Hallo! Wa telah kembali! *lama amat gak muncul...* gomenne, tapi wa akan buat! *tentu saja*
Well, Naruto bukan milik wa... Selamanya milik MASASHI KISHIMOTO! Jika milik wa, gak yakin selamat.
Thanx kepada BakaMoe-Nyaan, Febri Feven, Uchiha Cherry Rania17, Sabaku Yusvirades, Sabaku Yuri, Sabaku No Fizah, and Charlene Choi!
Khusus untuk Sabaku Yusvirades dan Sabaku Yuri, wa akan jawab pertanyaan dan kesan pendapat senpai!
Sabaku Yusvirades: Hem, jika mau pakai panggilan begitu, wa akan berusaha! *berapi api, langsung disiram minyak* terima kasih telah mengatakannya! Wa akan berusaha untuk merubahnya! *tambah terbakar, langsung dibuang*
Sabaku Yuri: ah! Sepertinya wa membuat kesalahan... *pundung* terima kasih telah diperingati! Wa akan berusaha untuk mengubahnya! Yosha! *tambah tambah tambah terbakar lagi*
Chapter 4: That's fall in love
Genre: Romance/Parody/Friendship(?)
Rate: T
Pairing: SakuraxSasuke and TemarixShikamaru
Gadis berambut merah jambu dengan bola mata berwarna hijau bernama Sakura tidak dapat menolak. Ntah rencana licik ala Temari apalagilah itu... Sakura hanya berjalan dibelakang Temari yang dengan bangganya berjalan lagaknya boss(?)
Setelah menempuh Gunung Himalaya(?), desa Otogakure(?), dan Danau berarus(?) akhirnya sampai di Rumah Shikamaru dari Clan Nara(Para pembaca yang Budiman, jangan ditanggapi kalimat diatas). Temari mengangkat tangannya dan mengetuk pintu rumah Shikamaru dengan pelan.
"Ini ide buruk Temari-chan, kau menjebakku..." ucap Sakura lemah.
"Kau tau? Kita bisa bertanya kepada Shikamaru-san tentang Sasuke-san. Dan kau akan menjadi satu satunya perempuan yang tahu ini" sahut Temari menoleh kearah Sakura.
"'Kita' karena kau juga akan mendengarkannya"
Temari mengambil Handphone dan headsetnya di kantong jaket coklatnya dengan senyum lebar memamerkan barang barang itu. Sakura hanya binggung.
"Untuk jaga-jaga" sahut Temari memasukan lagi Handphone dan headsetnya dikantong jaketnya.
"Tu, tumben kau bisa siap...? Jangan-jangan sudah direncanakan?" tanya Sakura.
"I, itu fitnah..."
KLEK
"Jangan berisik didepan pin..." sesaat pintu terbuka, seorang Shikamaru segera memperhentikan kata-katanya saat melihat bahwa yang berisik dan mengetuk pintu tadi adalah Temari dan Sakura.
"..." Temari hanya diam.
"..." Sakura juga ikut-ikutan hening.
"..."
"... Malam...?" sapa Sakura, sweatdrop dengan senyum kaku.
"..."
Shikamaru perlahan-lahan menutup pintu rumahnya dengan memasang wajah yang agak sebal.
"Hei, hei, hei, kami ada alasan kesini!" ucap Temari menahan pintu dengan bonus deathglare.
"Wajahmu tidak meyakinkan..." sahut Shikamaru mencoba menutup pintu.
Sakura hanya berdiri menonton Temari dan Shikamaru berperang membuka-menutup pintu. Sakura berpikir bahwa ini akan membuang-buang waktu, sangat membuang-buang waktu. Kotak pensilnya ujung-ujungnya pasti tidak keambil kalau begini terus.
Sakura memasang kepalan tinjunya, dengan wajah yang berubah 87% serius drastis.
"Awas, Temari-chan!" ucap Sakura, Temari yang merasakan aura pembunuh itu segera menyingkir dengan cepat.
Satu pukulan Sakura segera melesat didepan wajah Sikamaru, dan berhenti tepat didepan wajahnya. Sementara, Shikamaru berwajah terkejut dan berhenti menutup pintu rumahnya.
"Shikamaru-san... Aku minta bantuanmu..." ucap Sakura menuruni tangannya dan menatap Shikamaru.
"Bantuan? Malam-malam begini?" tanya Shikamaru masih berwajah terkejut, agak pucat.
"Kotak pensil, Sakura-chan tertinggal di Sekolah... Dan kami ada Pe-er dari Pak Orochimaru. Kami hanya mau kau ikut..." sahut Temari.
"... Turut berduka cita" ucap Shikamaru menutup pintunya.
"HOI!" teriak Temari kesal.
"Merepotkan, pinjam aja pena si Temari-san" ucap Shikamaru.
"Tidak bisa begitu! Handphone-ku juga tertinggal disana!" ucap Sakura.
"Merepotkan sekaliiiii!"
"Ayolah! Sekali ini saja!"
Ribut dimalam hari, antara Sakura, Temari, dan Shikamaru. Apakah Kotak Pensil milik Sakura akan terselamatkan? Atau tidak? Silakan cari tahu di chapter selanjutnya(PENDEK AMAT NI FANFIC!)
Baik, anggap kalimat tadi ditiadakan. Selama beberapa menit, akhirnya pintu rumah Shikamaru segera terbuka kecil-kecil (Ini anak pemalas sekali...) lalu Shikamaru berjalan keluar dan menutup pintu rumahnya. Sambil mengaruk-garuk kepala bagian belakangnya dengan sebelah tangan, dengan wajah sebal khasnya.
"Baiklah... Hah, merepotkan..." ucap Shikamaru.
"YAY!" teriak Sakura dan Temari senang. Kenapa Temari ikut-ikutan senang? Masih menjadi sebuah misteri... (plak)
"Hem? Ah, Sakura-san" panggil Shikamaru kepada Sakura.
"Ya?"
"Aku tidak suka sendirian laki-laki... Boleh kubawa Sasuke-kun? Dia juga ada sesuatu yang inggin dibicarakan kepadamu, Sakura-san"
"Eh? Kepadaku?" tanya Sakura berwajah kaget, atau senang, atau malu, atau tiga-tiganya.
"Hem, aku setuju saja, sih..." ujar Temari.
"Sepakat..."
Shikamaru berjalan melewati Temari dan Sakura. Tujuannya? Tentu saja rumah Sasuke Uchiha... Siapa lagi? Huwaaa, Author mulai semangat! Tunggu, Author bukan fans Sasuke! Author fans-nya Itachi!(Dilempar Readers karena menganggu Fanfic)
"Hei, Shikamaru-san... Kenapa kau yang jadi pemimpin?" tanya Temari setelah sudah setengah jalan.
"Apakah kau tahu rumah Sasuke-kun? Tidak bukan? Bagus" balas Shikamaru tidak menerima jawaban lagi, karena menurutnya itu berisik.
"Temari-chan... Rumah Sasuke artinya... Lukisan Ayahku, dipajang disana bukan?" tanya Sakura setelah sadar ditengah perjalanan.
"Aku percaya itu..." jawab Temari.
"Kenapa kaulah seorang yang tidak menyukai Sasuke-san yang tidak punya masa lalu buruk dengannya, dan malah akulah yang menyukainya yang memiliki hubungan masa lalu yang buruk..."
"Takdir"
"Itu bukan takdir... Atau apapun sama sekali..."
"Kalian berisik sekali dibelakang sana..."
"Wew, aku lupa ada 'Kepala-Nanas-Kun' semoga kau tidak mendengarkannya"
"Buat apa aku dengar pembicaraan perempuan yang aneh dan tidak jelas"
"Itu tidak aneh, itu adalah rahasia" sahut Sakura.
"Kita sudah sampai"
"Jangan mengalih pembicaraan!"
Tapi ya, mereka memang sudah didepan sebuah rumah megah dan menawan yang tentu saja rumah Clan Uchiha. Rumah Sasuke... Shikamaru berjalan kearah pintu rumah itu dan mengetuk pintu dengan super sangat malas... (Tolong sudahi Lebaynya Thor...)
Pintu segera terbuka dan melihat seorang perempuan berambut panjang berwarna hitam, dengan wajah yang ramah dengan senyum diwajahnya. Shikamaru kenal wanita itu, itu Ibu Sasuke dan Itachi, Mikoto Uchiha.
"Ada apa?" tanya Mikoto dengan lembut.
"Kami teman-teman Sasuke-kun, kami inggin berbicara dengannya... Boleh?" tanya Shikamaru.
"Sasuke, sedang mandi. Duduk saja dulu, silakan masuk"
"Maaf menganggu malam-malam begini"
Shikamaru yang berlagak sopan membuat Temari dan Sakura agak pucat, sejak kapan Shikamaru sopan!? Ini breaking news pembaca! Ralat. Temari dan Sakura yang sadar berdiri didepan pintu,juga segera masuk sambil menunduk sopan ke Mikoto, dan dibalas oleh senyuman khas Mikoto(Author nosebleed)
Shikamaru duduk disofa dan segera menutup matanya, lalu tertidur. Cepatnya... Sudahlah, Temari dan Sakura juga duduk setelah dipersilakan. Sambil menunggu Sasuke mandi(Malam-malam baru mandi?) Temari celingak-celinguk, mencari dimana Lukisan Lavender yang pernah dikatakan Sakura.
Tapi kelihatannya tidak satupun lukisan terpajang diruang tamu. Mungkin dikamar... Namun tidak mungkin Temari akan mencari sampai dikamar.
"Ibu, dimana Itachi-nii?" tanya suara seseorang, beserta sebuah suara pintu yang dibuka.
"Itachi, sedang pergi bersama Kisame, Sasuke, teman-temanmu inggin menemuimu" ucap Mikoto.
"Teman-teman? Heh?"
Temari, Sakura, dan Shikamaru(perasaan tadi dia tidur deh, Thor... - Udah, anggap dia udah bangun) menoleh kearah sumber suara, melihat seorang Sasuke yang berdiri didepan pintu. Dengan rambutnya yang agak basah, dan memakai kemeja putih. Kancing bajunya yang tidak dikancing sapai urutan ketiga akan membuat setiap perempuan histeris melihatnya.
Dan Sakura, bukanlah sebuah pengecualian.
"Yo, Sasuke-kun. Kau terlihat segar" ucap Shikamaru tersenyum nyegir.
"Kita harus menunggumu selama 3-5 menit..." tambah Temari, oh dia sebuah pengecualian.
"Hn, ada apa?" tanya Sasuke, lagi-lagi sifat sombongnya...
"Kita hanya inggin membawamu, menemani kami ke Sekolah" ucap Shikamaru.
"Ada masalah?"
"Ya, kotak pensil Sakura-san... Tertinggal disana..."
"Sakura-san? Cuma itu?"
"Kira-kira" sambung Temari.
"Lalu?"
"Cuma itu, kau mau bukan ikut?"
"Aku tidak tertarik sama sekali"
"Hanya menemaniku, kau tidak perlu mencari... Akan merepotkan jika aku harus menangani dua perempuan yang sangat merepotkan ini"
"Kau akan memberiku apa?"
"Setelah kita menemukannya, aku akan mengisi Lembar Kerja Siswa Matematika-mu..." ucap Shikamaru, oh... Kau berkorban Shikamaru?
"Benarkan? Baiklah..." ucap Sasuke tersenyum, walau lebih mirip senyuman mengerikan yang pernah ada.
Sasuke menghilangkan senyumannya dengan cepat dan mengancing kemejanya. Sakura, belum bisa berhenti deg-degan dan Temari hanya bisa memandang lemas ke Sakura. Mungkin Temari membaca pikiran Sakura...
Temari kembali menatap ke Shikamaru, Shikamaru yang tengah dipandangi itu segera membalas tatapan Temari yang sudah tersenyum nyegir.
"Terima kasih pengorbanannya, Shikamaru-kun" ucap Temari.
"Aku suka kata-kata yang paling akhir itu, Temari-chan" balas Shikamaru. Hoh... Mereka mulai dekat...
"Sama denganku"
"Hn, hentikan tindakan yang sangat beromantisme itu, dan segera kesekolah. Ini sudah jam 11(malam)" sahut Sasuke.
"Terima kasih, Sasuke-san..." ucap Sakura kecil.
Sasuke hanya berjalan kearah pintu dan keluar dari rumah, ntah dia mendengarkan Sakura atau tidak. Tapi Sakura, lega mengucapkan kalimat yang sangat pendek itu.
"Ayo, Sakura-chan. Atau besok hukuman Orochimaru-sensei akan membunuhmu..." ucap Temari berdiri.
"Ya, ntah mengapa aku malah harus berterima kasih kepada kotak pensilku... Dan Orochimaru-sensei..." ucap Sakura berdiri juga dan berjalan keluar pintu, diikuti Temari.
"Aku tahu rasa itu"
"Dan aku juga tahu bagaimana rasamu terhadap, Shikamaru-san..."
"Maksudmu?"
"Nanti saja..."
"Kalian mau chit-chat atau segera mengambil kotak pensilmu yang berharga?" tanya Shikamaru, kelihatannya dia sudah ngantuk.
Sakura mengangkat kedua bahunya, dan Temari hanya menatap binggung ke Sakura. Temari... Apakah kau tidak sadar dengan perasaanmu sendiri...? Ya sudahlah, biarkan waktu yang menjawab.
.
.
.
Fyuh, wa binggung(padahal Fanfic sendiri) wa minta kekurangannya ya! (maksadotkoid)
THANKS TELAH MEMBACA SAMPAI DETIK-DETIK INIIIII! *nangis bombay, terharu, senang, bahagia, dan gembira(?)*
