~ Promise, to You ~

.

.

.

YeWook Fanfiction © R'Rin4869

.

.

.

Rated : T

Genre : Hurt - Romance

Seluruh karakter disini hanya saya buat untuk kepentingan cerita, jangan bashing karakter siapapun disini.

Warning : YAOI, GaJe, Typos dll

.

.

.

~Y~~W~

.

.

.

Ruangan itu hening. Kedua manusia didalamnya sengaja membiarkan keadaan itu terus berlanjut. Hanya suara jam yang terdengar. Menunjukkan waktu terus bergulir tanpa bisa dicegah.

Membuat sekelebat ingatan itu muncul. Saat awal-awal mereka berjumpa. Saat mereka harus memiliki kegiatan bersama. Saat kedekatan itu makin menjurus ke sebuah hal yang tak terduga. Dan cinta itu tumbuh dengan sendirinya.

Saat mereka baru saja menyadari, jika perbedaan itu ada diantara sekian juta orang. Bahwa merekalah yang menjalaninya. Menjadi tokoh utama di kehidupan ini. Bukan hanya sekedar drama kan'? Ini memang benar adanya. Hari-hari penuh kebersamaan.

Cinta yang seperti ini.

Apa ini aneh? Saat kau menemukan seorang namja yang jatuh cinta pada namja lainnya?

Itu juga yang membuat kalut pikiran mereka. . . . Saat itu.

.

.

.

~ Flashback ~

.

.

.

"Ye-Yesung hyung,"

"Uhmm ne?"

"Bisakah hyung berhenti memegang philtrumku saat aku tertidur?" keluh Ryeowook. Merasakan, entah sejak kapan namja yang menjadi teman sekamarnya di dorm itu pindah ke kasurnya dengan sebelah tangannya di pinggangnya dan sebelah lagi meraba-raba philtrumnya.

Ryeowook mencoba menarik napas. Menetralkan degub jantungnya yang tiba-tiba saja menjadi lebih cepat dan membuatnya merasakan sensasi aneh.

Yesung tak bergeming, dia masih mau tidur untuk sekarang ini. Jadwalnya kemarin membuatnya harus tidur jauh dari kata malam. Dini hari ia baru sampai di dorm dan bisa mengistirahatkan tubuh lelahnya.

Berhubung cuaca sedang dingin, ia berpikir praktis untuk tidur di ranjang yang sama saja dengan Ryeowook. Sedikit berbagi kehangatan dengan namja itu. Toh selimut tak akan banyak gunanya dalam suhu minus delapan derajat seperti ini.

"Hyung," panggil Ryeowook sekali lagi. Namun tetap saja ia tak mendapatkan respon apapun dari Yesung.

Tubuhnya masih berada dalam pelukan Yesung. Namja yang menjadi main vokal Super Junior itu memeluknya erat dari belakang. Ini tak aneh memang. Mereka sama-sama namja dan lagi mereka memang sudah lama dekat sebagai hyung dan dongsaeng di Super Junior. Pelukan atau kecupan kecil adalah hal yang sudah biasa ada.

Tapi entah kenapa Ryeowook merasa aneh kali ini. Ia bimbang antara mau melepaskan pelukan Yesung atau tidak. Sebagian kecil dari hatinya merasakan kenyamanan dari pelukan ini dan enggan untuk melepasnya begitu saja. Ini hal yang ganjil bukan?

Haruskah ia juga kembali tidur saat ini? Tapi Ryeowook harus memasak sarapan untuk member lain, jadi mau tak mau ia harus bisa membuat Yesung melepaskan tubuhnya.

Ryeowook bergerak perlahan, menggeser tubuhnya menjauhi Yesung dan mengangkat tangan namja itu agar menyingkir dari tubuhnya.

"Hyaa!"

Tapi tiba-tiba saja Yesung sudah melingkarkan tangannya lebih erat di pinggang Ryeowook. Membuat sang Angel of Voice terkejut dengan wajah merona karena merasakan tubuhnya makin menempel dengan tubuh Yesung.

"Diamlah sebentar, Wookie," desah Yesung, masih dengan mata yang terpejam.

Ryeowook bergidik merasakan suara bariton itu menggelitik pendengarannya.

"Aku masih ngantuk, biarkan seperti ini sebentar," pinta Yesung.

Ryeowook menghela napasnya. Terpaksa ia harus mengalah menuruti kemauan Yesung.

Perlahan, ia kembali memejamkan mata caramelnya. Dan tanpa sadar, menyandarkan tubuhnya dengan rileks pada tubuh Yesung yang memeluknya.

.

.

.

"A-apa?" Ryeowook terbelalak tak percaya saat Yesung mengatakan hal itu didepannya.

Ia mencoba mengingat dengan baik kata demi kata yang baru saja Yesung lontarkan.

Dan ia masih bisa mencerna dengan baik bahwa namja itu ingin ia menjadi kekasihnya. KEKASIHNYA!

"H-Hyung ini candaanmu saja kan?" Ryeowook berkata gugup. Padahal wajahnya sudah memerah.

"Jika kau menganggap hal ini hanya candaan, tak masalah," Yesung tersenyum miris.

Ia bisa memastikan bahwa dirinya sudah gila sekarang ini. Baru saja ia meminta seorang Kim Ryeowook, seorang namja manis yang menjadi salah satu dongsaengnya sekaligus teman sekamarnya untuk menjadi pacarnya! Perlu digarisbawahi bahwa Ryeowook adalah namja dan dirinya juga sama.

Tapi berapa kali pun dipikir, ia hanya bisa mendapatkan ini sebagai jalan keluarnya yang terbaik.

Ia nyaris frustasi ia menemukan dirinya bermimpi tentang Ryeowook. Atau saat ia tak sengaja melihat lekukan tubuh namja manis itu saat baru saja keluar dari kamar mandi, jelas-jelas membuatnya merasakan sesuaru yang harusnya ia rasakan kepada seorang wanita. Ya, ia merasa terangsang dengan tubuh mungil itu. Bahkan ia mengakui tubuh Ryeowook sangat seksi.

Bukankah ia sudah kehilangan akalnya sekarang?

Saat ia merasa begitu tak suka melihat Ryeowook pergi berdua bahkan dengan member Super Junior lainnya. Bergandengan tangan, berpelukan, atau dicium pipinya oleh member lain yang jelas-jelas bahkan ia pun pernah melakukan hal itu pada Ryeowook. Ia posesif. Ingin menjadikan Ryeowook miliknya seorang diri.

Melampiaskan perasaan anehnya ini pada seorang namja yang harusnya hanya ia anggap sebagai adiknya sendiri. Ini salah, dan dia tahu itu. Tapi apa pedulinya pada hal yang dianggap salah jika hatinya membenarkan apa yang dia lakukan. Kebebasan untuk mencintai tak seharusnya dibatasi dengan kata 'salah' dari orang-orang bodoh yang tak menjalaninya.

"A-aku," Ryeowook gelagapan. Ia sendiri bingung harus menjawab apa. Jujur saja ia dilema. Antara ingin menerima namja di depannya, yang selama ini seringkali melintas di pikirannya secara tak wajar, ataukah menolaknya.

Dengan berani Yesung meraih tangan Ryeowook. Membuat pemiliknya mendongak menatapnya. Yesung mengusap tangan itu perlahan.

"Gwaenchana," ucapnya berusaha menenangkan. "Kau bingung, Ryeowookie?"

Ryeowook mengangguk. Ia terlanjur hanyut dalam tatapan iris gelap yang sekarang menatapnya penuh keteduhan itu. Membuatnya sedikit lebih tenang.

Yesung tersenyum, kali ini ia sungguh tersenyum.

"Baiklah, lupakan saja ne? Mungkin aku bodoh untuk meminta hal yang mustahil seperti ini padamu. Aku tau aku egois karena bahkan aku tak tau perasaanmu." aku Yesung. Sebenarnya ia miris dengan dirinya sendiri. "Jadi lupakanlah,"

Yesung beranjak dari meja makan. Tak ada seorang pun di dorm, jadi ia sudah memastikan bahwa percakapannya ini sepenuhnya aman.

"Hyung!" panggil Ryeowook cepat.

Yesung menoleh, menatap bingung pada namja itu.

"Kau memang bodoh!" ucap Ryeowook jujur.

Yesung terdiam di tempatnya. Baiklah ini mungkin penolakan, ia sudah cukup siap dengan ini semua, tapi kenapa tetap terasa sakit?

Yesung tetap diam saat Ryeowook kini menghampirinya. Berada tepat di depannya dan menatapnya dengan ekspresi yang Yesung sendiri sulit mengartikannya. Ia hanya balik menatap bingung pada Ryeowook.

"Hyung memang bodoh, hyung juga sangat aneh," ucap Ryeowook pelan. "Tapi, entah kenapa aku mencintai hyung yang bodoh dan aneh seperti ini," Ryeowook tersenyum. Memperlihatkan deretan gigi putihnya.

Yesung terkejut. Menatap tak percaya pada Ryeowook yang kini memeluknya.

"Kau. . . Kau menerimaku?" tanya Yesung, mencoba memperjelas maksud dari ucapan Ryeowook.

"Ne," Ryeowook mengangguk. "Mianhae, mungkin hyung tak tahu, aku sudah lancang menyimpan perasaanku lebih dulu untuk hyung, saranghae. . ." bisik namja bersuara tenor itu.

Yesung balas memeluknya erat. "Aku bersyukur karena kau yang melakukannya, jadi tak ada yang perlu dimaafkan,"

"Kim Ryeowook, aku mencintaimu,"

"Aku sebenarnya masih malu untuk mengatakan ini," gumam Ryeowook dengan wajah merah padam.

"A-Aku juga mencintaimu, Hyung,"

Kemudian Yesung terkekeh saat Ryeowook menenggelamkan kepalanya di dalam pelukannya setelah itu.

.

.

.

"Aku bertanya padamu, Kim JongWoon," suara tajam Leeteuk yang biasanya tak pernah ada untuk para dongsaengnya itu kini terdengar.

Membuat semua orang yang berada disana menatap pada satu, ah tidak, dua objek yang kini sedang duduk berdampingin di sofa. Wajah keduanya agak memucat. Mereka saling mengaitkan jari. Menunjukkan suatu hubungan yang tampaknya sudah tak perlu lagi ditanyakan kebenarannya.

"APA YANG TADI KALIAN LAKUKAN, JAWAB AKU!" Leeteuk sudah kehilangan kontrol emosinya sekarang.

Seluruh member yang berada disana berjengit mendengar teriakan sang leader yang biasanya terkenal sabar itu. Tak seorang pun yang berani mencoba untuk meredakan emosi Leeteuk.

Hei, bagaimana mungkin ia bersabar lagi sementara ia jelas-jelas menemukan kedua dongsaengnya sedang bertautan bibir dengan tubuh yang menempel ketat diatas ranjang, hingga baju keduanya yang sama-sama berantakan dengan beberapa kancing yang terbuka pada saat itu.

Leeteuk dalam keadaan shock. Tak mengira ia akan menyaksikan keadaan seperti itu pada kedua dongsaengnya. Yang salah satunya malah sering ia percayai karena memiliki sikap yang dewasa.

Kedua vokalis utama Super Junior itu menunduk.

Ryeowook meremas tangan Yesung, kekasihnya, dengan kencang. Menunjukkan betapa takutnya ia saat itu.

Yesung menarik napas dalam-dalam sebelum ia memutuskan untuk menjawab pertanyaan Leeteuk.

"Aku tahu kami mengewakanmu, Hyung. Tapi kami mengakuinya," ucap Yesung. Ia ingin berkata sejujurnya saja.

Percuma ia berbohong seperti biasa saat Leeteuk menemukannya terlalu sering mencium pipi Ryeowook, atau namja manis itu berusaha menutupi bekas kissmark di leher atau dadanya akibat ulah Yesung. Ini sudah berbeda sama sekali.

"Kalian tahu resikonya jika media mencium hal ini?" tanya Leeteuk lagi. Nadanya tetap tajam, menusuk.

"Tanpa media tahu kebenarannya pun sudah banyak artikel yang menuduh kita gay atau sejenisnya," tanpa sopan santun Kyuhyun menjawab acuh. Memberikan sedikit dukungan tersirat pada pasangan yang kini tampak sedang diadili.

"Tutup mulutmu, Cho Kyuhyun!" bentak Leeteuk.

Maknae Super Junior itu memang terkenal karena mulutnya yang tajam, tapi baru kali ini Leeteuk membentaknya seperti tadi. Dengan wajah memerah Kyuhyun akhirnya memilih diam. Itu yang terbaik saat ini.

"Apa yang kau inginkan dari mereka?" kali ini Heechul ikut bicara. Pada dasarnya sedari tadi ia diam karena memang tidak tertarik dengan topik ini, bukan karena takut dengan Leeteuk. Bagaimanapun emosi Leeteuk adalah yang paling mudah untuk diredakan walaupun tak ada yang menyangkal jika ledakan emosinya juga cukup parah.

"Memutuskannya?" Heechul mencibir.

"Kalau kau punya ide yang lebih baik, katakan saja, tak perlu bertele-tele Kim Heechul," Leeteuk memandang galak pada Heechul yang sama sekali tak takut dengan hal itu.

Heechul mengangkat bahunya. "Bukan aku yang menjalaninya, aku tak mau banyak bicara. Untuk apa susah-susah mengurusi sebuah hal yang tidak penting untukku," kata-kata pedas Heechul meluncur begitu saja. Tak memperdulikan member lain yang menatapnya dengan sorot pandang yang berbeda-beda.

Heechul berdiri di tempatnya. "Simpel, lepaskan saja, toh mereka sudah dewasa." sahut Heechul santai. Ia kemudian melangkah pergi, menggendong Heebum di dadanya. Terlalu malas untuk lebih lama lagi di ruangan itu.

Leeteuk tertegun. Menatap sang Cinderella.

"Bagaimanapun, kau tidak bisa memaksakan apa yang kau mau pada mereka, Hyung. Ingat, mereka punya hati masing-masing dan mereka saling mencintai." Sungmin ikut membuka suaranya. Ia menghampiri Leeteuk dan memeluknya tanpa ragu.

"Sungmin," gumam Leeteuk.

Yesung menatap tak percaya pada Sungmin.

"Aku mengakui aku yang paling bersalah disini, tapi jika keputusan hyung adalah meminta kami berpisah," sorat mata Yesung tampak menegas. "Aku sama sekali tidak bisa melakukannya, mianhae,"

Leeteuk tak bisa berbicara sama sekali. Ia nyaris tak percaya dengan keputusan Yesung. Mereka benar-benar berniat mempertahankan semua ini.

Sungmin tersenyum padanya. "Mereka sudah menyembunyikannya cukup lama," ia melirik Ryeowook yang masih menunduk pucat di tempatnya. "Tegakah hyung membiarkan mereka tersiksa dan terus memendam hal ini? Bahkan di depan hyung mereka sendiri, mereka ketakutan seperti itu,"

Leeteuk mengalihkan pandangannya pada Ryeowook yang masih terdiam di tempatnya. Berjalan dengan langkah pelan, diawasi oleh setiap pasang mata yang berada disana. Ia berlutut di depan tubuh mungil eternal maknaenya. Memegang bahu Ryeowook, kemudian ia tersentak saat Ryeowook agak menyingkir. Tubuhnya gemetar. Ryeowook ketakutan, ia tahu itu dengan jelas.

Rasa bersalah itu datang. Ia mencoba melihat raut wajah Ryeowook. Mata caramel yang selalu terlihat polos itu sekarang memerah. Menahan setiap titik airmata yang siap jatuh. Ia tahu ia telah menyakiti perasaan Ryeowook yang sensitif.

"Ryeowookie, mianhae," Leeteuk mencoba lagi menyentuh Ryeowook. Dan kali ini ia bersyukur karena tak mendapat penolakan lagi.

Leeteuk mengelus surai Ryeowook lembut. Memberikan kasih sayangnya seperti biasa kepada setiap dongsaengnya.

"H-Hyung," Ryeowook mendongak. Menatap Leeteuk, kemudian menghambur memeluk sang leader. Ryeowook sudah menangis sekarang. Menumpahkan airmatanya yang tertahan sejak tadi.

"Aku. . . Aku memang bukan lagi dongsaeng yang bisa kau banggakan. Aku mengecewakanmu, maaf." diantara isak tangisnya Ryeowook berucap.

Dan ucapan itu mampu menyakiti hati Leeteuk. Benarkah ia sebegini jahatnya? Hanya karena cinta dua orang yang sama sekali tak bisa dipersalahkan.

Leeteuk memeluk tubuh mungil Ryeowook erat-erat. "Uljima, Ryeowookie. Hyung mohon." ia tak sanggup lagi. Bagaimanapun ia terlalu menyayangi mereka.

Yesung menatap kedua orang itu. Begitu juga semua yang berada disana.

Donghae menyembunyikan wajahnya yang memerah dan bercucuran airmata dibalik bantal sofa. Sedangkan Eunhyuk menerima uluran tissue dari Shindong. Semuanya merasa terharu saat ini.

"Aku. . . aku sudah tak peduli lagi. Aku merestui kalian," ujar Leeteuk parau. Ia luluh. Membuang egonya sejauh mungkin.

Apa yang salah disini? Hanya dua orang yang mencintai satu sama lain. Apa itu harus dipermasalahkan olehnya? Tidak. Oleh karena itu Leeteuk merestui keduanya.

Seketika Yesung menerjang tubuhnya. Memeluknya dengan gumaman terima kasih yang tak bisa dihentikannya.

.

.

.

~ End Flashback ~

.

.

.

Saat-saat itu, terasa begitu sulit untuk mereka. Terasa sangat berat mempertahankan apa yang orang lain bilang tak seharusnya tetap dipertahankan.

Tapi siapa yang peduli?

Satu kata cinta itu berarti banyak untuk mereka. Karena mereka yang menjalaninya. Mereka yang berada didalamnya. Mereka yang meneguk manis ataupun pahitnya.

"Ryeowookie," Yesung yang masih betah memangku tubuh mungil Ryeowook, akhirnya berbicara.

Sekarang mereka berdua sudah berada di kamar yang ditempati Ryeowook. Setelah Yesung dengan tegas menyuruh namja manis itu untuk masuk karena ia memang menemukan Ryeowook berada dibawah hujan salju dengan baju tipis.

"Hmm?" gumam Ryeowook. Tangannya masih asik memainkan rambut sang kekasih.

"Apa kau masih mempercayaiku?" tanya Yesung.

Ryeowook menatap mata sipit itu. Yang kini seolah menuntut jawaban darinya.

Ia menghela napas pelan. "Kuakui, aku sempat tidak mempercayaimu, hyung," jawabnya jujur. "Tapi, apapun yang kau lakukan, bagaimanapun kita selanjutnya, kau selalu bisa membuatku percaya jauh lebih cepat dibanding saat aku berusaha menyingkirkan kepercayaan itu, hyung," Ryeowook tersenyum tipis.

"Kau yang terbaik di hidupku," ungkap Yesung. Ia mungkin tak pandai merangkai kata-kata yang baik untuk menunjukkan bagaimana Ryeowook untuknya, seperti apa yang sering Ryeowook ucapkan padanya. Tapi ia jujur dengan perasaannya, itu yang lebih penting.

"Apa aku harus mengatakan hal itu juga untukmu, hyung?" sifat usil Ryeowook kambuh.

Yesung menarik napasnya. "Aku tahu aku bahkan jauh dari kata baik untukmu. Tapi aku mau mencobanya, maukah kau memberiku waktu?"

Ryeowook melengkungkan sebuah senyum manis untuk kekasihnya. "Kau mungkin memang bukan yang terbaik," ujarnya. "Tapi kau kupastikan akan menjadi namja yang terakhir kalinya kucintai."

Ia meraih satu tangan Yesung yang berada di pinggangnya dan menaruhnya di dada kirinya, tapat didepan jantungnya. Yesung bisa merasakan irama yang tak beraturan di dalam sana.

"Hanya kau yang ada disini, memenuhi hatiku, dan membuat debaran ini pernah ada dalam hidupku. Kapanpun itu, aku yakin hanya Kim JongWoon yang sanggup membuatku seperti ini."

Yesung terkekeh. "Aku merasa kau sedang membuat sebuah lagu untukku,"

Ryeowook ikut tertawa pelan. "Aku akan memikirkan untuk hal itu saat aku punya waktu luang,"

Yesung mengelus pipi kekasihnya. "Hei, dengarkan aku," Dan mata caramel itu menurut, menatapnya lekat dengan tatapan polos itu. Yesung menarik napasnya sebelum ia mulai bicara.

"Aku minta maaf,"

Lagi. Yesung merasakan rasa bersalah yang menyakitkan itu. Tak bisa memghentikannya atau membuatnya lebih baik. Hanya dengan mengatakannya, bisa membuatnya sedikit lega.

"Untuk tak pernah berada disisimu beberapa bulan ini, untuk kebodohanku," Yesung melanjutkan kata-katanya.

"Untuk-, Hei aku belum selesai!"

Perkataan Yesung terpotong begitu saja saat Ryeowook menangkup pipinya dengan kedua tangan namja itu. Ryeowook mempertemukan dahi mereka dan menatapnya.

Namja bersuara tenor itu terkikik pelan melihat ekspresi kesal Yesung.

"Cinta yang tulus, tak akan pernah membutuhkan kata maaf atau terima kasih, hyung," bisik Ryeowook. Ia masih tersenyum.

"Tapi aku tak pernah lega jika aku tak tahu kau sudah memaafkanku atau belum,"

"Kau mau aku memaafkanmu? Itu tak bisa kulakukan, hyung,"

Jantung Yesung tertusuk belati saat Ryeowook mengucapkannya. Sebegitu bersalahnya ia saat ini, ia benar-benar menyesal.

"Karena aku tak pernah tau kesalahan apa yang pernah kau perbuat padaku. Aku tak pernah merasa kau berbuat sebuah kesalahan, maka kukatakan aku tak bisa memaafkanmu." lanjut Ryeowook.

"Yak!" wajah Ryeowook memerah saat dengan cepat Yesung mencuri sebuah ciuman dari bibirnya.

"Kau malaikatku," Yesung memeluk Ryeowook semakin erat.

Betapa bersyukurnya ia jatuh cinta kepada seorang namja bernama Kim Ryeowook. Karena hanya namja inilah yang mau menerimanya apa adanya. Mau berada disamping walaupun Ryeowook merasa lelah. Mau tetap bersamanya meskipun Yesung sudah menyakiti hatinya. Ia benar-benar bahagia.

Ryeowook menyamankan tubuhnya di pelukan Yesung. Merasa malu saat Yesung berkata seperti itu.

"Hyung?"

"Ne?"

"Kau tidak lapar? Ini sudah siang, aku mau memasak untuk makan siang," Ryeowook memainkan kancing kemeja Yesung.

"Apa yang mau kau masak?" Yesung bertanya balik.

Ryeowook memegang dagunya sejenak, berpikir. "Hyung mau apa? Biar aku buatkan saja," ia menatap polos mata obsidian kekasihnya.

Tak menyadari bahwa pertanyaannya membuat imajinasi Yesung melayang ke hal lain.

Namja tampan itu menyeringai.

"Bagaimana kalau kukatakan jika aku menginginkanmu?" dengan seduktif Yesung mengelus leher Ryeowook.

Membuat namja itu bergidik. Merasakan sesuatu yang buruk akan menimpanya setelah ini ketika tubuhnya diturunkan di ranjang secara perlahan oleh Yesung.

"Kau yang akan menjadi makan siangku hari ini, Ryeowookie,"

Smirk itu tercipta dengan sempurna.

Ryeowook meneguk ludahnya.

"Yak! Hyunggggg!"

"Ehm, selamat makan~"

.

.

.

~Y~~W~

.

.

.

Ryeowook POV

.

.

.

"Belum tidur?" suara serak Yesung hyung yang baru saja terbangun agak mengejutkanku yang sedang melamun.

Ini sudah tengah malam dan entah kenapa mataku tak mau terpejam. Insomniaku kambuh disaat yang tidak tepat. Sementara Yesung hyung yang memang sudah sejak dua jam yang lalu tertidur di sampingku.

Aku mengelus pelan pipi chubbynya. Huh, aku jadi punya keinginan aneh untuk menggigit pipi Yesung hyung sekarang ini.

"Belum," jawabku pelan sambil memberinya sebuah senyuman kecil.

Yesung hyung, masih dengan mata yang setengah terpejam, menatapku dengan mata sipitnya.

"Ini sudah malam sekali. Insomnia lagi?" tanyanya.

Aku yang sedang bersandar di kepala ranjang mengangguk kecil padanya.

Dia bergerak pelan. Melepaskan tangannya dari kungkungan selimut tebal dan melingkarkannya di pinggangku. Menumpukan kepalanya di pahaku. Dengan senang hati aku mengelus-elus rambutnya.

Haahhh, sudah lama sekali rasanya kami tidak seperti ini. Aku merindukan sosok ini. JongWoon hyungku. Kekasihku. Namjaku yang lucu walaupun seringkali terkesan dingin karena ekspresi pada wajah tampannya. Aku begitu merindukannya.

Merindukan semua sikapnya padaku. Obrolan-obrolan kecil kami. Atau sedikit bermanja padanya yang setiap waktu mau saja memanjakanku.

"Kau mau sesuatu? Atau ada yang menganggu pikiranmu? Hmm?" gumamnya cukup keras.

Sekarang jari telunjukku kugunakan untuk menelusuri wajahnya yang tampan. "Ahni, memang sering begini," ujarku. Aku menelusuri hidung mancungnya sekarang, mengelus sedikit bibir bawahnya, lalu kembali ke pipinya.

Aku kadang iri dengan kekasihku ini. Seakan tak pernah bertambah tua dari tahun ke tahun karena wajah baby face nya ini. Dia selalu terlihat seperti namja berumur belasan tahun. Dan jika aku mengatakan hal itu padanya, maka dia akan bilang kalau wajahku malah seperti anak berusia sepuluh tahun. Membuatku cemberut karena kata-katanya.

"Tidurlah, nanti kau sakit," suruh Yesung hyung. Dia memegang tangaku yang ada di pipinya. Membantuku mengelus-elus wajahnya.

Dia terkadang sangat manja seperti ini. Aku terkekeh sejenak. Cocok dengan wajahnya mungkin.

Betapa lucunya bayi besar yang ada di pangkuanku ini. Mungkin begini jika aku mempunyai anak dari Yesung hyung. Berwajah chubby dan selalu manja kepadaku. Menatapku imut dengan sorot mata yang polos khas seorang anak kecil. Memintaku menemaninya pergi membeli es krim atau mainan, mungkin bersama Yesung hyung juga.

Tapi kemudian dadaku berdenyut menyakitkan. Suatu rasa sesak yang tak wajar memenuhi dadaku. Membuatku mati-matian menahan airmataku untuk tak jatuh.

Aku ini seorang namja. Bukan yeoja. Mana mungkin aku bisa memiliki seorang anak dengan Yesung hyung. Menikah pun belum tentu bisa, apalagi untuk memiliki seorang JongWoon kecil?

Hatiku serasa diremas kuat. Tak akan ada hal itu. Harusnya aku sadar. Harusnya aku lebih realistis dalam hubungan ini kan'?

Aku melirik Yesung hyung. Tampaknya dia sudah tertidur lagi. Syukurlah, karena sekarang setitik cairan asin sudah mulai menuruni pipi tirusku.

Sadarlah Ryeowook, kadang kau harus menerima kenyataan jika hubungan ini sangat-sangat mustahil untuk dijalani. Kami bisa saja terus berkata jika kami akan terus baik-baik saja, tapi kenyatannya tak pernah ada yang bisa mengetahui hal itu di masa depan nanti.

Aku tak kuat lagi menahannya. Kurebahkan tubuhku disamping Yesung hyung dan memeluk tubuh yang lebih besar dariku itu kuat-kuat. Menyembunyikan wajahku di antara lipatan selimut agar ia tak mendengar sedikit saja isakan dari bibirku.

Aku terus menangis. . .

Entah untuk apa, tapi aku sangat ingin menangis. . .

Hingga aku tak sadar, dan tertidur di pelukan satu-satunya namja yang kucintai. . .

.

.

.

~Y~~W~

.

.

.

"Hyung?" Ryeowook menaikkan alisnya nelihat kelakuan kekasihnya yang aneh saat ini.

Mereka baru saja kembali ke dorm setelah liburan yang singkat di villa milik Sungmin itu. Baru saja mereka masuk, beberapa member menyambut mereka dengan wajah ceria, tapi Yesung malah memeluknya dengan begitu posesif.

Ada apa ini?

Yesung menatap tajam pada seorang namja tampan yang ikut berdiri disana bersama member Super Junior lain. Zhoumi.

"Ada apa, hyung?" rengek Ryeowook. Ia merasa risih saat ini karena semua member menatap mereka dengan pandangan geli.

Hingga tiba-tiba saja Zhoumi tertawa terpingkal-pingkal. Mengundang tatapan heran semua yang ada disana.

"Zhoumi gege kenapa?" tanya Henry polos.

"Mi? Apa kau salah makan?" Sungmin menepuk pundak Zhoumi dengan bingung.

"Tidak," Zhoumi menyahut di sela tawanya. Ia benar-benar tak bisa menahan tawanya semenjak melihat wajah Yesung saat menatapnya. Sungguh menggelikan.

"Zhoumi hyung kenapa?" tanya Ryeowook.

Zhoumi menghentikan tawanya. Ini akan semakin menarik jika ia mencoba suatu hal.

Dengan berani Zhoumi meraih tangan Ryeowook. Membuat Ryeowook bingung akan perlakuannya terutama ketika Zhoumi mencium punggung tangannya. Tepat didepan Yesung.

"Selamat datang kembali, Ryeowookie sayang,"

Semua terperanjat dengan hal yang baru saja Zhoumi lakukan.

"ZHOUMI!" teriak Yesung. Wajahnya sudah seperti banteng yang siap mengamuk saat ini.

"Yak! Zhoumi, apa yang kau lakukan?" pekik Donghae.

Kali Zhoumi tertawa lagi. Ia sungguh sudah tak kuat untuk berakting lagi. Tawanya menggelegar di dalam dorm.

"Zhoumi ge, kalau kau tidak mau terkena lemparan salah satu kura-kuranya Yesung hyung lebih baik kau segera berhenti," Kyuhyun berdecak melihat tingkah Zhoumi.

"Baiklah, baiklah aku hanya bercanda, astaga Yesung hyung hentikanlah deathglaremu itu, aku sungguhan takut," ujar Zhoumi. Menatap Yesung dengan ngeri.

Yesung memeluk Ryeowook dengan erat. Seakan takut namja manis itu akan diambil dari sisinya.

"Aku tak akan membiarkanmu macam-macam pada kekasihku," sahut Yesung ketus.

Semua yang ada disana melongo. Termasuk Ryeowook yang tidak mengerti dengan apa yang dibicarakan oleh kedua namja itu.

Zhoumi nyengir lebar mendengarnya. Sudah cukup tampaknya ia berakting demi sepasang kekasih ini.

"Aku tidak akan mengambil Ryeowook darimu, hyung. Tenanglah," ucapnya santai.

"Maksudmu?" Yesung menatapnya tajam. Walaupun sesungguhnya ia merasa lega dengan kata-kata Zhoumi barusan, tapi ketakutannya akan ancaman Zhoumi sewaktu itu masih tetap menguasainya.

"Aku tidak menyukai Ryeowookie, percayalah," Zhoumi tersenyum. "Aku hanya menakutimu saja waktu itu."

Yesung melotot tak percaya menatap namja koala di depannya itu. "Mwo?!"

Kyuhyun tertawa pelan. "Semua tahu kau akan membunuh siapa saja yang mendekati kekasihmu itu, hyung,"

"Kenapa kalian hobi sekali membohongiku?" tanya Yesung frustasi. Wajahnya merah padam.

"Yak! Hyung babo, kalau tidak dibohongi kau kan akan tetap berjalan lambat seperti ddangkoma," seru Kyuhyun.

"Kyunnie, sopanlah," tegur Sungmin.

Zhoumi mengangguk. Membenarkan apa yang baru saja dikatakan oleh Kyuhyun. "Benar, jika aku tak berbohong kalau aku akan mengambil Ryeowookie darimu mungkin kalian tak akan bersama seperti sekarang ini, hyung,"

"Mwoya?" mata Ryeowook membulat. "Zhoumi gege bilang begitu?"

Zhoumi mengangguk cepat. "Ayolah Wookie, aku hanya ingin membuat Yesung hyung bergerak cepat untuk berbaikan denganmu lagi,"

Wajah Ryeowook merona. "Tapi kami tidak bertengkar," elaknya.

"Kalian memang tidak bertengkar, tapi melihatmu lesu setiap harinya itu tampak lebih buruk daripada melihat kalian bertengkar secara terang-terangan," Eunhyuk berkata jujur. Donghae mengiyakan perkataannya.

Yesung melepaskan pelukannya pada tubuh Ryeowook dan mendekati Sungmin. "Gomawo untukmu, Min. Karena kau telah membantu menyadarkanku."

Yesung baru saja mau merangkul Sungmin saat Kyuhyun dengan sigap menarik tubuh itu ke dalam pelukannya. "Dilarang menyentuhnya, hyung," ujar Kyuhyun tegas.

Tak sampai lima detik ia sudah mendapat dua jitakan manis dari Yesung dan Sungmin.

"Maknae kurang ajar," gerutu Yesung.

"Bagaimana kalau kau memelukku saja, hyung? Bukannya aku juga membantumu?" tawar Zhoumi. Ia merentangkan kedua tangannya.

Yesung tersenyum, maju untuk memeluknya. "Gomawo, Zhoumi ah. Kalau kau tak berkata seperti itu padaku, aku yakin jika aku masih bimbang sekarang ini," bisik Yesung pelan. Sebisa mungkin agar Ryeowook tak mendengarnya.

"Kalau begitu, jaga Ryeowook baik-baik ne, hyung? Kalau tidak, kupastikan aku akan benar-benar mengambilnya," Zhoumi mengedipkan sebelah matanya sambil tersenyum genit ke arah Ryeowook saat pelukan Yesung sudah dilepas.

"Yak! Koala cina!" jerit Yesung.

.

.

.

~Y~~W~

.

.

.

~ Bukankah kita pernah berjanji untuk tak pernah meninggalkan satu sama lain? Seberapa kuat janji itu jika jelas di depan kita ada yang siap melepaskan semuanya? Kau tahu? Aku tak akan sanggup melepasmu. . . Tak akan pernah sanggup. . . ~

.

.

.

~Y~~W~

.

.

.

[ T . B . C ]

.

.

.

.

Y & W

.

.

.

.

.
Annyeong! Rin balik bawa lanjutan ff ini... Adakah yang nunggu lanjutannya?

Rin minta maaaaaaf banget karena ff ini adalah ff Rin yang paling lama updatenya x((
Mianhe ne?

Jujur aja sebetulnya hari ini pun Rin agak malas update karena yah Clouds tau sendirilah soal tanggal wamil Yesung appa yang udah diconfirm itu. Serius Rin sedih buat ngelepas wamilnya Yesung appa, tadi pagi malah sempet nangis karena kaget sama beritanya... :((( adakah yang sama kayak Rin?

Ah iya karena dulu pernah ada reader yang salah paham karena Rin pernah bilang tentang kesibukan Rin ditengah tugas-tugas dan Rin disangka anak kuliahan, Rin mau bilang kalau Rin itu masih 15 tahun yaa... Rin line 97 kok :)))

Terlalu muda ya? Soalnya banyak yang bilang gaya bahasa Rin ketuaan(?) sih ahahaha...

Nah ini Rin lagi buka openfollow deh buat reader :)) ada yang mau follow akun twitter Rin? RheStyaUtami :))

Tapi Rin mau bilang sebelumnya kalau Rin ini SONE juga selain ELF, jadi kalau ada yang ga suka sama eonniedeul SNSD jangan follow yah... Rin males liat fanwar di teel, bukannya sombong atau ga mau follow yang lain selain fandom Rin ^^ semuanya boleh kok...

Nah ini balasan review chapter sebelumnya ~~~

Ririn Chubby : iyaa disini alasannya Yesung udah dikasih tau :) Zhoumi cuma ngancem kok, ga serius mau jadi orang ketiga... Disini cuma bilang other pairing bukan all pairing jadi aku bikin cuma Yewook sama Kyumin aja yang lainnya ngga... Mianhae :( gomawo sudah review

Eternalclouds2421 : feelnya dapet? Thanks ^^ aku memang berusaha buat mereka senyata mungkin dengan sifat aslinya biar feelnya dapet... Untuk ending diliat nanti aja ya ^^ fave ga dilarang kok silahkan aja kkkk~ thanks reviewnyaaa ^^

Chikakyumin : iyaa tapi sekarang udah deket kok :)) makasih reviewnyaa

Kim Sooyeon : thankssss :))

YJYWYSshipper : maafnya aku lama updatenya :( iyaa aku juga selalu berpikir positif kok untuk semua kritikan :)) gomawo ne

Evil roommate : ne itu alasannya :) thanks reviewnyaaa

Lailatul . Magfiroh . 16 : gomawo udah review :) ini udah lanjut kok... Maaf lama

Ichigo song : ne :) gomawo reviewnyaa

AnieJOY'ERS : gomawo reviewnya ^^ ini udah lanjut

Niisaa9 : Ne ^^ ini udah dilanjut... Thanks reviewnya

Fieeloving13 : iyaa lanjut kok ^^ thanks udah review

Eunsoopark58 : iyaa ini udah lanjut ^^ thanks reviewnya

Yuzuki Chaeri : begitu juga dengan saya ^^ saya mendukung! Jinjja? Gomawo sudah bersedia meralat, emm mungkin aku harus panggil eonnie ya? :)) thanks reviewnya eonnie!

RinriChoi : sabar eonnieee x( jangan emosi dulu kkkk... Iyaa mianhae aku bukannya ga perhatiin soal POV kok tapi aku ingin reader bisa nebak perasaan masing masing karakter disini makanya aku hilangkan penjelasan POVnya dulu :(( gomawo eonnie ^^

Yewook turtle : kalo bingung, aku minta maaf yaaa... Soalnya itu untuk mendukung feel cerita... Aku mau reader bisa nebak dan paham perasaan masing-masing karakter disini makanya aku hilanya dulu POVnya :)) Love or Lose udah update kok... Gomawo reviewnya...

Cloud prince : ini buat kamu yang selalu review sepanjang kereta di semua ff ku *hugs* aku bikin full yewook moment! Gomawo selalu review sepanjang itu! :))) aku jadi semangat karena reviewmu ehehhee

Kim eun won : yesung ga pacaran sama yeoja kok :)) iyaa ini udah lanjut! Thanks reviewnya ^^

Guest : ne ini dilanjut ^^ gomawo sudah review

Yulia Cloudsomnia : ne ini sudah lanjut! ^^ gomawo reviewnya

Dheek enha : gomawo reviewnyaaa ^^ iyaa ini dilanjut

Guest lyw : iyaa ini memang ff kok :)) tapi aku berusaha bikin karakternya senyata mungkin kkkk... Gomawo reviewnya :))

Capdinocup : kakak sayaaaaangggg aku ga pernah liat reviewmu di ffku yang satu lagi masa x(( jangan harapkan yewook berantem karena aku ga kuat bikinnya *slap* nih dilanjut~~ harus review *maksa* *plak* :3 thankseuuu~~ dan ya aku minta ijin buat bikin fanartmu jadi pic di ff ini kakakkkkk ^^v source : dappuccino yaah... Aku ga bisa mencantumkan dimanapun nih...

Kim Jongmi : tenang eon ini masih tbc kok belum end :33 yoona sama jiyeon? Kkk udah baca love or lost belom? Neee gomawo reviewnya eonnieee ^^

Guest : menurutmu ini makin seru ga? Ehehhee... Thanks reviewnya :)

Hanazawa kay : semogaa yaaa :)) thanks reviewnyaaa ^^

Nah akhir kata Rin nunggu kalian yang udah baca untuk review ff Rin kkkk ^^ kritikan atau saran silahkan dimasukkan ke review ne~

So GIMME YOUR REVIEW PLEASEEEE ^^

See youuu~~~