Bila cinta dan air mata sudah digariskan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa, apapun usaha kita untuk menolaknya, kita tetap tidak bisa menghindar dari takdir yang sudah digariskan. Kita harus tetap menghadapinya meskipun itu terasa berat kita lalui. Karena Tuhan tidak akan pernah memberikan cobaan diluar batas kemampuan manusia. Pasti ada jalan keluar dibalik setiap cobaan itu.
.
.
Istri Kedua
Part 4
Author : Cho Hyunsoo
Cast :
- Yesung
- Ryeowook
- Hyuna (4Minute)
- And Other Cast
Warning : Yaoi, BL, M-Preg, Typo(s) yang berserakan dimana-mana
Summary : Dengar ya Kim Ryeowook. Jangan pernah bermimpi untuk bisa memiliki suamiku.../ "Hmm... Manis juga dia saat tertidur seperti ini. Seperti malaikat. Damai..."/ . 'Andai eomma dan appa masih ada. Aku tak mungkin merasakan beratnya beban ini.'/ . "Kenapa pipimu memerah baby? Kamu sakit eum?"/ Bad Summary. Bad Plot. Bad Story.
Disclaimer : FF ini murni pemikiran saya ya. Kalau ada kesamaan jalan ceritanya, itu hanya sebuah kebetulan belaka. Yang tidak suka yaoi atau jalan ceritanya, silahkan 'klik' BACK.
.
.
Don't Like
Don't Read
Don't Bash
.
.
Sekali lagi saya ingatkan, yang tidak suka YAOI silahkan 'klik' BACK. Bagi yang membaca, jangan seperti kacang yang lupa akan kulitrnya. Habis manis sepah dibuang. Habis membaca pergi begitu saja. Tolong tinggalkan jejak kalian berupa review. Karena itu sangat membantu saya dalam memperbaiki dimana letak kesalahan yang ada.
Happy Reading
.
"Oppa~ Apa oppa yakin ini akan berhasil?" Tanya Hyuna pada Yesung. Saat ini mereka berdua sedang berada di dalam kamar. Pagi ini, suasana sudah kembali seperti semula. Seolah kejadian tadi malam itu enyah di terbang angin.
"Nde. Waeyo chagi?" Yesung justru bertanya balik.
"Jadi, oppa setuju menikah dengan maid itu?" Kata Hyuna sinis.
"Namanya Kim Ryeowook chagiya~"
"Tapi tetap saja kan dia hanya seorang maid."
"Wae? Apa salah kalau dia hanya seorang maid heum?"
"Kenapa oppa jadi membelanya eoh?"
"Sudahlah. Aku tidak mau berdebat. Sebaiknya, aku segera berangkat."
"Oppa mau kemana? Bukankah ini hari minggu?"
"Mau mengurus berkas pernikahan oppa."
"Ja-jadi, oppa serius mau menikah dengan maid itu eoh?"
"Bukankah semalam kamu juga sudah setuju? Kamu bilang demi kebahagiaan eomma. Sudahlah, oppa berangkat dulu." Chuu~~
Setelah mengecup keningnya Hyuna, Yesung segera keluar kamar. Ya, rencananya, hari ini Yesung akan mengurus berkas-berkas pernikahannya dengan Ryeowook yang akan dilaksanakan besok lusa. Memang kelihatan terburu-buru. Salahkan saja Kim Heechul yang tidak pernah bisa untuk sedikit bersabar. Setelah semalam 'memaksa' Yesung untuk menikah lagi. Sekarang pun Yesung harus kembali menuruti perintah eommanya untuk segera mengurus berkas-berkas pernikahannya.
.
.
"Dengar ya Kim Ryeowook. Jangan pernah bermimpi untuk bisa memiliki suamiku. Karena sampai kapanpun, aku tak akan pernah rela membagi suamiku dengan namja murahan macam kau. Chamkan itu." Setelah berbicara kasar seperti itu pada Ryeowook, Hyuna pergi meninggalkan Ryeowook begitu saja.
Setelah kepergian Yesung tadi pagi, Hyuna segera mencari keberadaan Ryeowook dan menghina Ryeowook habis-habisan. Ryeowook hanya bisa diam dan menahan air matanya agar tidak jatuh. Ryeowook sadar diri. Dia hanyalah seorang maid, jadi dia hanya bisa diam dan memendam semuanya dalam dada.
Ya Tuhan~ Kenapa cobaanku berat sekali Tuhan? Kumohon, kuatkanlah aku dalam menghadapi setiap cobaan yang kau beri. Marah pun tak akan ada gunanya. Hiks...
Ryeowook kembali melanjutkan pekerjaannya. Mencoba menganggap bahwa tidak terjadi apapun pada dirinya. Pagi ini, waktu terasa lama bagi Ryeowook. Padahal dia sedang mengepel lantai. Tetapi hampir 1jam tidak kunjung selesai. Biasanya hanya membutuhkan waktu setengah jam.
Heechul yang kebetulan sedang berjalan menuju ruang keluarga, tanpa sengaja melewati Ryeowook. Dilihatnya Ryeowook yang tampak murung dan seperti habis menangis itu tengah melamun. Mencoba mendekatinya. Heechul melihat tatapan Ryeowook kosong. Segera ditepuk pundak Ryeowook untuk menyadarkannya.
"Waeyo chagi? Kenapa melamun eoh? Apa ada masalah yang sedang kamu pikirkan chagiya? Ceritakan pada eomma." Heechul mencoba bertanya pada Ryeowook. Ryeowook tampak kaget dan bingung. Kaget karena Heechul tiba-tiba ada disampingnya. Bingung kenapa Heechul mengatakan 'eomma'.
"Eh? Eomma?" Ryeowook bertanya polos.
"Hihihi~ Nde chagiya, eomma. Bukankah sebentar lagi kamu akan menjadi menantu eomma eoh?" Jawab Heechul gemas melihat tingkah polos Ryeowook.
"Ohh~ Ne, eum eom-ma. Waeyo?" Kata Ryeowook agak canggung.
"Kenapa melamun eoh? Apa ada yang kamu pikirkan? Cerita sama eomma."
"A-aniyo eom-ma. Tidak ada apa-apa kok, jeongmal. Mungkin saya hanya sedikit lelah."
"Eh, jinja? Kalau begitu istirahat saja ne. Karena, lusa adalah hari pernikahan kalian. Jadi, jangan terlalu lelah ne."
"Mwo? Lu-Lusa? Apa ini tidak terlalu cepat eomma?"
"Aniya. Sebaiknya kamu istirahat saja chagi. Biar Hyuna yang meneruskan pekerjaanmu."
Ryeowook hanya menurut saja apa yang diperintahkan oleh Heechul. Dia terlalu bingung dengan semua ini. 'Apa ini tidak terlalu cepat? Besok lusa aku akan menikah? Lalu, apa ahjumma dan ahjushi sudah diberitahu? Rasanya aneh. Aku menikah dengan namja dan dia adalah majikanku sendiri.'
.
.
"Aigoo~ Besok aku akan resmi menikah dengan Kim Ryeowook. Rasanya terasa aneh. Aku tidak ingin menyakiti Hyuna. Tapi, aku juga tidak bisa menolak keinginan eomma. Ini terlalu membingungkan." Saat ini Yesung sedang dalam perjalanan menuju rumahnya. Dua hari ini dia sibuk mempersiapkan pernikahannya dengan Ryeowook besok yang serba mendadak ini.
"Bagaimana Sungie persiapannya? Sudah selesai belum?" Tanya Heechul saat dilihatnya Yesung baru masuk ke dalam rumah.
"Aigoo eomma~ Sungie baru pulang. Aku mau istirahat dulu eomma~ Kenapa eomma malah menanyakan persiapan pernikahanku?"
"Mianhae, eomma hanya sudah tidak sabar ingin menimang cucu... Kalau begitu istirahatlah dulu. Oh iya Sungie, apa kamu sudah memberitahu Kim ahjumma eoh?"
"Sudah eomma. Tadi pulang dari mengurus segala keperluan pernikahanku aku langsung menuju rumahnya Kim ahjumma. Baiklah, aku istirahat dulu ne eomma."
Yesung segera beranjak pergi meninggalkan Heechul menuju kamarnya. Namun, karena dia merasakan sedikit haus dan lapar setelah hampir seharian ini sibuk mengurus semua keperluan yang dia butuhkan untuk pernikahannya, Yesung bermaksud ingin keruang makan untuk mengambil minum. Saat berjalan menuju ruang makan, tanpa sengaja dia melewati kamar yang ditempati Ryeowook. Karena kebetulan kamarnya sedikit terbuka, Yesung bermaksud untuk menutup pintunya. Namun urung dia lakukan.
Entah apa yang terjadi padanya. Kakinya justru melangkah masuk kedalam. Dilihatnya Ryeowook yang tertidur pulas. Tampak garis kelelahan di wajahnya putihnya itu. Dia merasa sedikit bersalah pada Ryeowook.
"Hmm... Manis juga dia saat tertidur seperti ini. Seperti malaikat. Damai..." Ucap Yesung tanpa sadar saat ditatapnya wajah Ryeowook yang damai dalam tidurnya. "Kasihan kamu Ryeowookie. Pasti kamu lelah dan banyak beban pikiran. Mianhae ne. Kami melibatkanmu dalam masalah keluarga kami." Lanjutnya sambil mengelus lembut pipi Ryeowook. 'Halus seperti kulit baby' Batin Yesung.
Yesung segera menjauhkan tangannya, saat dilihatnya ada sedikit pergerakan dari Ryeowook. Baru saja Yesung akan meninggalkan Ryeowook, namun terlambat karena Ryeowook sudah terlebih dahulu membuka kedua matanya.
"Eungg~ Apa yang anda lakukan tuan?" Tanya Ryeowook takut-takut saat dilihatnya majikannya itu berada dikamarnya. Bahkan, Ryeowook bisa mencium aroma mint yang menguar dari tubuh kekarnya Yesung karena jarak mereka yang terlalu dekat.
"Aku kebetulan lewat dan melihatmu tertidur. Kamu pasti lelah bukan? Tidurlah lagi. Aku akan segera keluar." Jawab Yesung dengan nada bicara sedikit dingin.
Kemudian Yesung berdiri dan segera keluar dari kamarnya Ryeowook. Menutup pintu itu pelan agar tidak mengganggu Ryeowook. 'Apa yang telah ku lakukan tadi? Kenapa aku begitu lancang menyentuhnya? Kalau Hyuna tahu bagaimana?' Benak Yesung penuh dengan berbagai macam pertanyaan yang terus saja menyalahkan dirinya sendiri.
"Oppa~ Apa yang kau lakukan di depan kamar pembantu sialan itu?" Tanya Hyuna saat melihat Yesung masih berdiri di depan kamarnya Ryeowook dengan sinis.
"Tidak ada. Hanya kebetulan lewat. Dan jaga ucapanmu itu Hyuna. Namanya Ryeowook. Dan sebentar lagi dia akan menjadi bagian dari keluarga kita. Jadi, tolong hargai dia. ARRAA..."
Setelah menegur Hyuna, Yesung berlalu begitu saja meninggalkan Hyuna. "Kau lebih membelanya oppa? Belum jadi istrimu saja dia sudah merebut posisiku hiks. Bagaimana kalau sudah menjadi istrimu oppa? Hiks, kau pasti akan lebih perhatian padanya dan akan mencampakkanku." Hyuna menangis sedih saat pikiran buruk itu kembali muncul. Kemudian pergi ke kamarnya untuk menenangkan diri. Dan Yesung pergi menuju ruang keluarga. Rupanya disana ada Heechul.
Ryeowook hanya bisa menangis dalam diam di balik pintu kamarnya. Sejak Yesung keluar kamarnya, dia sengaja mendengarkan pembicaraan kedua majikannya itu saat dia mendengar suara ribut diluar. "Apa yang harus kulakukan Tuhan? Beri aku petunjukmu untuk semuanya ini hiks."
.
.
"Aku takut tidak bisa adil pada keduanya eomma..." Keluh Yesung pada Heechul saat berada diruang keluarga dan segera mendudukkan dirinya.
"Apa maksudmu Sungie?" Tanya Heechul tidak paham dengan yang dikatakan anaknya itu.
"Aku melihat Hyuna tidak suka dengan Ryeowook eomma~ Tapi, aku merasa ada yang aneh padaku eomma. Apalagi saat aku menatap Ryeowook. Aku bingung dengan semua ini eomma~" Yesung mengatakan apa yang dirasakannya saat ini pada Heechul.
Heechul justru tertawa melihat tingkah putranya yang menggemaskan itu. "Hihihi, kau lucu sekali Sungie. Itu tandanya kau jatuh cinta pada Ryeowook chagi. Hmm... Eomma lebih suka pada Ryeowook daripada istrimu itu. Wookie lebih sopan dan dia juga sangat manis. Eomma senang kalau kau bisa mencintai Wookie." Heechul menjelaskan pada Yesung. Kelihatan kalau Heechul sangat mendukung pernikahan mereka. Jelas saja Heechul lebih menyukai Ryeowook yang bisa apa saja dibandingkan Hyuna.
"MWOO? Tap-tapi aku masih mencintai Hyuna eomma~ Bagaimana bisa aku juga mencintai Ryeowook eoh? Ini tidak bisa dibiarkan." Ucap Yesung berusaha mengelak perasaannya yang muncul pada Ryeowook. Dia tidak ingin menyakiti Hyuna.
"Andwaeee~ Itu tidak apa kok. Percayalah chagi, Hyuna pasti bisa mengerti kok." Heechul justru heboh sendiri.
"Hmm... Nde. Semoga saja eomma."
Ini terlalu rumit untuk kujalani. Apa ucapannya eomma bisa dipercaya? Aku ragu pada hatiku. Tapi aku juga ingin melihat eomma bahagia. Dan aku juga ingin sekali memiliki aegya yang nantinya bisa meneruskan perusahaanku kelak. Hmm... Baiklah. Aku akan tetap menikahi Ryeowook. Meski akan ada hati yang tersakiti.
Yesung terus saja bergulat dengan pikirannya. Pada akhirnya pilihan itu sudah ditetapkannya. Katakanlah dia egois. Karena dia tidak memikirkan perasaan Hyuna dan Ryeowook. Namun dia juga tidak mau jadi anak yang tidak berbakti kepada ibunya. Orang tua satu-satunya yang dia miliki. Yang harus dia bahagiakan disisa usianya yang sudah tidak lagi dikatakan muda itu.
.
.
Pagi ini keadaan rumah Kim Yesung terlihat lebih ramai dan lebih sibuk dari biasanya dikarenakan hari ini adalah pesta pernikahannya Kim Yesung dan Kim Ryeowook. Semua terlihat sibuk mondar mandir. Terlihat juga Kim ahjumma dan suaminya. Mereka datang untuk memberi restu Ryeowook dan melihat keponakannya itu menikah dengan orang yang menjadi pilihannya. Mereka ikut bahagia kalau Ryeowook juga bahagia. Karena bagi Kim ahjumma Ryeowook sudah dia anggap anak sendiri.
"Wookie, apa kamu bahagia eum?" Tanya Kim ahjumma saat dia sedang berdua bersama Ryeowook.
"Ne ahjumma." Jawab Ryeowook singkat. Namun, Kim ahjumma tahu bahwa ada yang disembunyikan Ryeowook darinya. Kim ahjumma hanya bisa diam. Tak ada yang bisa dia lakukan selain tetap berusaha mendukung apapun pilihan Ryeowook.
"Semoga kamu bahagia ne chagiya" Kim ahjumma tulus mendoakan untuk kebahagiaan keponakannya itu.
"Ne, gomawo ahjumma. Aku pasti bahagia kok." Jawab Ryeowook dengan senyuman yang tulus.
Ryeowook yakin, bahwa keputusannya ini tidaklah salah. Bukankah setiap hidup itu sudah digariskan oleh yang di atas. Jadi, Ryeowook menyerahkan semuanya pada Tuhan. Dipeluknya tubuh Kim ahjumma dengan erat. Meluapkan perasaannya yang tak menentu saat ini. Ryeowook berusaha untuk menahan air matanya yang siap keluar. Disaat seperti ini, dia merindukan kedua orang tuanya yang telah tiada. 'Andai eomma dan appa masih ada. Aku tak mungkin merasakan beratnya beban ini.'
"Wookie chagi~ Buruan, acaranya sudah dimulai." Kata Heechul dari balik pintu. Dihampiri Ryeowook. "Kamu cantik sekali chagi." Puji Heechul jujur.
"Ahh~ Mianhae nyonya, tapi Wookie itu namja." Kata Kim ahjumma membenarkan.
"Hahaha... Aku tahu itu Kim ahjumma. Tapi Wookie benar-benar sangat cantik."
"Sudahlah ahjumma. Wookie tak apa kok. Kenyataannya memang seperti itu jumma." Ucap Ryeowook menengahi perbincangan yang menurutnya tidak penting itu.
.
.
Ryeowook segera keluar kamar untuk menuju altar. Dia didampingi oleh Kim ahjushi dan Kim ahjumma sebagai walinya. Setelah acara pemberkatan usai dan mereka dinyatakan resmi menikah. Acara dilanjutkan dengan resepsi kecil-kecilan ditaman depan rumah mereka. Disudut taman tampak Hyuna yang sangat tidak menyukai acara ini. "Kamu benar-benar akan menyesal Kim Ryeowook." Ucap Hyuna.
Yesung dan Ryeowook sibuk menyalami para undangan. Heechul menghampiri mereka. "Sebaiknya kalian istirahat saja. Eomma tahu, kalian berdua pasti sudah sangat lelah bukan?" Kata Heechul. "Ne eomma. Kami memang sudah sangat lelah. Baiklah kalau begitu. Kami permisi dulu. Eomma temani tamu-tamu ne."
Yesung pun segera mengajak Ryeowook untuk istirahat dikamar. Mungkin mereka memang lelah. Setelah tiba dikamar, mereka langsung tertidur tanpa berganti pakaian terlebih dahulu. Namun karena Yesung masih menjaga perasaan Hyuna. Dia memutuskan tidur disofa. Sedang Ryeowook tidur diranjang.
'Apa yang harus aku lakukan setelah ini? Apa ini akan terasa sama seperti saat pertama kali aku bersama dengan Hyuna?' Yesung sulit memejamkan matanya. Rasa kantuk dan lelah yang tadi mendera tubuhnya seakan sirna. Pikirannya melayang membayangkan apa yang akan dia lakukan dengan Ryeowook nanti. Dilihatnya Ryeowook yang sudah tertidur pulas. Dia bangun dari sofa dan berjalan menuju ranjang yang ditempati Ryeowook. Didekati perlahan Ryeowook. Di tatapnya wajah damai Ryeowook saat tertidur. "Aku suka saat menatapnya saat tertidur seperti sekarang. Wajahnya terlihat damai seperti malaikat." Ucap Yesung. Tangan kecilnya itu terulur untuk menyentuh pipi putih tersebut. 'Lembut dan terasa kenyal'
"Eungg~" Ryeowook segera membuka matanya saat disadari ada yang menyentuhnya. "Tu-Tuan mau apa?" Tanya Ryeowook gugup. Ryeowook memundurkan badannya menyender ke kepala ranjang.
"Wae? Kenapa kamu katakutan seperti itu Wookie? Bukankah kita sudah resmi menikah barusan eum? Apa kamu sudah lupa itu?" Kata Yesung sedikit berseringai.
"A-Aniya. Ha-Hanya saja saya kaget."
"Jangan terlalu formal begitu. Karena mulai sekarang aku adalah suami kamu Wookie. Dan kamu sebagai seorang istri yang baik harus bisa melayani suaminya dengan baik. Arra!"
"N-Ne"
"Bagus. Sekarang aku mau mandi. Siapkan air hangat untukku sekarang."
"Ba-Baiklah."
Ryeowook segera bangun dan berlari menuju kamar mandi untuk menyiapkan air hangat. "Huft~ Kenapa aku jadi gugup begini?"
Tanpa Ryeowook sadari, Yesung menyusulnya kekamar mandi dan mengunci pintu kamar mandi. "Kenapa harus gugup baby?" Kata Yesung sambil bersender pada dinding kamar mandi.
"Se-Sejak kapan anda masuk?"
"Sejak tadi" Ujar Yesung. Yesung kemudian berjalan perlahan menghampiri Ryeowook.
'Tamatlah riwayatmu Kim Ryeowook. Setelah ini, apa yang akan Tuan lakukan padaku?' Ryeowook memejamkan matanya rapat-rapat. Antara takut, gugup dan bingung. Ryeowook bingung, apa yang harus dia lakukan. Dia itu namja. Lalu, bagaimana cara dia melayani suaminya? 'Aku tak tahu apa yang harus aku lakukan. Aku benar-benar bingung~'
"Kenapa menutup mata terus baby~? Airnya sudah penuh tuh." Ucap Yesung.
"Eh? Ah! Mianhae Tuan, saya tidak tahu."
"Yakk... Sudah kukatakan, jangan memanggilku seperti itu. Aku ini suamimu Wookie bukan lagi majikanmu. Panggil aku Yeobo~ Arrachi"
"Ne. Mianhae. Lalu, apa yang harus saya lakukan?"
"Sekali lagi aku katakan, jangan terlalu formal."
"Mi-Mianhae yeo-yeobo~"
"Bagus~ Rupanya baby Wookie sudah tidak sabar ingin melayaniku eoh~"
Blusshh~
Meskipun Ryeowook namja, kalau dia dirayu seperti itu tetaplah seperti seorang yeoja. Yang akan bersemu merah pipinya karena malu. "Kenapa pipimu memerah baby? Kamu sakit eum?" Tanya Yesung panik. Wajah Ryeowook semakin memerah saat jarak mereka sangat dekat. "A-Aniya. A-Aku hanya ma-malu~" Ucapnya malu-malu sambil menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangan.
"Aku suka itu. Kita lakukan sekarang saja ne. Aku sudah tidak sabar. Mau disini atau diranjang eum~"
"Eee~ Ter-Terserah kamu saja yeo-yeobo~"
.
.
Dikamarnya, Hyuna menangis sejadi-jadinya. "Hiks, oppa tega. Kenapa oppa tidak pernah bisa peka dengan perasaanku? Hiks, apa yang sekarang oppa lakukan dengan namja sialan itu?"
Hyuna tetaplah seorang yeoja. Yang mana hatinya sakit melihat suaminya menikah lagi. Meskipun dia juga memberi restu. Tetapi itu tidak tulus. "Awas kamu Kim Ryeowook. Kamu akan menyesal karena telah merebut suamiku."
Nampak Heechul sedang berbincang-bincang dengan Kim ahjushi dan Kim ahjumma di ruang tamu. Heechul kelihatan sangat bahagia sekali.
"Akhirnya mereka resmi menjadi suami istri ne Kim ahjumma. Aku sangat senang sekali." Ucap Heechul.
"Ne. Kami pun begitu nyonya. Kalau Ryeowook bahagia, kami juga akan ikut bahagia" Kata Kim ahjumma. "Bagi kami, Ryeowook sudah seperti putra sendiri. Kami hanya ingin melihatnya bahagia nyonya." Sambung Kim ahjushi dengan suara sedikit berat karena kondisinya masih sakit.
"Aku jamin Ryeowook akan bahagia. Aku yang akan menjaganya. Tenang saja ahjumma."
"Ne. Kami percaya itu nyonya. Tolong jaga keponakan kami dengan baik ne." Kata Kim ahjumma kemudian mereka pamit pulang. "Kalau begitu kami permisi pulang dulu nyonya. Hari sudah larut malam. Annyeong..."
Setelah kepulangan Kim ahjushi dan Kim ahjumma, Hyuna baru keluar kamar. Matanya tampak sembab karena terlalu lama dia menagis. Kalau bukan karena rasa lapar yang mendera perutnya, mungkin dia akan tetap menagis. "Bahkan sudah malam begini mereka belum keluar dari kamar. Aishh~ Apa saja yang mereka lalukan eoh~?" Ucap Hyuna dengan sedikit sebal. Karena penasaran, dia pun berjalan menuju kamar Ryeowook dan suaminya itu berada. Didekatkan daun telinganya dengan daun pintu agar bisa mendengar apa yang mereka lakukan. Namun karena tidak ada suara apapun Hyuna memutuskan untuk mengintip dari lubang kunci.
Kebetulan Heechul baru saja dari dapur dan hendak menuju kamarnya yang melewati kamar Ryeowook. Dia melihat Hyuna sedang menungging. "Apa yang kamu lakukan disitu Hyuna?" Kata Heechul dengan nada bicara datar. "Ehh~ Eomma~ Sejak kapan eomma disitu?" Tanya Hyuna sedikit gugup namun dibuat sesantai mungkin.
"Kebetulan sejak tadi eomma melihat kamu menungging didepan kamarnya Ryeowook. Apa yang kamu lihat eum?"
"A-Aniya eomma. Aku hanya memastikan kalau Yesung oppa mendapatkan pelayanan yang istimewa dari Ryeowook." Jawab Hyuna disertai senyuman manis yang palsu.
"Ohh~ Begitu. Hahh~~ Eomma harap Ryeowook segera hamil. Aku sudah tidak sabar ingin menimang cucu." Kata Heechul kemudian pergi meninggalkan Hyuna sendiri.
'Dasar mertua bodoh. Mana mungkin aku akan membiarkan hal itu terjadi. Kalau Ryeowook hamil, aku yang akan menggugurkan kandungannya.' Ucap Hyuna dalam hati. Benar-benar yeoja licik.
.
Iri dan dengki itu adalah penyakit hati dimana Sabar adalah obatnya.
Apapun yang orang lakukan pada kita, jangan pernah membalas dengan perbuatan yang sama.
Biarkan mereka melakukan sesuka hati mereka.
Karena sesungguhnya hati kita lebih kaya dari mereka yang kaya.
.
Fyuhh~ Akhirnya selesai juga... Mianhae kalau belum bisa balas review... Tapi saya baca kok... Mian juga kalau disini baby Wook saya jadikan pembantu dan saya buat menderita. Yang berkenan silakan review lagi ne. Saya nggak akan memaksa kok *sodorin kotak review* ^_^V
Oke~ Next chap mungkin baby Wook sudah hamil kaliii... Tapi masih mungkinnnn... Mianhae kalau agak lama juga saya publishnya... Terlalu asyik sama anak-anak. Hehehe... oh iya, kalau masih ada typo, mohon beritahu saya ne... Gomawo...
Oke~ Gomawo buat yang sudah review... Ikke Wook, Hye Jin Park, Dhia Bintang, Ryeong721, dan Meidi96. Gomawo buat semuanya... Mian gak bisa sebutin satu-satu *Bingung nulisnya* *dasar author pabbo*
Next Chap~ Insyaalloh secepatnya...
03/01/2014
Cho Hyunsoo
