oOOo CHICKEN SOUP FOR OUR FAMILLY oOOo
Author : rainy hearT
Length : Series
Rated : M
Cast :
- Cho Kyuhyun
- Lee Sungmin a.k.a Cho Sungmin
- Other SUJU and DBSK member.
- Cameo : Jungmo (Trax) as Choi Jungmo.
- Pemeran gak penting : Nenek Lampir a.k.a Yeoja gag jelas
Pairing : KYUMIN and Other Pair
Disclaimer : Semua cast milik Tuhan dan diri mereka sendiri. Tapi, Sungmin selalu dan akan selalu menjadi milikku#plak#ngarep#Sungmin juga milik Kyuppa#
Genre : Romance / Drama/Humor (dikit)
Warning : Lemonan NC 21, Boy x Boy / BL / YAOI, gaje, typo disana-sini, EYD tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.
Summarry : "Hidup ini terdiri dari berbagai rasa dan warna. Manis, asin, terkadang juga asam. Warna merah, putih ataupun kuning, semua warna bercampur menjadi satu. Tersaji dalam sebuah mangkuk kehidupan yang akan terus berjalan dan berakhir pada kebahagiaan. Chicken Soup, satu mangkuk penuh warna, penuh rasa."
Mianhe karena Updatenya lama banget. Author bener-bener minta maaf. Adakah yang masih menunggu FF ini ?
HAPPY VALENTINE DAY'S
Be Patient with Me please. No Copas/No Bash. Sedikit Penyiksaan buat segerombolan yeoja centil gag jelas.#untukyangSONE,mianhe.#
HAPPY READING
oooCHICKEN SOUP FOR OUR FAMILLYooo
Chapter 3
.
.
KyuMin House # KyuMin Side
.
.
"Begitulah Kyu, Wookie dan Yesung memang peri. Dan karena Wookie dan Yesung, aku bisa hamil dan kita memiliki Sungie dan Min." Sungmin selesai menceritakan apa yang ia lihat dan dengar bersama Hyukkie dari Wookie. Kyu yang mendengarkan dengan seksama sambil memeluk pinggang Sungmin hanya bisa menghela nafasnya setelah mendengar tentang ancaman Raja peri.
"Tapi, bagaimana dengan mereka nanti ?"
"Menurutmu, Wookie harus bagaimana ?" Sungmin bertanya balik.
"Akh, bagaimana yah ?" Kyu mendesah pelan dan mencium pucuk kepala Sungmin. "Bagaimana kalau kita buatkan Jongki yang lain untuk mereka."
Oke, pikiran pervert Kyu sudah mulai berjalan karena mencium aroma wangi tubuh Sungmin yang masih menyandarkan kepalanya pada dada Kyuhyun. Sungmin yang belum sampai ke titik pervert itu hanya terus mencoba menangkap arah pembicaraan Kyuhyun.
"Itu lho chagi, Jongki yang baru. Kurasa ini satu-satunya jalan."
"Mwoya ? I don't get it. Explain to me please..."
"Ish..." Kyuhyun mendesah kesal dan meraih satu tangan Sungmin yang tadinya melingkar di pinggang Kyuhyun. Kyu mengarahkannya ke bawah selimut. Menyentuh sesuatu yang tengah menegang di bawah sana.
"Kya ! Kita baru kemarin melakukannya. Dan itu 5 ronde. Aku capek Kyu, oke...! Let me have more sleep."
"Ayolah Ming, nanti Kyu Junior akan kesakitan."
Sungmin mencoba melepaskan diri dari pelukan erat Kyu yang masih melingkarkan lengannya pada pinggang Sungmin. "Ahni Kyu, aku tak mau baby bangun. Hentikan sekarang !" Sungmin sedikit berteriak karena kesal.
"Sssshhh... jangan berteriak. Nanti uri aegya bangun."
Sungmin kontan langsung diam dan berusaha mati-matian menahan gejolak dalam tubuhnya saat tangan nakal Kyu sudah mulai memelintir nipple Sungmin.
"Pervy Kyunie..."
"Yes, sexy Ming..."
"Hentikan sekarang Kyunie, atau kau tidak akan mendapatkan jatahmu lagi SE – LA – MA – NYA ."
Sungmin mengancam dan sangat jelas, memberi penekanan pada kata 'selamanya.' Ia menatap tajam pada Kyuhyun, seakan mengatakan padanya untuk segera menyingkirkan tangannya dari tubuhnya.
"Arraseo." Kyuhyun yang kesal langsung melepaskan pelukannya pada tubuh Sungmin. Ia segera tidur membelakangi Sungmin, menahan kesal dan tentunya menahan panggilan juniornya yang sudah semakin merintih kesakitan.
Sungmin hanya terkikik lirih dan menatap punggung Kyuhyun. Sebenarnya ia juga tidak ingin memperlakukan Kyuhyun seperti itu, hanya saja tidak bisa ia tahan lagi, seluruh badannya masih sakit karena kegiatannya kemarin.
Karena merasa bersalah pada Kyuhyun, Sungmin terus saja gelisah. Ia benar-benar takut jika setelah ini Kyuhyun akan mendiamkannya. Perlahan ia melingkarkan lengannya pada pinggang Kyuhyun. Mendekatkan tubuhnya dan berbisik lembut ditengkuk Kyuhyun.
"Mianhe baby Kyunie, tapi aku benar-benar masih kesakitan karena tindakanmu kemarin. Jangan marah padaku."
.
.
Cho Kyuhyun POV
.
.
"Arraseo."
Apa-apaan dia ? Bukannya sudah menjadi tugasnya untuk melayaniku ? Kenapa malah jadi seperti ini ? Menyebalkan sekali ! Aku sengaja tidur memunggungi dia, benar-benar tidak bisa kutahan lagi kekesalanku saat ini. Bagaimana bisa dia membiarkan juniorku membengkak begini ?
Tanganku terulur untuk mengusap juniorku sendiri, akh... rasanya benar-benar sakit saat ini. Awas saja kau Lee Sungmin, kau akan menyesal telah menolak suamimu yang tampan ini. 'Awas kau !'
Ish... bagaimana ini ? Aku benar-benar tidak bisa tidur sekarang, juniorku terasa pegal dan terus mengganjal di bawah. Aku harus menuntaskannya sendiri, tapi ... masa aku harus menuntaskannya sendiri ?
"Eh..." Aku merasakan lengannya melingkar di pinggangku. Hei, apa-apaan dia ? mau menggodaku huh ? Ish... benar-benar menyebalkan. Lihat saja nanti Minnie, aku akan membuatmu menyesal. Ya, kau akan benar-benar menyesal.
"Mianhe baby Kyunie, tapi aku benar-benar masih kesakitan karena tindakanmu kemarin. Jangan marah padaku."
Ish, kalau kesakitan tidak mungkin dia terus melenguh seperti memanggilku untuk terus melakukannya. Aku menggigit kuat bibir bawahku. Ayolah, ini sangat menyiksa. Merasakan nafas hangatnya menggelitik tengkukku membuat juniorku semakin menegang.
Akhirnya karena kesal aku berbalik dan menatapnya. Kulihat mata foxynya benar-benar memerah. Meski cahaya kamar kami redup, bukan berarti aku tak bisa melihat raut kesedihan di wajah cantiknya. Tapi maaf Lee Sungmin, kali ini kau tak akan mendapatkan maafku semudah itu.
Aku menyingkirkan lenganya dari pinggangku, "Aku mau tidur di kamarku saja."
"Tapi Kyu..."
Aku tak akan bergeming sekarang, entah dia akan menangis atau tidak, aku tak akan membiarkan dia menang begitu mudah. Aku pergi meninggalkan kamar kami, menuju kamarku sendiri. Mengunci pintunya dan langsung menuju bed-ku.
Aku mengusap bagian bawahku, aish... juniorku benar-benar harus dipuaskan sekarang. Tapi...
.
.
Cho Kyuhyun POV End
.
.
Perlahan tangan Kyuhyun masuk ke dalam celana piyamanya dan memelorotkannya sedikit. Membebaskan juniornya yang benar-benar terasa sesak. Perlahan mengocoknya sendiri. Ia benar-benar harus mengeluarkan hasratnya malam itu juga.
"Ahhhh... ouuhhhh... sssshhh ahhh..."
.
.
Sedangkan Sungmin...
.
Cho Sungmin POV
.
"Aku mau tidur di kamarku saja."
"Tapi Kyu..."
Dia pergi meninggalkan kamar kami. Aku benar-benar merasa bersalah kali ini, tapi...
"Hiks... hiks... Kyunie..." Aku tak bisa lagi menahan air mataku. Mengapa dia harus semarah itu padaku. Padahal hanya karena masalah sekecil ini. Mengapa harus sampai meninggalkan kamar kami ?
Aku terus saja terjaga, benar-benar tak bisa tidur. Karena gelisah dan takut, aku beranikan diriku untuk mencari Kyuhyun. Mungkin saja dia ke kamarnya. Aku mendekati pintu kamarnya.
"Ck... terkunci."
Aku berusaha mengetuknya beberapa kali, tapi tetap saja ia tak mau membukanya. Kyu, kumohon jangan seperti ini padaku. Dengan langkah lemas, aku kembali ke kamar kami. Berbaring sendiri di kasurku yang super besar ini. Seharusnya ada Kyuhyun yang memelukku, tapi...
"Hikss... Kyunie... Mianhe Kyunie..."
.
.
Cho Sungmin POV end
.
.
Pagi harinya
.
"Sungie, kau bersama Halmeoni dulu nde, Umma akan membangunkan Minhyun dulu."
"Mmmm..." Sunghyun mengangguk dan meminum susu dari botolnya. Diam dalam gendongan salah satu pelayan mereka menuju ke kamar Teukki. Sedangkan Sungmin, kini ia harus berpusing ria. Ia mencoba membuka kamar Kyuhyun, namun sepertinya namja itu masih tidur.
"Kamarnya masih terkunci, ck... bagaimana ini ?"
Terpaksa Sungmin harus membangunkan sendiri, Minhyun yang masih lelap, sibuk dengan mimpinya. Perlahan Sungmin mendekatkan bibirnya pada telinga Minhyun dan mulai bernyanyi.
Namun sayang, sampai liam belas menit Sungmin bernyanyi tetap saja Minhyun tidak bangun. Bahkan bergerak sedikit pun tidak. "Ck... Min-ah ireonna, Mommy takut nanti kita terlambat Min."
"Biar aku yang membangunkannya."
"Eh, iya Kyu."
Sungmin terkejut mendapati Kyuhyun yang sudah berdiri di pintu dan berjalan mendekat pada Minhyun. Jika biasanya Kyu akan memberikan Morning Kiss, namun agaknya dia tidak akan memberikannya hari ini. Kyu berjalan begitu saja melewati Sungmin dan duduk disisi Minhyun.
Sungmin hanya menatap Kyuhyun dengan mata sayunya. Ia benar-benar kehilangan morning kissnya pagi ini. Tapi, Sungmin berusaha mati-matian untuk menahan tangisnya. Ia tak mau terlihat lemah dimata Kyuhyun. Apalagi jika Minhyun menemukannya menangis, akan sangat tidak baik bagi anak kecil.
Sungmin tersenyum mendengar nyanyian Kyuhyun. Ia menatap lekat pada Kyuhyun yang terus bernyanyi ditelinga Minhyun dan mengusap lembut rambut pendek putrinya itu. Sesekali mencium pipi chubby Minhyun. Hal biasa yang selalu dilakukan Kyuhyun setiap paginya.
Are you sleeping, are you sleeping
Little Min, Little Min
Lovely daddy is coming, your daddy is coming
Come wake up, come wake up
Perlahan Minhyun mengerjapkan mata foxy cantiknya dia tersenyum dan langsung memeluk Kyuhyun. "Daddy..." berteriak senang dan mencium bibir Kyuhyun.
Sungmin menatap kecut pada anak dan ayah itu. Ia mengusap bibirnya sendiri, "Kyu... why i don't get my morning Kiss ?" Ia menggumam lirih namun masih bisa didengar oleh Kyuhyun. Kyuhyun menggendong Minhyun, mendekat pada Sungmin.
"Because you have been so naughty to me last night, that your punishment baby Ming." Kyuhyun menyerahkan Minhyun dalam gendongannya. "Aku akan berangkat cepat, mungkin akan pulang malam. Aku tak bisa menjemputmu di sekolah, kau bisa pulang sendiri atau menyuruh supir menjemputmu. Jaga anak-anak baik-baik Ming, dan ingat, kau tidak boleh terlalu dekat sengan Sunny."
Kyu menghentikan kata-katanya sebentar dan mengusap kepala Minhyun, mengecupnya sekilas. " Minhyun tidak akan suka kau dekat dengan Sunny, dan aku rasa Sunghyun juga akan membenci hal itu."
Kemudian Kyuhyun mendekati pipi Minhyun dan mengecupnya sekilas. Menatap wajah Minhyun dan mengajak putrinya untuk ber-hi five dengannya. "Nah Minhyun, jaga mommy baik-baik nde. Daddy akan memberikan hadiah untukmu."
"Yeay... game balu. Hamsa daddy."
"Bye, daddy pergi dulu."
"Pay daddy..."
Sungmin hanya diam menyaksikan moment ayah dan anak itu. Ia benar-benar harus menahan tangisnya yang seakan hampir meledak membasahi pipinya. "Nah Minhyun sekarang kita mandi dulu."
Sungmin berjalan menuju ke bathtub di kamarnya. Tanpa ia ketahui, Kyuhyun tengah tersenyum evil disepanjang jalan, dari keluar kamar hingga menuju mobilnya. "Kita lihat saja Ming, kau akan menyesal telah menolakku malam tadi."
.
.
" Umma, kami akan berangkat dulu." Sungmin memberikan bekal Minhyun dan Sunghyun pada salah satu pelayannya. Dan berjalan bersama dengan kedua anaknya. Ia masuk kedalam mobilnya dan menyiapkan baby seat untuk kedua aegyanya. Sedangkan Minhyun dan Sunghyun menunggu di pintu keluar rumah bersama dengan pelayannya.
"Belajar yang baik nde," Teukki datang dan memeluk kedua cucunya itu.
"Nde Moni."
"Minhyun, Sunghyun, jangan nakal ya !" Heenim berteriak lalu berjalan mendekati dua baby yang sedang menunggu Sungmin didepan pintu.
"Nde Moni."
Heechul tersenyum dan mengusap pucuk kepala dua cucunya itu. "Moni akan membelikan kalian oleh-oleh nanti."
"Hamsa Moni." Minhyun dan Sunghyun memeluk Heechul bergantian. Lalu berjalan memeluk Hangeng yang masih sedikit jauh dibelakang Heechul. "Boji, Sungie dan Min belangkat dulu."
"Nde, baik-baik di sekolah nde."
Kedua baby itu mengangguk dan masuk kedalam mobil mereka.
"Bye Umma, Appa."
"Bye Sungmin."
"Nah, sekarang suruh supir Kim untuk mengantarku. Aku ingin kerumah Jae eonni." Heechul memerintah pelayannya. Ia lalu menatap Hangeng. " Boleh kan Hannie ?"
"Ajak Teukkie bersamamu." Hangeng menjawab sekenanya lalu berjalan masuk menuju ruang tamu lagi. Kembali membaca koran paginya. "Apa Jungmo masih sering mengikutimu ?"
"Tentu Hannie, tapi tenang saja karena dia malah mengejar-ngejar Teukki sekarang."
"Mwo ?" Hangeng meletakkan korannya dan menatap pada Teukkie. "Jeongmallayo ?" Teukki mengangguk lemas. " Itu karena kemarin aku menghalang-halangi Jungmo untuk mendekati Heenim, eh malah aku yang menjadi sasarannya sekarang."
Buttler Kim mendekat dan membungkuk pada Hangeng. "Ada apa Kim ?"
"Diluar, ada mobil BMW putih, dan kalau tidak salah lihat itu adalah tuan Choi Jungmo."
"Mwo ?" Ketiga orang disana berteriak berjama'ah (?) dan saling menatap. "Ck... mau apa dia kemari ? Bukankah aku tidak ada urusan bisnis dengannya ?"
"Kau memang tidak ada urusan bisnis denganku Hangeng."
"Hei, siapa yang mengijinkanmu masuk kedalam rumahku ?"
"Chullie, jangan ketus begitu. Aku kan tamu di rumah ini, bukankah begitu Teukki ?" Jungmo menatap Teukki dan tersenyum padanya. Duduk dengan santai di sisi Teukki. "Ck... aku tak menyangka kalau Teukki juga sangat cantik meski tidak berdandan."
"Ish, pergi sana kau Jungmo. Jangan dekati Eonniku." Heechul menarik Teukki untuk duduk bersamanya. "Iya, kau menggangguku Tuan Choi. Sebaiknya kau pulang sekarang." Teukkie menatap takut pada Jungmo, sejujurnya ia memang benar-benar ketakutan sekarang.
"Nah kau dengar bukan Jungmo, sebaiknya kau pergi dari rumahku. Lagipula tidak ada yang senang kau berada disini." Hangeng berdiri membenarkan jasnya. Lalu menatap tajam pada Jungmo. "Aku sudah memaafkanmu untuk hal yang kau lakukan pada istriku kemarin. Dan aku harap kau tahu diri Jungmo. Teukki tidak mengharapkanmu di rumah ini."
"Hmm, baiklah. Aku akan pulang dulu, tapi jangan kira aku menyerah." Jungmo menatap Teukki dan mengerlingkan matanya pada Teukki. "Kau cantik, seperti angel. Dan aku tampan, juga kaya raya. Bukankah kita sangat cocok ? Lihat saja nanti, aku akan menjadikanmu istriku."
Jungmo memakai kacamata hitamnya yang norak dan berjalan dengan santai meninggalkan rumah Hangeng. "Ish... mengapa ada orang seperti itu sih ?" Heechul mengumpat tak jelas menatap miris pada Jungmo. "Hanie, kurasa kita harus menjaga Teukkie baik-baik."
Sedangkan Teukkie, sedari tadi hanya diam. Ia benar-benar bingung harus berbuat apa. Ingin mengumpat, rasanya tak pantas. Lagi pula Jungmo juga belum begitu mengganggu kehidupannya. "Hmmm, mungkin sebaiknya aku berhati-hati dengannya."
"Nde, mulai sekarang kau tidak boleh pergi sendiri Teukki. Jungmo itu seperti hantu, dia bisa berada dimanapun tanpa kita duga."
"Nde, kalau begitu aku akan memerintahkan supir untuk selalu menemani dan mengantarmu. Baiklah Heenim, aku pergi dulu. Pagi ini aku ada rapat dan pulang malam. Kalau mau kerumah Jae nunna sebaiknya kau menginap saja disana. Aku akan pulang ke sana."
"Nde Heenim, lagi pula aku tidak bisa menemanimu. Aku harus kerumah Junsu. Dia memintaku untuk membantunya menyiapkan toko bunganya yang baru. Dia membuka cabang baru di pasar."
"Oke, kalau begitu jaga dirimu baik-baik Teukkie." Hangeng mendekat pada Heechul dan mencium kening istrinya itu. "Tunggu aku dirumah Jae nunna."
"Nde Hanie."
.
.
Disekolah
.
.
Diruangan VIP di cafe itu, kini sudah diisi dengan tiga namja yang tengah menunggu aegya mereka. Yesung, Wookie, dan Sungmin.
"Kemana Hyukkie ?"
"Dia menitipkan Eunhae padaku. Dia pergi membantu Junsu Ahjumma membuka toko bunganya yang baru di pasar. Jadi nanti Eunhae akan pulang bersamaku." Jawab Sungmin sekenanya. Ia lalu menatap iba pada Yesung dan Wookie.
"Jadi, bagaimana dengan kalian dan Jongki ?"
"Entahlah." Yesung menghela nafasnya. "Aku sudah tak punya kekuatan lagi. Jika Jongki dan Wookie tetap bersamaku maka mereka akan ada dalam bahaya."
"Sungie, jangan berbicara seperti itu." Wookie menatap Yesung dengan mata sayunya. Ia hampir menangis sekarang. "Aku tak akan meninggalkanmu. Bukankah kita sudah membicarakannya ?"
"Ehm, mianhe." Sungmin menatap ragu pada Wookie dan Yesung, "Tapi apa tidak mungkin, jika Jongki memiliki kekuatan seperti kalian ? Bukankah dia lahir dari peri, seharusnya dia mempunyai kekuatan peri."
"Entahlah Minnie, aku belum pernah melihat dia mengeluarkan kekuatannya. Kekuatan peri itu akan keluar dengan sendirinya. Kami tidak bisa membuatnya, tapi untuk menghilangkannya Raja Peri bisa melakukannya." Yesung meminum kopi hitamnya yang terasa pahit. Ia benar-benar bingung sekarang.
"Lalu apa keputusan kalian ?"
"Aku bingung Minnie-ah. Aku sudah memutuskan untuk tetap bersama dengan Yesung hyung, dan juga Jongki. Tapi jika harus kehilangan Jongki dan Yesung hyung aku rasa aku..."
Wookie berusaha keras menahan air matanya, ia benar-benar bingung sekarang. "Bagaimana jika kau membuat Jongki dan Yesung lain. Untuk sementara aku bisa menyembunyikan Yesung dan Jongki di rumah lamaku yang kurasa masih layak untuk ditempati. Rumah itu cukup bersih karena ada penjaga yang selalu membersihkannya. Otte ?"
Secercah senyuman terlukis di bibir kedua namja didepan Sungmin. "Hei, mengapa tak terfikirkan olehku ?"
"Nde Hyung. Aku kan masih mempunyai kekuatan peri. Aku akan menciptakan Yesung hyung dan Jongki yang lain. Dan kalian bisa tinggal di rumah Minnie sampai appa benar-benar percaya jika kalian sudah mati. Kurasa ini jalan keluar yang paling mungkin."
"Baiklah, nanti aku akan mengantar Yesung dan Jongki kerumah lamaku. Kalian bisa kesana. Tapi, aku harap kau tidak mengunjungi mereka dulu Wookie. Kau harus tetap mengurus Yesung dan Jongki yang baru. Agar terlihat seperti betulan."
"Hmm... baiklah."
Senyuman terlukis diwajah ketiga namja itu. Namun tak bisa disangkali, Sungmin masih merasa takut dan khawatir. Ia terus menatap ponselnya. Jika biasanya Kyuhyun akan menelfonnya, namun rasanya ia tidak akan mendapat telfon itu siang ini."
.
.
Baby's Side
.
.
"Nah, sekarang waktunya istirahat. Kita akan makan snack bersama." Suara Sunny terdengar di seluruh penjuru ruangan yang benar-benar ramai oleh jerit anak-anak disana. Ia lalu mengambil satu kotak besar berisi piring dan gelas plastik. Meletakkannya di meja kecil yang panjang dan menatanya baik-baik. Sedangkan tutor yang lain membantu anak-anak itu untuk mencuci tangannya.
"Conce, Min cuci tangan cama conce." Minhyun menarik-narik rok dress Sunny. "Baiklah, ayo cuci tanganmu." Mereka berdua berjalan menuju kran kecil diluar. Tapi bukan Minhyun namanya jika dia tidak menjahili Sunny.
Sunny menggendong Minhyun dan mengangkatnya mendekati wastafel yang ada di luar ruangan kelasnya. Namun bukannya mencuci tangan, Minhyun malah menengadahkan tangan kecilnya berusaha mendapatkan air sebanyak banyaknya dan menyiramkannya di wajah Sunny.
"Kya ! Apa yang kau lakukan ? Kya ! Berhenti anak nakal !" Namun Minhyun tidak berhenti, dia terus melakukan itu berkali-kali. Karena kesal, Sunny menurunkan Minhyun dan menatapnya tajam. "Kau nakal, kau tahu itu."
"Mmmm... Min tau." Minhyun mengangguk dan tersenyum menyeringai evil khas Kyuhyun. Ia memakai rok Sunny untuk mengeringkan tangannya, "Eih, apa yang kau lakukan Minhyun ?" Tapi Minhyun tak bergeming ia menatap Sunny dan tersenyum aneh padanya dan menginjak kaki telanjang Sunny dengan sepatunya lalu berlari cepat menuju kelasnya. "Kya, Appo. Ish, Minhyun tunggu ! Awas kau ya, anak nakal !"
"Wleeee..." Minhyun menggoda Sunny didepan pintu kelasnya. Menjulurkan lidah dan menggoyangkan bokong kecilnya. "Eh, menantangku rupanya. Awas kau Minhyun !"
"Jangan begitu." Satu tepukan mendarat di bahu Sunny. "Kepala Sekolah."
Yeoja tua itu membenarkan kacamatanya dan menatap tajam pada Sunny. "Dia adalah putri keluarga Cho, penanam saham terbesar di sekolah ini dan aku berharap kau tidak macam-macam dengan mereka. Jika kau masih mau bekerja disini, sebaiknya dengarkan aku."
"Nde Kepala Sekolah."
Sunny menunduk takut. Ia tak berani menatap kepala sekolah itu. Ia masih menunduk hingga akhirnya yeoja tua itu berlalu dari hadapannya. "Ish, Minhyun. Kau benar-benar nakal."
Dikelasnya Minhyun sedang menikmati biskuitnya bersama Jongki, Eunhae dan Sunghyun.
"Min balu saja nyilam Conce tadi. Selu loh." Kata Min dengan bangga dan meminum susunya. "Min jahat cama conce ? Wae ?" Eunhae bertanya dengan wajah polosnya sambil meminum susu strawberrynya.
"Conce dekat-dekat Mommy, Cungi juga gak cuka ma conce."
"Eh... bagaimana kalau kita keljai lagi ?" Eunhae menatap jahil pada Sunny yang baru masuk ke kelasnya. Rok biru mudanya terlihat basah atau bisa dibilang seluruh bajunya sudah basah.
"Jangan, nanti Umma malah."
"Ish, Jongki. Conce itu cuka deket-deket Mommy. Min tidak cuka." Minhyun menatap Jongki. Wajah Jongki langsung memerah saat menyadari wajah cantik Minhyun sedang berada sangat dekat dengannya. "Iy-ya deh. Telselah Min ajah."
"Nah... gitu dong." Minhyun memeluk Jongki dan mencium pipinya. "Jongki tampan deh. Besok kalau besal, jadi Daddynya Min ya ?"
"Eih...?" Jongki menatap horor pada Minhyun. Namun karena takut melihat tatapan Minhyun yang menurutnya sangat menakutkan itu akhirnya ia mengangguk. "Ishh, Min. Macih kecil juga cudah cepelti itu."
"Bial saja, wlee..." Minhyun menjulurkan lidahnya pada Eunhae. Eunhae dan Sunghyun hanya bisa menggeleng ria melihat Minhyun yang masih asyik memeluk Jongki. Sedangkan Jongki sendiri sudah ketakutan dan sangat terlihat wajahnya yang merah karena malu.
"Eih, lihat Juniol. Juniol akan ngeljain Conce, lihat ya." Eunhae berdiri dan berjalan mendekati Sunny. Tak lupa ia membawa kue tart pisangnya yang ia bawa dari rumah. "Conce, ini untuk conce. Ini Mommy Juniol lho yang buat."
Karena Eunhae kecil dan tingginya hanya sebatas paha Sunny jadilah Sunny sedikit berjongkok untuk menerima kue itu. "Gamsahae Juni..."
"Ahahahaha..." terdengar tawa nyaring anak-anak diruangan itu. Sedangkan Junior langsung berlari meninggalkan tartnya yang masih menempel di wajah Sunny. "Hahahahaha... liat deh. Conce cepelti badut. Lucu ..." Minhyun dan yang lain masih tertawa terpingkal-pingkal melihat Sunny yang berusaha membersihkan wajahnya.
"Kelja bagus Juniol. Aku akan belikan Oppa cebagai hadiahnya."
"Eihhh... Min..." Sunghyun menatap horor pada adiknya.
Sedangkan Sunny harus menahan marahnya. Ia tak jadi mengumpat kesal saat mendapat kode dari tutor yang lain. Ia melihat ke arah pintu dan menemukan sesosok yeoja tua yang tak lain tak bukan adalah kepala sekolahnya. Sedang menatap tajam padanya.
"Huh, sabar-sabar." Sunny menggumam lirih dan membersihkan wajahnya dengan wipers.
.
.
Dirumah Jaejong
.
.
"Eonni, kenapa dia bisa ada disini ?" Heechul berbisik lirih pada Jaejong. Kini mereka berdua sedang duduk di balkon samping rumah Jaejong. Menunggu teh hangat yang sedang di buatkan oleh Yoona.
"Hmm, mollayo. Aku juga tak mengerti kenapa dia terus saja datang kerumah. Aku takut Yunho akan marah karena aku terus membiarkannya kemari."
"Memangnya untuk apa dia datang eoni. Bukankah seharusnya dia malu dan tahu diri. Hae itu sudah menikah." Heechul menatap intens pada Jaejong. "Eonni, kau tak berniat untuk membuat Hae bercerai dengan Hyukkie dan menikah dengannya bukan ?"
"Eh, kenapa bertanya seperti itu ? Tentu saja tidak Heenim. Yunho sudah memperingatkan aku. Lagi pula Hyukkie sudah memberikan Junior pada kami."
"Tehnya datang."
Heechul menatap tajam pada Yoona. Seakan siap untuk mencakar wajah yeoja yang sok manis itu. "Ini Jae Umma, teh hijau untukmu. Dan ini milk tea hangat untuk Heechul ahjumma."
Yonna duduk di hadapan Heechul dan Jaejong. "Cuaca sedang dingin sore ini ya ? Minumlah, selagi hangat."
"Untuk apa kau datang kemari ?" Heechul langsung bertanya to the point pada Yoona. Sedangkan Jaejong sibuk meniup teh hangatnya. Ia sedang ingin menjadi penonton saja sekarang.
Yoona tersenyum dan memeluk nampan yang ia gunakan untuk membawa minuman tadi. "Aku hanya mengunjungi Jae Umma."
"Memangnya dia Ummamu ? Sejak kapan kau jadi anaknya ? Jangan memanggilnya Umma."
"Akh itu, aku..."
"Apa tujuanmu sebenarnya ? Bukankah kau tahu, Hae itu sudah berkeluarga dan mempunyai anak. Apa tidak malu ? Atau memang urat malumu sudah putus ?"
"Heechul Ahjumma..." Yoona menundukkan wajahnya. Jujur, ia sangat takut jika berhadapan dengan Heechul. "Kalau masih punya malu, sebaiknya kau tahu diri. Aku lihat kau cukup cantik, kurasa mudah mendapatkan yang lain. Jangan mengganggu rumah tangga orang lain."
"Heenim..."
"Apa eoni ? Kau mau membelanya ?" Heechul menatap tajam pada Jaejong. Jaejong yang merasa tak enak dengan Yoona akhirnya mengalah. "Heechul benar, mungkin sebaiknya kau mencari yang lain saja. Kuharap kau menemukan yang lebih baik dari Hae."
"Tapi aku..."
"Ish, kau dengar tidak sih ? Eonni saja sudah mengatakannya padamu ? Atau sekarang pendengaranmu itu juga berkurang. Sebaiknya kau pergi dari rumah ini dan jangan pernah kembali lagi. Atau aku akan benar-benar menendangmu dari rumah ini jika aku menemukanmu berada disini lagi."
"Nde Ahjumma."
Yoona langsung berdiri dan meraih tasnya. Ia langsung berlari menuju halaman depan, mengambil mobilnya dan pergi meninggalkan rumah Jaejong.
Tinggallah dua yeoja yang saling bertatapan sekarang. "Mwoya ?" Heechul menatap Jaejong. "Eonni mau membelanya ? Awas saja kalau kau sampai bertemu dengannya lagi, Eonni. Aku tak akan membiarkan Hae dan Hyukkie berpisah."
Jaejong hanya tertunduk dan meminum tehnya. "Aku hanya kasihan padanya Heenim. Tapi memang, dulu aku menginginkannya menjadi menantuku. Kalau sekarang, lain lagi. Hae sudah memilih Hyukkie dan aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi."
"Sebaiknya begitu eonni, atau jika sampai Hae dan Hyukkie bercerai maka aku akan benar-benar mencakar yeoja itu. Lihat saja nanti."
Heechul menyeringai khas evil yang sudah turun temurun menjadi ciri khas keluarganya. Namun Jaejong yang memang lebih lemah lembut dibanding Heechul hanya bisa diam dan menggeleng heran melihat saeng-nya tersebut.
.
.
Kyuhyun Side
.
.
"Sajangnim, bunga yang anda pesan sudah datang."
"Baiklah bawa masuk."
Kyuhyun mematikan telfon kantornya. Tak lama kemudian datanglah sekertarisnya membawa buket bunga mawar merah dan satu mawar putih di tengah bunga itu. "99 bunga mawar merah dan 1 bunga mawar putih."
"Bagus, letakkan disana."
Sekretaris itu meletakkan buket diatas meja tamu di ruangan Kyuhyun dan kembali menuju meja Kyuhyun. "Ini tiket ke Paris dan ini alamat apartemen yang sudah saya sewa atas nama Sajangnim. Montparnasse Studio terletak di lantai 12 di Montparnasse Building 67 Avenue du Maine 75014 Paris, Prancis. Juga tiket pertunjukan di teater rue de la Gaêté."
"Kau yakin, ini dekat dengan Menara Eiffel ?"
"Tentu sajangnim. Valentine disana akan sangat ramai, bahkan di teater sedang diadakan pertunjukan Romeo and Juliet in Love. Ini tiketnya, anda bisa kesana kapan saja. Penerbangan hari Jum'at besok. Karena Valentine hari minggu, saya sudah memesan meja di restoran Jules Verne di lantai dua Menara Eiffel."
"Baiklah, kau bisa bergi sekarang."
Sekretaris itu membungkukkan badannya sekilas, kemudian pergi meninggalkan ruangan Kyuhyun. "Gotcha Baby Ming." Kyuhyun menyeringai menatap tiket dan paspornya. "Hmmm... valentine kali ini, kau tak akan pernah bisa melupakannya. Aku akan menjadi suami terbaik untukmu."
Kyuhyun meraih ponselnya. "Yeobosseoyo, Hae hyung."
"Nde Kyu, waeyo ?"
"Aku akan ke Paris selama Jum'at besok, kuharap kau bisa membantuku untuk mengurus kantorku."
"Han ahjussi ?"
"Appa, dia akan pergi dengan Umma. Lagipula Sunghyun dan Minhyun akan merepotkan dirumah, mungkin Hyukkie bisa menjaga mereka untuk kami. Aku tak mau merepotkan Teukki ahjumma."
"Tapi..."
"Ayolah hyung, bantu aku."
"Tapi valentineku..."
"Hyung..."
"Aish, arraseo. Kau bisa menyerahkan mereka pada kami."
"Akh, gamsahae Hyung." Kyuhyun mematikan ponselnya dan tersenyum puas. Ia duduk dikursinya dan mencium aroma bunga mawar yang sudah disiapkannya untuk Sungmin.
Kyuhyun keluar kantornya dan menghampiri sekretarisnya. Lengkap dengan bunga dan tas kerjanya. "Yun Ji, kosongkn jadwalku sampai Jum'at depan. Masalah tender yang lain, aku sudah meminta Hae hyung untuk mengurusnya. Jika ada masalah kau bisa menghubunginya. Ingat jangan ganggu honeymoon kami. Arraseo !" Sekretarisnya mengangguk, "Nde, sajangnim." Kyuhyun berjalan meninggalkan kantornya dengan seringaian khas yang tercetak jelas di wajah tampannya.
.
.
KyuMin side
.
.
"Hhhh..." Sungmin menghela nafasnya lemas. "Ini sudah jam sebelas malam, kenapa Kyunie belum pulang juga." Sungmin kembali menguap dan menatap ke arah dua bed kecil di kamarnya. Kedua aegyanya sudah tidur pulas. "Akh, haus." Sungmin berjalan menuju kulkas kecil disudut kamarnya, ia hendak meminum air didalam botol mineralnya, tapi tiba-tiba dari belakang ada sesosok namja yang dengan cepat membungkam mulut dan hidung Sungmin dengan sapu tangan yang sudah ditetesi dengan cairan obat bius. Seketika Sungmin jatuh dalam pelukan namja itu. "Gotcha baby Ming." Namja itu, Kyuhyun, meletakkan Sungmin diatas bednya.
Namja itu menarik satu koper besar dan turun menuju halaman rumahnya. "Jika Teukki umma bangun besok, minta dia untuk mengurus Minhyun dan Sunghyun. Berikan kaset ini pada Teukki Umma. Minta dia untuk memainkannya agar Minhyun mau bangun. Katakan pada Teukki Umma, Minhyun dan Sunghyun akan diurus oleh Hyukkie hyung, jadi Umma bisa beristirahat. Aku dan Sungmin akan ke Paris selama seminggu. Bawa koper ini, masukkan ke mobilku."
Pelayan itu membawa kopernya menuju mobil Kyuhyun, sedangkan Kyuhyun menghampiri kedua aegyanya, "Mommy dan Daddy akan pergi dulu baby, bye..." Kyuhyun mendekati namja cantik yang masih tak sadarkan diri. Menggendongnya di pundaknya dan berjalan turun ke bawah. "Aku pergi dulu."
"Nde Tuan Muda." Kyuhyun masuk kedalam mobilnya, menuju airport. Senyuman terukir diwajah tampannya. Di jok belakang, sudah ia siapkan buket bunga dan juga mantel hangat untuk Sungmin. "Kita akan melakukannya Ming, dan aku pastikan kau tak akan bisa menolakku."
.
Paris, Perancis
.
.
Kyuhyun meminum winenya. Menatap lembut pada namja yang masih tidur dan terbang dialam mimpinya. Duduk mendekati Sungmin dan mengusap pipi chubbynya, mengecupnya sekilas. "Ieronna chagi." Kyuhyun melumat bibir Sungmin. Menggenggam erat tangannya dan menindih tubuh Sungmin. Sungguh ia sudah sedikit mabuk sekarang.
Kyuhyun terus melumat bibir yang semakin terasa manis baginya, menghisap dan menggigir lembut bibir itu. "Emmmhhh..." Perlahan Sungmin bangun dan membuka matanya. Kyuhyun mengangkat tubuhnya dan menyeringai. "Akhirnya, cara yang praktis untuk membangunkan seorang Cho Sungmin."
"Eh... Dimana ini ? Kenapa aku..." Sungmin mencoba mengingat kejadian terakhir yang menimpanya. "Kau !"
"Ish, tak usah berteriak begitu."
"Kau yang membiusku, ish kampungan ! Apa yang kau pikir Tuan Cho ! Kenapa bertindak seperti itu, dan dimana ini ? Akh... Uri aegya, bagaimana dengan mereka, siapa yang akan mengurus mereka, Kyu aku emmmpppphhh... Kyuhhhh mmmmhhhh..." Sungmin melenguh saat Kyuhyun menciumnya dengan kasar dan memeluk tubuhnya erat.
Kyuhyun menyudahi ciumannya dan menyeringai. "Diamlah Ming, dan nikmati honeymoon kedua kita."
"Honeymoon ?" Sungmin yang masih bingun kini ikut mendudukkan tubuhnya. Sedangkan Kyuhyun mengambil sebuket bunga mawar yang sudah dibawanya sejak kemarin malam. "Untukmu."
"Mwo ? Untukku ?"
"99 bunga mawar, menandakan cintaku padamu yang berada ditingkatan angka sembilan, angka tertinggi dan terbesar, dan satu mawar putih, sebagai tanda bahwa kaulah satu-satunya kesucian cintaku Ming." Kyuhyun mengecup dahi Sungmin dan mengusap kedua pipinya yang sudah merona merah. "Happy Valentine, mianhe tidak ada coklat atau hadiah lain."
"Gwenchana Kyunie." Sungmin meletakkan bunganya dan dengan segera memeluk tubuh Kyuhyun dengan erat. Menciumi leher suaminya. Kyuhyun mengusap Rambut lembut Sungmin dan menciumnya, "Tapi..." Kyuhyun menangkup pipi Sungmin dan mengusapnya dengan kedua ibu jarinya. "Aku punya Kyu Junior sebagai hadiah untuk mu."
"Hei pervy daddy." Sungmin memukul pelan dada Kyuhyun. "Ayolah Ming, masa aku harus main single lagi ?"
"Tapi Kyunie, aku belum mandi dan ini pasti sudah hari Sabtu malam, ish badanku bau. Sebaiknya aku man...mmmmhhhh... Kyuhhhh mmmmhhh..."
Kyuhyun yang sudah tidak kuat menahan hasratnya lagi, akhirnya mulai menjalankan aksinya. Ia sungguh tak mau bermain single lagi hari ini. Perlahan Kyuhyun membaringkan tubuh Sungmin dan menindihnya tanpa melepaskan ciuman mereka. Dengan kasar Kyuhyun meremas dada Sungmin dari luar dan menarik kasar piyama itu hingga semua kancingnya terlepas. Tanpa memberikan jeda, Kyuhyun langsung menyambar leher Sungmin dan menghisapnya kuat. "Mmmhhhh Kyuhhhh ahhhnnnn...ahhh..." Sungmin melenguh saat merasakan lidah Kyuhyun bermain ditelinganya dan sesekali menggingit gemas telinga Sungmin. Tangan Kyuhyun sudah meremas dada Sungmin, sesekali menjepit dan memelintir gemas nipple pink kecoklatan yang sangat menggoda itu.
Tangan Sungmin ikut memanjakan Kyuhyun. Jemarinya sudah meremas gemas bokong Kyuhyun, menyusup dibalik celana piyama Kyuhyun. Hingga akhirnya jemari nakalnya menemukan sesuatu yang menegang di bawah dan bermain dengannya. "Ouuuhhh Ming... Assshhhhh" Kyuhyun melenguh saat Sungmin langsung mengocok cepat juniornya. "Lets play fast baby Kyunie." Dengan kasar Sungmin membalikkan keadaan, ia mendorong Kyuhyun dan menindihnya. Sungmin langsung memelorotkan celana Kyuhyun, membebaskan Junior Kyuhyun yang sudah membesar. Membuka semua kancing piyama Kyuhyun dan menghisap nipplenya. Satu tangannya sudah menjepit nipple Kyuhyun dan tangannya yang lain tengah mengocok cepat junior Kyuhyun.
"Ouh... Ahhh... Ahh... Ming... Ahhh... Ahhh..." Kyuhyun terus melenguh cepat. Tangannya menekan kepala Sungmin membuat Sungmin semakin bersemangat untuk menghisap nipple Kyuhyun.
"Ouhhh... Aku akan keluar Ming... Akhhhh... Ahhh... Ming..." Tubuh Kyuhyun mulai bergetar dan dengan cepat cairan itu menyembur keluar dan membasahi perut Sungmin. Sungmin menghentikan aktivitasnya dan melepaskan pakaiannya sendiri. Kyuhyun hendak bangun namun ditahan oleh Sungmin.
"Biarkan aku melakukannya sendiri Kyunie, sebagai hadiah Valentinmu." Sungmin mencium ujung junior Kyuhyun. Jemarinya bermain dengan twinsball Kyuhyun. Sesekali meremasnya gemas. Tangan Sungmin yang lain tengah memilin nipplenya sendiri. "Ouhhh Ming don't tease me ouhhh..."
Sungmin langsung mengulum Junior Kyuhyun dengan cepat, membuat junior itu kembali menegang merasakan sempit dan hangatnya mulut Sungmin.
"Akh Ming... Ahhhh..." Sungmin terus memaju mundurkan kepalanya, menghisap kuat Junior Kyuhyun. Sebentar kemudian Sungmin menghentikan kegiatannya. Dia tersenyum pada Kyuhyun dan perlaha memposisikan holenya sendiri diatas junior Kyuhyun.
"Aaahhhsss... Ahhh..." Sungmin memejamkan matanya menahan sakit yang terasa membakar di holenya. "Ahhhh... Ahhh..." perlahan ia menggerakkan tubuhnya naik dan turun. "Ming ahhhh... Ini nikmatthhh... Ahhhh..."
"You like it ?"
"Nde... Ahhh... Ahhh... Ming... Lebih cepat ahhh..." Tangan Kyuhyun tidak tinggal diam, mulai mengocok junior Sungmin dengan cepat. "Akhhh aku ahhh... Kyuhhh ahhhh !" Sungmin melenguh keras saat ia orgasme untuk yang pertama kalinya. Dengan cepat Kyuhyun membalik keadaan dan menahan kaki Sungmin di bahunya.
Dengan cepat ia menyodok hole Sungmin.
"Ahhh...ahhh Ming ahhh... Ahh..."
"Kyuh deepeer ahhh... Kyuhh ahhh..."
Kyuhyun semakin mempercepat genjotannya, cepat dan kasar hingga kasur mereka berderit cepat seiring dengan genjotan Kyuhyun.
"Kyuhyun semakin mempercepat genjotannya dan mengocok kembali junior Sungmin.
"Ahhh... Hampir sampai Ming ahhh nikmathhh ahhh..."
"Bersama Kyuhhh ... uuuhhh..."
.
Crooot...
.
Cairan Sungmin menyembur kemana-mana, sedangkan cairan Kyuhyun masuk membanjiri hole Sungmin. "Gomawo chagi."
Kyuhyun mencium kening Sungmin sekilas dan menarik perlahan juniornya. "Akhhh... Pelan Kyuh..." Sungmin mendesah kecil saat merasakan junior Kyuhyun menggesek pelan otot-otot holenya.
Kyuhyun membuka tirai kamarnya dan terlihatlah pemandangan yang indah sore itu "Welcome to Paris."
"Kyuhyun..." Sungmin tersenyum dan menatap dalam pada Kyuhyun. Ia berusaha mendekati Kyuhyun dan memeluknya. Tubuh naked mereka kembali menempel dan saling bergesekan. "Gomawo Kyunie."
"Nde Chagi, Happy Valentine."
Sungmin menggangguk dan sedikit berjinjit mencium bibir Kyuhyun. "Happy Valentine too baby Kyunnie.
Mereka berciuman lembut dan dalam, tanpa nafsu dan hanya ada cinta. "Hmmmhhh..." Sungmin melenguh melan diantara ciuman mereka.
'Kita baru mulai Ming.' Kyuhyun menyeringai diantara senyman mereka dan perlahan menggesek pelan junior Sungmin dengan juniornya sendiri.
"Ssshhhh... Ahhh Kyuhh..."
.
.
.
.
Te to de Be to de Ce
.
.
###CHICKEN SOUP FOR OUR FAMILLY###
Hehehehe... bagaimana NCnya ? Hot kah ? Gag ya..? Huah kasihan author. Padahal yang ngetik ajah udah keringetan, yang baca malah pada ngiler #muehehehehehe#plakk#
Mianhe, karena semakin dan semakin terasa Sinetronnya. YESUNGdahlah jangan disamain ma sinetron indonesia yang cuma ketemunya ama rumah sakit and makan mulu... kan FF aku ketemunya Ma NC hot KyuMin Vers...
KYUMIN IS REAL.
Jawaban Review (Mian, cuma beberapa aja)
Sibum Lovers : Kunjungi deh ff aku yang lain "HATE TO HEART U" ada SIBUM NC 21 tapi GS. Mianhe disini SIBUM gag terlalu aku ekspose banget. Tapi kalau di HATE TO HEART U, nih couple pasti keluar. GamsaHae.
YukiLOVESUNGMIN : Soo Man itu ngefans berat kok ama Ming. Pernah di konfirmasi lagi ama dia, lupa deh kapan. Orang Soo Man juga sering banget muji Ming, gag jarang juga dia bilang kalau di SJ, Ming lah yang paling tampan. Kalo mau fanservisa ma Zhoumi and bang Won pasti biasa aja, orang gag ada rasa. Coba deh dibandingin ma diri kamu sendiri, low kamu deket-deket ma orang yang kamu suka, ada gag sih rasa grogi itu ? nah , itu tuh yang mungkin dirasain ma Kyu. Lagian, seorang seme gag mungkin ngumbar kemesraan dimana-mana. Cukup dengan pandangan mata. Kalau KMS tahu kok and percaya kalau KYUMIN IS REAL LOVE. Biarin ajah pair lain, gag sah dipeduliin.
Nae babykyu : Nde gamsaHae atas dukungannya. Agak dongkol juga sih harus perang mulut ma dia. Tapi gondok bener, emang sih kalo bukan KMS mana bisa ngerasain perasaan kita. Setiap orang punya pikiran mereka sendiri-sendiri. KYUMIN IS REAL.
.
Jeongmal GamsaHAE untuk :putryboo, minizfu, Ayuni Lee1824yewook, KimHeenim, Hyena Minnie-FishyKYUte, Yewookie, gyuhyun88, Minpum, Min, 8803,Riliyana Mecca, Yukina Itou Sephiienna Kitami, Cho Hyun Jin, Saeko Hichoru,Park KyuMin, Park Sohee, Kanaya, Nouna ELF SparkyuNGengstar, Kyumin Forever, HaeHyuk's Baby, Secret Admirer, Pichaxiah, onew jinki, minizfu, vitaminielf, Jotha Aurigth, KyuhyunJiYoon, Sibum Lovers, Dina LuvKyumin, WookieWookieWookie, Winter boy, Chikyumin, Kyubutt, Kuyu2313, Ryuu and just Ryuu, Shin HyeRim, Kyutamin, Kim Min Hyun, Iino Sayuri, Hikari, KyuMinnie, Rara Amune, Cho MiNa, tjKyuri, kys, Perisai Suju, Labu Manis, JiYoo861015, reikashujin, Kim Ruthee, Kim Yehyuk, Lianzzz, aomeone, Kim Min Ra, Hyugi Lee, MinnieGalz, SJ Little Fish, Ms. Hyuk, Kyoko Sato, Nadkyumin, The, Dina LuvKyumin, laven agrava glaciall 134, Cho KyuMin, Kyuminlinz92, perisai Suju, hWANGkYU43, Shin HyeRim, Sungmin Lope,diitactorlove, Sibum Lovers, Cassie Uchiha, Min KyuMin Shipper, Chosikyumin, riri sparkyu, Nae babykyuLee Hyo Joon, Kim Min Lee, Nam Seul Mi, The, 960120, cupidshinee, Mrs. LeeHyukJae, Cloudsomnia3424, Rosa Damascena, Avoinne Dancy Fairy E.L.F, Cho Kyuki, E.L.F, Ajjulle, Enno Kim Lee, KyunieMin, 2093, YukiLoveSungmin, honey26, MegaKyu, diictatorlove, YuyaLoveSungmin, Abesly, Park Minnie, and temen laen yang gag bisa disebutin atu-atu.
GamsaHae juga buat yang udah add aku jadi Fav Author. Semua reviewnya sudah aku baca, jeongmal gamsahamnida.
Mohon Reviewnya lagi. ^_^
GOMAWO...
