Nae Sunbae
.
.
Dhienhie Fujoyerelf
.
.
Genre: TeenRomance, Drama, Littlehurt
.
.
Rate: T
.
Lenght: Chaptered
.
.
Disclaimer: KyuMin milik Tuhan. Kyuhyun milik Sungmin dan Sungmin milik Kyuhyun, mereka saling memilki dan Sungjin murni milik saya *ditabokJongjin* Tapi yang pasti FF abal ini milik saya seutuhnya. :D
.
.
Warning: YAOI, Typo(s), DON'T LIKE DON'T READ! NO BASH! NO PLAGIAT!
.
.
.
enJOY~
CHAPTER 4
.
~(*o*)~
.
This fict is dedicated..
To the world biggest shipper..
The JOYers..
Sungmin terlihat duduk tenang di meja kantin sambil mengunyah sebungkus roti yang Jihyun berikan untuknya, di sebelahnya tampak Jihyun menundukkan kepala sambil mengunyah makanan yang sejak tadi seolah sulit sekali untuk ia telan.
Hei, Jihyun bukan Sungmin. Yeoja itu benar-benar risih sekaligus khawatir saat makan di tengah tatapan-tatapan sinis penghuni kantin lainnya.
"Kalau tidak salah hitung, kau menghabiskan waktu hampir 3 menit hanya untuk mengunyah satu suapan," ujar Sungmin pelan.
Jihyun yang mendengar ucapan Sungmin hanya bisa menggerakkan kakinya untuk menendang pelan kaki Sungmin membuat namja manis itu urung menggigit rotinya.
"Kenapa? Memang iya kan?"
Jihyun hanya melirik Sungmin sambil memasang ekspresi wajah kesal seolah mengatakan 'Ayolah! Jangan membuat masalah di sini.'
Sungmin langsung memutar bola matanya.
"Kenapa? Kau memiliki takut berlebih terhadap sesama manusia, kau tidak akan dijuluki teman durhaka jika kau berani membangkang pada temanmu karena setahuku durhaka hanya berlaku jika kau membangkang pada orang tuamu."
Jihyun sedikit melongo setelah mendengar penuturan Sungmin.
"Wae? Aku benar kan?" bela Sungmin sambil menggigit lagi rotinya.
Yeoja cantik bernama Kang Jihyun itu hanya bisa menganggukkan kepalanya. Secara logika kalimat Sungmin benar kan?
Sungmin tersenyum menang, nianya untuk kembali menasihati Jihyun urung ia lakukan saat matanya menangkap sesosok siswa yang terlihat berlari tergopoh-gopoh memasuki kantin.
"Chingudeul! C5 sunbaenim akan makan di kantin!" teriak siswa itu dengan semangat.
Sungmin mengerutkan kening sejenak sebelum teriakan dan grasak-grusuk kehebohan itu membuat ia terpaksa menutup telinganya
"KYAAAA!"
"Omo! Jinjja?"
"Jeongmal? C5 sunbaenim?"
"Aku yakin aku membawa kaca! Kemana kacaku?"
Sungmin berdesis lewat sela-sela giginya.
"Seperti maniak saja mereka itu," gumam Sungmin.
Kali ini namja manis tersebut menggigit dan mengunyah rotinya dengan gerakan emosi. Cool Five diketuai oleh Kyuhyun. Jadi, namja kurang ajar perebut ciuman pertamanya itu sudah pasti menampakkan wajah tampannya di ruangan yang sama dengannya.
'Oh Tuhan, bahkan aku masih sangat berharap Cho Kyuhyun adalah namja tampan yang baik hati, bukan namja sok tampan yang jahat setengah mati,' batin Sungmin sambil melirik was-was ke arah pintu kantin.
Matanya menatap bergantian antara Jihyun dan pintu, yeoja itu masih memiliki separuh makanan di kotak bekalnya, tega sekali kalau Sungmin berniat menyeret Jihyun keluar kantin hanya karena emosi pribadinya pada Cho Kyuhyun. Hei! Lee Sungmin adalah namja dengan tenggang rasa tingkat tinggi.
"Kalau kau tidak nyaman, kita bisa pergi Sungmin-ah," ucap Jihyun yang sadar akan gelagat Sungmin.
"E-eoh? Kau bicara apa?" tanya Sungmin pura-pura tidak dengar.
"Kita bisa pergi kalau kau tidak nyaman."
"Tidak! Lanjutkan makanmu," ujar Sungmin kemudian meneguk softdrink yang ia beli dari vendor machine.
Jihyun tersenyum kecil, jujur saja ia mengagumi salah satu member Cool Five yaitu Siwon. Catat! Hanya mengagumi dan ingin sekali melihat wajahnya dan berada dalam satu ruangan dengan namja berdimple itu bukan menyukai apalagi menaruh perasaan lebih.
"Astaga! Mereka tampan sekali."
Decakan bahkan gumaman kagum terdengar saat lima sosok namja tampan dengan gaya cool itu memasuki kantin, jangan lupakan dua yeoja bermarga Park yang sudah pasti berada di sekitar C5. Park Jiyeon dan Park Injung.
Mata dua yeoja itu menelisik ke setiap meja, berusaha mencari tempat paling nyaman dan strategis untuk makan siang pangeran mereka.
Senyum sinis dua yeoja itu terurai nyaris bersamaan saat melihat siapa yang duduk di meja tengah kantin.
"Dua orang miskin menjijikkan," desis Jiyeon berniat menghampiri meja Sungmin dan Jihyun
"Tidak perlu," interupsi Kyuhyun membuat Jiyeon menghentikan langkahnya.
"Aku bisa memilih sendiri," ujar Kyuhyun kemudian melangkah sendiri menuju meja kantin yang akan dipilihnya, sementara member C5 lainnya hanya bisa mengikuti Kyuhyun dalam diam.
Tak memerlukan kerja otak berlebih untuk menebak meja mana yang akan Kyuhyun pilih. Dari keinginan konyol Kyuhyun yang tiba-tiba ingin makan di kantin saja mereka sudah bisa menebak kalau Kyuhyun hanya menggunakan alasan bosan di ruangan pribadi mereka untuk bertemu dengan tikus kecil manisnya.
Siwon nyaris tersenyum ketika melihat langkah Kyuhyun perlahan berhenti saat ketua C5 itu sampai di depan meja yang Sungmin dan Jihyun duduki.
Penghuni meja di sebelah Sungmin buru-buru menyingkir dari posisinya sementara Sungmin masih bertahan memakan roti bungkusnya. Namja manis dengan wajah nyaris cantik itu menahan degup jantungnya, ia yakin seratus persen jika Kyuhyun tengah menatapnya saat ini.
'Aish! Sejak kapan roti susah ditelan!' erang Sungmin dalam hati.
Senggolan pelan Sungmin rasakan di kakinya membuat namja manis itu menatap Jihyun yang sudah menutup kotak bekalnya.
"Ayo Sungmin-ah," ajak Jihyun.
Sungmin berusaha setengah mati untuk tak mengerucutkan bibirnya, namun ekspresi wajahnya terlihat sangat lucu saat namja manis itu mendengus pelan sambil memasukkan sisa seluruh roti bungkusnya ke dalam mulut. Tak ayal hal itu mengundang senyum geli dari Siwon dan Zhoumi.
Pipi Sungmin yang sebenarnya sudah bulat itu makin membulat saat mulut namja manis bertubuh kecil itu penuh dengan apa yang dimakannya.
"Cepat sedikit!" suruh Injung.
Jika tidak kasihan pada Jihyun mungkin Sungmin sudah kembali menanggapi Jiyeon dan Injung dengan perlawanannya.
Jihyun berdiri lebih dulu kemudian menyingkir dari kursinya. Sungmin menyusul setelahnya, namun tubuhnya kembali terduduk paksa saat Kyuhyun menarik lengannya agar namja manis itu kembali duduk di mejanya.
Pelototan mata pun Kyuhyun dapatkan dari Sungmin. Namun, bukan Kyuhyun namanya jika ia ketakutan hanya karena pelototan mata dari sosok kecil yang bahkan bisa ia 'remukkan dalam satu genggaman' –menurut Kyuhyun. Dengan gerakan tidak peduli Kyuhyun mengambil posisi di sebelah Sungmin.
Sungmin memasang wajah garangnya seolah memberi peringatan pada Kyuhyun agar tak mencari masalah dengannya.
"Kau di sini," putus Kyuhyun.
Sungmin membuka mulutnya untuk membantah Kyuhyun, namun bibirnya kembali mengatup sempurna saat melihat satu senyum miring Kyuhyun. Senyum miring yang sama persis seperti senyum yang Kyuhyun lukiskan setelah menciumnya kemarin.
Mencium?
Sungmin mendadak kehilangan konsentrasinya, namja manis itu bisa merasakan bagaimana wajahnya seolah terbakar dengan perasaan malu karena ingatan konyolnya.
"Kau pesan apa?" tanya Zhoumi yang ternyata sudah mengambil posisi satu meja dengan Kyuhyun dan Sungmin, sedangkan Donghae, Yesung, dan Siwon memilih duduk tenang di meja sebelah.
Injung menyenggol pelan lengan Jiyeon.
"Lalu kita di sini untuk apa?" bisiknya.
"Kalian bisa pergi," ucap Kyuhyun yang ternyata mendengar bisikan Injung pada Jiyeon.
Dua yeoja itu langsung melayangkan tatapan penuh dendam pada Sungmin sebelum melangkah keluar kantin.
"Dan kau bisa melanjutkan makanmu, pilih tempat dimanapun kau suka," ujar Kyuhyun pada Jihyun, namun matanya tak beralih dari wajah Sungmin.
Jihyun hanya mengangguk gugup kemudian memilih posisi sejauh mungkin dari member Cool Five.
'Kenapa dia senang sekali mencari masalah denganku?' batin Sungmin sambil menatap apapun selain wajah menyebalkan Kyuhyun.
"Hei manis, apa kau ingin memesan sesuatu?" tanya Zhoumi membuat Sungmin mau tak mau menatap Zhoumi sambil mengerutkan kening seolah bertanya 'Bicara padaku?'
"Ya, aku bicara padamu, apa kau ingin memesan sesuatu?" tanya Zhoumi lagi.
Sungmin mengerjabkan matanya sesaat sebelum menggelengkan kepalanya.
"A- tidak. Terimakasih."
Zhoumi tersenyum kemudian mengedipkan sebelah matanya pada Sungmin. Kyuhyun yang melihat itu hanya bisa memutar bola matanya.
"Bagaimana dengan Tuan Cho?"
Kyuhyun hanya mengedikkan bahunya.
"Aku tidak tahu apa yang bisa ku makan di tempat ini."
Sungmin menatap Kyuhyun dengan pandangan sebalnya, manusia satu ini apa memang diciptakan tampan dengan sifat menyebalkannya itu.
"Dia ini buta atau apa," lirih Sungmin.
Kyuhyun menatap sanksi pada Sungmin sementara Zhoumi terlihat sedikit memindahkan posisi kursinya agar lebih rapat pada Sungmin.
"Apa kau sudah memiliki kekasih?" tanya Zhoumi.
Sungmin kembali mengerutkan keningnya. Seingat Sungmin, member Cool Five itu tak pernah menunjukkan senyum berarti apalagi bersikap genit atau sok asik seperti yang Zhoumi lakukan sekarang.
"N-ne?" tanya Sungmin.
Kyuhyun mendengus geli saat melihat Sungmin sedikit gugup menyikapi tingkah genit Zhoumi.
"Aku bertanya apa kau sudah memiliki kekasih?" ulang Zhoumi, kali ini namja paling tinggi dengan wajah oriental itu menebar satu senyum ramah sekaligus lucu yang mau tak mau membuat Sungmin ikut mengukir satu senyum lucu.
"Berhenti menggodanya, Zhou," peringat Yesung.
"Dasar playboy cap ikan!" ejek Donghae walaupun kenyataannya dialah yang kerap kali mendapat julukan mirip ikan.
Zhoumi tergelak sebentar kemudian mengangkat bahunya.
"Katakan bahwa kau belum memiliki kekasih agar mereka tak menuduhku telah menggoda kekasih orang lain."
Sungmin menatap wajah Zhoumi lebih intens, selain Siwon, Sungmin bisa melihat jika Zhoumi memiliki sinar ramah di dalam matanya.
"Kekasih yeoja atau namja?" tanya Sungmin sedikit melucu namun hal itu membuat penghuni meja sebelah –Siwon, Yesung, dan Donghae menoleh bersamaan ke arahnya.
"Apa kau punya dua kekasih?" tanya Zhoumi sok kaget.
Kyuhyun mengumpat kesal dalam hatinya, dia yang mengajak makan di kantin kenapa jadi dia yang tak digubris keberadaannya saat ini. Bahkan tikus kecil itu bisa tersenyum seramah itu pada yang lain.
"Aku punya banyak kekasih," ucap Sungmin sambil tertawa pelan.
Zhoumi langsung tertawa sementara yang lain minus Kyuhyun hanya bisa tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Memangnya siapa yang mau pada tikus kecil pembangkang sepertimu," ejek Kyuhyun.
Senyum Sungmin menguap entah kemana pasca mendengar ejekan Kyuhyun.
"Memangnya aku bicara padamu?" balas Sungmin sengit.
"Aku hanya menyampaikan pendapatku, kalau kau ingin membela diri sih itu hal wajar," ujar Kyuhyun sambil menatap Sungmin dengan pandangan menyebalkannya.
Sungmin mengubah posisi duduknya, menghadap Kyuhyun dengan mata meneliti wajah Kyuhyun membuat namja jangkung itu makin mengentalkan raut angkuh di wajah tampannya.
"Ya Cho Kyuhyun."
Kyuhyun hanya menunjukkan ekspresi tenangnya, menunggu Sungmin melanjutkan kalimatnya.
"Aku tak bisa lihat kesan selain menyebalkan di wajahmu itu. Saat kau berkaca, apa kau tidak merasa kesal dengan wajahmu sendiri?"
"Ahahahahahaha," Zhoumi dan member C5 lainnya langsung tertawa keras mengabaikan ekspresi wajah Kyuhyun yang kini berubah mengerikan.
Namja jangkung bermarga Cho itu terlihat menahan gemeletuk giginya sambil mengepalkan tangannya kuat-kuat, dalam hati ia berusaha menekan emosinya agar tak melayangkan kepalan tangannya ke wajah manis sosok kecil yang berada satu meja dengannya ini.
"Oh astaga, bahkan aku tak yakin Kyuhyun menggunakan kaca dengan baik di rumahnya," ucap Siwon setelah tawanya mereda.
"Yeah, Tuan Cho Kyuhyun anti dengan kaca," imbuh Donghae.
Sungmin yang sempat merasa menang telah berhasil membuat Kyuhyun ditertawakan teman-temannya di hadapan semua orang mendadak gugup saat namja Cho itu kembali menaikkan satu sudut bibirnya membentuk satu seringai menawan.
"Kau tau?" ucap Kyuhyun sambil memajukan wajahnya ke depan wajah Sungmin.
Hal itu langsung membuat Sungmin memundurkan kepalanya, refleks menaikkan tangan untuk menutup wajahnya saat ingatannya mendadak kembali pada kejadian kemarin siang.
"Aku tak pernah berkaca seumur hidupku, karena saat aku melihat kaca aku tak bisa berhenti membayangkan betapa banyak bidadari yang memujaku."
WHAT?
Sungmin menurunkan tangannya kemudian mendorong tubuh Kyuhyun agar menjauhinya.
"Dasar gila! Bidadari bodoh mana yang mau dengan namja gila sok tampan sepertimu? Kalaupun faktanya begitu, aku doakan semoga Nemesis mengutukmu!"
Kyuhyun mengukir senyum penuh ejekan saat melihat Sungmin kembali meledak-ledak dengan emosi dan raut wajah lucunya.
"Nemesis? Oh. Jadi kau membuat kisah seolah-olah aku ini Pangeran Narcissus?" tanya Kyuhyun sok polos.
"Hng?" Sungmin berdengung bingung, namja manis dengan wajah penuh ekspresi itu nampak kebingungan dengan ucapannya sendiri.
"Ah, baiklah. Aku ikuti saja jalan ceritanya, kalau aku Pangeran Narcissus, dan di kemudian hari Nemesis mengutukku. Aku tidak perlu bersedih karena kau akan menyelamatkanku."
Sungmin mengerutkan keningnya menatap Zhoumi yang tersenyum kecil mendengar perdebatan tak penting Kyuhyun dan Sungmin.
"Kau kira aku sebaik apa sampai kau berpikir akulah yang akan menyelamatkanmu?"
Kyuhyun mengedikkan bahunya kemudian menatap Sungmin penuh ejekan.
"Tidak ada alasan khusus, karena aku Pangeran Narcissus jadi aku pikir kau bisa jadi Putri Echonya."
DZIG!
"YA! Apa aku harus menghajarmu dulu agar kau tahu siapa yang namja di sini!" bentak Sungmin sambil berdiri dari posisinya.
Kyuhyun hanya memasang ekspresi wajah tidak peduli, sementara teman-temannya sudah tertawa cekikikan pasca mendengar bualan tak jelas Kyuhyun, jangan katakan kebiasaan Zhoumi sudah berpindah pada namja itu.
"Jangan mencari masalah denganku!" sentak Sungmin kemudian beranjak pergi saat Kyuhyun kembali menahan lengannya.
"YA! Aish! Lepaskan!"
Kyuhyun tak menunjukkan ekspresi berarti saat menatap Sungmin yang berusaha memberontak dari cekalan tangan besarnya.
Namja jangkung itu berdiri dari posisisnya, menarik tubuh Sungmin agar lebih dekat dengannya.
'Tidak ada salahnya mengerjai tikus pembangkang sepertinya,' batin Kyuhyun sambil menggunakan sebelah tangannya untuk menekan tengkuk Sungmin.
"Ya! Ya! Ya! Apa yang kau lakukan!" teriak Sungmin ketika perasaan geli berlebih kembali ia rasakan saat Kyuhyun menyentuh bagian lehernya. Evil smirk menyebalkan masih sempat Kyuhyun lukiskan.
Tatapan usilnya yang sejak tadi memang diam-diam mengamati bibir kecil Sungmin, berubah menjadi tatapan penuh kesakitan saat Sungmin menempatkan tendangan keras tulang keringnya.
"Arrrgghhh!"
Sungmin buru-buru berlari keluar kantin setelah berhasil melepaskan diri dari cekalan Kyuhyun.
"Kyuhyun-ah, gwaenchana?" tanya Zhoumi sambil membantu Kyuhyun berdiri dengan baik.
Kyuhyun mengerang kesal kemudian menyentak lengan Zhoumi.
"Sunbaenim, apa kami harus menangkap Lee Sungmin?" tanya tiga orang namja yang entah muncul dari mana.
Kyuhyun yang tengah berada di puncak emosinya langsung melayangkan pukulan keras ke wajah tiga namja itu.
"Dasar bodoh!" teriaknya kemudian melangkah kesal keluar kantin meninggalkan teman-temannya yang hanya bisa menghela napas berat melihat tingkah tak jelas Kyuhyun.
.
~(*o*)~
.
Sesosok wanita dengan tampilan glamour terlihat duduk tenang di meja kerjanya sambil mengamati dokumen yang sejak tadi melekat di tangannya.
Kegiatannya sedikit terganggu saat seseorang mengetuk pintu ruangannya.
"Masuk," ujar wanita itu.
Bunyi pintu terbuka dan tertutup terdengar bergantian menandakan bahwa sosok yang mengetuk pintu telah memasuki ruangannya.
"Ada apa?" tanya wanita itu saat menatap wajah sosok yang tengah berdiri di hadapannya.
"Mengenai undangan pertunangan Tuan Muda."
Wanita berpenampilan glamour yang bernama Cho Heechul itu hanya bisa menganggukkan kepala seolah mengisyaratkan pada sosok di hadapannya jika ia mengerti kemana arah pembicaraan ini.
"Apa kau sudah meminta Kyuhyun dan Henry untuk memilih desainnya?" tanya Heechul.
"Maaf nyonya, Tuan muda Kyuhyun dan Tuan muda Henry mengatakan belum memiliki waktu kosong untuk itu."
Heechul kembali mengaggukkan kepalanya.
"Vic, urusan ini aku serahkan padamu, atur sedemikian rupa agar Kyuhyun ikut andil dalam mengurus pertunangannya, aku tidak ingin ada kabar bahwa ini keinginan pihak keluarga."
Sosok bernama Song Victoria –asisten Heechul hanya bisa menganggukkan kepala satu kali dengan gerakan sopan.
"Saya mengerti nyonya."
Heechul mengangguk kemudian mengisyaratkan Victoria keluar ruangannya.
"Ah, satu lagi."
"Ye?" Victoria yang hendak meninggalkan ruangan Heechul kembali menghadap atasannya.
"Tolong hubungi Nyonya Kim, sampaikan undangan makan siangku untuknya."
Victoria kembali mengangguk ala bangsawan, yeoja berusia 30 tahun itu melangkah teratur meninggalkan ruangan Heechul.
Setelah menutup pintu ruangan Heechul, helaan napas lelah terdengar dari yeoja itu. Victoria memejamkan matanya sejenak sebelum melangkah pergi meninggalkan ruangan atasannya.
.
.
.
Ekspresi kesal masih tergambar jelas di wajah Kyuhyun, namja Cho itu duduk di depan layar LED yang masih menampakkan animasi perang dengan sahutan bunyi tembakan. Tangannya bergerak penuh dendam menekan kuat-kuat tombol stick PS yang sejak tadi menempel di tangannya.
CTAK! CTAK!
"Mati kau!" desis Kyuhyun saat tembakan jitunya berhasil mengalahkan satu pleton lawannya.
"Tikus kecil pembakang sepertimu harus mati!"
Yesung yang tengah duduk di sofa hanya bisa tersenyum kecil. Akhir-akhir ini emosi ketua mereka cepat tersulut hanya karena satu makhluk yang mendapat panggilan sayang tikus kecil dari sang ketua.
"Annyeong!" seruan bahagia dari arah pintu tak membuat Kyuhyun menolehkan kepalanya sedikitpun. Ia mengenal suara itu, siapa lagi member Cool Five yang selalu menebar senyum ramah jika bukan Choi Siwon.
"Hai chagi," kali ini suara Donghae terdengar.
Sekali lagi Kyuhyun tak berniat menolehkan kepalanya, tanpa melihat sekalipun Kyuhyun sudah bisa menebak, dengan siapa Siwon datang ke markas mereka.
"Mana Henry?" suara Donghae kembali terdengar.
"Henry tidak ikut hyung," satu suara lain terdengar.
"Kalau kalian membahas nama itu aku pergi."
Suasana mendadak hening saat satu suara lain terdengar dingin.
"Kibummie~" panggil Siwon dengan nada lembut.
"Kau berjanji tidak akan membahas ini kan?"
"Donghae hanya bertanya."
Decakan malas terdengar.
"Oke, oke. Maaf, aku tidak bermaksud membuat kalian bertengkar."
Kali ini Kyuhyun menolehkan kepalanya, sedikit terganggu dengan cekcok kecil di yang belakangnya.
"Annyeong sunbae," sapa Ryeowook.
Kyuhyun tak berniat menjawab. Namja jangkung itu kembali pada aktifitasnya setelah melihat siapa saja yang tengah berada di belakangnya. Lee Hyukjae, Kim Ryeowook, dan Kim Kibum, tiga hoobaenya sekaligus namjachingu tiga member Cool Five. Lee Hyukjae adalah kekasih Lee Donghae, Kim Ryeowook kekasih Kim Jongwoon, dan Kim Kibum adalah tunangan Choi Siwon sejak mereka duduk di bangku Sekolah Dasar, perjodohan dua pihak keluarga mengharuskan dua namja itu bertunangan sejak kecil.
"Aku pulang saja," ucap Kibum membuat Siwon berdecak pelan. Jujur saja, Siwon kerap kali menahan kesal dalam hati karena sikap Kibum yang cuek dan selalu seenaknya. Segala sesuatu yang sudah menjadi kehendak Kibum mau tidak mau harus menjadi kehendaknya juga. Kibum memang tidak pernah mengharuskan Siwon menurutinya, hanya saja, sejak kecil Kibum selalu mendapat prioritas utama bagi Siwon, hal itu membuat sikap egois Kibum berlaku hingga saat ini jika sudah berhadapan dengan Siwon.
"Bahkan kita baru tiba di sini," bujuk Siwon.
Kibum memutar bola matanya kemudian beranjak pergi namun Siwon menahan lengannya.
"Geurae, geurae. Kita pulang sekarang," ucap Siwon sambil mengangkat sebelah tangannya.
"Aku yang pulang."
"Kita," tegas Siwon sebelum menarik lengan Kibum, meninggalkan markas Cool Five.
Kyuhyun melirikkan ekor matanya ke arah pintu kemudian tersenyum meremehkan.
"Kekanakan," gumamnya mengejek.
"Katakan itu pada calon tunanganmu."
Kali ini Kyuhyun menolehkan kepalanya dan mendapati Eunhyuk tengah menatap tajam ke arahnya.
'Oh, jadi dia dengar,' batin Kyuhyun sambil mengedikkan bahunya cuek.
"Aku hanya bicara fakta," sahut Kyuhyun santai.
Eunhyuk yang memang kesal sejak siang tadi langsung menghampiri Kyuhyun. Berkacak pinggang di depan Kyuhyun seolah menegaskan kalau ia memiliki sesuatu yang harus ia sampaikan pada Kyuhyun.
Kyuhyun mem-pause game-nya kemudian menatap Eunhyuk dengan pandangan 'Apa yang ingin kau bicarakan?'
"Aku berdiri di sini sebagai Lee Hyukjae. Namja seusiamu! Bukan sebagai hoobae yang menghormatimu dan juga bukan sebagai kekasih dari sahabatmu."
"Ya?" tanya Kyuhyun sambil memasang ekspresi menyebalkan di wajah tampannya.
"Kau boleh membicarakan hal buruk tentang siapapun di depan mataku, tapi tidak dengan Kibummie. Kau tidak mengenalnya sama sekali, jadi berhenti sok tahu dengan Kibummie."
"Chagi, sudahlah," lerai Donghae.
"Apa karena dia sahabatmu? Aku juga merasakan itu saat dia mengatakan sesuatu yang buruk tentang sahabatku."
Donghae mendesah frustasi saat Eunhyuk mulai bersikap layaknya Kibum, keras kepala dan tidak mau mengalah.
Kyuhyun memutar bola matanya kemudian melempar malas stick PS-nya.
"Sudahlah, kalau kalian kemari hanya untuk bertengkar. Aku pergi saja," ucap Kyuhyun kemudian bangkit dari posisinya, berjalan keluar markas mereka. Komunikasi mereka memburuk akhir-akhir ini.
"Kau mau kemana?" tanya Zhoumi.
"Sedikit minum tidak buruk," jawab Kyuhyun sambil mengisyaratkan agar Zhoumi mengikutinya. Walaupun Kyuhyun sebal dengan banyolan Zhoumi, tapi salah satu member Cool Five yang mungkin bisa dikatakan paling dekat dengannya adalah Zhoumi.
"Aku pergi dulu," ucap Zhoumi pada Donghae dan Yesung.
"Hyung bisa pergi juga," ucap Ryeowook saat melihat Yesung terus menatap punggung Zhoumi.
"Tidak, aku pikir Kyuhyun memang butuh waktu untuk sendiri. Zhoumi hanya menemaninya. Kami bisa menyusul nanti."
Eunhyuk menatap Yesung dan Donghae bergantian.
"Ck! Aku bisa pulang sendiri dengan Wookie, kalian berdua pergi saja," ucap Eunhyuk kemudian berjalan keluar markas Cool Five.
"Yah Hyukkie!"
Ryeowook hanya bisa menghela napas sebelum berpamitan pada Yesung.
"Hyung aku pulang ya."
Yesung hanya menganggukkan kepalanya.
"Bicarakan baik-baik soal Henry pada mereka berdua, aku tidak ingin masalah ini berlanjut serius."
Ryeowook hanya menganggukkan kepalanya sekali, dalam hati kecilnya, ia sama saja dengan Eunhyuk dan Kibum, malas membahas sesuatu yang berhubungan dengan Henry.
Sejak kemunculan Henry, Gyeohryseong School seolah berubah menjadi neraka untuk siswa-siswi miskin. Mungkin benar, Kyuhyun juga melakukan pem-bully-an pada mereka, namun untuk kasus Henry jauh berbeda. Henry yang berkolaborasi dengan Park bersaudara pernah membuat salah satu siswa Gyeohryseong School nyaris gantung diri, namun sejauh ini tidak ada yang bisa menghentikan Henry karena Kyuhyun juga seolah membiarkan Henry berlaku sesuka hati.
Awalnya mereka pikir Kyuhyun dan Henry hanya dekat karena keluarga Kim dan keluarga Cho dikenal sebagai konglomerat Seoul yang memiliki hubungan baik sebab dua pentolan keluarga kaya itu bersahabat sejak Senior High School. Tapi siapa sangka jika desas-desus kabar pertunangan keduanya seolah menjadi jawaban yang tepat saat siswa-siswa Gyeohryseong bertanya-tanya perihal kedekatan Cho Kyuhyun dan Kim Henry.
.
~(*o*)~
.
Sungmin terlihat mengantar pesanan ke beberapa meja, tatapan nakal khas ajushi mesum selalu ia dapatkan saat namja yang bekerja sebagai pelayan yeoja itu tersenyum ramah seperti biasa.
"Apa tuan ingin membutuhkan sesuatu lagi?" tanya Sungmin dengan suara khas yeoja yang dilembut-lembutkan.
"Aku membutuhkanmu, apa kau bisa menemaniku?"
Sungmin hanya bisa tersenyum manis –berusaha tersenyum manis lebih tepatnya. Godaan seperti ini sudah biasa ia dapatkan, namun godaan hanya tinggal godaan. Pelanggan sangat tahu jika bar Jaehyun tidak memberlakukan sesi teman-menemani. Diantara bar-bar murahan lainnya, mungkin bar Jaehyunlah yang dikenal memiliki kualitas terbagus.
"Geurae, selamat menikmati," ucap Sungmin kemudian membungkuk kecil sebelum berlalu dari hadapan pelanggannya.
"Sungmin!"
Sungmin mengumpat dalam hati saat mendengar panggilan atasannya –Jaehyun. Demi apa Jaehyun berlaku setolol itu sampai memanggil nama aslinya di depan semua pelanggannya. Beruntung musik mengalun lumayan keras jadi hanya segelintir orang yang menatap aneh ke arahnya, namun setelah mendapat senyum manis dari Sungmin, mereka balas tersenyum sebelum kembali menikmati minuman mereka bersama gadis-gadis yang pelanggan bawa dari luar.
Sungmin mempercepat langkahnya, berniat menggeplak kepala Jaehyun jika ia sampai di hadapan bosnya itu.
"Dasar gila!" desis Sungmin kesal.
"Min, ini gawat."
"Siapa yang kau panggil Sungmin, bodoh!"
"Eh?" Jaehyun terkejut kemudian mengeluarkan cengirannya.
"Maaf Chengmin-ah, aku terlalu gugup," ucap Jaehyun membuat Sungmin berdecak.
"Ada apa memangnya?" tanya Sungmin.
"Kita kedatangan tamu spesial."
"Semua pelanggan itu spesial, jangan dibeda-bedakan."
Jaehyun menyeret lengan Sungmin ke arah bartender.
"Bos, minuman apa untuk mereka? Kita hanya memiliki satu botol untuk kualitas terbaik."
Sungmin mengernyitkan keningnya saat melihat Jaehyun dan bartendernya kebingungan.
"Apa mereka tidak ingin bir?"
"Krystal atau Amber mungkin sedang bertanya, semoga saja mereka mau."
Jaehyun hanya menganggukkan kepalanya sambil mengetuk-ngetuk meja bar, menunggu kekasihnya muncul.
"Itu Krystal," ucap Sungmin saat melihat yeoja cantik kekasih bos-nya itu muncul dengan wajah suram.
"Chagi eotte?" tanya Jaehyun.
Krystal membanting kesal notenya ke atas meja membuat Jaehyun berjengit kaget.
"Oppa hanya memikirkan uang! Aku dibentak habis-habisan! Aku tidak mau ke sana lagi!"
Jaehyun hanya memejamkan matanya sambil mendesah frustasi. Ini bukan masalah uang, dia tak pernah mendapat pelanggan dari kalangan terhormat dan entah ini sebuah kesialan atau keberuntungan, malam ini barnya dikunjungi oleh orang terpandang di negaranya.
"Tenanglah, aku akan coba membujuk mereka," ucap Sungmin sambil menepuk pelan bahu atasannya.
Jaehyun tersenyum lega, tak salah ia memperkerjakan Sungmin. Yeoja jadi-jadian ini selalu bisa diandalkan dalam urusan bujuk membujuk pelanggannya dengan modal satu senyuman manis dan sikap ramah tamahnya.
"Aku berhutang banyak hal padamu," ucap Jaehyun dramatis.
Sungmin hanya mengibaskan tangannya kemudian berjalan ke arah meja khusus kelas VIP.
.
.
.
"Apa ada bar yang lebih menyedihkan dari ini Zhou? Mana ada bar yang tidak menyediakan wine," tanya Kyuhyun sambil mengamati situasi di sekitarnya. Matanya memicing tak suka saat melihat beberapa pelanggan lain terang-terangan menggoda pelayan.
"Cih! Kenapa kau mengusulkan bar murahan seperti ini!" omel Kyuhyun lagi.
Zhoumi hanya tersenyum kecil.
"Aku dengar bar ini tidak mempekerjakan laki-laki kecuali bartender dan satpam, jadi lebih baik kita ke sini."
Kyuhyun mengerutkan keningnya.
"Aku tahu kau butuh waktu untuk menangkan diri, jadi dari pada kita pergi ke bar kelas atasmu itu dan menemukan banyak namja manis, kau jadi pusing mendengarkan gombalanku untuk mereka."
Samar-samar Kyuhyun tersenyum setelah mendengar penuturan Zhoumi.
"Hahhh~"
Zhoumi hanya menepuk pelan bahu Kyuhyun.
"Maaf," satu suara menginterupsi obrolan Zhoumi dan Kyuhyun.
Entah Zhoumi yang salah lihat atau bagaimana, tapi ia bisa melihat dengan jelas ekspresi kaget yang tergambar di wajah pelayan di hadapannya.
"Ne?" tanya Zhoumi.
Pelayan dengan wajah manis –Sungmin terlihat meneguk ludahnya lamat-lamat saat melihat siapa tamu spesial bos-nya.
'Oh Tuhan! Apa yang mereka lakukan di sini?' batin Sungmin.
"Apa kami terlambat?" suara lain kembali terdengar membuat Sungmin memundurkan tubuhnya dengan gerakan gugup, namun tangannya mempersilahkan tiga namja lain yang baru saja tiba untuk menempati posisinya.
'Tenang Sungmin! Tenang! Kau Chengmin kan? Bukan Sungmin!'
"Kupikir kalian tidak kesini," ucap Zhoumi sambil menatap Donghae, Yesung, dan Siwon.
Tiga sahabatnya hanya bisa tertawa sambil mengangkat bahu. Samar-samar Sungmin tersenyum kecil melihat interaksi normal Cool Five, di sekolah mereka terlihat sangat kaku, tapi saat berkumpul bersama seperti ini Sungmin bisa melihat bagaimana ekspresi mereka yang sesungguhnya, bahkan tuan muda menyebalkan yang sudah mendapat tendangan mautnya itu melukiskan satu senyum tampan yang membuat senyum Sungmin makin melebar.
Ya, Sungmin sudah mengatakan sejak awal kan? Kyuhyun itu tampan.
"Hai cantik," suara Donghae terdengar membuat Sungmin tersadar dan buru-buru melenyapkan senyum tulusnya, menggantinya dengan senyum super manis khas senyum yang selalu ia lukiskan untuk pelanggan.
"Kekasih sedang sensistif, kau malah menggoda yang lain, Hae," sindir Siwon.
Donghae hanya tergelak.
"Dia diam saja, jadi aku sedikit memanggilnya."
Kyuhyun mengamati wajah Sungmin kemudian melihat name-tag yang tergantung di seragam Sungmin.
Chengmin?
'Orang China mungkin,' batin Kyuhyun sambil memutar bola matanya, tak lagi mempedulikan pelayan di hadapannya. Masih ingatkan jika C5 tidak tertarik pada yeoja.
"Maaf tuan, untuk saat ini bar kami tidak memiliki wine kualitas terbaik. Kami hanya memiliki satu botol untuk itu, mungkin tuan-tuan sekalian ingin memesan bir?" tanya Sungmin dengan suara lucunya.
Kyuhyun menatap Sungmin sambil mengernyit heran. Merasa tidak asing dengan suara pelayan di hadapannya. Dia pernah mendengar suara seperti ini, tapi dimana?
"Hei! Sepertinya aku pernah melihatmu, tapi dimana?"
Kyuhyun yang tengah berpikir hal itu langsung menolehkan kepalanya pada Zhoumi.
"A-ah, benarkah? Mungkin hanya mirip," ujar Sungmin sambil tersenyum kikuk.
"Ah betul juga," ucap Zhoumi sambil menganggukkan kepalanya.
"Apakah tuan ingin memesan bir?" ulang Sungmin. Sungguh ia ingin cepat-cepat kabur dari situasi ini. Setelah ini, ia akan menyuruh Amber untuk mengantar pesanan sunbae-sunbaenya ini.
"Baiklah, satu botol wine dan bir, kalau kalian memiliki kualitas terbaik keluarkan untuk kami," ucap Zhoumi lagi.
Sungmin tersenyum manis sambil mencatat pesanan, tak menyadari jika Kyuhyun masih menatapnya intens.
"Mohon-" Sungmin urung melanjutkan kalimatnya saat matanya bertemu pandang dengan Kyuhyun yang tengah menatap tajam matanya.
Dua orang itu masih saling menatap tak menyadari jika member C5 lainnya tengah mengamati mereka secara bergantian.
"Ehem!" dehem Yesung dengan sengaja.
Sungmin tersentak kemudian memutus tatapannya dengan Kyuhyun namun hal itu tidak berlaku pada namja Cho itu, Kyuhyun masih mengamati wajah Sungmin seolah tak terganggu dengan deheman Yesung tadi.
Baru kali ini ada orang asing yang berani menatapnya seperti itu. Seumur hidup tak ada satu orangpun yang berani menatapnya se-berani itu kecuali satu makhluk kecil menyebalkan yang akhir-akhir ini membuat hari bahagianya kelabu.
Huh?
Tunggu!
Kyuhyun kembali menatap Sungmin, mengamati wajah yang tengah tersenyum ramah pada sahabat-sahabatnya, ingatannya kembali pada saat-saat ia dan member C5 berada di kantin tadi –tepatnya pada saat Sungmin dan Zhoumi bercengkrama sambil tertawa.
'Oh? Kenapa mirip sekali dengan tikus pembangkang itu?' batin Kyuhyun.
'Tapi dia yeoja. Mana mungkin?'
Sungmin tampak sedikit membungkukkan tubuhnya sebelum beranjak meninggalkan meja sunbaedeulnya. Namja manis itu terkejut luar biasa saat merasakan satu tangan usil yang mendarat di pantatnya.
"Ya!" teriak Sungmin refleks memukul wajah salah satu pelanggan yang dengan sengaja melecehkannya.
Sungmin yang masih beberapa langkah dari meja C5 langsung mengundang perhatian namja-namja kaya itu.
"Ada apa?" tanya Donghae sambil melongokkan kepalanya membuat yang lain ikut mengamati sedikit kekacauan yang terjadi.
"Eh nona yang tadi ya?" tanya Zhoumi berniat menghampiri Sungmin namun suara Kyuhyun menginterupsinya.
"Jangan sok pahlawan Zhou. Nanti mereka memunculkan berita kalau putra keluarga Tan menyukai karyawan bar murahan," ucap Kyuhyun memuat Zhoumi mau tak mau kembali duduk namun fokus mereka masih tertuju pada karyawan yang mencatat pesanan mereka.
"Jauhkan tanganmu! Kau pikir aku apa!" teriak Sungmin marah.
Pelanggan setengah mabuk yang sudah tersungkur di lantai bar hanya bisa memegangi wajahnya. Krystal yang kebetulan lewat di sebelah Sungmin langsung menghampiri Sungmin dengan wajah panik.
"Oppa kenapa?" tanyanya tanpa sadar.
Sungmin yang tengah emosi juga tak menyadari panggilan Krystal padanya. Bahkan ia tak sadar jika namja-namja kaya yang tengah duduk di meja tak jauh darinya tengah melongo tak percaya.
"Oppa?" ulang Siwon.
"Ada apa?" Jaehyun terlihat mendatangi Sungmin dan Krystal. Kekacauan seperti ini kerap kali terjadi jika salah satu pelanggan kurang ajar Jaehyun melecehkan karyawannya.
Sungmin menghentakkan notenya ke salah satu meja kosong yang berada di dekatnya.
"Aku pulang!"
Jaehyun hanya bisa menghela napas berat. Ini sudah pasti terjadi, Sungmin akan marah luar biasa jika kekacauan seperti ini terjadi. Walaupun konsekuensi bekerja di bar seperti ini, namun Jaehyun mengelola barnya dengan konsep lebih sopan dibanding bar-bar lainnya.
Beberapa orang mulai terdengar menyalahkan pelanggan setengah mabuk itu. Mereka yang menjadi pelanggan tetap Jaehyun akan tahu dengan pasti bagaimana pelayan Chengmin.
"Singkirkan orang bodoh itu! Membuat masalah saja!" suruh salah satu pelanggan Jaehyun.
Jaehyun berniat memanggil satpam saat melihat Sungmin berlalu dengan kesal.
"Chagi tolong panggil satpam," suruh Jaehyun.
Namja bertubuh tinggi dengan mata sipit itu bergerak menyusul Sungmin.
"Min!" panggil Jaehyun namun Sungmin tak menggubrisnya sama sekali.
Tanpa mengganti seragamnya Sungmin berlalu meninggalkan bar setelah mengambil tasnya.
"Sungmin tunggu! Lee Sungmin!"
Kyuhyun mengangkat sebelah alisnya. Memproses sedikit info yang ia dengar.
"Benar kan?" ucapnya tanpa sadar.
Empat temannya langsung menatap Kyuhyun.
"Benar apa?"
"Pelayan yang tadi, kau bilang mirip seseorang kan? Aku berani bertaruh lima juta won."
"Kau ini ingin bertaruh apa?" tanya Donghae.
"Pelayan yang kau goda tadi adalah si tikus kecil pembangkang."
Siwon yang menangkap arah pembicaraan Kyuhyun langsung membulatkan matanya.
"Jangan sembarangan menuduh Kyu!"
"Apa? Aku sudah bilang lima juta won, ayo kejar dia!" ujar Kyuhyun sambil berdiri dari posisinya, meletakkan beberapa lembar uang sebelum berlalu menyusul Sungmin.
"Dia itu sudah gila! Mungkin pelayan yang tadi adalah namja tapi kenapa semua yang ia lihat sekarang berubah menjadi Lee Sungmin," sungut Donghae.
"Wajahnya memang mirip dan seseorang memanggilnya Sungmin, Lee Sungmin."
Semua mata beralih menatap Yesung.
"Maksudmu?"
"Aku rasa Kyuhyun benar."
"HAH?"
Sementara itu, Sungmin terlihat menghentakkan langkahnya seolah menunjukkan kalau dirinya tengah kesal luar biasa. Kyuhyun yang tengah mengikuti Sungmin hanya bisa tersenyum geli. Ia tak habis pikir jika benar sosok di hadapannya ini adalah namja yang selalu ia panggil tikus kecil pembangkang.
Saat melihat Sungmin melepas high heelsnya, Kyuhyun sengaja berhenti di belakang Sungmin kemudian memanggil namanya.
"Lee Sungmin."
Sungmin yang berpikir Jaehyun menyusulnya dan tengah memanggil namanya langsung berbalik dan berteriak.
"Kau tahu dengan jelas kalau aku tak suka dilecehkan seperti itu! Jangan memaksaku-"
Kyuhyun menarik satu sudut bibirnya saat melihat Sungmin membulatkan matanya.
"Kau!" tuding Sungmin sambil menunjuk wajah Kyuhyun.
"Terkejut tikus kecil?"
Sungmin yang malu dengan penampilannya hanya bisa memutar tubuhnya sebelum berlari menjauhi Kyuhyun.
"YA! Mau lari kemana kau?" teriak Kyuhyun kemudian menyusul Sungmin.
.
~(*o*)~
.
Kyuhyun mengumpat dalam hati saat keinginan tololnya membawa putra konglomerat itu terdampar di sebuah halte, menunggu sebuah bus yang bahkan seumur hidup tak pernah ia naiki.
"Gara-gara kau!" omel Kyuhyun sambil menunjuk wajah Sungmin.
"Kau saja yang sok ikut campur! Pulang sana!" balas Sungmin sambil memelototi Kyuhyun.
Kyuhyun hanya memutar bola matanya kemudian menatap apapun selain wajah manis menyebalkan yang kini berada di sebelahnya. Namun sedetik kemudian senyum konyol penuh ejekan terlukis di bibir tebalnya.
Sungmin yang merasa sedikit aneh langsung menatap Kyuhyun.
"Apa yang kau tertawakan?" sungut Sungmin sambil menarik roknya.
Kyuhyun mendecih pelan saat melihat tingkah Sungmin.
"Kau pikir aku tertarik pada yeoja jadi-jadian eoh?"
Sungmin kembali memelototkan matanya membuat Kyuhyun lagi-lagi memutar bola matanya.
"Dia pikir aku takut dipelototi tikus kecil sepertinya," gumam Kyuhyun setengah mencibir membuat Sungmin berdesis kesal sambil menatap sengit Kyuhyun.
Kyuhyun yang memang tak pernah merasa bersalah hanya melirik Sungmin sesekali sebelum kembali menatap ke depan. Senyum konyol kadang terlukis di bibir tebal Kyuhyun, saat pikirannya kembali tak percaya jika sosok berpakaian yeoja yang tengah berdiri di sebelahnya adalah Lee Sungmin.
Sebuah mobil mewah berhenti tepat di depan Sungmin dan Kyuhyun. Sungmin menatap bingung antara Kyuhyun dan mobil itu. Mobil seperti itu kan hanya milik orang-orang kaya seperti Kyuhyun dan kawan-kawannya.
"Pulang sana!" usir Sungmin lagi.
Kyuhyun masih bertahan di posisinya, menunggu seseorang keluar dari mobil yang ada di hadapannya. Beberapa detik kemudian pintu mobil terbuka, membuat Kyuhyun membuang pandangannya ke arah lain saat melihat beberapa sosok muncul bersamaan.
"Tuan muda," suara lembut seorang yeoja membuat Sungmin sedikit memundurkan langkahnya.
Kyuhyun tak menjawab apapun membuat yeoja yang menjadi asisten ibunya kembali melanjutkan kalimatnya.
"Tuan muda Kim sudah menunggu Anda untuk memilih cincin dan desain undangan."
Sungmin mengerjabkan matanya setelah mendengar penuturan Victoria.
Cincin?
Desaian undangan?
"Aku tidak punya waktu," ucap Kyuhyun kemudian menarik lengan Sungmin, memasuki bus yang kebetulan berhenti di depan mereka.
"Ya!" Sungmin hanya bisa berteriak sambil memukuli Kyuhyun yang bahkan seolah tak merasakan apapun.
Victoria menghela napas, berdiri di posisinya sambil menatap bus yang perlahan melaju, membawa putra bungsu keluarga Cho dan –mungkin- yeoja yang baru saja dilihatnya.
"Hubungi yang lain untuk mengikuti tuan muda," perintah Victoria.
.
.
.
Sementara itu, di dalam bus Sungmin hanya bisa mencuri pandang ke arah Kyuhyun. Namja jangkung berparas bak malaikat itu terlihat duduk tenang dengan ekspresi kesal yang tergambar di raut tenangnya.
Sungmin sempat berteriak bahkan mengusir Kyuhyun dari bus, namun usahanya sia-sia saat Kyuhyun tak bergeming sedikitpun dari posisinya, bahkan ekspresi wajahnya masih sama. Datar dengan kekesalannya.
"Ya! Jangan bersikap seperti mayat hidup," omel Sungmin akhirnya.
Kyuhyun hanya menggerakkan bola matanya untuk melirik Sungmin.
"Aish! Siapa yang menyuruhmu menarikku ke dalam bus?"
"Memangnya kau punya uang untuk naik taksi?"
JLEB!
Sungmin menghembuskan napas penuh emosi setelah mendengar kalimat sombong Kyuhyun.
"Aish! Menyebalkan! Turun sekarang!"
Kali ini Kyuhyun menolehkan kepalanya, menatap Sungmin dengan tatapan tajamnya.
"Berhenti berteriak padaku tikus kecil! Atau kau memang suka jika aku menciummu di depan orang banyak."
Sungmin membulatkan matanya, bibirnya terbuka bersiap untuk mengumpat Kyuhyun tepat saat bus tiba-tiba berhenti. Hal itu membuat beberapa penumpang terhuyung bahkan wajah mereka nyaris menabrak apapun yang ada di hadapan mereka, termasuk Sungmin yang nyaris menghantam kaca jika Kyuhyun tidak menarik tubuh namja kecil di sebelahnya itu.
Sungmin yang terkejut hanya bisa menepuk-nepuk dadanya.
"Ya supir gila! Mau mati hah!" umpat Kyuhyun.
Sungmin menatap Kyuhyun yang masih merangkul bahunya, selalu tampan dan akan selalu tampan di mata jujur Sungmin.
"Lain kali duduk dengan-" omelan Kyuhyun terhenti saat obsidiannya bertatapan dengan mata Sungmin. Agak aneh sih! Tapi entah sejak kapan, Kyuhyun merasa ada sesuatu yang lain di dalam sana. Dua namja itu masih saling melempar tatapan sembari mengamati wajah satu sama lain.
Dering ponsel Kyuhyun membuat dua namja itu terkejut, Kyuhyun melepaskan rangkulannya sementara Sungmin buru-buru duduk dengan benar di kursinya.
Kyuhyun mengangkat teleponnya dengan malas.
"Apa!"
'Turun dari bus itu dan temui Henry sekarang juga Cho Kyuhyun!'
Kyuhyun mematung untuk beberapa saat sebelum ia menyadari sesuatu.
"Eomma."
TBC
Annyeong~
Chapter 4 sudah hadiiirrrrr :D
Waktunya cuap-cuap #plak Pasti pada bosen baca sesi cuap-cuap #LOL tapi aku gak bisa, bawaannya pasti ada yang pengen diomongin. Nanti kalo aku cuek bebek di panggil silent author donk #plakplakplak Gak papa lah ya, tapi pasti ada informasi penting di sesi cuap-cuap.
Oke! Pada sebel sama Henry ya? Sama, aku juga sebel pas ngetik bagian Henry #plak Ayolah~ gak papa kan sekali-kali Mochi dapat peran antagonis, abaikan fakta kalo mukanya unyu-unyu dan polos. Haha. Dan banyak yang kaget kok bisa Henry jadi tunangan Kyuhyun? Soalnya saya gak mau ada orang ketiga yeoja di ini FF. Mau bikin YAOI aja. Nanti pada sebel sama yeojanya kalo slightnya aku bikin KyuXyeojablablabla. Jadi, Henry aja sama cast-cast yang lain XD
Soal Shindong ajushi juga banyak yang kaget, itu~ tuntuntan peran chingudeul, sumpah gak ada maksud nyiksa Dongie ajushi, paling nyiksa Sungmin yang iya #dibom Kan genrenya littlehurt chingudeul, nyelekit-nyelekit dikit gak papalah ya :D
Oiya, buat yang tanya Anh Jaehyun (bosnya Sungmin) itu siapa. Jaehyun ini bukan member boysband maupun aktor, dia model. Pernah tau MV yang Please Don't? Lah, di MV itu ada Anh Jaehyun, Seo In Guk, sama Dasom SISTAR. Dia di MV itu nikah sama Dasom SISTAR. Pecinta BoysLove harus nonton itu MV! Harus! Endingnya booooo, sesuatu banget! *jiwa JaeGuk shipper membara* #LOL Ah, dia juga pernah jadi model video klip SISTAR 19. Orangnya tinggi, putih, matanya agak sipit #kayaknya orang Korea gitu semua deh -_- Kalo penasaran cari aja di Mbah Google #putusasa
Terimakasih buat yang sudah koreksiin typo(s) ataupun ngasih kritik dan saran :D
Buat Thania Lee, saya ngakak baca review kamu. Tips buat update kilat apa yah? Gak ada sih. Paling aku inget posisiku saat jadi pembaca, nunggu FF yang aku suka gak update-update tuh rasanya gak enak banget. Apalagi kalo FFnya gak dilanjut! BEUH! Kesel setengah mati aku! Berasa tega banget authornya! Reader kan rata2 maunya update cepat, jadi selama masih ada yang menyukai karyaku, aku pasti berusaha sebaik mungkin untuk menyenangkan hati penikmata karyaku :D Gitu aja sih. Niat dari hati yang paling penting :D
Oke, buat new reader selamat datang yah #hugkissbow Terimakasih sudah mau meninggalkan jejak di tiap-tiap chapter. Buat yang sudah meninggalkan jejak di chapter 3 apalagi ngikutin dari awal dapat bonus ciuman dari akuuu. Chuuu~ c(^3^ c) #ditampol
NEXT!
RCL please~
Gomawo udah baca \(*o*)/
