The Forbidden Forest And Three Magical Stone Chap 3 of?

Title : The Forbidden Forest And Three Magical Stone

Genre : Fantasy, Romance, Adventure, Mystery, Friendship

Rating : T

Cast : Lee Donghae, Lee Hyukjae, Cho Kyuhyun, Lee Sungmin, Kim Jongwoon, Kim Ryeowook

DISCLAIMER : semua tokoh yang ada dalam fanfic ini milik Tuhan YME dan kedua orang tuanya. Seperti biasa, terkecuali ffanehini cuma punya saya, karena ff ini terinspirasi dari tugas mata pelajaran bahasa inggris yang saya buat…^^

WARNING : YAOI, BL, Shounen-ai, AU, Klise, Conventional Couple, Membosankan, Khayalan Tingkat Tinggi, Unbelievable, TYPOS, No Editing, dll

A/N : saat tanggal 12-10-2012, guru mata pelajaran bahasa inggris di sekolah saya memberikan tugas untuk membuat sebuah narrative text full english pada semua murid nya termasuk saya. Maka, seperti yang tertera dalamDISCLAIMERdi atas, bahwa ff ini terinspirai dari tugas mata pelajaran bahasa inggris yang saya buat sendiri.

NO CBS! NO COPAST, NO BASH, NO SIDERS!

Read it? Don't forget Review please…

Gomapta…^^#deepbow


Happy Reading


Last Chap

Alangkah kaget nya Donghae, Kyuhyun, Ryeowook, dan Sungmin melihat pemandangan yang ada di depan mata mereka sekarang. Terlebih lagi, hati Donghae kini menjadi hancur berkeping-keping melihat namja yang ia cintai kini sedang berada bersama seorang namja yang notabene adalah sahabat nya yang sudah ia anggap sebagai hyung nya sendiri. Ia sangat marah dengan posisi namja yang dicintai nya kini sedang tertindih oleh namja lain, lebih jelas nya posisi Yesung yang kini sedang menindih tubuh ramping Eunhyuk.

"Apa yang sedang kalian lakukan?" Donghae bertanya dengan nada sedingin mungkin. Membuat Eunhyuk mendorong tubuh Yesung secara tiba-tiba karena kaget.

"Hyukkie-ah…" lirih Sungmin yang melihat keadaan namdongsaeng kesayangan nya.

"Hyung… kau…?" Ryeowook memandang Eunhyuk dengan mata berkaca-kaca membuat keadaan menjadi sedikit berlebihan.

"A-aku bisa jelaskan semua ini."

.

.


Chap 3


Author POV

.

Flashback

"Jadi, kalian belum tau semua ini?" Tanya Dimouz dengan senyuman mengerikan yang terpatri diwajah nya yang dipenuhi oleh keriput dikarenakan umur nya yang mencapai 6 tahun.

"Untuk apa aku bertanya jika memang sudah tau jawaban nya? Cepat jelaskan apa maksud dari semua ini!" Yesung berteriak kesal pada kalimat terakhirnya. Dimouz mengangkat tangan kanan nya, lalu ia menjentikan jari nya."Accio!" tiba-tiba saja dua buah batu berukuran sedang bergerak ke arah Yesung dan Eunhyuk.

"Duduklah." Dimouz mempersilahkan Yesung dan Eunhyuk duduk di atas batu yang telah ia sediakan. Awalnya, Yesung dan Eunhyuk hanya saling bertatapan muka karena bingung, namun pada akhirnya mereka duduk di masing-masing batu yang berada di belakang mereka dengan perasaan ragu dan bingung atas apa yang sebenar nya telah terjadi bercampur menjadi satu.

"Pernah mendengar tentang 'The Forbidden Forest And Three Magical Stone?'" pertanyaan Dimouz barusan sukses membuat Eunhyuk dan Yesung mengeryitkan dahinya heran.

"Ah ne, guru mata pelajaran Sejarah kami pernah menceritakan tentang itu di sekolahan." Jawab Eunhyuk.

"Guru? Sekolahan? Apa itu?" Tanya balik Dimouz karena ia merasa asing dengan kata-kata yang keluar dari mulut Eunhyuk.

"Oh My… demi Tuhan! Kau tak tau apa itu guru dan sekolahan? Sebenarnya makhluk apa kau ini?" Ucap dan tanya Yesung yang tak percaya atas ketidaktahuan Dimouz mengenai guru dan sekolahan.

"Sudah ku katakana, aku kaum Dwarfs! Dan aku memang tak mengetahui apa itu guru dan sekolahan. Apa itu sihir?" Tanya Dimouz yang membuat Yesung mengacak-ngacak rambut nya frustasi. Oh ayolah~ baru pertama kalinya Yesung bertemu dengan orang yang tak tahu apa itu guru dan sekolahan. Hanya orang-orang idiot saja yang tak mengetahui tentang hal itu. Begitulah pikir Yesung.

"Begini, aku akan menjelaskan apa itu guru dan sekolahan. Dan sebagai gantinya, kau harus menjelaskan tentang maksud dari semua perkataan dan perbuatan mu, serta beritahu pada kami tempat apa sebenarnya ini, dan bagaimana caranya agar kami bisa keluar dari tempat ini. Bagaimana?" tawar Eunhyuk yang dibalas anggukan setuju oleh Dimouz. "Baiklah…"

"Guru adalah seseorang yang memiliki ilmu yang tinggi untuk disampaikan kepada orang-orang yang belum mengetahui nya secara sukarela maupun demi mendapatkan uang. Dan sekolah adalah tempat dimana orang-orang mencari dan mendapatkan ilmu dari seorang guru." Jelas Eunhyuk yang mendapat anggukan mengerti dari Dimouz.

"Baiklah makhluk aneh, sekarang ku beri waktu untuk mu menjelaskan semua ini." Perkataan Yesung barusan sukses membuat Eunhyuk menyenggol lengan Yesung dengan siku nya, karena menurut Eunhyuk nada bicara Yesung barusan terkesan tidak sopan.

"Sudah bertahun-tahun lamanya aku mencari sebuah pintu yang dapat menghubungkan diriku dengan sebuah tempat, dimana tempat itu adalah tempat orang-orang terpilih untuk menyelamatkan hutan ini. Hingga pada akhirnya, aku menemukan sebuah pintu dengan cahaya putih yang sangat bersinar, yang aku yakini adalah pintu untuk menghubungkan ku dengan orang-orang tersebut." Jelas Dimouz.

"Tunggu sebentar, kau bilang pintu yang menghubungkan mu dengan orang-orang terpilih untuk menyelamatkan hutan ini? Jangan bilang…" Yesung menajamkan tatapan matanya pada Dimouz, sedangkan Eunhyuk yang memang typical orang yang kurang peka hanya memandang Yesung dan Dimouz dengan penuh tanda Tanya. Dimouz tersenyum penuh arti atas kepekaan Yesung terhadap penjelasan nya.

"Kalian lah orang-orang terpilih untuk menyelamatkan hutan ini, karena—"

"Hutan ini?" potong Eunhyuk yang sudah mulai peka arah pembicaraan mereka.

"Karena kalian sedang berada di hutan terlarang itu sekarang. Dan di hutan ini terdapat tiga buah batu ajaib yang tersebar entah dimana. Dan kalian harus menemukan ketiga batu itu untuk mengembalikan keadaan hutan ini seperti sedia kala."

"Jadi selama ini, kau memanggil-manggil kami digudang untuk semua ini?" Tanya Eunhyuk sambil melipatkan kedua tangan nya di depan dada. Tiba-tiba saja, Yesung berdiri dari duduk nya, membuat Eunhyuk dan Dimouz mengalihkan pandangan nya terhadap Yesung.

"Maaf saja, tapi kami tak meu melakukan nya."

"Hyung? Kenapa kau tak mau? Seharusnya kita membantunya untuk mengembalikan keadaan hutan ini seperti semula." Eunhyuk ikut berdiri dari duduk nya.

"Teman mu benar anak muda…"

"Hyung…" Eunhyuk menarik-narik lengan Yesung, membuat Yesung kini berdebar-debar. Namun Yesung berusaha untuk menghilangkan rasa berdebar itu karena sekarang adalah bukan waktu yang tepat, mengingat mereka kini harus kembali ke tempat mereka yang seharus nya. Yesung mencengkram kedua lengan Eunhyuk kuat.

"Tapi Hyukkie-ah… jika kita membantunya, berarti sama saja dengan mengorbankan nyawa kita demi tempat yang sudah seharus nya hanya menjadi sejarah ini. Aku tak mau kehilanganmu!"

"Ne?" Yesung merutuki kebodohan dirinya atas kata yang terakhir. Tak seharus nya ia mengucapkan kata itu begitu saja. Karena semua itu sama saja dengan memberikan sinyal-sinyal cinta kepada Eunhyuk yang pasti akan sia-sia dan tak akan terbalas sediki pun. Yesung sadar, bahwa Eunhyuk tak memiliki perasaan yang sama dengan nya.

"Lupakan. Kajja, kita pulang!" Yesung menarik pergelangan tangan Eunhyuk untuk keluar dari gua gelap ini. Namun, teriakan Dimouz membuat Yesung dan Eunhyuk menghentikan langkah nya tanpa berbalik.

"Pikirkan baik-baik tentang perkataan ku! Nasib hutan ini ada pada tangan kalian!" Yesung tak mengubris teriakan Dimouz sedikit pun, ia malah melanjutkan langkah nya untuk keluar dari tempat ini.

"Kalian tak akan bisa keluar dari tempat ini!" teriak Dimouz lagi dan sukses membuat Yesung menghentikan langkah nya dan berbalik kea rah Dimouz.

"Dimana jalan keluar nya?" Tanya Yesung dengan nada serius.

"Aku tak akan memberitahu mu."

"Katakan, dimana jalan keluar nya?" Tanya Yesung lagi.

"Berjanjilah untuk membantuku mengembalikan keadaan hutan ini seperti sedia kala."

"Ini untuk yang terakhir kalinya, dimana jalan keluarnya?" Tanya Yesung dengan volume suara yang sedikit dinaikan.

"Jalan keluar nya adalah jalan yang sama ketika kau datang ke tempat ini." Setelah Dimouz memberitahukan jalan keluarnya, Yesung kembali berbalik dan melangkahkan kakinya sambil masih menggenggam pergelangan tangan Eunhyuk. Namun, sebelum Yesung dan Eunhyuk benar-benar keluar dari gua itu, Dimouz berteriak dengan sangat keras. "Aku memberimu waktu anak muda! Kuharap kau tak akan mengecewakan!" seperti sebelum-sebelumnya, Yesung tetap tak mengubris perkataan Dimouz sedikit pun.

Yesung dan Eunhyuk terus berjalan menuju sebuah tembok besar dengan sebuah pintu yang memancarkan cahaya putih. Baru beberapa langkah mereka memasuki pintu itu, tiba-tiba saja sebuah angin kencang mendorong tubuh mereka secara kasar, tak lama setelah itu sebuah buku ikut terbawa angin dan membentur punggung Eunhyuk dengan sangat keras. Membuat Eunhyuk mendorong punggung Yesung, dan mereka pun jatuh secara bersamaan dengan posisi Yesung berada di atas Eunhyuk.

.

Flashback end

.

"Begitulah cerita sebenarnya!" Eunhyuk mengakhiri sesi berceritanya. Namun, apa yang diceritakan Eunhyuk sungguh tak masuk akal, membuat semua yang mendengar menjadi bingung sendiri. Apakah mereka harus percaya pada apa yang diceritakan oleh Eunhyuk, atau malah tak mempercayainya dan menganggap bahwa Eunhyuk hanya mengada-ngada?

"A-aku masih belum bisa mempercayai apa yang kau katakana." Ujar Ryeowook jujur.

"Wokkie-ah~ jebal, percayalah padaku!" Eunhyuk mengeluarkan puppy eyes monkey andalan nya agar semua orang yang medengarkan cerita nya percaya, karena Eunhyuk memang tidak berbohong. Suasana menjadi hening seketika. Tak ada satupun diantara mereka yang mengeluarkan suara. Mereka masih sibuk memikirkan dengan apa yang diceritakan oleh Eunhyuk, tak terkecuali Yesung yang kini sedang berusah keras untuk mengambil sebuah keputusan.

'Pikirkan baik-baik tentang perkataan ku! Nasib hutan ini ada pada tangan kalian!'

'Berjanjilah untuk membantuku mengembalikan keadaan hutan ini seperti sedia kala'

Kata-kata Dimouz saat di gua tadi terus saja terngiang-ngiang di gendang telinga Yesung. Membuat Yesung semakin kesulitan untuk mengambil sebuah keputusan. Jika ia membantu Dimouz untuk membuat keadaan hutan menjadi seperti sedia kala, maka itu sama saja dengan ia mengorban nya nyawa nya begitu saja dan ia tak akan pernah bisa melihat senyum menenangkan yang selalu terpatri dengan indah nya di wajah Eunhyuk, namja pujaan hatinya. Namun, disisi lain Yesung juga ingin membantu Dimouz untuk mengembalikan keadaan hutan seperti sedia kala. Ia juga penasaran, sebenarnya ada apa dengan hutan itu. 'Mengembalikan keadaan hutan seperti sedia kala'. Kata mengembalikan disini terdengar sedikit ambigu. Orang-orang akan mengeluarkan kata 'kembalikan', 'mengembalikan keadaan' jika sudah menyangkut suatu hal yang telah diambil, atau berubah. Berarti, hutan yang tadi didatangi Yesung dan Eunhyuk bukanlah hutan dengan keadaan yang sebenarnya, melainkan keadaan hutan yang telah diubah oleh seseorang dan harus dikembalikan seperti sediakala. Setidaknya, itulah yang dipirkan Yesung sedari tadi.

"Kenapa sedari tadi kau diam saja?" Donghae membuyarkan semua lamunan Yesung dengan nada yang masih terkesan dingin.

"Ada yang kau sembunyikan dari kami?" selidik Donghae.

"Hyung~ kau tak percaya padaku?" Tanya Eunhyuk yang menyadari bahwa Donghae masih belum percaya pada apa yang sebenarnya telah terjadi, terlihat dari cara dan nada bicara Donghae yang terkesan dingin terhadap Yesung.

"Semua yang aku sembunyikan sudah Eunhyukie jelaskan." Jawab Yesung jujur.

"Kalian masih tak percaya?" kini, giliran Yesung yang balik bertanya. Semuanya terdiam. Sungmin menundukan kepalanya, seperti sedang memikirkan sesuatu. Beberapa detik kemuadian, ia mendongkak kan kepalanya dan menatap Yesung dengan senyuman cirri khas nya. "Aku percaya!"

"Kau bercanda hyung?" Ryeowook kaget dengan pernyataan hyung nya barusan, atas dasar dan pertimbangan apa Sungmin mempercayainya? Begitulah pikir Ryeowook.

"Aniya, aku serius. Semua namdongsaeng kesayangan ku tak mungkin berbohong pada banyak orang. Lagi pula aku percaya, tak ada kebohongan sedikit pun di mata Hyukkie saat ia bercerita. Terlebih lagi, kita tidak baru kenal satu atau dua hari kan? Malahan, sudah bertahun-tahun kita saling mengenal." Sungmin merangkul Eunhyuk dan mengacak-ngacak rambutnya sayang.

"Kecuali…" Sungmin menggantungkan kalimatnya membuat Eunhyuk bertanya-tanya.

"Kecuali saat kau berumur 5 tahun, kau pernah berbohong dan tak mau mengaku pada eomma bahwa kau mengompol di celana. Hahahaa…" semua yang mendengar perkataan Sungmin barusan speechless seketika. Tak terkecuali Eunhyuk yang kini menundukan kepala nya karena malu.

"YA! Hyung! Kau ini kejam sekali! Kenapa kau membeberkan rahasia terbesar ku di depan orang banyak?" Eunhyuk memukul lengan Sungmin pelan.

"Jadi, apakah hanya Sungmin yang percaya atas apa yang Eunhyuk jelaskan?" pertanyaan Yesung barusan sukses menghentikan tawa Sungmin dan yang lain nya. Tiba-tiba saja, Kyuhyun memasang wajah serius. "Aku percaya!" semua orang kini mengarahkan pandangan nya terhadap Kyuhyun.

"Ne?"

"Aku percaya hyung…" jawab Kyuhyun pasti terhadap Eunhyuk.

"Kyunnie percaya? Ah, baiklah… kalu begitu aku juga percaya!" celetuk Ryeowook.

"YA! YA! YA! Kau percaya karena Kyuhyun percaya? Aissh… jika Kyuhyun tak percaya, apa kau akan tetap percaya, eoh?" Tanya Sungmin dengan bibir yang sedikit di pout kan ketika berbicara.

"A-aniya! Tentu saja aku percaya atas kemauan ku sendiri. Andaikata Kyunnie tak percaya, maka aku akan tetap percaya." Jawab Ryeowook gugup.

"Kenapa tidak bilang dari tadi?' Tanya Sungmin lagi.

"I-itu… tadinya aku mau langsung bilang bahwa aku percaya, hanya saja tadi belum ada satu pun yang mengeluarkan suaranya, maka aku hanya diam saja. Nah, berhubung sekarang sudah ada yang percaya, maka aku baru mengakui nya sekarang." Elak Ryeowook. Sungmin hanya menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar jawaban aneh dongsaeng nya yang satu itu.

"Hae…" panggil Eunhyuk pada Donghae. Sungmin mengalihkan pandangan nya terhadap Donghae yang sedang saling menatap dengan Eunhyuk. Seketika itu pula, Sungmin langsung mem-pout kan bibir nya karena kesal yang malah terlihat lucu. Kyuhyun yang menyadari perubahan raut wajah Sungmin saat melihat kontak mata antara Donghae dan Eunhyuk hanya bisa menghela nafasnya sedih.

"Kau belum percaya?" Tanya Eunhyuk takut-takut. Donghae semakin menajamkan tatapan matanya terhadap Eunhyuk saat Eunhyuk bertanya seperti itu. Ia melirik Yesung sekilas yang sedang melipat kedua tangan nya di dada.

"Tentu saja aku percaya!" ujar Donghae dengan senyuman cirri khas nya. Eunhyuk dan yang lain nya tersenyum senang melihat Donghae yang telah kembali seperti semula.

"Lalu, sekarang bagaimana?" Tanya Donghae antusias.

"Sebenarnya, aku ingin sekali membantu Dimouz untuk mengembalikan keadaan hutan seperti sediakala. Tapi…" Eunhyuk menatap kearah Yesung diikuti yang lain nya, sedangkan Yesung malah membuang muka nya tak ingin membalas tatapan Eunhyuk.

"Tapi apa?" Tanya Kyuhyun penasaran.

"Yesung hyung tak mau melakukan nya karena jika kita melakukan nya, itu sama saja dengan mengorbankan nyawa kita." Jelas Eunhyuk sesuai apa yang Yesung katakan. Semuanya terdiam, memang ada benarnya juga perkataan Yesung bahwa itu sama saja dengan mengorbankan nyawa kita secara sukarela.

"Lalu kita harus bagaimana?" Tanya Ryeowook entah pada siapa.

"Mungkin, jika hanya melakukan seorang diri itu sama saja dengan mengorbankan nyawa secara sukarela. Tapi, jika kita melakukan dan berjuang secara bersama-sama itu akan membuat kita berhasil melakukan niat baik kita dan tak akan ada yang menjadi korban. Barang satu orang pun aku jamin tak akan, karena aku tak akan membiarkan itu terjadi." Jelas Kyuhyun yang membuat dua orang namja disana menundukan kepalanya karena kedua pipi mereka yang merona hebat. Jantung Ryeowook dan Sungmin berdebar-debar tak karuan secara bersamaan setelah mendengar perkataan Kyuhyun barusan. Mungkin, kita semua bisa memahami dan mengetahui alasan kenapa Ryeowook bisa seperti itu. Ya! Karena Ryeowook memang menyukai Kyuhyun. Tapi Sungmin? Kenapa ia bisa merasakan perasaan yang Ryeowook rasakan? Bukankah Sungmin menyukai Donghae? Mungkinkah Sungmin sudah bisa merelakan Donghae untuk namdongsaeng nya dan membuka hati nya kepada orang lain yang ternyata dirinya jatuh dan terperangkap dalam pesona Kyuhyun? Kurasa iya. Karena benih-benih cinta sudah mulai muncul di dalam hati seorang Lee Sungmin. Namun, apa jadinya jika ia mengetahui bahwa namdongsaeng nya yang satu lagi ternyata memiliki perasaan yang sama seperti nya terhadap orang yang sama pula? Haruskah ia merelakan nya juga? Mollaso…

"Sejak kapan seorang Cho Kyuhyun mampu mengeluarkan perkataan seperti itu eoh?" cibir Donghae yang dibalas deathglare oleh Kyuhyun.

"Tapi aku setuju dan sependapat dengan mu." Ucap Donghae pada akhirnya.

"Baiklah, kalau begitu. Berarti kalian akan ikut serta untuk membuat keadaan hutan itu seperti sediakala dan memecahkan mystery about The Forbidden Forest And Three Magical Stone?" Tanya Yesung dengan smirk yang memperlihatkan betapa tampan nya seorang Kim Jongwoon.

"Tapi, bagaimana dengan sekolah kita?" perkataan Eunhyuk barusan sukses membuat semua orang yang ada di sana kembali berpikir keras.

"Kita bicarakan lagi besok dengan Dimouz." Ucap Yesung.

"Dan untuk pertemuan dengan Dimouz besok, kusarankan kalian semua untuk ikut." Lanjut Yesung.

"Itu pasti!" ucap Kyuhyun dengan mantap nya.

"Hhh~ sekarang sudah sore. Sebaiknya aku pulang sekarang." Donghae berdiri dari duduk nya diikuti oleh Kyuhyun dan Yesung.

"Sepertinya aku juga harus pulang sekarang." Ucap Yesung sambil melirik jam tangan nya.

"Aku juga harus pulang!" Kyuhyun ikut bersuara.

"Eh? Pulang? Kyunnie tak boleh pulang! Bagaimana dengan tugas ku? Aku tak bisa mengerjakan nya jika sendirian." Ucap Sungmin panic.

"Tenang saja hyung, kau tak perlu panic seperti itu. Tugas mu sudah kuselesaikan."

"Eh? Jinjayo?"

"Ne, aku mengerjakan nya selagi kau pingsan tadi." Jawab Kyuhyun dengan senyuman yang semakin membuat Sungmin merasakan debaran jantung nya yang tak seperti biasanya.

"Go-gomawo." Ucap Sungmin sedikit gugup.

"Nah, kalau begitu kami pulang dulu!" Donghae, Yesung dan Kyuhyun melangkah kan kakinya keluar dari rumah HyukMinWook.

BLAM

Terdengar suara pintu tertutup yang menandakan bahwa ketiga namja itu sudah keluar dari rumah mereka.

"Hhh~ aku mau mandi dulu ne hyungdeul~" Ryeowook melenggang pergi untuk mandi meninggalkan Sungmin dan Eunhyuk.

"Mmp, aku juga ke kamar dulu ne hyung!" Eunhyuk pun ikut meninggalkan Sungmin menuju kamar nya yang berada di lantai dua. Melihat kedua dongsaeng nya yang kini memiliki kegiatan masing-masing, Sungmin pun beranjak dari tempat nya berdiri menuju dapur. Ia mengambil sebuah toples yang berisikan cookie buatan Ryeowook dan membawa toples itu menuju kamar nya.

"Hhh~" Sungmin duduk bersila di atas ranjang nya dan menyenderkan punggung nya di kepala ranjang.

Hyung~ saranghaeyo

Hyung~ saranghaeyo

Jeongmal satanghae—klik

Sungmin meraih ponsel nya dan membuka sebuah pesan yang masuk ke dalam ponsel nya.

From : Kyuhyunie

Hyung, jangan pergi ke gudang sendirian lagi ne!

Jika terjadi sesuatu padamu, hubungi aku.

Bawa ponsel mu kemana pun kau pergi agar kau mudah untuk langsung menghubungi ku jika terjadi sesuatu.

Namun, kuharap tak akan ada sesuatu yang minimpa kehidupan mu…

BLUSH

Hari ini, untuk yang kedua kalinya pipi Sungmin merona hebat. Ponsel yang ia pegang jadi ikut bergetar karena Sungmin yang merasa gugup saat ini. Sungmin jadi teringat wajah Kyuhyun yang sedang tersenyum kepadanya.

'Oh God! Kenapa aku baru sadar betapa tampan nya dia… Kenapa juga aku baru menyadarinya sekarang?' rutuk Sungmin dalam hati sambil memukul-mukul kepalanya.

"Hyung?" Tanya Ryeowook yang tiba-tiba saja masuk ke dalam kamar nya dan kamar Sungmin dengan handuk yang melilit di leher nya. Ya, Sungmin dan Ryeowook satu kamar dikarenakan Ryewook dan Sungmin yang sama-sama penakut. Sedangkan Eunhyuk yang memang lebih berani dibandingkan mereka berdua, memutuskan untuk tidur sendiri di beda ruangan. Ia heran, apakah hyung nya itu ingin bunuh diri dengan cara memukul-mukul kepalanya? Sungguh konyol!

"Wokkie-ah?"

"Kau kenapa hyung?" Tanya Ryeowook khawatir.

"A-aniya, aku tak apa. Hehe"

"Lalu kenapa tadi kau memuku-mukul kepala mu? Apa terjadi sesuatu?" Ryeowook mendudukan dirinya di tepi ranjang yang ada di sebelah ranjang Sungmin.

"Aniya, ku-kurasa ada kutu dikepala ku! Hehe…"

"Issh, kau ini jorok sekali hyung!" Ryeowook bergidik ngeri saat membayangkan kutu-kutu yang sedang berkeliaran di rambut Sungmin.

"YA! Tak usah dibayangkan seperti itu!" teriak Sungmin yang menyadari pikiran-pikiran aneh Ryeowook.

.

.

.

Eunhyuk Side

Lembar demi lembar Eunhyuk baca isi buku itu. Ia mencoba mempelajari materi yang akan dibahas besok di sekolah nya. Tiba-tiba suara biola yang terdengar dari ponsel nya menandakan bahwa ada sebuah pesan masuk pada ponsel nya, menginterupsi kegiatan nya begitu saja.

Klik—

From : Hae Fishy

Mianhae aku mengganggu waktu mu…

Aku hanya ingin mengatakan sesuatu kepadamu

Bisakah lain kali kita jalan-jalan bersama lagi?

Dan yang pasti, untuk jalan-jalan nanti, aku tak ingin ada yang mengganggu acara kita.

How?

Eunhyuk tersenyum senang membaca pesan dari Donghae yang mengajak nya untuk jalan-jalan lagi. Eunhyuk pikir Donghae tak akan mengajak nya jalan-jalan lagi. Tapi dugaan nya salah besar. Eunhyuk mengetikan beberapa kata untuk membalas pesan dari Donghae. Send

Tak lama setelah Eunhyuk membalas pesan nya, ponsel nya sudah berbunyi kembali menandakan bahwa ada pesan masuk lagi.

"Secepat inikah Donghae membalas pesan?" Tanya nya entah pada siapa.

Klik—

Saat ia meneliti pesan yang baru saja masuk ke dalam ponsel nya, ia mengeryitkan dahinya bingung melihat pesan yang baru saja masuk ke dalam ponsel nya. Karena pesan itu bukanlah balasan pesan dari Donghae, melainkan sebuah pesan dari nomor yang tidak ia kenal dan berisi pesan yang sangat aneh. Isinya adalah…

.

.

.

TBC

.

.

Annyeong~#lambai-lambaikolorDdangkoma

Adakah yang rindu dan penasaran sama fanfic ini?#ngga ada TT_TT

Jika ada, semoga chapter ini bisa menjawab semua pertanyaan readers sekalian. Sehingga tak akan ada kesalahpahaman lagi diantara kita semua :D#ciaelah~bahasanya~

Sejauh ini sih, Naka pikir ngga ada kalimat, julukan, suatu hal yang asing bagi readers sekalin untuk dijelaskan…

Atau mungkin, ada yang perlu Naka jelaskan tapi terlewatkan oleh Naka?

Adakah? Adakah?

Jika ada, bilang saja ne… biar untuk chapter depan Nakamura bisa jelasin apa yang masih mengganjal di hati dan pikiran readers sekalin.

Buat yang khawatir ini crack pair, tenang aja kok… ini bukan crack pair, melainkan official pairing suju^^

Nakamura ngga bakalan capek buat bilang "Kalau masih ada yang kurang dimengerti, jangan enggan untuk bertanya" kepada readers sekalin.

Don't forget Review please… :)

Akhir kata…

GOMAYOWO~~#deepbow