YOU ARE NOT MY WIFE [ChanBaek GS]
xxx
Park Chanyeol
Byun Baekhyun
xxx
#ig : ddnoona #wattpad : dnoonaa #joylada : dnoona
xxx
[Mohon maaf, Typo bertebaran]
Satu persatu tamu undangan memasuki ballroom hotel, tepat dimana Baekhyun dan Chanyeol merayakan pesta pernikahan mereka. Kebanyakan dari mereka merupakan teman, kerabat, keluarga, maupun rekan bisnis kedua keluarga. Tak jarang kedua pengantin terlihat berdua mendatangi tamu-tamu mereka, sesekali menyapa dan mengobrol. Namun, hampir semua diantara mereka menunjukkan keterkejutan dan keheranan tentang pernikahan Chanyeol dan Baekhyun yang terkesan mendadak.
"Woah~ tidak ku sangka kalian akan menikah"
"Kenapa mendadak sekali?"
"Memangnya sejak kapan kalian dekat?"
"Kapan kalian mulai memutuskan untuk menikah?"
"Apa yang membuatmu menyukai pasanganmu?"
"Ah~ aku pikir kau akan menikah dengan ..."
Tak ada yang tahu alasan sebenarnya pernikahan ini bermula. Bahkan pertanyaan-pertanyaan normal seperti itu terdengar begitu menyesakkan. Namun, baik Baekhyun maupun Chanyeol seolah tuli dan tidak mempermasalhkan pertanyaan teman-teman mereka itu. Bahkan Chanyeol dan Baekhyun sudah mempersiapkan diri jika sewaktu-waktu wartawan dan media menanyai mereka dilain waktu karena hari ini, mereka tidak ingin merusak pesta pernikahan yang hikmat dan tenang ini.
"Chanyeol" Tiba-tiba seorang wanita meneriaki Chanyeol dari balik kerumunan tamu. Sehingga ia pun menoleh dan menemukan seorang wanita yang terlihat lebih tua darinya tersenyum riang sambil melambaikan tangan.
Hum? Baekhyun pun ikut menoleh, sejurus dengan itu Baekhyun bertanya-tanya dalam hatinya. Siapa wanita itu?
"Siapa?" tanya Baekhyun kemudian.
"Hum?" Chanyeol pun menoleh. "Bukan urusanmu"
Baiklah tuan, Anda benar - Gumamnya.
Kemudian Chanyeol melepas pegangannya pada Baekhyun dan berjalan pergi menghampiri wanita itu. Membantu wanita itu turun dari tangga, memegang tangan mungil itu dan saling melempar senyum. Sementara itu Baekhyun mematung sendiri melihat semua itu.
Baekhyun, itu bukan urusanmu. Ingat itu. - Gumamnya
"Pelayan!? Wine"
-MW-
"Jadi noona datang kemari?"
"Ya~ Tentu saja. Aku harus datang ke pesta pernikahan adikku" jawab wanita renyah sembari menerima uluran tangan Chanyeol saat membantunya menuruni tangga. "Ah maafkan aku, jadi merepotkanmu. gaun ini memang bagus tapi merepotkanku" candanya.
"Bukan masalah"Jawab Chanyeol kemudian.
"Eh, Mana Baekhyun? Bukankah tadi kau bersamanya?"
"Dia sedang bergabung dengan yang lain noona, biar saja."
"Ey~ adikku ini tetap saja begitu. Dingin seperti es. Brrrghhh~ hahaha"
"Sudah hentikan noona, lebih baik kita ke sana." Chanyeol menunjukkan sebuah bar mini di ujung sana.
Setelah duduk, mereka memesan minuman dan sedikit camilan.
"Bagaimana perjalanan noona? Aku dengar kau datang bersama suamimu?"
"Ah benar. Dimana suamiku?" Tiffany pura-pura celingukkan sedangkan Chanyol mengulum senyumnya.
"Kau bercanda?"
"Sungguh, aku membawanya tadi. Dimana ya dia?"
Chanyeol hanya terkikik geli melihat bagaimana wanita itu melucu di depannya "Untung aku tidak menikah denganmu." Lalu Chanyeol tersenyum.
"Ey~ berarti – " Tiffany menatapnya penuh selidik."Berarti kau merasa beruntung menikahi Byun Baekhyun? Cyeeeee~"
DEG
"Hahaha.. Woah~ kau tersipu? Benarkan?" Lalu wanita itu terkikik lagi "Kau seperti baru saja tertangkap basah oleh ibumu Chan~"
"Hentikan noona. Aku tidak mengatakan itu" Bantahnya.
"Tapi wajahmu memerah? Ayo~ mengaku saja."
"Ini karena wine" Chanyeol pun langsung meneguk winenya lagi.
"Uh~ padahal kalau kau mengaku juga tidak apa-apa. Hehe"
"Hmm"
"Oh iya, Chanyeol?" Nada suara wanta itu berubah menjadi serius.
"Hm?"
"Awalnya aku berpikir kau tidak akan menyetujui pernikahan ini tapi aku salah. Ternyata kau dapat menerimanya dengan baik. Sungguh~ aku turut bahagia atas keputusanmu untuk melangkah maju. Lupakan masa lalu dan mulailah dengan lembaran baru. Aku serius kali ini" Tiffany tersenyum pada Chanyeol lalu kembali meneguk minumannya.
-MW-
"Kau mabuk?" Seru Sehun pada wanita di sampingnya. Namun wanita itu mengabaikannya dan lebih memilih menenggelamkan kepalanya diantara lipatan kedua tanganya.
"Baekhyun? Kau dengar aku? Apa perlu kau kembali kamarmu?"
"Eugh~" Didorongnya Sehun menjauh saat pria itu memegang pundak polosnya..
"Kemana Chanyeol sebenarnya? Lebih baik aku menghubunginya sekarang"
Nomor yang Anda sedang sibuk. Mo –
"Ponselnya juga tidak bisa dihubungi?"
"Euuhhh~" Dengan gontai Baekhyun hendak berdiri tapi kemudian Sehun mencegahnya.
"Hey.. jangan pergi ke tengah sana. Nanti apa kata orang kalau melihatmu seperti ini."
Mungkin akan ada berita miring lainnya kalau Baekhyun pergi ke tengah-tengah sana. Pikir Sehun
Lalu secara tidak sengaja Chanyeol melihat Sehun yang sedang mencekal lengan seorang wanita dan ia baru sadar kalau itu Baekhyun.
"Noona, aku permisi dulu. Aku harus pergi sekarang" Chanyeol pun segera bangkit.
"Ah. Baiklah. Bye bye boy. Muaah" Serunya sembari memberikan flying kiss.
-MW-
"Sehun !?" seru Chanyeol.
"Ah syukurlah kau cepat datang." Ujarnya lega. "Sepertinya Baekhyun mabuk." Lalu kedua pria itu melihat Baekhyun bersamaan. Kondisinya - Buruk
"Aku sudah melarangnya tadi tapi dia tetap minum. Tolenransinya terhadap alkohol bisa dibilang rendah."
"Sini, berikan padaku" Ujar Chanyeol. Sehun pun melepaskan cengkramannya dan memberikannya pada Chanyeol.
"Eugh~ lepaskan aku~" Tapi Chanyeol mengabaikannya.
Jangan bertingkah Byun Baekhyun. – Matanya memancarkan syarat pada Baekhyun.
"Baiklah. Aku akan membawanya, terimakasih telah menjaganya." Ujar Chanyeol.
"Egh~ kalau kau butuh bantuan a - "
"Tidak, terimakasih." Tolak Chanyeol telak. Dibawanya Baekhyun menuruni tangga kecil menuju kamar ganti.
Baekhyun masih memiliki sedikit kesadaran langsung melepaskan lengannya dari Chanyeol. "Lepaskan!? Ugh~ "
"Aku bilang.. lepaskan" Didorongnya Chanyeol menjauh namun tubuhnya kehilangan keseimbangan dan jatuh terduduk ditangga.
"Ayo cepat kembali." Chanyeol menarik lengan Baekhyun lagi.
"Eugh tidak mau~" Namun Chanyeol mengabaikan Baekhyun, ditariknya lagi lengan wanita itu.
"Isshh~ tidak dengar ya! Aku bilang tidak mau!"
"Hhh.." Chanyeol mengambil handphonenya dan mendial nomor kakanya.
Chanyeol is calling ...
"Noona?"
"Hallo. Iya Chanyeol, ada apa?"
"Aku dan Baekhyun akan ke hotel lebih dulu. Tolong sampaikan juga pada eomma dan appa"
"Eh? Kenapa cepat-cepat?"
"Tidak ada apa-apa. Tolong ya noona"
"Hmm.. B-baiklah. Jaga Baekhyun Baik-baik. Aku akan minta tuan Lee untuk mengantarmu"
"Hmm.. Baiklah terimakasih noona."
-TBC-
Buat para pembaca gue dari jaman Joylada pasti heran banyak kata-kata tambahan disini. Jelas itu buat menyesuaikan dengan platform Fanfiction sendiri yang seperti Novel. Kemungkinan alurnya bakal gue ubah karena menurut gue yang kemarin garing abis. Maaf ya dan selamat membaca versi terbarunya ya.
