Chanyeol membuka kelopak matanya perlahan saat merasakan penisnya berkedut tidak nyaman. Dahi lebarnya mengernyit mendapati dirinya berada di gubuk yang sama dalam mimpi- nya, lalu onyx- nya bergulir ke bawah. Dapat di lihatnya Hybrid –yang dirindukan tetapi tak diakui- yang mengusik harinya tengah memainkan penisnya dibawah sana, seakan- akan itu adalah mainan yang menarik ataupun makanan yang lezat.

Sejenak, Chanyeol kembali memejamkan matanya selagi ia bergumam, " Mimpi.. " dengan suara mirip desisan ular. Dirinya yakin sekali jika ini mimpi, dibenaknya terpikir 'Apakah ini lanjutan mimpi yang dulu membuatnya kacau?'

' Tapi kenapa? ' –kenapa dirinya lagi- lagi bermimpi seperti ini? Jelas ia tidak menginginkannya. Tanpa sadar suara yang seharusnya berada dipikirannya itu keluar dari mulutnya, " Kenapa, Baekhyun? "

Yang lebih mungil, melepaskan kulumannya menatap Chanyeol dengan senyuman lugu nan polosnya sekejap –yang membuat Chanyeol tertegun- kemudian wajahnya terganti dengan senyuman seksi penggoda iman.

" Chanhh.. Urmhh.. " Chanyeol mengerjap, kembali mengumpulkan kesadarannya saat mendengar erangan yang sarat akan kenikmatan itu memenuhi rongga telinganya lalu berdengung merdu di dalamnya. Benar- benar..

Tanpa banyak bicara, sang dominant menarik Baekhyun –hybrid manis itu- hingga miliknya terlepas dari gua hangat si hybrid. Dirinya membanting Baekhyun agak kasar hingga kini berada dibawah kungkungan lengan berototnya. Sedangkan yang dibawah hanya tersenyum, manis sekali hingga membuat Park Chanyeol mengulum bibirnya lama. Melumatnya dengan agresif, menjilat belahan bibir lembut itu sensual, dan melesakkan lidahnya ke dalam mulut mungil itu.

Dalam benaknya Chanyeol pikir, ' Tak apa, toh ini hanya mimpi '

Ciuman itu berlangsung panas, Chanyeol yang seakan sangat bergairah memagut bibir tpis Baekhyun dengan agak tergesa- gesa sedangkan yang di dominasi hanya menyambut dengan senang lidah yang mulai memasuki rongga mulutnya. Bahkan tangan berjemari lentik miliknya dengan berani bergerak nakal di rambut Chanyeol yang agak kusut. Benar- benar keduanya adalah good kisser yang handal. Dalam mimpi tentunya, kecuali Chanyeol. Kalian semua pasti tahu bagaimana handalnya seorang Park Chanyeol dalam hal berciuman di dunia nyata.

" Anghh.. " Erangannya keluar, memberitahukan pada Chanyeol bahwa ia membutuhkan asupan oksigen. Chanyeol yang paham pun segera –sedikit- menjauhkan wajahnya.

Tangan kanan Chanyeol bergerak kebawah, lalu berhenti di putting kiri Baekhyun. Bibir tebal nan sexy- nya mengukir senyum jahat melihat si Hybrid yang keenakan saat ia memutar jemari panjangnya disekitar puting merah muda kecoklatan targetnya. Mencubit dan memelintir adalah yang ia lakukan setelahnya.

Kedua bibir berbeda bentuk itu kembali saling melumat dengan mesra. Dengan keberanian penuh yang mustahil ada di dunia nyata, Baekhyun mengangkat pinggulnya untuk ia ggesekkan dengan penis tegang Chanyeol.

" Kau sangat nakal " Chanyeol berbisik rendah tepat di depan bibir mungil Hybridnya sesaat setelah ia melepas pagutan intimnya. Chanyeol menyerukkan wajahnya diperpotongan antara rahang dan leher Baekhyun. Menjilat, menggigit, dan menghisapnya hingga terdapat bekas merah kebiruan di leher yang semula mulus itu. Entah kenapa, Chanyeol merasakan kesenangan tersendiri saat mendengar desahan putus asa Baekhyun.

" Chanyeol .. "

DEG '

Tubuh proporsional itu tersentak saat merasakan perubahan nada suara Hybrid dibawahnya. Suara yang awalnya penuh godaan dan nafsu itu kini berubah cepat menjadi suara sarat akan permohonan. Tidak, itu bukan suara permohonan supaya Chanyeol cepat menyelesaikan kegiatan ini tapi suara yang bergetar seakan ingin menangis yang membuat Chanyeol berhenti dari kegiatan 'memberi tanda' . Wajah dengan paras yang sering dipuji kaum hawa itu terangkan dengan gerakan kaku, menatap Baekhyun sedikit lama.

Mata sipit yang tadinya berkilat nafsu kini berkaca- kaca menyedihkan, bibirnya yang beberapa meit lalu masih mengeluarkan erangan dan deshan itu kini bergetar menahan tangis. Sedangkan Chanyeol menatapnya blank. Kosong.

" K-kenapa kau tidak menolongku? " Baekhyun berucap lirih, memohon. Mata sipit itu menatap tepat ke manik Chanyeol yang menatapnya kosong. Tidak tahu apa yang harus dilakukan, Bingung lebih tepatnya.

" Tolong aku, Chanyeol.. "

.

.

.

Unique Hybrid
Lusiana

Character belongs to God, His Self, They Mom, They Agency, and They Fans

WARN: BOYS LOVE, YAOI, OOC banget, Newbie, Typo's bertebaran, Cerita abal, bahasa sesuka hati, Cerita pasaran, alurnya maksa :v Saya ngerasa cara penulisan saya beda dari chapter** sebelumnya, maklumin yaa~

Pairing: ChanBaek kesayangan kitaaa~

Genre: Romance, AU, Hybrid content, GJ. Tentuin sendiri aja.

Rating: M, jaga-jaga.

.

.

.

.

Chanyeol terduduk tegak diatas king size- nya. Ia mengusap wajahnya kasar. Ini sudah lewat dua hari sejak kejadian di mall. Chanyeol memang sedikit –sering memikirkan Hybrid manis itu akhir- akhir ini.

" Hah.. " Mneghela nafas berat, ia kembali teringat mimpi barusan. Melirik kebawah dan mendapati penisnya yang tertidur, seharusnya dia berdiri tegak karena mimpi itu tapi..

' Tolong aku, Chanyeol.. ' Gara- gara 3 kata itu mimpi yang semula hot menjadi nightmare. Kalimat itu seolah bagai kaset rusak yang berputar- putar di otak jeniusnya. Ingatkan ia adalah Park Chanyeol yang agung, sosok arogan yang tak punya hati Itulah yang didengarnya dari semua orang. Tidak mungkiin hanya karena seekor Hybrid dirinya jadi gila seperti ini.

Oh, Mungkin saja.

.

.Lusiana.

.

" APA YANG KAU LAKUKAN, HAH? DASAR BODOH! " Chanyeol membentak marah, " DIMANA KAU TARUH OTAK KECILMU? " Kata sinis itu keluar dari mulutnya tanpa tersaring, " AKU TIDAK MENGGAJIMU UNTUK HAL BODOH INI! CEPAT ULANGI ATAU KAU KUPECAT, " Suaranya menggema dalam ruangan tersebut, sosok laki- laki didepannya hanya dapat berdiri kaku, tidak tahu harus berbuat apa untuk menangani kemarahn boss-nya.

Yang dapat dilakukan bawahan hanya membungkuk sopan, mengerjakan apa kemauan sang atasan tanpa adanya protes karena protes adalah hal terlarang di kantor itu apalagi yang kau protesi adalah atasan yang menggajimu? Siap- siap saja cari pekerjaan lain.

" ARGH! " Chanyeol berteriak frustasi tepat saat bawahan yang menjadi korban bully-annya pergi dari ruang kerjanya. Ia hempaskan beban tubuhnya pada kursi kerjanya. Matanya terpejam, dirinya tahu tadi itu hanya akal- akalannya saja, proposal yang dibawah lelaki tadi bahakn nyaris sempurna. Chanyeol sendiri bingung apa yang harus siperbaiki dari proposal itu? Entahlah, Dirinya pusing.

Sedangkan Jiyeon yang berada dibalik pintu hanya dapat menghela nafas melihat Chanyeol yang dua hari terakhir jadi tidak terkendali. Wanita cantik itu tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi hingga sahabat sekaligus sosok yang ia gilai itu menjadi seperti ini tapi dirinya yakin bahwa ini pasti ada hubungannya dengan Hybird bernama Baekhyun yang sekarang masuk dalam black list-nya

.

LUSIANA.

.

Baekhyun memjamkan matanya erat, merasakan benda keras melesak masuk kedalam mulutnya yang di paksa terbuka lebar. Airmata yang semula mengering kini kembali basah saat mata indah itu kembali mengeluarkan cairannya. Sudah dua hari ini Baekhyun tersiksa berada disini, ruangan ini pengap, tidak ada lampu, dan kotor.

Tuan yang sudah membelinya benar-benar keterlaluan, ia bahkan hanya memberi bubur pada Baekhyun. Itupun kemarin, hari ini mungkin perutnya akan kembali kosong. Saat Baekhyun bertanya yang didapatinya hanya tamparan keras, dan Baekhyun hanya tutup mulut tidak lagi punya keberanian berbicara pada majikannya yang kasar itu.

" Uhkk.. " Baekhyun bahkan tidak bisa bernafas dengan benar saat benda kebanggaan para lelaki itu kini semakin dalam memasuki mulut mungilnya. Memang sejak dua hari yang lalu setiap malam atau Baekhyun sendiri tidak tahu jelasnya karena keadaan ruangan ini begitu gelap. Majikannya akan menghampiri Baekhyun yang hanya dapat meringkuk di single bed keras lalu meletakkan sebotol mineral dimeja kecil samping nakas kemudian menyuruh Baekhyun memberinya blowjob maupun handjob. Lalu setelahnya pergi begitu saja, mungkin tuannya sangat sibuk hingga tidak mempunyai waktu untuk memberinya makan.

" Tidak rugi aku membelimu " Lalu ia melenggang keluar begitu saja setelah memberikan minuman asin untuk Baekhyun.

" Aku akan kembali lagi nanti malam, Baekhyun sayang " Lalu pintu tertutup, Baekhyun meraih botol minuman disampingnya, meneguknya hingga habis kemudian ia kembali berbaring di kasur keras lalu menyelimuti tubuhnya yang kembali terisak pilu. Dirinya lelah namun apa yang bisa dilakukan orang lemah sepertinya? Yang bisa dilakukan hanya menangis dan berdoa,

" Chanyeol.. " Mengharapkan seseorang yang ia sendiri tidak yakin akan datang menolongnya.

.

.

Unique Hybrid – ChanBaek

.

Chanyeol merenung di kamarnya, tatapannya blank. Pikirannya melayang- layang membayangkan apa yang terjadi pada si Hybrid mungil. Pemuda tampan yang sayangnya memiliki kantung mata itu mengacak surai kelamnya kasar, kemudian tangan dengan urat- urat menonjol yang sexy itu menyambar ponsel pintarnya. Menekan-nekannya cepat sebelum menempelkan ke telinga lebarnya.

" Cari tahu semua tentang pria bernama Wu Yi Fan. Cari tahu semuanya dan, " Chanyeol mengerutkan alis tebalnya, " Kelemahannya " Jarinya mengetuk-ketuk bosan.

" Kenapa tiba- tiba? " Suara diseberang sambungan menyahut dengan suara serak, mungkin terjaga dari tidurnya.

" Kenapa? Kau tidak mau? Aku akan memberikan apapun untukmu jika data itu sampai hari ini juga " Chanyeol menegaskan suaranya.

" Oh My God, Chanyeol. Kau pikir ini jam berapa? Pagi? Ini tengah malam bodoh – "

" Kau berani berkata begitu pada atasanmu? Kim. Jong. Dae-sshi? " Chanyeol menekankan kalimatnya.

" Tidak, maksudku.. Hari ini? Kau memberiku waktu satu jam? Kau sudah gila, ya? "

Chanyeol terdiam beberapa detik sebelum menggumam, " Ya, aku gila " Sebelum Jongdae menyahut ia sudah terlebih dahulu berkata," Kau tidak bisa? Aku akan – "

" Bukan tidak bisa, hanya.. beri aku waktu. Besok pagi? "

Chanyeol berpikir, " Kirimkan secepat yang kau bisa "

' Piip '

Chanyeol meletakkan ponselnya kasar setelah memutuskan sambungannya sepihak. Ia baringkan tubuh lelahnya, memikirkan apakah yang baru saja terjadi itu ulahnya? Ulah Park Chanyeol?

" ARGH! " Dan, teriakan keras itu menutup malam suram seorang Park Chanyeol.

.

.

.

Besoknya Chanyeol terbangun dengan matahari yang sudah naik beserta panas yang mulai terik, dan jam dinding yang seakan mengejeknya menunjukkan pukul 9 pagi. Itu adalah rekornya, semenjak ia hidup sendiri, dirinya selalu bangun jam 8 kurang atau paling lambat jam 8. Chanyeol mengusap wajahnya kasar.

Drrtt.. Drrtt..

Ia melirik malas ponsel yang sudah setahun ini menemaninya, sebelum matanya mulai menyipit saat mengingat sesuatu. Buru- buru ia mengambil ponselnya, memeriksa beberapa notifikasi sampai matanya menatap kontak dengan nama 'KimChenxx' .

Ia mulai membaca satu persatu kata yang tertulis disana, tidak ingin melewatkan informasi yang menurutnya 'sedikit' penting. Wu Yi Fan.

Awalnya memang hanya biodata biasa, kemudian dilanjut dengan kisah hidupnya. Ia nyaris saja mengumpat saat tidak menemukan apa yang ia cari sebelum seringainya terpampang diwajah kusutnya.

.

UH – BaekYeol

.

Lelaki dengan tubuh tinggi semampai itu berjalan pelan memasuki sebuah café bergaya italia, kedua tangannya bersemayam di kantung celananya. Jas yang biasa ia pakai kini ia tinggal di bangku ruang kantornya meninggalkan sebuah kemaja hitam yang melekat pas di tubuh atletisnya dengan lengan kemeja yang ia gulung hingga siku, menampilkan kesan santai yang sempurna untuk seukuran pemuda kantoran.

" Chan! " Suara teriakan perempuan yang memanggil nama pemuda itu –Chanyeol- membuat kepala dengan rambut darkbrown itu menoleh ( Dia baru saja mengganti warna rambutnya yang awalnya berwarna hitam)

Kaki jenjangnya berjalan menuju meja yang dihuni wanita bermata kucing tersebut, kemudian dengan santai duduk tepat didepan wanita tersebut dengan pandangan datar andalannya.

" Kau mau memesan apa? " Dasar gadis agresif , Mana ada perempuan yang blak-blakan macam Jiyeon? Biasanya kan seorang pria yang menanyai lebih dulu.

" Aku ingin meminta bantuanmu " Chanyeol malah melencengkan arah pembicaraan mereka. Gadis didepannya menaikkan sebelah alisnya bingung, " Tumben sekali, " Tuturnya,

" Apapun akan aku lakukan untukmu~ " Katanya dengan aegyo yang sudah pasti gagal mempengaruhi Chanyeol.

" Kau kenal Park Hyo Min, kan? " Jiyeon mengerutkan alis- nya saat mendapati pertanyaan Chanyeol yang menurutnya aneh. Meskipun begitu ia tetap menanggapinya.

" Ya, itu sahabat SMA-ku. " Jiyeon mengingat lalu mengangguk- anggkukkan kepalanya berulang kali.

" Perkenalkan aku padanya "

" APA? " Jiyeon berteriak kaget, Chanyeol hanya menyilangkan tangannya didepan dadanya. Sudah mengira apa yang akan terjadi.

" Aku ingin kau mengenalkanku padanya "

" Tidak, maksudku.. Apa maksudmu? " Jiyeon masih gagal paham.

Chanyeol memutar bola matanya malas, Dengan santai ia berucap " Aku tertarik padanya " Tanpa menyaring kata- katanya terlebih dahulu yang membuat gadis bermarga Park didepannya tercengan dengan mata melotot. Dan mulailah teriakan- teriakan menggilanya.

.

.

.

Setelah perdebatan sengit dengan Jiyeon yang selalu membantah akhirnya Chanyeol kembali kekantornya dengan senyum kemenangan yang tercetak jelas di bibirnya. Membuat siapapun terpana akan senyuman atau bisa disebut seringaian ala bad boy itu.

Ia hendak menyebrang jalan ( kafenya terletak di seberang kantornya ), menunggu lampu berubah warna, Mata bulatnya menyipit hendak menajamkan penglihatannya saat mendapati hoodie yang begitu familiar dimatanya. Tengah berjalan dengan sempoyongan dan tanpa alas kaki, wajahnya tidak kelihatan karena jarak yang agak jauh. Chanyeol melirik lampu yang sepertinya enggan untuk berganti warna. Kemudian mendecak melihat sosok berhoodie yang ia yakini adalah Baekhyun itu diseret seseorang didepannya. Dan saat matanya melihat tangan berjemari lentik dengan plester kuning yang mengintip membuatnya seratus persen yakin jika itu adalah Baekhyun.

###

Hari disaat Chanyeol memberikan Baekhyun Ramen instan.

Chanyeol kembali menyuapi Baekhyun dengan mie miliknya, tangannya terhenti saat tiba- tiba Baekhyun menggenggam lembut pergelangan tangannya yang hendak kembali menyuapi si Hybrid.

Chanyeol memandang Baekhyun dengan kedua alis terangkat naik, seakan berkata 'Apa yang kau lakukan' sedangkan Baekhyun hanya tersenyum malu- malu dengan pipinya yang memerah lucu.

" Aku ingin mencobanya, Chanyeol~ " Cicitnya malu dengan kepala tertunduk, Chanyeol yang melihatnya hampir tersedak liurnya sendiri entah karena apa. Dirinya hanya tidak mengakui jika sempat terpesona dengan kelakuan imut yang dilakukan si Hybrid manis tanpa sadar.

Chanyeol berdehem, " Habis " Katanya datar. Telinga putih itu bergerak kecil seiring dengan kepala Baekhyun yang terangkat.

" Ha—bis? " Katanya pelan dengan nada kecewanya yang kentara, Chanyeol hampir tersedak liurnya untuk yang kedua kali kemudian ia berdehem lagi. Mengambil satu cup yang diletakkannya dimeja ( Inget, Chanyeol bikin dua. Satunya belum dimakan, ya )

Tanpa berkata, Chanyeol menjulurkan tangannya tergesa, entah kenapa jantungnya seakan terpompa lebih cepat dari biasanya. Tanpa sadar gerakan anarkisnya membuat seperempat kuah ramen yang masih panas itu menyiram tangan kiri Baekhyun yang berada tepat dibawah cup ramen.

" Akh.. " Ringisan pemuda bertelinga serta berekor didepannya membuatnya kembali sadar dari dunianya sendiri, ia menatap Baekhyun yang mengusap- usap tangan kirinya pelan.

Tersadar akan apa yang baru saja terjadi, dirinya segera meletakkan kembali cup ramen tersebut lalu mulai mengenggam tangan kiri Baekhyun, merasakan betapa panasnya. Chanyeol mendekatkan tangan si mungil itu kedepan bibirnya lalu mulai meniupnya dengan pelan.

Sedangkan Baekhyun yang mendapat perlakuan manis seperti itu dari seorang Chanyeol yang ia sukai sungguh tersipu senang dengan jantung yang berdebar menenangkan. Rasanya seperti kupu- kupu tengah berkejaran dengan riang didaam perutnya. Tanpa sadar Baekhyun mengikik malu.

Chanyeol yang mendengar kekehan Baekhyun sontak melepaskan tangannya, ia langsung membuka laci dibawah nakas untuk mengambil plester yang sering ia gunakan dulu saat jarinya teriris ataupun yang lainnya. Dia adalah laki- laki siaga, ngomong- ngomong.

Chanyeol menyiram sedikit tangan Baekhyun yang melepuh dengan air putih yang ia bawa kemudian meletakkan plester kuning miliknya ke punggung tangan Baekhyun yang terdapat sedikit koyakan kulit putihnya.

" Chanyeol baik, aku suka " Katanya tanpa tahu malu mengungkapan apa yang dirasakannya.

Sedangkan Chanyeol hanya terdiam, tak berniat menanggapi ataupun memberikan sedikit respon.

###

Dengan cepat Chanyeol berlari tanpa menunggu lampu berganti, tak ia pedulikan suara klakson mobil, teriakan, maupun umpatan dari orang- orang yang melihatnya. Yang dipikirannya saat ini hanya satu. Baekhyun.

Chanyeol terengah- engah menatap sekitarnya tapi tak ia temukan keberadaan sosok yang selalu menghantui pikirannya itu sampai tanpa tak sengaja matanya menangkap sekelibat celana training miliknya –yang ia pinjamkan pada Baekhyun- melangkah masuk kedalam sebuah gang sempit.

Kembali berlari, Chanyeol hanya menemukan gang sepi penuh dengan sampah dan kotoran. Nafasnya yang terburu- buru menggema di gang sepi itu.

" Apa yang dilakukan seorang Park Chanyeol disini? " Sebuah suara congak membuat ia berbalik, dan yang pertama kali tertangkap netra- nya adalah sosok tinggi yang sudah ia ketahui namanya adalah Wu Yi Fan dan sosok mungil dibelakangnya yang menatapnya berkaca- kaca penuh kerinduan. Chanyeol dapat menangkap bibir pucat si Hybrid mengatakan 'Chanyeol' tanpa suara.

" Menguntitku, eh? " Pemuda tinggi itu, Wu Yi Fan, pemilik Baekhyun.

" Aku ingin Baekhyun " Chanyeol berkata lugas, tanpa basa- basi. Tatapannya datar menatap lurus tepat ke mata sipit yang kini melotot antara terkejut dan tak percaya.

Dalam hati, Baekhyun senang tentu saja. Ia kembali menunduk. Kata 'ingin' yang terucap dari bibir tebal Chanyeol membuat hati Baekhyun menghangat. Ia tersenyum tipis.

YiFan berdecih, ia menyeringai. " Siapa kau? Baekhyun adalah milikku – "

" Aku akan membayarnya dua kali lipat " Chanyeol memotong, matanya beralih menatap YiFan yang menggeleng pelan tanda tak setuju.

Gantian sekarang Chanyeol yang mengeluarkan seringai andalannya, " Park Hyomin " ucapnya membuat mata Yifan membelalak terkejut.

.

.

Dan Chapter 4 ini ditutup dengan wajah bingung Baekhyun dengan wajah terkejut YiFan dengan mata melotot disisi kiri dan wajah Chanyeol yang menyeringai seksi disisi kanan. Dan juga, diiringi dengan lagu 'EXO – MONSTER '

.

TBC

Saya comeback :v Duh, mian telat banget ya updatenya. Pada lupa ff ini nggak? Kalo lupa baca aja chapter sebelumnya biar inget wkwk maafkan juga typo's-nya. Mian juga kalo ceritanya makin ngawur dan nggak sesuai harapan kalian.

Thanks banget yang udah nungguin cerita ini juga buat yang udah ngingetin update, di review maupun yang PM saya. Saya terharu banget #apaan sih.

Udah ah, REVIEW YAA, kalo reviewnya banyak kan saya bakalan fast update mumpung sayanya lagi nganggur sampek tanggal 30, hehe :v

BIG THANKS TO:

ParkNada, Guest, THA-Hyun0127 ( Aku nggak telantarin fanfic ini , say ), lailaf21, blackorbs, ceker ayam, Nurul874, AoRizuki, jongdaelz ( iya, Baek imut banget, Chan nggak jahat kok Cuma kejem :v ), lisaachandinii, Chanchan, Mgrim, (Ya kalii sooman, Kris aja yaa), RufEXO kesayangan aku, baek, Tian743, pcy25 (Thanks yaa), .light, byunbaek15, vivikim406 (udah kejawab kan pertanyaan kamu dichapter ini), ciso, luhandeer77, LangitSenja (Iyatuh, Chan ngambil baek lagi), ellaqomah (Thanks ya), vizca, Kyuufi No Kitsune, readers, zyuen01, Ssaengchanbaek, Alya Park51, exol08(Iya, tuh Kris), nikklo(Iya, thanks yaa), intanFangirl, baek'z, SNF. Guest (iya, Kris), guest, Wallery14, Guest, chan banana (review kamu bikin ngakak, thanks ya), chanta614, ohziyuoh (Iya, thanks yaa), Queenone, Dhea Marzyanda(Halo, salam kenal jugaa), Bumbu-cimol, V3 pitchezta, 90Rahmayani, pinkeuxo (Iya, tuh Kris nongol), firaamalia25 (Oh? Emang ada ya komiknya? Judulnya apaan? Pengen baca sekalian cari ide hehe), meliarisky7, Fionny13 (NCnya mah masih lama), imnobody95 (Iya, tuh Kris), sherli898(Amin, salam kenal yaa), winter park chanchan, fitry,sukma.39, chanbaek0605, URuRuBaek, Crazehun, baekichu, Jimingotyesjam (thanks yaa), septianaditya1997, Yuta CBKSHH( Aduh kak, readers banyak yang minta si Kris, NC-nya masih lama kok wkwk ), hsandra, RDRD ChanBaek, Eun810 (aduh kalo gitu konfliknya nggak baklan muncul dong), exoinmylove, hunniehan, chanbee, realbkhynee (wow, review kamu bikin saya guling- guling, maaf yaa Kris aja lebih pantes, Sehun mah nggak pantes jadi selingan wkwk), imah99, AlienBaby88, GhostFujoshiSister, maknaehehso, neniFanadicky, 614 ChanBaekYeol, ParkJitta (wkwk itu side story :v ).

Sekian, 6/26/2016

.Lusiana.