'MY CUTE LITTLE JEON'

Cr. Pledis Ent, SM ent, Plan A Ent, BigHit Ent.

Kim Mingyu

Jeon Wonwoo (Child)

Kim Taehyung

Jeon Jungkook

Jeon Somi (Child)

Meanie

others.


Wonwoo duduk di depan kelasnya dengan tenang.

Kelas sudah selesai sedari tadi, dan bocah bermata rubah itu menunggu jemputannya datang.

Beberapa anak yang mengenalnya melambaikan tangan dengan riang saat melewati bocah mungil pendiam itu. Bergandengan tangan dengan ayah atau ibu yang menjemput mereka.

Tatapan iri Wonwoo terkadang muncul tak terelakkan.

Tapi Wonwoo sudah terlalu pandai menutupnya.

Sebuah pesan masuk kedalam ponselnya tiba-tiba.

'Wonwoo, maaf sekali! Aku sedikit telat menjemputmu! Ada urusan sedikit yang tak bisa kutinggalkan. Ingat jangan kemana-mana, dan jangan ikuti siapa-siapa. Jangan mau diantar siapapun bahkan oleh gurumu.'

Itu pesan dari Mingyu.

Bibir mungil Wonwoo merengut.

Paman Kim pagi tadi berkata kalau yang akan menjemputnya nanti adalah Mingyu. Karena sopir pribadi Seulgi sakit, jadi paman Kim diminta untuk mengantar Seulgi ke bandara untuk bisnisnya di luar negeri.

Seseorang lalu duduk disamping Wonwoo sesaat setelah Wonwoo selesai membaca pesan dari Mingyu.

"Hai,,," sapaan ramahnya membuat Wonwoo menoleh.

Itu wali kelasnya, Taehyung seongsaengnim, yang punya senyum hangat kekanakan, dengan suara berat yang sangat lembut ditelinga Wonwoo.

"Kau Jeon Wonwoo kan? Maaf aku belum terlalu menghafal nama anak-anak dikelasku."

Wonwoo mengangguk maklum lalu membalas senyum Taehyung.

"Aku sedang menunggu jemputan, kau juga?" tanya Taehyung lagi.

Anggukan singkat yang didapatnya.

Tapi Taehyung maklum, Wonwoo sangat pendiam di kelas. Hanya duduk, mendengarkan penjelasan darinya, dan hanya akan membuka mulut jika ditanya.

Namun aura yang dikeluarkan Wonwoo berbeda dengan anak-anak kebanyakan. Wonwoo terlihat sangat kuat dan rapuh disaat yang bersamaan. Membuatnya lebih berhati-hati jika bicara dengan Wonwoo.

Dari kejauhan tadi sebenarnya dia sudah menatapi Wonwoo, melihat gerak-geriknya, menyadari tatapan mata iri Wonwoo yang tidak terlalu kentara saat melihat anak-anak lain yang dijemput dan digandeng oleh orang tua mereka.

"Boleh kutemani sampai yang menjemputmu datang?"

Entah apa yang membuat Taehyung berusaha mendapat perhatian Wonwoo.

Wonwoo menoleh.

"Kalau seongsaengnim sudah dijemput, aku tak apa menunggu disini."

"Yang menjemputku mungkin akan lama juga, dia orang yang sangat sibuk." Ucap Taehyung diiringi senyum.

Dua orang beda usia itu lalu terdiam lagi.

Taehyung sibuk dengan segala pemikirannya tentang Wonwoo.

Sedangkan Wonwoo.

Entah apa yang dipikirkan bocah mungil itu.

"Mum!"

Setelah beberapa lama sebuah suara imut melengking memecah keheningan yang tadinya tercipta sesaat.

Dua orang yang duduk ditempat yang sama itu menoleh bersamaan, menatap dua sosok menghampiri mereka.

Menghampiri Taehyung tepatnya.

Senyum langsung terekah dari bibir Taehyung.

"Apa kami terlalu lama?" Tanya seseorang dengan setelan jas rapi.

Wali kelas Wonwoo itu menggeleng, membuat rambut halusnya bergerak bebas.

Tangan Taehyung langsung menyambut pelukan dari seorang bocah berseragam elementary school yang berbeda dari Wonwoo dengan dua kucir menghias rambutnya.

"Apa yg dilakukan barbie girl mummy hari ini?"

"Introduction, mum. Dan hari ini aku menghabiskan bekal makan siangku!"

Taehyung tersenyum bangga, lalu menghadiahi si bocah cantik itu dengan kecupan sayang.

Yang lebih tinggi terkekeh.

"Kukira kau tak bisa menjemput kami."

"Aku pulang awal hari ini. Akan kugunakan untuk mengantar kalian pulang dan makan malam bersama"

Kening Taehyung mengeryit.

"Pulang awal? Ada acara apa?". Tanyanya penasaran.

"Tak ada."

"Kantormu sangat jauh dari sini. Aku dan Somi bisa naik bus dan pulang kerumah sendiri, Jungkook-ah"

Terlalu hafal dengan kebiasaan buruk kekasihnya itu.

Tangan Taehyung otomatis membenahi dasi pemuda yang dipanggil Jungkook itu saat melihatnya berantakan.

"Tak apa, hari ini aku terlanjur buat Janji untuk makan malam dengan kalian. Setelah itu aku bisa kembali ke kantor lagi"

"Jangan mentang-mentang ayahmu pemilik perusahaanya jadi kau bisa seenaknya."

Telunjuk Taehyung mendorong dada Jungkook main-main.

Sesaat melupakan keberadaan rubah mungil di belakangnya.

"Ah!"

Taehyung menghadap kebelakang, menurunkan Somi dari gendongannya lalu berjongkok dihadapan Wonwoo.

Sedikit perasaan bersalah muncul, melihat tatapan Wonwoo saat menatapnya sekarang hampir sama dengan tatapan Wonwoo tadi.

Tangan mungil gadis bersweater kuning cerah itu menggenggam kemeja yang dipakai Taehyung erat. Matanya mengikuti tatapan Taehyung pada Wonwoo.

"Mmm, sepertinya seogsaengnim harus pulang terlebih dahulu. Kamu benar-benar tidak apa-apa menunggu disini sendiri? Atau seongsaengnim harus mengantarmu pulang?"

Sebuah gelengan diberikan lagi.

Pemuda manis itu tak mau memaksa murid imutnya itu.

"jika kau tak keberatan, bagaimana jika seongsaengnim menyimpan nomermu? Kau butuh bantuan mungkin lain kali?"

Taehyung menatap Wonwoo dengan tatapan mengharap.

Entah apa yang membuatnya sangat tertarik dengan salah satu murid dikelasnya itu.

Sedikit ragu Wonwoo memberikan ponsel yang sedari tadi ada di saku jas sekolahnya. Dengan senyuman Taehyung menerima ponsel Wonwoo, menelfon nomernya sendiri.

"Terima kasih, jangan segan-segan menghubungi seongsaengnim, ya?".

Wonwoo membungkuk sopan.

"Mum..."

Suara mungil lain di belakang Taehyung membuat Taehyung menoleh.

Matanya langsung menangkap binar penasaran dari mata Somi.

"kenapa sayang? Mau berkenalan dengannya?."

Taehyung lalu sibuk memperkenalkan dua bocah imut itu, berhadapan dengan sifat super diam Wonwoo dan ke akftifan Somi.

Meninggalkan satu orang dewasa lain yg terpaku menatapi Wonwoo.

"..dad."

"Dad!".

Suara peri mungilnya membuat Jungkook menoleh dan tersadar.

"Dad harus berkenalan juga dengan Wonu! Wonu,,, ini , dan Daddy ini Wonu, kau tau dad? Namanya Jeon Wonu! Sama dengan nama depanku ya dad? Dad juga..."

Bocah elementary school itu menarik tangan Jungkook dengan antusias, menyatukannya dengan tangan mungil Wonwoo yang dingin.

Wonwoo lalu membungkuk sopan dengan satu tangan masih berada di genggaman Jungkook.

"Jeon Wonwoo-imnida." Ucap bocah mungil itu.

Jungkook seakan tertohok mendengar nama depannya terucap dengan sangat jelas didepan nama Wonwoo dari bibir mungil bocah itu sendiri.

Seakan mendapat perasaan yang sama, Wonwoo kecil merasa tangannya menghangat saat orang dewasa yang baru dikenalnya itu menggenggam tangannya.

Perasaan aneh muncul, yang Wonwoo tak tahu perasaan macam apa itu. Membuatnya terpaku, tak fokus pada wajah orang dewasa dihadapannya tapi pada genggaman yang membuatnya merasa,,,

,,,nyaman?

"Wonwoo! Oh, maafkan aku!".

Sebuah suara serasa menyelamatkan Jungkook.

Jungkook lalu melepaskan genggaman tangannya dari Wonwoo.

Seseorang pemuda dengan tubuh menjulang berlari dan berhenti tepat dihadapan Wonwoo.

"Maafkan aku, cafeku sangat berantakan hari ini. Aku benar-benar tak bisa meninggalkannya. Oh, astaga kau boleh memukulku!". Ucap pemuda itu beruntun.

Dan Wonwoo hanya memutar matanya.

"Emm... anda?".

Suara Taehyung membuat Kim Mingyu menoleh dan baru membuatnya sadar jika dia tak hanya berdua dengan Wonwoo disitu.

"Eh, oh. Maafkan aku. Aku tak tahu, kau..." mata Mingyu memicing dan melihat name tag di kemeja Taehyung.

"oh, kau guru disini. Kim Mingyu. Aku yang menjemput Wonwoo. Terimakasih sudah menemaninya."

Mingyu membungkuk sopan dan langsung dibalas oleh Taehyung.

"Tidak, tidak masalah sama sekali. Saya wali kelas Wonwoo juga kebetulan."

Taehyung tersenyum menunjukkan eye-smile manisnya.

Mingyu melirik ke arah seorang lain bersetelan yang tadi dilihatnya sedang berjabat tangan dengan Wonwoo.

Merasa dipandangi Jungkook mengulurkan tangannya.

"Jungkook, Jeon Jungkook. Aku sedang menjemput Taehyung. Dan Tae-hyung, bisakah kita pulang sekarang?".

Kim Mingyu mengeryit mendengar nama Jungkook.

Taehyung lalu mencubit perut Jungkook main-main.

"Kau tidak sopan, aku sedang berbincang dengan wali murid salah satu anak didikku."

"Tak apa, sungguh. Kami juga akan pulang sekarang. Ayo kita pulang, Woo."

Mingyu lalu membawa tubuh mungil itu ke dalam gendongannya.

"Ahjusshi, aku bisa jalan sendiri."

"Ini permintaan maafku, oke."

Taehyung tersenyum melihat interaksi lucu itu.

Sedang Jungkook hanya diam menatap mereka berdua.

"Kami pulang dulu, Taehyung saem. Terima kasih."

Sekilas melirik Jungkook, Mingyu dan Wonwoo lalu berjalan meninggalkan Taehyung, Jungkook, juga Somi yang terkantuk-kantuk.

"Ayo pulang," ajak Taehyung pada Jungkook yang masih menatap punggung Mingyu.

"Kenapa? Kau mengenal Kim Mingyu-ssi?" tanya Taehyung heran sambil membawa Somi kedalam gendongannya.

"Ah, oh. Tidak." Sahut Jungkook.

"Kau kelelahan ya? Kau banyak melamun hari ini." Ucapnya dengan mata menatapi wajah kekasihnya itu.

"Iya mungkin. Ayo kita pulang."

Mata rubah Wonwoo mengintip dari bahu Mingyu, menatapi keluarga kecil itu.

Sesuatu entah apa membuat dadanya sesak, padahal dia terbiasa melihat pemandangan seperti itu.

"Woo, kau baik-baik saja?." Tanya Mingyu kemudian, heran.

"Mmm... ". Tak menyahut.

Dan Wonwoo hanya melesakkan wajahnya ke bahu tegap Mingyu.

"Kau sudah mengantuk?."

Mingyu heran, tapi dia senang juga.

Jarang-jarang bocah rubah kesayangannya ini bisa bermanja-manja padanya.

Hari ini Mingyu mambawa Wonwoo ke kafenya lagi.

Mama Wonwoo lagi-lagi terlalu sibuk, bahkan hanya untuk menjemput Wonwoo dari elementary schoolnya, dan akhirnya meminta Mingyu untuk menemani Wonwoo seharian.

(Mingyu terkadang bersyukur untuk sibuknya Seulgi)

Ditemani dengan pekerjaan rumahnya sebagai murid elementary school, Wonwoo menunggui ahjusshi tampannya itu bekerja.

Sesekali Mingyu akan duduk disampingnya, melihat bagaimana si imut itu serius dengan pekerjaan rumahnya.

"Kau tak ada kesulitan?". Tanya Mingyu sambil menatapi wajah Wonwoo.

Sebuah gelengan singkat diberikan.

Mulut Mingyu mencebik.

Lagi-lagi dia merasa tak berguna dihadapan bocah kesayangannya itu.

"Hyung! Pelanggan!".

Mingyu mengembalikan raut wajahnya lalu meninggalkan Wonwoo dengan berat.

Si rubah kecil sudah memegang rubik cube saat Mingyu kembali sambil membawa secangkir susu dan kue kering untuknya. Buku-buku yang tadi dihadap Wonwoo dengan tekun, tertata rapi disamping bocah itu.

"Sudah selesai?."

"Sudah ahjusshi... Dan, sebenarnya tidak apa-apa ahjusshi meninggalkanku sendirian disini jika ahjusshi sibuk." Ucap Wonwoo tanpa menatap Mingyu.

Tak melihat raut kucing terbuang yang dibuat Mingyu.

"Tak apa, aku punya banyak pegawai."

Wonwoo mengangguk-angguk, tangannya hampir menyelesaikan rubik cubenya itu.

Mata tajam Mingyu, menatapi tiap pergerakan Wonwoo. Mengingat apa yang terjadi tadi.

Di dalam perjalanannya ke cafe, Wonwoo hanya diam. Tak mengucapkan sepatah katapun.

Keheningan seperti itu sebenarnya sudah biasa dihadapi Mingyu ketika dia bersama dengan Wonwoo.

Namun keheningan yang dirasakannya kali ini berbeda.

Ada sesuatu yang membuat Wonwoo meredupkan binar dimata sipitnya.

Apa yang salah?

Keluarga kecil harmonis milik gurunya tadi?

Atau sesuatu terjadi disekolah?

Mingyu bahkan tak berani membuka mulutnya untuk menanyakan itu.

"Woo..." ucap Mingyu akhirnya.

"Hmm."

Tinggal satu langkah kotak warna-warni yang dipegangya itu akan selesai.

"Hanya menawari,"

"Jika suatu saat ada yang membuat harimu berat, kau boleh berbagi padaku."

Lanjut Mingyu perlahan.

Jemari mungil Wonwoo mengetat pada rubik cube-nya.

Kata-kata Mingyu memang sedikit rumit. Tapi Mingyu tahu dengan siapa dia bicara sekarang.

"Hyung!". Panggil salah seorang pegawainya.

"Aku datang!".

Mingyu bangkit dari tempatnya.

Namun terhenti ketika merasakan tarikan halus pada kain celananya.

"Sungguh boleh?". Tanya Wonwoo tanpa menatap Mingyu.

Wajah Mingyu cerah seketika.

"Tentu! Kapanpun!".

Lalu tersenyum.

Wonwoo menatap wajah senyum Mingyu, lalu mengangguk.

I almost cry everytime i remember about this fanfiction.

i am a bad author right?

i am stuck on that chap almost 2 month.

hh,,, honestly i have a problem with my mood.

i can't write without any good mood, and recently i have an very bad day.

so, i am sorry.

Still hoping for your all reviews.

I Love You, All.

ah, you can found me on Twitter.

MeeMichaelis

Mikhaela