Jung family the series :
(with appa)
It's JUNG FAMILY :
changmin – 12 tahun
kyuhyun – 3 tahun
Jaejoong as eomma
Yunho as appa
Warning : ooc, gaje, miss typo, GS for jaejoong.
.
.
Dipagi hari yang menjelang siang, kediaman jung family yang biasanya sangat ramai saat ini terlihat lebih sepi. Oh pantas saja, hanya ada dua manusia yang berada didalam rumah mewah tersebut, jung yunho sang kepala keluarga yang masih sibuk dalam dunia mimpinya beserta anak bungsunya yang saat ini berada dalam pelukan hangat sang appa. Tentunya dalam keadaan yang sama "masih tertidur nyenyak", tapi sepertinya hal itu tidak bertahan lama, si bungsu yang berada dalam pelukan sang appa mulai menggeliatkan tubuh mungilnya.
" engh… mma~ eomma.. " bibir mungil yang sejak tadi terkatub tersebut mulai mengeluarkan lenguhan beserta suara yang terdengar serak, khas orang bangun tidur. Tubuh mungilnya mulai bergerak gelisah mencoba melepaskan beban berat yang berada di atas tubuhnya, masih belum membuahkan hasil mata mungil tersebut mulai membuka secara perlahan, mengerjapkannya beberapa saat dan hal yang pertama kali ia lihat adalah wajah sang appa yang masih tertidur dengan mulut sedikit terbuka. "
" ugh.. appaa.. lepas. " kyuhyun mendorong lengan yunho yang saat ini berada diatas tubuhnya. Tak kunjung mendapatkan respon, dengan beringasya tangan mungil kyuhyun menarik rambut yunho dengan kuat.
" aakhh~ jae, jangan terlalu keras menariknya chagy.. "
" appa.. bangun,bangun banguuun " kyuhyun berteriak dan tak lupa tangan mungilnya kembali menarik rambut yunho dengan kencang, menariknya kekanan dan kekiri.
" akh.. aw.. hei hentikan kyu,sakit. " yunho dengan segera membuka kedua matanya saat merasakan kepalanya terhuyung kekanan dan kekiri.
" aish kenapa menarik rambut appa eoh? Ini sakit kyu.. "
" appa tidak bangun-bangun,badan kyu kan sakit teltindih lengan dan kaki appa. Hiks…"
Mendengar penuturan anak bungsunya yang sebentar lagi sepertinya akan menangis membuat yunho panic seketika.
" ne.. ne, maafkan appa, Appa janji tidak akan seperti itu lagi. Kyu jangan menangis ya? kyu mau susu? Bagaimana kalau appa buatkan? "
" hiks.. kyu mau eommaa.. "
" eomma? Ne ne.. appa akan panggilkan eomma, kyu tunggu sebentar oke? " dengan langkah lebar yunho keluar kamar dan menuju ke dapur, berharap segera menemukan sang istrinya tercinta sedang memasak.
Kosong. Halaman belakang, kosong. Teras depan,kosong. Kamar changmin,kosong. Ruang keluarga,kosong. Kamar mandi, wc bahkan gudang pun tak luput dari pemeriksaan yunho,tapi semuanya kosong. Bahkan ia juga tidak menemukan changmin.
" aish kemana mereka semua " umpat yunho kesal. kakinya mulai melangkah menuju telepon rumah yang berada diruang santai, berharap semoga boojae nya tidak sedang di luar rumah.
Beberapa saat kemudian terdengar nada sambung panggilan.
" yeoboseo? "
" chagiyaa. Kau dimana? Changmin juga dimana? Kenapa rumah sepi sekali "
Jaejoong tersenyum tipis mendengar rentetan pertanyan dari sang suami.
" aku sedang pergi shoping dengan sungminnie, dan changmin pergi bermain kerumah temannya. Tenang saja chagya, selama ada kyunnie dirumah pasti tidak akan sepi. setelah shoping aku akan pergi mengikuti lelang tas. Ah sebaiknya kau segera buatkan kyu susu sebelum anak itu menangis. Baik-baik dirumah ne? Sampai jumpa chagy, Muach.. "
" aish… sial! Padahal hari ini aku ada janji bermain golf dengan junsu. " yunho merutuki kesialannya dan mulai melangkah menuju kamar dimana si "little evil" menunggu.
.
.
Yunho memandang pasrah kyuhyun yang masih berbaring di atas ranjang dengan mulut yang menghisap jempol.
" aish kyu, tidak boleh menghisap jempol arra? " yunho menarik tangan kyuhyun dan mengangkat tubuh mungil tersebut kedalam gendongannya.
" appa.. mana eomma? "
'' eomma sedang belanja, changmin hyung sedang bermain keluar, dan hanya ada kita berdua di rumah ini. Jadi sebaiknya kita mandi dulu ne? "
" hanya ada appa dan kyu? " kyuhyun bertanya dengan kedua tangan yang memainkan telinga dan rambut yunho.
" ya,hanya kita kyu " jawab yunho dengan pasrah, sesekali ia meringis saat kyuhyun menarik rambutnya terlalu kuat..
.
" appa.. kyu mau pakai baju yang gambal spombob. Kyu tidak mau pakai baju ini appa "
Yunho kembali mengelus dadanya, dirinya harus benar-benar bersabar menghadapi anak bungsunya ini. Tadi saat mandi kyu tidak mau menggunakan sabun mandinya, saat membuatkan susu ia juga tidak mau dot yang yunho pilihkan, akhirnya yunho berniat menganti tempat susu tersebut dengan dot yang kyuhyun pilih sendiri, tapi kyu malah tidak mau, dan meminta dibuatkan susu yang baru. Dan sekarang bocah ini kembali berulah.
" aish kyunnie.. cepatlah kembali kekamarmu lalu ambil baju yang ingin kyu kenakan, appa akan menunggumu di sini oke? "
" oke appa " dengan hanya menggunakan kaus dalam dan celana dalam, tubuh mungil kyuhyun berlari menuju kamarnya.
.
10 menit berlalu
Belum ada tanda-tanda kyuhyun akan kembali,karena jengah menunggu akhirnya yunho memutuskan untuk menyusul ke kamar anak bungsunya yang imut namun nan menyebalkan itu.
" astaga kyu! " pekikan yunho membuat kyuhyun terlonjak kaget.
" appa bajunya tidak ada, kyu sudah cali tapi tidak ketemu appa "
Yunho memandang sekliling kamar anak bungsunya itu dengan pandangan horror, sekarang hampir semua pakaian yang berada di dalam lemari anaknya itu berserakan dilantai.
" huh,baiklah.. kyu pakai baju ini saja ya? Nanti akan appa ajak jalan-jalan bagaimana? " yunho menghela nafas, dan mencoba membujuk kyuhyun. Berharap dengan kata ''jalan-jalan'' anak bungsunya itu bisa melupakan baju spongebob yang ia cari.
" kita akan jalan-jalan appa? Membeli mainan lalu makan pelmen kapas? Beli balon juga? "
" hmm.. ya, tentu saja " dengan sedikit perasaan ragu,yunho akhirnya meng-iyakan perkataan anak bungsunya itu.
.
Saat ini yunho dan kyuhyun sedang berada di lapangan golf, sebenarnya yunho sedikit ragu, ah ralat. Tapi sangat ragu untuk membawa kyuhyun ke tempat ini. takut-takut anaknya itu mengamuk karena bosan.
" kyu duduk di sini sebentar ne? appa dan junsu ajushi akan bermain golf, kyu hanya cukup menontonnya dari sini. Setelah appa selesai kita akan beli mainan baru oke? " ujar yunho sambil menyerahkan botol susu pada anak bungsunya tersebut.
" oke appa, tapi jangan lama-lama ya "
" sip boss " tangan yunho mengacak-ngacak rambut kyuhyun lalu mencium kedua pipi gembul tersebut.
.
Mata mungil kyuhyun mengamati tempat yang sangat asing baginya, ya ini pertama kalinya ia diajak sang appa ketempat seperti ini, tempat sangat luas yang ditumbuhi rerumputan hijau. Ia meletakkan dot yang sejak tadi berada dalam genggamannya, susunya masih tersisa setengah. Kakinya berlari kecil menuju sang appa yang terlihat asik dengan sebuah tongkat ditengah lapangan sana.
" appaa.. appaa " mendengar teriakan kyuhyun membuat yunho mengurungkan niatnya untuk memukul bola dengan tongkat andalannya itu.
" ada apa kyu? Apakah susumu sudah habis? " Tanya yunho yang hanya dibalas gelengan oleh anak bungsunya.
" kyu bosan appa.. kyu mau ikut belmain juga, " bermain? Yang benar saja,bahkan tongkat golf dan tinggi badan anaknya itu nyaris sama -_-
" kyu ingin bermain? Ajushi punya bola,dan kyunnie bisa bermain di sini. Bagaimana? " suara berat junsu memecahkan keheningan yang sempat terjadi beberapa saat lalu.
" main bola? Kyu mauu.. "
" bolanya ada di mobil,ajushi akan ambilkan. Kyu tunggu ne? "
" yeeaayy… gomawo jun ajushi "
.
" junsu-ah.. kapan kau akan memukul bolanya? lama sekali " ujar yunho kesal melihat junsu yang sejak tadi tak kunjung memukul bolanya.
" yaakk jung yunho! Bagaimana aku bisa memukul bolanya kalau sejak tadi bocah kecilmu itu mondar-mandir didepan sana dengan bola besarnya itu "
" bukannya itu salahmu? Kau kan yang memberikan bola tersebut pada kyunnie "
" aish kau ini menyebalkan sekali jung! "
" appaa.. jun ajushi.. " teriakan kyuhyun membuat mereka menghentikan perdebatan kecil tersebut.
Kyuhyun berlari menuju sang appa dengan kedua tangan yang menggenggam sebuah bola karet yang cukup besar.
" appa, jun ajushi.. kita belmain bola ne? nanti appa jadi kipelnya jun ajushi juga jadi kipel, lalu kyu jadi pemainnya. "
Junsu menatap horror pada kyuhyun dan yunho bergantian.
" nngg, tapi ini bukan lapangan sepak bola kyunnie, kyu bisa bermain sepak bola dengan changmin hyung saat di rumah nanti, iyakan yunho? "
" hhmm.. ne, benar yang dikatan jun ajushi kyu "
" tap-tapi kyu maunya belmain di sini, hiks.. "
Melihat mata kyuhyun yang mulai berkaca-kaca yunho segera menarik junsu sedikit menjauh dari kyuhyun.
" junsu-ah sepertinya kita harus menuruti kemauan kyunnie, kau maukan? "
" mwoo? Yang benar saja, jangan bertindak yang aneh-aneh jung yunho " geram junsu kesal.
" aigoo.. sebentar lagi kyu akan menangis,dan aku yakin kau akan menyesal karena membuat kyu mengamuk. "
Setelah berfikir beberapa saat akhirnya dengan terpaksa junsu menganggukan kepalanya.
.
.
" appa.. cepat tangkap bolanya, kenapa lalinya lambat sekali.. cepat appa nanti bolanya diambil jun ajushi "
Kyuhyun terus berteriak menyemangati appa nya, dan kenapa yunho harus berlari menangkap bola? Bukannya kyuhyun bilang tadi ia akan menjadi kipper? Oh ternyata salah, saat ini bocah kecil tersebut terus berteriak menyemangati sang appa untuk segera menangkap bola yang ia lempar lalu menyerahkannya kembali pada kyuhyun dan kyuhyun kembali melemparnya, hanya itulah yang terjadi sejak 20 menit yang lalu dilapangan golf tersebut,untung saja lapangan ini milik pribadi keluarga junsu. Kalau tidak.. ah entah apa yang akan terjadi -_-
" hahh.. hah.. kyunnie, appa lelah.. kau tidak kasian eoh? Liat junsu ajushi juga lelah kyu, kita berhenti saja ne bermainnya? "
" hah.. hhh benar kyu ajushi lelah bagaimana kalau kita beli ice cream saja? "
" ah ya, ditambah dengan permen yang banyak. Bagaimana kyu ? " timpal yunho mencoba ikut membujuk putra kecilnya.
" tapi kyu maunya pelmen kapas, es klim, mainan balu, sama psp walna melah sepelti punya cwang hyung, appa.. "
'' ne, ne.. kyu tenang saja. Ajushi yang akan belikan semuanya, oke "
Mendengar penuturan junsu membuat yunho ber-smirk ria.
.
.
Saat ini yunho,junsu dan kyuhyun sudah berada di sebuah kedai ice cream langganan jung family.
" nah sekarang kyu mau memesan ice cream yang mana? " tanya junsu pada kyuhyun yang sejak tadi sibuk melihat gambar-gambar ice cream yang tertera di dinding ruangan.
" kyu mau yang lasa vanilla dengan ukulan jumbo, lasa coklat, stobelli yogult, dan lasa blubelly.. kyu mau semuanya ukulan yang besal lalu pakai toping pelmen coklat walna-walni yang banyak. "
" m-mwo? Benar itu yang kyu pesan ? "
" iya, jun ajushi " jawab kyuhyun dengan anggukan semangat dan cengiran lebarnya yang memperlihatkan gigi-gigi putih yang tertata rapi.
Junsu melirik yunho yang berada di samping kyuhyun dan membisikkan sesuatu, " yun.. sebenarnya anakmu itu ingin membeli ice cream atau ingin menjual ice cream eoh? "
" kyu memang seperti itu, kau benar-benar akan menyesal karena mentraktir kyunnie dan jika kau tidak menuruti kemauannya, dia akan mengamuk. Kau tau? Amukannya lebih mengerikan dari pada amukan eommanya "
" mwo? Sial, kenapa kau tidak bilang dari tadi jung yunho "
" kau tenang saja, ini baru ice cream, masih ada psp,mainan dan permen yang harus kau belikan untuk kyunnie, sebaiknnya kau hanya cukup siapkan mental dan dompetmu. " jawab yunho dengan santainya.
" aish. Sial! Anak dan appa sama saja menyebalkannya, lain kali aku tidak boleh terjebak oleh buntalan imut ini lagi, " batin junsu frustasi sambil melirik kyuhyun yang sejak tadi sibuk dengan botol susunya.
.
.
End!
.
Hollaaa~ maaf banyak typo u,u ga tau banyak atau engga. Soalnya ga di edit lagi.
Btw maaf sebesar-besarnya buat yang nunggu fic ini T_T sebenernya gue nulis fanfic ini Cuma iseng-iseng aja,soalnya pas gue lagi PKL jarang banget ada kerjaan dan pada akhirnya gue isi dengan menulis,tapi pada awalnya emang pengen banget sih buat bisa nulis fic dan jadi author *nyengir* Sekarang PKL uda selesai dan beberapa minggu yg lalu sibuk untuk ngurus laporan, fic ini uda gue tulis sampe yang the series ke 6, tapi sayangnya laptop instal ulang dan akhirnya hilang,begitu juga dengan change my brother. Kalau change my brother kayanya ga bisa di update belakangan ini, karena bener-bener ga ada feel nya, dan gue lebih nge-feel nya dengan fic ini. apalagi pas tau fic ini jadi inspirasi author lain,akhirnya malem itu juga gue ngebut buat ulang lanjutan fic ini.
dan sekali lagi,sebenernya gue juga mau pengakuan dosa ehem.. ehm.. sebenernya gue ini yang punya akun blackyuline, pengen gue sih akun blackyuline itu special buat jadi readers dan gue buat akun baru untuk post fic yang gue buat, yaitu , jadi jangan heran ya kalau akun itu ga pernah komen di fic orang lain. ToT
Oke. Cuma itu yang mau gue sampein, Maaf sekali lagi karena udah banyak bacot pake curhatanya segala lagi. *bow
