Wah, gak disangka bakal jadi seserius ini ceritanya… okelah kalau begitu. Erika yang sedang menderita sakit gigi, leher bengkak dan kepala pusing in akan memulai ceritanya! *lebay* Gomen kalau sedikit! Erika mentok ide!
Disclaimer:
Tite kubo seorang
WANTED:
YAOI!
OOC dikit
How To Get Our Real Love
Chapter 4
"Rukia!"
Yang dipanggil namanya menoleh ke arah cowok berambut orange, Ichigo. Sedikit tersisa keraguan di hati Rukia untuk menceritakan hal yang sebenarnya pada Ichigo. Di pinggir jalan raya itu –menuju pulang ke rumah- biasanya Rukia dan Ichigo tak pernah bertemu, tapi pasti ada sesuatu sehingga Ichigo mendatanginya. Pastinya kalian semua sudah tahu apa yang akan dimintai dari Rukia ke Ichigo kan?
"…Apa?" Tanya Rukia agak takut. Ichigo mempercepat langkahnya sambil menarik tangan seorang cowok yang tingginya melebihi Ichigo yang memakai topi hitam, menutupi wajah orang itu.
Setelah dekat dengan Rukia, Ichigo menatapnya tajam. "Kau membohongiku selama ini, Rukia," ucapnya. "Toushiro tidak pernah mati seperti yang kamu bilang!"
Rukia terdiam. Firasatnya menjadi kenyataan. "Tentang apa ini?"
"Jangan mencoba mengelak lagi!" Bentak seseorang bertopi hitam itu. Orang itu membuka topinya, memperlihatkan wajahnya yang membuat Rukia tak bisa mengelak lagi. Orang itu salah satu teman akrabnya saat kecil, orang yang ia kira tak peduli lagi pada Ichigo dan Toushiro, kini muncul secara dadakan.
Mata Rukia membulat, "Ren..ji…"
"Kau tega sekali Rukia! Membohongi kami semua denagn mengatakan Toushiro meninggal! Nyatanya kau menyembunyikannya kan! Jadi benar soal isu beberapa tahun dulu itu?" Tuduh Renji.
"Isu…? Isu ap-"
"Isu kalau kau menyukai Toushiro dan tidak menyukai hubunganku dengannya!" Kini Ichigo angkat suara. Rukia jelas saja terkejut. Ia memang menyukai Toushiro, as a best friend. Tapi kalau untuk hubungan Ichigo dan toushiro, dia justru mendukung sepenuhnya untuk hubungan mereka berdua!
"Kalian bodoh, mau saja dibutakan oleh isu gak jelas." Ledek Rukia.
"Kalau begitu jawablah Rukia…" Suara Ichigo melunak. "Kenapa… kenapa kau membohongi kami… terutama aku…?"
Rukia tidak tahan melihat tatapan Ichigo yang memelas, penuh pengharapan seperti itu. Renji pun menatapnya juga dengan tatapan minta penjelasan. Kini ia tidak berkutik lagi, lebih tepatnya tidak bisa berkutik lagi.
"Kau harusnya tahu bahwa saat itu aku… sangat sedih dengan kebohonganmu yang membuatku hampir gila itu… Kau seharusnya tahu apa yang kurasakan… kenapa…? Kenapa kau tetap membongiku? RUKIA, JAWAB AKU! KENAPAAA! ?" Bentak Ichigo.
Rukia mau tak mau berteriak juga, "BERISIK! !"
Ichigo terdiam, tak mempedulikan tatapan aneh orang-orang sekitar. Renji ambil alih untuk berbiacar, "Jujurlah pada kami, Rukia. Kenapa kau melakukannya? Kau bukan tipe orang yang melakukan suatu kebohongan besar tanpa konsekuensi. Aku benar kan… Rukia?" Kini Renji mulai menatapnya lebih tajam. Mata violet Rukia membalas tatapan tersebut dengan penuh ketegasan seolah berkata 'Ya, aku memang punya alasannya'.
Dengan berat Rukia menghembuskan napas panjang, "Sebelum aku menjelaskan semuanya, aku ingin bertanya padamu, Ichigo."
"..Apa?"
Mata Rukia menatap mata Ichigo serius, "Apa kau… masih menyukai Toushiro sebesar dulu?"
Ichigo tidak langsung menjawab, bibirnya terangkat.
"Kau bodoh ya? Sebelum mendapatkan ingatanku kembali, ia mengajakku ngobrol saja sudah membuatku berdebar tak karuan. Setelah ingatanku kembali, hatiku terasa hangat dan sesak penuh dengan perasaan sukaku pada Toushiro. Dari sini aku masih bertanya apa aku masih suka Toushiro atau tidak?"
'Aku tahu Ichigo. Di matamu yang sedang kutatap ini, terlihat betapa seriusnya ucapanmu itu, Ichigo.'
Rukia pun menutup mata, "Syukurlah rasa sukamu padaku dulu sepertinya sudah hilang. Aku tidak perlu merasa bersalah pada Toushiro lagi."
Mendengar itu, Ichigo dan Renj terkejut.
"Kenapa kau… bisa tahu? !" Tanya Ichigo kagok.
"Ichigo! Jadi kau hampir saja menduakan hatimu pada Rukia? !" Renji mulai emosi.
"Itu dulu, sebelum ingatanku kembali bodoh!" Bela Ichigo tidak terima dituduh begitu.
Mulai merasa tidak didengarkan, Rukia segera berkata sesuatu yang membuat Jeruk-Nanas itu berhenti beradu mulut. "Aku akan menjelaskannya."
Deg!
Hati Rukia mulai sakit meningat masa lalu yang tidak ingin lagi dibahasnya itu.
Deg!
Kepala Rukia mulai menunduk, suaranya mulai bergetar.
Deg!
"Alasanku berbohong pada kalian semua cuma satu…" Ucapnya. Ichigo dan Renji mencoba mendengarkannya dengan seksama. Mereka juga tidak tega harus memaksa Rukia jujur kalau memang kenyataan yang sebenarnya sangat pahit.
Kini air mata Rukia menggenang di matanya.
Deg!
"Toushiro, dia…" Kini bahu Rukia bergetar. Ia angkat wajahnya yang mulai tampah menangis, menahan rasa penyesalan yang amat besar. "Dia… kehilangan seluruh ingatannya…!"
JEGLEEEEEEEERRR!
Kata-kata itu bagaikan kutukan bagi Ichigo dan Renji. Mata hazel Ichigo menatap Rukia tidak percaya.
"Toushiro, dia… tidak ingat siapa dirinya, keluarga, ia bahkan tidak tahu kenapa ia lahir di bumi… Setelah aku menjelaskan macam-macam, perlahan ingatannya mulai kembali. Tapi puncaknya adalah saat aku menceritakan tentang hubungannya denganmu Ichigo. Dia bilang…" Rukia mulai terisak. "Dia bilang kalau dia tidak mungkin menyukai sesama jenis karena ia cowok normal…!"
Mata Ichigo dan Renji pun membulat. Tidak percaya dengan kenyataan itu. Mereka berdua terperangah tidak percaya. Tapi disamping itu, mereka tidak menyadari seseorang tengah mendekati mereka bertiga. Orang itu telah mendengarkan sebagian cerita Rukia. Tapi tampangnya tetap cuek dan terkesan tidak peduli.
Tap!
Tap!
"Untuk apa bernostalgia dengan menceritakan masa lalu yang tak bisa kuingat?" Ucap orang itu. Rukia, Ichigo dan Renji menoleh ke arah sumber suara. Detik berikutnya, mereka berdiri tegak, terpaku melihat orang itu, Toushiro dengan mimik mukanya yang dingin seolah tidak peduli denagn apa yang di dengarnya.
Renji histeris melihat Toushiro, "Ya ampun! Lama tidak bertemu Toushiro! Sudah lama sekali ya!"
Toushiro menatap Renji sesaat dan melengos begitu saja. Tentu saja Renji tercenangan melihat respon Toushiro yang seperti tidak mempedulikannya. "Maaf, aku tidak mengenalmu. Walau mungkin kau dan aku saling kenal dulu."
Ichigo melihat Toushiro tidak percaya, suara yang terdengar sangat dingin. Toushiro melirik Ichigo sesaat sebelum akhirnya melengos, menarik tangan Rukia menuju jalan ke rumah. "Aku sudah dengar dari Kaien. Kau sudah putus dengannya tadi malam kan?"
Kini Rukia terkejut. Cepat sekali Toushiro mengetahui hal itu!
Kini Toushiro berhenti menyeret Rukia. Ia menatap Ichigo dengan tatapan dingin seperti biasanya. "Kau, Kurosaki. Tak perlu repot-repot menunggu aku yang dulu kembali. Karena aku tidak mau sama denganmu, yang abnormal dengan menyukai sesama jenis."
"Ap-!" Renji kini emosi ke Toushiro. Ichigo tercengang dengan kata-kata penolakan Toushiro seutuhnya. Ichigo tersenyum, "Itu mustahil Toushiro. Karena begitu ingatanmu kembali, kau akan kembali menyukai diriku ini."
Toushiro tersenyum tipis, "Kau kira… untuk apa aku bicara seperti ini?"
"Eh?" Ichigo tidak mengerti.
Sreeet!
Toushiro menarik tubuh Rukia, merapatkan tubuh Rukia dengan tubuhnya. "Toushiro! ?"
Mata hijau zamrud Toushiro melirik Ichigo yang kaget dengan tindakannya memeluk Rukia.
"Kau mau tahu kenapa aku bicara begitu? Karena aku…"
Toushiro mencium bibir Rukia, membuat gadis itu, Ichigo dan Renji terkejut bukan main. Ia lepas ciuman yang tak sampai semenit itu. "Karena aku… menyukai Rukia sejak ingatanku hilang!"
'Ini pasti hanya mimpi di siang bolong… Iya kan, Toushiro…?' Ichigo terpaku di tempat itu. Toushiro menyukai Rukia, Ichigo menyukai Toushiro, tapi bagaimana caranya Ichigo kembali memberikan seluruh perasaannya pada Toushiro lagi? Ia tidak mengerti… Hatinya menjerit. Rukia, tidak bisa marah pada Toushiro yang sudah menciumnya karena itu adalah hak Toushiro untuk menyukainya. Kini, keadaan semakin jauh dari kata 'kembali seperti dulu'.
TO BE CONTINUED
Iya… Erika tau, jangan gampar Erika ya. Ya sudah deh…. Rnr… !
