This is it!
Chapter 4
Maaf jika terlalu lama untuk updatenya, please enjoy…
*Author pov
Yaya yang masih dalam keadaan memakan benda itu hanya bisa kaget dan berusaha untuk melepaskannya dari sanah. Boboiboy yang masih menutup matanya tidak sadar dengan apa yang dia lakukan. Yaya yang sedang dalam keadaan itu pun mencubit kaki boboiboy yang membuatnya tersadar oleh apa yang mereka lakukan.
"Hah? Maafkan aku Yaya, aku tidak bermaksud untuk melakukan itu"
Yaya yang baru saja lepas dari tindakan itu hanya bisa untuk membetulkan saluran pernafasannya dengan batuk.
"*ohokk…. Ohookk… tolong ambilkan aku minum, Cepat!"
"Baiklah!"
Boboiboy yang takut dengan kata katanya pun berlari kearah dapur dan langsung memberinya segelas air untuk diminum.
"Ini Yaya, maafkan aku atas apa yang telah aku perbuat"
Yaya hanya meminum airnya dengan cepat setelah mendapatkannya dari boboiboy. Yaya hanya masih belum sadar atas apa yang telah mereka lakukan.
"Yaya, maaf kan aku atas…"
Belum sempat menyelesaikan kata katanya, Yaya pun memotongnya dengan cepat.
"Cukup, aku juga minta maaf atas apa yang telah aku perbuat padamu sampai kamu bisa melakukan itu padaku. Aku hanya terlalu ingin tau dengan sesuatu yang berbeda."
"Hmm.. tetap saja kalau aku yang.."
"Cukup! Sekarang kita duduk saja di sofa okay"
Mereka pun duduk bersebelahan tanpa memandang satu sama lain. Suasanan di dalam ruangan sangat sunyi, karena terlalu sinyinya tempat tersebut sampai dapat mwndengar seekor semut sedang berjalan. Boboiboy yang sedang bingung dengan keadaan pun mengambil remote yang ada pada meja didepannya dan langsung menyalakan TV untuk menenangkan keadaan.
"Untuk apa kau menyalahkan TV?"
"Aku hanya tidak ingin ruangan ini terlalu sunyi"
"Lalu bagaimana kamu bisa fokus dalam belajar?"
"Jika kamu yang mengajarkan ku, tak perlu risau karena jika ada yang masih belum aku mengerti aku bisa membuka jendela kamarku dan berteriak bahwa aku tidak mengerti"
"Yahh, jika kau mau membayarku untuk setiap pertemuan"
"Hah? Aku harus bayar?"
"Iya harus!"
"Tapi aku tak punya uang"
"Tak payah pakai uang"
"Habis itu bagaimana aku harus membayarnya?"
"Dengan cara….. kau harus membuat aku merasakan puas atas apa yang telah kau perbuat padaku!"
Boboiboy bingung dengan apa yang dia maksud
"Memangnya apa yang aku harus perbuat Yaya, aku akan lakukan apa yang kamu mau"
"Baiklah, sekarang bawa aku ke kamar mu"
Boboiboy yang masih belum mengerti hanya dapat mengikuti arahan yang diberika oleh Yaya. Boboiboy memegang tangannya dan menuntunnya ke kamarnya.
"Cklek…"
Pintu terbuka, tampakk kamar yang rapi dengan sedikit berantakan seperti kamar pria pada umumnya.
"Sekarang mau apa kau ke kamarku?"
"aku ingin kau menutup matamu, dan dengarkan apa kata kataku"
Boboiboy hanya bisa menurutinya, kemudian dia menutup matanya dengan posisi berdiri di tengah kamarnya. Dan menunggu arahan dari Yaya, tetapi suara yang ditunggu tidak kunjung tiba.
"Yaya, apa yang harus aku lakukan?"
Tidak ada jawaban darinya, dia tetap menunggu agar tidak membuat Yaya marah padanya.
"Yaya, apa aku masih harus menutup mataku?"
Karena tidak ada jawaban juga, maka dengan hati hati dia membuka matanya agar bersiap dengan apa yang akan diterimanya oleh Yaya karena melangkar perkataannya.
"Baiklah akan aku buka mataku juga, aku harap kau tak marah Yaya"
Boboiboy membuka matanya perlahan dan apa yang dia dapatkan?
*Cup
Sebuah bibir tepat mendarat di bibir boboiboy dengan pelukan yang sangat kuat. Boboiboy berusaha menahan pelukan itu tetapi malah membuatnya terjatuh di atas kasur dengan posisi dia berada dibawah dan masih menerima ciuman serta pelukan erat tersebut.
"Hmmppp…!"
Boboiboy berusaha melepaskannya, kemudian Yaya menghentikan ciumannya dan melihat ke arah boboiboy dengan posisi diatasnya.
"Apa kau tidak suka padaku boboiboy? Apa aku kurang menarik bagimu?"
"Bukan begitu Yaya, bagiku kau sangat menggugah hasrat ku, tapi apa kau tidak memikirkan dlu apa yang akan terjadi dan bagaimana masa depan mu?"
"Bagiku jika kau sudah menyukaiku dan tetap untuk bersama ku, apapun akan ku lakukan untuk mu"
Boboiboy yang mendengarnya pun langsung memeluk erat yaya dan meneruskan ciumannya. Ciuman mereka bagaikan tidak ingin dilepaskan dan ingin selalu berada diposisi tersebut. Semakin lama mereka berpindah pindah, berguling guling, sampai pada posisi Yaya berada dibaawah boboiboy.
"Yaya, apa kau siap untuk aku puaskan?"
"aku siap sayang"
Boboiboy langsung menciumnya kembali dengan tangan yang membuka pakaian Yaya, dan tangan yaya yang membuka jilbabnya. Setelah Yaya tidak terbungkus apapun, boboiboy memindahkan mulutnya ke arah dada yaya dan mulai memainkannya dengan gigi, lidah dan bibirnya. Yaya yang sangat menikmati sampai menggeliat dengan tangan yang membuka seluruh pakaian boboiboy.
"Yaya, aku akan memulainya sekarang'
Boboiboy kemudian perlahan memasukan penisnya ke arah vagina Yaya, dengan tidak melepaskan bibirnya dari dada yaya. Semakin lama boboiboy sulit untuk menemukan tempat untuk memasukannya.
"Hmm, boboiboy itu geli, bukan disana… lebih keatsa lagi… ke kanan sedikit…"
Akhirnya boboiboy berhasil menemukannya dan ujung penisnya tetap berada disana agar tidak kehilangan tempat itu.
"Baiklah Yaya, aku siap untuk memulainya"
"ayo boboiboy, lakukan lahh"
TO BE CONTINUE?
Bagaimana chapter 4 ini? Apakan harus dilanjutkan atau harus dihentikan? Tolong review kalian semua, terimakasih sudah mau membacanya…. Salam author :p
