The Adventure of Namikaze Clan

Disclaimer : I don't own anything from Naruto and Highschool DxD manga. But this Fic is mine

Rate : M ( Maybe )

Pair : Naruto x ?, Sasuke x ?, Obito x ?, Sasori x ?

Genre : Adventure, Family, Romance

Warning : Typo, Alur Mainstream, Ide pasaran (maybe), OOC, OC StrongNaruSasu, GodLikeNaru

Summary : Selesainya perang dunia ninja keempat adalah akhir dari kehidupan Naruto dan Sasuke, namun itu juga awal bagi kehidupan mereka, dengan beberapa kekuatan baru dan bantuan dari teman dari dimensi sebelumnya, Naruto dan Sasuke diberi amanah untuk menjaga dan membawa perdamaian disebuah dimensi yang baru. Ini adalah awal dari sesuatu yang baru.

Chapter 4

HUUAA

Sebuah teriakan keras terdengar dari sebuah rumah mewah yang ditempati sekitar sebelas orang. Suara hentakan kaki dari banyak orang dirumah tersebut terdengar, terlihat mereka sedang berusaha memukul mukul pintu kamar yang bertuliskan sebuah nama yakni Naruto. " Naruto! Kau kenapa didalam sana, cepat jawab Naruto!" Seorang laki laki dengan rambut hitam panjang serta kerutan diwajahnya berteriak seraya memukul mukul pintu tersebut.

" Bocah durian cepat jawab!" Kini laki laki dengan wajah ikannya giliran angkat bicara, bahkan seorang laki laki dengan rambut kuning panjangnya sudah memasukan tangan kanannya pada saku celana miliknya. " Jika kau tak menjawab akan aku ledakan pintu ini !" Laki laki tersebut berteriak cukup keras, namun hal tersebut tak terjadi karena sebuah jitakan kasih sayang yang berasal dari seorang gadis berambut biru dengan origami bunga dikepalanya sukses membuatnya terkapar.

" Diam kau Deidara, aku dari tadi tak merasakan chakra dari Naruto!" Ucapan dari gadis tersebut sukses membuat semua yang ada disana sedikit panik, seorang laki laki dengan wajah BabyFace sudah menyiapkan bonekanya. " Akan aku potong pin-"

CKLEK

" Tenang aku tak papa" seorang laki laki berambut kuning cerah yang dipanggil dengan nama Naruto tadi muncul dari balik pintu tersebut, dia diselubungi aura merah kehitam hitaman. Munculnya Naruto berhasil membuat kesepuluh orang yang ada disana mendesah lega namun bersamaan dengan itu mereka bingung ada apa dengan bocah yang ada didepannya ini.

" Aura apa itu dobe?" Laki laki dengan rambut model pantat ayam angkat bicara, dia sedikit mengkerutkan dahinya mempertandakan bahwa dia sedang bingung dan penasaran, pertanyaan tersebut adalah pertanyaan yang mewakili semua yang ada disana terbukti kesembilan orang lainnya pun ikut mengangguk seraya menatap kearah Naruto.

" Aku pun tak tahu Sasuke teme, mungkin ini karena chakra dari Kurama yang menghisap habis chakraku." Naruto menjawab dengan santai pertanyaan dari orang yang dia sebut dengan nama Sasuke tadi, semua yang ada disana sedikit terkejut pasalkan mereka tak mengenal energi yang ada pada Naruto saat ini.

" Mungkin aku harus masuk kedalam sebuah dimensi untuk berlatih kekuatan baruku ini." Naruto berucap dengan santai seraya melirik seorang laki laki yang memiliki rambut yang hampir sama dengannya namun yang berbeda rambut tersebut berwarna hitam pekat. " Aku tak mau, dimensi Kamui miliku bisa hancur karena kau gunakan untuk latihan." Orang tersebut menjawab seraya memalingkan mukanya dari tatapan Naruto.

" Ayolah Obito." Naruto memasang wajah memelasnya pada orang yang dipanggilnya Obito, semua yang ada disana menghela nafasnya dan segera pergi meninggalkan dua orang yang sedang berdebat itu. " Bukankah kau juga memiliki dimensimu sendiri, jika kau tak punya buatlah sendiri dengan jutsu hiraishinmu!" Obito berucap dengan sedikit nada kesalnya, bagaimana tak kesal dari tadi baju miliknya ditarik tarik oleh Naruto saat itu.

" Aku sudah bilang jika chakra miliki sudah dihisap oleh chakra milik Kurama Obito-nii!" Naruto berucap dengan sedikit nada yang dia tekan, Obito menghela nafasnya panjang. " Jika chakramu sudah dihisap oleh Kurama berarti chakra yang kau kendalikan sekarang 100% milik Kurama dan milikmu yang sudah bersatu bodoh!" bukan Obito yang menjawab penjelasan dari Naruto namun laki laki dengan keriput diwajahnya lah yang menjawabnya.

" Ah kau benar Itachi-nii, airgatou." Dengan ucapan terakhir tersebut, Naruto menghilang dengan jutsu hiraishin miliknya dia pergi menuju dimensi yang dia buat sendiri dengan mengekstrak jutsu milik ayahnya tersebut dengan beberapa kemungkinan dari Fuinjutsu (Ngawur :p)

Didimensi milik Naruto yang masih sama dengan dimensi miliknya dahulu sekarang dia terlihat berjalan jalan diseputaran tempat tersebut. Tak berapa dia melihat sebuah hutan yang beberapa pohonnya tumbang, Naruto berjalan menuju pohon tersebut dengan sangat berhati hati tak lupa dia sudah mengeluarkan tombak emas miliknya.

Naruto yang tadinya akan mencari tahu siapa yang menumbangkan pohon didimensi miliknya tersebut segera angkat tangan, pasalkan seekor rubah oranye dengan sembilan ekornya sedang terlelap tidur dengan berbantalkan lipatan tangannya. " Kurama! Oy, bangun bola bolu tukang tidur!" Naruto berteriak keras seraya memukul mukul hidung milik Kurama, Kurama yang tidurnya terusik marah dengan sekali sebatan ekornya itu sukses membuat Naruto terlempar ratusan meter walau dia berhenti dengan mengembangkan enam pasang sayapnya.

" Kuso, dasar bola bolu tukang tidur!" Naruto berteriak seraya menunjuk nunjuk kearah wajah Kurama, dia melayang tepat diatas kepala dari Kurama, Kurama yang mendengar teriakan teriakan dari Naruto hanya mendecih kesal dan akhirnya Kurama menyerah, dia dengan malasnya membuka kedua matanya menatap kearah dimana Naruto melayang, dan hal yang dilakukan pertama oleh Kurama adalah membulatkan matanya.

' Kau semakin hebat gaki.' Kurama berbicara dalam hati dengan sedikit decihan darinya, decihan yang menandakan dia percaya, senang dan bangga memiliki host seperti bocah kuning yang saat ini melayang layang diatasnya. " Oy, Kurama bagaimana kau bisa ada disini ?!" Naruto berteriak cukup keras pada Kurama, Kurama yang merasa namanya dipanggi segera menatap Naruto dengan wajah yang dibuat kembali dalam mode malas.

' Aku tak tahu bocah, cepatlah latihan tapi jangan ganggu tidurku!' Kurama berucap dengan nada malasnya seraya mulai meletakan kepalanya diatas kedua tangannya yang telah dia silangkan diatas tanah dimensi itu. Naruto yang melihat sifat malas dari partnernya hanya dapat mendecih dan setelahnya dia menghela nafas cukup panjang.

Naruto yang kini gilirannya untuk menyerah segera berjalan menuju tengah lapangan kosong yang ada didepannya sekarang, namun tanpa sepengetahuannya Kurama yang tadi telah memposisikan tubuhnya untuk tidur mulai membuka kedua matanya menatap partnernya yang akan segera berlatih dengan kekuatan barunya.

Naruto mulai memposisikan tubuhnya untuk bertarung, dengan segera dia berlatih dengan cara berimajinasi dalam pertarungan dengan melihat bahwa disekitarnya ada sekitar sepuluh malaikat jatuh yang siap untuk menyerangnya. Dia berlatih dalam seni beladiri yang dia lakukan saat ini memakan waktu dua jam lamanya.

Kini Naruto mulai memposisikan tubuhnya untuk mengeluarkan jutsu atau kekuatan miliknya, Naruto merasakan adanya energi yang panas dari tubuhnya saat dia berusaha mengeluarkan auranya untuk mengetahui kekuatan apa yang ada didalam tubuhnya, Naruto yang penasaran kini memusatkan energi panas yang dia rasakan dalam tubuhnya menuju kedua kepalan tangannya.

Dia mulai memasang kuda kudanya dengan kedua tangan yang dia tekuk kebelakang dengan kedua kepalan tangannya berada dipingang miliknya, Naruto masih berusaha untuk berkonsentrasi dan akhirnya api berwarna oranye menyala dikedua kepalan tangannya, dia akhirnya tahu bahwa energi panas yang ada didalam tubuhnya adalah kekuatan api milik Kurama.

Naruto mulai mendapatkan ide untuk berlatih, dia berkonsentrasi dengan bersila ditengah tengah lapangan kosong yang ada disana, dan akhirnya.

BOFT

Sebuah tiruan dari Naruto muncul dengan tiga pasang sayap kelelawar dibelakang tubuhnya, Naruto yang tahu apa yang dia perkirakan berhasil kini berdiri menghadap pada tiruan darinya. " Kau cobalah diam disana dan aku akan memukulmu dengan api milik bola bolu tadi." Naruto mengeluarkan api oranyenya lagi namun tanpa memasang kuda kuda, tiruannya yang mengerti akhirnya mengangguk meng'iya'kan.

Naruto mulai mengangkat tangannya dan dengan sekali gerakan tangan yang dia dorong cukup keras-

BUGH

Tiruan dari Naruto tadi terlempar cukup jauh dengan beberapa kali mengeliat kepanasan bak cacing yang berada dibawah sinar matahari yang terik, tak begitu lama hanya berselang sepuluh detik akhirnya tiruan dari Naruto tadi menghilang meninggalkan asap yang tak begitu banyak. Tanpa Naruto sadari seberkas ingatan masuk pada otaknya.

" Jadi cara kerja tiruan tadi hampir sama dengan Kagebunshin, dan api oranye tadi adalah api suci, itu cukup hebat." Naruto bergumam cukup keras dengan tangan kanannya dia letakan dibawah dagunya dengan pose berfikir. Naruto yang tahu itu adalah api dari Kurama menoleh kearah Kurama yang tadi memperhatikannya dengan senyum yang tak lepas dari wajah rubahnya, Kurama yang merasa diperhatikan segera memejamkan matanya cepat.

Naruto meloncat tinggi kearah dimana Kurama berada dan dia mendarat tepat didepan Kurama. " Oy, bola bolu bangunlah sebentar aku mau bertanya!" Naruto berusaha membangunkan Kurama dengan cara memukul mukul hidung dari Kurama, Kurama yang merasa terganggu oleh ulah dari Naruto bangkit dan menggeram keras didepan Naruto. Bukannya terkejut malah Naruto tertawa keras menanggapi ulah dari Kurama barusan.

" Hahaha, mulutmu bau bola bolu!" Naruto tertawa keras seraya mengejek partrnernya tersebut, Kurama yang sudah terbiasa akan ulah dari Naruto barusan tak menggubrisnya sama sekali dan akhirnya mulai duduk dengan kedua kaki depannya dia lipat didepan dadanya. 'Ada apa kau membangunkanku Gaki?!' Kurama bertanya dengan nada yang cukup serius, Naruto tadi yang masih sedikit tertawa mulai mengubah tampangnya menjadi serius pula.

" Kurama, aku tahu elemen utama ditubuhmu adalah api, dan aku ingin bertanya apa hanya api oranye yang kau miliki ? dan apa kau memiliki elemen lain selain api?" Naruto mulai bertanya dengan tampang cukup serius dan setelahnya dia mengembangkan sayapnya dan terbang menuju pundak dari Kurama, Kurama yang mendapatkan pertanyaan seperti itu hanya tersenyum senang.

' Kau tahu, aku memiliki dua api yang ada didalam tubuhku pertama api berwarna oranye dengan tingkat dibawah api hitam milik Dewi Amaterasu namun diatas api milik para Shinobi terdahulu, kedua aku memiliki api putih dengan panas yang melebihi api milik Dewi Amaterasu, dan untuk elemen lain selain api aku memiliki elemen petir emas evolusi dari api oranye milikku tadi.' Kurama menjelaskan pada Naruto dengan panjang lebar, dan ditanggapi dengan anggukan dari Naruto.

' Tapi ingat, kau harus berlatih dengan mengikuti alur dari elemenku yang terlemah menuju elemenku yang terkuat, jika kau memaksakan diri kau bisa bisa mati.' Naruto kembali mengerti ucapan dari Kurama, otaknya yang dahulu seperti batu kini mulai encer karena dibakar oleh semangatnya menempati dunia atau tepatnya didimensi yang baru ini.

" Lalu bagaimana caranya aku meningkatkan kekuatanku ini Kurama?" Naruto bertanya seraya menolehkan kepalanya kearah kanannya karena disanalah wajah Kurama berada. Kurama yang diberi pertanyaan seperti itu dari Naruto mulai memejamkan matanya, Naruto yang tak mengerti maksud dari Kurama hanya memiringkan kepalanya kekanan.

' Berlatihlah elemen petir emasku, aku rasa tubuhmu sudah kuat menerima kekuatan itu' Kurama menjawab seraya membuka matanya, Naruto yang mendengar penuturan dari Kurama barusan tersenyum senang dan dengan segera dia melompat tinggi dari pundak Kurama dan segera berlari menuju tanah yang tadi dia gunakan untuk berlatih, Kurama yang melihat reaksi dari Naruto barusan awalnya sedikit terkejut namun dengan segera dia tersenyum lebar.

' Teruslah berjuang gaki, kau akan melebihi para semua makhluk yang ada didimensi ini.' Kurama berbicara dalam fikirannya seraya senyum lebarnya yang belum dia buang saat melihat Naruto mulai berkonsentrasi kembali setelahnya Kurama mulai melipat kedua tangannya diatas tanah itu dan mulai tertidur kembali.

SKIP

Hari demi hari berlalu, latihan yang Naruto lakukan pun semakin terbilang ekstrim, mulai dari berlatih pukulannya tanpa api oranye milik Kurama dengan cara memukul batu yang selalu dia ciptakan dan dia memukulnya dengan tenaga manusia miliknya bahkan sampai latihan tanding dengan sekitar seratus tiruan tubuhnya tanpa dia menggunakan kekuatan iblis serta kekuatan dari Kurama, bukankah itu termasuk ekstrim?

Kini Naruto sudah dapat menguasai lima puluh persen api oranye milik Kurama serta dua puluh persen petir emas milik Kurama pula, dan itu semua tak diketahui oleh anggota keluarganya. Hari ini Naruto kembali bersekolah kembali dan ingat bahwa didimensi buatan Naruto itu satu hari diluar sama dengan satu minggu didalam dimensi tersebut.

" Ohayou Naru-chan." Konan menyapa Naruto yang baru saja muncul dari kamarnya dan dapat dilihat oleh mata dari Konan pakaian lusuh dengan berbagai robekan ada disana. " Apa yang terjadi Naru-chan!" Konan berteriak keras dan itu sukses mengundang perhatian seisi rumah, dengan segera seluruh orang yang ada disana segera berlari menghampiri dimana Konan dan Naruto berada, berbagai pertanyaan sukses mengiang dikepala orang orang yang ada disana.

" Apa yang terjadi dobe."

" Apa malaikat jatuh yang melakukan ini Naruto"

" Mana malaikat jatuh itu Naruto!"

" Cepat car-"

" Diamlah, bukan malaikat jatuh yang melakukan ini semua." Naruto berucap dengan nada yang sedikit jengkel, dan itu semua diakibatkan oleh Konan yang berteriak keras didekat telinganya barusan, dengan kata kata yang terlontar dari mulut Naruto barusan suasana yang tadinya tegang kini sudah mulai lebih tenang kembali.

" Lalu apa yang terjadi Naruto?" Itachi angkkat bicara dan dari ucapan Itachi barusan semua yang ada disana segera menatap dimana Naruto berdiri. Naruto yang mendapat tatapan tersebut hanya mendesah sebentar seraya mengangkat kepalanya namun apa yang dilihat Naruto membuat dia mendapatkan sebuah ide untuk menjawabnya.

" Apa ada sebuah kabar dari iblis liar disekitar sini Itachi-nii ?" Naruto bertanya seraya menatap Itachi yang saat itu sedikit mengkerutkan dahinya. " Jangan mengubah arah pembicaraan Naruto!" Yahiko sedikit kesal akan kelakuan dari kingnya itu, dan dengan perkataan dari Yahiko barusan semua anggota keluarga Naruto mengangguk meng'iya'kan ucapan dari Yahiko barusan begitu pula dengan Sasuke yang sedari tadi menatap Naruto bingung.

" Jawablah Itachi-nii." Naruto kembali menatap Itachi yang tadi menatapnya, Itachi dan semua yang ada disana hanya dapat menghebuskan nafas panjang akan kekeras kepalaan dari kingnya itu. " Ada sekitar sembilan kilometer arah barat dari tempat ini, disana ada sebuah bangunan yang cukup tua karena ditinggalkan pemiliknya, mereka mengaku pernah melihat monster disana." Itachi menjelaskan dengan sangat detail pada Naruto.

" Dan apa yang kau inginkan dari para iblis liar itu dobe." Sasuke yang sedari tadi diam kini angkat bicara, bertanya pada sahabat dekatnya itu. " Semua yang kalian pertanyakan dari apa yang terjadi akan tubuhkan akan terjawab disana, dan ayo kita kesana." Naruto berucap seperti itu seraya menyiapkan lingkaran sihir milik clan Namikaze. Dan dengan sekejap mereka menghilang dari kediaman clan Namikaze itu.

" Kita sudah sampai?"

" Tempat ini cukup menjanjikan"

Deidara dan Kisame adalah dua orang yang paling awal dalam mengeluarkan kata kata mereka, mereka semua melihat kesekeliling mereka dan dapat dirasakan oleh mereka bahwa didalam sana ada beberapa energi yang asing bagai mereka, energi yang terasa buruk dan sangat menjijikan.

Tak berapa lama sebuah suara ledakan dari salah satu tembok yang ada disana mereka dengan, dan dengan segera semua mata yang ada disana menatap menuju dimana suara tersebut berasal . Dapat dilihat dengan jelas sekitar tujuh sosok iblis liar dengan berbagai bentuk berada disana. Naruto tersenyum melihat ketujuh iblis liar itu, dan dapat dipastikan iblis iblis liar tersebut lumayan kuat bagi Naruto.

' Grrr, makan malam sudah siap' Salah satu iblis liar berbentuk manusia dengan kepala harimau berbicara dengan nada yang terdengar sangat berat, terlihat dimimik wajah mereka yang terlihat senang karena kedatangan dari iblis iblis dari clan Namikaze tersebut dengan segera mereka menyiapkan senjata mereka mulai dari palu raksasa, sabit, zanbatou dan golok ada disana.

" Biar aku yang mengatasi cecunguk cecunguk itu kalian tetaplah disini jika ingin pertanyaan kalian terjawab." Dengan sangat terpaksa anggota keluarga dari Naruto itu merelakan king mereka untuk maju sendiri walau berbagai ekspresi wajah yang tak rela terpampang jelas diwajah mereka. Naruto yang akan memulai pertarungannya dengan segera memunculkan api oranyenya dikedua tangannya.

" A-Api ?! Api oranye?"

Anggota keluarga Naruto sedikit terkejut saat melihat king mereka memunculkan kobaran api berwarna oranye dikedua tangannya, tanda tanya besar tercipta diatas kepala dari para anggota keluarga dari Naruto pertanyaan yang hampir sama terngiang dikepala mereka 'Sejak kapan Naruto memiliki api oranye' begitulah kira kira pertanyaan yang mereka fikirkan.

Tanpa memperdulikan ekspresi dari para anggota keluarganya Naruto dengan cepat melesat menuju iblis iblis liar yang ada disana, melesatnya Naruto mengundang iblis iblis liar tersebut ikut melesat menuju Naruto pula, dipimpin oleh iblis liar berbentuk manusia laba laba yang memiliki tiga pasang tangan yang masing masing membawa sebilah pedang para iblis liar tadi melesat menuju Naruto.

Naruto yang sudah memiliki pengalaman dari semua jenis pertarungan dapat menghindari semua serangan iblis iblis liar tersebut dan beberapa kali menyarangkan pukulan telak pada iblis iblis liar yang tengah lengah dan kini hanya tersisa lima iblis liar yang berbentuk manusia laba laba, manusia dengan kepala singa / harimau, seekor salamender api raksasa yang awalnya berbentuk manusia, serta dua minotour dengan senjata masing masing kapak serta palu raksasa.

Terlihat dari deru nafas kelima iblis liar yang begitu berat dapat dipastikan kondisi tubuh mereka sangatlah kelelahan setelah bertarung cukup lama dengan Naruto, namun berbeda dengan Naruto dia sama sekali tak merasakan yang namanya kelelahan setelah bertarung dengan iblis iblis liar tadi. Naruto yang tak mau membuang buang waktu lagi kembali memasang kuda kuda bertarungnya dan dengan cepat dia melesat menuju iblis liar yang tengah kelelahan disana.

Kedua minotour maju untuk menghadang serangan dari Naruto, Naruto yang melihat kedua minotour tadi dengan cepat menyiapkan pukulan berlapis api oranye milik Kurama, dan dengan cepat pula Naruto segera melayangkan pukulannya menuju kedua minotour tadi dan-

BUAGH

Pukulan dari Naruto tadi dapat ditahan oleh kedua minotour tadi dengan sisi lebar dari kedua senjata mereka walaupun mereka harus terlempar menuju kawan kawannya dan berhenti setelah ditahan oleh salamender api yang ada disana, Naruto yang melihat kesempatan emas tak mau membuang waktu, dengan segera Naruto menambah power dari api oranye miliknya yang mengakibatkan kedua tangan dari Naruto terlapisi oleh api oranye sampai kepundaknya.

Dengan memasang kuda kuda yang sudah dilatihnya Naruto berkonsentrasi, dirasa sudah cukup Naruto memukulkan tangan kanannya menuju arah depannya seraya mengucapkan nama jutsu miliknya.

Kazai Uzumaki

Dengan pukulan yang dia layangkan pada udara kosong yang ada didepannya muncullah pusaran api yang cukup besar keluar dari tangan kanan Naruto. Api yang memiliki eksistensi tinggi tersebut melesat cepat kearah kelima iblis liar yang ada disana, bahkan efek dari angin yang timbul dari jutsu Naruto dirasakan oleh anggota keluarganya walau tak begitu besar.

" Di-dia semakin hebat, aku butuh air!" Kisame sedikit merasa dehidrasi karena hawa panas yang menguar dari jutsu Naruto, tak mau kehilangan anggota keluarganya Kakuzu mengeluarkan salah satu power miliknya dengan menciptakan air untuk menyiram tubuh Kisame dan itu cukup untuk membuat Kisame merasakan lega.

" Kau berhutang lima ribu yen padaku hiu tua bangka!" Kakuzu berucap yang menimbulkan beberapa gelak tawa dari anggota keluarga Naruto yang lain bahkan Sasuke dan Itachi tersenyum senang akan hal tersebut, Kisame yang mendengar penuturan dari Kakuzu hanya dapat mencak mencak tak jelas untuk menahan amarahnya.

Kembali keNaruto, kini empat dari iblis liar yang ada disana telah terbabat habis bahkan salamender api yang terkenal akan apinya dapat terpanggang oleh jurus dari Naruto dan disana hanya menyisakan manusia dengan kepala harimau yang memiliki luka bakar cukup parah, Naruto membalikan badannya untuk pergi menuju anggota keluarganya.

" Kenapa kau tak menghabisinya Naruto?" Sasori bertanya pada Naruto dengan tampang yang sedikit bingung akan apa yang akan dilakukan oleh Naruto, tak hanya Sasori semua anggota keluarga dari Naruto merasa bingung akan apa yang dilakukan Naruto saat itu.

" Hahh sebenarnya aku ingin menyisakan tiga untuk kalian tapi yaa jutsu barusan ber'Rank A+ cukup untuk membunuh dia, jadi kalian tak ingin membunuh yang satu itu?" Naruto berucap dengan seringai yang terbilang mengerikan, sifat psyco dari Naruto timbul lagi dan karena seringai dari Naruto itu sukses membuat semua yang ada disana menggelengkan kepalanya.

" Baiklah jika tak ada yang mau." Setelah selesai mengucapkan kata katanya Naruto mengangkat tangan kanannya dengan jari telunjuknya dia tegakan dan sisa empat jarinya dia katupkan, dari jari telunjuk Naruto tersebut muncul petir dengan warna emas, ingat bukan kuning namun emas dan Naruto berbalik seraya menunjuk iblis liar tersebut yang saat ini hanya bisa terduduk lemah dan-

DAARRR

Sambaran petir emas Naruto sukses membuat iblis liar tadi hancur tak tersisa, anggota keluarganya hanya dapat membulatkan mata mereka melihat dengan tenangnya Naruto membunuh iblis liar yang tersisa, Sasuke menatap Naruto dengan tatapan jengkel, jurus Naruto barusan hampir menyamai dengan jutsu miliknya, Naruto yang melihat gelagat Sasuke hanya dapat tertawa renyah.

" Dasar plagiat!" Sasuke berucap pelan namun dalam, dan ucapan dari Sasuke barusan sukses membuat Naruto pundung dengan aura sedih menyelubunginya. Tak dapat ditahan lagi semua anggota keluarga Naruto hanya dapat tertawa keras bahkan sampai sampai mereka tak menyadari bahwa mereka sudah ditransfer kearah rumah mereka.

SKIP

Beberapa hari sudah berlalu, kini peerage baru dari Rias sudah masuk kedalam Kuoh Akademi dan diketahui bahwa anak tersebut bernama Asia Argento dia memiliki Sacred Gear bernama Twilight Healing, Sacred Gear bertipe penyembuh dan dia kini berada satu kelas bersama Issei dan karena hal itu setiap hari wajah dari Issei terlihat sangatlah senang.

Hari ini adalah hari yang cukup cerah namun berbeda dengan wajah dari Rias entah kenapa hari itu Rias nampak murung, bahkan Akeno Himejima sang sahabat dari Rias tak mengerti kenapa sahabatnya tersebut memasang mimik wajah murungnya, dan diketahu Rias tampak murung dari hari kemarin, bahkan dia kini sering berada dikamarnya.

Pinda Scene, diatas gedung atau tepatnya diatap gedung sekolahan terlihat seorang anak dengan surai kuning sedang duduk santai dengan sebuah cup ramen ada ditangan kirinya dan lima cup ramen kosong ada disisi kiri tubuhnya, dia Naruto Namikaze yah tak tau kenapa dia sangat suka ramen bahkan setelah berpindah dimensi saat ini dia masih saja suka akan tepung panjang berkuah itu.

Namun ketenangan Naruto terganggu oleh suara terbukanya pintu yang menujukan ruang bawah dengan atap gedung sekolah tersebut, dan dari sana muncul seorang laki laki dengan tampang cantik atau tepatnya tampan yang kelewatan tampan dengan surai kuning masuk kesana, senyum manis selalu terulas diwajahnya, dia berjalan menuju Naruto yang menatapnya bingung dengan mie dari ramen yang masih menggantung dimulutnya.

" Ohayou Naruto-senpai." Anak tersebut angkat bicara setelah duduk disamping Naruto, dia mengeluarkan sebuah minuman kaleng dari saku celananya, setelahnya dia membukanya dan meminumnya dengan tenang, sikap yang dia miliki menunjukan sikap kebangsawannan walau dia bukan salah satu dari para iblis bangsawan.

SRRUP

" O-Ohayou Kiba, tumben sekali kau mencariku ada hal apakah?" Naruto membalas salam dari Kiba dan setelahnya disusul dengan sebuah pertanyaan darinya, Kiba yang mendengar pertanyaan dari Naruto tersenyum manis kearah Naruto, Naruto yang mendapat senyum dari Kiba barusan sedikit risih dan menggeser posisi duduknya menjauh dari Kiba.

" Kau dan anggota peeragemu diundang oleh Bochou untuk bertemu diKlub penelitian ilmu ghaib Naruto-senpai." Naruto yang mendengar kata peerage dari ucapan Kiba barusan sedikit terkejut, Naruto berfikir bagaimana Kiba bisa tahu jika dia adalah King ?

" Bagaimana kau tahu jika aku adalah King, Kiba?" Naruto bertanya seraya melemparkan keenam cup ramen miliknya kearah tempat sampah yang ada didekatnya, dan setelahnya tatapan dari Naruto kembali dia tujukan kearah Kiba, Kiba yang mendengar pertanyaan dari Naruto hanya membuang nafasnya cukup panjang dengan mengelus elus rambutnya.

" Kau lupa Naruto-senpai, jika kau dulu pernah bilang bahwa kau adalah King dari peeragemu?" Naruto yang mendengar jawaban dari Kiba hanya tertawa karena kebodohannya. " Hehehe aku lupa." Dengan tenangnya Naruto menjawab ucapan dari Kiba barusan dengan kekehan andalannya.

" Baiklah Naruto-senpai Bochou menunggumu setelah pulang sekolah." Kiba berucap seraya berdiri setelah membuang minuman kalengnya menuju tempat sampah yang sama saat Naruto membuang cup cup ramen miliknya, Naruto yang juga ingin pergi dari tempat tersebut juga ikut berdiri, dan berjalan bersama dengan Kiba.

" Bilang pada Rias, aku akan datang namun mungkin sedikit terlambat karena beberapa anggota peerageku sudah bekerja." Kiba yang mendapat jawaban dari Naruto tersenyum mengerti setelahnya mereka berpisah disalah satu persimpangan menuuju kelas masing masing tak lupa lambaian tangan mereka hantarkan satu sama lain.

SKIP

" Dimana sih depkolektor mata duitan itu, ini sudah jam tujuh malam!" Hidan berteriak dengan nada yang cukup kesal, kalian tahu dari semua anggota peerage Naruto hanya Kakuzu sajalah yang belum menampakan batang hidungnya, namun tak berapa lama pintu depan terbuka dan menampakan sosok Kakuzu yang sedikit robek dibeberapa sisi.

" Bangsat kau depkolektor mata duitan dari mana saja kau hah, kita semua sudah menunggu lebih dari dua jam!" Hidan yang sudah tak dapat menahan emosinya berteriak keras seraya menunjuk nunjuk wajah Kakuzu yang hanya memasang mimik wajah tanpa ekspresi seperti biasanya, dan dari teriakan dari Hidan barusan sweatdrop tak dapat dihindari dari anggota clan Namikaze itu.

" Aku harus berdebat dengan nenek tua untuk mendapatkan bahan makanan ini kau tahu penyembah dewa sial.!" Sekali lagi sweatdrop berjama'ah terjadi dikediaman clan Namikaze itu bahkan Sasuke dan Itachi yang terkenal dengan mimik wajah dinginnya tak lepas dari sweatdrop itu, dan kata kata yang sama sedang mereka fikirkan dikepala mereka.

" Dasar depkolektor mata duitan" Begitula kira kira.

" Sudahlah, letakan barang itu disini dan ayo kita berangkat, mungkin mereka telah menunggu kita." Yahiko mengintruksi saudara saudaranya dan dari ucapan Yahiko barusan mereka semua tersadar, sebagai wanita satu satunya dalam peerage Naruto, Konan segera mempersiapkan sihir teleportasi dan dengan segera mereka semua berteleportasi menuju klup penelitian ilmu gaib.

Pindah Scene, beberapa menit sebelum anggota clan Namikaze berangkat, didalam gedung klub penelitian ilmu gaib terlihat enam orang bukan maksudnya enam iblis muda sedang bercengkrama, dan dapat dilihat dari mimik mereka kebosanan dan kesedihan terlihat disana.

" dimana tamu kita Bochou, aku akan menghajarnya jika mereka sampai disini aku tak suka menunggu!" Isseilah orang yang memiliki mimik wajah bosan dan marahnya, namun hanya dialah orang yang terlihat over dalam mengeluarkan emosinya berbeda dengan anggota yang lainnya.

" Sabarlah Issei mereka pasti da-"

Belum selesai Rias mengucapkan ucapannya, sebuah lingkaran sihir muncul diruangan tersebut dan menunjukan sebelas sosok yang muncul dari lingkaran iblis tersebut, Issei yang melihat siapa yang datang segera pucat pasi karena ucapan yang tadi dia ucapankan.

" Segera hajar mereka Issei-senpai" Koneko berucap dengan nada datarnya, dan ucapan dari Koneko tersebut bagai pedang yang ditusukan pada tubuh Issei yang sukses membuat Issei semakin pucat dengan keringat deras menetes dari kepalanya.

" Hahaha, maaf menunggu lama ada sedikit masalah tadi." Naruto tertawa untuk sedikit mencairkan suasana, namun itu tak cukup Rias, Akeno dan Kiba yang melihat siapa peerage dari Naruto terkejut dengan mata yang membulat sempurna.

" Itachi-sensei, Konan-sensei, Yahiko-sensei!" Rias, Akeno, dan Kiba berteriak bersama, Itachi, Konan dan Yahiko hanya tersenyum seraya melambaikan tangannya kearah Rias, Akeno dan Kiba yang masih dalam ekspresi terkejutnya, Issei yang mendengar nama gurunya disebut segera menatap kearah dimana mereka bertiga berdiri dan hanya mata yang membulat saja yang dapat ditunjukan oleh Issei saat itu.

" Yah yah, kami adalah anggota peerage dari Naruto, aku sebagai bidak bishop, Yahiko sebagai Rook dan Konan sama denganku bishop." Penjelasan dari Itachi barusan dapat dengan mudah dimengerti oleh mereka semua.

" Baiklah ada urusan apa kau memanggil aku beserta anggota keluargaku Rias?" Naruto angkat bicara seraya berjalan menuju salah satu kursi kosong yang ada diruangan tersebut, begitu pula dengan anggota keluarganya mereka berjalan menuju sofa serta kursi kosong yang ada disana, Rias yang masih dalam ekspresi terkejutnya berusaha mengontrolnya dengan menarik nafas panjang.

" Yah, aku hanya ingin sesama clan iblis saling kenal dengan baik itu saja tujuanku." Rias masih saja sedikit sewot pada Naruto entah karena apa dia melakukan hal itu, Akeno yang tak mengerti ekspresi apa yang ditunjukan oleh Rias hanya dapat mengkerutkan dahinya. Perbincangan terjadi cukup lama dengan beberapa kali canda tawa tercipta akibat ulah konyol dari Naruto, Deidara, Sasori dan Obito, namun acara tersebut hancur setelah munculnya kobaran api yang cukup besar dibelakang kursi Rias.

" Hahh, sudah lama aku tak pergi kedunia manusia, benar kan Rias sayangku." Sebuah suara yang terdengar ditelinga semua orang yang ada disana sukses membuat perhatian mereka beralih kepada asal suara tersebut, dan dapat dilihat seorang laki laki dengan rambut kuning sedang membelai pipi dari Rias, dan terlihat pula penolakan dari Rias saat tangan laki laki tersebut menyentuh pipi halusnya.

" Jangan panggil aku seperti itu Raiser, kata kata yang keluar dari mulutmu itu benar benar menjijikan!" Rias berucap dengan nada yang cukup keras dan itu sukses membuat Raiser mendecih tak suka. " Ya saat ini kau tak akan suka namun pertunangan kita akan membuat semua itu berubah." Dan karena ucapan dari Raiser barusan sukses membuat semua anggota peerage dari Rias terkejut bukan main.

" Apa maksudmu pirang!" Issei berteriak keras seraya menunjuk tepat kearah wajah dari Raiser, Raiser yang merasa bahwa dirinya dipanggil segera menoleh kearah dimana Issei berdiri dengan tangan kanannya menunjuk kearahnya. " Ada apa kau memanggilku?!" Bukan Raiser tapi Narutolah yang menjawab teriakan dari Issei, Naruto berjalan dari belakang anggota peeragenya dengan tangan kiri yang lagi lagi membawa sebuah cup ramen.

" Bukan kau yang aku panggil tapi pirang itu!" Issei terlihat sedikit kesal karena ulah dari Naruto barusan, dan ditambah lagi reaksi Naruto yang hanya menjawab dengan ber'oh' ria saja, Raiser yang melihat kelakuan dari Naruto hanya tertawa saja bukan maksudnya tertawa meremehkan.

" Dasar bodoh, walau sama sama pirang tapi kau lebih bodoh dari aku hahahaha" Ucapan dari Raiser barusan sama sekali tak digubris oleh Naruto dan anggota peeragenya dan bahkan mereka hanya meneruskan apa yang mereka tunda barusan.

" Baiklah Rias, kapan kita akan bertunangan hah" Sekali lagi Raiser membelai pipi dari Rias dan sekali lagi pula Rias memalingkan wajahnya untuk menjauhkan tangan Raiser yang berada dipipinya. " Jangan harap Bochou bertunangan denganmu bangsat!" Issei kembali tak dapat meredam emosinya dia memasang kuda kudanya dan-

SRRING

BOOST

Sebuah sarung tangan mekanik berwarna merah darah dengan sebuah permata hijau pada bagian pungung tangan keluar dan terpasang ditangan kiri dari Issei, dan dari situlah Raiser sedikit terkejut saat melihat apa yang ada ditangan kiri dari Issei, namun keterkejutannya berubah menjadi sebuah senyuman.

" Hahaha Sekiryuutei, walau kau memiliki kekuatan yang besar namun kau belum dapat mengendalikannya aku tahu itu hahaha" Raiser tertawa bangga karena dia tahu dia akan menang saat bertarung melawan Issei karena Issei belum bisa mengendalikan kekuatan salah satu dari dua Heavenly Dragon's

" aku tak akan pernah menyerah karena Bochou hanya milikku dia akan menjadi salah satu dalam kerajaan harem milikku!" Ucapan Issei tersebut sukses membuat semua yang ada disana sweatdrop namun tidak dengan Raiser dia malah tersenyum menanggapi ucapan dari Issei barusan. " Kerajaan harem ya."

TIK

Raiser menjentikkan jarinya dan muncullah sebuah kobaran api besar berada dibelakang Raiser, lalu muncullah lima belas sosok perempuan dari kobaran api tersebut dan itu sukses membuat Issei membulatkan matanya, salah satu perempuan tersebut berjalan menuju Raiser dan dengan sigap Raiser mencium dengan ganas perempuan tersebut seraya meremas salah satu payudaranya dengan tangan kanannya.

Issei yang melihat tayangan live tersebut membulatkan matanya, amarahnya semakin memuncak dan sekali lagi terdengar suara dari sarung tangan mekanik milik Issei tersebut, setelah ciuman Raiser berakhir sebuah ciuman kembali diterima Raiser namun ciuman tersebut berasal dari tangan kiri Issei yang berlapiskan sarung tangan mekaniknya, pukulan Issei sukses membuat Raiser terlempar dan membentur dinding yang ada disana sampai roboh.

Anggota keluarga dari Naruto tersenyum melihat kejadian barusan namun tidak dengan Naruto dia masih sibuk dengan ramen ramennya dan saat itu dia sudah selesai memakan cup ramen ketujuhnya.

" Berani beraninya kau memukul Raiser-sama!" Salah satu dari anggota peerage Raiser marah dan amarah tersebut disusul pula oleh yang lainnya, namun sebelum kejadian yang tak diinginkan berlangsung Raiser telah keluar dari runtuhan dinding bekas tabrakannya dengan dinding itu.

" Berani beraninya kau memukul Raiser Phenex!" Raiser terlihat marah, sepasang sayap api berkobar dipungungnya, kedua tangannya juga ikut terlapisi api miliknya. Rias dan anggota peeragenya terkejut saat melihat Raiser saat itu namun-

TUK

Sebuah cup ramen jatuh dikepala Raiser, Raiser yang terkejut menatap cup ramen tersebut dengan tatapan garang. " Siapa yang be-" Ucapan dari Raiser terhenti saat sebuah suara memotong ucapannya. " Huuaah kenyang!" Narutolah yang berteriak cukup kencang setelah memakan cup ramen kesembilannya yang tadi dibuangnya sembarangan dan cup ramen tersebut sukses mendarat dikepala dari Raiser.

" Hey kau pirang!" Raiser berteriak seraya menunjuk Naruto yang sedang berdiri seraya merenggangkan otot ototnya yang mungkin sedang kaku, Naruto yang merasa dipanggil menoleh dan melihat Raiser dengan sepasang sayap api yang berkobar hebat dipunggungnya, Naruto dengan santai berjalan perlahan mendekati Raiser, Rias dan anggota peeragenya sedikit takut akan apa yang tak diinginkan terjadi, namun anggota keluarga dari Naruto berhasil menenangkannya.

" Ada apa?" Dengan santai Naruto bertanya pada Raiser, Raiser yang merasa dihina oleh Naruto menyiapkan kepalan penuh apinya dan dengan sebuah gerakan cepat Raiser berusaha memukul Naruto dan-

TAK

Pukulan api dari Raiser sukses ditahan oleh Naruto dengan satu tangannya, kejadian tersebut sukses membuat semua yang ada disana terkejut bukan main (minus anggota keluarga Naruto), bahkan Raiser hanya dapat membulatkan matanya saja dan berusaha melepaskan cengkraman dari Naruto yang semakin kuat.

" Hey apa masalahmu!" dengan sedikit nada kesal Naruto menarik tangan dari Raiser dengan sangat sangat keras dan itu sukses membuat tangan Raiser terputus. Sekali lagi semua yang ada disana dibuat terkejut akan kelakuan Naruto. " Berregenerasilah aku tahu kau dari clan Phenex, jadi aku tahu kau dapat berregenerasi.!" Naruto berucap seraya berjalan kearah anggota keluarganya.

" Jangan meremehkan aku bocah aku ini ABADI!" Raiser berteriak sombong seraya menekan pada kata terakhirnya dengan tekanan ucapan yang cukup kuat, Naruto hanya tersenyum sinis dia menarik sabit milik Hidan yang saat itu sedang ada disisi kanannya dan tanpa babibu Naruto segera menebas leher Hidan sampai putus.

CRASH

Dan sekali lagi semua yang ada disana terkejut bukan main akan apa yang dilakukan oleh Naruto, salah satu anggota peeragenya dia tebas sendiri bahkan menggunakan senjatanya sendiri. " Hey dasar bocah kurang ajar, mentang mentang kau King kami seenaknya saja menebas kepala orang !" Hidan marah marah ah bukan maksudku kepala Hidan berteriak marah saat Naruto dengan tenangnya menebas kepalanya.

" Hah kau, aku melakukan itu agar dia tahu tak ada yang lebih abadi dari kau Hidan-nii " Naruto berucap seraya berjongkok didepan kepala Hidan, dan itu sukses membuat mimik wajah dari Hidan berubah dari yang awalnya nampak benar benar kesal kini berubah menjadi sangat bangga.

" Dan kau kuning, apa maumu sebenarnya." Naruto berdiri dan setelahnya dia menghadap kearah dimana Raiser berada, tatapan mata tajam dari Naruto tepat menatap dimana raiser berada, Raiser yang melihat tatapan dari Naruto sediit bergidik ngeri, namun itu semua ditutupi oleh rasa sombong dan angkuhnya.

" AKU INGIN KITA BERTARUNG!"

T . B . C

Hahaha akhirnya selesai juga chapter empat, yah maaf karena saya sibuk denga fic lain serta beberapa kesibukan saya jadilah terbengkalai fic yang satu ini, untuk permintaan maaf saya, saya menambah 1,5k wordnya hehehe.

Saatnya balas Review :

Aoi itsuka : Bukan, pair dari Naruto hanya satu namun Rias akan saya masukan dalam pair dari salah satu peerage Naruto.

GameAction : Untuk lawan terkuat Naruto masih akan saya fikirkan lagi, masih dalam beberapa seleksi tokoh.

Energy flow : Dalam fic saya, saya buat berbeda memang chakra dan energi atau aura dalam DxD sama, namun saya buat chakra tersebut terhisap oleh power dari Kurama, dan untuk kekuatan yang dikeluarkan oleh peerage dari Naruto saat melawan musuh yang payah dalam salah satu scene dific ini saya buat itu sebagai kesenangan semata, mereka telah lama tak bertarung jadi sebuah jutsu level S dapat mengobati rasa rindu dalam pertarungan. Nah untuk lempar melempar shuriken itu saya memang tidak tahu hehe gomen gomen.

Wsusanto96 : pertanyaan pertama, dalam pertemuan tiga fraksi nanti mungkin mereka akan tahu bahwa clan Namikaze telah diberkahi oleh Kami-sama atau bisa juga sebelum hal tersebut terjadi. Pertanyaan kedua, jawaban dari pertanyaan tersebut masih saya rahasiakan hehehe. Pertanyaan ketiga, menurut saya ya, karena mereka juga sekalian mengeluarkan jati diri mereka.

Captain KID Aria : Arigatou semangatnya serta untuk lawan saya pastikan akan saya buat seimbang.

Sekian jawaban dari review, dan untuk pair itu masih akan terjawab dua sampai tiga chapter kedepan jadi mohon bersabar, untuk yang review lanjut dan sebagainya ini sudah lanjut dan saya pastikan fic ini tidak akan Discontinue, terimakasih atas review dan saran yang diberian.

Komozaku Wooza Out.