Title : Something That Forgotten
Main Cast : Wonkyu, Haekyu
Genre : Romance, little bit action, angst (maybe)
Disclaimer : Super Junior adalah milik mereka sendiri. Saya hanya meminjam wajah dan nama. Kalo Kyuhyun sih punya saya /plak
Warning : Typo(s), OOC, BL, NO PLAGIATOR!
"Ne?! Siwon?! Siwon diincar oleh Perusahaan Cho?! Lagi?!"
"Jawabanmu tepat, Heechul. Cari datanya secepatnya." Kemudian Leeteuk memutus sambungan. Heechul adalah teman seteamnya. Dan tugas Heechul adalah sebagai mata-mata. Sudah beberapa tahun ini Heechul bekerja di bagian 'putih' dari perusahaan Cho. Bukan dibagian pembunuh bayaran. Dan ia bisa secara diam-diam mencari data yang diperlukan oleh teamnya. Terbukti ia berhasil dalam beberapa kasus.
"Kau akan selamat Siwon. Pasti. Aku akan melindungimu." Ujar Leeteuk.
.
Chapter 3
.
"Kyuhyun-ah! Aku akan pergi ke supermarket dulu untuk membeli beberapa keperluan. Kau mau ikut atau tidak?" Tanya Siwon sambil memakai sepatu ketsnya. Kyuhyun melongokkan kepalanya dari kamar mandi.
"Aku mau ikut! Sepuluh menit lagi aku selesai." Jawabnya riang kemudian menutup pintu kamar mandi lagi.
Siwon kembali mendudukan dirinya disofa. Sudah dua minggu Kyuhyun tinggal bersamanya. Tapi sepertinya Kyuhyun belum mengingat apapun. Memang belakangan ini mereka menjadi lebih akrab. Ternyata sikap Kyuhyun tak semenyebalkan yang ia kira. Sikap angkuh anak itu hilang entah kemana seiring waktu berjalan. Yang ada hanyalah Kyuhyun yang jahil dan kekanakkan.
Siwon tersenyum sendiri jika mengingat perilaku Kyuhyun beberapa hari lalu. Entah sedang dirasukki setan apa, tiba-tiba laki-laki itu mencoba untuk memasak ramen instan untuknya. Alhasil, dapur hampir saja meledak kalau saja Siwon tidak segera datang ke lokasi kejadian dan memadamkan api.
"Kenapa senyum-senyum sendiri?" Tanya Kyuhyun. Bahkan Siwon tidak menyadari kalau Kyuhyun sudah berdiri didepannya.
"Ah, tidak ada apa-apa. Ayo, Kita pergi." Siwon menarik tangan kanan Kyuhyun lembut. Kyuhyun sedikit kaget dengan perilaku Siwon. Tapi entah kenapa ia merasa hatinya menghangat saat Siwon menggenggam tangannya.
"Kenapa masih diam? Ayo jalan." Ujar Siwon. Kyuhyunpun tersadar dari lamunannya.
"Ah, maaf. Ayo kita pergi." Kyuhyun membalas genggaman tangan Siwon lalu melangkahkan kakinya mengikuti langkah laki-laki tampan disampingnya.
.
.
.
"Siwon hyung! Belikan aku ramen ya? Sudah lama aku tidak makan ramen." Seru Kyuhyun senang sambil melempar dua bungkus ramen ke dalam keranjang.
"Baiklah…" Siwon dan Kyuhyun melanjutkan langkahnya mengitari lorong-lorong supermarket.
"Ahh!" Seru Kyuhyun tiba-tiba. Siwon menoleh cepat.
"Ada apa, Kyu?" Tanya Siwon sedikit panik. Tapi yang ditemukannya malah wajah Kyuhyun yang yang sedang cengar-cengir.
"Kenapa?" Tanya Siwon.
"Hyung, belikan aku pepero ya. Aku sedang ingin makan ini." Kyuhyun menggoyangkan kardus pepero yang ada ditangan kirinya. Siwon kesal sendiri jadinya. Ia pikir terjadi sesuatu sampai Kyuhyun menjerit seperti itu. Ternyata ia hanya ingin sebungkus pepero. Siwon melanjutkan jalannya tanpa menjawab permintaan Kyuhyun tadi. Sepertinya sikap kekanakan Siwon muncul kembali.
Kyuhyun merengut sebal karena Siwon tak menjawab pertanyaannya. Ia mengejar Siwon lalu menghentikan troli yang didorong Siwon. Mau tak maupun Siwon ikut berhenti.
"Kenapa kau tidak menjawab?" Tanya Kyuhyun.
"Tidak apa-apa." Jawab Siwon lalu melanjutkan perjalanannya.
"Kalau tidak mau belikan juga tidak apa-apa! Aku akan beli sendiri!" Seru Kyuhyun akhirnya. Siwon terkekeh. "Memangnya kau punya uang?" Cibir Siwon. Dan setelah pertanyaan Siwon, Kyuhyun baru sadar kalau ia memang tak punya uang.
"Ish. Yasudahlah!" Kyuhyun menaruh kembali kotak pepero itu disembarang tempat. Lalu berjalan mendahului Siwon.
"Kau mau kemana?" Tanya Siwon. Kyuhyun melirik Siwon. Bibirnya masih mengerucut karena kesal.
"Mau pulang." Jawab Kyuhyun.
"Pulang? Sendiri?" Tanya Siwon sedikit terkejut.
"Memangnya mau bersama siapa lagi? Aku tak mengenal siapapun disini selain kau." Jawab Kyuhyun lalu melangkahkan kakinya. Siwon baru ingat hal itu. Kyuhyun tak mengenal siapapun selain dirinya. Ia baru saja ingin memanggil Kyuhyun kembali, tapi namja manis itu sudah hilang dari pandangannya.
"Ck." Decaknya. Ia mengambil kotak pepero yang diinginkan Kyuhyun lalu sedikit berlari mendorong trolinya sambil mencari Kyuhyun.
.
.
.
TAK!
Kyuhyun menendang batu kecil yang ada didepannya. Ini masih pagi, tapi matahari sudah seperti membakar kulitnya. Sangat panas. Ia merutuki keputusannya untuk pulang sendiri hanya karena sekotak pepero. Bahkan ia yakin Siwon akan membelikannya nanti. Kenapa ia kekanakan sekali?
Kyuhyun menghentikan langkahnya. Ia melihat sekelilingnya. Ini dimana? Bahkan karena kesal ia tak tahu sudah berapa jauh berjalan. Ia mau menghubungi Siwon tapi ia tak punya ponsel.
Kyuhyun mulai merasa takut. Bagaimana kalau ia benar-benar tak tahu jalan pulang?
"Tenang Kyu. Ini masih pagi." Ia terus meyakini dirinya. Jalan ini begitu sepi. Tak ada seorangpun yang lewat. Kyuhyun masih ingin terus mencoba mencari jalan, tapi kakinya meminta istirahat.
"Ahhh.. lelahnya." Ia duduk dipinggir jalan. Mencoba mengistirahatkan kakinya yang sakit. Entah karena lelah atau apa, lama kelamaan Kyuhyun merasa matanya berat. Tak lama kemudian ia larut ke alam mimpi.
.
.
.
Donghae menghela napasnya lelah. Sudah beberapa minggu sejak ayahnya memberikan misi untuk membunuh Choi Siwon. Tapi sampai sekarang ia sama sekali belum menemukan data tentang laki-laki itu. Entah bagaimana caranya, tim bodyguard yang kata ayahnya sangat kuat itu, menutup rapat informasi tentang Siwon.
"Choi Siwon…" Donghae memutar-mutar ponsel yang ada ditangannya.
Shake it up~ Shake it up~
Nada dering ponsel Donghae terdengar.
"Yoboseyo Yesung hyung." Ujar Donghae.
"Donghae-ah, aku mendapat kabar baik." Ujar Yesung
"Ada apa hyung? Apa kau dapat informasi penting tentang Kyuhyun?" Donghae menegakan tubuhnya yang sedari tadi menyender disofa.
"Timku berhasil menemukan Kyuhyun."
"Mwo?!" Mata Donghae melebar.
"Kami sedang dalam perjalanan membawa Kyuhyun. Apa aku harus membawanya ke perusahaan?" Tanya Yesung.
"Jangan hyung. Bawa ke apartemenmu saja. Aku akan kesana. Kalau ke perusahaan, appa akan mengetahui kalau Kyuhyun sudah ditemukan."
"Baiklah. Aku tunggu." Yesung memutus sambungan ponselnya.
'Kyu, akhirnya hyung bisa menemukanmu.'
.
.
.
Jam sudah menunjukan pukul lima sore. Siwon tak henti-hentinya melihat kearah pintu. Kenapa Kyuhyun belum pulang? Kalimat itu terus terulang dibenaknya.
TOK TOK TOK
Dengan segera Siwon membuka pintu. Berharap yang pulang adalah Kyuhyun. Tapi harapannya pupus begitu saja ketika ia mengetahui yang datang adalah Leeteuk.
"Ah… Teuki hyung.." Siwon tersenyum paksa. Ia kembali duduk disofa empuknya. Leeteuk sedikit heran melihat adik kesayangannya yang lesu seperti itu.
"kenapa kau lesu begitu Siwon-ah? Bukankah jam enam sore nanti kau ada shift kerja? Kenapa belum siap-siap?" Tanya Leeteuk.
"Kyuhyun hilang hyung…" Ujarnya lemah.
"Hilang?!" Mata Leeteuk melebar. Siwon hanya mengangguk lemah. Suasana hatinya sungguh kacau. Khawatir, takut, ditambah rasa bersalah karena ia yang sudah membuat Kyuhyun pulang sendiri hanya karena masalah kecil.
"Sejak kapan?" Tanya Leeteuk. Ia mendudukan dirinya disebelah Siwon. Mengelus pelan pundak adiknya.
"Sejak pagi tadi. Kami sedikit bertengkar saat pergi ke supermarket. Lalu ia memutuskan pulang sendiri. Saat aku mencarinya, ia sudah tak ada. Leeteuk terdiam sejenak.
"Tenanglah Siwon. Kita tunggu sampai besok. Kalau ia belum pulang juga, kita akan mencarinya besok." Putus Leeteuk.
"Besok hyung?! Mana bisa aku membiarkan Kyuhyun hilang dan aku harus duduk diam disini sampai besok!" Serunya. Leeteuk menghela napasnya. "Ini masih sore. Mungkin dia pergi ke suatu tempat. Nanti malam kemungkinan dia sudah pulang." Ujar Leeteuk. Siwon menggeleng. " Tidak mungkin hyung. Ia tidak mengenal siapapun selain aku dan kau. Kau tahu sendiri bagaimana keadaannya." Siwon semakin khawatir.
"Aku tahu Siwon. Tapi-" Ucapan Leeteuk terhenti saat melihat Siwon mengambil jaketnya lalu berjalan cepat kearah pintu.
"Kau mau kemana?" Tanya Leeteuk.
"Aku harus mencari Kyuhyun, hyung. Aku tak bisa tinggal diam." Leeteuk mengela napasnya lelah.
"Baiklah! Aku akan menemanimu."
.
.
.
Suasana rumah besar dan mewah milik keluarga Cho terlihat sedikit ramai. Walau biasanya ramai karena para pelayan yang bekerja disana, kini sang tuan rumah pulang setelah beberapa minggu.
TAP TAP TAP
Donghae berlari cepat kearah kamar adik yang dicintainya setelah bertanya kepada pelayannya, apakah Kyuhyun sudah kembali.
CKLEK
"Kyuhyunnie!" Panggilnya. Ia langsung menghampiri tubuh Kyuhyun yang masih tertidur dengan lelapnya. Atau lebih tepatnya, pingsan karena dibius oleh Yesung.
"Kyu… hyung merindukanmu…" Donghae mengelus rambut ikal adiknya. Menghapus keringat yang menuruni dahi Kyuhyun kemudian mencium keningnya.
"Dimana kau menemukannya hyung?" Tanya Donghae. Yesung berjalan mendekati Donghae lalu berdiri sambil menyenderkan tubuhnya didinding.
"Aku menemukannya dipinggir jalan. Entah aku menemukannya sedang tertidur. Aku membangunkannya, lalu ia seperti ketakutan saat melihatku. Dan ia bertanya siapa aku. Ia… tidak mengingat siapa aku." Jelas Yesung. Donghae mengernyitkan dahinya bingung. Tidak mengenal Yesung? Bukankah Yesung dan Kyuhyun cukup dekat?
"Dia berteriak dan memberontak jadi dengan terpaksa aku membiusnya." Lanjut Yesung. Donghae kembali menatap Kyuhyun. Menatap wajah Kyuhyun yang cantik.
"Apa yang akan kau lakukan selanjutnya, Hae? Apa kau akan membawanya kepada appamu?" Tanya Yesung. Donghae terdiam sejenak.
"Aku tidak akan membawanya kepada appa, hyung. Aku akan melindunginya. Aku tak akan membiarkan appa merekrutnya masuk kedalam organisasi. Aku tak ingin Kyuhyun masuk kedalam bahaya karena bergabung dengan organisasi." Ujar Donghae tegas. Yesung sudah menduga jawaban Donghae. Dan ia tak bisa berbuat apapun.
"Eungh…" Lenguh Kyuhyun. Donghae menggenggam erat tangan Kyuhyun. Berharap ia bisa melihat mata indah namja manis itu.
"Kyu…" Panggil Donghae dengan senyum senang ketika mata Kyuhyun terbuka sempurna. Namja dua puluh tahun itu tak menjawab. Ia bingung, dimana ia sekarang, dan siapa orang-orang didepannya.
"Kau… siapa?" Tanya Kyuhyun dengan suara lemah. Donghae mematung tak percaya.
"Kyu? Kau tidak bercanda kan? Ini Hae hyung." Donghae menggenggam tangan Kyuhyun semakin erat. Meluapkan rasa khawatirnya.
"Maaf… aku tidak mengenalmu." Lanjut Kyuhyun.
"Tidak mungkin, Kyu. Ini aku! Donghae! Kau mengenalku bukan?! Kau pasti mengenalku!" Seru Donghae. Kyuhyun mundur dari tempatnya berbaring saat mendengar bentakan Donghae. Ia tidak mengenal siapa orang didepannya, dan kini orang itu membuatnya takut.
"Donghae-ah… tenanglah. Kau membuat Kyuhyun takut." Yesung menenangkan Donghae.
"A-aku mau pulang." Kyuhyun mencoba untuk pulang. Tapi ia masih terlalu lemah. Pengaruh obat bius itu belum sepenuhnya hilang.
"Pulang? Ini rumahmu Kyu. Kau sudah pulang!" Kyuhyun menggeleng.
"Ini bukan rumahku! Aku mau pulang ke apartemen Siwon hyung…" Ujarnya. Donghae terdiam. Siapa?
"Rumah siapa kau bilang?" Tanya Donghae. "Ru-rumah Siwon hyung.." Jawabnya. "Choi Siwon?" Tanya Donghae lagi. Kyuhyun mengangguk ragu. Apa orang-orang ini mengenal Siwon?
"Apa kaitannya antara kau dan Siwon?" Tanya Donghae. Kyuhyun ragu untuk memberitahu mereka.
"Kau tidak perlu tahu. Yang pasti biarkan aku pulang sekarang." Jawab Kyuhyun.
"Kau harus memberitahu kami. Atau kau akan merasakan akibatnya." Semua orang ditempat itu menoleh. Choi Seunghyun.
"Jangan mengancam Kyuhyun, Seunghyun." Gertak Donghae.
"Maafkan saya. Tapi ini misi kita. Kita harus segera menemukan Siwon dan menyelesaikan tugas yang diberikan dengan baik dan bersih. Seperti biasanya." Jawab Seunghyun dengan nada datar.
"Donghae-ah, Seunghyun benar. Kyuhyun adalah tugasku. Aku harus tetap membawanya kepada appamu, atau kepalaku yang akan berlubang nantinya." Ujar Yesung.
"Aku tidak akan membiarkan hyung membawa Kyuhyun kepada appa." Donghae menggenggam tangan Kyuhyun lagi.
"Aku tak mengerti. Jadi tolong biarkan aku pergi sekarang." Kyuhyun sudah mulai gemetar tapi ia menahannya. Kyuhyun tak ingin terlihat lemah dihadapan orang-orang yang tak dikenalnya ini. Ia takut dan bingung dengan apa yang terjadi disini. Apalagi aura membunuh sudah menguar dari seseorang yang barusan datang. Dan Kyuhyun semakin takut ketika melihat sebuah pistol terselip dipinggangnya.
"Maaf. Tapi saya harus segera menyelesaikan tugas saya." Seunghyun menarik tangan Kyuhyun hingga ia sedikit meringis.
"Jangan sentuh Kyuhyun. Sekarang kau pergi dari sini. Masalah Siwon, aku yang akan bertanya pada Kyuhyun." Donghae menatap Seunghyun dengan pandangan tajam. Seunghyun sedikit tersenyum.
"Baiklah. saya akan menunggu informasi dari anda." Seunghyun membungkukan tubuhnya sedikit lalu meninggalkan kamar Kyuhyun.
Donghae menghela napasnya lega ketika Seunghyun meninggalkan kamar Kyuhyun. Ia tersenyum pada Kyuhyun. "Tak usah takut lagi. Ia sudah pergi." Seru Donghae. Kyuhyun mengangguk. Mulutnya terkunci. Tapi otaknya tidak. Ia masih tetap mencari cara untuk keluar dari sini.
"Apa kau butuh sesuatu?" Tanya Donghae. Kyuhyun mengangguk.
"Aku butuh pakaian ganti. Baju dan celanaku sudah kotor sejak tadi pagi." Jawab Kyuhyun.
"Ah… Semua isi lemari ini adalah milikmu. Kau bisa memakainya." Ujar Donghae. Kyuhyun mengangguk.
"Bisakah kau keluar sebentar? Aku mau mandi dan mengganti pakaian." Ujar Kyuhyun dengan senyum. Donghae menuruti kemauan Kyuhyun tanpa mengerti apa arti senyuman itu.
.
.
.
Siwon masih berusaha mencari Kyuhyun walau hujan turun begitu deras. Ia menyuruh Leeteuk untuk tinggal dirumah dan berjaga-jaga di apartemennya, jika Kyuhyun tiba-tiba pulang.
Tubuhnya sudah basah kuyup dan Siwon tak membawa payungnya.
"Kyu… kau dimana…" Siwon mengusap wajahnya kasar. Tiba-tiba ia melihat sesosok laki-laki berjalan sambil memeluk tubuhnya. Matanya melebar ketika melihat siapa orang itu.
"Kyu!" Seru Siwon. Kyuhyun menoleh. Dan senyumnya merekah saat melihat siapa yang memanggilnya. Setelah usahanya keluar dari kediaman keluarga Cho melalui jendela, akhirnya ia bisa lolos walau disertai tubuh yang penuh luka karena ia memanjat pagar dan jatuh dari atas pagar. Yang terpenting, ia kini bisa bertemu lagi dengan Siwon.
Kyuhyun memeluk tubuh Siwon erat seolah-olah tak mau melepaskannya lagi.
"Hyung…" Panggil Kyuhyun dengan suara serak. Siwon memeluk tubuh kecil namja didepannya dengan erat. Mengecup pucuk kepala Kyuhyun yang basah oleh air hujan.
Seperti pertama kali Siwon menemukan Kyuhyun. Dimalam hari dan disaat hujan. Tapi kali ini berbeda. Rasa yang dirasakan Siwon saat menemukan Kyuhyun pertama kali sangat berbeda dengan yang sekarang.
Ia merasa menemukan suatu harta tak ternilai ketika menemukan Kyuhyun disini.
"Kyu… Jangan pernah pergi lagi dari sisiku. Aku mencintaimu…"
TBC
.
.
.
Maaf, update lama! bener-bener full ulangan! ditambah lagi masalah yang ada di FFn ini. ya kalian taulah itu apa :^)
maaf juga kalau chapternya rada gaje disini. -_- aku kehilangan feel dibagian pertengahan..
Wonkyu moment akan diperbanyak di chapter depan. dan utk Kyuhae moment, belum ada waktu yang tepat utk mereka mesra2an. hehehe. tapi pasti adaa.
chapter selanjutnya aku gak yakin akan update cepat. tapi gabakal discontinued kokk. :)
.
nemu typo? boleh kasih tau aku lewat review. kkk.
ngga jelas? bisa ditanyain lewat private message. :3
chapter depan diusahakan lebih bagus lagi.
jadi, ditunggu next chapternya yaaa..
.
Mind to Leave a Review? ^^
.
-kkyu32-
