Cast : KyuMin and the other cameo~~~.

Warning : OOC, YAOI, BL, Kependekan, GAJE, and Typo(s)

Dislaimer : KyuMin milik Tuhan YME. Kyuhyun milik Sungmin, dan Sungmin milik Kyuhyun

HAAIII~~~ ini FF debut sayaaa~~~#gaknanya!

Cerita ini 100% hasil pemikiran otak saya. memang sih saya dapet idenya pas nonton School 2013. Jadi kalo ada kemiripan itu wajar~ dan saya memang ngambil situasi yang sama dengan School 2013. Tapi konfliknya beda kok. Cuma situasi aja~~ ~~

Kali ini saya buat KyuMin. Heehe okelah selamat membaca~~ jangan bosan untuk memberikan Review pada saya~ apalagi ini FF debut. Pasti sangat berharga review anda~~

.

WARNING! YAOI HERE!

NO BASH NO FLAME YAA~~~

.

.

.

.

.

Baby Flame

.

.

Happy reading^^

.

.

Sungmin meletakkan kotak yang berisi kalung pemberian Kibum dengan perlahan di atas makam ibunya. Disusul oleh Kibum, ia meletakkan serangkaian bunga tulip disana. Sungmin dan Kibum berdoa sejenak.

"Ahjumma. Baik-baik ya!" Kibum membersihkan nisan ibu Sungmin dari daun daun kering.

Sungmin berdiri dan berbalik hendak meninggalkan makam. Diikuti Kibum dibelakangnya.

"Jadi, sekarang Kau sendiri?" Kibum menyamai langkahnya dengan Sungmin.

Sungmin bergumam pelan. Yang dapat diartikan sebagai jawaban 'ya'.

"Kenapa kau tidak bilang padaku Min?" Kibum menghalangi jalan Sungmin.

"Apa maksudmu dengan tidak bilang?" Sungmin memicingkan matanya tajam.

"Kau tidak pernah memberi kabar padaku Min!" Kibum sedikit berteriak dihadapan Sungmin.

Sungmin berdecih dan memalingkan wajahnya. Ia melewati Kibum dan melanjutkan jalannya.

"Semenjak kau berpacaran dengannya, kau tidak pernah memberi kabar padaku" Sungmin menghentikan langkahnya.

"Apa kau tidak menganggapku sebagai sahabatmu Min?" Kibum berteriak kearah Sungmin yang terpaku membelakanginya.

"SIALAN! APA YANG TERJADI SEBENARNYA!" Kibum berteriak frustasi dan meninggalkan Sungmin yang masih terpaku disana.

Sungmin masih mencoba untuk mencerna ucapan Kibum tadi. Ia masih tidak mengerti. Sungmin mengacak rambutnya frustasi dan meninggalkan tempat itu dengan harapan ia bisa mengerti di lain waktu.

Begitupula namja yang berada dibalik semak ini. Ia juga berharap bahwa ia dapat mengerti apa yang ia dengar tadi.

.

.

.

Keesokan harinya Sungmin datang kesekolah seperti biasa. Begitu pula dengan Kyuhyun dan yang lainnya. Semenjak Sungmin berada dikelas. Kyuhyun tidak pernah berhenti memperhatikannya. Membuat Sungmin mengumpat beberapa kali.

Tap.

Tap.

Tap.

"Aku ingin bicara denganmu"

Kyuhyun sedikit mendongak dan melihat Kibum yang sudah berada dihadapannya saat ini.

"Ikut aku" Kibum mengisyaratkan Kyuhyun untuk mengikutinya.

Sungmin yang melihat hal itu dari sudut matanya hanya menghela nafas.

"Kau mau apa Kibum-ssi?" Sungmin bangkit dan menatap Kibum dengan manic foxy miliknya.

"Bukan urusanmu Sungmin-SSI" Kibum menekankan ucapannya pada kata "ssi"

Kibum dan Kyuhyun pun pergi meninggalkan Sungmin yang mendecih pelan, namun Sungmin kembali duduk dan berusaha untuk tidak memikirkan apa yang akan Kibum lakukan pada Kyuhyun.

[*****]

Kibum membawa Kyuhyun ke atap sekolah. Sesampainya disana, Kyuhyun langsung disambut dengan satu bogem mentah dari Kibum.

Bugghh..

Kyuhyun terjerembab ke lantai akibat serangan tiba-tiba dari Kibum.

"Apa-apaan kau ini?" Kyuhyun meringis memegangi sudut bibirnya.

Kibum mencengkram kerah baju Kyuhyun dan menariknya kasar.

"KAU PIKIR APA?" Kibum berteriak tepat diwajah Kyuhyun.

"Sebenarnya apa yang membuatmu marah? Aku tidak mengerti!" Kyuhyun balas membentak Kibum.

Kibum menghempaskan kerahnya kasar. Dan ia mendecih pelan.

"Cih.. Kau benar benar bajingan eoh?" Kibum memandang remeh kearah Kyuhyun yang masih pada posisinya yang tersungkur di lantai.

Dahi Kyuhyun semakin berkerut. Karena ia tak mengerti arah pembicaraan Kibum yang sebenarnya.

". . ." Kyuhyun hanya memicingkan sebelah alisnya. Ia semakin tidak mengerti.

"KAU INI—" Kibum hendak memberikan bogem mentah namun tangannya terhenti oleh sebuah genggaman di pergelangan tangannya.

Kibum melihat kearah belakangnya dan hendak menepis tangan tersebut. Namun tangannya melemas saat ia menemukan Sungmin yang berada disana dan mencengkram tangannya.

"Hentikan." Sungmin berkata tanpa memandang kearah Kibum.

"Cih! Dia itu bajingan! Aku telah salah membiarkan dia denganmu disini! Seharusnya aku tidak meninggalkanmu di sini bersamanya!" Kibum menepis tangan Sungmin kasar. Dan Kibum meninggalkan Sungmin dan Kyuhyun di atap.

Kyuhyun hanya memandangi sungmin, ia berusaha meminta penjelasan. Namun, Sungmin bahkan tidak melihat kearahnya. Sungmin meninggalkan Kyuhyun sendiri di atap.

"ADA APA DENGAN MEREKA SEMUA?" Kyuhyun berteriak frustasi"

[*****]

"Aku rasa ada yang salah dengan mereka bertiga."

"Aku harus cari tau tentang ini"

Seorang namja bergegas meninggalkan atap saat melihat Kibum yang semakin dekat dengan pintu keluar. Namja tersebut tidak sengaja mendengar percakapan diantara mereka..

Lagi...

[*****]

Selama pelajaran Kibum, dan Sungmin tidak saling bicara. Bahkan untuk saling memandang pun mereka tidak ingin. Kyuhyun? Ia frustasi karena ia semakin bingung dengan keadaan yang terjadi saat ini. Terlebih bahwa ia tidak bisa menemukan orang yag dapat menjelaskan semua ini padanya. Jadilah ia yang hanya berfikir keras dengan otaknya sendiri.

Karena terlalu keras berfikir, Kyuhyun sampai lupa bahwa ia harus memperhatikan guru matematikanya saat ini. Jadilah ia sekarang ditegur oleh Kim songsaengnim.

"Kyuhyun... bukan berarti kau ini sudah pintar, jadi bisa seenaknya melamun dikelasku"

Kyuhyun yang menyadari kesalahannya hanya sedikit mengenggukkan kepalanya dan bergumam 'maaf' pada Kim songsaengnim.

Kyuhyunn menghela nafas berat setelahnya. Ia masih memikirkan Sungmin. Entah apa itu, seperti ada sesuatu yang mengganjal dihatinya. seperti ada sesuatu yang terlewatkan.

.

.

.

.

.

.

Kyuhyun sedikit tersentak dari lamunannya yang kedua karena bel pulang berdering. Sedikit menggerutu karena ia benar-benar kaget tadinya. Saat ia melirik kearah Sungmin. Sungmin sudah bangkit dan meninggalkan ruang kelas.

Tentu saja sungmin bisa secepat itu, karena Sungmin tidak pernah mengeluarkan satu buku pun di atas mejanya saat pelajaran.

Setelah mengemasi bukunya, Kyuhyun yang hendak bangkit sedikit terhenyak saat ia melihat Kibum menghampirinya. Dan berdiri dihadapannya dengan sorot mata yang penuh dendam menurut Kyuhyun. Kyuhyun sedikit tersenyum canggung. Bisa saja Kibum memberikan lanjutan dari yang tadi pikirnya.

"Temui aku di tempat biasa kita bertemu nanti pukul 8 malam."

Kyuhyun mengerutkan keningnya.

"T-tempat biasa k-kita bertemu? A-apa kita pernah bertemu sebelumnya? Kita hanya bertemu disekolah bukan?" Kyuhyun sedikit terbata.

"Dasar bajingan! Taman yang berada di dekat Fool Cafe bodoh! Sebenarnya ada apa denganmu?" Kibum mengerutkan dahinya dan bergegas meninggalkan Kyuhyun di ruang kelas.

Changmin yang melihat kejadian barusan hanya mengangguk dan segera bergegas pergi meninggalkan ruang kelas.

[*****]

Baru saja Sungmin menapakkan kaki di rumahnya, dan Sungmin segera merebahkan tubuhnya di atas kasur kecil miliknya. Dan Sungmin juga menutup matanya perlahan. Ia seperti mencoba menghilangkan penat yang ada dipikirannya saat ini. Ia lelah. Benar-benar lelah.

"Sebenarnya apa yang sedang terjadi?" Sungmin bergumam masih dengan mata yang tertutup.

Sepersekian detik berikutnya Sungmin bangkit dan menyambar handuk yang tergantung di sisi kamar. Ia pun bergegas untuk pergi mandi.

[*****]

Seorang namja yang baru memasuki kamarnya dan merebahkan tubuhnya di atas kasur empuk dan besar miliknya. Ia meraih smartphone milikny dari saku celana dan menelpon seseorang.

"Yoboseo. Ada apa tuan muda?"

"Paman. Tolong carikan aku informasi." namja tersebut memainkan jari-jarinya.

"Informasi tentang apa tuan?"

"Tentang seseorang yang bernama Cho Kyuhyun" namja tersebut beralih menatap langit langit kamarnya dengan tatapan serius.

"Maksud anda Cho Kyuhyun si penerus Cho Cooperation?"

"Eum. Harus lengkap paman. Aku sangat membutuhkannya"

"Kapan aku harus memberikannya pada tuan?"

"Sebelum jam 8 malam nanti."

"Baiklah tuan"

Tut.. tut.. tut..

.

.

.

"Aku harus tau yang sebenarnya" gumam namja tersebut sembari meletakkan smartphone nya di meja nakas.

[*****]

Sungmin yang masih mengeringkan rambutnya dengan sehelai handuk kecil beranjak menuju dapur. Ia baru sadar bahwa ia sedang sangat sangat kelaparan saat perutnya berbunyi cukup nyaring tadi. Selama ia berjalan menuju dapur ia berdoa agar persediaan Ramyeon miliknya tidak habis. Walaupun bukan ramyeon, Sungmin masih sangat bersyukur masih ada 1 cup mie instan disana

Dengan cepat Sungmin menyeduh mie instan tersebut dan hendak menyantapnya dengan damai. Namun perhatiannya terhada mie instan tersebut sedikit terganggu saat handphonenya yang berada di salam kamarnya berdering.

Sungmin pun bergegas ke kamarnya dan menjamah handphonennya yang masih setia berdering.

"Yoboseo?" Sungmin bertanya datar.

"Jam 8 malam di tempat biasa kita bertemu. Aku ingin bicara"

Sungmin sedikit tersentak mendengar suara tersebut. Ia kira ia tau siapa yang menelponnya.

"Kibum?" Sungmin bertanya pelan.

"Eum. Aku mohon datanglah"

Tut.. tut.. tut..

Sungmin pun berjalan sedikit lemas dengan handphone yang masih ia genggam di tangannya. Ia menghampiri mie instant yang sudah agak mengembang itu. Ia melirik jam dinding yang ada di dapurnya.

Pukul 05.00 sore.

"Ah sudahlah. Biarkan saja dia!" Sungmin bergumam dan segera menyantap mie instan miliknya yang telah ia tunda untuk beberapa menit itu.

[*****]

Pukulm 8 malam. Kyuhyun sudah bersiap siap. Ia menggunakan kemeja kotak-kotak dengan lengan bajunya yang terlipat keatas. Enatah mengapa ia sangat suka dengan kemeja tersebut. Padahal itu bukan pemberian orang tuanya.

Ya, Kyuhyun pernah bertanya pada ayah dan ibunya. Dan mereka mengatakan bahwa itu bukan pemberian dari mereka. Mungkin Kyuhyun sendiri yang membelinya.

Setelah siap ia pun pergi dengan mobil limosin hitamnya. Ia hendak menunggu kibum di Fool Cafe, karena taman yang berada disana bisa terlihat dari dalam Fool cafe. Sehingga Kyuhyun tidak perlu menunggu Kibum di tengah taman seperti orang bodoh. Ya, entahlah. Kyuhyun berfirasat bahwa Kibum akan datang telat.

Setelah sampai, Kyuhyun memarkirkan mobilnya di depan Fool Cafe dan masuk untuk duduk dan memesan minuman disana.

"Semoga tidak lama" Ia bergumam setelah melihat kearah jam tangan yang melingkar di pergelangan tanagn kanannya.

.

.

-TBC-

AAAAAAAAAAA... readers maaap banget lama apdetnyaaaaaa

*bow

*sungkeman

*sujud syukur(?)

Hehe. Maap banget maap semaap maapnyaaahhh udah ceritanya makin gaje. Lama lagi apdetnya yah? Hehe. Maap maap aja yaaa Babby flame itu sekarang lagi musim ulangan(?) jadi gasempat deh. Lagian kemaren sempat ilang inspirasi hiks. Hiks. Hehehe. Tapi akhirnya bisa ngelanjutinnya. Dan maap lagiii karena gabisa panjang panjaaaanggg..

#about story

Makin penasaran kah? Makin gaje? Makin jijay? Makin ngebosenin? Maaaap yaaa kalo ga mamuaskan hiks. Maaap banget kalo repiuwnya gabisa dibalees niihhh...

Hehehehe Thanks buat semuanya yaaaa apalagi yang mau repiuww... MAKASIH DAN MAAP YAAA READERS TERCINTAAAHHH #Laf yu deh pokoknya! Hahahaha.

BIG THANKS TO

KobayashiAde. pumpkinsparkyumin. Chisana Yuri. CharolineElf. ammyikmubmik. Maximumelf. leefairy. 7D. QyuDevi78. RillaKyuming97. WineCouple. Joyer Cloudsomnia. Chu. Ketiban KyuMin. abilhikmah. sissy