Yohohoho! Gue kembali lagi… terus gue ingetin,

Ini FF sumpah OOC banget! Dan juga Gaje plus Garing bukan main! Banyak kata-kata yang nggak sesuai dengan EYD. Dan akan membuat loe pada yang benci cerita OOC pengen muntah berak bacanya. Mau terus baca, LANJUT AJA.. Tapi kalau nggak suka, ya udah NGGAK USAH BACA!

Berhubung gue adalah author baru, tolong kasih gue saran / pendapat! Cz kata-kata di FF gue salah mulu, makanya gue butuh review! Review positif maupun negative gue terima. Tapi asal jangan keterlaluan aja! Oke?

Oea, gue cinta banget ama pairing Zoro-Robin-Law.. Jadi loe pada yang juga suka pairing itu, buat FF yang banyak tentang mereka ya! Hoho *Ngarep*

Oke.. just check it out!

HAUNTED : A GRUDGE OF THE DEMON GIRL

ZORO'S POV

Apa aku salah dengar?.

Ya.. ku rasa aku salah dengar. Tidak mungkin gadis sepertinya akan melakukan hal itu. Aku tahu ia patah hati, tapi hal itu baru terjadi malam ini. Lagian walaupun ia ingin mengakhiri hidupnya, untuk apa ia harus repot-repot menjadi calon bom bunuh diri?. Ini cukup hanya dengan meminum racun atau loncat dari gedung,bukan!

Aish.. ada apa dengan otakku?

Kenapa aku malah berpikir sejauh itu?. Setidaknya di dunia ini tidak hanya ada seorang gadis bernama Robin,bukan?. Masih banyak Robin-Robin lainnya. Lagian belum tentu nama lengkap gadis itu Nico Robin. Mungkin nama mereka hanya sama, tapi orangnya berbeda. Ya.. kuharap begitu.

"Oi! Apa yang kau pikirkan?" Celetuk si alis pelintir menyadarkanku

"B..Bukan apa-apa!" Ucapku berusaha serilex mungkin

"Baiklah.. kita hanya punya waktu lebih kurang 31 jam! Untuk itu kita harus mulai beroperasi dari sekarang! Aku akan pergi melapor pada Rayleigh-sama terlebih dahulu! Dan kau… cobalah mencari informasi lebih lengkap tentang gadis itu!"

"Ya.. aku mengerti!" Jawabku seadanya.

Si alis pelintir menepuk bahuku, lalu tanpa blablabla iapun berlalu meninggalkanku.

BLAM

Suara dentuman pintu yang cukup keras membuatku berpikir bahwa Si alis pelintir tampak tergesa-gesa. Bisa kupastikan saat ini ia langsung pergi ke markas untuk menghadap pada Rayleigh-sama. Tapi aku…, aku yang seharusnya juga mulai bergerak untuk mencari informasi tentang si calon bom bunuh diri itu malah lebih memilih untuk diam. Padahal aku sudah berjanji pada si alis pelintir untuk ikut bergerak sekarang juga.

Ku tatap jam yang tergantung di dinding, jarumnya menunjukkan pukul 3 subuh. Seharusnya saat ini aku sedang berhentai ria dengan 3 gadis di pub tadi, tapi karena masalah yang diawali gadis berambut raven tadi, aku terpaksa diam dalam keheningan seperti ini. Hari liburku terbuang sudah, padahal aku ingin bersenang-senang. Mana lagi sekarang sudah datang masalah baru, aku makin tidak bisa istirahat. Ya.. beginilah pekerjaan kami, siang maupun malam sama saja, kami tetap harus berkerja kapanpun perintah dari atasan datang. Dan kami juga harus siap siaga.

Tanpa sadar, aku sudah berdiri di depan gadis yang baru saja aku bawa dari pub tadi. Wajah tidurnya sangat cantik dan elegan. Keadaannyapun sudah cukup terlihat membaik dari pada tadi. Aku menghela nafas lega. Tersirat di benakku, kalau ia sudah bangun, aku akan memastikan siapa ia sebenarnya. Karna… entah kenapa, aku memang mencurigai gadis ini. Walau aku baru mengenalnya, tapi aku yakin ia adalah seorang gadis yang misterius. Dengan melihat sikapnya di Pub tadi, aku juga yakin dia adalah seorang gadis yang pemberani dan bertekad kuat. Alasan itulah yang membuatku makin mencurigai gadis ini. Setidaknya, untuk menjadi seorang calon pelaku bom bunuh diri, keberanian dan tekad kuat adalah yang terpenting, bukan!.

Tiba-tiba aku teringat akan sesuatu,

"Kenapa aku tidak memeriksa KTPnya saja?"

Tanpa berpikir panjang, akupun mengaruk kantong jaket gadis itu, berharap akan menemukan kartu identitasnya, tetapi aku malah menemukan lembaran uang yang sangat banyak dan tebal.

Apa dia orang kaya?

Akh… apa yang sedang kupikirkan?, Bukan saatnya memikirkan uang.

Akupun kembali mencari di kantong lainnya, tapi hasilnya sama, aku hanya menemukan lembaran uang yang sangat banyak, tapi anehnya, tiada dompet ataupun lainnya.

Aneh!

Akhirnya ku putuskan untuk beralih pada kantong jeansnya, tapi…

"Apa baik jika aku memeriksa kantong jeansnya yang pasti ketat itu? Bisa-bisa aku menyentuh bagian intim tubuhnya" Fikirku ragu

"Akh! Kenapa otakku ngeres gini? Sial!"

Akupun menepuk jidadku, lalu Tanpa pikir panjang, kumasukkan tanganku ke dalam kantung jeans gadis itu, dan…

"Bingo! Aku berhasil menemukannya!"

Ku tatap selembar kartu di tanganku, ya,, hanya selembar kartu, tiada yang lain lagi. Ini semacam kartu mahasiswa. Kucoba membaca identitasnya, matakupun spontan terbelalak saat menyadari siapa gadis itu.

"Ja..jadi memang dia! Nico Robin dari Universitas Ohara?.."

Tanganku tiba-tiba melemas, kartu itupun terjatuh dari peganganku.

Kring Kring Kring

Tiba-tiba suara telepon rumah dari kamarku mengalihkan perhatianku.

Aku cukup terdiam sejenak saat menyadari apa-benar-ini-suara-telepon?. Ya.. siapa yang menelponku malam-malam begini?.

Sanji? Rayleigh? Atau Nami? Atau rekanku lainnya?

Tapi tidak mungkin mereka. Mereka tidak akan pernah menelponku dalam situasi genting seperti sekarang lewat telepon rumahku. Mereka pasti akan langsung menelpon ke telepon genggamku.

Siapa itu?

Kring Kring Kring

Suara telpon rumahku terus memekakkan telinga, akhirnya kuputuskan pergi ke kamar untuk mengangkat telepon itu.

"Halo?"

"Apa kabar Zoro sang pemburu dari agen Baroque Work?"

Spontan, Ucapan si penelpon itu berhasil membuatku speechless dan terbelalak shock.

Kenapa orang ini bisa mengetahui identitasku? Bukankah tiada satupun orang yang mengetahui jobku selain teman-temanku di Baruque Work?. Orang tuaku saja tidak tahu kalau aku adalah seorang agen rahasia. Sial..

Orang ini pasti bukan orang biasa. Bisa jadi ia adalah musuh kami.

"Siapa ini?" Ku coba bertanya dengan suara yang tenang

" Huhuhu... Tidak perlu ku perkenalkan diriku padamu! Yang jelas, ku peringatkan.. jangan ikut campur dengan masalah gadis yang kau bawa pulang itu! "

DEG

Ucapan si penelpon tak dikenal itu berhasil membuat jantungku berdetak tidak terkontrol. Bagaimana bisa ia tahu kalau aku membawa gadis bernama Robin itu pulang?. Jangan-jangan….

Spontan, aku menyibakkan gorden jendela, sehingga langsung menghadapkanku pada halaman depan rumahku yang cukup besar.

TING

Sekilas tampak seorang gadis berambut kuning sedang berdiri di depan rumahku. Sebuah senyuman licikpun terpampang jelas di wajahnya.

"Jangan mencari gadis itu lagi,sayang! Hahahaha"

Seiring dengan gelegar tawa gadis itu (dari telepon), iapun menghilang dibalik malam yang gelap dengan sekejap.

Bisa kurasakan mulut dan mataku masih terbuka lebar saking shocknya.

Gadis itu… pasti sudah menjagai rumahku sedari tadi. Dan ia mungkin telah membuntutiku sedari Pub tadi.

" Sial! " batinku kesal

Tapi.. tunggu dulu…

Ucapan terakhirnya tadi…

"Jangan mencari gadis itu lagi,sayang"

Itu berarti.. Nico Robin….

BRAKK

Segera saja aku berlari keluar kamar menuju ruang tengah tempat Robin berbaring tadi. Dan…

Apa yang ku lihat saat ini sungguh mengejutkan.

Robin yang tadi masih terbaring di atas sofa itu, …

…..Telah menghilang…

"SIAAAAAAALLLLL!" Teriakku menggema.

Gadis di depan rumahku tadi pasti sengaja mengalihkan perhatianku, dan diam-diam anggotanya menculik Nico Robin dari dalam rumahku! Sungguh aksi yang sangat sempurna dan tersusun secara rapi.

Sekarang aku yakin, kalau gadis itu memang special. Ia tidak seperti gadis biasa lainnya. Ia diawasi, seolah ia tidak boleh kabur dari seseorang. Dan kuyakin ia memang adalah Nico Robin, si calon bom bunuh diri itu.

"Nico Robin.. aku tidak akan melepaskanmu!" Sumpahku pada diri sendiri

.

.

AUTHOR'S POV

"Ini foto gadis itu! " Ucap Nami sembari menyodorkan selembar foto pada masing-masing rekannya yang sedang duduk mengelilingi meja berbentuk lingkaran yang biasanya menjadi meja perundingan rahasia di Baraque Work.

Zoro yang juga mendapat foto itu memungutnya,

"Jadi benar dia! Huh!" Batin Zoro tersenyum sinis saat melihat seorang gadis berambut raven yang sedang membaca buku di dalam foto itu.

"Acaranya akan dimulai besok pada pukul 10.00 pagi, Untuk itu kita tidak boleh lengah. Kita harus segera menemukan gadis itu sebelum ia memulai aksinya! Presiden telah mengutus penjagaan yang sangat ketat di lokasi, Tim penjinak bom juga sudah di siapkan. Tapi kita tetap harus waspada. Intinya, hari ini juga kita harus menemukan gadis itu!" Ujar Rayleigh sang ketua organisasi.

"Tapi Rayleigh-sama, kenapa Pemerintah tidak membatalkan acara pengakuan ini saja? Dan melakukannya di tempat yang tertutup dan sangat rahasia! Kenapa harus di depan umum?" Intruksi Franky yang merupakan seorang ahli pelacak di organisasi.

"Tidak ada gunanya semua ini di cancel! Kalau pemerintah terus mencancelnya, yang ada CPBuster akan lebih semena-mena dan keburu menghancurkan Negara ini. Dan lagi, walaupun acara ini dicancel, kapanpun hari H-nya, mereka akan tetap melakukan hal yang sama. Mengutus seseorang untuk menggagalkan acara itu! Kemudian, satu lagi.. Kau bilang lakukan di tempat tertutup? Hal itu malah akan membuat waktu kita tersia-sia. Kau tahu system politik Negara kita yang kotor,bukan? Bisa-bisa semua orang akan di suap oleh ketua CPBuster yang diprediksi adalah salah seorang dari golongan Dewan pemerintah Negara ini. Untuk itu, masalah ini harus segera diusut, agar si ketua CPBuster itu tidak menyalahgunakan kedudukannya di pemerintahan dan membumi hanguskan Negara ini terlebih dahulu! " Terang Rayleigh membuat tegang semua yang ada di ruangan

"Ya.. Memang susah sih memiliki musuh yang merupakan orang dalam pemerintahan, tapi setidaknya kita akan segera membongkar siapa dalang semua ini bukan?" Kata Sanji membuat suasana yang tegang berubah menjadi santai kembali

Rayleigh tersenyum penuh arti.

"Kau percaya diri sekali, Sanji!" Timbrung Usopp sang Sniper menepuk pundak Sanji

"Yayaya! Dari pada menghabiskan waktu untuk hal seperti ini, sebaiknya kita segera berpencar sekarang juga! Kita sudah tahu tugas masing-masing,bukan! Lagian aku lapar nih~!" Celetuk Luffy sang poker face mengusap perutnya.

"BUKAN SAATNYA MEMIKIRKAN PERUT! " Teriak seisi ruangan dengan gigi setajam hiu kepada Luffy

"Eu~h.. aku sungguh lapar~" Gerutu Luffy melemas

"Baiklah! Kalau begitu kita sudahi rapat hari ini! Semoga kalian bisa menemukan gadis itu dengan cepat dan menggagalkan rencananya! Ya.. walaupun kita sama-sama tahu kalau saat ini gadis itu pasti tidak sendirian. Ia pasti dijaga ketat oleh orang-orang kuat suruhan CPBuster. Dan malah mungkin sekarang gadis itu tidak bisa berkeliaran lagi, ia pasti sudah berada di tempat perakitan bom itu! Jadi kusarankan pada kalian, Jangan senonoh.. berhati-hatilah! Lakukan yang terbaik! Aku dan Nami akan memantau kalian dari markas bersama kru lainnya! Mengerti?"

"MENGERTI!" Kata seisi ruangan dengan semangat menggebu-gebu

.

.

ROBIN'S POV

Sejumlah orang bermantel hitam panjang mengiringi langkahku menuju ruang bawah tanah tempat markas besar CPBuster berada. Seorang pria bertubuh jangkung yang ku kenal bernama Lucci berjalan di depanku guna menuntun ke arah mana aku harus berjalan. Koridor tempat kami berjalan saat ini sangat panjang dan luas. Itu terbukti karena perjalanan panjang yang kami lakukan. Sekitar 4 menit kemudian, kamipun telah sampai di depan sebuah pintu yang sangat besar dan tinggi yang berukirkan gambar 3 ekor naga.

TAP

Lucci menghentikan langkahnya. Aku beserta pengikut lainnya ikut berhenti.

"Masuklah! Bos Chrocodile ingin bicara denganmu!" Ucap Lucci memberikan jalan padaku

Tanpa menjawab, akupun maju untuk membuka pintu itu.

KREKK

Pintu terbuka, dan apa yang sedang menantiku di dalam sana?

Chrocodile yang sebulan lalu ku temui di tebing untuk bernegosiasi, sedang duduk dengan angkuhnya di kursi kebesarannya yang sangat besar dan mewah. Ia menyulut cerutunya yang besar, lalu tersenyum licik menatap kedatanganku.

"Akhirnya kau datang juga, Nico Robin!"

"Tsk.. sudah kubilang aku tidak akan berkhianat!" Jawabku berusaha tenang, padahal hatiku cukup bergetar berhadapan secara langsung seorang diri dengan tuan yang pastinya licik ini.

"Baguslah! Sudah seharusnya begitu. Karena aku sudah membayarmu mahal,bukan?"

"Uang bukanlah alasan kenapa aku melakukan hal ini! Kau sendiri tahu itu,bukan?"

"Yayaya! Aku tahu semua kemelut hidupmu. Kau melakukannya karena memang ingin membunuh Aokiji, mantan anggotaku yang menghianatiku dengan cara membeberkan semua rahasia CPBuster di stadion Thriller Bark besok,bukan!"

"Aku tidak peduli dengan ia yang menghianati kau dan organisasimu, tapi aku melakukannya untuk membalaskan dendam ibuku yang ia bunuh hanya karena ingin menikah lagi dengan wanita jalang sahabat ibuku sendiri! Lebih tepatnya aku ingin membunuh orang itu dengan tanganku sendiri. Walaupun itu berarti aku harus mati!" Ucapku dengan amarah yang menggebu-gebu saking bencinya kepada ayahku yang notabenenya adalah teroris terkemuka dari CPBuster. Tapi karena tertangkap dan dipenjara di Imple Down (penjara terkejam di abad ini)., ia malah menghianati organisasinya dengan mendeklarasikan semua system kerja CPBuster kepada semua orang. Dan alhasil, nantinya akan membuat CPBuster runtuh dan Chrocodile di eksekusi. Karena notabenenya yang merupakan ketua teroris yang berhasil membunuh ratusan nyawa lewat ledakan-ledakan besar yang merugikan pemerintah bermilyar-milyar rupiah banyaknya.

"Bravo-Bravo! Aku suka cara pikiran picikmu itu! Kau sangat mirip dengan Ayahmu!"

"DIA BUKAN AYAHKU! " Teriakku marah

"HAHAHAHA! Bagaimanapun kau membantahnya, tapi kau memang anaknya Aokiji. Kau tidak bisa mengelak dari kenyataan itu. Darah licik ayahmu telah bersatu dengan darahmu, bagaimanapun juga kau tetap adalah anaknya!. HAHAHAA!

"DIAM! JANGAN MENYEBUT NAMA PRIA ITU LAGI!" Teriakku menutup telinga

"HAHAHAHAHAHA!"

Suara tawa itu terus menguasai pikiranku,padahal aku sudah menutup rapat telingaku. Bayangan masa-masa sulit hidupku saat ditinggal ibu kembali menghantuiku. Masa dimana semua orang mengasingkanku, memanggilku anak haram, mencoba membunuhku karena aku bermain dengan anak mereka, mencoba menghilangkan keperawananku, dan lainnya. Sampai saat itu, aku bertemu Trafalgar Law, kekasih yang sangat kucintai. Tapi ia malah juga menghianatiku. Semua orang disekelilingku menghianatiku. Aku benci semua ini. Untuk itu, apa gunanya aku hidup lagi?. Tiada seorangpun yang bisa kupercayai..Inilah akhir hidup dari seorang anak iblis.

Besok.. kupastikan si anak iblis akan sirna dari muka bumi ini dengan tenang.

TBC

Yahaha..

Gaje banget kan?

Tapi tetep di RnR ya ^^'v