Cast :

Shim Changmin

Jung (Cho) Kyuhyun

Lee Yeon Hee

Choi Siwon

Other Cast :

Jung Yunho-Jung (Kim) Jaejoong

Shim (Tan) Hangeng-Shim (Kim) Heechul

Shim Soo Yeon

Shim Ji Yeon

Genre : Romance, Friendship, Family

NB : setting lokasi FF ini ada di Busan, Korea Selatan.


Saya sangat merekomendasikan untuk mendengarkan lagunya Savage Garden-I Knew I Loved You saat baca part B ini. Itu menggambarkan perasaan Kyuhyun buat Changmin ^^ Dan inilah part B dari chapter 3. Terima kasih sangat atas respon yang diberikan di part A^^

.

.

Fanfic ini saya persembahkan untuk Pangeran Shim yang akan enlist military sebentar lagi.

This is for you Prince Shim.

"Karena kesempurnaan bukanlah yang membuatmu bahagia. Tetapi saling melengkapilah yang menciptakan kesempurnaan untuk membuatmu bahagia."

.

.

Selamat membaca!

.

.

Chapter 3-Part B

.

.

Kyuhyun sesekali mengaduh kesakitan saat Bibi Jung Soo mengobati lukanya. Tapi dia menahan suaranya agar tidak mengganggu pembicaraan yang lebih mirip perdebatan antara ibu dan anak di sofa seberangnya. Sembari kakinya diobati dia sesekali menyimak perdebatan ibu dan anak itu yang menurutnya lucu. Bagaimana tidak lucu jika kadang sesekali Sang Umma menganiaya anaknya jika omongannya dibantah atau diremehkan oleh anaknya itu. Belum isi obrolan mereka yang sering membuatnya ingin tertawa. Tapi sebisa mungkin dia menahannya.

"Bibi, apakah memang Changmin dan Umma-nya punya interaksi seperti itu?" tanya Kyuhyun dengan kekehan geli. Dia teringat Ummanya. Jika dengan Ummanya, lebih sering dia yang membuat Ummanya jengkel. Meskipun sebenarnya, Ummanya dan Umma Changmin itu sama-sama bawel.

Bibi Jung Soo melihat Kyuhyun sekilas dengan tersenyum. Dia kembali telaten mengobati luka di kaki namja manis itu.

"Ya, memang seperti itu. Heechul itu memang cerewet, egois, sering berbicara dan bertingkah seenaknya. Sedangkan Changmin memang tipe yang mandiri dan berpikir kritis. Makanya jika mereka berdua sudah bicara seperti itulah yang terjadi," kata Bibi Jung Soo sangat paham dengan karakter ibu dan anak di seberang mereka.

Kyuhyun menganggukkan kepalanya mengerti. Dia menolehkan kepalanya lagi ke arah Changmin dan Ummanya. Perdebatan mereka dari tadi belum berhenti. Dari obrolan mereka, namja manis itu mengetahui Changmin dan Ummanya sedang membicarakan tentang Festival Musim Gugur yang diadakan pemerintah kota Busan. Namja tampan itu dan Ummanya terlibat sebagai panitia festival yang diadakan satu minggu lagi itu. Sepertinya ada beberapa masalah pra-acara yang membuat mereka berdebat panjang.

"Nah! Ini bagian terburuknya! Penyanyi yang mengisi acara grand opening festival mendadak membatalkan keikutsertaannya! Bagaimana ini Changmin-ah? Padahal besok adalah deadline untuk fixasi acara dan acaranya seminggu lagi! Yang benar sajaaa!" pekik Heechul untuk kesekian kalinya. Kedua tangannya memegangi kepalanya untuk mengekspresikan kepanikannya. Sedangkan Changmin, dari wajahnya terlihat dia terkejut dengan berita dari Ummanya itu. Namja tampan itu terdiam sejenak berpikir untuk mencari solusinya.

"Kau itu jangan diam saja! Bicaralah sesuatu!" lanjut Heechul masih heboh memekik.

Changmin menghela nafas lelah. Ummanya ini tidak tahu saja dia sedang berpikir.

"Aku ini sedang berpikir mencari solusinya Umma. Aku lebih mengedepankan otak daripada mulut," jawab Changmin mulai gemas dengan Ummanya yang cerewet.

Mendengar kalimat Changmin, Heechul melebarkan mata bulatnya. Dia segera mencubit keras-keras lengan Changmin.

"Argh! Sakit Umma!" teriak Changmin lalu segera mengusap-usap bekas cubitan Heechul.

"Itu salahmu mengatai Ummamu ini! Umma juga berpikir dengan otak tidak hanya dengan mulut!"

Changmin merasa ingin terjun bebas dari ketinggian mendengar protes Ummanya. Ya Tuhan, Ummanya ini sensitif sekali! Dia ingat bahwa dia tidak menyebutkan Ummanya mengedepankan mulutnya daripada otaknya. Ah, ini memang nasibnya mempunyai Umma yang antik ini.

"Bagaimana? Kau sudah mendapat solusi dari otakmu itu, hah?" tanya Ummanya terdengar sarkastik. Changmin hanya memutar bola matanya menanggapi pertanyaannya Ummanya.

"Ah! Changmin-ah…! Kenapa tidak kau saja yang menggantikan pengisi acaranya! Kau kan juga bisa menyanyi!" ucap Heechul tiba-tiba sambil menepuk-nepuk bahu anaknya itu.

Changmin menatap Ummanya dengan mata melebar syok. Dia segera menggelengkan kepalanya kuat-kuat.

"Tidak! Aku sudah sangat sibuk besok. Apa Umma sudah lupa aku ini koordinator divisi acara? Aku tidak punya cukup waktu untuk menyanyi! Aku-tidak-mau!" tolak Changmin cepat.

"Changmin bisa menyanyi, Bibi Heechul?" tanya Kyuhyun tiba-tiba. Namja manis yang dari tadi menyimak pembicaraan mereka itu terlihat takjub dengan kalimat yang diucapkan Heechul.

Heechul yang mendengar pertanyaan untuknya itu, segera mengalihkan perhatiannya dari Changmin lalu melihat Kyuhyun. Dia menganggukkan kepalanya cepat dengan senyuman lebar.

"Iya! Dari kecil Changmin itu sering ikut kontes atau acara menyanyi sampai dia sekolah. Suara Changmin bagus. Istilahnya jika di musik jenis suaranya apa, ya? Bibi lupa. Jenis suara tinggi itu apa, ya?"

Terlihat Heechul berpikir keras mengingat-ingat.

"Tenor, Bibi," sahut Kyuhyun.

"Nah! Iya itu!" Heechul terlihat senang sekali ada yang membantunya mengingat.

Kyuhyun memiringkan kepalanya memproses informasi yang baru saja didapatnya. Changmin bisa menyanyi dan jenis suaranya adalah suara tenor. Itu adalah jenis suara yang susah dan tidak semua penyanyi bisa mencapai nada-nada tinggi seperti yang dilakukan orang-orang dengan suara tenor. Bahkan dia yang ikut les vokal saja, andalannya adalah lagu ballad karena jenis suaranya yang halus cenderung lembut. Ah, dia sekarang tahu, bahwa dia dan Changmin punya hobi yang sama, yaitu menyanyi. Dia jadi penasaran dengan suara namja tampan itu. Kepribadian Changmin untuk kesekian kali membuatnya terpengarah.

"Huh! Sayangnya anak ini berhenti unjuk vokal sejak kuliah," Heechul menggerutu dengan mata memincing melihat anaknya yang terlihat tidak peduli dengan kalimat Ummanya.

"Itu tidak penting untuk dibahas. Sudah… kita lanjutkan pembicaraan kita, Umma,"

"Apanya yang mau dibahas jika kau belum mengiyakan usul Umma? Kau menyetujuinya dulu baru Umma akan melanjutkan pembicaraan kita. Titik!" putus Heechul sepihak.

"Ya, Tuhan…." Changmin mendesis sangat jengkel dengan tingkah Ummanya. Ibu macam apa ini yang terlihat lebih kekanakkan daripada anaknya? Dia ingat bahwa kedua saudara perempuannya bisa lebih dewasa bersikap daripada Ummanya.

"Baiklah, baiklah. Jangan merajuk begitu! Umma sangat tidak pantas merajuk padaku. Merajuklah jika bersama Appa," jawab Changmin akhirnya mengalah. Heechul bertepuk tangan senang lalu segera memeluk anaknya itu.

"Kau memang anak Umma yang paling tampan, paling baik, paling pengertian, ah… Umma sangat menyayangimu Changmin-ah!"

Changmin menghela nafas panjang untuk kesekian kalinya. Jika ada maunya saja, Ummanya ini sok manis.

"Tentu saja aku paling tampan. Aku satu-satunya anak laki-laki Umma. Jangan lupa, Umma. Besok berarti harus ada pertemuan dengan para panitia, pihak yayasan, dan perwakilan pemerintah kota. Aku akan membicarakan keikutsertaanku sebagai pengisi acara, agar beberapa tugasku bisa diback-up para staff divisi acara yang lain,"

Heechul mengangguk cepat menanggapi kalimat anaknya. Sedangkan dari sofa seberang mereka, Kyuhyun dan Jung Soo tertawa geli melihat tingkah Heechul dan sikap pasrah Changmin. Namja manis itu mengingat-ingat dalam otaknya, dia harus menghadiri festival itu untuk melihat dan mendengarkan sendiri Changmin menyanyi.

.

.

ChangKyu

.

.

"Hah… benar-benar badai, ya?" gumam Changmin saat mengintip langit luar yang berwarna hitam pekat disertai hujan angin kencang dari balik gorden jendela. Untunglah semua anggota keluarganya sudah ada di rumah.

"Kau sekalian makan malam dan menginap di sini saja, Kyuhyun-ah. Rumah kami menyediakan kamar tamu jika ada yang menginap,"

Changmin menoleh ke arah Ummanya saat mendengar tawaran Ummanya pada Kyuhyun yang terjebak badai di rumahnya. Sebenarnya namja manis itu akan menghubungi Paman Shin untuk menjemputnya. Tapi dengan kondisi cuaca yang tidak bersahabat seperti ini, akan sangat membahayakan untuk Paman Shin berkendara di jalan.

"Aduh, Bibi. Itu akan sangat merepotkan Bibi," jawab Kyuhyun segan.

"Justru kau akan lebih sangat merepotkan jika memaksa pulang. Kau lihat, kan cuaca di luar bagaimana? Bibi tidak mau jika kau memaksa pulang, besok Bibi akan diserbu wartawan karena akan ada berita penemuan seorang namja yang ditemukan tidak bernyawa. Penyebabnya adalah karena seorang ibu temannya tidak mencegahnya saat dia ingin pulang ke rumahnya,"

Kyuhyun tertawa mendengar penjelasan Heechul. Kalimat yang diucapkan Heechul hampir mirip dengan kalimat Changmin saat siang tadi di Taejongdae. Ternyata meskipun banyak sisi yang bertolak belakang antara ibu dan anak ini, ada juga sisi yang yang sama. Salah satu adalah kalimat-kalimat sarkastik atau tajam mereka. Sama-sama tidak suka menyaring omongan.

Changmin mengabaikan obrolan Heechul dan Kyuhyun lalu beranjak menuju dapur untuk minum. Perkiraannya, jika Ummanya dan Kyuhyun itu sama dari sifatnya memang benar. Mereka tampak nyambung saat mengobrol. Di dapur dia berpapasan dengan adik perempuan tertuanya yang sudah duduk di tingkat akhir high school, Shim Soo Yeon. Adiknya pasti akan mulai memasak makan malam.

"Sendirian saja? Mana Ji Yeon?" tanya Changmin sambil meminum segelas air putih.

"Dia masih mandi. Nanti juga menyusul," jawab Soo Yeon sembari mengambil beberapa bahan makanan di kulkas.

Changmin menganggukkan kepalanya mengerti. Namja tampan itu akan menuju kamarnya saat Heechul menarik lengannya tiba-tiba.

"Hei, sebagai tuan rumah, kau harus melayani tamumu, Changmin-ah. Antar Kyuhyun ke kamar tamu lalu pinjami dia bajumu sebagai ganti. Umma melihatnya tidak nyaman, dari tadi dia masih memakai pakaian kantoran,"

Changmin melihat Ummanya, "Kenapa tidak Umma saja? Aku ingin mandi. Tubuhku sudah lengket semua,"

"Changmin…." desis Heechul mengancam.

"Iya! Iya!" jawab Changmin terpaksa.

"Nah, jadilah anak baik. Jangan membuat Ummamu ini cepat tua karena selalu membantah perkataan Umma. Kalau Ummamu ini tidak cantik lagi bagaimana, hmm?"

"Umma, jangan mulai lagi!" sahut Changmin cepat dan segera beranjak dari samping Ummanya. Di dengarnya Heechul terkekeh geli.

Setelah sampai di depan Kyuhyun, namja tampan itu segera mengulurkan tangannya untuk membantu namja manis itu berjalan. Kyuhyun memandangi tangan Changmin tidak mengerti.

"Ayo, kubantu kau berjalan," kata Changmin menjelaskan.

Kyuhyun masih diam. Di pikirannya adalah apakah Changmin akan menggendongnya lagi?

"Kau tenang saja. Aku akan memapahmu," lanjut namja tampan itu seolah mengerti pikiran Kyuhyun.

Kyuhyun meringis lalu segera menerima uluran tangan Changmin untuk membantunya berdiri. Setelah itu Changmin menaruh tangan kirinya untuk memeluk pinggang Kyuhyun. Namja manis itu merasakan tubuhnya menegang secara tiba-tiba dengan sentuhan Changmin di pinggangnya. Dia menggigit bibir bawahnya untuk menahan reaksi tubuhnya itu. Ini bukanlah waktunya untuk berpikir aneh-aneh lagi. Changmin yang terlihat biasa saja, segera menaruh tangan kanan Kyuhyun untuk memeluk bahunya. Mereka segera berjalan menuju kamar tamu.

Di koridor yang menghubungkan ruang tengah dengan deretan kamar, Kyuhyun melihat Heechul tersenyum melihatnya lalu segera masuk ke sebuah kamar.

"Bibi Heechul tidak ikut memasak?" tanya Kyuhyun basa-basi untuk menghilangkan kecanggungan yang dirasakannya.

Changmin berdecak sekilas, "Umma tidak bisa memasak. Dia hanya akan menghancurkan dapur jika mencoba memasak,"

Kyuhyun terkikik geli.

"Jadi, apa yang memasak kedua adik perempuanmu?" tanya Kyuhyun lagi. Dia ingat melihat dua adik perempuan Changmin yang tadi sempat menyapanya saat mereka pulang sekolah. Lalu baru saja, adik tertuanya sudah mulai memasak.

Kyuhyun melirik namja tampan yang sedang memapahnya itu mengangguk sebagai jawaban pertanyaannya.

"Sesekali Appa yang akan memasak. Tapi, masakan Appa yang enak hanya dari negara asalnya saja. Masakan khas China,"

Namja manis itu melebarkan matanya terkejut. Appa Changmin dari China? Jadi Changmin blasteran China-Korea? Atau bagaimana?

"Appamu orang China? Lalu Ummamu apa orang China Juga?"

"Iya, Appaku orang China tapi Ummaku orang Korea," jawab Changmin sembari membuka pintu kamar tamu dan mendudukkan Kyuhyun ke ranjang kamar.

"Kau tunggulah dulu. Aku akan mengambilkan beberapa bajuku untuk baju gantimu," lanjutnya lalu segera pergi tanpa menunggu respon Kyuhyun.

Namja manis itu memandangi pintu yang tertutup. Dia memikirkan banyak hal yang diketahui dari namja penolongnya itu hari ini.

.

.

ChangKyu

.

.

Keesokan harinya, terlihat Changmin memicingkan matanya melihat Kyuhyun yang masih melihat ponselnya dengan wajah bimbang. Namja manis itu terlihat sesekali tampak berpikir dan juga kadang menghembuskan nafasnya berkali-kali. Changmin jadi penasaran ada apa dengan namja manis yang menurutnya cerewet itu.

"Kau kenapa? Paman Shin tidak bisa menjemputmu?" tanya Changmin menebak alasan dibalik wajah bimbang Kyuhyun.

Namja manis itu mendongak melihat Changmin yang berdiri di sampingnya. Dia segera menggeser duduknya saat Changmin ikut duduk di sofa yang sama dengannya.

Kyuhyun menghela nafas pelan lagi, "Aku bahkan belum mengubungi Paman Shin. Aku…" Kyuhyun menelan lagi kata-kata yang akan diucapkannya. Dia ragu untuk mengucapkannya.

"Kenapa?" tanya Changmin lagi.

"Tapi, kau jangan mengataiku atau memakiku jika aku mengatakan alasannya," jawab Kyuhyun dengan wajah serius. Dia sungguh jengkel jika Changmin mulai bermulut pedas lagi.

Ngomong-ngomong namja manis itu merasa sangat senang. Dari hari kemarin sampai saat ini dia menginap di rumah namja tampan itu, Changmin tidak lagi -atau mungkin belum lagi- bertingkah menyebalkan. Dia bisa lebih ramah dan lebih memperhatikannya. Kyuhyun tiba-tiba tersenyum sendiri saat mengingatnya.

Changmin mengernyitkan dahinya melihat Kyuhyun yang tersenyum-senyum sendiri.

"Kenapa kau sekarang malah tersenyum-senyum begitu? Kau masih waras, kan?"

Senyuman Kyuhyun luntur mendengar kalimat Changmin. Baru saja dia senang karena namja tampan itu bisa menjaga omongannya, sekarang sudah mengatainya lagi.

"Aku masih waras! Sudahlah, lupakan apa yang akan aku katakan,"

Kyuhyun mendadak jengkel gara-gara kalimat Changmin itu.

Changmin tertawa mendengar ucapan Kyuhyun yang terdengar merajuk itu. Namja manis itu semakin merengut saat mendengar tawa di sampingnya. Mood-nya jadi rusak sekarang. Dia sungguh kesal, kenapa namja tampan di sebelahnya itu bisa sangat mudah mengubah-ubah suasana hatinya hanya karena tingkah atau perkataannya? Tidak biasanya, dia dibuat begini oleh orang lain. Jika boleh mengakuinya dengan bangga, dia-lah yang selalu membuat orang lain kelimpungan karena tingkahnya. Tapi, si Shim Changmin ini, sungguh membuat Kyuhyun gemas sekali.

"Hentikan tawamu itu! Kau membuat mood-ku rusak sepagi ini! Kau pernah tidak mendengar ungkapan yang mengatakan jika di pagi hari kau membuat mood seseorang jelek, maka hari itu kau membuat harinya menjadi buruk?" tanya Kyuhyun dengan mata bulatnya memandang Changmin penuh kekesalan.

"Apa peduliku? Itu bukan urusanku dan tidak berpengaruh padaku," jawab Changmin santai.

Kyuhyun semakin jengkel mendengar jawaban Changmin. Dia mengepalkan kedua tangannya di depan wajahnya untuk mengekspresikan kekesalannya. Namja manis itu menggeretakkan giginya dan pipi chubby-nya tampak memerah.

"Kaauuu! Kenapa kau sangat menyebalkan?! Aku sangat kesaaaal padamu!" pekik Kyuhyun akhirnya.

Changmin hanya menjulurkan lidahnya dan makin tergelak heboh saat melihat ekspresi kekesalan namja manis di sebelahnya. Sedangkan Kyuhyun hanya bisa mendengus pasrah karena dia tidak bisa membalas Changmin.

"Hahahaha…. Baiklah. Aku berhenti tertawa. Aku kasihan melihatmu. Coba sekarang kau katakan kenapa kau belum menghubungi Paman Shin, hmm? Kau tidak berpikir agar aku mengantarmu pulang, kan?" tebak Changmin lagi dengan sangat percaya diri.

"Percaya diri sekali!" balas Kyuhyun dengan mata caramelnya melihat Changmin tajam.

"Kan, aku hanya menebak," ucap Changmin lalu mengedikkan bahunya.

"Aku-umm, aku belum ingin pulang. Kau jangan mengataiku!" sahut Kyuhyun cepat.

Changmin hanya menaikkan sebelah alisnya mendengar alasan Kyuhyun. dia berpikir sesaat. "Kenapa?" tanyanya lagi.

Kyuhyun mendesah lega dengan reaksi Changmin. Dia melihat Changmin yang juga melihatnya, "Aku tidak ada sesuatu yang harus dikerjakan atau dilakukan hari ini. Makanya aku belum ingin pulang,"

"Memangnya kau tidak bekerja? Atau tempatmu bekerja libur saat akhir pekan?"

Kyuhyun menggeleng menjawab pertanyaan Changmin. "Aku hanya magang di kantor,"

"Oh…" Changmin menganggukkan kepalanya mengerti. Dia tidak tertarik bertanya lebih lanjut tentang pekerjaan Kyuhyun. Namja tampan itu kembali berpikir beberapa saat.

"Mood-mu masih buruk tidak?" tanyanya kemudian.

Kyuhyun memiringkan kepalanya tidak mengerti.

Changmin melanjutkan kalimatnya, "Mau ke sekolah Eunsoo? Dia hari ini ada pertunjukan drama di sekolahnya. Gadis kecil itu memintaku datang hari ini,"

Kyuhyun melebarkan matanya sangat terkejut dengan ajakan Changmin. Mata bulatnya tampak berbinar-binar dan mulutnya membuka. Dia seperti tidak yakin dengan ajakan Changmin. Namja tampan itu menawarkan ajakan pergi bersamanya? Ini benar-benar hal tak terduga!

"Serius?" tanya Kyuhyun agak memekik.

Changmin menganggukkan kepalanya.

"Tapi, bukannya kau dan Bibi Heechul akan bertemu dengan para penyelenggara Festival Musim Gugur Busan?" tanya Kyuhyun sekali lagi.

"Itu masih nanti sore. Pertunjukkan drama di sekolah Eunsoo pasti akan selesai nanti siang. Mau tidak? Kalau tidak mau juga tidak masalah," balas Changmin ringan.

"Aku mau! Aku mau! Aku mau sekaaliii!" jawab Kyuhyun dengan pekikan antusias. Kedua tangannya sampai-sampai mencengkeram bahu Changmin seolah ingin meyakinkan namja tampan itu dengan jawabannya.

"Hei, biasa saja! Tidak usah sampai berteriak begitu!"

"Aku tidak peduli. Aku sangat senang! Ayo berangkat sekarang!"

Changmin memutar bola matanya dengan tingkah overacting Kyuhyun. Dia menyentil dahi Kyuhyun untuk menenangkan namja manis itu.

"Aw~" Kyuhyun mengaduh kesakitan lalu mengusap dahinya.

"Dasar bodoh! Kita berpamitan dulu dengan Ummaku,"

"Iya, iya…" sahut Kyuhyun tidak berminat protes bahkan memarahi Changmin karena perbuatan namja tampan itu. Dia justru kembali tersenyum-senyum senang karena hari ini dia bisa melakukan hal yang menyenangkan lagi bersama Changmin.

.

.

ChangKyu

.

.

Pertunjukkan drama di sekolah Eunsoo berakhir lebih awal dari perkiraan Changmin. Gadis kecil itu tampak cantik dan imut saat memerankan tokoh utama di pertunjukkan drama sekolahnya. Eunsoo terlihat sangat senang saat melihat Changmin dan Kyuhyun datang melihatnya. Mungkin karena itu, Eunsoo bisa melakukan tugasnya dengan baik.

Sekarang, mereka bertiga ada di taman kota. Changmin ingin mengajak Eunsoo berjalan-jalan sebentar sebelum dia harus melanjutkan agendanya bersama Ummanya.

Kyuhyun memandangi Eunsoo yang duduk di sebelahnya dan sedang memeluk erat boneka teddy bear besar hadiah dari Changmin untuk gadis kecil itu. Kata Changmin itu hadiah atas kerja keras Eunsoo. Sedangkan Changmin masih mengantri di stan penjual es krim untuk Eunsoo.

Berbicara soal boneka teddy bear Eunsoo, namja manis itu sempat heran saat melihat Changmin keluar dari kamarnya dengan membawa sebuah boneka yang terbungkus plastik motif dan dihiasi pita. Ternyata namja tampan itu sudah menyiapkan hadiah untuk Eunsoo. Kyuhyun tahu dia bukanlah orang yang akan menerima boneka itu. Tapi dia merasa tersentuh dengan perbuatan Changmin. Namja manis itu berpikir, bagaimana bisa ada seseorang yang sangat perhatian dan sangat peka terhadap hal-hal kecil seperti itu? Padahal Eunsoo bukanlah siapa-siapa Changmin. Tapi, Changmin memperlakukan gadis kecil itu dengan penuh rasa sayang tanpa alasan apapun. Kyuhyun merasakan hatinya meleleh dengan perbuatan Changmin.

"Oppa," panggil Eunsoo membuyarkan lamunan Kyuhyun tentang Changmin. Namja manis itu agak berjengit sedikit terkejut.

"Iya, Eunsoo-ya," jawab Kyuhyun dan segera memusatkan perhatiannya pada gadis kecil itu.

"Aku ingin tanya, apa Kyuhyun Oppa itu pacar Changmin Oppa?" tanya gadis kecil itu polos tapi mampu membuat Kyuhyun tersedak tiba-tiba.

Namja manis itu terdiam dengan wajah yang mulai memanas. Dia merasakan aliran darahnya berdesir dengan cepat membuat jantungnya berdebar tidak karuan. Susah payah Kyuhyun menggelengkan kepalanya lalu mengalihkan pandangan matanya dari mata bening Eunsoo. Tapi justru bola mata caramelnya melihat Changmin yang sudah mendapatkan giliran untuk memesan. Lalu entah kenapa itu malah membuat jantungnya berdetak makin heboh dan perutnya terasa melilit geli. Namja manis itu meringis gemas dengan apa yang dirasakannya. Kenapa jantungnya bisa begini? Kenapa mendadak pikirannya kacau dan tidak bisa melakukan sinkronisasi dengan tubuhnya untuk tetap tenang? Ah, Kyuhyun jadi pusing sendiri dengan apa yang dia rasakan sekarang.

"Aku kira Kyuhyun Oppa pacaran dengan Changmin Oppa. Kalian serasi lho," lanjut Eunsoo lagi semakin membuat wajah manis Kyuhyun memerah.

Kyuhyun hanya tersenyum terpaksa menanggapi kalimat polos Eunsoo. Dia merutukinya, tapi namja manis itu memikirkan kalimat Eunsoo.

"Benarkah, Eunsoo-ya?" tanya Kyuhyun ragu tapi tergelitik untuk tetap bertanya.

Gadis kecil itu mengangguk cepat.

"Iya! Changmin Oppa lebih serasi jika berpacaran dengan Kyuhyun Oppa. Meskipun aku baru dua kali bertemu dengan Kyuhyun Oppa, tapi menurutku begitu. Daripada Changmin Oppa berpacaran dengan Yeon Hee Unnie," jawab Eunsoo dengan memasang ekspresi serius.

Kyuhyun mengernyitkan dahinya mendengar nama itu lagi. Yeon Hee? Siapa Yeon Hee?

"Tampaknya obrolan kalian sangat seru," kata seseorang tiba-tiba.

Kyuhyun mendongak dan melihat Changmin sudah berdiri di depannya dan Eunsoo. Namja tampan itu memilih berlutut di depan Eunsoo lalu memberikan sebuah es krim pada gadis kecil itu. Melihat Changmin sedekat itu dengannya, Kyuhyun mendadak merasa gugup. Dia melupakan nama asing yang ingin ditanyakannya pada Eunsoo. Namja manis itu memilih melihat ke arah yang lain asalkan tidak melihat wajah Changmin. Kyuhyun merutuki pertanyaan Eunsoo yang tiba-tiba membuat perasaannya tidak karuan begini.

"Ini untukmu,"

Kyuhyun melihat sebuah es krim terjulur di depan wajahnya. Changmin mengulurkan satu cone es krim itu untuknya. Namja manis itu mendongak melihat Changmin untuk memastikan es krim itu sungguh diberikan padanya.

"Itu untukku?" tanyanya memastikan.

Changmin mendecak pelan. "Iya," jawabnya datar.

Kyuhyun menahan mati-matian senyuman lebar yang ingin dia lakukan karena perbuatan Changmin yang menurutnya manis. Kyuhyun mengulum senyumnya malu-malu lalu menerima es krim itu. Dia segera menjilat sedikit es krim yang mulai meleleh. Terasa sangat segar dan manis. Ah, Kyuhyun merasakan manisnya es krim di lidahnya menjalar ke seluruh tubuhnya. Apakah perasaan senang yang dirasakannya ini karena es krim atau karena Changmin? Namja manis itu mengerlingkan matanya melihat Changmin yang berdiri lalu duduk di sebelah Eunsoo. Dia tersenyum sangat menikmati perasaan yang terasa manis ini. Sedangkan Eunsoo tersenyum geli melihat wajah malu-malu Kyuhyun yang mencuri pandang pada Changmin.

.

.

ChangKyu

.

.

Kyuhyun menghentikan langkahnya di depan cermin besar yang diletakkan di ruang tengah rumahnya. Dia memutar-mutar tubuhnya, mengecek sekali lagi pakaiannya terutama penampilannya hari ini. Namja manis itu menarik kedua sudut bibirnya untuk menciptakan angle yang pas agar membentuk sebuah senyuman manis. Dia terkikik geli saat melihat dirinya memang manis.

Mata caramel Kyuhyun yang dari tadi fokus memperhatikan dirinya sendiri, melirik ke pantulan Ummanya di belakang tubuhnya. Sepagi ini Ummanya juga sudah berpenampilan rapi dan cantik.

"Umma mau ke mana?"

Jaejoong yang sedang membenahi kerah kaos turtle neck yang dipakainya mendongak melihat anaknya. Dia mengangkat sedikit alisnya saat dilihatnya Kyuhyun juga sudah berdandan rapi. Dia berjalan mendekat lalu memperhatikan penampilan anaknya.

"Haish, bisakah kau lebih fashionable, Kyu? Apa perlu Umma jadi penata bajumu, hmm?"

Jaejoong justru balik bertanya lalu mendecak kesal melihat penampilan anaknya yang menurutnya terlalu biasa. Dia sangat tidak habis pikir dengan anaknya ini yang tidak bisa mencontoh style berpakaiannya yang fashionable.

"Umma, aku itu tadi bertanya! Kenapa Umma mengalihkan pembicaraan?" balas Kyuhyun agak kesal karena komentar Ummanya. Menurutnya apa yang dipakainya sekarang itu sudah tampak bagus.

Jaejoong tersenyum lalu memegang kedua bahu Kyuhyun, memutar-mutar tubuh anaknya itu. Namja manis itu hanya menurut saat Ummanya berlaku demikian.

"Hmm, Umma ada undangan acara ke Festival Musim Gugur Busan. Umma pasti tidak akan melewatkannya,"

Mata bulat Kyuhyun melebar terkejut mendengar jawaban Ummanya. Posisinya yang membelakangi Ummanya, segera berbalik cepat untuk menghadap Ummanya.

"Umma akan ke Festival Musim Gugur Busan? Serius?" tanya Kyuhyun masih dengan ekspresi terkejut di wajahnya.

Jaejoong mengernyitkan dahinya melihat respon anaknya, tapi akhirnya mengangguk.

"Aku juga akan ke sana, Umma!" sahut Kyuhyun cepat.

"Apa tidak salah, Kyu-ie?" tanya Jaejoong sangsi.

Namja manis itu menggeleng cepat.

"Umma kenapa tidak bilang kalau akan pergi ke acara itu?"

Sekarang Kyuhyun merengut sambil melihat Ummanya yang masih berpikir tentang anaknya yang akan ke acara sama dengannya.

"Untuk apa Umma bilang padamu? Memangnya kau pernah tertarik dengan hal-hal seperti itu? Setahu Umma tidak,"

Kyuhyun meringis geli dengan jawaban Ummanya. Omongan Ummanya memang sangat tepat. Tapi, kan, dia punya alasan yang lain kenapa datang di Festival Musim Gugur Busan.

"Oh, atau Siwon mengajakmu ke sana?" tebak Jaejoong terhadap alasan Kyuhyun.

Kyuhyun menggeleng lagi. Ah, dia bahkan melupakan Siwon.

"Lalu apa? Kau bukan tipe yang akan repot-repot datang ke suatu tempat jika itu tidak untuk kepentinganmu, sayang," lanjut Jaejoong dengan mata doe-nya memicing melihat Kyuhyun mengerucutkan bibirnya. Ummanya itu tahu saja tentang karakternya itu.

Namja manis itu mendesah pelan, "Ada undangan dari teman, Umma. Lagipula juga aku tidak punya acara hari ini. Sudahlah, ayo kita pergi bersama saja. Ya, ya, ya?" ajak Kyuhyun dengan sedikit merayu Ummanya agar tidak memperpanjang peng-interogasian padanya.

Jaejoong menghela nafas maklum.

"Umma akan berangkat bersamamu, jika kau ganti penampilanmu yang terlalu biasa itu. Apa kata orang-orang jika melihat Jung Jaejoong yang cantik dan fashionable, tapi ternyata anaknya yang manis terlihat sangat biasa? Keluarga Jung itu keluarga yang mempesona, Kyu-ie. Jadi kau jangan merusaknya. Ah, sepertinya Umma harus turun tangan,"

"Umma! Kau menyakiti hatiku dengan perkataanmu!" pekik Kyuhyun kesal.

Jaejoong tak peduli lalu segera menarik tangan Kyuhyun tanpa menunggu respon anaknya itu.

"Ummaaa, kamarku sebelah situ..."

Jaejoong hanya mengedikkan bahunya dan lanjut membawa Kyuhyun ke walk in closet miliknya. Untunglah ukuran tubuhnya dan Kyuhyun sama jadi dia bisa memilih apapun pakaian yang akan membuat anaknya itu mempesona. Sedangkan namja manis itu memandang syok saat mengetahui ruangan tujuan Ummanya. Sepertinya dia dan Ummanya akan sedikit telat sampai di acara festival itu.

.

.

ChangKyu

.

.

"Kyu, sini, segera duduk. Untunglah Umma sudah mereservasi kursi. Penuh sekali," kata Jaejoong sedikit mengeluh lalu menarik tangan Kyuhyun untuk duduk di sampingnya.

Namja manis itu mengabaikan perkataan Ummanya. Mata bulatnya menelisik tiap sudut tempat festival. Sayangnya, dia tidak mendapati seseorang yang dicarinya ada dalam jangkauan pandangannya. Dia menghembuskan nafas kecewa. Sedikit kesal juga, karena Ummanya yang memaksa mengganti penampilan dan bajunya, dia tidak bisa datang lebih awal untuk bertemu seseorang itu. Mau tidak mau sekarang dia menuruti Ummanya untuk segera duduk.

Festival yang dihadirinya menampilkan banyak kegiatan. Setahunya acara ini akan berlangsung satu minggu. Di mana akan diisi dengan pameran bunga-bunga dari seluruh dunia, berbagai perlombaan, pertunjukan budaya, stan-stan kuliner khas Korea, dan pertunjukan kembang api saat grand closing. Untuk hari ini yang merupakan grand opening, akan ada acara pembukaan dan sambutan singkat dari walikota Busan. Maka dari itu disediakan panggung khusus dan beberapa deretan kursi untuk tamu undangan, termasuk Ummanya, Jung Jaejoong. Setelah itu akan ada beberapa pengisi acara dan salah satunya adalah yang sangat ditunggu Kyuhyun. Siapa lagi kalau bukan Changmin.

Namja manis itu berdoa semoga Changmin belum tampil. Jika sampai Changmin sudah tampil, dia benar-benar akan memaksa namja tampan itu bernyanyi khusus untuknya. Kyuhyun tersentak dengan pemikirannya sendiri. Tapi, dia sungguh ingin mendengarkan suara namja tampan itu.

"Kau mencari apa, sih?" tanya Jaejoong yang gemas melihat anaknya tidak bisa duduk dengan tenang.

"Ada, deh," jawab Kyuhyun asal yang membuat Jaejoong cemberut. Namja cantik itu memilih mengabaikan anaknya dan fokus melihat acara.

Karena tak kunjung menemukan Changmin di antara padatnya orang-orang, akhirnya Kyuhyun memilih duduk dengan tenang dan mencoba menikmati acara. Mungkin saja, Changmin sangat sibuk. Kyuhyun ingat Changmin adalah koordinator divisi acara. Jadi, namja tampan itu pasti sibuk mondar-mandir mengecek seluruh komponen acara.

Tak berapa lama, Kyuhyun memasang pendengarannya tajam-tajam saat pembaca acara menyebutkan nama Changmin. Matanya yang dari tadi beredar ke berbagai penjuru tempat, segera fokus melihat panggung di depannya. Semoga dia tidak salah dengar.

Dan… Kyuhyun tidak salah dengar. Seseorang dengan tubuh jangkung dan postur tegap berjalan menuju tengah panggung dan segera mengambil microphone. Namja manis itu tersenyum sangat antusias melihat seseorang yang ditunggunya itu akhirnya muncul. Dia segera bertepuk tangan dengan semangat, sampai dia tidak menyadari bahwa hanya dia yang bertepuk tangan. Orang-orang di sekitarnya mulai melihatnya. Bahkan Jeejoong sampai mengerutkan dahinya dalam melihat ekspresi antusias anaknya.

Kyuhyun memandangi orang-orang yang melihatnya. Namja manis itu tak peduli, justru dia berseru-seru mengajak orang-orang di sekitarnya untuk ikut memberi tepuk tangan.

"Ayo, kita beri tepuk tangan dulu!" ajaknya dengan raut wajah ceria dan masih bertepuk tangan heboh.

Ajakannya mulai diikuti oleh orang-orang yang tadi memandanginya. Seketika suara tepuk tangan untuk menyambut penampilan Changmin bergemuruh. Namja tampan yang melihat aksi Kyuhyun itu tersenyum geli. Dia lalu menggelengkan kepalanya tidak habis pikir dengan tingkah heboh namja manis itu.

Changmin membungkukkan tubuhnya sejenak. Setelah menegakkan tubuhnya kembali, dia mulai melihat para pengunjung festival dan memberikan senyuman singkat.

"Pada kesempatan kali ini, saya akan menyanyikan dua lagu dari TVXQ. Lagu pertama, Rise As One,"

Changmin menghirup nafas sejenak lalu mulai menyanyi. Dia sengaja memilih lagu ini, karena itu sangat cocok untuk jenis suaranya dan penyanyi asli lagu ini juga mempunyai tipe vokal yang sama dengannya. Tidak ada kesulitan berarti saat dia harus mencapai nada-nada tinggi. Sesekali dia berjalan ke beberapa sisi panggung untuk menyapa para pengunjung festival dengan lagu yang dinyanyikannya.

Sedangkan di kursi para tamu undangan, ada Kyuhyun yang membulatkan matanya terhenyak mendengar suara luar biasa Changmin. Berbeda dengan kehebohan yang dibuat tadi, sekarang namja manis itu diam fokus mendengarkan Changmin bernyanyi. Dia menggenggam kedua tangannya di depan dada, seolah berusaha mencerna baik-baik bagaimana Changmin mengolah nada-nada dalam lagu dengan vokalnya. Namja manis itu sulit percaya bagaimana Changmin bisa menjangkau nada-nada tinggi dengan sangat baik. Dia jadi berpikir, apakah Changmin juga pernah les vokal sepertinya?

Belum selesai memikirkan kualitas suara Changmin, Kyuhyun mendecak kecewa karena Changmin telah selesai menyanyikan lagunya. Namja tampan itu tersenyum kembali.

"Lagu kedua, The Story Has Just Begun,"

Kyuhyun menganggukkan kepalanya mendengar judul lagu yang disebutkan Changmin. Itu lagu yang lumayan lama. Jenis lagu ballad yang menurutnya bagus. Nah, sekarang dia tidak ingin banyak berpikir seperti tadi. Dia akan fokus mendengarkan Changmin menyanyikan salah satu lagu ballad itu. Namja manis itu akan mendengarkan sendiri bagaimana suara tenor Changmin menyentuh nada-nada rendah dan lebih halus.

Changmin melihat Kyuhyun sekilas yang melambaikan tangannya. Dia membalasnya dengan senyuman, setelah itu mulai bernyanyi.

The never-ending thoughts that fills my head

How nice would it be If only I could empty it out

How peaceful would it be

The stories I built up while circling you, while watching you

Don't worry, you can do it

You can do anything

The story that just begun,

The story that just begun

Changmin memejamkan matanya sejenak untuk menikmati alunan musik yang terdengar di telinganya. Dia kembali membuka matanya dan melanjutkan nyanyiannya.

The never-ending songs that fill my heart

How nice would it be if only I could sing it for you

How beautiful would it be

The songs I built up while waiting for you like this

While dreaming about you

Don't worry, you can go

You can go anywhere

A small road that just appeared in front of you

Hold me hand

So that I can feel you

If only I can do that

Be like this forever

Listen to my song

So that I can dream of you

If only I can do that

Be like this forever

Don't worry, you can do it

You can go anywhere

The road that appeared in front of you,

Is the story that just begun, the story that just begun

Lagu yang dinyanyikan Changmin selesai. Namja tampan itu segera membungkukkan tubuhnya yang disambut dengan tepukan tangan sangat meriah dari para pengunjung festival. Bahkan lebih meriah daripada di awal penampilannya tadi. Changmin menyanyikan lagu terakhir dengan sangat indah dan sukses menarik hati para pengunjung festival. Namja tampan itu tersenyum sangat lebar. Dia merasa bahagia dan tersanjung bisa membuat orang-orang turut senang dengan nyanyiannya.

Setelah memberikan senyuman ramah untuk para pengunjung, Changmin menggulirkan bola mata kelamnya pada namja manis yang ternyata masih memandanginya dengan raut wajah tak terbaca. Namja tampan itu mengerutkan dahinya lalu memberikan senyuman untuk namja manis itu. Dia kemudian segera turun dari panggung.

Kyuhyun yang terdiam sejak saat Changmin menyanyi tersentak ketika menyadari dirinya terlalu terbius dengan suara Changmin di lagu kedua. Astaga… bagaimana bisa dia merasakan keterpesonaan seperti itu saat mendengar Changmin menyanyikan lagu terakhir? Tapi, itu sungguhan. Dia tidak dapat menahan dirinya untuk tidak merasa meleleh karena suara Changmin.

Namja manis itu segera beranjak dari tempat duduknya untuk menyusul Changmin. Itu refleks. Dia ingin menemui namja tampan itu, meskipun dalam pikirannya dia sama sekali tidak tahu apa yang akan dilakukannya nanti jika bertemu Changmin.

"Kyu, kau mau ke mana?" tanya Jaejoong yang agak terkejut anaknya itu tiba-tiba beranjak dari sebelahnya.

Kyuhyun menoleh sekilas lalu menjawab, "Bertemu teman, Umma," lalu segera pergi.

Jaejoong yang hampir melanjutkan pertanyaan keingintahuannya, terpaksa harus menelan lagi pertanyaan itu. Namja cantik itu lalu menggelengkan kepalanya maklum terbiasa dengan tingkah Kyuhyun yang seperti itu.

.

.

ChangKyu

.

.

"Changmin-ah!"

Changmin menoleh ke arah suara yang memanggil namanya. Dia menaikkan sebelah alisnya mendapati Kyuhyun berlari kecil ke arahnya. Namja manis itu tersenyum dengan cerah dengan mata berbinar-binar. Tampaknya suasana hatinya sedang sangat bagus. Changmin menarik sudut bibirnya ikut tersenyum.

Setelah sampai tepat di hadapan Changmin, namja manis yang masih tersenyum cerah itu melambaikan pelan tangan kanannya.

"Hai, aku datang!" ucapnya terdengar bersemangat.

"Ck! Aku dapat melihat wujudmu. Tak perlu kau perjelas lagi," balas Changmin sembari melipat kedua tangannya di depan dada.

Kyuhyun mengerucutkan bibirnya sejenak, tapi kemudian kembali tersenyum. Dia tak peduli dengan ucapan pedas Changmin. Suasana hatinya terlalu cerah dan dipenuhi bunga-bunga, hingga rasanya tak akan mudah merusaknya.

Changmin memandangi penampilan Kyuhyun dengan seksama. Dilihatnya Kyuhyun yang memakai blazer polos merah marun dengan scarf hitam garis-garis yang menutupi leher jenjangnya. Kakinya dibalut celana denim warna dark-grey dan sepatu boot warna hitam. Pakaian yang dipakainya membuatnya lebih manis. Tumben namja manis itu tampak lebih fashionable.

"Kau tampak berbeda hari ini,"

Kyuhyun memiringkan kepalanya tak mengerti dengan ucapan Changmin.

"Apa maksudmu?"

"Penampilanmu. Kau tampak jauh lebih manis, hahahaha," jawab Changmin disusul dengan tawanya.

Namja manis itu menundukkan wajah manisnya yang telah disapu rona merah muda dalam sekejap. Apakah Changmin baru saja memujinya? Dia menggigit bibir bawahnya untuk menahan perasaannya yang makin membuncah oleh rasa senang karena pujian Changmin. Nah, dia ingat Ummanya dan akan berterima kasih nanti. Namja manis itu tersenyum lebih cerah saat ini.

"Oh, ya. Ada apa kau datang ke sini? Area ini khusus untuk panitia acara. Pengunjung sepertimu dilarang masuk,"

Mata bulat Kyuhyun kembali melihat Changmin yang menunggu jawabannya. Dia hanya meringis salah tingkah karena tidak tahu harus menjawab apa. Dia tak punya alasan yang jelas. Dia hanya menuruti hatinya tadi saat memutuskan menyusul Changmin.

Changmin mengalihkan pandangannya dari Kyuhyun saat dilihatnya beberapa panitia dari divisi perlengkapan berlari tergesa-gesa.

Dug!

Kyuhyun tersentak kaget dan hampir terjatuh karena tertabrak cukup keras oleh para panitia divisi perlengkapan. Dia memekik pelan kemudian mendesah lega saat tak jatuh dan berakhir di lantai yang keras. Tetapi sekarang dia merasakan sebuah pelukan pada tubuhnya. Namja manis itu mendongakkan kepalanya dan melihat Changmin memeluknya untuk menahannya agar tidak jatuh karena benturan tadi.

"Hei, kalian jangan berlari-lari di tempat ramai seperti ini! Itu membahayakan!" teriak Changmin pada teman-temannya itu. Mereka melihat Changmin lalu segera meminta maaf dan berhenti berlari.

Kyuhyun memandangi wajah Changmin yang sekarang berada dalam jarak sangat dekat dengan wajahnya. Ya, Tuhan! Namja manis itu ingin menenggelamkan diri ke dasar bumi sekarang juga! Dia seolah tak bisa menahan perasaannya. Perutnya terasa melilit geli dan jantungnya berdebar sangat cepat! Dia merasakan tubuhnya justru membeku dalam pelukan Changmin yang terasa hangat dan nyaman ini.

Changmin yang telah selesai memperingatkan teman-temannya itu, kembali melihat namja manis yang sekarang ada dalam pelukannya. Mata hitamnya melebar cukup kaget karena langsung bertubrukan dengan mata caramel bening milik namja manis itu. Dia segera melepaskan pelukannya lalu menggaruk pipinya yang tidak gatal.

Kyuhyun terlihat salah tingkah setelah Changmin melepaskan pelukannya. Dia kembali menundukkan kepalanya dan jari-jarinya sibuk memainkan kancing blazernya untuk menutupi kegugupannya.

"Ah, maaf. Itu tadi spontan," kata Changmin lalu memalingkan wajahnya ke arah lain.

Namja manis itu melirik sekilas namja tampan di depannya. Lalu dengan susah payah berusaha mengeluarkan suaranya.

"Iya, tidak apa-apa," balasnya dengan suara pelan.

Beberapa saat, Kyuhyun merasakan suasana menjadi sangat canggung. Dia menarik nafas lalu menghembuskannya panjang. Dia ingin memulai obrolan lagi dengan Changmin karena namja tampan itu masih diam.

Namja manis itu meyakinkan dirinya untuk mulai bicara.

"Mmm…."

"Changmin-ah!"

Mereka berdua secara otomatis menoleh pada seseorang yang memanggil Changmin. Kyuhyun mengeryitkan dahinya dalam saat dilihatnya seorang yeoja dengan rambut sebahu berjalan menuju ke arah mereka. Dia segera mengalihkan pandangannya pada Changmin yang telah mengubah ekspresinya menjadi lebih lembut dengan senyuman penuh kehangatan. Kyuhyun tahu arti ekspresi itu dan mendadak dia sangat tidak menyukainya.

"Aku senang kau datang lebih cepat. Berarti kau menutup tokomu?" tanya Changmin saat yeoja itu telah sampai di hadapan mereka.

Yeoja itu menggeleng, "Tidak. Aku minta tolong Seorin menggantikanku menjaga toko,"

Changmin menganggukkan kepalanya mengerti.

"Oh, ya. Apakah aku datang terlambat? Apa kau sudah menyanyi?" tanya yeoja itu.

Changmin menganggukkan kepalanya, "Sudah,"

Seketika, yeoja itu tampak cemberut merasa kecewa.

Changmin tertawa pelan lalu tangan kanannya bergerak mengusap lembut kepala yeoja itu.

"Kenapa? Bukankah kau sudah sering mendengarku bernyanyi. Suaraku tidak berubah," gurau Changmin untuk menghibur yeoja itu.

"Iya, sih. Tapi aku tetap ingin mendengarmu bernyanyi,"

"Jangan khawatir. Aku bisa bernyanyi khusus untukmu,"

Yeoja itu tampak bersemu dengan rayuan Changmin.

Kehadiran yeoja itu, membuat Kyuhyun merasakan keberadaannya dilupakan dengan sangat cepat oleh Changmin. Ekspresi wajahnya yang dari tadi dihiasi dengan rona berbinar-binar, telah berubah mendung. Senyumannya hilang sama sekali. Kyuhyun merasakan ada bagian hatinya yang sangat tidak menyukai pemandangan di depannya. Dia merasa tidak rela perhatian Changmin dapat direbut dengan mudah oleh yeoja itu. Apalagi nada dan cara bicara Changmin yang terdengar lembut untuk yeoja itu. Kyuhyun ingat, Changmin belum pernah berbicara seperti itu padanya. Perasaannya mendidih terasa panas dan jantungnya seperti berdebar nyeri.

Yeoja itu mengalihkan pandangannya pada Kyuhyun yang juga tengah melihatnya tampak tidak bersahabat. Changmin mengikuti pandangan yeoja itu.

"Ah, iya. Yeon Hee, dia Jung Kyuhyun. Dia kenalanku," ucap Changmin yang disambut anggukan singkat dari yeoja bersurai sebahu itu.

"Kyu-"

"Aku Lee Yeon Hee. Kekasih Changmin. Salam kenal," kata Yeon Hee memotong cepat kalimat yang akan diucapkan Changmin. Yeoja cantik itu mengulurkan tangannya untuk berkenalan dengan Kyuhyun.

Namja manis itu tidak bisa untuk tidak terkejut dengan pernyataan yeoja dihadapannya. Dia tidak tahu kenapa dia sangat tidak suka mendengar kalimat itu. Apakah yeoja itu bercanda? Atau hanya mengaku-ngaku? Tapi dapat dilihatnya Changmin tidak menyangkalnya. Jadi yeoja itu benar kekasih Changmin?

Dengan hati berat, Kyuhyun menerima jabat tangan dari Yeon Hee. Namja manis itu memaksakan sebuah senyuman pada bibirnya.

Setelah melepaskan jabatan tangannya, Yeon Hee segera memeluk lengan Changmin.

"Ini sudah waktunya istirahat siang, kan? Apakah kau mau menemaniku melihat-lihat pameran bunganya, Changmin-ah?" tanya Yeon Hee.

Changmin melihat jam tangan di tangan kirinya lalu mengangguk.

"Tentu saja,"

Yeon Hee tersenyum senang.

Changmin mengalihkan pandangannya dari Yeon Hee pada Kyuhyun yang memandanginya dengan raut wajah mendung. Namja tampan itu mengerutkan dahi sekilas merasa aneh karena ini adalah pertama kalinya dia melihat ekspresi seperti itu di wajah manis Kyuhyun.

"Kyu, kami permisi dulu. Semoga kau juga bisa menikmati festival ini," kata Changmin dengan senyuman.

Yeon Hee juga tersenyum pada Kyuhyun lalu segera menarik tangan Changmin untuk pergi menemaninya.

Mata Kyuhyun bergerak mengikuti langkah pasangan itu dengan pandangan kosong. Dia merasakan kekecewaan mendalam karena Changmin memilih bersama yeoja itu daripada menemaninya.

Namja manis itu terdiam dan matanya terbelalak saat menyadari sesuatu. Dia menyentuh dadanya untuk merasakan jantungnya yang selalu bereaksi sangat cepat ketika bersama Changmin.

"Perasaan ini, tidak mungkin…"

.

.

TBC


Chapter ini berisi lebih dari 6.000 words. Jadi jika ditotal sebenarnya chapter 3 part A dan B itu lebih dari 11.000 words! Itulah mengapa saya memilih ini dibagi menjadi 2 bagian. Semoga tidak ada yang protes kalau ini masih kurang panjang^^

Lalu, tentu saja ini adalah akhir dari adegan2 lovey dovey romantisme ChangKyu. Chapter depan akan dimulai bagaimana sulitnya Kyuhyun untuk bisa mendapatkan cinta Changmin. Mengenai bagaimana perasaan Changmin ke Kyu, lalu perasaan Kyu ke Siwon akan terjawab di chapter depan.

Untuk Eka Elf; Shin Ririn1013; kyunihae; ressalini; Puput257; GaemGyu92; Juma Park; cho loekyu07; readlight; Desviana407; Awaelfkyu13; Minhyun Ichigo Macchiato; widiantini9; SNCKS; angel sparkyu; Songkyurina; Caramel Macchiato; Xenzia; Macchiato Chwang; Anya; Guest(hei, siapa kamu?); elferani; serta Kim Eun Seob dan Yong Do Jin316 yang review 3 chapter beruntun. Terima kasih review-nya^^ Maaf untuk update ini saya belum bisa balas review lagi.

Thanks so much for all of you who red, rev, fav, and foll my fic/deepbow/