendship

Warning : This is BL (Boys Love), Adult (No Children), 18+

Rated : M+

= Happy Reading =

Jungkook langsung memeluk Kyungsoo, pelukan yang sama dengan ciuman tadi, sangat singkat. Kyungsoo dan Jungkook memang bagai kakak dan adik, namun perasaan salah satu dari mereka ingin lebih, ingin lebih dari sekedar saudara

Kyungsoo tersenyum, dia lalu teringat sesuatu, dia merogoh sakunya dan mengeluarkan ponselnya, ponsel biasa

"ambil ini, handphone ini untukmu" kata Kyungsoo, dia memberikan ponselnya untuk Jungkook,

"benarkah hyung, ini untukku?" riang Jungkook, dia menerima ponsel itu dengan senang

"ya, aku sudah menghafal nomornya, besok-besok jika ada yang menelfon, nomor baru, itu nomorku" terang Kyungsoo, dia mengacak-acak pelan rambut Jungkook, dia akan membeli ponsel baru

"terima kasih hyung" Jungkook sangat gembira, baru kali ini dia punya ponsel, walaupun hanya pemberian saja, terlebih lagi itu pemberian dari Kyungsoo

"baiklah, sekarang kamu pulang, aku akan menghentikan taksi untukmu, supaya bisa langsung turun didepan panti" Kyungsoo berkata, sambil memegang pipi Jungkook

Pipi Jungkook merona kembali

Dan akhirnya, Jungkook pulang dengan menggunakan taksi, hati dan perasaan namja muda itu sangat bahagia, dia terus menerus tersenyum didalam taksi

.

Kyungsoo melambaikan tangan singkat kearah taksi yang ditumpangi Jungkook, hingga taksi itu tidak tampak lagi, Kyungsoo menoleh dan ingin masuk kembali kedalam sekolah, namun langkahnya dihentikan oleh sosok namja yang muncul dihadapannya

"Kyungsoo ya, ayo kita pulang" ujar namja itu, dia adalah Baekhyun

"sekarang?" Kyungsoo membulat

"ya, aku sudah mengambil tasmu dikelas" lanjut Baekhyun sembari menyerahkan tas milik Kyungsoo

"tapi…" Kyungsoo melirik pos satpam sekolah yang masih kosong

"sudah, satpam sekolah kita mungkin sedang onani didalam WC kepala sekolah, dia tidak akan tahu jika kita pulang lebih awal" canda Baekhyun, dia tertawa pelan

Kyungsoo bergidik mendengar candaan Baekhyun, dia tidak terbiasa mendengar lelucon dan celutukan seperti itu

Baekhyun lalu menarik pelan tangan Kyungsoo, dan terpaksa Kyungsoo mengikut, mereka berdua pulang sebelum jadwal pulang sekolah, sepertinya bersekolah hanya formalitas saja

Mereka berdua jalan menuju halte bis yang lumayan dekat dari sekolah, Kyungsoo menoleh singkat kebelakang, tampak olehnya sosok namja yang ingin mengajaknya nonton dibioskop, Jongin

Jongin dengan tatapan sendu dan terluka, melambai singkat kearah Kyungsoo yang melihatnya, namja itu tersenyum pelan, karena kali ini lambaiannya dibalas oleh Kyungsoo. Jongin membentuk 'hati' dengan kedua jari tangannya, namun Kyungsoo sudah menoleh balik lagi, jadi namja itu tidak melihat 'hati' yang dibentuk oleh Jongin untuknya

Jongin lagi-lagi kecewa,

"aku harus memperjelasnya, apa hubungan Kyungsoo dengan namja tadi" gumam Jongin kepada dirinya sendiri

.

.

.

.

.

o…o…o…o…o…o

Suasana panas terjadi di penginapan murah disudut kota Seoul, dan lagi-lagi yang melakukan aksi panas itu adalah namja yang bernama Sehun, namja itu tidaklah sendiri atau berdua, namun bertiga, dengan kata lain mereka melakukan 'Thresome'

"ah…ahh...bitch…" racau Sehun seperti biasa, dia kembali berposisi sebagai seme, seme sejati

"ahh…ahh..ash…" rintih namja yang disodok, namja itu bernama Sungjong, namja tersebut menggelinjang keenakan,

Tidak ketinggalan seorang namja lagi, dia memposisikan dirinya dibelakang Sehun, memeluknya dan menciumi leher serta telinga Sehun, hal tersebut membuat Sehun yang sementara menggenjot semakin bergairah dan mendesah

"Hoya Hyung… itu geli.." ucap Sehun dengan desahan, dia merasa tergelitik karena namja yang bernama Hoya itu menjilat dan sesekali meniup telinganya

"nikmati saja" balas Hoya pelan

Sementara itu, namja yang disodok, Sungjong, terus menerus merintih, entah karena bokongnya sakit atau dia sangat keenakan, yang pasti mereka bertiga larut dalam birahi dan nikmat

Beberapa menit kemudian, Sehun sebagai Top, tidak tahan lagi, akhir-akhir ini namja itu sering keluar cepat, dan sekarangpun terjadi lagi. Sehun memuncratkan spermanya diwajah Sungjong, masih cukup banyak sperma yang keluar

Hoya yang melihat keluarnya sperma Sehun, tidak tinggal diam, dia mengarahkan dirinya kewajah Sungjong, dia menjilat dan meratakan sperma Sehun menggunakan lidahnya, lalu mereka berdua berciuman

"maaf Hyung, aku harus pergi.." tukas Sehun, dia tidak menyelesaikan tugasnya, Hoya dan Sungjong belum 'keluar' sama sekali

"kami membayarmu, kenapa secepat ini.." protes Sungjong, dia masih mengangkat pahanya, bokongnya berkedut dan merah

"ya, jasamu tidak gratis Sehun ah" tambah Hoya, dia mengelap bibirnya menggunakan punggung tangannya

"sekali lagi aku minta maaf hyung, aku benar-benar harus pergi" jelas Sehun, dia hanya mengelap penisnya dengan tissu seadanya dan kembali menggunakan CD dan celana panjangnya

"kalau begitu, kami hanya membayar setengah, kami belum puas" kata Hoya, Sungjong rekannya mengangguk setuju

"baiklah, setengah saja. Masing-masing dari kalian"

Kedua namja yang berposisi sebagai Uke Sehun itu, mengangguk, mereka berdua dengan enggan mengambil dompet masing-masing dan memberikan pembayaran sesuai kesepakatan, setengahnya

"terima kasih hyung.." Sehun berucap dan menerima uang hasil 'keringatnya'

"dan aku ingatkan, jangan sampaikan hal ini kepada siapapun, terlebih lagi kepada yeoja kami berdua, ingat itu" seru Sungjong, wajahnya mendadak serius, dia duduk dan masih telanjang bulat

"ya, aku tahu hyung.." Sehun menyanggupi

Sehun lalu beranjak, memakai kaosnya kembali dan lekas keluar dari penginapan itu, tanpa membersihkan dirinya, meninggalkan Sungjong dan Hoya yang masih belum 'puas'

.

.

.

.

.

Sehun melangkahkan dirinya kesebuah kos, dia beberapa menit yang lalu sampai dikawasan tempat kos itu, namja tersebut menggunakan jasa angkutan bis dan berjalan kaki sebentar untuk sampai di kos yang dituju

Sehun mengetuk pintu kamar kos, terdengar samar bunyi dentuman musik rock yang menggangu telinga, Sehun semakin memperkuat ketukannya, dengan harapan namja yang ingin dia temui segera membuka pintu

Beberapa detik kemudian, pintu menjeblak terbuka, menampilkan sosok namja yang lumayan tampan, namja itu membuka pintu dengan sempoyongan, sebotol minuman keras bertengger rapi ditangan kanannya

"Taehyung shi, kamu mabuk lagi.." Sehun langsung berujar dan mengambil botol minuman namja itu, dia melemparkannya ketempat sampah

"hyung ini kenapa?" balas namja yang dipanggil Taehyung itu, dia ingin mengambil kembali botolnya, namun dihalangi oleh Sehun

Sehun mendorong Taehyung untuk masuk kembali kedalam kamar, dan menutup pintu kamar. namja itu terduduk lunglai dan masih dalam pengaruh alkohol,

"hyung kenapa baru kemari? Hah.." seru Taehyung, dia tidak beranjak dan masih terduduk

Sehun tidak menggubris kalimat Taehyung, dia lalu bergegas menuju radio tape dan mematikan benda itu,

Hening

Suara berisik tidak terdengar lagi,

Sehun menggeleng, kamar namja yang didatanginya itu seperti kapal pecah, baju berserakan, kulit kacang, puntung rokok dan botol bekas minuman yang sudah kosong menjadi penghuni tetap yang merusak pemandangan

"aku sudah mengatakan kepadamu untuk berhenti minum" ucap Sehun, dia merapikan barang yang terjangkau tangannya

"apa urusan dengan hyung, ini hidupku" balas namja itu

"aku ini kakakmu" jelas Sehun, nadanya meninggi

"hyung bukan kakak kandungku, hyung hanyalah anak pungut yang ditemukan ditempat sampah yang bau oleh ommaku.."

Plak.. tamparan keras dilayangkan oleh Sehun, tangannya otomatis melakukan itu,

Taehyung memegang pipinya yang merah, dia mendengus

"aku memang bukan kakak kandungmu, tapi kita sudah menjadi saudara, walau tidak sedarah" jelas Sehun

Taehyung terdiam, dia masih mengusap pipinya

"kamarmu ini bau alkohol, aku mual.." kata Sehun

"badan hyung bau Sperma, aku muak" balas Taehyung

Sehun tidak menggubris balasan adiknya itu, dia masih mencoba merapikan kamar itu, walau hasilnya sama saja, namja tersebut memang tidak berbakat merapikan kamar

"kamu sudah makan?" Sehun bertanya, kali ini dengan nada lemah dan lembut

"belum, tapi jika aku lapar, aku bisa memakan kulit kacang dan mengunyah beling" jawab Taehyung, dia masih kasar

Sehun mendesah pelan, dia lalu merogoh sakunya dan mengeluarkan uang

"ambil ini, mudah-mudahan cukup untuk sebulan kedepan" kata Sehun, dia menyerahkan uang hasil 'pengeluaran sperma'nya kepada adiknya itu

Taehyung dengan cepat mengambil uang dari kakaknya tersebut, tanpa berterima kasih

"untuk pembayaran lanjutan kos ini, aku akan melunasinya lusa" lanjut Sehun, dia mendesah pelan

"baguslah" tukas Taehyung, dia menghitung jumlah uang yang diberikan oleh Sehun

"baiklah, aku pulang dulu, lekas beli makanan dan jaga kesehatanmu" Sehun menggantung satu baju yang berserakan, setelah itu dia membuka pintu kamar, untuk pulang tentunya

"ternyata hyung betah tinggal dengan ajuhsi-ajuhsi itu, sehari hyung dibayar berapa.." tukas Taehyung, dia masih saja belum melunak

Sehun diam, dia tidak menanggapi

"apa disana banyak yeoja yang hyung bisa perkosa… itu sangat menarik tentunya" lanjut Taehyung, entah apa maksud omongannya

Sehun mengepalkan tangannya pelan

"yeoja yang hyung perkosa itu sudah pindah, dia malu sekali atas kejadian.."

"asal kamu tahu saja, aku tidak pernah memperkosa yeoja itu…" teriak Sehun, dia membalikkan badannya, namja cadel itu memotong kalimat adiknya yang terus menerus menyudutkannya

"tapi hyung dipenjara kan? Berarti sudah terbukti, dan untung saja ada ajuhsi itu yang membayar dan menyogok polisi.. jadi hyung bisa bebas dan.." kata-kaat Taehyung terhenti, dia agak takut melihat raut wajah Sehun yang seakan berubah jadi serigala

"kamu jangan sekali-kali mengungkit masalah itu, sudah setahun berlalu.. kamu urus saja hidupmu yang menyedihkan ini" tutup Sehun, dia berbalik dan menutup pintu kasar, meninggalkan adiknya yang sendirian

Taehyung lagi-lagi mendengus

.

.

.

.

o…o…o…o…o…o…o…o…o

Insung mondar mandir tidak jelas diruang kerjanya, diruangan tersebut dia tidak sendiri, sudah ada Baekhyun dan Kyungsoo bersamanya. Kedua namja itu terdiam, terutama Kyungsoo yang enggan mengucapkan sepatah katapun

"ponsel Sehun tidak aktif" tukas Insung, tuan rumah itu terus menerus menghubungi Sehun, namun selalu mail box

"kalian berdua tidak tahu dimana dia?" Tanya Insung kepada Baekhyun dan Kyungsoo

"tidak ajuhsi" yang menjawab adalah Baekhyun

"bocah itu menyusahkan, seharusnya dia selalu stand by. Sebulan ini kita baru mengirimkan sedikit video untuk JAV, dan tentu hasil penjualannya juga sedikit" desah Insung, dia menyimpan kembali ponselnya

"kita butuh banyak pemain baru, pihak JAV bosan dengan pemeran yang itu-itu saja" lanjut Insung lagi

"setahuku banyak pemain lepas yang bisa disewa, ajuhsi" Baekhyun mencoba masuk dalam pembicaraan

Insung menoleh kearah Baekhyun

"kita tidak boleh sering memakai pemain lepas, itu berbahaya. Pemain lepas bisa saja membocorkan dan mengatakan kepada pihak luar, itu dikhawatirkan bisa merugikan JAV" jelas Insung,

"…"

"lagi pula para pemain lepas itu kebanyakan gadis remaja, dan permintaan pasar saat ini adalah pria remaja. kita begitu mudah mendapatkan gadis-gadis yang bersedia direkam dan dibayar, tapi untuk pria remaja, sangat jarang" lanjut Insung lagi

"dan yang paling utama, pertimbangan wajah, JAV tidak ingin menggunakan pemain yang jelek dan gagal kamera. Selama ini JAV dikenal diluar negeri dengan pemainnya yang tampan dan cute" tutup Insung, dia kembali duduk

Baekhyun mengangguk-angguk, padahal hal tersebut sering dijelaskan kepadanya. Kyungsoo tidak berkomentar

Insung mengambil album dibawah meja kerjanya, dia tersenyum singkat dan kembali berdiri. Dia mendekati Kyungsoo

"Kyungsoo, aku akan memperlihatkanmu video tutorial JAV, contoh video yang selama ini dipasarkan, video yang paling laris, dan tema yang menyertai video itu, semuanya kamu harus tahu" kata Insung kepada Kyungsoo, tuan itu masih memegang album tadi

"tapi sebelumnya, aku akan menanyakan sesuatu padamu" lanjut Insung

Kyungsoo masih diam, ekspresi wajahnya datar, namun Kyungsoo tidak menundukkan wajahnya

"oh baiklah, diam berarti setuju…"

"…"

"kamu lebih suka 'bermain' dengan yeoja atau namja?" Tanya Insung, pertanyaan sensitif yang menyakitkan hati

Kyungsoo tidak menjawab

"jawab Kyungsoo, supaya aku bisa tahu.." bentak Insung,

"aku lebih suka 'membunuh' ajuhsi secepatnya.." seru Kyungsoo, dadanya naik turun, dia emosi tingkat dewa

Insung tertawa pelan, tuan rumah itu tidak suka main tangan, jadi selama ini jika dia merasa terhina, dia akan membalasnya dengan tertawa meremehkan

"aku tahu kamu marah, kesal, merasa tertipu, dan sebagainya. Tapi kamu harus menerima kenyataan dan takdirmu Kyungsoo, belajarlah kepada Baekhyun disampingmu, sampai sekarang dia bertahan dan tidak kurang apa-apa, hidupnya bahagia" ucap Insung, dia melirik Baekhyun singkat

Kyungsoo membuang muka, dia semakin kesal dengan kalimat Insung tadi

"baiklah, Kyungsoo, aku anggap kamu itu fleksibel, bisa bermain dengan yeoja dan namja" Insung mengambil kesimpulan sendiri, karena kyungsoo tidak menjawab pertanyaannya

Insung meletakkan album didepan meja yang mengarah pada Kyungsoo,

"di album ini ada beberapa gadis cantik visual yang bisa kamu pilih, mereka-mereka ini adalah pemain yang dibayar lepas.. seperti kataku tadi, pihak JAV tidak ingin memakai pemain lepas terlalu sering. Pilihlah salah satu… sebagai parter seks perdanamu Kyungsoo" jelas Insung, nadanya santai

Kyungsoo untuk kesekian kalinya mengepalkan tangannya, dia ingin sekali meninju wajah dan meremukkan tulang Insung, orang itu telah menghinanya secara tidak langsung

"dan ini video tutorial JAV, tontonlah, sementara kamu memilih gadis di album itu.." ujar Insung, tuan rumah itu mengarahkan layar laptopnya ke Kyungsoo. dia tidak memperdulikan ekspresi Kyungsoo yang seperti hendak menerkam

"tonton dan pilih, Kyungsoo. aku akan keruangan 'belakang' untuk memastikan semua peralatan telah disiapkan oleh Lay dan Suho" Insung beranjak, dia dengan langkah pelan menuju pintu untuk keluar, dia memegang bahu Baekhyun pelan yang duduk didekat pintu tersebut, Insung menghilang dibalik pintu

Baekhyun mendesah pelan

Kyungsoo memandang sekilas foto dialbum yang diberikan oleh Insung, terpampang foto yeoja cantik, disertai nama dan umurnya

"suzy, yang diujung kiri sana cantik.." ucap Baekhyun, dia mencoba membunuh kesunyian, karena hanya suara laptop yang menemani mereka

Kyungsoo tidak menggubris kalimat Baekhyun

"yang dibawah kanan, yang namanya Yoona juga cantik, dia noona tercantik yang pernah kulihat" lanjut Baekhyun lagi, kalimatnya lebih kepada mencairkan suasana

Kyungsoo menutup album itu, dia menoleh ke Baekhyun,

"sudah berapa lama kamu menggeluti pekerjaan ini Baek?" Tanya Kyungsoo tiba-tiba, wajahnya serius

Baekhyun membulatkan mata sipitnya, dia tidak menyangka bahwa Kyungsoo akan bertanya demikian,

"sudah berapa lama?" ulang Kyungsoo,

"sudah 9 bulan ini" jawab Baekhyun jujur, namja itu mengalihkan pandangannya

"selama itu, apa kamu bahagia?" Tanya Kyungsoo lagi

Baekhyun tidak menjawab, dia hanya diam. Kyungsoo tidak ingin memaksa, dia mencoba mengganti pertanyaan

"sebenarnya dimana Sehun?" Tanya Kyungsoo lagi, kali ini perihal namja termuda diantara mereka itu

Baekhyun kembali menatap Kyungsoo,

"sepertinya dia sedang mengunjungi adiknya, mungkin" jawab Baekhyun, dia tersenyum simpul

"Sehun punya adik?"

"ya, sebenarnya bukan adik kandung, tapi sehun sudah menganggapnya adik, omma adiknya itu yang memelihara Sehun sejak kecil, Sehun yang bercerita sendiri" terang Baekhyun

"sudah berapa lama Sehun dirumah ini, apa memang kalian sama sekali tidak ada hubungan keluarga, dengan Insung ajuhsi misalnya"

Baekhyun menggeleng pelan

"tidak ada, aku dan Sehun tidak ada hubungan keluarga, begitu juga dengan Insung ajuhsi. Sehun sudah setahun dirumah ini"

"tolong ceritakan sedikit tentangnya?" pinta Kyungsoo, dia berkata seperti itu agar Baekhyun mau bicara, dia sebenarnya ingin Baekhyun menceritakan mengenai dirinya sendiri, tapi sepertinya itu sulit

Baekhyun menarik nafas dan menghembuskannya pelan,

"Sehun diangkat sebagai bagian keluarganya oleh Insung ajuhsi, aku tidak tahu pasti awal Sehun ditemukan oleh Insung, tapi setahuku, Insung membebaskan Sehun, yang dituduh memperkosa seorang yeoja, Insung membayar pihak kepolisian, Sehun hanya ditahan tiga hari saja, dan bebas, sejak saat itu Sehun tinggal disini" Baekhyun menjelaskan

"apa Sehun tidak punya rumah?" Tanya Kyungsoo lagi, dia mengabaikan tutorial video yang masih terpampang di laptop Insung

"sepertinya tidak, adiknya hanya menyewa kos sederhana. Aku kurang begitu tahu kehidupan mereka" ujar Baekhyun diplomatis

"kamu sendiri bagaimana Baekhyun ah, apa kamu mempunyai keluarga?" Tanya Kyungsoo, dia memberanikan dirinya bertanya tentang hal pribadi Baekhyun, pengalihan topik dari Sehun ke namja bereyeliner itu

Baekhyun mendesah lagi,

"aku tidak mempunyai keluarga lagi. Aku tinggal diasrama sekolah, tapi bukan sekolah yang sekarang ini Kyungsoo ya. Aku bekerja paruh waktu untuk bertahan hidup. Insung ajuhsi muncul dan menawarkanku untuk tinggal dirumahnya, untuk menemani anak angkatnya, Sehun. Aku juga dipindahkan kesekolah yang sama dengan Sehun. Puncaknya aku ditawari 'pekerjaan', dan ternyata pekerjaannya adalah seperti ini" desah Baekhyun, tanpa terduga dia menceritakan mengenai kehidupan Pribadinya kepada Kyungsoo, namja yang baru tinggal beberapa hari dirumah yang sama dengannya

Kyungsoo mencerna semua kalimat dan penuturan Baekhyun, ternyata kisah hidup namja itu mirip dengan Sehun. Dan terlebih lagi, mirip dengannya, dia juga tidak mempunyai orang tua dan tinggal dipanti asuhan sejak kecil

"apa kamu pernah berpikir mengenai masa depanmu? Misalnya menikah?" Tanya Kyungsoo lagi

"aku tidak pernah berpikir sampai kesana Kyungsoo. Biarlah semua ini mengalir, lagipula aku sudah terlanjur tercebur Kyungsoo, aku tidak akan menjadi namja yang sama lagi seperti dahulu. Aku tidak merasa terjebak, mungkin ini sudah nasib dan takdirku. Menjadi namja jalang dan hina… semoga tuhan mengampuniku" Baekhyun mendadak terisak, matanya berkaca-kaca, baru kali ini dia menceritakan mengenai kehidupannya yang kelam

Kyungsoo memegang pundak Baekhyun dan mencoba menenangkan namja bereyeliner itu, Baekhyun menoleh kepada Kyungsoo,

"belum terlambat untukmu Kyungsoo, kamu bisa kabur dan kembali kehidupanmu yang dulu" tukas Baekhyun, dia memegang tangan Kyungsoo, dan meremasnya pelan

Kyungsoo menggeleng pelan,

"tidak semudah itu Baek, Insung ajuhsi sudah mengancam akan menghancurkan panti asuhan dan seluruh penghuninya, aku tidak ingin itu terjadi" balas Kyungsoo, matanya ikut berkaca-kaca

Baekhyun mendesah pelan,

"aku akan mengikuti permainan yang dimainkan oleh Insung, dan berpikir bagaimana cara menghancurkan si tua itu" tegas Kyungsoo

"aku harap kamu tidak gegabah Kyungsoo, diluar sana tersebar banyak orang kepercayaan Insung ajuhsi, aku tidak ingin kamu terluka" kata Baekhyun, memberikan perhatiannya

"ya, aku juga menakutkan hal itu" Kyungsoo memperbaiki duduknya, video tutorial yang seharusnya ditontonnya telah selesai

Kyungsoo melemparkan album yang diberikan oleh Insung tadi ke meja, dia tidak memilih salah satu yeoja dialbum tersebut

Beberapa detik kemudian, pintu kembali terbuka, menampakkan Insung

"kalian berdua segera ganti pakaian, kita akan ke Perumahan distrik Jungnam… cepat"

.

.

.

.

.

o…o…o…o…o…o…o…o

Insung, Kyungsoo dan Baekhyun sampai kesebuah rumah di wilayah distrik Jungnam. Rumah itu merupakan rumah milik Insung yang digunakan sebagai lokasi 'perekaman seks'

"kalian sepertinya harus melakukannya tanpa Sehun" kata Insung, mendudukkan dirinya di sofa ruang tamu

Baekhyun dan Kyungsoo tidak berkomentar

"bagaimana Kyungsoo? Kamu sudah menjatuhkan pilihan kepada yeoja yang mana?" Tanya Insung, mengenai album yang diperlihatkannya

"aku tidak memilih siapapun" jawab Kyungsoo tidak ramah, dia mendengus kasar

Insung tertawa pelan, dia beranjak dan membuka gorden salah satu jendela, angin yang menyejukkan menyapa mereka

"baiklah, lupakan yeoja itu… sebagai gantinya kamu harus mencari korban, dan bawa kemari.." lanjut Insung, dia mencoba meneikmati udara sejuk

"korban?" mata Kyungsoo menyipit

"ya, korban, dengan kata lain 'objek seks' dan itu harus namja" jelas Insung pelan

Kyungsoo melirik singkat kepada Baekhyun

"aku sudah menjelaskannya kepada Baekhyun, dan sekarang aku akan menjelaskannya kepadamu Kyungsoo"

"…"

"Tema untuk video bulan ini adalah 'anak sekolah', dengan sedikit unsur kekerasan. Agar terlihat alami, kali ini kalian akan mencari sendiri 'korban' itu, membawanya kerumah ini, dan kalian bebas mengeksploitasi korban itu, dengan direkam tentunya" Insung menjelaskan sambil tertawa pelan

"…"

"kamu akan memakai kalung yang telah dipasangkan chip perekam, agar selama kamu berinteraksi dengan korban namja itu, wajahnya bisa terekam sempurna.."

"…"

"dan aku memberikanmu kehormatan untuk melakukan itu Kyungsoo, dengan pengawasan Baekhyun tentunya" lanjut Insung, dia berbalik dan memandang Kyungsoo

Kyungsoo memandang Insung dengan tatapan benci dan gusar,

"bagaimana jika aku tidak mau?" Kyungsoo bertanya lantang, pertanyaan yang sepertinya sia-sia saja

Insung tertawa lagi, dia lalu merogoh saku jasnya dan mengeluarkan selembar foto disana

"kamu harus mau, kalau tidak, namja kecil ini yang akan menggantikanmu Kyungsoo.. ah, bukan menggantikan, tepatnya namja ini akan meminjamkan tubuhnya yang masih hijau.." tukas Insung, matanya berkilat, dia memperlihatkan foto tersebut pada Kyungsoo

Mata Kyungsoo membulat dengan cepat, dia mendadak merasa lumpuh lagi

"Jung.. Jungkook.." gagap Kyungsoo, foto yang dipegang insung itu adalah foto Jungkook, namja muda yang menjadi anak panti asuhan

"ah, aku tidak peduli dengan namanya.."

"ja..jangan.. jangan libatkan dia, tolong jangan. Jangan namja itu, tidak siapapun yang ada dipanti, tolonglah.." Kyungsoo meminta dengan sangat, dan memang sepertinya dia harus melakukannya

Insung memasukkan kembali foto Jungkook disaku jasnya,

"baiklah, aku tidak suka mengancam, jadi kamu memang harus bekerjasama dan mengikuti aturan yang ada, kita harus berjalan direl yang telah ditentukan oleh pemimpin JAV, aku juga bawahannya, dan hanya menjalankan tugasku"

Kyungsoo menunduk, ingin rasanya dia memecahkan meja kaca yang ada didepannya, tangannya terkepal geram

"aku ingin kamu yang melakukannya pertama kali Kyungsoo, bekerjasamalah dengan Baekhyun. Aku pergi dulu, masih banyak hal lain yang harus kulakukan, kalian adalah 'pemainnya', maka kalian juga yang harus menentukan seperti apa permainan kalian" tutup Insung

Tuan rumah itu beranjak untuk keluar rumah, dia berlalu, pulang menggunakan mobilnya

Kyungsoo mendesah

"aku harus melakukannya sekarang?" Kyungsoo berujar kepada baekhyun, dia mendadak berkeringat dingin, ini kali pertamanya

"ya, ini sudah sore Kyungsoo. Kalau kamu tidak bisa, biar aku saja yang membawa 'namja' kemari, kamu disini saja, dan menunggu" Baekhyun mencoba memberikan solusi,

Kyungsoo menggeleng pelan,

"tidak Baek, biar aku saja. Insung sialan itu sudah menentukan, aku harus menjalaninya" kata Kyungsoo, dia teringat foto Jungkook tadi, semoga saja namja itu baik-baik saja

"baiklah kalau begitu, kamu pakai ini" Baekhyun lalu mengambil sesuatu dibawah meja kaca, dua buang kalung silver dan dua buah telefon kecil serta earphonenya

"kamu harus memakai kalung ini, ada kamera tersembunyi di ibu kalungnya, dan pakai headset ini juga, kita akan berkomunikasi jarak jauh dengan ini" lanjut Baekhyun

Akhirnya, dengan terpaksa Kyungsoo memakai semua benda-benda itu, dan mencari 'korban' diluar sana untuk dijadikan 'objek seks'

.

.

.

.

.

Kyungsoo berdiri disamping tembok gerbang yang mengarah kejalan, ditempat tersebut sangat sepi, yang ada hanya pengendara mobil dan motor yang melintas, itupun bisa dihitung jari. Kyungsoo merasa seperti 'Bitch Boy' saat ini

"Baek, aku belum menemukan 'namja' yang memakai seragam sekolah melintas" bisik Kyungsoo di earphonenya, yang terhubung kepada Baekhyun

"tunggu saja, sebentar lagi pasti ada yang melintas" jawab Baekhyun diseberang telefon

Beberapa menit kemudian, seorang namja, berkulit putih melintas, namja itu menggunakan seragam sekolah, namun langkahnya terkesan tidak tegap, malah mirip nyiur melambai

"Baek, aku menemukan namja yang memakai seragam sekolah, apa sebaiknya aku menghampirinya, dan kamu perhatikan apakah wajahnya masuk kategori yang dikatakan Insung sialan itu" Bisik Kyungsoo lagi

"ya, dekati dia, aku akan memperhatikan lewat monitor didepanku" jelas Baekhyun, dimana kalung yang terdapat kamera tersembunyi dipakai oleh Kyungsoo itu dapat dilihat oleh Baekhyun melalui monitor

Kyungsoo lalu mendekati namja itu,

"maaf, apa kamu lihat temanku disekitar sini, tingginya segini, kulitnya coklat" kata Kyungsoo kepada namja itu, dia malah menyebutkan ciri-ciri namja yang bernama Jongin,

"apakah dia namja atau yeoja?" Tanya namja tersebut, senyumnya aneh

Kyungsoo mengangguk, dia mengarahkan dadanya yang terdapat ibu kalung tersebut, supaya Baekhyun bisa menilai 'kelayakan' wajah calon korbannya. Kyungsoo membaca dalam hati name tag namja itu, Jo Kwon

"aduh Kyungsoo, namja itu sangat jelek, wajah seperti dia tidak akan laku dan hanya membuat orang muak" kata Baekhyun tiba-tiba, dia sudah melihat wajah namja itu dimonitor dan langsung memasukkannya kedaftar black list

"jadi bagaimana?" bisik Kyungsoo, dia merapikan earphonenya

"apa? kenapa?" namja itu memperjelas, mengira bahwa dia yang ditanya,

"ah, bukan.. maaf terima kasih, sepertinya temanku itu sebentar lagi menjemputku disini, maaf mengganggu" ujar Kyungsoo cepat, dia membungkuk berkali-kali

Namja yang bernama Jo Kwon itu mendengus kesal, dia lekas berlalu dan melanjutkan langkahnya, langkah yang mirip yeoja

"huff, untung saja dia lekas pergi" ucap Kyungsoo, masih di earphonenya

"lain kali, kamu juga harus bisa menilai sendiri, mana namja yang tampan, dan mana namja yang oplosan, namja tadi itu jelek sekali" tukas Baekhyun, dia malah tertawa cetar membahana

Kyungsoo memutar bola matanya malas,

"ok, baiklah.. aku akan lebih memperhatikan, aku akan belajar darimu Baekhyun ah" balas Kyungsoo, dia kembali menyapukan pandangannya kesegala arah, berharap muncul namja tampan dan menggunakan seragam sekolah

Harapan Kyungsoo terkabul, beberapa saat kemudian, muncul seorang namja, namja tinggi. Namun sayangnya namja itu tidak menggunakan seragam sekolah, tapi dia menggunakan pakaian olahraga

Mata Kyungsoo bergerak cepat dan mengamati namja tersebut

Deeg..

Kyungsoo sepertinya kenal dengan namja tersebut, dia semakin memperjelas penglihatannya, dan ternyata benar, namja itu adalah namja tinggi yang pernah melemparnya dengan bola disekolah

Namja yang bernama Park Chanyeol, teman bermain Jongin…

"ah, sial.." rutuk Kyungsoo,

"kenapa?" Tanya Baekhyun, dia mendengar kalimat Kyungsoo yang menyiratkan suatu masalah

Kyungsoo tidak menjawab pertanyaan Baekhyun melalui earphone, dia lalu lekas berbalik dan memutuskan untuk pergi, tapi sepertinya terlambat..

"hei pendek, sedang apa kamu disini… tunggu.." seru namja tinggi itu, yang ternyata benar adalah Chanyeol

Kyungsoo tidak menjawab pertanyaan dari Chanyeol itu, dia terus saja berjalan dengan langkah cepat

"Kyungsoo, jawablah... kenapa gambar dimonitor seperti terguncang, apa kamu sedang berlari?" Tanya Baekhyun cepat, dia merasa aneh dengan Kyungsoo

"gawat Baekhyun ah, teman sekolah kita mendapatiku, dan sekarang dia mengejarku… aku harus bagaimana

"ap..apa? siapa dia? Siapa namanya?" Tanya Baekhyun cepat, dia juga mendadak khawatir tingkat stress, diatas tingkat akut

"kalau tidak salah namanya Chanyeol, namja tinggi" jawab Kyungsoo, dia masih mempercepat langkahnya, dan berbicara dengan Baekhyun melalui earphone

"hah.. Chan.. Chanyeol..? apa kamu yakin itu dia, letak rumahnya lumayan jauh dari sini, mungkin itu bukan dia"

"tidak, aku yakin itu dia, namja itu menggunakan pakaian olahraga" balas Kyungsoo sangat yakin

"baiklah kalau begitu, kamu jangan lari, hentikan langkahmu… hadapi dia, aku akan mengamati dimonitor dan memberitahukan apa yang kamu harus lakukan selanjutnya" terang Baekhyun, entah mengapa dadanya bergemuruh, dia berharap itu memang Chanyeol

"baiklah"

Kyungsoo menghentikan langkahnya, dia berbalik

"hei pendek, kamu ini kenapa, berjalan seperti orang yang dikejar hantu" Chanyeol tepat berada didepan Kyungsoo sekarang,

"hm.. tidak, aku.. aku hanya.." gagap Kyungsoo

"rumahmu disana?" Tanya Chanyeol, menunjuk rumah besar putih, yang didalamnya ada Baekhyun sedang mengawasi

"hmm…"

"katakan iya Kyungsoo, suruh dia masuk, katakan kepadanya bahwa temanmu terjebak didalam rumah itu dan butuh pertolongan" kata Baekhyun cepat, dia sudah memastikan bahwa itu Chanyeol, kali ini dia tidak akan melepaskan namja itu

"aku.. aku tadi mencari pertolongan Yeol ah, temanku sedang mengalami kesulitan didalam, kamarnya terkunci tiba-tiba, apa kamu bisa membantuku?" kata Kyungsoo, mencari alasan, dia merasa heran dengan alasan spontannya sendiri

"bilang dari tadi, tidak usah pakai acara kabur-kabur seperti itu" balas Chanyeol sambil tersenyum ala Pepsodent

Kyungsoo merutuk dirinya dalam hati, kenapa harus teman sekolah sendiri yang harus menjadi korban 'objek seks', namja teman Jongin didepannya tersebut sepertinya baik

"baiklah, bawa aku kusana, aku akan membantu mendobrak kamar temanmu itu"

.

.

.

.

"dimana kamar temanmu itu? Ah, aku belum tahu siapa namamu pendek.." kata Chanyeol, dia dan Kyungsoo sudah masuk didalam rumah milik Insung

"na… namaku Kyungsoo" gugup Kyungsoo, dia memegang telinganya untuk menyembunyikan earphone yang menghubungkannya dengan Baekhyun

Chanyeol mengangguk, dan tiba-tiba… wajah namja itu dibekap dengan menggunakan sapu tangan, dan kemudian namja tinggi itu lemas seketika, dia terbius

"ah, berhasil… kamu terperangkap" Baekhyun berujar senang, rupanya dia bersembunyi dibelakang pintu dan membekap wajah Chanyeol dengan obat bius disaputangan yang dipersiapkannya

Kyungsoo tidak berkomentar, dia melihat sendiri cara kerja Baekhyun yang professional itu

"bantu aku Kyungsoo, mengangkat namja sombong ini ke kamar disana, efek obat biusnya hanya sebentar" pinta Baekhyun,

Kyungsoo mengangguk dan membantu Baekhyun untuk memapah Chanyeol yang sudah tidak sadarkan diri

.

.

.

.

Chanyeol diikat dengan posisi tangan dibelakang, dan dua kaki dibuka lebar, serta mata yang ditutup menggunakan kain hitam, namja itu belum sadarkan diri

"semua kamera sudah siap, pencahayaan juga sudah bagus, tinggal beraksi saja" kata Baekhyun senang, dia puas dengan hasil kerjanya mengikat Chanyeol

"Baekhyun ah, apa kamu yakin menjadikan namja teman sekolah sendiri menjadi partner?" Kyungsoo bertanya pelan, dia kasihan melihat Chanyeol yang tidak berdaya serta terikat seperti itu

"aku yakin, sangat yakin, aku sudah menunggu saat-saat seperti ini, dan baru sekarang tercapai, terima kasih Kyungsoo, karena kamulah si sombong ini bisa ada dalam kekuasaanku" ucap Baekhyun, dia tersenyum kepada Kyungsoo

Kyungsoo membalasnya dengan tersenyum kecil, dia merasakan ada hubungan terselubung antar Baekhyun dan Chanyeol, atau mungkin dendam pribadi? entahlah

"aku yang akan mengambil alih namja ini Kyungsoo, kamu bisa tinggal disini dan melihat 'aksiku' atau menunggu diluar hingga aku selesai" Baekhyun memberikan pilihan kepada Kyungsoo

"tapi…"

"tenang saja, aku yang akan bertanggungjawab kepada Insung ajuhsi, karena mengambil alih tugas perdanamu" tukas Baekhyun cepat, dia sudah tidak sabar

"baiklah, tapi aku ingin disini" Kyungsoo setuju, dia juga bersyukur karena Baekhyun yang mengambil alih tugasnya, dia sangat tidak tega jika 'menyetubuhi' teman sekolah sendiri. Tapi Kyungsoo juga ingin melihat apa yang akan dilakukan oleh Baekhyun terhadap Chanyeol, ya paling tidak 'belajar' darinya

"baiklah"

Baekhyun mulai beraksi, dia mengambil minyak khusus untuk kulit dilemari penyimpanan. Dia menuangkan minyak itu keseluruh tubuh Chanyeol yang masih memakai seragam olahraga

Kyungsoo mengamati aksi Baekhyun dalam diam, dia melirik sejenak kearah monitor yang menampilkan rekaman video Baekhyun-Chanyeol itu

Baekhyun meratakan minyak itu ketubuh Chanyeol, minyak tersebut merembes dan membasahi kulit Chanyeol, tidak sampai disitu, namja tersebut menekan-nekan kejantanan Chanyeol yang masih tertutup celana, dan menuangkan banyak minyak kedaerah intim itu

Kyungsoo menahan nafasnya

Baekhyun menjamah tubuh Chanyeol, dia mengusap, memasukkan tangannya kedalam baju Chanyeol dan memelintir puting namja tinggi itu, Chanyeol belum juga sadar

Dan kemudian,

Baekhyun melayangkan ciumannya ke bibir Chanyeol… sesuatu yang sangat ingin dia lakukan selama ini, dia menempelkan bibirnya, menekannya dan menikmati semua area bibir namja itu, dia berusaha membuka bibir itu dan memasukkan lidahnya kedalam, lalu Baekhyun beralih ke telinga Chanyeol, dia mengisap dan menjilat cuping telinga namja itu dengan desahan erotis

Kamera masih merekam aksi Baekhyun tersebut

Baekhyun merubah posisi, dia beranjak dan naik kepangkuan Chanyeol dan memeluk namja itu erat, dia baru kali ini memeluk namja itu, walau yang dipeluk tidak bereaksi alias pasif

"kamu menjadi milikku sekarang… namja sombong" gumam Baekhyun pelan, dia menciumi leher Chanyeol dengan bergairah, dan tanpa terduga terdengar lenguhan dari namja tersebut, sepertinya Chanyeol sudah mulai sedikit sadar

Baekhyun tersenyum puas, dia lalu mengambil gunting yang ada didekatnya, dan menggunting kaos olahraga yang digunakan oleh Chanyeol,

Kyungsoo ternganga'

Baju kaos tipis Chanyeol terkoyak dengan tidak elitnya, karena Baekhyun hanya menggunting sedikit dan menarik dan merobek kaos itu hingga terkoyak seksi, dan sekarang dada serta perut Chanyeol terekspose, Baekhyun lalu menjilat dada serta perut Chnayeol yang telah kena minyak itu, dia semakin bergairah, ditambah lagi reaksi Chanyeol yang melenguh dan mendesah gelisah

Baekhyun melirik sekilas kearah Kyungsoo, yang memperhatikan tidak berkedip, Baekhyun tertawa pelan, dia menurunkan pantatnya dihadapan Chanyeol, lalu menggunting celana namja itu, dan

'krak..'

Baekhyun menarik celana pendek Chanyeol dengan kasar, hingga hanya menyisakan celana dalamnya saja, dia menekan dan menjamah sekali lagi bagian intim Chanyeol itu, meremasnya dan mencoba menghidupkan 'tongkat emas' itu

Baekhyun semakin tidak sabar, dia menggunting tepi celana dalam Chanyeol dan sekali lagi menariknya lepas, dan… jreng…

Tampaklah kejantanan Chanyeol yang setengah tegang

Kyungsoo menahan nafasnya lagi, dia melihat sendiri bentuk 'kejantanan' teman sekolahnya

"ini dia es krim yang paling nikmat" gumam Baekhyun senang

Chanyeol menggoyangkan kepalanya perlahan, dia sepertinya masih setengah sadar, dan merasakan bahwa tubuhnya digerayangi oleh seseorang

Baekhyun sudah tidak sabar lagi, dia menggenggam penis milik Chanyeol itu, dan mengocoknya pelan dan pelan, namun lama-lama dipercepat, agar penis itu tegang sempurna

"ah….ah…" Chanyeol tanpa terduga mendesah nikmat, matanya masih ditutup kain hitam

Ritme kocokan Baekhyun semakin menjadi, dia mempercepat kocokan penis Chanyeol, ronde pertama adalah 'kocok mengocok'

"ah…ash…ehm.." Chanyeol semakin mendesah dan meracau, kesadarannya hampir pulih, reaksi tubuhnya membalas aksi Baekhyun

Baekhyun tersenyum senang

Tangan Baekhyun semakin lihai dan cepat, penis Chanyeol semakin tegang dan tambah besar dan panjang saja, Baekhyun tersenyum girang, dan kemudian…

Baekhyun melahap penis Chanyeol, dia menjilat, memainkan helm penis itu dan menggenggam dua bola pelengkap dibawah penis tersebut, Baekhyun memperlakukan penis Chanyeol seperti es krim coklat,

"akhirnya…" gumam Baekhyun pelan, dia berhenti sejenak dan melanjutkan kembali isapannya, dia menyedot penis besar itu dengan harapan larva tahap pertama keluar

"ah.. ah,, ish..ehm… ahhh.." Chanyeol semakin meracau keenakan, dia merasa dirinya sedang bermimpi, tapi ternyata tidak, penisnya diisap dengan rakus oleh namja yang pernah menembaknya

Dan tidak lama kemudian, penis besar itu semakin berkedut kebat

"ahh…ahhhhh.." Chanyeol dipuncak kenikmatan, dan

Croot…croot…croot… sperma milik Chanyeol menyembur didalam mulut Baekhyun, namja itu menelan sebagian sperma itu dan sebagian lagi tertumpah disudut bibirnya dan membasahi batang Chanyeol yang masih saja keras

Baekhyun masih terus mengocok dan menelan sperma didalam mulutnya, dia harus memanfaatkan kesempatan langka ini untuk menikmati Chanyeol,

Ronde pertama selesai, ronde selanjutnya masih akan dimulai

Baekhyun tersenyum menyeringai, dia sama sekali tidak mengusap lelehan sperma Chanyeol di sudut bibirnya, benar-benar Bitch

Kyungsoo yang sedari tadi menyaksikan 'aksi gila' Baekhyun, mendadak mual dan ingin muntah, dia baru kali ini melihat 'adegan live' antara namja vs namja

Kyungsoo keluar dari kamar tersebut, menutup pintu kamar itu dan lekas berlari keluar, dia masih mual dan mendadak pusing, masih jelas terbayang ekspresi Baekhyun yang menelan sperma milik Chanyeol dibenaknya

Kyungsoo mengarahkan dirinya keluar rumah, dia berlari kecil menuju halaman depan, mencari angin segar dan melupakan 'aksi Baekhyun' tadi

Namun, mata Kyungsoo mendadak membesar, matanya yang sudah bulat semakin membulat, dia menangkap sosok namja yang berdiri manis dihalaman rumah, namja berkulit seksi, dan menggunakan seragam olahraga seperti Chanyeol

"Jo..Jongin.." gagap Kyungsoo,

Ternyata benar, Kyungsoo memang melihat Jongin, teman sekolahnya. Namja itu berdiri manis sambil memegang bola basket ditangan kirinya

"Kyungsoo ya, kamu tinggal disini?" Tanya Jongin, dia menatap bergantian antara Kyungsoo dan rumah besar dibelakangnya

"ah, aku… aku…"

Kyungsoo mendadak galau, Jongin muncul disaat yang tidak tepat, disaat Baekhyun sedang 'beraksi' bersama Chanyeol didalam rumah

Apa yang akan terjadi selanjutnya? Entahlah…

.

.

.

.

.

.

.

TBC

o…o…o…o…o…o…o…o…o…o

NC bersambung… he…he… dichapter depan NC Chanbaek akan dilanjutkan. Chapter ini sudah kepanjangan. Dan untuk Kaisoo, aku mohon maaf, moment mereka masih sedikit, dichapter depan akan ditambah, dan tidak mungkin langsung NC begitu saja, harus ada prolog dulu, nanti jadi aneh, tapi tenang saja, mereka tetap dapat jatah NC. Sekali lagi aku ingatkan bahwa FF ini, main castnya hanya Kaisoo dan Chanbaek, pairing yang lain hanya pelengkap saja. Mungkin ada yang merasa pairing yang lain itu aneh, misalnya Kyungsoo dan Jungkook, mereka bukan pairing, tapi TTM, ha...ha…ha… pairingnya Kyungsoo tetap Jongin ya, kecuali Sehun… ya gitu deehh, mungkin juga ada pair Taekook… ho…ho…ho…

Masih banyak hal yang perlu dijelaskan, jadi ikuti terus dichap-chap selanjutnya ya… sekali lagi aku berterimakasih kepada pembaca FF ini, terutama yang favorite dan follow yang sudah mau memberikan komentarnya lewat kotak Review, kalian-kalianlah yang 'mempercepat' FF ini update kilat

Untuk Chapter 4 ini, Review lagi ya Chingu yang baik hatinya…. Salam…

Thanks to Review :

kaihunhan, Kyungkyung kim, Guest, Bulet, 13613, mrblackJ, sycarp, Baekhyunniewife, Metacho137, ShinJiWoo920202, .5011, humaira9394, cahayaanjanie, lailatul maghfiroh 16, beng beng max, 1004baekie, dekaeskajei, maple fujoshi2309, dims, t.a, MIKORIN, Kainaru Aikorin, zhea. Zhiioott, Desta Soo, Devrina, yunjae q, BlackXX, Jung Eunhee, raul. seungsoo12, Kaisooya, BabyBuby, oasana, SognatoreL, doctorbaek, KaisooLovers, t.a, asdfghjkkristao, Dokimkyungsoojongin, gin, dan all

By : Fan_dio