"Hallo pemirsa, bersama saya, host untuk acara info dan seputar gossip terbaru di Konoha. Ino Yamanaka dalam acara Merah Hitam. Selama tiga puluh menit kedepan, saya akan memandu kalian dalam acara ini."
Gaya Ino luwes dan centil, Itachi tidak menyesal memakai Ino sebagai host acara dadakan ini.
"Saya dengan bangga memamerkan kedua guess dalam acara perdana saya. Ssthhh," Ino memasang pose berbisik. "Ini benar-benar Sasuke Uchiha dan Hinata Hyuuga, ups ralat, Hinata Uchiha. Tapi sebelumnya, kita saksikan dulu pariwara yang mau lewat. Tetap di Merah Hitam.."
Dan iklan merajai acara baru yang dipandu Ino.
Seoarang assisten menjawil lengan Uchiha Itachi,
"Rating kita, bos.." ujarnya sambil memberikan tablet yang masih kelihatan baru kepada CEO-nya. Senyum Itachi mengembang. Hahaha, gak sia-sia nyulik Sasuke dan Hinata kesini. Gila! Cara abal ini justru berada di pucuk rating seantero Konoha. Mengalahkan acara Karin dan juga pelantikan gubernur baru Konoha si Baka Naruto yang nggak tahu kenapa bisa menang pemilihan legislatif. Ckckck.. magnet Hinata da Sasuke lebih ngena daripada Eya** Sub***. (Piiiippp Sensor! Gak boleh sebut merk!) mungkin sebaiknya Itachi mempertimbangkan acara ini untuk dilanjutkan. Tapi, tentu aja sebelumnya Ino harus menyetujui syaratnya.
0*0*0*0
Oke pemirsa, masih bersama saya, Ino Yamanaka. Mari kita lanjutkan bincang-bincang kita bersama dua sejoli yang sukses bikin para pemirsa sesak nafas di sana.
"Apa kabar, Sasuke dan Hinata?"
"Baik," jawab Hinata sambil tersenyum manis,
"Hn," khas Sasuke, dua konsonan.
"Nah, untuk informasi. Saya sebenarnya dalah teman sekolah kedua bintang kita ini." Ino melayangkan senyum yang efeknya bling-bling banget.
"Hinata-chan. Bisa di ceritakan bagaimana bisa kalian kenal dan pacaran? Karena setahuku kamu sama sekali tidak dekat dengan Sasuke-kun?" nah, Ino sudah melancarkan sendiri uneg-unegnya.
"Emm, ano—"
"Kami bertetangga. Bahkan kamar kami saling bersebrangan," Sasuke tiba-tiba aja buka mulut, yang bikin Hinata terkesima akan kejujuran pria yang jadi suaminya,
Masih dalam mode terkesima, Sasuke justru melanjutkan.
"Aku menyukainya sejak pertama kali bertemu.."
Ciecie.. Hinata tidak pernah tahu itu, dan ia terharu. Cewek mana yang gak melting kalau diginiin? "Sasu-pyon.." gumamnya lirih.
"Sayangnya dia tak pernah melihatku.." ujar sasuke sambil memamerkan senyum tulus yang kelihatan oh-waw-so-cute. Yang bikin cewek-cewek klepek-klepek termasuk Ino dan Author. (Bayangin senyumnya Edward Cullen nyantol di mata).
"Oh ya?" Ino tertarik, ia baru tahu pengakuan ini. "Bukannya dulu kamu adalah Prince of KIHS?" cecar Ino.
"Itulah.." Sauke menjawab, "Karena aku terlalu tampan untuknya, jadi dia lebih memilih yang biasa aja,"
Ngek! Kumat lagi narsisnya!
Hinata memutar mata bosan, Ino ngasih senyum, dengan ngangkat ujung bibirnya. Dasar narsis! Inner Ino mencela.
"Nah, Hinata. Bagaimana kalian pacaran? Setahuku, Sasuke bukan typemu.."
Sasuke ngasih deathglare yang sama sekali gak ngefek sama Ino.
"Hmm," Hinata mengingat-ingat. "Aku bertemu lagi dengannya di pesta tahun baru keluarga kami setahun setelah lulus sekolah. Saat itu, Sasuke-kun sedang libur dan pulang ke rumah. Lalu setelah ngobrol-ngobrol kami saling bertukar nomor telepon dan e-mail. Meski ia harus kembali ke luar negri untuk study, kami sering berkomunikasi.."
Ino dan Sasuke serta pemirsa di luar sana merasakan aura tegang, seolah cerita ini bakalilang kalu ditinggal berkedip.
"Akhir tahun itu, Sasuke mengirimkan selembar tiket untuk menyusulnya ke Cambridge, Massachusetts, AS. Aku melewatkan ulang tahunku bersamanya di musim salju itu.."
Sasuke tersenyum, mengenang lagi acara 'nembaknya' di waktu itu,
"Sasuke bilang; Jangan lepaskan tanganku.." Hinata menarik nafas, asmbil sesekali melirik suaminya, "Aku mencintaimu, aku tidak akan memintamu sebagai pacar, namun sebagai kekasih hati.."
Ino melemparkan senyum tulus yang sedikit sedih, tapi ia tahu, Hinata dan Sasuke pantas bahagia.
"Kekasih, eh?!" Ino mengerling menggoda, "Maknanya lebih dalam ketimbang pacar sih," ujarnya kalem. "Ok, lanjutkan.."
"Aku belum bisa memberi jawaban. Karena baru tahun baru berikutnya aku menjawabnya.."
"Kau menjawab apa?" Ino antusias,
"Dia menolakku," Sasuke yang menjawab dengan wajah muram,
"Apa?!" Ino geleng-geleng gak percaya.
"Itu, karena aku masih belum paham arti dirimu, " kilah Hinata. "Tapi sebulan kemudian kan kita jadian," cicitnya,
"Ohh so sweeettt.." Ino menimpali,
"Iya, karena kau takut kehilangan aku," Sasuke memamerkan devil smirk andalannya.
Hinata merona,
"Apa itu benar?" Ino ini kepo banget!
"Hu'um. Habisnya Sasuke tidak menghubungi aku lagi. Kupikir.. kupikir.."
"Kau pikir apa?" wajah Sasuke mendekat,
Hinata blushing, Ino tercengang,
"Kupikir kau dapat cewek lain," Ucapnya lirih.
Sasuke menyeringai, tak bisa menahan dirinya untuk melumat bibir Hinata.
Itachi panic, mengkode time out. Ino, paham.
"Maaf pemirsa, sepertinya kita harus jeda iklan.. tetap setia di chanel Anda. Masih di Merah Hitam.." ujar Ino membiarkan jeda iklan bergentayangan beberapa waktu.
.
Fyyuuuhhh. Hard day for everyone, uh?
.
.
Happy Bunnies Time (HBT)
Original story by: PORORO90
Disclaimers: All Chara are belongs with Masashi Kishimoto.
Warning: Typo, Gaje, Abal, OOC, AU, dan segalan kenistaan lainnya.
Oh, iya hampir lupa; ini semi 'M'
(terimakasih saran Anda sungguh membantu ^^)
Chapter 3: ZONK!
(bagian dua)
.
.
Oke, acara untuk sementara di jeda oleh iklan-ilkan yang mendadak kepengen eksis di acara perdana Ino. Itachi memijit pelipisnya, antara kepengen pingsan, mupeng, juga bosan melihat acara adiknya. Oke, mungkin ini cemburu. Melihat betapa mesranya dua sejoli itu. Alasannya jelas, sebagai kakak dia dilangkahin, dan oke, Itachi ngerti kalau Sasuke emang baru aja meried. Tapi gak segitunya kaleee..
"Ekhem, ekhem.. " Itachi ngasih kode supaya adegan coret mesum coret yang masih ditayangkan siang bolong gini.
.
Adiknya ini jenius, tapi ada yang bilang orang jenius ama orang goblok itu beda tipis. "Sasuke.."
Sasuke mendecih, benci dengan moment hotnya diintrupsi Itachi, "Hn,"
"Ingat tentang kode etik, oke? Acara ini masih di tonton semua umur, jadi tolong, kendalikan dirimu.
.
Hinata buru-buru membuang muka, merutuki dirinya yang terbawa pesona Sasuke.
.
"Kalau kau meried mungkin kau akan punya hasrat untuk nyosor Ino kemana-mana"
Olala…
.
.
Apakah Sasuke baru saja membocorkan sesuatu pada semua orang?!
.
Hinata mencowel lengan si kelinci item, "Ups, my buin, aku nggak sengaja.." ujarnya polos yang nggak jadi polos di muka Itachi.
.
Dengan tampang sangar yang di sebut kece oleh para crew, Ita ngasih deathglare ke adiknya yang rada sarap. Ino berkacak pinggang.
Uchiha Itachiiiiiii batin wanita blonde itu geram.
.
"Uchiha-san. Bisa kita bicara?"
0*0*0
.
.
Oh, rupanya adanya talk show lagi di ruangan Itachi.
.
Uchiha Itachi itu jenius, sumpah! Hanya saja dia agak kalah pamor dari adiknya. Soal tampang, meski agak keriputan, tapi dia yakin nggak akan ditolak Ino. Bukannya kepedean ya, cuma naluri Uchiha itu bakat turun-temurun. Mereka punya jiwa narsis dan tingkat over pede yang udah ditabokin(?) dari sononya gitu.
"Uchiha Itachi, bisa Anda jelaskan apa yang dibicarakan Sasuke?!" Ino dengan berapi-api nanya ke bosnya.
.
Aduh ayang Ino, kalo kamu marah kamu itu makin sexy deh. Coba sini, aku pengen nyium bibirmu..
.
Ino melotot saat Ita justru senyum-senyum gaje dan diem aja ketika dia marah. Ini bukan trik kan? Ino berkata dalam hati.
Itachi justru bangkit dari kursinya.
Ino kira Itachi bakal marah-marah,
.
"Uchiha-san, kau pikir aku sedang bicara dengan siapa hmm?! Jangan bikin aku kaya boneka bodoh seperti ini!" matanya mengekor pada atasannya yang tiba-tiba aja udah ada di hadapannya.
.
Aha.. apa Ino bilang tadi? Dia udah pakai bahasa aku-kau? Cieh.. cieh.. kamu nggak tahu ya, kalau abang Itachi udah kebelet ama kamu?
Tanpa aba-aba si abang sudah mendekap Ino.
GREP!
.
.
Ino gak bisa berkata-kata. Kehilangan kata-kata bahkan untuk bilang, "Demi Tuhan!" yang baru aja melintas di kepalanya.
"Sudah kubilang ini tidak gratis.." bisiknya di telinga si gadis blonde Yamanaka.
.
Apa Ino gak salah dengar? Kalau ternyata si keriput ini tiba-tiba jadi punya sura sexy yang bikin dia nelen ludah. Oalah Inoooo… Ino, kamu mungkin kena genjutsunya itachi.. keluarga Uchiha terkenal dengan ilmu klenik macam pelet dan gendam loh, makanya ati-ati.. (Plak!)
.
Bulu kuduk Ino meremang saat Ita tiba-tiba aja mengarahkan hidungnya buat mnyesap aroma tubuh sexynya Ino. Si keriput melepaskan pelukan yang bikin Ino seakan gak rela. Tahu perubahan ekspresi wajah Ino bikin Itachi pede untuk menerapkan jurus ke dua dari buku 'How to be sexy boy' karangan sensei Phorhorho yang udah terkenal ke seluruh negri. Hell yeah! Anda sudah berhasil saudara Itachi..
Itachi mendekatkan wajah, bikin Ino ikutan blushing kaya Hinata.
"Syaratnya mutlak.." suara rendah Itachi bikin sekujur tubuh Ino mati rasa, apa dia kesemutan?
Kecupan manis mendarat di bibir sexy Ino Yamanaka. Tunggu! Mereka kissing?!
.
Ino merasa Itachi itu aneh, kadang lucu, kadang seram, tapi dari semuanya dia paling aneh saat Itachi berubah jadi laki-laki sexy yang beberapa detik lalu sukses menciumnya! Dan dia justru jadi cewek ababil yang gak akan nolak dicium sama atasannya kan?
.
Apa? Atasan?! Yuhuuuuu.. dimana akal sehatmu Ino?!
.
PLAK!
Kali ini bukan author loh,
.
Itachi pasang wajah cengo kenapa buku petunjuknya nggak berhasil, sambil memegangi pipinya yang mendadak nyeri setelah ditempeleng Ino si pujaan hati.
"Apa maksud semua ini?" Ino berlagak bego khas sinetron kelas Negara yang punya symbol Garuda.
Itachi pasang seringaian yang bikin Ino terhipnotis sekali lagi.
.
.
Oke, practice make perfect. Just try it again.. and again…
Kali ini Itachi nyosor lagi, dengan rada tergesa dan posesif, bikin Ino kehilangan control diri, melihat pujaannya udah megap-megap, Itachi melepaskan pagutan,
"Ayo kita menikah," desisnya setelah itu.
.
Olala.. apakah perintah ini nyampe di kuping Ino?
.
Ino ganti cengo, dua kali ciuman ngajak kawin.. ampun Itachi..Itachi..
"Mau lagi kan," sumpah! Demi Tuhan! Yang dipopulerkan oleh Ar** Wigu** otak Itachi udah korslet.
Mendekat sekali lagi ke wajah Ino, si pujaan kayanya (?) ngasi lampu ijo, seijo rumput yang bergoyang, maka Itachi sekali lagi mencium bibir Ino.
.
Lalu pintu terbuka,
"BAKA ANIKI!" terikan setan ini bikin itachi dan Ino terinterupsi.
.
Saking kagetnya bikin acara sacral ini jadi kaya adegan siput yang yang tiba-tiba aja dikasih garem!
"SASUKEEE!" geram si kakak.
Dengan tampang watados, Sasuke ngasih kerlingan. "Mau dilanjut gak interview-nya?!"
Hahaha.. tahu kan siapa yang bego di acara ini?!
0*0*0
.
.
Ino dan Sasuke keluar ruangan. Sementara itachi masih menormalkan detak jantungnya. Cih! Sial, bener kata adiknya, nyium bibir cewek itu sifatnya addicted. Lebih memabukkan dari alcohol. Aduh ayang Ino, kapan abang bisa nyium lagi…?
Lelaki sulung keluarga Uchiha itu menekan angka tujuh di hapenya yang kinclong. Menunggu panggilannya tersambung pada emak tersayang.
"Hallo.." nah, suara emaknya aja masih terdengar kriuk-kriuk di telinga, gimana kalau dia nelfon ayang Ino? Duh, dari tadi kok ayang Ino ngeksis di kepalanya sih?
"Hallo?" suara di seberang mengulang pertanyaan.
"Ibu, aku akan segera menikah.."
"…"
"…"
Kenapa jadi hening seperti ini,
"Ya ampun nakkkk, sudah berapa tahun ibu pengen dengar kabar ini…"
Itachi pasang senyum lebar yang gak biasa dia peragakan,
"Siapa gadis itu?!"
"Ibu sudah sering ketemu,"
Mikoto tahu siapa yang di maksud, "Ino-chan?"
"Siapa lagi," itachi menerawang, memabayangkan gimana bahagianya dia saat ada di resepsi nanti. Haloooo, itu masih lama kaliiii..
"Kabar bagus! Selamat ya, huuuuuu.. ibu sudah gak sabar untuk mengumumkannya.."
.
JDER!
Itachi lupa kalau Ino belum ngasih persetujuan.
Olala, apakah ini yang bisa disebut jenius, eh—
.
"Jangan dulu bu, sebelum aku dan Ino memberitahu semua secara resmi.." ujar si sulung diplomatis.
"Oh, oke..oke.." meski nggak keliatan di telepon, di ujung sana nyonya Uchiha Mikoto manggut-manggut.
"Udah bu, bye."
"Bye.."
0*0*0
.
.
Acara sudah mau dimulai, tapi tampaknya Ino kurang focus.
"Hei, Ino-chan.." tegur Hinata,
"Ya.." Ino salah tingkah,
"Kenapa bibirmu bengkak?" pertanyaan ini sukses bikin wajah Ino merona.
"Iie (enggak).." Ino mengibaskan tangan di depan wajahnya, siaaaaalll kau ITACHI… rutuknya dalam hati.
"Hinata-chan.., bisa aku pinjam lipglossmu?" kata Ino sambil tersenyum,
"Oh, oke.." Hinata mengaduk isi tas kecil di tangnnya. "Ini.." katanya sambil mengeluarkan lippgloss rasa cherry yang bikin Sasuke ketagihan.
Setelah memakainya Ino mengulurkan lagi lipgloss Hinata.
.
.
"OK, kamera rolling… ACTION!" sang pengarah acara mengintruksi.
"Bertemu kembali dengan saya, Ino Yamanaka, dalam program perdana Merah-Hitam." Ino tersenyum saat wajahnya di close up.
"Masih bersama duo pasangan fenomenal Konoha. Siapa lagi kalau bukan si cantik Hinata dan suaminya, Sasuke.. Oke, sebelumnya kita kembali ke pertanyaan tadi. Bagaimana kalin bisa memutuskan untuk menikah,"
Hinata tersenyum tulus yang bikin dia kelihatan kaya malaikat,
"Sasuke-kun, menagih janji kepadaku.."
"Nah, Sasuke, kira-kira janji apa yang kau tagih itu, eh—"
Sasuke menyeringai, "Seharusnya dia menikahiku setelah sekolahnya di Paris selesai. Tidak kusangka dia malah mengikat kontrak dengan agency kakakku.."
"Jadi kau marah, Hina-chan menjadi chef untuk acara kakakmu?" alis Ino terangkat, heran terhadap pemikiran Uchiha.
"Siapa yang tidak marah jika pacarmu di pasang-pasangkan dengan orang lain? Apa aku tidak cemburu kalau Sabaku itu berusaha terus mendekati istriku?"
Ino tersenyum, gila, si Sasuke udah pasang pengumuman perang nih?!
.
"Maaf, sebelumnya Sasuke-san. Tapi, yang saya tahu, Sabaku Gaara itu bukankah cinta pertama Hinata-chan.."
Pelipis Sasuke berkedut, marah dia. Untuk apa, si Ino membahas itu di sini? Aura dingin menguar di udara, bikin Ino bergidik ngeri juga. Ia tak sengaja bikin Sasuke tersinggung.
Sasuke dengan itelejensi tinggi, mengubah haluan. Ia memasang devil smirk andalannya yang dilihat jutaan pemirsa di luar sana. Ia yakin senyum ini bisa meluluhkan jutaan pasang mata ibu-ibu dan wanita-wanita yang melihat tayangan ini.
"Lagipula akulah yang terakhir untuk Hinata, dan apakah kalian bisa menolak pesonaku?"
.
Ow..owww.. so sweeetttt babe..
.
"Aku Uchiha Sasuke, mengumumkan.. kalau Hinata Hyuuga sudah tidak ada lagi, yang ada hanya Hinata Uchiha, mohon kelak kalian bisa memahami itu.." ujar Sasuke diplomatis, lalu mengecup pelan punggung tangan kanan isterinya.
Ia yakin-seyakin-yakinnya para cewek bakal histeris liat sifat gentle yang baru saja di tunjukkan.
Ino tersenyum, melihat dua sejoli ini. Tapi sayangnya dia melihat kode kalau acara kudu di selesaikan.
.
"Nah.. pemirsa, sepertinya adegan manis ini harus saya potong. Karena keterbatasan waktu, kami segenap crew yang bertugas mengucapkan terima kasih untuk pemirsa setia." Ino memasang wajah yang manis,
"Shhhtttt, adegan untuk besok, bagaimana kalau kita undang mantan-mantan Hinata?" bisik Ino di depan kamera.
Ino lalu melanjutkan senyum manisnya, "Tetap setia dengan acar Merah Hitam, karena besok aka nada hal seru di sini. Sampai jumpaaaa.." Ino melambaikan tangan.
.
_TBC_
A/n
Hahaha, berakhir dengan tidak gajenya. (smirk)
Terima kasih kepada reader yang masih setia menunggu update-an fict abal saya ini. Sumpah, saya terkena virus WB. Dan yah, saya justru update fict baru yang judulnya Angel/Bitch (Sasu-Hina-Ita-Madara). Kalau berkenan, baca juga dong.. (PLak! *promosi mode on.)
Oke kita bahas review dulu:
Anne Garbo (senpai): ya, chap kemaren emang kependekan, saya memang terlalu keburu-buru. Sekarang udah panjang kan.. (^_^) eniwai sekarang udah tahu kan syarat Itachi, review lagi ya.. : ni saya udah apdet, semoga menghibur kaya chap kemarin ya.. XD Yukori Kazaqi: yukoooo, daku kangen dirimu loh, ya, hiatus kelamaan emang gak enak. Kaya ada yang hilang, hampa gitu. Ni di lanjut kok (^_^) Yamanaka Emo: eh, namanya sama kaya ayangnya abang Itachi gini, (Plak!) Sasu emang cool tapi narsis, sedang abang ita tu culun tapi ngegemesin. Hahaha.. Dewi Natalia: saya suka imajinasi kamu, hehe.. ya kadang saya juga pengen buat prekuel dari Reunion Skandal (ini sekuelnya). Tapi, saya suka review-mu. Bisa minta review lagi nggak? *kedip-kedip. Nafita137 : iya, Hinata emang bikin gak nahan, Hinata masih dalam proses ke sana. Tenang ajan, bentar lagi kamu bakal dapat kabar itu kok. (^_^) Moofstar: kya.. aku kanggeeeeennn ama kamu (Plak!) hehe, saya gak pake nama Merah-Putih, cz kesannya jadi gak menghargai bangsa ini, (Sok patriot! Plak! *abaikan) iya, duo Uchiha jadi nista di sini :3 udah muncul kenistaan mereka kan, ini dah lanjut. Terus review ya, khekhekhe.. Flowers lavender: acaranya tayang perdana udah kaya gini, tapi mungkin chap depan udah gak make adegan acara ini. Soalnya focus ke acara Sasu-Hina, jadi mungkin acara Ino dibikin pojok author (di bawah review) KERE: ampun, kamu jadi review? Makasih ya.. ngomong-ngomong ini hadiah ultahmu loh, hahaha.. Himesabakunouchiha: makasih sarannya, itu sangat membantu untuk author pemula kaya saya (^_^) tapi dari semua review, review kamu yang paling ngasih saya inspirasi. Maaf karena gak update kilat. Guest: makasih atas pujiannya, minta review lagi dongggg.. *kedip-kedip. Lavenderaven: Uchiha dari sononya mesum, hahaha.. #ditabok duo Uchiha. Chibi Beary: iya, sasu minta dibikinin adek sama HInata, kyaaaa… iya, ini apdet maaf lama (-_^)/ Guest(2): lanjut juga, kyahahaha.. Hashegawa Michiyo Geld: lanjut juga (^-^) Putri Wannabe Happy: ganbatte kudasaiiii (y) Seta citara: hahaha, baru lihat aja nosebleed, eniwei makasih dah di review. Ya, saya juga makasih udah dikunjungi. Mohon bantuannya..(lho?!) ehehe, selera humor saya sedang menurun. Tapi saya usahakan untuk memperbaikinya, yoooosssshhhh! Rhe Mulya Young SHL (senpai): saya terharu sudah di review, saya sudah berusaha, semoga anda berkenan. Boleh minta review lagi? #pasangjuruspupyeyesnojutsu.
.
.
POJOK AUTHOR:
.
.
Jarak yang bisa di tempuh dengan mobil,-
Ada pepatah yang bilang, jaman sekarang kalo gak gila-gilaan bisa-bisa gak kebagian. Kebagian apa coba? Hhhmmm, kebagian durian runtuh? May be, kebagian duit? May be, kebagian gossip terbaru? Oh yes! Ibu-ibu perkumpulan OKB (orang kaya banget) biasa ngadain arisan bareng.
Diketuai oleh Mami Kushina yang berwajah imut tapi bikin bulu kuduk meremang, selaku Manager acara Arisan Ibu-ibu Ceria. Perempuan mungil berambut merah menyala ini pandai bener urusan tagih-menagih.
Yak, selanjutnya Mami Mikoto selaku bidang sarana prasarana dan promosi, secara anak-anaknya sukses punya akomodasi semua. Baca: Sasuke punya banyak hotel and mall, trus si Itachi punya broadcast sendiri, Uchiha entertainment(agency-nya bo!) ama Uchiha TV.
Untuk urusan birokrasi serahkan pada Mami Yoshino. Dia itu istrinya menteri pertahanan Nasional Konoha, trus anaknya yang ganteng nan pinter seantero Konoha si abang Shikamaru Nara kan jadi Inspektur termuda gitu, jadi aman dari nyang namanya razia.
Apakah anggotanya cuma tiga biji? Oohhh tidddaaaaakkk, itu adalah pengurus tetapnya. Lainnya seperti ibunya Neji, ibunya Choji, ibunya Sakura juga ikutan. Ibunya Ino dimana? Hmmm, nyonya Yamanaka kan udah 'rest in peace' sama kaya maminya Hinata. Kayaknya mereka sahabatan setia, kompak banget pergi ke surganya. Trus sebenernya Ino ama Hinata juga sahabatan, cuma rada sayang kalau anaknya renggang gegara si kunyuk raven.
Acara ngocok arisan Ibu-ibu Ceria (I2C dibaca: i tu si) di mulai, setelah menyanyikan Hymne semangat masa muda yang dipopulerkan sama abang Might Gui, mereka menyempatkan diri menonton siaran live yang lagi merajai rating dalam kurun waktu kurang dari seperempat jam!
Mereka menyimak Ino Yamanaka, dan duo sejoli yang baru aja menggetarkan seantero Konoha gara-gara skandal reuni. Dari semua orang yang ada di sana Mami Yoshino yang paling shock! Gimana enggak kalo artis idolanya diembat oleh keluarga rival sendiri? Loh, mami Mikoto ama yoshino itu rival tho?
Ya begitulah, dahulu kala si malas Shikaku itu mantan pacarnya si artis Mikoto. Adegan jeles gak berhenti sampai Mikoto udah menikah sama raden mas Fugaku Uchiha. Ya gimana lagi, namanya juga rival, benci-benci-perhatian gitu.
Mami Mikoto itu mantan artis, tau dong gimana ngadepin orang dengan tingkat menyebalkan maximum kaya ehem*ibunya*ehem Tuan Nanas. Jadi dia cukup pasang senyum memikat dan tampang tak berdosa yang bikin panas suasana ibu-ibu arisan I-tu-si.
"Eniwei ibu-ibu.., setelah Hinata gak jadi mantu eik, kayaknya Ino Yamanaka bisa dipertimbangkan menjadi calon mantu.." Mami Yoshino Nara mulai lagi acara promosi anaknya yang kelewat ganteng dan pintar.
Mikoto, diam-diam ketawa nista dalam hati, ya ampun Itachi.. kamu emang kece, nak!
"Ano, maaf ya Yoshino-san, bukannya apa-apa sih. Demi menghindari skandal, lebih dulu saya sampaikan. Anak sulung saya, Itachi Uchiha, akan segera melangsungkan pernikahan dengan Ino.."
.
JDER! Alamak..
Shika, malang sekali nasibmu..
.
"Tch! Dasar serakah!" decih mami Yoshino murka.
(END of 'POJOK Author')
