Judul : Reincarnation
Genre : Romance/Hurt/Comfort
Rating : T
Pairing : TMR/HP
Disclaimer : J.K. Rowling
Warning : SLASH!, Yaoi, BL (Boys Love), OOC, Bad!Manipulative!Dumbledore
Happy Reading!
Information :
Guru :
Defences Against the Dark Arts : Remus Lupin
Dark Arts : Bellatrix Lestrange
Ramuan : Draco Malfoy
Transfigurasi : Hermione Granger
Mantera : Nympadora Tonks
Ramalan : Luna Lovegood
Rune Kuno : Pansy Parkinson
Pemeliharaan Satwa Gaib : Charlie Weasley
Sejarah Sihir : Bill Weasley
Herbology : Neville Longbottom
Astronomi : Blaise Zabini
Aritmatchy : Theodore Nott
Posisi :
Kepala Sekolah : Severus Snape
Wakil Kepala Sekolah : Hermione Granger
Kepala Asrama Gryffindor : Hermione Granger
Kepala Asrama Slytherin : Draco Malfoy
Kepala Asrama Hufflepuff : Nympadora Tonks
Kepala Asrama Ravenclaw : Luna Lovegood
Chapter 4 : So Close yet So Far - Part 1
#Damon Castle, Italy#
"Mom, apa kau yakin kalau kita harus benar-benar pindah ke Inggris?" tanya seorang remaja manis berusia 14 tahun yang memiliki surai rambut berwarna hitam sekelam malam. Kedua iris emeraldnya terus saja memandang kearah Ibunya, menunggu sang Ibu untuk menjawab pertanyaannya.
Sementara sang Ibu yang semula tengah sibuk mengemasi barang-barangnya berhenti sejenak dari kegiatannya, disibakkannya rambut hitamnya yang ia wariskan kepada putra bungsunya dan menghampiri putra bungsunya tersebut. Wanita yang bernama Camelia Damon née Macmillan tersebut kemudian mendudukkan dirinya dan putra kesayangannya disofa yang berada tepat didepan perapian kamar tersebut.
Bukannya ia tidak mengerti dengan apa yang tengah dirasakan oleh putranya tersebut. Namun apalah daya, ini semua sudah menjadi keputusan mutlak sang Suami sehingga ia pun tidak dapat melakukan apapun kecuali menurutinya.
Ia sama sekali tidak terkejut ketika tiba-tiba saja putranya tersebut langsung memeluknya dengan erat.
"Aku akan sangat merindukan tempat ini," gumam remaja manis itu pelan.
Lalu ia mendongakkan kepalanya menatap iris berwarna sapphire milik Ibunya melalui kedua iris emeraldnya, "Bagaimana jika ternyata orang-orang disana ternyata sangat menyebalkan?" tanyanya pelan.
Camelia hanya tersenyum mendengar pertanyaan putranya. Diusapnya sayang kepala putra kesayangannya tersebut, "Kau tidak perlu khawatir, Mommy yakin kalau kau pasti akan betah tinggal disana. Lagipula, bukankah Daddy-mu kemarin sudah mengatakan padamu dan kedua kakak kembarmu kalau kalian akan bersekolah di Hogwarts?" tanya Camelia
"Dan kalau Mommy tidak salah ingat, kau itu selalu tertarik pada Hogwarts bukan?" lanjut Camelia lagi.
Remaja manis yang memiliki nama lengkap Hadrian Emrys Damon tersebut hanya menghembuskan nafasnya pasrah, tahu bahwa kata-kata sang Ibu tersebut benar.
"Iya aku tahu, hanya saja... keluarga kita sudah bertahun-tahun tinggal disini. Aku hanya merasa kalau aku belum siap untuk pindah..." tutur Hadrian pelan
"Tenang saja, Mommy yakin kau pasti akan cepat terbiasa disana," ujar Camelia menenangkan
"Kuharap Mommy benar," jawab Hadrian sembari menggigit bibir bawahnya ragu
Sudah empat belas tahun berlalu semenjak Tom dikunjungi oleh sosok Harry, dan sampai saat ini pun ia masih dengan sabar menunggu sampai reinkarnasi dari kekasihnya tersebut muncul. Bukan berarti ia tidak pernah sekali pun mencari perihal reinkarnasi kekasihnya, malahan ia sudah memerintahkan kepada semua Death Eaters-nya untuk mencari anak yang akan menjadi reinkarnasi Harry tersebut keseluruh penjuru Inggris namun hasilnya selalu saja nihil.
Tom menghembuskan nafasnya perlahan, pandangannya kembali terarah kepada para murid-murid tahun pertama yang saat ini tengah diseleksi. Penyeleksian asrama tahun ini memang agak sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Karena tahun ini Hogwarts mendapatkan tiga murid transfer baru yang berasal dari Italy dan jika laporan yang diberikan oleh Severus tersebut memang benar ketiga murid tersebut merupakan Damon Bersaudara. Dua murid yang pertama merupakan anak kembar berbeda jenis kelamin yang akan berada ditahun keenam, sedangkan murid yang satunya yang merupakan putra bungsu keluarga Damon akan berada ditahun keempat.
Sepengetahuan Tom keluarga Damon merupakan keluarga keturunan Pureblood yang telah tinggal di Italy selama puluhan tahun meskipun sejatinya keluarga Pureblood tersebut berasal dari Inggris. Dan Tom pun memang kurang mengetahui seluk-beluk keluarga tersebut secara detail dikarenakan keluarga Damon merupakan keluarga keturunan Pureblood yang berada dipihak netral.
Memang benar bahwa beberapa minggu yang lalu Lucius yang menjabat sebagai Menteri Sihir sekaligus Tangan Kanan Kepercayaannya tersebut sempat meminta pendapat serta persetujuannya untuk memberikan salah satu jabatan penting di Kementrian kepada Lord William Damon yang merupakan kepala keluarga Damon.
Dan ia pun menyetujui usulan Lucius tersebut karena menurut pendapatnya tidak ada salahnya untuk memberikan jabatan tersebut mengingat Lord Damon merupakan seorang penyihir Pureblood yang cukup berpengaruh di Dunia Sihir sehingga hal tersebut dapat memberikan keuntungan tersendiri baginya dalam dunia politik.
Karena terlalu larut dalam pikirannya Tom sampai tidak sadar bahwa seluruh murid tahun pertama sudah selesai diseleksi. Itu artinya sekarang tiba saatnya bagi Damon Bersaudara untuk diseleksi.
"Tahun ini akan lebih berbeda dari tahun-tahun sebelumnya!" ujar Hermione Granger yang bertugas untuk menyeleksi para murid sekaligus menjabat sebagai Guru Transfigurasi, Wakil Kepala Sekolah dan Kepala Asrama Gryffindor.
Wanita yang dulunya merupakan sahabat baik Harry tersebut sebenarnya telah berganti nama menjadi Hermione Weasley semenjak ia menikah dengan Ronald Weasley, namun ia tetap menggunakan nama Granger di Hogwarts mengingat dua staff pengajar lain yang berada di Hogwarts (yang merupakan kakak iparnya) juga memiliki nama belakang Weasley. Jadi untuk menghindari kebingungan ia lebih memilih untuk dipanggil dengan Professor Granger Sedangkan Bill dipanggil dengan Professor Bill dan Charlie dipanggil dengan Professor Weasley.
"Tahun ini kita mendapat tiga murid transfer baru yang berasal dari Italy. Dua diantaranya akan bergabung dengan tahun keenam dan yang satunya akan bergabung dengan tahun keempat!" lanjutnya lagi.
Begitu Professor Granger selesai mengucapkan kalimatnya masuklah ketiga Damon Bersaudara. Dua yang tertua berada didepan seakan-akan untuk melindungi adik mereka yang berada dibelakang mereka. Dapat terlihat dengan jelas bahwa kedua orang tersebut merupakan kembar identik, dua-duanya sama-sama memiliki rambut berwarna pirang keemasan dengan iris mata berwarna sapphire. Yang membedakan dua orang tersebut hanyalah jenis kelamin mereka, yang satu laki-laki dan yang satunya lagi perempuan.
Sedangkan adik mereka memang sulit ditebak bagaimana rupanya dikarenakan keseluruhan kepalanya ditutupi oleh tudung jubahnya sehingga sangat kesulitan untuk melihat bagaimana sebenarnya wajah si bungsu keluarga Damon tersebut.
Ketiga Bersaudara tersebut berjalan dengan penuh keanggunan dan tata krama, menampakkan bahwa mereka bertiga memang benar berasal dari keluarga Pureblood sejati yang cukup disegani di Dunia Sihir.
Mereka bertiga menghentikan langkah mereka begitu mereka sampai dihadapan Professor Granger. Masih dengan posisi yang sama dimana si bungsu berada dibelakang kedua kakaknya.
"Selamat Datang di Sekolah Sihir Hogwarts!" sambut Professor Granger, "Dan untuk mempersingkat waktu saya akan langsung memulai proses penyeleksian asrama kalian."
"Alexander Damon!"
Majulah salah satu dari si kembar lalu kemudian duduk dikursi yang telah disediakan. Topi seleksi pun diletakkan dikepalanya, dan tidak perlu menunggu lama bagi topi tersebut untuk menyerukan kata...
"RAVENCLAW!"
Meja asrama Ravenclaw pun bertepuk tangan lebih meriah dibandingkan dengan asrama-asrama lainnya yang juga ikut bertepuk tangan untuk menyambut penghuni baru asrama mereka.
"Angela Damon!"
Hampir sama seperti saudara kembarnya, begitu topi seleksi diletakkan dikepalanya hanya perlu beberapa detik hingga akhirnya topi tersebut berseru...
"RAVENCLAW!"
Dan lagi-lagi asrama Ravenclaw menjadi yang menghasilkan suara paling riuh karena mendapatkan satu lagi anggota dari Damon Bersaudara.
Dan sekarang yang tertinggal hanyalah si bungsu yang masih tetap menutupi kepalanya dengan tudung jubahnya, membuat seluruh penghuni Horwarts yang berada di Aula Besar penasaran akan bagaimana rupanya.
"Hadrian Damon!"
Seketika itu pula ruangan langsung berubah menjadi sunyi senyap saat si bungsu keluarga Damon mulai membuka tudung jubahnya secara perlahan.
Tom bahkan tidak dapat mencegah dirinya untuk tidak membelakkan kedua matanya ketika melihat wajah yang sedari tadi tersembunyi dibalik tudung jubah tersebut. Bahkan seluruh staff pengajar yang ada di Hogwarts pun hanya dapat terpaku sembari memandangi wajah tersebut dengan keterkejutan yang nampak dimata mereka.
Dan tentu saja Tom sangat mengenali wajah tersebut. Wajah yang selama bertahun-tahun ini selalu dirindukannya dan selalu muncul didalam mimpinya. Wajah yang sama persis seperti wajah Harry kekasihnya, bagaikan pinang dibelah dua, yang membedakannya hanyalah si bungsu keluarga Damon itu tidak memiliki luka berbentuk sambaran petir didahinya dan Tom seratus persen yakin bahwa remaja itu pasti memiliki tanda lahir berbentuk sambaran petir dipunggungnya.
Dengan perlahan remaja manis itu mulai melangkahkan kakinya kearah kursi yang di sediakan dan mendudukkan dirinya di kursi tersebut, menunggu untuk proses penyeleksian dirinya dimulai.
Ia mengernyitkan keningnya bingung ketika si topi seleksi belum juga diletakkan dikepalanya.
"Professor-?" tanyanya bingung
Professor Granger pun langsung tersadar dari keterkejutannya, "I-i-ya, ke-kenapa?" tanyanya gugup.
Hadrian semakin mengernyitkan keningnya melihat tingkah aneh Professornya tersebut.
"Bukankah kau seharusnya meletakkan topi seleksinya dikepalaku?" tanyanya bingung
"O-oh, t-tentu saja" ujar Professor Granger sembari meletakkan topi seleksi tersebut dikepala Hadrian.
Kesunyian pun kembali menghampiri saat topi seleksi telah berada dikepala Hadrian. Butuh hampir tiga menit hingga akhirnya topi seleksi tersebut berseru...
To Be Continue...
Fiuuhhh...! akhirnya selesai juga nih Chapter lanjutannya. Author minta maaf banget ya karna update-nya lama soalnya Author kemaren-kemaren lagi punya banyak banget tugas yang numpuk jadi gak sempet buat ngelanjutinnya. Dan Author harap Chapter ini cukup bagus sekaligus Author minta maaf kalo ada penggunaan kata yang salah atau ngebingungin.
Dan sorry juga ya karena Author mesti potong sampe sini karna Author pengen nanyain pendapat kalian soal asrama mana yang cocok sama si "Hadrian". Jadi jangan lupa di review ya buat nge-vote asrama buat si "Hadrian". Karena kelanjutan Chapter depan tergantung sama hasil vote dari kalian semua... (^_^)
Thanks juga buat para readers dan semua yang udah nge-review ff ini.
Jangan lupa di Review ya...
Love~Serpent
